Summary:
Oh Kyungsoo: sejak pertemuan pertama mereka, Kyungsoo sudah jatuh hati pada kakak angkatnya, Sehun dengan sepenuh hati. Hingga suatu hari, tepatnya saat ia menginjak usia 17 tahun, Kyungsoo mengetahui bahwa kenyataan yang ada tak seindah impiannya selama ini. Kyungsoo memutuskan pergi dari rumah keluarga Oh, memulai kehidupan baru dengan membawa hati yang hancur. empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dan rasa cintanya tetap tidak berubah.
Oh Sehun: sejak pertemuan pertama mereka Oh Sehun membenci Kyungsoo sepenuh hati. ibu Kyungsoo menghancurkan keluarganya dan Sehun tidak akan pernah melupakannya. Empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dankebenciannya tidak pernah berubah.
" SEHUN AND KYUNGSOO"
CAST:
Do Kyungsoo (GS)
Oh Sehun
Pairing : Hunsoo, Slight Chansoo.
Rate: M
NOTE : This is REMAKE story from Wattpad by matchamallow if you want to read the original version, you can visit Wattpad.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
Pagi itu Kyungsoo keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa. Ia baru saja selesai memakai seragam sekolahnya tetapi belum menyisir rambutnya yang berantakan. Memiliki rambut panjang yang sedikit bergelombang memang menyusahkan, tapi ia sengaja memanjangkan rambutnya karena saat kecil Kyungsoo pernah mendengar percakapan antara Sehun dan Jongin tentang kriteria gadis idaman mereka. Sehun menyebutkan beberapa kriteria, dan berambut panjang menjadi salah satunya.
Maka dari itu, meski ia harus bersusah payah untuk menyisir rambutnya setiap saat, ia tetap akan mempertahankan rambut panjangnya itu.
"Annyeoung, Sehun Oppa!" Kyungsoo berteriak memanggil Sehun, setelah sekilas ia melihat sosoknya yang sedang berjalan menuju pintu depan.
Sehun tidak menjawab sepatah katapun ucapan Kyungsoo dan memilih tetap berjalan keluar.
"Mungkin dia tidak mendengarnya." Pikir Kyungsoo.
Kyungsoo dengan gerakan cepat menuruni tangga dengan kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjatuh lagi seperti beberapa waktu lalu. Saat ia sudah mencapai pintu depan, Sehun sudah masuk kedalam mobilnya dan mau tidak mau membuat Kyungsoo harus sedikit melompat-lompat dengan mengangkat kedua tangannya keatas sambil kembali berteriak agar Sehun mendengar ucapannya.
"OPPA SARANGHAE...!" teriak Kyungsoo.
Sehun menoleh sebentar pada Kyungsoo sebelum kaca mobilnya naik menutupi wajahnya sehingga Kyungsoo tidak bisa melihatnya lagi. Kyungsoo masih diposisinya semula – minus melompat-lompat – saat mobil Sehun sudah keluar dari pekarangan rumah. Ia menghela napas panjang dan menurunkan lengannya dengan lesu. Tampak beberapa Maid yang sedang bekerja di pekarangan rumahnya menyaksikan kelakuan memalukan Kyungsoo, hingga ia tersadar dan merasa malu... sedikit malu lebih tepatnya... karena menurutnya beberapa urat malunya sudah putus semenjak ia menyukai Kakak angkatnya itu.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
"Kau memang sudah tidak punya rasa malu lagi Kyung. Sepertinya sesekali kau harus memeriksakan dirimu ke Dokter spesialis. Sudah jelas-jelas kau itu ditolak." Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah prihatin setelah mendengar cerita Kyungsoo tentang apa yang ia lakukan tadi pagi.
"Bisa tidak kau sedikit menghiburku saat aku bercerita padamu, Chan?" Kyungsoo mendesis kesal karena mendengar kalimat yang terlalu jujur yang keluar dari mulut sahabatnya itu.
Kyungsoo sebenarnya merasa sedikit bodoh, untuk apa dirinya menceritakan semuanya pada Chanyeol? Chanyeol itu seorang pria, dan seorang pria tidak akan pernah mengerti perasaan seorang wanita. Tapi mau bagaimana lagi? Dia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Seohyun, karena pasti Seohyun hanya akan memutar bola matanya seperti biasa.
"Lalu aku harus bagaimana, Kyung? Aku sudah bilang padamu sejak kemarin, lupakan Oppa-mu itu dan berkencan denganku!" jawab Chanyeol sambil tersenyum.
Kyungsoo semakin kesal dengan gurauan Chanyeol yang selalu mengatakan ingin menjadi kekasihnya. Kyungsoo tau, bahwa Chanyeol adalah makhluk mesum yang menjelma sebagai sahabatnya. Ia sering memergoki Chanyeol sedang berciuman dengan kekasihnya Yejin disudut-sudut sepi disekolahnya saat ia sedang mencari Chanyeol.
"Baiklah Chan kalau itu maumu, kita akan berkencan. Tapi dengan syarat, tidak ada ciuman, tidak ada pelukan, tidak ada kontak fisik kecuali hanya bergandengan tangan. Bagaimana?" Kyungsoo memandang Chanyeol dengan tatapan menantang. Ia sangat yakin jika Chanyeol tidak mungkin menerima tawarannya. Mana mungkin orang seperti Chanyeol mau menjalani hidup ala biksu?
