Tales of Wu Family

Tittle : Weekend Morning Routine

Pairing: Krisyeol

Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, and EXO Members

warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)

disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD


Tales of Wu Family - Weekend Morning Routine

Sama seperti akhir pekan keluarga normal lainnya, bagi keluarga kecil Wu, akhir pekan adalah waktu yang sepenuhnya didedikasikan untuk keluarga. Setelah lima hari dalam seminggu kedua orang dewasa itu disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing, akhir pekan adalah saatnya mereka bersantai dan bermain dengan malaikat kecil mereka yaitu, Wu Sehun.

Malaikat kecil yang kini genap berusia sembilan bulan itu kini telah memasuki fase untuk belajar berbicara. Sehingga apartemen yang mereka tinggali mulai ramai dengan celotehan-celotehan lucu milik Sehun.

Yah, meskipun kedua orang tua muda itu belum bisa sepenuhnya mengerti akan dongeng yang diceritakan oleh putra mereka, tetapi sedikit banyak mereka mulai mempelajari bahasa tubuh Sehun.

Baik itu ketika ia sedang mengatakan keinginannya pada kedua orang tuanya ataupun ketika ia sedang berada di dalam dunianya sendiri ditemani dengan boneka-boneka koleksinya, mulai dari teddy bear hingga rilakkuma yang juga menjadi favorit ibunya, termasuk dengan pinku-pinku, boneka kesayangan bayi menggemaskan itu.

Kembali lagi pada keluarga Wu yang masih bergelung dalam kedamaian di hari minggu cerah yang hangat itu, seperti biasanya, sang nyonya rumah itulah yang lebih dulu terjaga ketimbang suaminya yang dengan tenangnya mmbentuk pulau-pulau berbau di bantalnya.

Oke itu sedikit berlebihan, seorang Kris Wu tidak mungkin dan tidak akan pernah, (catat itu!) meninggalkan bekas air liurnya di bantal yang ia tiduri. Well, lebih tepatnya tidak akan pernah mengakui sebenarnya, karena harga diri seorang Kris Wu yang setara dengan gedung tertinggi di dunia itu tidak akan pernah mengakuinya jika ia memang pernah melakukan hal itu.

Dengan menyingkirkan lengan suaminya yang dengan setia bertengger di pinggangnya semalaman penuh, Chanyeol pun beranjak dari kasur yang meenawarkan godaan kehangatan dan kenyamanan itu, terutama yang bersumber dari tubuh suaminya.

Sebelum berjalan memasuki kamar mandi untuk melakukan persiapan rutin menyambut paginya, Chanyeol terlebih dulu mengecek sebuah ranjang mungil yang terletak di sisi kanan satu-satunya kamar di apartemen yang di tinggali oleh keluarga kecil itu.

Di dalam ranjang mungil itulah pangeran kecilnya yang berusia sembilan bulan itu tertidur dengan nyamannya tanpa terusik apapun termasuk dengan sinar matahari yang mulai meninggi, sama persis seperti suaminya, dengan di kelilingi boneka kesayangannya tentunya.

Chanyeol tertawa kecil melihat pose tidur putranya yang nyaris 100 persen serupa dengan pose tidur namja yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kesadarannya di atas kasur king size mereka.

Tubuh yang sama-sama terbaring menyamping dengan satu tangan menggenggam ujung selimut masing-masing, serta satu tangan lainnya yang menggenggam teman tidur favorit mereka masing-masing, boneka rilakkuma bernama pinku-pinku bagi Sehun dan tentu saja Park-Wu Chanyeol bagi Kris.

" Aigoo, uri Sehunnie neomu kwiyeopta..." ucap Chanyeol gemas pada wajah manis putranya yang masih terlelap itu. Perlahan Chanyeol mengusap wajah malaikat itu dengan sayang.

Walaupun ia tidak rela, Chanyeol pun akhirnya beranjak dari kegiatan fanboying-nya dengan meninggalkan sebuah kecupan lembut di pelipis Sehun yang tengah tertidur.

Senyum Chanyeol terkembang saat memikirkan kegiatan menyenangkan apa yang mereka lakukan untuk mengisi libur akhir pekan mereka kali ini. Minggu lalu keluarga kecil mereka menghabiskan waktunya di Hongkong karena minggu lalu bertepatan dengan jadwal Kris, sang kepala keluarga, untuk melakukan kunjungan rutinnya pada kantor cabang Wu Corp yang ada di Hongkong.

Keduanya juga turut mengajak putra kecil mereka, Wu Sehun, untuk berjalan-jalan sekaligus melihat hingar-bingar kota tempat Baba-nya dilahirkan. Dan seperti biasanya, sehabis berjalan-jalan mereka pasti akan pulang dengan berkantung-kantung barang yang sebenarnya tidak atau setidaknya belum diperlukan oleh masing-masing dari mereka.

