Tales of Wu Family
Tittle : Sweet Smell on You
Pairing: Krisyeol
Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, and EXO Members
warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)
disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD
Tales of Wu Family - Sweet Smell on You
Sebut saja Chanyeol gila, tapi ia sudah terlalu sering mendengarnya sampai ia tak lagi mempan dengan ejekan setengah sindiran dan setengahnya lagi adalah kenyataan. Kenyataan bahwa Chanyeol telah dibuat gila oleh seseorang memang benar adanya. Bahkan sahabatnya, Byun Baekhyun, yang menjabat julukan tergila diantara tergila harus rela turun tahta dan menyerahkan mahkotanya itu pada satu-satunya sahabat gilanya.
Bagaimana tidak, saat ini namja berbadan tinggi-kurus alias genter itu sedang mengobrak-abrik seluruh penjuru sekolah mereka. Mengobrak-abrik dalam arti sesungguhnya kalau perlu digaris bawahi.
Berlagak layaknya seorang detektif yang tengah mencari seorang pelaku kejahatan, si cucu pemilik yayasan pendidikan tempat mereka bersekolah itu menelusuri setiap sudut sekolah demi menemukan seseorang yang telah membantunya, sekaligus mempesonannya dalam satu kali pertemuan yang tidak bisa dikatakan sebagai sebuah pertemuan sebenarnya.
Dan mungkin kata seluruh sekolah tidak tepat untuk menggambarkan betapa luasnya efek tingkah aneh Park Chanyeol ini, karena pada kenyataannya ia hanya berani mengobrak-abrik gedung tingkat 2 sekolah mereka.
Meskipun namanya termasuk dalam daftar salah satu keajaiban MoonrimAcademy, tetapi seorang Park Chanyeol tetaplah hanya seorang murid biasa yang tidak memiliki pengaruh apapun di sekolah itu. Begitulah bunyi teori yang dipercayai oleh namja dengan tinggi 185 cm itu.
Pada kenyataannya, namanya tetap saja membawa pengaruh besar di antara seluruh penghuni akademi, entah itu para murid, staff pengajar sampai dengan staff pengurus gedung. Tak sedikit murid Moonrim yang memandangnya kagum. Kagum dengan kepintaran, kesempurnaan fisiknya dan senyumnya yang cerah itu.
Apalagi ia juga menyandang nama baik orang tuanya di dalam namanya juga status sebagai cucu pemilik sekolah. Mau ditaruh dimana muka orang tua dan kakek-neneknya jika mereka mengetahui putra dan cucu kesayangan mereka mengobrak-abrik seluruh gedung sekolah hanya untuk menemukan seseorang yang telah menyelamatkan putranya bak putri dari negeri dongeng.
" Park Yoda! Hentikan semua omong kosong ini sekarang juga!" pekik Byun Baekhyun jengkel pada sahabatnya itu setelah ia selesai menelusuri bau yang menguar dari salah seorang siswa di kelas 2 – 3, Cho Hyunjung, itulah nama yang tertera di name tag siswa itu.
Yep itulah yang sebenarnya dilakukan oleh Chanyeol, menelusuri bau alias mengendusi bau para murid yang ada di tingkat 2.
Dengan dalih mencari sebuah barang yang sengaja disembunyikan darinya, ia pun bisa melaksanakan misi terselubungnya itu meskipun saat itu kelas 2-3 sedang proses belajar. Lagipula, siapa yang berani menolak keinginan sang anak pemilik yayasan dengan mata puppy nya itu.
Siapapun yang berani melakukannya, maka terkutuklah eksistensi mereka di muka bumi ini karena sudah menolak keinginan makhluk selucu itu.
" Sudahlah Baekhyun-haksaeng, biarkan Chanyeol-haksaeng mencarinya barang itu terlebih dulu. Lagipula ini tidak akan mengganggu jam pelajaran saya," kata guru Yoon yang saat itu sedang mengajar di kelas itu.
" Tapi ini tidak bisa dibiarkan, Yoon-saem. Aku akan mengurusnya," balas Baekhyun dengan sisa kesabaran yang ada dalam dirinya.
" PARK CHANYEOL! HENTIKAN KELAKUAN GILAMU INI SEKARANG JUGA!" bentak pemilik suara 3 oktaf itu pada namja tinggi yang sudah memindahkan targetnya pada siswa lain.