"Georae, aku setuju." Ucap Chanyeol sambil berdiri dari kursinya hingga membuat Kyungsoo tersentak.
"Kau mau apa?"
"Ke kelas sebelah. Aku akan bilang pada Yejin kalau hubungan kita harus berakhir hari ini juga." Ucap Chanyeol sedikit berteriak dan berlalu keluar dari ruangan kelas.
Kyungsoo terdiam melihat kepergian Chanyeol. Ia masih mematung dalam posisinya selama lima detik sebelum menoleh pada Seohyun yang berada disebelahnya. "Seohyunah, dia tidak serius kan?"
"Mana ku tahu?" Seohyun hanya memutar bola matanya dengan malas dan menjawab dengan acuh tak acuh.
Kyungsoo hanya mengela nafas panjang mendengar jawaban Seohyun. 'Benar kan apa yang aku bilang...'
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
Seharian ini Sehun memikirkan pengakuan Kyungsoo padanya tadi pagi. Dan itu sukses membuatnya merasa kesal. Ia seharusnya tidak terpengaruh oleh apapun yang dilakukan gadis itu, tapi entah kenapa niatnya tidak pernah sejalan dengan pikirannya. Sehun tidak mengerti apa sebenarnya yang dirasakannya terhadap Kyungsoo. Semuanya bercampur aduk, tapi yang jelas ia membenci Kyungsoo dan perasaannya itu tidak berubah hingga saat ini.
"Memangnya dia pikir siapa dirinya sehingga begitu yakin kalau aku akan menikahinya? Apa ia tidak sadar darimana dirinya berasal? Kyungsoo tidak sederajat denganku, dan ia adalah anak dari wanita jalang ayahku." Pikir Sehun.
"Astaga...!" Sehun kembali kesal memikirkan pikirannya yang begitu sempit.
Dalam hidupnya ia belum pernah sekalipun membeda-bedakan orang, tapi entah kenapa hal itu tidak berlaku pada Kyungsoo. Mungkin karena ia terlanjur membenci gadis itu sejak awal.
Ayahnya dan ibu Kyungsoo bertemu karena kebetulan ayahnya memiliki bisnis yang bergerak di bidang properti, dan ibu Kyungsoo adalah seorang Marketing Developer. Sepertinya ayahnya begitu tergila-gila pada ibu Kyungsoo sehingga ia memutuskan untuk menceraikan ibu kandungnya.
Semenjak bercerai dengan ayahnya, ibunya kini tinggal di Busan, disalah satu rumah yang diberikan pada ibunya sebagai kompensasi perceraian. Ayahnya memang selalu memenuhi segala yang diminta oleh ibunya, tapi Sehun sungguh tidak bisa menerima kenyataan ini.
Ia begitu bahagia memiliki kedua orangtuanya dulu, memiliki sebuah keluarga yang harmonis. Dan ibu Kyungsoo dalam sekejap memusnahkannya. Dan sekarang, anak dari wanita jalang itu mengaku mencintainya.
Sehun ingin tertawa setiap mengingatnya. Selain pemikiran bahwa Kyungsoo sangat tidak pantas untuknya, siapa yang bisa mempercayai pengakuan cinta dari anak berusai enam belas tahun? Sehun yakin, Kyungsoo bahkan tidak mengerti apa itu cinta tapi sudah berani berbicara dengan begitu yakin.
Sebenarnya, sempat terbesit dalam benak Sehun untuk memanfaatkan perasaan Kyungsoo terhadapnya. Ia bermaksud merusak gadis itu. Meskipun usia Kyungsoo baru enam belas tahun, tapi ia memiliki tubuh sempurna layaknya seorang wanita dewasa. Jika Sehun mau melupakan perihal umur Kyungsoo, gadis itu pasti sudah ditidurinya semalam. Tidak sulit untuk melakukannya, Kyungsoo sudah membuatnya bernafsu hanya dengan menatapnya saja.
Tapi ia masih teringat dengan ayahnya dan segera membuang jauh-jauh rencana brengseknya itu. Bukan lebih berat pada ayahnya... ayahnya pasti akan merasa sedih, tapi lebih tepatnya ia tidak ingin Kyungsoo mengadu pada ayahnya dan akhirnya ia harus menikahi Kyungsoo karena terpaksa. Ia bertemu Kyungsoo belum genap satu minggu, dan ia tidak tahu pasti bagaimana karakter gadis itu. Sehun tidak sudi menikahi gadis yang tidak jelas statusnya tersebut.
Sial! Sehun benar-benar harus mencari seseorang atau sesuatu untuk mengalihkan pikirannya dari Kyungsoo.
Dalam kebingungannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Sehun menatap layar ponselnya dan ternyata itu adalah panggilan dari Luhan. Luhan belum mengubah nomor ponselnya yang dulu dan kontaknya pun masih tersimpan di Ponselnya.
" Luhan?" Sehun menjawab panggilan telponnya.
Disebrang sana, Luhan menanggapi sapaannya dengan obrolan basa basi seperti biasa di awal dan Sehun hanya menanggapinya dengan sopan.