Chanyeol yang telah selesai dari kegiatan rutinnya pun kembali memasuki ruangan yang di dominasi warna putih gading dan menyadari bahwa matahari telah beranjak naik hingga cahayanya terlihat sangat menyilaukan di ruangan itu.

Ia menggeleng pelan melihat suami dan putra tunggalnya itu masih saja terlelap tanpa sedikitpun terganggu olehnya.

" Benar-benar pasangan ayah dan anak yang serasi," gumam Chanyeol pelan. Ia pun dengan segera kembali menghampiri ranjang mungil milik pangeran kecilnya. Ia memutuskan untuk terlebih dahulu membangunkan Sehun sebelum suaminya karena setidaknya Sehun masih memiliki pencampuran gennya walaupun itu hanya sedikit sehingga ia lebih mudah dibangunkan.

Tidak seperti Kris yang jika sudah jatuh ke alam mimpinya tidak akan terbangun meskipun badai taifun menerjang Seoul, gempa bumi, atau pun banjir setinggi lima kaki. Well, hanya satu yang bisa membuat Kris untuk beranjak dari mimpinya, yaitu jika negara api mulai menyerang.

Yak dan betul sekali negara api adalah bentuk hiperbola dari semua ancaman yang akan dilontarkan oleh sang istri tercinta yaitu, Park Chanyeol. Baiklah kita simak adegan berikut ini, dan mohon pendampingan bagi anak-anak di bawah umur karena bisa saja terjadi kekerasan yang dapat berakibat dengan gangguan psikologis.

" Sehunnie eomma, ayo bangun sayang, ayo kita jalan-jalan dan bertemu dengan monggu," bisik Chanyeol lembut dengan usapan sayang pada rambut putranya yang basah akibat keringat.

Sehun tetap saja bertahan dengan tidurnya hingga tangan Chanyeol mulai beralih untuk mengusap perut mungil terekspos akibat baju yang namja kecil itu sedikit tersingkap akibat pergerakan Sehun selama ia tidur.

Sehun pun mulai terusik dari tidurnya. Tangan mungilnya ia geliatkan untuk mencari boneka kesayangannya yang entah sejak kapan terlepas dari genggamannya. Menyadari teknik mengganggunya mulai berhasil, Chanyeol pun kembali berbisik lembut di telinga anak laki-lakinya itu.

" Ayo bangun sayang," bisik Chanyeol lagi. Sedetik kemudian Sehun pun mengerjapkan mata kecilnya dengan bibir yang terlengkung ke bawah menunjukkan tanda-tanda ia akan melemparkan tangisnya karena ia terganggu dari tidur lelapnya.

Tetapi melihat wajah sang ibu yang tersenyum begitu lebar sembari mengamati wajah bangun tidurnya, Sehun pun berseru kecil sembari mengangkat kedua tangannya. Sebuah tanda bagi Chanyeol untuk menggendong Sehun keluar dari boks bayinya.

" Aigoo, Sehunnie eomma rajin sekali eoh. Tidak seperti appa-nya yang bahkan belum sedikitpun sadar," puji Chanyeol dengan tambahan gerutuan di akhir kalimatnya. Ia pun dengan gemas menciumi pipi dan leher Sehun yang mulai tertawa-tawa karenanya.

" Bagaimana kalau kita bangunkan appa? Ottae, Sehun-a?" bisik Chanyeol pada Sehun yang rupanya masih setengah mengantuk itu. Meskipun begitu, Sehun membalas ajakan Chanyeol dengan anggukan penuh semangat. Ia pun meletakkan Sehun di ranjang king size milik pasangan Wu itu.

Sehun yang telah sepenuhnya bangun dari kantuknya pun merangkak dengan cepat ke arah ayahnya yang masih belum terjaga dari tidurnya dengan suara tawa menggemaskan terlontar dari bibir mungil miliknya.

" Appa, ireonayo, ireona," kata Chanyeol sembari mengguncangkan tubuh suaminya itu dengan keras. Merasa telah dicontohkan, Sehun pun merangkak menaiki tubuh ayahnya dan melakukan hal yang serupa dengan apa yang dilakukan ibunya.

" iwo... iwo... iwoo," celoteh Sehun sembari berlonjak-lonjak di atas tubuh sang ayah yang masih bergeming itu.

" Ayo, Sehunnie, bangunkan appa," Sehun pun semakin senang dengan bujukan sang ibu. Pria mungil itupun melanjutkan aksinya dengan melompat-lompat semakin keras di atas tubuh sang appa sembari menggumamkan celotehannya dengan nyaring. Tangan mungilnya pun tak lupa ia arahkan pada wajah tenang Kris dan memainkannya di atas wajah rupawan itu.

