Warning! BoysLove/BL/Yaoi/Gay, Typo Bersembunyi atau Memang Disengaja :v

Rated: T (karena otakku tak mampu :v)

KookV!

Enjoy!

Bel berbunyi, sekarang sudah jam istirahat. Taehyung sedang menyandarkan dirinya di pegangan besi yang berada di ujung atap sambil memegang kado dan 2 lembar kertas yang akan ia berikan pada Jungkook.

Jungkook sekarang sedang berada di lorong. Dia sedang dikerumuni oleh yeoja-yeoja dan uke penggemarnya. Ia sedang berjalan menuju atap setelah berhasil menghindari kerumunan itu. Ketika ia membuka pintu atap, ia melihat Taehyung yang sedang memegang kotak yang terbungkus warna kesukaannya. Ia mendengus.

"Apa maumu?" Ucap Jungkook ketus.

"Halo Jungkookie~ Kamu sudah makan?" Ucap Taehyung sambil tersenyum manis. Ia gembira karena Jungkook mau datang menemuinya di atap sekolah.

"Apa maumu?" Ulang Jungkook lebih ketus mengabaikan pertanyaan Taehyung.

"Aku hanya mau memberikan ini." Ucap Taehyung sambil menyerahkan kotak yang ia pegang sejak tadi.

Tiba-tiba Jungkook merampas kotak itu lalu menarik tangan Taehyung yang terkejut dan kebingungan ke lapangan sekolah yang dikerumuni oleh banyak orang.

Dengan kejamnya, Jungkook merobek kadonya lalu menjatuhkan isinya.

"Kue ini adalah kue yang terburuk yang pernah kumakan. Terutama orangnya yang merupakan penguntit gila. Jangan dekati aku sekali lagi dasar orang gila atau kau akan terima akibatnya." Ucap Jungkook dengan suara yang lantang lalu menginjak kue buatan Taehyung. Taehyung menjatuhkan air matanya yang telah ia tahan selama ini. Melihat hal itu Jungkook merasa sesuatu yang mengganjal di hatinya. Lebih sakit daripada yang sebelumnya.

"Baiklah. Jika itulah yang kau harapkan, aku akan menghilang dari hidupmu. Selamat tinggal, Jeon Jungkook-ssi." Ucap Taehyung berusaha menegaskan kalimatnya. Setelah itu, Taehyung menjatuhkan kertas yang kedua, yaitu kertas yang menyatakan perasaannya yang ditolak. Kemudian Taehyung berjalan menjauh dari Jungkook yang berdiri mematung.

'Apakah aku keterlaluan?' Batin Jungkook sambil menatap kue yang tadi ia injak. Namun Jungkook memngabaikan perasaannya.

'Tidak. Dia memang pantas mendapatkannya.' Batin Jungkook. Kemudian matanya menangkap selembar kertas yang berada di dekat kue itu. Ia mengambilnya lalu berjalan ke belakang sekolah dan membacanya.

Untuk Jungkook,

Jika kau membaca ini berarti kau sudah menjatuhkanku lagi, tapi jauh lebih dalam. Melalui surat ini, aku hanya mau meminta maaf ata semuanya. Maafkan aku karena sudah mengganggumu. Maafkan aku karena sudah merepotkanmu. Maafkan aku karena selalu merusak harimu. Maafkan aku karena sudah mencintaimu terlalu dalam.

Aku hanya ingin kau tahu bahwa...

Aku, Kim Taehyung mencintai Jeon Jungkook meskipun dia terus menjatuhkanku dan melukaiku.

Aku kira aku bisa berdiri lagi jika kau menjatuhkanku lebih dalam. Tapi sayangnya tidak.

Jadi...

Selamat tinggal. Semoga kau bisa hidup tenang dan bahagia setelah aku sudah tidak ada lagi.

Kim Taehyung

Setelah membaca surat itu, Jungkook merasa perih di dadanya. Namun ia berusaha untuk mengabaikan perasaannya lalu berjalan ke kelasnya.

.

.

.

Sekarang, Jungkook sedang melamun di mata pelajaran yang paling dibencinya, yaitu Matematika yang diajari oleh Kang Saem. Tiba-tiba kertas yang diberikan Taehyung padanya melintas di otaknya. Kemudian dia mengambil kertas itu dari kantongnya lalu membacanya terus-menerus. Lalu ia sadar dengan perkataan Taehyung di kertas itu.

Selamat tinggal. Semoga kau bisa hidup tenang dan bahagia setelah aku sudah tidak ada lagi.

