Most Handsome Vampire?
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook, Oh Sehun, Park Chanyeol, Lee Donghae.
Genre : Supranatural, GS, etc.
a.n : atas dasar beberapa pemikiran dan penentuan pemain yang telah ditetapkan, juga untuk kenyamanan dan alur cerita. Maka pheo meminta maaf jika beberapa nama asli pemain diubah marganya.
Banyak typo bertebaran karena pheo masihlah author yang butuh banyak belajar. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita ataupun alur yang sama, tapi ketahuilah cerita ini murni dari hasil pemikiran saya.
.
.
.
.
Oh Pheonix present
.
.
.
.
.
.
Pagi itu, Seoul diterpa udara cerah namun dingin, pertanda musim gugur segera tiba. Beberapa orang nampak tergesa melangkahkan kakinya demi menghindari udara yang membuat mereka mengepulkan uap berembun. Tak jarang beberapa yang memilih masuk kedalam Coffe shop demi mendapat secangkir kopi panas yang bisa membuat sudut bibir mereka terangkat dengan pipi merona karena berhasil menghangatkan tubuhnya.
Namun, lain dari itu semua, tampak berbeda dari arah sebuah rumah dikawasan perkomplekan elit yang dihuni oleh orang-orang berdompet tebal. Rumah bernuansa pastel yang terlihat nyaman karena banyak berbagai jenis tanaman yang ada disana. Begitu juga seorang gadis dengan pipi gembul merona yang terbalut dalam pakaian hangat dan sarung tangan untuk berkebun. Rambut panjangnya dicepol keatas secara asal, senyumnya pun tak pernah lepas dari bibir plumnya, tanda ia puas dengan hasil kerjanya pagi ini.
Lee Sungmin. Adik tunggal dari Lee Donghae, gadis berusia duapuluh tahun yang saat ini menempuh pendidikannya di Inha University. Sedangkan Lee Donghae sendiri adalah pemilik dari Taeyang Group, salah satu perusahaan yang cukup disegani di Korea Selatan.
Menjadi kakak sekaligus orang tua bagi adik kesayangannya itu bukanlah hal mudah bagi Donghae, menjadi dewasa sebelum waktunya pun bukan pula keinginannya. Namun sepertinya takdir mengisyaratkan lain, orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan beruntun yang terjadi beberapa tahun lalu. Dan itu membuat Donghae mati-matian menjaga perusahaan milik sang ayah dan juga adik kecilnya.
Sungmin mengernyitkan dahinya saat selesai memindahkan satu pot mawar pada pot yang lain, diliriknya kedalam arah rumah mereka. Donghae berjanji akan membantunya berkebun hari ini, tapi sampai sekarang batang hidungnya pun tidak terlihat. Padahal Sungmin telah ada disini sejak pagi.
"DONGHAE OPPA!"
"YAAA, TUNGGU SEBENTAR!"
Suara kakak lelakinya itu menggema tak kalah nyaring dengan suara Sungmin. Sungmin mengerucutkan bibir mungilnya. Tak lama kemudian, suara derap langkah kaki diikuti sesosok tubuh tegap menjulang ikut berjongkok disampingnya. Memajukan bibirnya tak kalah imut dengan sang adik.
"Kau lama!" sungut Sungmin begitu sadar jika kakaknya lah yang ada disampingnya.
"Kau yang tidak sabaran!" balas Donghae tak kalah sebal.
.
.
.
.
.
Lain halnya dengan kegiatan dua kakak beradik Lee dirumah mereka, lain pula dengan salah satu rumah mewah yang terletak sedikit jauh dari rumah penduduk lain. Jika ditelisik, ada empat orang lelaki berwajah tampan yang sedang termenung dengan kegiatannya masing-masing. Namun sepertinya setelah sekian lama terdiam, salah satu dari mereka merasa bosan dan mulai memprovokasi sebuah percakapan sederhana.
"Hyung, aku bosan." Adalah lelaki termuda bermarga Oh yang menatap lelaki yang sedang berkutat dengan laptopnya, lelaki itu hanya melirik sekilas dan kembali tenggelam dalam kegiatannya. Mengabaikan pemuda putih itu.
"Hyungg~"
"Diamlah." Lelaki yang tadi mengacuhkannya, membentak dengan nada datar.
Pemuda Oh itu mengerucutkan bibirnya, merajuk dengan mengacak-acak beberapa lego yang sedang dimainkannya tadi.
Kegiatan absurd itu mengundang tatapan datar dari lelaki lain yang sedang memainkan ponselnya, ia melirik kearah dua pemuda itu sebelum akhirnya menginterupsi kegiatan sang lelaki yang masih saja berkutat dengan laptopnya.