Mulai dari menarik bibir, hidung, bahkan lubang hidung Kris pun menjadi mainan Sehun. Tak hanya itu, alis angry bird Kris yang mulai mengerut pun menjadi sasaran kejahilan Sehun. Chanyeol yang sedari tadi menjadi penonton penganiayaan Kris oleh Sehun pun akhirnya tertawa gemas dengan tingkah menggemaskan putranya.

Sehun pun berteriak nyaring, sangat nyaring sampai-sampai Chanyeol blank out sejenak saking kerasnya putranya itu berteriak, karena kaget ketika sang ayah tiba-tiba terbangun dan memeluk tubuh mungil Sehun dan kembali berbaring bersama Sehun di dalam dekapannya.

" Uwaaa monsternya menangkap Sehunnie!" seru Chanyeol yang akhirnya ikut terjun ke atas kasurnya yang telah berubah menjadi medan perang kelitikan antara ayah dan anak itu. Kris sibuk mengelitiki Sehun, sedangkan Chanyeol sibuk menciumi Sehun yang membuat Sehun semakin berteriak nyaring karena geli.

Tiba-tiba saja sebuah bel menginterupsi kegiatan keluarga kecil itu. Chanyeol pun dengan segera beranjak untuk menilik siapapun yang datang di akhir pekan khusus keluarganya. Sedangkan Kris masih tetap berbaring sembari mengamati ekspresi lucu Sehun yang tengah terengah-engah setelah terlalu banyak tertawa geli.

Tak lama kemudian, Chanyeol pun kembali memasuki kamar berukuran besar itu dan menginterupsi ketenangan antara ayah dan anak itu.

" Who?" tanya Kris singkat tanpa mengalihkan pandangan gelinya dari wajah lelah Sehun.

" As usual, Kims," balas Chanyeol tak kalah gelinya ketika memandang wajah lelah putranya meskipun sebuah senyum terulas di bibir mungil itu.

" Which Kims I mean dear?" tanya Kris lagi, kali ini sembari memandang Chanyeol yang masih bersedekap di ambang pintu kamar mereka dengan sebuah senyum lembut yang bisa melelehkan hati Kris berulang kali.

" Both of them. Mereka membawa seluruh pasukannya kemari," jawab Chanyeol sambil terkekeh membayangkan betapa banyaknya pengunjung apartemen mereka pagi ini.

" Bersiaplah, hyung. Mereka, maksudku Jongdae dan Junmen-hyung memaksa untuk bertemu denganmu, urusan penting kata mereka," kata Chanyeol lagi sembari berjalan ke sisi kanan ranjang dan membawa Sehun ke dalam gendongannya.

" Ayo sayang, ada Jongin-hyung dan Lulu-hyung di depan," kata Chanyeol sembari merapikan rambut berantakan penuh dengan keringat milik bayi tampan itu. Mendengar dua nama itu disebutkan, Sehun pun bertepuk tangan dengan penuh semangat dengan celotehannya seperti biasa.

" Kau harus bersiap, daddy. Sebelum salah satu dari mereka menyeretmu ke kamar mandi," kata Chanyeol lagi dan diakhiri dengan tawa geli.

" Aku bersumpah tidak ada yang lebih mengerikan ketimbang kedua orang itu bergabung. Mereka bahkan lebih kejam dari ibu tiri Cinderella dan ratu jahat Putri Salju digabungkan," balas Kris yang beranjak dari kasurnya dengan bersungut-sungut. Chanyeol pun melepaskan tawa khasnya yang keras dengan sudut bawah matanya yang berkerut.

" Kalau begitu kau belum pernah merasakan kekuatan ketua beagles, hyung. Dialah terkejam dari yang terkejam. Bahkan ibu tiri Cinderella pun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya," balas Chanyeol geli, membayangkan tingkah sahabatnya semasa SMA yang tak jauh dari gambarannya tentang ibu tiri barusan.

" Maksudmu si mantan kekasihmu itu?" balas Kris sinis ketika mengerti siapa yang dimaksud oleh wifey-nya itu.

" Sudah kubilang dia bukan mantan kekasihku, hyung. Kami tidak pernah memiliki hubungan apapun selain bersahabat," balas Chanyeol sembari menahan tawanya yang hampir meledak. Kris dan kata "cemburu" tidak bisa digabungkan dengan sebuah tawa disini. Bisa-bisa namja yang kebih tinggi darinya itu mengamuk karenanya.

