DISCLAIMER :

Semua karakter yang digunakan adalah milik Masashi Kisimoto (karakter Naruto) dan Ichiei Ishibumi (karakter high school DxD) kesamaan dalam unsur cerita adalah suatu kebetulan. Isi fic ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun

RATING : M

GENRE : hurt / comfort , supernatural

AUTHOR : RyuzakiMisaki (last_lotus)

Lite Lust

Cerita sebelumnya :

Uzumaki Naruto, remaja yang direkrut oleh pihak kepolisian. Mendapat misi untuk membongkar kasus pada suatu sekolah, namun ditengah misi ia mendapat pengalaman supernatural yang membuatnya harus kehilangan pekerjaannya. Kini Ia menjalani kehidupannya seperti saat dia bertugas mengawasi sekolah untuk menutupi kecurigaan para Yakuza?

Chapter IV

Distrik 10

Malam semakin larut, Naruto mengayuh sepedanya menyusuri jalan dengan wajah senang. Rambut pirangnya terhembus angin malam.

'Tempat ini tak seburuk yang aku pikirkan ternyata', Naruto bersiul-siul.

Sejurus kemudian mobil hitam melintas di sampingnya. Kaca mobil itu terbuka tak ada yang aneh sebenarnya. Namun tidak dengan Naruto, matanya melotot. Tak salah lagi mobil hitam tadi berisi Hinata dan beberapa orang dengan mata yang sama. Dibelakang mobil itu serentetan motor beriringan dengan rapi.

'Yakuza?' Naruto dengan panik menepikan sepedanya.

"Apa yang mereka rencanakan? Konvoi mereka terlalu terbuka! Apa mereka tak takut dengan polisi?" , Naruto berlari menuju rumahnya yang hanya tinggal beberapa meter. Masa bodoh dengan sepeda barunya yang ia pikirkan adalah mengejar rombongan tadi.

"Tunggu apa berarti Hinata adalah Yakuza?", Naruto bergumam kecil. Segera masuk kedalam rumah dan mengambil pistol Naruto bergegas menghampiri motor kebanggaannya. 'Untung aku membawamu kesini' Naruto menepuk tangki motor hitamnya.

sebuah motor sport berwarna hitam, dengan gagah melaju kencang.

"Dimana mereka! Kurang dari tiga menit dan mereka sudah menghilang?" , frustasi mendapati target telah lolos. Naruto hendak berputar arah sampai dia menemukan dua orang polisi terkapar dengan wajah pucat pasi.

"Apa-apaan ini?", turun dari motornya Naruto memeriksa dua polisi itu. Tubuh polisi itu nampak utuh seakan tak pernah terjadi tindak kekerasan pada mereka. Naruto kini teringat sesuatu. Ia meraba leher kedua polisi itu dan Walla. Sesuai dugaan. Terdapat dua bekas gigitan hewan pada tempat yang sama.

'Mungkin ini sedikit gila, tapi menurut analisa yakuza tadi adalah vampir, yaa tak salah lagi', Naruto terlihat sedang mengutak atik ponselnya.

"Tolong lacak lokasi ini, dua polisi sekarat disini", Naruto meletakkan ponselnya kedalam saku salah satu polisi tadi.

"Aku mengerti!", samar-samar terdengar balasan dari ponsel Naruto.

Bergegas cepat Naruto menaiki motor dan berbalik arah menuju rumahnya. Beberapa meter melaju pelan suara baku tembak terdengar nyaring dari belakangnya.

"itu pasti mereka!", lagi-lagi berbalik arah. Naruto mendesah, ia seperti sedang dipermainkan. Cahaya terang membuat Naruto menarik gas motornya semakin cepat.

Disisi lain

Jalanan aspal berlubang, mobil terbakar dan tembok berlubang. Begitulah keadaan. Tempat orang nampak terlibat perkelahian sengit nampaknya dua kelompok Yakuza sedang melakukan perluasan wilayah? Namun lebih dari itu, puluhan orang nampak tergeletak tak bernyawa. Tempat itu seperti ladang pembantaian masal.

Anehnya rumah sekitar tempat itu nampak kosong. Tidak ada satupun warga yang mendekat bahkan polisi seperti tidak mengetahui kerusuhan ini.

"Hinata-Sama kita sepertinya mereka mendapat bantuan dari para pendeta!", Neji tersungkur tepat setelah pasak kayu menghantam tubuhnya.

"Neji!", Hinata menjatuhkan pistol berwarna perak. Ia berlari menghampiri Neji. Beberapa anak buahnya menjadi tidak fokus.

"Semuanya! Lindungi Hinata!", Neji berteriak, terbatuk ia mengeluarkan darah.

