Tales of Wu Family
Tittle : A Day with Moodswing
Pairing: Krisyeol
Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, and EXO Members
warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)
disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD
Tales of Wu Family - A Day with Moodswing
Suatu pagi yang cerah di kediaman keluarga Park yang sangat-sangat-sangat megah. Bisa dibilang lebih mirip dengan sebuah istana ketimbang sebuah rumah. Bangunan yang nyaris serupa dengan bangunan istana di Eropa itu tiba-tiba saja dipenuhi dengan keributan. Suara benda-benda yang pecah tiba-tiba saja terdengar menghiasi mansion mewah itu.
Tidak, tidak, tidak ada cekcok antar suami istri yang membuat benda-benda berbahan kaca itu berterbangan seperti yang kalian pikirkan disini. Yang ada hanyalah benda-benda rapuh yang tiba-tiba saja membentur lantai disertai dengan jeritan putus asa dari para pelayan di mansion itu.
Bukan, jeritan putus asa itu bukan disebabkan oleh barang-barang milik majikan mereka pecah berantakan menjadi berkeping-keping di atas lantai marmer indah itu.
Jeritan itu disebabkan oleh betapa putus asa nya mereka melihat putra satu-satunya di seluruh generasi ketujuh keluarga itu tiba-tiba bertingkah seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat barang-barang berkilauan yang terbuat dari kaca di mansion tersebut.
" Tuan muda, tolong berhenti melakukan hal-hal yang berbahaya seperti ini?" bujuk sang kepala rumah tangga Jung pada satu-satunya tuan muda mereka itu dengan padangan memelas.
Sedangkan para pelayan lainnya secara bergantian memandang si kepala pelayan dan tuan muda mereka dengan pandangan harap-harap cemas.
Bagaimana bisa mereka tidak khawatir?
Bayangkan saja, sang tuan muda mereka itu sedang mengandung dengan usia kandungan yang sudah mencapai enam bulan tapi kelakuan tak lebih dari anak layaknya anak berumur tiga tahun yang mengkonsumsi makanan manis dalam jumlah melebihi batas normal, dengan kata lain hyper atau sugar rush.
Ia berlarian kesana kemari sembari mengangkat tinggi-tinggi beberapa benda rapuh itu dan memandangnya dengan takjub. Dan setelah itu ia menaruh benda itu tidak pada tempatnya sehingga benda2 itu hilang keseimbangan dan jatuh ke lantai marmer dari ketinggian yang lumayan untuk menciptakan suara yang memekakkan telinga.
Atau jika tidak, benda-benda itu akan berjatuhan setelah tangan sang tuan muda berkeliaran liar ke benda-benda yang ada di sekitar jalur berjalannya.
Dengan riangnya ia berkeliling ke seluruh penjuru mansion itu dengan lompatan kecil seakan dirinya adalah kelinci kecil, padahal semua orang yang ada disana memandang horor ke arah sang tuan muda.
Tidak ada yang tahu bagaimana nasib mereka jika terjadi sesuatu pada majikan tersayang mereka itu. Sang naga mungkin akan menyembur mereka dengan apinya dan mungkin juga kemurkaan seluruh keluarga Park akan mereka rasakan, jika terjadi sesuatu pada sang tuan muda.
Jadilah saat ini sang butler kepercayaan keluarga Park dan kepala pengurus rumah tangga mansion itu, bersama dengan beberapa orang pekerja keamanan mansion itu sibuk mengikuti gerakan lincah sang tuan muda.
Sedangkan salah satu sekertaris pribadi sang nyonya Park yang kebetulan berada di mansion itu sibuk mengetikkan nomor pasangan Park tua dan Yifan, suami dari Chanyeol dengan tangan bergetar.
Antara khawatir bercampur sebal karena dari nomor-nomor yang sedari tadi ia tekan itu tidak satupun yang menyambung ke tujuannya. Dalam hati ia menyumpah serapahi segala kesibukan yang membuat orang-orang penting itu tak bisa mengangkat teleponnya. Padahal ia tahu dengan pasti kesibukan orang orang itu.