" Sehunah, sebenarnya aku... aku... aku menghubungimu karena ada sesuatu yang terjadi menyangkut diriku, dan aku butuh bantuanmu Hunah." Terdengar suara Luhan yang terdengar sedikit ragu-ragu.
"Bantuan?" Sehun yang mendengarnya sedikit agak heran.
Tidak terdengar jawaban dari Luhan, sehingga Sehun sempat mengira bahwa Luhan memutuskan panggilannya.
"Luhan, kau masih disana...?"
"Sulit untuk menjelaskannya lewat telpon, Sehun. Bisakah kita bertemu? Mungkin nanti sore?"
Sehun memikirkan apakah ia memiliki janji sore ini dan seingatnya ia tidak memiliki janji pada siapapun.
"Baiklah sore ini aku bisa, kita bertemu dimana?"
Sehun mengiyakan setelah Luhan menyebutkan nama sebuah restoran di daerah Gangnam yang biasanya mereka kunjungi saat masih menjadi sepasang kekasih dulu, dia juga menyebutkan jam mereka bertemu.
Sehun menutup sambungan telponnya dari Luhan. Ia merasa tidak percaya pada keberuntungannya. Menurutnya, Luhan adalah seseorang yang tepat yang bisa mengalihkan pikirannya dari Kyungsoo.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
Kyungsoo sedang makan seorang diri sore itu ketika interkom di dapurnya berbunyi. Dengan cepat Kyungsoo beranjak dari meja makan dan menerimanya. Securitynya mengabarkan bahwa seorang remaja laki-laki yang mengaku teman sekolahnya ingin menemuinya. Kyungsoo langsung menggertakan giginya saat mengetahui bahwa remaja laki-laki yang dimaksud itu adalah Chanyeol.
'Untuk apa anak mesum itu datang kerumahku sesore ini? Bahkan ini hampir malam.' Ucap Kyungsoo dalam hati.
Sebenarnya Kyungsoo ingin mengusir Chanyeol begitu saja, tapi ia tidak tega juga jika mengusirnya dan akhirnya menyuruh Security untuk mempersilahkannya masuk. Rencananya ia akan secepatnya melayani maksud kedatangan Chanyeol kesini, dan setelah itu langsung menyuruhnya pergi.
Beberapa menit setelah ia menutup panggilan interkomnya, bel pintu rumahnya berbunyi. Kyungsoo meminum segelas air dan bergegas melangkah ke pintu depan untuk menyambut Chanyeol. Chanyeol terus menerus menekan bel pintu rumahnya sepanjang Kyungsoo berjalan menuju ke pintu, dan itu sukses membuat Kyungsoo geram.
"Chanyeol-ah, apa yang kau lakukan? Bel dirumahku bisa rusak karena perbuatanmu, Pabbo." Omel Kyungsoo setelah membuka pintunya secara kasar.
Didepannya sudah berdiri Chanyeol yang tampak begitu tampan. Ia memakai pakaian casual yang mendukung penampilannya yang urakan namun mewah.
"Mau apa kau?" Tanya Kyungsoo dengan nada ketus pada pria dihadapannya.
"Mengunjungi kekasih baruku. Apalagi?" jawab Chanyeol dengan tersenyum lebar.
Kyungsoo mencibir melihat tingkah sok romantis Chanyeol yang menurutnya menjijikkan.
"Oh iya, hampir saja aku lupa. Ini bunga untukmu, bunga cantik untuk gadis yang paling cantik." Chanyeol menyodorkan bunga yang disembunyikan dibelakang punggungnya pada Kyungsoo.
"Bukankah ini bunga yang berada di depan halaman rumahku? Berhenti bersikap romantis Chan, itu menjijikkan." Jawab Kyungsoo sambil melempar bunga tersebut ke dada Chanyeol, dan Chanyeol hanya menanggapinya dengan tertawa.
"Aku hanya ingin mengikuti adegan-adegan di drama romantis yang sering ibu ku tonton Kyung, ternyata gagal. Apa aku boleh masuk?" ujar Chanyeol sambil terus melangkah dengan santai melewati Kyungsoo.
"Apa masih perlu kau tanya lagi?" Kyungsoo menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap Chanyeol yang sudah mengambil tempat di sofa ruang tamu. Chanyeol yang melihat raut wajah kesal Kyungsoo kembali tertawa tanpa rasa bersalah.
"Chan, duduk denganku saja di meja makan. Aku belum sempat menyelesaikan makan malamku karena kau datang. Kau sudah makan?" Tanya Kyungsoo sambil berjalan menuju meja makan.
"Apa aku mengganggu makan malammu?" tanya Chanyeol sambil berjalan mengikuti Kyungsoo menuju meja makan.
"Sangat!" Kyungsoo menjawabnya sambil duduk kembali di kursinya, diikuti Chanyeol yang juga ikut duduk disampingnya.
"Aku baru saja ingin mengajakmu makan diluar. Tapi ya tidak apa-apa, melihat menu makan malammu aku ikut makan malam disini ya hihi. Lumayan untuk menghemat uang kencan kita hari ini." Chanyeol membalik piring yang sudah disediakan di meja dan mulai mengisi piringnya tanpa malu-malu.
"Apa kau hanya makan sendiri Kyung?"
