Most Handsome Vampire?
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook, Oh Sehun, Park Chanyeol, Lee Donghae, Lee Eunhyuk.
Genre : Supranatural, GS, etc.
a.n : atas dasar beberapa pemikiran dan penentuan pemain yang telah ditetapkan, juga untuk kenyamanan dan alur cerita. Maka pheo meminta maaf jika beberapa nama asli pemain diubah marganya.
Banyak typo bertebaran karena pheo masihlah author yang butuh banyak belajar. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita ataupun alur yang sama, tapi ketahuilah cerita ini murni dari hasil pemikiran saya.
.
.
.
.
Oh Pheonix present
.
.
.
.
.
.
Pelataran Inha University diganderungi lalu-lalang mahasiswa dan mahasiswi berbeda jurusan. Beberapa tampak diantara mereka mungkin baru saja datang, seperti halnya Sungmin dan Ryeowook. Kedua gadis itu saling melempar guyonan ringan guna mengiringi langkah untuk masuk kedalam gedung, namun belum sampai didepan tangga aula, keduanya dibuat kaget oleh sekumpulan mahasiswi yang saling berteriak histeris meski setelahnya berbisik-bisik sambil menunjuk kearah depan.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Sungmin heran, Ryeowook yang ditanya menggedikkan bahunya dengan bingung, namun tak lama kemudian ia menepuk bahu Sungmin begitu tahu apa yang sedang dibincangkan oleh para gadis-gadis tadi.
"Mereka datang.." gumam Ryeowook, terkesima.
Sungmin menoleh dengan bingung, detik selanjutnya ia ikut terlarut bersama para gadis itu sambil melihat kearah depan.
Tampak dua mobil berbeda merk yang terparkir rapi didepan aula, selanjutnya empat pemuda tampan ikut keluar bersamaan dengan histeris para gadis.
"Itu, empat mahasiswa baru yang masuk kekelas kita kemarin, 'kan?" tanya Sungmin memastikan, disebelahnya Ryeowook mengangguk.
"Mereka seperti titisan dewa.." gumam Ryeowook, "Entah kenapa aku merasa aura yang mereka keluarkan terasa berbeda."
"Kau benar," sahut Sungmin menyetujui, "Mereka tampak seperti bukan manusia."
"Apa karena mereka terlalu tampan?"
"Entahlah.."
Sungmin dan Ryeowook masih setia memandangi sampai akhirnya tersadar jika empat pemuda itu berjalan kearah mereka.
"Oh? Kalian yang kemarin menyapa kami kan?" Chanyeol menyapa dengan nada ramah pada Sungmin dan Ryeowook, yang mana malah membuat kedua gadis itu membeku, belum lagi teriakan histeris para gadis lain yang iri pada mereka berdua.
"Y-ya." Jawab Sungmin terbata, detik selanjutnya ia segera menarik lengan Ryeowook menuju kelas mereka setelah sebelumnya membungkuk singkat pada keempat lelaki itu.
Kyuhyun, Yesung, Chanyeol dan Sehun saling melirik satu sama lain, tanpa sadar sebuah senyuman tipis hadir diwajah mereka.
"Menggemaskan sekali." Gumam Yesung, Sehun terkekeh.
"Jangan bilang kalau kau menyukai salah satu diantara mereka, hyung?"
Yesung hanya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan Sehun dan melangkah menuju kelas mereka, tanpa menyadari jika respon ambigunya mengundang tatapan penuh intimidasi dari Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sungmin berjalan masuk kedalam rumah dengan sebuah pot kecil berhiaskan sebuah bunga mawar yang baru saja ia ambil dari kebun belakang, gadis itu bersenandung riang sambil meletakkan pot bunga itu didekat jendela dapur.
"Cantik!" gumamnya senang, hobi menanam bunga memang menurun dari mendiang sang ibu yang notabene nya adalah seorang ibu rumah tangga tulen.
Sejenak, Sungmin melirik jam dinding yang ada didapur, sedikit mengerutkan dahinya kala mendapati waktu hampir menunjukkan pukul 6 sore, bertanya-tanya dimanakah sosok sang kakak yang saat ini belum muncul.
"Kenapa Donghae oppa belum pulang, ya?"
Sungmin dengan segera beranjak keruang keluarga dan mengangkat pesawat telepon untuk menghubungi ponsel sang kakak.
"Halo?"
"Oppa, ini aku."