Teriakan itu pun membuat beberapa murid menundukkan kepalanya sembari menutup kedua telinga mereka untuk menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.
" Kau ini berniat membantuku atau tidak sih, baru tiga kelas saja kau sudah mengeluh selama ini. Apa kau tak peduli dengan nasib masa depan sahabatmu ini kalau aku tak bisa menemukan "nya"?" balas Chanyeol dramatis lengkap dengan puppy eyes andalannya.
Baekhyun yang geram dengan usaha Chanyeol untuk lagi-lagi membuatnya terjebak dengan menggunakan puppy eyes nya itu akhirnya menarik Chanyeol dengan paksa dari kelas itu sembari beberapa kali mengucapkan permintaan maaf pada sang guru dan murid-murid kelas itu.
" Lepaskan tanganku, Baekhyunnie! Ish.. kau menyakitiku!" seru Chanyeol sambil menyentak tangannya yang digenggam oleh Baekhyun dengan erat tadi.
" Lihat, bahkan pergelangan tanganku sampai memerah karenamu!" seru Chanyeol lagi yang hanya mendapatkan tatatapan malas Baekhyun.
" Kalau kau memang tidak mau membantu ya sudah, aku bisa melakukannya sendiri!"
" Dan membuatmu mengacau lebih dari pada ini, huh?" balas Baekhyun.
" Aku bisa mengurus diriku sendiri tuan Byun yang terhormat!" Chanyeol pun akhirnya meninggalkan Baekhyun yang masih terpaku di tempat itu dengan sejuta tanda tanya besar muncul di kepalanya.
' Sejak kapan Chanyeol berbakat menjadi seorang pembangkang seperti itu?'
' Apa ini ada hubungannya dengan namja yang mereka cari?'
' Apakah orang itu benar-benar ada? Kupikir itu hanyalah khayalan Chanyeol saja.'
' Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua?'
' Ada apa sebenarnya ini?'
Itulah berbagai pertanyaan yang muncul di dalam kepala seorang Byun Baekhyun saat ini. Melihat punggung Chanyeol yang semakin menjauh tanpa sedikitpun kembali menoleh membuatnya semakin keheranan.
Sementara itu,
' Ish tidakkah dia sadar kalau aku begitu ingin bertemu dengan orang itu? Sahabat macam apa yang tidak membantu sahabatnya menemukan pangerannya. Dasar Byun Baekhyun sialan,' umpat Chanyeol dalam hati dengan langkah kesal ia pun kembali menuju kelasnya yang terletak di ujung koridor gedung tingkat 2.
Dan beruntung bagi Chanyeol karena bel istirahat tepat sekali berbunyi, tapi karena kekesalannya, ia tidak sedikitpun berminat menghampiri kantin seperti yang biasa ia lakukan di jam istirahat.
Ia pun memilih untuk bersantai di kelasnya yang nyaris kosong sekaligus menghilangkan kekesalannya pada sang sahabat. Suasana yang sepi dan damai itupun membuat Chanyeol mau tak mau kembali membayangkan kejadian yang terjadi tak sampai sebulan yang lalu.
FLASHBACK
" Ya, Chanyeol-ah, apa kau tak sarapan sebelum berangkat ke sekolah pagi ini?" tanya Baekhyun khawatir.
" Waeyo? Ada yang salah denganku pagi ini?" tanya Chanyeol balik.
" Kau tak sadar wajahmu sudah sepucat itu?" balas Baekhyun sembari menunjuk tepat di wajah Chanyeol.
" Apakah terlihat sepucat itu?" balas Chanyeol lagi.
" Sebenarnya, tidak, jika orang lain yang melihatmu. Tapi sangat untukku," balas Baekhyun tanpa menatap Chanyeol dengan menyibukkan dirinya untuk mencari sesuatu di dalam tasnya.
" Tidak masalah kalau begitu."
" Tidak masalah untukmu, tapi masalah untuk kesehatanmu. Kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh appa-ku saat jadwal check up mu kemarin? Aish, aku meninggalkan kotak bekalku di loker," umpat Baekhyun kesal.
" Aku tahu, i paboya..." belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, sebuah tangan sudah terlebih dulu menggeplak lengannya dengan keras.
' Tidak bisakah kau mengeluarkan kata terkutuk itu saat tidak ada diva melengking itu disini?' runtuk Chanyeol pada mulutnya sembari mengusap-usap bagian lengan yang ia yakini akan berwarna merah selama beberapa jam ke depan akibat tamparan dari sang diva.