"Ayahku sedang menjalankan medical check up. Mungkin tiga hari lagi baru akan pulang, itu pun kalau tidak ada halangan."
"Lalu... Oppa pujaan mu itu?"
Kyungsoo menghentikan makannya dan menatap Chanyeol dengan kesal.
Chanyeol yang melihat ekspresi mematikan dari Kyungsoo hanya bisa tertawa.
"Kkkkkk... iya..iya aku tidak akan bertanya lagi." Jawab Chanyeol sambil mengangkat kedua tangannya menyerah.
"Omong-omong, kencan kita sama sekali tidak romantis Kyung." lanjut Chanyeol.
Kyungsoo yang sedang asik mengunyah makanannya hampir tersedak mendengar pernyataan Chanyeol tadi. "Chan, bisa tidak berhenti bicara tentang kencan dan kencan." Protes Kyungsoo.
"Bukankah kau sendiri yang bilang mau berkencan denganku. Meskipun persyaratan yang kau berikan sangat berat, aku ikhlas menerimanya Kyung." Ucap Chanyeol tersenyum sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Kyungsoo mengerang sendiri mendengarnya. Sebenarnya yang bergurau tentang kencan bukan Chanyeol, tapi dirinya sendiri. Seharusnya ia tidak menantang Chanyeol sehingga membuat sahabatnya itu jadi salah paham. Dan sekarang ia harus menjelaskan semuanya pada Chanyeol bahwa ia tidak ingin berkencan dengannya, dan hanya mencintai Kakaknya! Ya hanya kakaknya!
"Chan..."
Belum sempat Kyungsoo menyelesaikan perkataanya, ia mendengar pintu depan rumahnya terbuka dan terdengar langkah seseorang yang memasuki ruangan hingga Kyungsoo dan Chanyeol serempak menoleh. Dan ternyata yang datang adalah Sehun, Kakaknya. Bersama seorang wanita yang amat cantik, kulitnya putih dan bersih mirip sekali seperti bintang iklan perawatan kulit yang sering ia lihat di televisi.
Kyungsoo terpana melihat wanita itu sekaligus cemas. Wanita itu berbeda, bukan seperti wanita yang dibawa Sehun kekamarnya seperti waktu itu. Kyungsoo dapat merasakan perasaan itu, perasaan dimana hatinya sakit saat melihat Kakaknya dengan wanita lain, dan fakta bahwa wanita itu lebih cantik dari dirinya... cemburu, ya Kyungsoo merasa cemburu.
Kyungsoo menoleh pada Chanyeol yang berada disampingnya dan ternyata sudah memandangnya dengan raut wajah prihatin. Entah sejak kapan Chanyeol memandangnya, jika sejak tadi maka ia bisa melihat perubahan raut wajah Kyungsoo. Tatapan Chanyeol terhadapnya hanya membuat Kyungsoo merasa semakin sedih. Sedih dan malu lebih tepatnya. 'Ternyata aku masih memiliki sisa rasa malu.' Ucapnya dalam hati.
Kenapa semua ini harus terjadi di depan Chanyeol, orang yang mengetahui perasaannya terhadap Sehun, kakak angkatnya. Kyungsoo serasa ingin menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri.
Wanita cantik itu juga menatap Kyungsoo dan Chanyeol dengan penuh keingintahuan.
"Anggota keluargamu?" wanita itu bertanya sambil menoleh pada Sehun yang berada disebelahnya.
Sehun menatap kedua insan yang berada di meja makan itu dengan tatapan kesal. Ia tadi bertemu dengan Luhan dan mantan kekasihnya itu meminta bantuannya untuk menyembunyikannya sejenak karena terjadi masalah padanya. Sehun sebenarnya akan menolaknya, tapi Luhan tiba-tiba saja menangis dan menceritakan semua permasalahan yang terjadi pada dirinya, dan Sehun yang tidak tega mendengarnya akhirnya terpaksa menyetujuinya. Namun saat pulang kerumah bersama Luhan, ia menemukan Kyungsoo tidak sendirian.
Padahal Sehun masih ingat dengan jelas saat gadis itu mengatakan bahwa ia mencintai dirinya. Dan sekarang ia menemukan Kyungsoo bersama seorang laki-laki. Hanya berdua. Di saat rumahnya sedang kosong.
Pantas saja ayahnya menyuruhnya untuk menjaga Kyungsoo. Ternyata seperti ini kelakuan gadis itu. Benar-benar murahan seperti ibunya!
"Dia..." Sehun baru saja ingin mengucapkan adikku, tapi ia ragu.
"Dia... hanya Kyungsoo." Akhirnya kata itulah yang keluar dari mulutnya.
Sehun melihat ekspresi Kyungsoo yang berubah muram saat mendengar perkataannya tadi. Ia merasa puas karena sudah berhasil menyakiti Kyungsoo.
"Kyungsoo?" Luhan mengerutkan keningnya. Ia sedikit bingung tapi akhirnya tersenyum pada Kyungsoo dan pada anak laki-laki yang berdiri di sebelah Kyungsoo. "Dan yang satunya?"
Chanyeol yang mendengarnya langsung memperkenalkan dirinya dengan sigap. "Annyeonghaseyeo noona, aku Park Chanyeol. Teman sekolah Kyungsoo."