"Yesung hyung," panggilnya. Lelaki itu menoleh sesaat, sebelum akhirnya kembali pada pekerjaannya. Namun sebuah kalimat bernada memohon dari bibir pemuda tinggi yang memanggil namanya sontak saja membuatnya tertegun sesaat dan mengabaikan beberapa rangkai kata yang ada dilayar komputernya itu.
"Aku ingin melanjutkan pendidikanku."
Bukan hanya Yesung, Oh Sehun yang sedari tadi memainkan legonya dengan acak ikut mendongak dan menatap pemuda tinggi bernama Chanyeol itu dengan dahi mengernyit.
"Pendidikanmu?" Sehun membeo, Chanyeol mengangguk. "Kenapa tiba-tiba kau meminta hal itu, hyung?"
"Karena aku ingin," jawabnya kalem, "Aku bosan setiap hari hanya berdiam diri dirumah dan tidak melakukan apapun."
Yesung terdiam, begitupun Sehun yang mencerna permintaan lelaki tinggi itu. Sedangkan Chanyeol sendiri hanya menatap Yesung dengan penuh harap.
Yesung menghela nafasnya dan melirik seorang lelaki bersurai coklat yang sedang membaca sebuah buku, sama sekali tidak terusik dengan percakapan mereka sejak tadi.
"Kyuhyun-ah," panggilnya, lelaki surai coklat yang dipanggil Kyuhyun tidak merespon, masih membaca bukunya seakan tak mendengar panggilan itu. Namun Yesung tahu, dia mendengarnya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Yesung, Kyuhyun membalik halaman bukunya tanpa menoleh sama sekali.
"Turuti saja."
Singkat. Jelas. dan padat.
Yesung kembali menghela nafasnya dengan lelah, selalu seperti itu. Lelaki yang bernama asli Cho Kyuhyun itu hanya mau berbicara sekadarnya. Tidak perduli dengan keadaan sekitar dan dingin, ciri khas marga Cho, meski itu kadang tidak berlaku pada saudara kandungnya, Cho Chanyeol.
"Baiklah," ujar Yesung setelah lama terdiam. Chanyeol menatapnya dengan mata bulat penuh antusias, "Aku akan mendaftarkan kita pada salah satu Universitas di Seoul."
"Kita?" ujar Sehun lagi, Yesung mengangguk.
"Jadi maksudmu, bukan hanya aku yang akan melanjutkan pendidikan?" tanya Chanyeol.
Anggukan kedua lelaki itu lakukan, "Kurasa kita semua juga membutuhkan sedikit penyegaran otak," ujarnya santai. Sehun sudah hampir bersorak bahagia mendengarnya sebelum Yesung kembali melanjutkan kalimatnya, "Tapi kalian harus ingat siapa kita sebenarnya."
"Aku tahu, terima kasih, hyung." Chanyeol tersenyum konyol. Yesung mengangguk dan kembali memusatkan perhatiannya pada laptop yang sedari tadi ia abaikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC / END ?
Holaaaa~ pheo kembali membawa satu karya lagi, utk kedua kali nya Super Junior dan EXO berkolaborasi.
Sedikit info, ff ini adalah ff debut pheo dalam dunia fanfic. Dan cast dalam ff ini bukan cast asli saat pheo debut, juga bahasa dan kosa kata yg digunakan sudah 100% direvisi, hanya ide crita nya aja yg masih trtinggal.
Pheo dulu terinspirasi dari film Twilight Saga hingga melahirkan ff ini, jadi jika ada kesamaan reka adegan atau semacamnya jangan terlalu kaget yaa..
Dan lagi, ff ini juga 100% memakai imajinasi nd khayalan2 pheo sebagai seorang fangirl. Semua adegan, itu imajinasi pheo, dan jika ada moment dimana pemikiran kalian tidak bisa menerimanya, ketahuilah itu juga hasil dari pemikiran dan khayalan pheo.
Satu lagi, ff ini sudah pernah dishare diakun facebook pheo sendiri. Dengan cast dan kosa kata yg asli tentunya.
Pheo Cuma ingin berbagi kenangan dan juga karya pheo sama readers semua, 3 tahun pheo bergelut didunia fanfiction, dan bersyukur sebagian besar pembaca merespon baik^^
Udah, ah. Segitu aja. Hehe. Dilanjut atau tidak nya fanfic ini tergantung dari respon readers semua.. so, review juseyoooo~
.
.
Oh Pheonix 2016
