Warning! BoysLove/BL/Yaoi/Gay, Typo Bersembunyi atau Memang Disengaja :v

Rated: T (karena otakku masih terlalu polos :v)

KookV!

Enjoy!

Setelah kejadian di toilet itu, Taehyung mulai tenang. Lebih tepatnya berusaha menenangkan dirinya. Sedangkan Jungkook? Dia masih biasa-biasa saja, namun sesekali dia mengingat wajah Taehyung ketika melepas kacamatanya kemudian ia menggelengkan kepalanya.

Bel pulang sudah berbunyi, semua siswa berkeliaran di sekitar gerbang sekolah. Salah satunya adalah Taehyung, dia sedang menunggu Jungkook. Ketika ia melihat Jungkook keluar dari pintu sekolah, dia langsung dikerumuni para uke dan yeoja. Para uke dan yeoja itu berteriak 'JUNGKOOK OPPA' atau 'JUNGKOOK-AH'. Kemudian kerumunan itu terpecah ketika Choi Saem melempari mereka kain kotor.

"YAK KALIAN SEMUA, JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN DI DEPAN SEKOLAH." Teriak Choi Saem, kemudian semua murid mulai menyebar.

Kemudian Taehyung menghampiri Jungkook yang melihatnya dan mendengus.

"Halo, Jungkookie~" Sapa Taehyung ceria dengan menunjukkan senyum manisnya. Jungkook mengabaikannya lalu berjalan melewatinya. Taehyung hanya bisa tersenyum maklum. Lagi.

Ketika di jalanan menuju ke rumah Taehyung dan rumah Jungkook, Taehyung selalu berusaha untuk mengajak Jungkook berbicara. Namun Jungkook selalu mengabaikannya dan menepis kasar tangannya ketika ia berusaha atau tidak sengaja menyentuh Jungkook.

Kemudian mereka tiba di rumah mereka yang bertetangga.

"Sampai jumpa besok, Kookie~!" Ucap Taehyung. Namun diabaikan oleh Jungkook. Ia malah membanting pintu rumahnya karena kesal.

Kemudian Taehyung berjalan masuk ke dalam rumahnya.

.

.

.

Sekarang, Taehyung sedang berbelanja di minimarket. Ia berencana membuat sesuatu yang spesial karena besok, 14 Februari 2016 adalah Hari Valentine. Ia mengambil coklat batang, buah cherry, tepung terigu, pengembang, coklat bubuk, krim untuk menghias, gula, dan messes berwarna merah. Lalu ia pergi ke kasir setelah semua bahannya telah ia ambil. Kemudian ia kembali ke rumahnya. Ia menyiapkan semua bahan dan alat di meja dapur.

Taehyung menaburkan tepung terigu di mangkuk lalu menambahkan air lalu mengaduknya sampai kental. Kemudian ia menaburkan coklat bubuk secukupnya lalu mengaduknya sampai rata. Lalu ia memasukkan gula secukupnya dan mengaduknya. Setelah itu, dia memasukkan pengembang secukupnya lalu mengaduknya. Kemudian tahap ketiga sebelum yang terakhir, ia ia memberikan ciumannya ke dalam mangkuk itu dengan cara mencium lalu melemparkannya ke mangkuk itu.

"Kkk~ Jungkookie pasti senang melihat ini." Ucapnya sambil terkikik senang melihat karyanya yang hampir selesai.

Kemudian ia memasukkan adonannya ke dalam tempat berbentuk hati dan memasukkannya ke dalam oven. Sementara menunggu kuenya jadi, ia duduk di depan televisi sambil meregangkan tubuhnya. Setengah jam kemudian Taehyung beranjak dari sofa dan berjalan ke arah dapur. Ia mengeluarkan kue tart yang sudah matang.

Taehyung mulai mendekorasi kue tart itu. Ia menaburkan messes berwarna merah di sekitar permukaan tart. Ia menaruh coklat batang di samping kue tart. Lalu ia menaruh krim berwarna hitam dan merah berselang-seling dan coklat batang di atas kuenya lalu sebuah cherry. Kemudian dia menulis

Happy Valentine Day,

Jungkookie

Taehyung tersenyum gembira melihat hasil karyanya, kemudian ia memotretnya sebagai kenang-kenangan. Lalu ia memasukkan kuenya di dos kotak tidak transparan kemudian ia membungkusnya dengan warna kesukaan Jongkook, yaitu merah dan hitam. Dengan pita berwarna merah dan hitam.

Kemudian dia tidur karena terlalu lelah setelah berbelanja dan membuat kue itu.

.

.

.

Tanpa Taehyung sadari, ia tertidur sampai jam 8 malam, perutnya berbunyi. Kemudian ia menghubungi Jimin untuk membelikannya Jjajangmyeon lalu masuk ke kamar mandi.

.

.

.

Ting Tong

Bel berbunyi tepat setelah Taehyung membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan sweater kebesaran berwarna baby blue dan celana pendek yang tertutupi oleh sweaternya.