Kyungsoo menoleh mengamati tingkah Chanyeol dengan tatapan lesu. Namun dengan tiba-tiba Chanyeol menggamit lengannya hingga membuat Kyungsoo terkejut. Kyungsoo baru saja ingin memprotes, tapi belum sempat ia membuka mulutnya...
"Sekaligus kekasihnya. Kami baru saja resmi berkencan. Hari ini." Lanjut Chanyeol dengan bangga.
Ucapan Chanyeol barusan berhasil membuat Kyungsoo terbelalak. Ia tadi merasa lega karena Chanyeol memperkenalkan dirinya sebagai teman sekolahnya. Tapi ternyata Chanyeol malah melanjutkan dengan pengakuan itu. Bisa-bisanya Chanyeol mengakui hal norak semacam itu di depan kakaknya.
Tunggu dulu! Didepan kakaknya!? Dia bisa salah paham!
Kyungsoo langsung menoleh pada Sehun dengan wajah cemas. Tapi yang terjadi, wajah Sehun terlihat biasa-biasa saja. Kyungsoo merasa bersyukur karena sepertinya kakaknya tidak terlalu terpengaruh terhadap ucapan Chanyeol tadi. Ia merasa lega dan langsung menoleh pada Chanyeol yang masih memegang tangannya.
"Chan ! kita kan hanya berte... CHAN..CHANYEOL...!" sebelum Kyungsoo menyelesaikan ucapannya, Chanyeol melangkah sambil menarik paksa tangannya sehingga mau tidak mau ia harus mengikutinya. Chanyeol melangkah menuju pintu depan melewati Sehun dan wanita itu.
"Mianhae Sehun Hyung dan Noona, aku ingin pergi mengajak Kyungsoo untuk berkencan sebentar saja." Ucap Chanyeol sambil melambai-lambaikan sebelah tangannya pada dua orang yang menonton tingkah mereka.
"Chanyeol lepaskan, apa yang kau lakukan?" Kyungsoo melepaskan tangan Chanyeol setelah mereka tiba di sebelah mobil Chanyeol yang terparkir di halaman depan rumahnya.
" Ikuti saja kata-kata ku Kyung. Masuk ke mobilku, cepat!"
" Kau pasti ingin menculikku lalu menjualku kan?"
Chanyeol hanya tertawa mendengar tuduhan aneh yang dilemparkan Kyungsoo terhadapnya " hahaha untuk sekarang tidak Kyung, tapi suatu saat mungkin bisa ku pertimbangkan."
Pernyataan Chanyeol tadi sukses membuat Kyungsoo tersentak.
"Sudah cepat masuk! percaya padaku Kyung, aku hanya ingin mengajakmu berkeliling tidak sampai lima belas menit."
Merasa kalah berdebat dengan laki-laki tinggi dihadapannya, akhirnya Kyungsoo menuruti permintaan Chanyeol untuk masuk kedalam mobil pria itu. Ia hanya berharap Chanyeol tidak benar-benar akan menjualnya seperti yang dia bilang tadi.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
Lima belas menit kemudian Chanyeol benar-benar mengembalikan Kyungsoo dalam keadaan utuh. Ternyata Chanyeol memang benar-benar hanya mengajaknya berkeliling, membelikannya jus, lalu berhenti untuk duduk di Sungai Han melihat keindahan malam di tepi Sungai Han. Chanyeol hanya mengatakan alasan dia melakukan hal ini adalah untuk menyelamatkan harga dirinya. Ia tidak mungkin meninggalkan Kyungsoo sendirian di rumahnya dalam situasi semacam itu.
Kyungsoo sedikit bingung dengan alasan Chanyeol yang mengatakan ingin menyelamatkan harga dirinya, karena menurutnya harga dirinya baik-baik saja.
Sesampainya di rumah, Kyungsoo langsung berjalan dengan gontai menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Saat mendongak ke atas, ia melihat Sehun yang baru saja hendak memasuki kamarnya.
"Oppa ! Sehun Oppa…. Tunggu..!" teriak Kyungsoo sambil sedikit mempercepat langkahnya dengan menaiki dua anak tangga sekaligus.
Sehun yang mendengar Kyungsoo memanggilnya tetap tidak peduli dan memilih memasuki kamarnya. Saat hendak menutup pintu kamarnya, dengan sigap Kyungsoo berhasil menahan pintunya sebelum tertutup.
"Ada apa Kyungsoo?!" Sehun terpaksa membuka pintu kamarnya hingga membuat Kyungsoo sedikit terjungkal.
"Hihihi… Oppa, aku hanya ingin mengatakan…" Kyungsoo menjeda kalimatnya saat Sehun membuka pintu kamarnya lebar-lebar. Kyungsoo melirik sedikit…sebenarnya banyak…ke dalam kamar Sehun untuk mencari keberadaan wanita yang dibawa pulang oleh Kakaknya tadi.
"Ia tidur di kamar tamu." Sehun mengucapkannya dengan nada kesal seakan dia bisa membaca pikiran Kyungsoo.
"Jinjja ?… huft aku lega mendengarnya. Aku pikir Oppa akan berpaling dariku.. hihi.." jawab Kyungsoo sambil tersenyum manis.