Tidak ada balasan apappun dari Kris tetapi, namja itu berjalan ke arah pasangannya dan ia pun memeluk kedua dunianya itu dengan erat. Chanyeol hanya bisa tersenyum lembut dalam pelukan suaminya.

" Hey, lovebirds, sampai kapan kalian akan bermesraan dan mengacuhkan kami?" sindir salah satu tamu mereka pagi itu.

" Bisakah kau keluar dan membiarkan kami bermesraan dengan bebas, Minseok -hyung?" sahut Kris dengan geram. Minseok atau namja yang sering dipanggil dengan nama Xiumin itupun menjawab " As you wish" dengan nada penuh sarkasme.

" Segeralah bersiap, Sehun sepertinya sudah tak sabar bertemu Nini dan Lulu hyung-nya," ucapan Chanyeol terbukti dengan rontaan Sehun dari pelukan kedua orang tuanya.

" Aku bersumpah jika nama pertama yang Sehun ucapkan adalah nama dari dua bocah tengil itu, aku akan melarangnya bertemu dengan keduanya," kata Kris geram.

Sehun yang seolah mengerti dengan ancaman yang dilontarkan oleh sang ayah pun menoleh dengan tatapan yang berubah menjadi tajam. Setelahnya, tiba-tiba saja Sehun menggingit tangan Kris sekeras-keras 3 gigi sanggup melakukannya.

" Awww... neomu appayo, Shixunie. Sehunnie tidak sayang pada appa, eoh?" kata Kris dengan sedih.

" eyeo, eyeo..." balas Sehun dengan celotehannya dengan bibir yang mengerucut lucu.

" Dia tak suka kau melarangnya bertemu dengan Nini dan Lulu, sayang," kata Chanyeol menerjemahkan.

" Tapi appa cemburu karena Hunnie lebih sayang pada Nini dan Lulu-hyung nya daripada appa," rajuk Kris pada Sehun dengan wajah memelas yang dibuat sebaik mungkin. Chanyeol terkekeh mendengar Kris dengan jelas menyebutkan kata "cemburu" dengan mimik yang menurut Chanyeol lebih terkesan menakutkan ketimbang lucu.

" Sehunnie sayang appa?" kali ini giliran Chanyeol yang menanyakannya pada Sehun. Namja mungil itupun menjawab dengan anggukan pasti.

" Kalau begitu Sehunnie tidak boleh nakal dengan appa oke?"

" Heum..." balas Sehun dengan senyum lebar serta lengkungan bulan sabit di matanya. Sepasang hubby-wifey itu pun tertawa melihat keimutan putra mereka.

" Kalau begitu ppoppo," kata Kris sembari menyodorkan pipinya pada mulut mungil Sehun. Sehun pun melakukan apa yang diminta oleh sang appa dengan suara ciuman yang keras.

" Bagaimana dengan umma?" sahut Chanyeol tak kalah, Sehun pun dengan senang hati melakukan hal yang sama pada ibunya. Ketiganya pun berakhir dengan tertawa bersama tanpa peduli tamu mereka yang telah menunggu cukup lama.

Tak ada yang bisa menghalangi kebahagiaan keluarga kecil itu meskipun kegiatan rutin akhir minggu keluarga itu gagal terlaksana.

END EPISODE


A/N: Halo aloha~~~ Kim kembali datang dengan cerita tentang keluarga Wu ehehehe... sebelumnya, Kim minta maaf yang sebesar-besarnya karena udah lama ninggalin cerita ini... bukan maksud sengaja untuk ninggalin cerita ini.. tapi ada satu dua musibah yang tiba-tiba menghampiri keluarga jadi nggak ada kesempatan untuk melanjutkan cerita ini. tapi syukur semuanya sudah selesai jadi bisa fokus lagi sama cerita ini... *deep bow*

Masih soal minta maaf... kayaknya aku juga harus minta maaf karena belum bisa maksimal dalam bikin ff ini... maaf banget ya.. tapi Kim akan terus berusaha buat memperbaiki ff ini dari berbagai sudut ehehehe...

dan saat yang ditunggu tiba... saatnya Kim ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya untuk temen-temen yang udah nyempatin baca dan ninggalin review di cerita ini...

Thanks To

KrisYeolBeliever| Kim Sohyun | Jell-ssi | Guest | PCYong | Oh Byul | ckckck | yousee | siwon504 | Lulu Auren | krisyeolkaihunperfect | imah0581 | nandha0627 | hyena lee | han soo he | exochanxi

dan juga makasih banyak untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini... kalian bener-bener jadi nyawa buat Kim untuk ngelanjutin ff ini, makasih banyak *deep bow*

last, mind to review (again)? ditunggu banget saran ataupun kritiknya juga ehehhehee...

Sun jauh dari Kim Sora XDDD