" Kau tau akibatnya dan kau masih melanjutkannya, resiko di tanggung masing-masing penumpang," balas Baekhyun dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
" Geundae, neomu appo!" rengek Chanyeol tidak terima.
" A,a, resiko ditanggung penumpang."
" Arrasseo! Tapi aku benar-benar tak apa. Aku hanya tidak sempat sarapan jangan membesar-besarkan masalah sepele seperti ini," kata Chanyeol menenangkan.
" Tapi..."
" Sudahlah tak apa. Aku tidak akan mati hanya karena tidak sarapan," potong Chanyeol dengan cengiran lebar khasnya sambil berlari menjauhi Baekhyun yang sudah siap mencak-mencak. Dan beruntunglah Chanyeol karena bel penanda pelajaran mereka selanjutnya sudah berbunyi terlebih dulu.
Dan entah bagaimana kutukan sang diva itupun menjadi kenyataan karena sepanjang pelajaran olahraga berlangsung, Chanyeol harus menahan diri untuk tidak ambruk akibat sakit kepala yang menyerangnya bertubi-tubi.
Belum sampai satu jam pelajaran berakhir, Chanyeol pun akhirnya menyerah dan memilih untuk beristirahat. Diam-diam ia meminta ijin pada guru olahraganya dan meninggalkan ruang gymnasium.
Ia pun memilih tempat yang jarang dikunjungi oleh para siswa terutama untuk membolos karena letaknya yang berdekatan dengan gedung tempat badan murid dan seksi kedisiplinan bermarkas.
Hell, siswa bodoh mana yang secara sukarela membunuh dirinya dengan membolos di dekat ruangan para maniak kedisiplinan macam mereka. Kecuali Chanyeol mungkin.
Well, secara teknis dia tidak membolos memang, hanya meninggalkan jam pelajaran lebih awal dan dengan ijin resmi dari sang guru olahraga tentunya.
Belum sampai ia di tempat yang ditujuannya, kembali ia merasakan hantaman bertubi-tubi mendera kepalanya, hingga sejenak ia merasa pandanganya terasa mengabur. Ia pun harus menghenntikan langkahnya sementara.
" Apa yang kau lakukan di sini, Park Chanyeol-sshi?" tanya sebuah suara dari belakangnya.
Mendengar namanya disebutkan, dengan cepat ia pun menolehkan kepalanya. Tapi sayang, hal itu malah membuat pening di kepalanya semakin menjadi-jadi hingga akhirnya padangannya mengabur dan ambruk ke tanah.
Meskipun begitu, ia masih bisa mendengar namanya diserukan dengan panik oleh orang itu, samar-samar ia bisa merasakan tubuhnya diangkat dengan mudahnya oleh orang itu. Karena sekurus-kurusnya tubuh Chanyeol tetaplah lebih berat ketimbang orang lain dengan tingginya yang melebihi tinggi rata-rata pria Korea pada umumnya.
Di tengah kesadarannya yang timbul tenggelam di dalam dekapan orang itu, Chanyeol bisa mencium wangi tubuh orang itu dengan jelas.
Wangi maskulin yang tajam dengan aroma lemon yang sangat kuat disana tapi ada kelembutan yang tersisa disana dengan adanya aroma vanila manis yang samar.
' Manis dan dewasa,' gumam Chanyeol dari alam bawah sadarnya.
Dan setelah itu, Chanyeol terbangun di atas kasur ruang kesehatan sekolahnya dengan wajah Baekhyun menghantui pandangannya.
" Siapa yang membawaku kemari?" tanya Chanyeol.
" Bukankah kau memang ijin untuk beristirahat disini?" balas Baekhyun keheranan dengan pertanyaan yang diajukan oleh sahabatnya itu.
" Ah, sepertinya aku hanya mengigau tadi," balas Chanyeol membuat Baekhyun mengangguk paham.
' Sayang sekali aku tidak tahu siapa yang menolongku tadi, jadi aku tak bisa berterima kasih padanya secara langsung. Dan sayang sekali aku tidak bisa bertemu secara langsung dengan pemilik wangi mengagumkan itu.'
FLASHBACK OFF
Saking lamanya Chanyeol mengkhayalkan kembali kejadian yang membuatnya terobsesi pada wangi yang membuatnya nyaman itu, ia tidak sadar jika bel penanda berakhirnya jam istirahat telah berbunyi. Suasana kelas yang tadinya damai dan tenang itupun kembali ramai dipenuhi dengan celotehan para murid yang masih sibuk mendongengkan cerita kepada temannya yang lain.