Sehun tidak menanggapi ucapan Kyungsoo dan berusaha untuk menutup pintunya lagi, tapi dengan sigap Kyungsoo kembali menahannya.
"Oppa tunggu, aku belum selesai bicara."
"Ada apa lagi Kyungsoo? Cepat katakan!" Sehun berdecak dengan tidak sabar.
"Aku harap kau tidak salah paham dengan kejadian tadi. Chanyeol bukan kekasihku, walaupun sebenarnya dia memang kekasihku... tapi semua itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman..." Kyungsoo memiringkan sedikit kepalanya saat menjelaskan karena merasa bingung dengan ucapannya sendiri.
"Yang jelas, aku tetap menyukaimu." Tegas Kyungsoo dengan sedikit berteriak.
Sehun terdiam menatap sejenak gadis yang berdiri didepannya sebelum menjawab
"Haruskah aku peduli tentang itu? Entah kau mau merusak dirimu atau tidak, itu bukan urusanku."
"Harus.. kau tidak boleh menganggapku suka bermain-main Oppa, aku akan menyerahkan semuanya padamu. Aku akan melakukannya pertama kali denganmu, bukan dengan orang lain. Itu janjiku." Kyungsoo berucap sembari menaikkan sebelah tangannya tanda berikrar.
"Dengan kompensasi adanya pernikahan diawal tentunya." Sehun menegaskan.
"Tentu saja. Aku ini kan calon istri masa depanmu Oppa, kau pasti akan bahagia menikah denganku." Ucap Kyungsoo sambil tersenyum penuh harap.
"Sayang sekali kalau begitu. Tawaran pertamamu cukup menggiurkan Kyungsoo, tapi tidak untuk yang kedua. Aku tidak berencana menikah denganmu. Keluar !"
Sehun berusaha menutup pintu kamarnya untuk yang ketiga kalinya, dan untuk yang ketiga kalinya juga Kyungsoo berhasil menahannya.
"Oppa Tunggu... kau pasti akan berubah pikiran. Lihat saja nanti, kau akan tergila-gila padaku bahkan memohon untuk menikah denganku. Ingat itu."
"Kau yakin?" Sehun tersenyum mendengarnya.
Kyungsoo merasa ia sulit bernafas. Ini pertama kalinya ia melihat Sehun tersenyum padanya. Ia pasti terlihat bodoh saat ini.
"Kau terlihat begitu yakin Kyungsoo. Dengan cara apa kau akan melakukannya, huh?" Sehun berujar sambil berjalan mendekatinya.
Kyungsoo reflek melangkah mundur menjauh dari kamar Kakaknya.
"Takut? Bukankah saat pertama kali aku datang, kau bahkan sengaja memelukku dengan menyentuh-nyentuh tubuhku. Kemana keberanianmu itu sekarang Kyungsoo?"
Kyungsoo memang agak terkejut dengan reaksi tubuhnya. Mengapa di dalam dirinya tiba-tiba tumbuh ketakutan terhadap kakaknya tanpa ia sadari? Tapi jangan panggil dirinya Kyungsoo jika ia tidak bisa menangani hal tersebut.
"Omo... kau menyadarinya?" Kyungsoo berhenti sambil memegang pipinya.
"Tentu saja. Kau terlalu terang-terangan melakukannya. Apa kau merasa malu sekarang?"
"Tidak, aku tidak merasa malu sama sekali. Bahkan aku ingin melakukannya lagi sekarang." Jawab Kyungsoo sambil tertawa.
"Kalau begitu, keep dreaming Kyungsoo. BLAM!"
Kyungsoo mendapati pintu kamar kakaknya dibanting lagi didepan wajahnya. Sial... tanpa ia sadari Kyungsoo sudah berada di luar kamar kakaknya. Sehun memang pengalih perhatian yang cerdas.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
"Selamat pagi Kyungsoo."
Kyungsoo terkejut saat mendengar dirinya disapa oleh suara yang begitu lembut saat ia sedang menuruni tangga. Tenyata wanita yang dibawa oleh kakaknya semalam sedang duduk manis di meja makan tepat di sebelah kakaknya. Sepertinya mereka sedang sarapan.
"Selamat pagi..." Kyungsoo menjawab dengan ragu-ragu, lalu mengambil tempat duduk di ujung meja.
Kyungsoo terpaksa menunda aksi agresifnya pagi ini karena wanita yang tidak ia kenal namanya tersebut. Kalau tidak ada wanita itu, ia pasti sudah menyerbu kakaknya tanpa ragu-ragu. Tapi Kyungsoo juga merasa sedikit kesal, karena mendapati kakaknya masih berada dirumah sepagi ini. Jika tidak ada wanita itu, kakaknya pasti sudah menghilang sebelum matahari terbit.
"Aku Luhan, Kyungsoo. Kita belum sempat berkenalan semalam." Wanita itu menyodorkan tangannya dan disambut oleh Kyungsoo.
Sial !
Kyungsoo merasakan tangan Luhan yang begitu mulus dan lembut. Luhan juga memiliki kulit yang putih. Rambut Luhan lurus dan panjang, seakan-akan dia baru saja keluar dari salon perawatan rambut padahal ini masih pagi. Tubuhnya juga ramping dan mungil.
Dunia ini sungguh tidak adil !