Semua Yakuza dengan mata putih itu berkumpul mendekati Hinata, dari segala penjuru mereka membentuk lingkaran pertahanan.

"Hidan! Sekarang saatnya! Buat altar nya!", suara yang tak asing. Gadis bersurai pirang berlari mendekati kumpulan anak buah Hinata.

"Terlalu besar! Lagipula ritual ini hanya untuk satu orang, mungkin dua." Hidan berlari menuju persimpangan jalan. Kakinya memutar membentuk sebuah simbol aneh.

"Mengapa kau membentuknya disana idiot!", seorang remaja dengan rambut berwarna merah menatap sinis Hidan.

"Shion ke arah sini! Dan kau Sasori dalam hitungan ke tiga tarik satu persatu vampir itu dan bawa kedalam lingkaran ini kau paham!", Hidan terlihat sudah menyelesaikan ritualnya.

"Ah Aku paham rencanamu!" Shion berlari mendekati Hidan. Sasori melemparkan benang tipis kearah salah satu Yakuza tadi.

Naruto membulatkan matanya. Ia tak percaya apa yang ia lihat. Merogoh sakunya ia mencari ponsel.

'aku paham sekarang, orang orang yang menghilang dalam misiku adalah! Bukan, Danzo salah merincikan misi itu! Bukan laporan orang hilang karna Yakuza namun!' Naruto sendiri kebingungan setiap yakuza yang ditarik masuk kedalam lingkaran itu lenyap. Misi Naruto adalah menyelidiki hilangnya orang-orang. Dan semua target pengintaian Naruto ada semua disini. Shion, Sasori, Hidan. Apa mereka penganut sekte sesat?

"Ini yang terakhir Shion!", menarik dengan kasar Hinata terlempar menuju lingkaran itu. Sayang meleset, Hinata melepaskan ikatannya dan melompat ke arah Sasori.

"Byakugan! Setidaknya semua Youkai harus mati sebelum kau melempar ku ke neraka!", Hinata mendesis. Matanya tajam mengamati seluruh lawannya. Dengan gerakan kilat Ia memukul semua lawannya. Gerakan pukulannya nampak seperti totok syaraf.

'gerakan yang sangat cepat! Aku bahkan tak dapat melihatnya!' Naruto sibuk mencari ponselnya sembari melihat gerakan Hinata. Naruto tak dapat menemukan ponselnya. Sepertinya keadaan ini membuatnya tak bisa berpikir jernih.

Amukan Hinata baru terhenti ketika seluruh orang tumbang, ups hampir seluruh orang. Sasori Hidan dan Shion masih berdiri mematung. Hinata tersungkur beberapa detik kemudian seperti nya gerakan tadi menguras habis tenaganya.

Sadar dari lamunannya Sasori mengikat Hinata, dengan kasar ia melempar Hinata kedalam lingkaran ritual. Namun beberapa detik sebelum Hinata masuk, Naruto berlari untuk menangkap Hinata.

"Hentikan Shion! Aku membutuhkan Hinata untuk membersihkan nama polisiku!", Naruto berlari masuk kedalam lingkaran bersamaan dengan jatuhnya Hinata kedekapan Naruto.

'BLAR' ledakan dahsyat terjadi bersamaan dengan hilangnya Naruto dan Hinata.

"Oh Kami-Sama ampuni kami." Shion merosot duduk bersimpuh.

Mata Sasori terbelalak, Hidan nampak memegangi kepalanya. "Ini semua salahku"

"Apa yang akan terjadi pada mereka berdua? Secara teknis gerbang tadi akan mengirim Vampir ke Neraka, tapi Naruto adalah Manusia!", Shion bergumam tak jelas.

Unknown Place

"ramalan akan menjadi kenyataan! Tuhan telah menggariskan takdir dengan jelas",

Naruto dan Hinata nampak berpelukan diatas tanah. Keduanya terlelap dalam damai sampai.

"ugh" Hinata terbangun, tubuhnya terasa hangat dalam dekapan Naruto. Wajahnya memerah sangat aneh mengingat dia adalah vampir. Eh kecuali kalau perpindahan dimensi tadi mengakibatkan hilangnya sifat kevampirannya? Bisa jadi. Namun nampaknya hal itu tak berlangsung lama. Wajahnya kembali memutih dan bahkan memucat. Semakin pucat

"Namikaze-Kun",

"Aku butuh da-rah"

END OF CHAPTER IV

Author Note :

Well aku tau ini sangat singkat, tapi ya emang gini adanya. Act 1 sudah selesai :D jadi berikutnya adalah Act 2 tenang saja, update tak akan lama kok. Semakin kalian beri semangat semakin cepat :D cerita ini akan maki terang kok, seiring bertambahnya chapter tentunya.

Berikan review untuk menambah semangatku yaa! Update kilat deh