"Min?" Donghae menyahut heran, "Kenapa meneleponku dengan telepon rumah? Dimana ponselmu?"
"Aku baru saja memetik mawar dikebun belakang dan ponselku tertinggal diatas," jawab Sungmin, "Kenapa oppa belum pulang juga?"
"Maaf, ada rapat mendadak dengan beberapa pemegang saham. Sudah makan?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban sang kakak, "Belum, aku akan menunggumu apapun yang terjadi."
"Makanlah duluan, aku takut ak-"
"Shirreo!"
Diseberang sana, Donghae terdiam dan mendesah pelan. Salah satu sifat keras kepala Sungmin yang terkadang ia kutuk karena selalu datang disaat yang tidak tepat. "Arraseo, tunggu aku pulang."
"Jangan lama-lama, paman dan bibi Yoo sedang berbelanja bulanan disupermarket, aku takut sendirian." Ujar Sungmin, setengah merengek sebenarnya.
"Ya, ya, ya, baiklah Tuan Puteri.. hati-hati dirumah."
"Heum.."
Sungmin menaruh kembali pesawat telepon ditempat semula setelah mendapat kepastian tentang keberadaan kakak tersayangnya itu. Dengan segera ia meletakkan pot mawar yang dibawanya dan mencuci tangannya di wastafel sebelum beranjak menuju ruang tv untuk menunggu Donghae pulang. Tanpa mengetahui sama sekali jika sejak tadi ada yang memperhatikannya dengan senyum tipis.
.
.
.
.
.
Sungmin dan Ryeowook terlihat berjalan beriringan menuju kelas mereka sambil bercanda ria, saat itu Sungmin yang kebetulan baru saja tiba di gerbang bertemu dengan Ryeowook yang baru saja ingin masuk kedalam. Segera saja gadis itu mengejar langkah kaki sahabatnya dan bersama-sama menuju kelas mereka.
Baru saja ingin melewati parkiran mobil, kedua gadis itu dikejutkan dengan satu mobil keluaran terbaru Hyundai yang baru saja memasuki pelataran tempat parkir, dan tak lama kemudian empat lelaki tampan keluar begitu saja dengan aura masing-masing yang mereka miliki.
Jelas saja Sungmin dan Ryeowook terdiam ditempat melihatnya, begitu juga dengan beberapa mahasiswi yang melihat mereka. Entah pesona apa yang mereka punya hingga membuat para gadis merasa sayang untuk melewatkan wajah tampan mereka. Dua gadis berbeda marga itu semakin mematung saat salah satu dari mereka menyadari kehadirannya dan berjalan menghampiri Sungmin dan Ryeowook, diikuti ketiga pria yang lainnya.
"Oh? Kalian sekelas dengan kami, kan?" tanya Chanyeol ramah, Sungmin dan Ryeowook hanya mengangguk kaku, dalam hati berpikir untuk apa mereka semua menyapanya seperti kemarin?
"Ayo ke kelas sama-sama." Kedua gadis itu saling berpandangan sejenak sebelum akhirnya mengeluarkan senyuman manis dan mengangguk. Mengabaikan tatapan histeris para gadis yang menatap mereka iri.
Namun sesuatu tak terduga baru saja terjadi, dimana Ryeowook yang saat itu berjalan disamping Chanyeol tak sengaja bersinggungan tangan dengan lelaki itu membuat sang gadis memekik.
"Astaga! Tanganmu dingin sekali!"
DEG!
Kyuhyun, Yesung, Sehun serta Chanyeol sendiri menegang mendengar pekikan Ryeowook. Keempatnya saling melirik waspada.
"Udara pagi ini sangat dingin, Ryeowook-ssi.." ujar Chanyeol sekenanya. Ryeowook masih memandangnya dengan pandangan menyelidik beberapa saat sebelum mendengar panggilan Sungmin.
"Ayo, Wookie."
Ryeowook masih saja memandang Chanyeol dengan tatapan aneh sebelum akhirnya mengikuti Sungmin masuk kedalam kelas, sedangkan keempat pria itu saling melirik dan mengangguk pelan.
.
.
.
.
"Sungmin-ah, kau pulang sendiri?" tanya Ryeowook begitu kelas telah usai disore hari. Sungmin yang sedang membereskan tasnya menoleh dan tersenyum manis. Mengikuti langkah kaki sahabatnya menuju gerbang.
"Tidak, hari ini Donghae oppa berjanji akan menjemputku."