Kyungsoo terpaksa mengalihkan pandangannya sejenak agar tidak terus menerus terpana. Ia jadi merasa rendah diri karena wanita bernama Luhan ini, padahal sebelumnya ia memiliki kepercayaan diri yang agak berlebihan.
"Aku tidak menyangka Sehun memiliki adik secantik dirimu Kyungsoo." Ujar Luhan sambil tersenyum, lalu menoleh pada Sehun yang berada disebelah. "Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku Sehunah?"
"Karena dia bukan adikku. Aku tidak pernah memiliki adik." Sahut Sehun dengan nada sinis hingga membuat Luhan terkejut.
"Ne, eonni... aku hanya anak angkat." Kyungsoo meringis saat menjawabnya, lalu menunduk mencoba menyibukkan dirinya dengan mengambil makanan.
Biarkan saja Sehun tidak mengakuinya sebagai adik. Itu kabar bagus menurutnya, karena Kyungsoo memang berharap jika kakaknya menganggapnya sebagai seorang gadis.
"Sehun. Tidak sopan berkata seperti itu. Bagaimanapun Kyungsoo sudah menjadi anggota keluargamu."
"Gwaenchana eonni... aku juga tidak ingin dianggap adik olehnya, karena suatu saat nanti kami akan menikah."
Sehun langsung tersedak saat mendengar perkataan Kyungsoo tadi. Luhan yang berada di samping Sehun seketika mematung mendengar perkataan Kyungsoo, lalu tersadar dan berusaha menepuk-nepuk punggung Sehun sambil memberikannya segelas air.
"Hentikan menyebut kata itu Kyungsoo! Kutegaskan sekali lagi, aku tidak akan menikahimu sekarang dan selamanya!" Sehun berdiri dari kursinya dengan marah dan pergi meninggalkan meja makan.
Kyungsoo dan Luhan menatap kepergian Sehun dengan membisu.
Luhan menoleh menatap Kyungsoo sambil tersenyum. " Suka menjahili Oppa mu ya?"
"Tidak. Aku serius.. Sehun Oppa akan menjadi suamiku suatu saat nanti." Tegas Kyungsoo sambil melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda. Ia agak sedikit kesal, karena semua orang menganggap perasaanya sebagai lelucon.
Luhan hanya menatap Kyungsoo dengan perasaan iba.
"Boleh aku bertanya? Apa Luhan eonni punya hubungan dengan Oppa ku? Apa kau kekasih barunya?" Kyungsoo bertanya dengan blak-blakan.
"Aniyo..." Luhan kembali tersenyum penuh pengertian seakan-akan sudah biasa melayani tingkah seorang anak-anak.
"Hanya pernah dekat dengannya saja... mantan kekasih lebih tepatnya." Lanjut Luhan.
Pengakuan Luhan barusan membuat Kyungsoo sedikit mual. Oh, Tuhan! Ia harus bersaing dengan makhluk seperfect ini?
"Lalu, jika bukan kekasih Sehun Oppa, boleh aku tau kenapa eonni ada disini?" cecar Kyungsoo lagi. Ia perlu mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya, atau dia tidak akan bisa tidur tenang.
Luhan tampak terkejut mendengar pertanyaan Kyungsoo. Ia mulai menggoyang-goyangkan sendok di piringnya sambil bertopang dagu, sedangkan Kyungsoo masih menunggu jawaban Luhan dengan sabar.
"Mianhae, Kyungsoo-yya... aku tidak bisa menceritakannya padamu sekarang. Mungkin lain kali aku akan memberitahukanmu alasan yang sebenarnya, tapi kumohon biarkan aku ada disini untuk sementara." Pinta Luhan dengan suara memelas.
Kyungsoo yang mendengar nada memelas hanya menganggukan kepalanya, tidak tega juga harus menolaknya.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
Siang itu Kyungsoo berada di gedung kesenian sekolahnya sendirian. Tadi saat jam istirahat pertama, ia didatangi oleh salah satu anak yang ia tahu juga mengikuti ekstrakulikuler paduan suara bersamanya. Anak itu mengabarkan bahwa guru mereka menyuruh berkumpul nanti siang setelah pulang sekolah karena akan menyampaikan pengumuman untuk jadwal latihan tambahan besok.
Anak itu mengatakan ia harus berkumpul di gedung kesenian pukul dua siang, tapi jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul dua lewat lima belas menit. Yang benar saja !
Selama ini ia yang selalu terlambat setiap menghadiri acara apapun di sekolahnya, tapi kenapa kali ini tidak ada seorangpun yang muncul?! Ini sebuah rekor dalam hidupnya.
Entah kenapa Kyungsoo merasakan firasat buruk tentang hal ini. Ia mulai merasa tidak tenang hanya duduk sendirian di ruangan dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari Chanyeol. Dan benar saja, baru saja ia berjalan tiga langkah tiba tiba langkahnya terhenti karena melihat beberapa orang murid wanita yang memasuki aula. Jumlahnya sekitar lima orang, tapi mereka semua bukan siswa yang mengikuti ekstrakulikuler paduan suara seingatnya. Bahkan Kyungsoo tidak mengenali sebagian dari mereka, hanya satu yang dikenalnya. Yejin...