Kemudian Taehyung pergi membuka pintu. Ia melihat Jimin yang sedang memegang kantong plastik yang berbau harum. Taehyung langsung memeluk Jimin.

"Jiminie~" Sapa Taehyung sambil memeluk Jimin. Sedangkan Jimin, dia hanya terkekeh melihat sikapku yang menggemaskan kemudian ia mencubit pipiku.

"Aku sudah bawa Jjajangmyeon, ayo makan bersama." Ucap Jimin sambil menunjuk kantong plastik hitam yang ia pegang daritadi.

"YEAYYYY KAU YANG TERBAIK JIMINIE" Teriak Taehyung sambil melompat-lompat lalu memeluk erat Jimin.

"Ta-eh... Ak-u tidak bi-sah bernapash." Ucap Jimin dengan susah payah karena dipeluk sangat erat oleh Taehyung.

Lalu Taehyung melepaskan pelukannya sambil tersenyum manis.

"Ayo makan, aku juga membawa cola rasa stroberi kesukaanmu." Ucap Jimin sambil mengeluarkan makanan dan minuman dari kantong plastik yang ia bawa tadi lalu menaruh makanan itu di piring.

Kemudian Taehyung dan Jimin menikmati makanan itu sambil bercanda. Tiba-tiba Jimin melihat sebuah kotak yang terbungkus oleh pembungkus kado berwarna hitam dan merah dengan pita berwarna merah dan hitam.

"Hey, Tae?" Ucap Jimin.

"Ya?" Ucap Tae.

"Kado itu. Untuk siapa?" Tanya Jimin sambil menunjuk kado yang tadi ia lihat.

"Tentu saja, Jungkookie~" Ucap Taehyung gembira.

"Oh... Apa isinya?" Tanya Jimin.

"Kue Tart spesial buatanku. Aku menaburkan cintaku di kue itu. Kkk~" Ucap Taehyung sambil terkikik senang.

"Tae... Jangan berharap terlalu tinggi kepada Jungkook. Kau tau dia itu membencimu, sangat membencimu." Ucap Jimin sambil menatap Taehyung. Ia sangat khawatir dengan bocah manis di sampingnya ini. Ia mencintainya. Namun hanya sebagai sahabat, tidak lebih.

"Tidak apa, Jimin. Aku hanya harus berusaha membuatnya membuka hatinya kepadaku, meskipun dia membenciku pasti nanti juga dia bisa mencintaiku." Ucap Taehyung sambil tersenyum pahit.

"Baiklah... Sepertinya aku harus kembali ke rumahku. Sampai jumpa besok, Tae." Ucap Jimin sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian berdiri lalu berjalan ke arah pintu rumah Taehyung.

"Sampai jumpa besok, Jiminie~" Ucap Taehyung sambil tersenyum manis dan melambaikan tangannya.

Setelah Jimin menutup pintu rumah Taehyung, Jimin berhenti sejenak di depan rumah Taehyung lalu mengambil foto dari sakunya. Foto itu adalah foto Jimin, Taehyung, dan Seokjin. Jimin menghela napas.

"Awas saja, Jeon Jungkook. Jika kau melukai Taehyung sampai dia tidak bisa tersenyum lagi kau akan kubunuh." Ucap Jimin dalam hati sambil mengepalkan tangannya dan meremas foto yang ia pegang. Kemudian ia kembali berjalan ke rumahnya.

.

.

.

Keesokan Harinya

Taehyung tiba di sekolah sambil membawa kado yang telah ia siapkan kemarin, ia sengaja tidak menunggu Jungkook karena ia mau menaruh sesuatu di loker Jungkook. Dia tidak khawatir mengenai kado orang lain yang mau dimasukkan ke loker Jungkook juga, karena hanya dia dan Jungkook yang tau kode loker milik Jungkook. Ia memastikan tidak ada orang di sekitar lalu membuka loker Jungkook dan memasukkan selembar kertas di atas buku-buku yang ada di loker Jungkook. Lalu ia berjalan masuk ke kelas sambil menunggu kedatangan Jungkook.

.

5 Menit Kemudian.

Taehyung memutuskan untuk menunggu Jungkook di gerbang sekolah. Taehyung tiba tepat saat Jungkook sudah memasuki gerbang sekolah. Kemudian, Taehyung segera berlari kembali ke kelasnya. Ia berencana untuk menghindari Jungkook sampai jam istirahat.

Sementara itu, Jungkook tiba di lokernya. Ia sangat senang, ia bersyukur pagi ini karena Taehyung tidak mengganggunya lagi. Ketika ia membuka lokernya, ia mengernyit saat melihat selembar kertas. Kemudian ia mengambil kertas itu.

'Temui aku di atap saat jam istirahat.'

Jungkook hanya menggidikkan bahunya, ia mengira hadiah itu adalah hadiah dari salah satu fansnya yang sengaja datang pagi hanya untuk memberikannya hadiah itu. Kemudian Jungkook berjalan ke kelasnya.

TBC

RnRJuseyo~