Chanyeol hanya mendengus malas menyadari kebosanan akan menghampirinya sesaat lagi ketika guru mata pelajaran selanjutnya telah bersiap untuk mengajar di depan kelas.
" Haah... another boring lesson," gumam Chanyeol pada dirinya sendiri. Dengan terpaksa, ia pun mengeluarkan buku-buku yang diperlukan untuk pelajaran itu. Sibuk dengan dirinya sendiri, sampai-sampai ia tidak sadar seorang anggota badan murid masuk ke dalam kelasnya dan berbicara dengan guru yang bersangkutan.
" Chanyeol-haksaeng?" panggil sang guru yang akhirnya menyadarkan Chanyeol dari kekesalannya.
" Ah, ne seongsaengnim?" jawab Chanyeol dengan keheranan terlihat jelas di wajahnya. Pasalnya ia mendapati Choi Jinri atau yang dikenal dengan nama Sulli, sang bendahara badan murid, tiba-tiba saja berada di ruang kelasnya.
" Seperti yang kau lihat, Jinri-haksaeng datang kemari untuk menyampaikan sesuatu untukmu. Kau diminta untuk datang ke ruangan badan murid sekarang juga."
" Ah, kalau begitu, saya ijin terlebih dahulu, seongsaengnim," pamit Chanyeol mengikuti gadis bertubuh tinggi yang sudah terlebih dulu keluar dari ruangan kelasnya.
" Kenapa tiba-tiba memanggilku, noona?" tanya Chanyeol pada Jinri ketika keduanya sudah berada di luar gedung tingkat 2.
" Aku tidak melakukan kesalahan apapun kan, noona?" sambung Chanyeol tiba-tiba yang membuat Sulli terkekeh mendengarnya. Juniornya di dewan murid itu memang selalu saja membuatnya gemas.
Chanyeol memang sudah lama tergabung dengan badan murid tetapi, ia berada di organisasi dewan murid yang terdiri dari pengawas badan murid dan junior-junior yang disiapkan untuk menggantikan kepengurusan dari para siswa senior yang akan lulus tahun depan.
" Ada tugas yang menunggumu, Chanlie," balas Sulli singkat dengan senyum geli di wajahnya. Chanyeol pun semakin keheranan dengan jawaban aneh yang diberikan oleh gadis itu.
Tak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai di ruangan badan murid. Dan betapa terkejutnya Chanyeol ketika melihat seluruh pengurus badan murid berkumpul disana, termasuk dengan sang ketua yang berwajah sangat tampan tetapi sangat dingin dan datar itu.
Dan Chanyeol bisa merasakan wajahnya merona melihat wajah rupawan itu terpampang jelas di pandangannya.
' Tidak bisakah kau bersikap normal ketika berhadapan dengan Kris-hyung?' batin Chanyeol pada dirinya sendiri.
" Ehem, langsung saja kita mulai," kata Kris sang ketua badan murid mengambil perhatian anak buahnya.
" Alasan berkumpulnya kita disini siang ini adalah, seperti yang sudah kalian dengan akhir-akhir ini, tentang rumor kepindahan Lee Jonghyun ke Jepang. Rumor tersebut memang benar adanya dan karena itulah posisi sekretaris utama menjadi kosong," jelas Kris.
" Karena itulah aku mengangkat Lee Jongsuk yang tadinya menjabat sebagai sekretaris ke 2 menjadi sekretaris utama," lanjut Kris yang kemudian mendapatkan sambutan tepuk tangan dan ucapan selamat untuk sang sekretaris utama yang baru.
Chanyeol tak bisa melepaskan pandangannya dari sang ketua badan murid semenjak ia memulai pidatonya. Terpesona, satu kata yang benar-benar bisa menjelaskan arti pandangan Chanyeol pada sang ketua. Terpesona akan kharisma Kris yang benar-benar kuat.
Lagi-lagi Chanyeol merasa persaan dejavu itu kembali menghampirinya. Keterpesonaan yang dalam pada sang ketua yang memberikan pidato di hadapan seluruh murid baru ketika ia baru saja diterima menjadi salah satu murid sekolah menengah di akademi ini. Perasaan yang berulang-ulang menghampirinya.