Ryeowook mengangguk, "Baiklah, aku pulang dulu ya."
"Hati-hati dijalan, Wookie-ya."
Sungmin melambaikan tangannya begitu mereka berpisah didepan gerbang Universitas. Dengan segera Ryeowook berjalan menuju halte bus sementara Sungmin menunggu kedatangan Donghae dengan sabar.
Sejenak ia menatap sekeliling dan mendapati para lelaki yang menjadi mahasiswa baru di Universitas mereka masih berada diparkiran kampus yang terhalang oleh sebuah lapangan basket. Dan juga beberapa mahasiswa lain yang tampak sibuk, namun secara keseluruhan, Universitas mulai sepi.
"Mereka masih disini." Gumam Sungmin pelan saat tak sengaja beradu tatap dengan salah satu diantara mereka. Sungmin mengenalinya sebagai Kyuhyun.
Sungmin paling tidak suka menunggu, dan buruknya Donghae selalu membuatnya menunggu setiap kali lelaki itu berkata ingin menjemputnya. Sudah 10 menit ia menunggu mobil kakak lelakinya dan selama itu juga tidak ada mobil yang berhenti.
"Aish! Awas saja kalau sampai dia ingkar janji." Sungut Sungmin sebal.
Gadis itu memutuskan untuk berjalan menuju halte bus dan pulang. Namun karena tidak memperhatikan jalan, gadis itu tidak menyadari bahwa sebuah mobil hitam terlihat ugal-ugalan serta oleng sampai akhirnya teriakan seorang gadis lain membuyarkan lamunannya.
"NONA AWAS!"
Sungmin mendongak, dan saat itulah ia sadar bahwa mobil hitam itu menuju kearahnya. Kakinya mendadak terjebak disana dan tak bisa digerakkan. Perempuan itu memejamkan matanya dan pasrah dengan apa yang terjadi. Begitu juga dengan si pengemudi yang baru saja sadar apa yang ada didepannya.
CIITT!
Kejadiannya begitu cepat. Pengemudi mobil yang berusaha sekuat tenaga menghentikan laju mobilnya dan sedikit membanting setirnya. Beruntunglah mobil itu berhasil berhenti tepat waktu. Begitu juga dengan Sungmin yang merasakan sebuah tarikan keras dilengannya, dan detik selanjutnya, ia sudah berada didekapan seseorang.
"Perhatikan jalanmu."
DEG!
Sungmin terdiam, mendengar sebuah suara maskulin yang begitu berat memasuki indra pendengarannya.
"K-kyuhyun-ssi?"
Kyuhyun melepaskan dekapannya secara perlahan, membantu Sungmin berdiri dengan benar karena tahu bahwa gadis itu masih dilanda syok yang hebat. Sekilas ia melihat mobil hitam itu masih berhenti dan belum ada tanda-tanda bahwa sipengemudi akan keluar.
Kyuhyun kembali menatap Sungmin didepannya, "Kau bisa berdiri?" tanyanya datar, Sungmin mengangguk kaku. "Bagus. Aku pergi dulu."
Tanpa berkata apapun lagi Kyuhyun segera berbalik dan menyebrangi lapangan yang kosong untuk kembali ke parkiran dimana Chanyeol, Sehun dan Yesung ikut menatapnya dengan tatapan aneh yang tidak ia mengerti. Begitu Kyuhyun sampai disana, keempat laki-laki itu dengan segera masuk kedalam mobil dan melewati Sungmin begitu saja.
"Nona! Nona! Anda tidak apa-apa?" Sungmin tersentak dari lamunannya begitu mendengar seseorang, atau tepatnya si pengemudi menghampirinya dengan wajah panik.
"Y-ya?"
"Anda tidak apa-apa? Maafkan saya, saya tidak melihat jalan dengan benar. Tadi ponselku terjatuh dan aku berusaha mengambilnya. Maafkan saya." Ujar lelaki itu lagi dengan wajah menyesal.
"Ti-tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Balas Sungmin pelan.
"Benarkah? Aku akan membawamu ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk memeriksa apakah ada yang terluka. Ayo,"
"Tidak usah, terima kasih. Aku sungguh baik-baik saja." Sungmin menggeleng pelan dan menolak halus permintaan lelaki itu.
Lelaki pengemudi itu terdiam sejenak dan mengamati Sungmin, detik selanjutnya ia mengeluarkan dompetnya dan menyorongkan sebuah kartu pada gadis itu.