'T-Tunggu... Apa maksudnya dengan 'Setelah aku sudah tidak ada lagi.'?' Batin Jungkook. Setelah lama berpikir, ia terkejut.

'Tidak mungkin... Jangan sampai...' Batin Jungkook dengan mata melebar. Namun ia mengabaikannya. Lagi. Lalu ia kembali melamun.

.

.

.

Bel pulang sudah berbunyi. Seperti biasa, Jungkook sedang berjalan menuju gerbang sekolah dengan dikerumuni oleh kumpulan yeoja dan uke. Namun, ada satu hal yang tidak biasa. Jungkook tidak melihat keberadaan Taehyung. Tiba-tiba ia mengingat perkataan Taehyung di kertas yang ia baca tadi. Ia semakin khawatir. Ia berusaha meredakan rasa kekhawatirannya, namun tidak bisa. Ia khawatir setengah mati. Dengan terburu-buru ia berjalan menuju rumah Taehyung.

Setibanya di depan rumah Taehyung ia segera berjalan ke depan pintu rumahnya.

Tok

Tok

Tok

Jungkook mengetuk pintu rumah Taehyung, namun tidak ada jawaban. Kemudian ia mengetuknya lagi, terus-menerus. Sampai kulit jari-jarinya memerah.

Jungkook terkejut ketika merasakan sentuhan di bahunya. Kemudian ia berbalik. Ia mendapatkan Jaemin, tetangganya.

"Apakah Hyung sedang mencari TaeTae Hyung?" Tanya Jaemin.

"Ne. Dia dimana?" Tanya Jungkook tanpa basa-basi.

"Dia sudah pindah ke Amerika, Hyung." Ucap Jaemin.

"O-Oh begitu... Terima kasih..." Ucap Jungkook berusaha menstabilkan ekspresinya dan perasaannya.

"Ne. Kalau hanya itu, aku pergi dulu ya Hyung." Ucap Jaemin sambil melambaikan tangannya.

"N-Ne... Terima kasih..." Ucap Jungkook lalu berjalan masuk ke rumahnya. Ia mengabaikan perkataan ibunya, ia hanya memfokuskan diri kepada hal yang barusan ia dengar. Ia masih dalam keadaan terkejut.

Ketika ia memasuki kamarnya, ia langsung menjatuhkan tasnya di lantai lalu membanting diri di ranjangnya.

'Ini pasti hanya mimpi...' Ucap Jungkook dalam hati lalu memejamkan matanya. Kenudian setelah beberapa menit ia tertidur.

.

.

.

Jungkook terbangun ketika mendengar suara. Ia mendengus kesal karena tidur nyenyaknya telah diganggu.

Tok

Tok

Tok

Ibunya mengetuk pintu kamarnya.

"Sayang. Seseorang menitipkanmu surat." Ucap Eomma Jungkook dari depan pintu kamar Jungkook.

"Eomma akan meletakkannya di depan pintumu." Ucap Eomma Jungkook ketika tidak mendengar respon apapun dari Jungkook lalu beranjak pergi dari depan pintu kamar Jungkook.

Dengan malas, Jungkook bangun lalu mengambil surat yang diletakkan eommanya. Matanya membulat ketika ia melihat tulisan 'Dari Taehyung'. Kemudian ia membaca surat itu.

Hai Jungkookie~ Maaf mengganggumu dengan surat membosankanku lagi. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku sudah pindah ke Amerika bersama orang tuaku. Jangan khawatir, aku mungkin tidak akan bertemu denganmu lagi. Kkk~. Aku harap kau baik-baik saja disana. Semoga kau menemukan seorang gadis yang cantik dan yang akan mencintaimu seperti aku, namun tidak semenyebalkan diriku. Kkk~. Maaf karena aku tidak bisa menyampaikan hal ini secara langsung. Aku hanya takut kakau aku akan membuang waktumu melihatku menangis. Hehehe.

Aku masih mencintaimu.

Kim Taehyung

Di surat itu terdapat bekas air mata yang sudah mengering. Jungkook tahu bahwa itu adalah air mata Taehyung. Detik itu juga, Jungkook meneteskan air mata penyesalannya. Hatinya terasa perih. Jungkook menangis semalaman sampai matanya bengkak.

'Kenapa aku menyakitinya begitu dalam?'

'Kenapa aku tidak menyadari betapa besar cintanya dari dulu?'

'Kenapa aku begitu egois?'

Kalimat-kalimat seperti itulah yang terus terlintas di otak Jungkook selagi ia menangis. Ia menangis terus-menerus sampai akhirnya ketiduran.

TBC

RnRJuseyo~