Dan gadis itu menatap Kyungsoo dengan kilatan mata penuh kebencian.
Rupanya mereka sengaja merencanakan ini untuknya. Mereka berhasil membuat Kyungsoo datang kesini. Sendirian.
.
.
.
Sehun and Kyungsoo
.
.
"Kau menyimpan mantan kekasihmu di rumahmu sendiri?" Jongin merutuki Sehun saat ia menceritakan tentang Luhan.
Siang itu Sehun merasa perlu membicarakan masalahnya dengan seseorang, dan Jongin adalah sahabat yang paling dekat dengannya. Meskipun terkadang Jongin bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan.
Jongin termasuk salah seorang yang beruntung karena selalu memiliki waktu luang untuk bersantai hingga ia bisa mengunjungi Sehun dikantornya. Sehun sebenarnya juga memiliki banyak waktu luang jika saja ia sedang tidak menggantikan posisi ayahnya.
"Luhan lari dari tunangannya. Dia bilang kalau tunangannya itu memiliki kelainan. Laki-laki itu sering menyiksa Luhan. Ia sudah mencoba meminta bantuan keluarganya, tapi mereka tidak peduli." Sehun mencoba menjelaskan masalahnya dengan nada frustasi pada Jongin.
"Dan kau percaya pada hal itu?"
"Aku melihatnya sendiri Jongin. Bekas lukanya maksudku. Di tempat-tempat yang tidak terlihat dari luar."
"Maksudmu? Berarti kau dan..." Mata Jongin menatapnya dengan curiga.
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak,Jongin! Kami belum pernah melakukan apapun sejak bertemu lagi." Sehun dengan cepat menyanggah karena Jongin selalu mengartikan sesuatu cenderung ke arah yang bejat.
"Oh." Jongin menanggapi dengan malas.
"Aku tidak mungkin melakukannya di saat ia sedang trauma pada laki-laki." Tambah Sehun.
"Terserah kau Hunah. Tapi aku hanya menyarankan sesegera mungkin kau mencarikan solusi untuknya. Kau bisa saja membahayakan dirimu sendiri dengan membawa gadis yang tidak memiliki keterikatan denganmu ke rumahmu sendiri. Mereka bisa menuntutmu menculik Luhan."
Sehun menghempaskan diri di kursinya "Kau benar-benar sangat membantu dalam hal menenangkan hati seseorang, Jongin." Sindirnya.
"Itu kenyataan Sehun. Kau jangan meremehkan ucapanku. Apa kau masih memiliki perasaan terhadap Luhan?" selidik Jongin.
Sehun termenung memikirkan pertanyaan Jongin. Ia menyukai Luhan, tapi tidak seperti dulu. Pasti itu hanya karena ia yang sudah lama tidak bertemu dengan Luhan. Dan yang lebih mengesalkan lagi, bukan Luhan yang lebih mendominasi pikirannya sekarang, melainkan gadis yang sangat dibencinya.
Kyungsoo...
Ia begitu terkejut mengetahui bahwa ada seseorang yang bisa menyukai Kyungsoo bahkan mengaku sebagai kekasihnya. Kyungsoo juga tidak menyanggah pengakuan itu dan mereka berdua begitu akrab. Untung saja ia masih memiliki pengendalian diri yang kuat sehingga ia bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Ini menggelikan. Ia tidak mungkin memiliki perasaan tertentu terhadap Kyungsoo. Ia hanya memiliki satu perasaan yang pasti terhadap Kyungsoo, yaitu kebencian.
"Aku tidak tahu." Sahutnya setelah lama terdiam.
Bunyi ponsel Sehun menginterupsi perhatian mereka, dan Sehun langsung menegakkan tubuhnya untuk meraih ponselnya di meja. Ia mengerutkan kening melihat nomor asing yang tertera di ponselnya.
"Siapa?" tanya Jongin karena Sehun tidak kunjung mengangkat panggilannya.
"Nomor yang tidak ku kenal?"
"Angkat saja. Mungkin penting." Saran Jongin.
"Kalau ternyata ini hanya pegawai asuransi yang menawarkan jasanya bagaimana?" tanya Sehun.
"Tinggal tutup saja."
Sehun akhirnya mengangkat panggilannya dan Jongin dengan acuh merebahkan dirinya di sofa yang berada diruangan Sehun.
"Sial !" Sehun terdengar mengumpat setelah mengakhiri pembicaraannya di telepon.
"Waeyo ? ada berita buruk?" tanya Jongin panik.
"Kyungsoo..."
.
.
.
TBC
4000 kata lebih wuahhhhh... daebakkk... hihihi
mian ya updatenya lama, karena tugas kuliah yang menumpuk membuat sy lebih memprioritaskan tugas kuliah sy dulu dibanding ff ini huhu..
ini lanjutan untuk Sehun AND Kyungsoo, dan untuk yang Karma Circle mungkin agak lama ya updatenya, tapi pasti dilanjut. masih mau nunggu kan hihi
ada yang ambil kuliah jurusan akuntansi disini? dengan fokus jurusan pengauditan?
hahaha lg nyari temen stress bareng, tugasnya susah gila... maaf ya jadi curhat gini, pokoknya enjoy aja baca ff ini, bye..anyeong..
*review juseyo*
kiss...