' Astaga, Park Chanyeol sadarlah! Kau tidak bisa mempermalukanmu di depan Kris-hyung.'
" Dan untuk itulah aku memanggil, Park Chanyeol dari tingkat 2 kemari. Untuk menggantikan posisi yang dulu di tempati oleh Lee Jongsuk," kata Kris yang membuat Chanyeol membelalakan matanya.
" Apa?! Aku?" seru Chanyeol dengan kekagetannya yang sangat menggemaskan di mata para pengurus badan murid.
" Tentu saja kau, Chanyeol-ah," balas Kris dengan senyum simpul di wajahnya. Chanyeol yang dipandangi lembut dengan sebuah senyum simpul di wajah sang ketua membuat wajahnya merona merah semerah tomat.
" Aih, sepertinya aku hanya akan menunggu tanggal pasangan baru tercipta," kata Kim Jonghyun sang wakil ketua berceletuk, yang kemudian mendapatkan tatapan tajam dari Kris dan bingung dari Chanyeol.
" Selamat Chanyeol-ah!" seru beberapa pengurus berbarengan. Chanyeol pun maju dan menyalami Kris dengan senyum malu-malu di wajahnya. Dan ketika jarak mereka hanya tersisa setengah meter, Chanyeol pun terperangah kaget.
Bukan karena senyum dan wajah itu, tapi karena sesuatu yang ia cari selama ini.
' Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang sama dua kali?'
END EPISODE
A/N: Halo, halo, lumayan lama yah updatenya ehehehe... kali ini cerita tentang masa SMAnya si emak sama daddy lhoo... XDDD Selanjutnya enaknya apa nih?
Maaf kalau ternyata ff ini lagi-lagi belum memuaskan reader semua... Kim akan terus berusaha untuk bikin cerita yang lebih menarik lagi .
Saatnya membalas review di chapter kemarin (maaf juga baru bisa bales review kalian semua di chapter ini)
Lulu Auren : itu mottonya keluarga Wu banget... ada keluarga yang lain mah cuma numpang XDD oke oke akan dikoreksi lagi di chapter lainnya.. makasih udah review dear XDDD
Kim Sohyun : keluarga wu emang ngangenin banget... makasih udah menyempatkan untuk review XDDD
Fienyeol : iya ini akhirnya lanjut juga ahahaha... makasih udah nyempetin untuk review dear XDD
KrisyeolBeliever : ekhem tau aja bakalan ada cinta segitiga~~ /eh XDDD seneng banget baca review kamu dear ahahahaha... bikin semangat berlipat ganda XDD makasih banyak atas review kamu di chapter sebelumnya yaa XDDD
hyena lee : iya ini akhirnya update lagi /sembunyi di kolong. iya saking manisnya gula aja sampe meleler gara-gara mereka ahahahahha XDD makasih udah nyempetin review di chapter sebelumnya yaa XDD
nandha0627 : iya nih keluarga Wu bikin ngiri aja nih XDD makasih udah review di chapter sebelumnya yaa XDD
Oh Byul : kim juga pengennya ngarungin dedek hun tapi apa daya ntar disembur api naga sama phoenix wkwkwkwkw... makasih banyak udah review di chapter sebelumnya yaa XDD
Milkasoonja : haahaha ini Kim juga lagi seneng senengnya sama family moment... simple tapi membahagiakan XDDD ditunggu ya cerita pas chanyeol hamil XDD makasih udah review XDD
han soo hee : jangan diabetes duluuu~~~ masih banyak momen manis yang lain soalnya XDD soal panjangnya cerita tergantung sama temanya ahahaha... itu aja udah panjang lhoo ahahaha... tapi akan di usahakan buat yang satu itu... makasih udah nyempetin untuk review XDDD
Thanks To
Lulu Auren | Kim Sohyun | Fienyeol | KrisYeolBeliever| hyena lee | nandha0627 | Oh Byul | Milkasoonja| han soo he
dan juga makasih banyak untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini... kalian bener-bener jadi nyawa buat Kim untuk ngelanjutin ff ini, makasih banyak *deep bow*
Oh sebenernya ini kepedean yakk tapi siapa aja yang mau temenan sama kim silahkan add line kim kimpark26 kekeke lumayan buat teror kalau kim nggak update2 XDDD
last, mind to review (again)? ditunggu banget saran ataupun kritiknya juga ehehhehee...
Sun jauh dari dedeknya sehun XDDD