"Ini kartu namaku. Jika terjadi sesuatu padamu atau ada luka yang ternyata ada ditubuhmu kau bisa hubungi aku." Ujarnya lalu tersenyum manis.
Sungmin menerima uluran kartu nama itu dengan senyum tulus, "Terima kasih."
"Baiklah, aku harus pergi. Benar kau tidak apa-apa?" tanyanya sekali lagi. Sungmin mengangguk dan tersenyum tipis. "Oke, sampai jumpa. Dan maafkan aku." Ujar lelaki itu dan membungkuk singkat sembari tersenyum sebelum akhirnya kembali masuk ke mobilnya.
Sungmin memperhatikan kembali sipengemudi yang perlahan mulai menjauh sebelum akhirnya mendudukkan dirinya dipinggir jalan. Terlalu bingung dengan beberapa kejadian yang baru saja terjadi.
"Bagaimana bisa?" gumam Sungmin pelan. "Bagaimana bisa dia menolongku? Jaraknya terlalu jauh.." gumamnya lagi.
Sungmin masih terus melamun memikirkan kejadian itu sampai akhirnya sebuah mobil silver berhenti tepat didepannya.
"Min!" terlihat raut wajah Donghae yang begitu cemas, melihat sang adik terduduk dipinggir jalan dengan pandangan kosong.
Sungmin tak menggubris, ia masih sibuk dengan alam pikirnya sampai tak sadar jika Donghae berjongkok didepannya dan mengguncang bahunya.
"Min?"
Sungmin akhirnya mengalihkan atensinya pada sosok Donghae yang berada didepannya. Sedikit bertanya-tanya sejak kapan Donghae sampai dan ada didepannya.
"O-oppa?"
"Maafkan aku, ada rapat mendadak sebelum aku bisa kabur untuk menjemputmu." Ujar Donghae menyesal.
Sungmin tak menjawab, gadis itu malah memandang sang kakak dengan tatapan kosong, membuat Donghae mengernyit heran.
"Kau kenapa, Min?"
Sungmin menggeleng pelan, kejadian hari ini membuat kepalanya pusing dan lemas. "Ayo pulang, oppa."
"A-ah? Baiklah."
.
.
.
.
.
.
Sementara itu, tepat disebuah rumah dipinggiran kota. Terlihat beberapa pria yang berada disatu ruangan dengan kegiatan mereka masing-masing. Namun, sepertinya mereka tidak bisa saling diam begitu saja tanpa membahas apa yang terjadi tadi sore.
"Gadis itu... dia, kan?"
Lelaki yang berambut merah bersuara, membuat atensi ketiga lelaki lain beralih padanya.
"Siapa?"
Yesung, lelaki berambut merah itu menoleh pada Sehun yang barusan melontarkan pertanyaan padanya.
"Kim Ryeowook."
Sehun terdiam, membuang pandangannya keluar jendela. Begitu juga Chanyeol dan Kyuhyun yang hanya saling melirik tanpa suara.
"Ya." Itu suara Chanyeol, yang tertegun beberapa saat sebelum mengingat sebuah kejadian dimasa lalu sebelum menjawab pertanyaan kakak tertuanya.
"Cepat atau lambat, dia akan mengingatnya." Kyuhyun menimpali tanpa minat, membuat Sehun tersenyum sinis.
"Lalu bagaimana dengan Lee Sungmin?"
Kyuhyun reflek menghunuskan tatapan tajamnya kearah anggota termuda diantara mereka yang langsung dibalas dengan bola mata semerah darah dari Sehun. Aura Vampir yang begitu kental.
"Bukankah itu menngingatkan mu pada seseorang... juga?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue...
Pheo tau ini masih pendek, maafkeun yaaa.. banyak sekali revisi yang harus diperbaiki dan sedikit berbeda alur cerita.
Sekedar info, mungkin bagi yang belum mengerti kenapa ada Kyumin, Hunhan, Yewook dan mungkin Chanbaek nantinya.
Diawal cerita , Kyumin akan muncul sebagai cast utama, namun lama kelamaan setelah Kyumin bersatu, cast cerita nya akan bergeser pada otp lain. Jadi jangan terlalu mengharapkan kyumin always cast no 1. No! Pheo berusaha membagi rata disini.
Sampai ketemu di chap depan, review nya jangan lupaaa.. ketjup basaaahh
.
.
Oh Pheonix 2017