Bayangkan betapa kagetnya ia ketika tiba di mansion itu untuk mengambil keperluan sang nyonya dan yang ia dapati adalah seluruh maid bahkan para koki pun ikut turun tangan membersihkan ruang tamu yang mirip dengan kapal pecah dengan pecahan kaca berserakahan.
Sedangkan dari sudut lain ia bisa mendengar jeritan putus asa segerombol maid dan kepala butler keluarga itu. Ia berpikir apalagi kekacauan yang di buat oleh salah satu trio monster keluarga park itu. Dan inilah yang ia dapatkan. Sang tuan muda tercintalah penyebab kekacauan ini.
Katakan ia berlebihan tapi mendengar berita sang tuan muda berada di mansion Park saja sudah membuat ia melongo. Pasalnya siapa yang tak tahu dengan ke overprotektifan seorang Wu Yifan pada sang tuan muda terlebih setelah berita kehamilan sang suami menyebar luas layaknya virus.
Chanyeol bahkan tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di luar penthouse yang mereka tinggali tanpa seorang (atau beberapa orang sebenarnya) bodyguard. Dan cerita mengejutkan lainnya lagi adalah Chanyeol pergi ke mansion ini tanpa ditemani seorang bodyguard pun.
Bisa di bilang salah satu penerus keluarga Park ini melarikan diri tupanya.
Mood swing kehamilan sepertinya menjadi dugaan terbesar yang bisa menjelaskan kelakuan majikan mereka terlebih setelah malam sebelumnya ia datang ke mansion ini dengan hanya ditemani oleh Pak Jung, supir kepercayaan keluarga Park, yang bertugas untuk Chanyeol.
Ditambah lagi dengan rumor bahwa namja itu datang dengan bekas air mata di kedua belah pipinya. Semakin jaw drop lah si sekertaris sang nyonya rumah.
Ia hampir saja membanting telepon genggamnya kalau saja sebuah suara membalas panggilannya.
Berkali-kali ia mengucap puji syukur pada yang kuasa karena akhirnya ada seseorang yang bisa ia tuntut untuk mengehentikan kegilaan yang ia alami.
" Yeoboseyo?" sahut sebuah suara feminim di seberang sana.
" Sekertaris Yoon, segera sambungkan pada Wu sajangnim," perintahnnya dengan suara penuh penekanan pada rekan sejabatannya.
" Tapi, sekertaris Kang, Wu sajangnim sedang kedatangan tuan Kim dari Kim holdings," terang sekertaris sang direktur Wu.
" Cepat sambungkan atau kau angkat kaki dari Wu Corp, karena membahayakan keselamatan nyonya Wu!" bentak sekertaris Kang tak sabaran.
" Baiklah, segera saya sambungkan," jawab sekertaris itu takut-takut.
Sekertaris Kang tersenyum senang saat sebuah suara berat familiar terdengar di telinganya.
" Apa yang terjadi dengan Chanyeol, sekertaris Kang? Apakah dia baik-baik saja? Tidak terjadi apa-apa kan? Dimana Chanyeol sekarang?" berondong Yifan pada sekertaris ibu mertuanya itu.
" Dia masih baik-baik saja, Tuan Wu. Sekarang tuan muda Chanyeol tentu saja sedang berada di mansion Park dan akan semakin baik-baik saja kalau anda segera menjemputnya di sini," terang sekertaris Kang dengan tenang.
Meskipun sesungguhnya jantungnya berpacu dengan cepat ketika ia mendengar suara kaca pecah disusul dengan teriakan beberapa maid yang mengikutin Chanyeol. Ia berharap suami tuan mudanya itu tidak mendengar suara barusan.
" Sekertaris Kang? Apa yang terjadi disana? Apa yang terjadi pada Chanyeol?" tanya Kris atau Yifan menuntut, tanda kekhawatiran yang mulai berlebihan.
" Begini, tuan Wu..."
" CERITAKAN PADAKU SEKARANG JUGA ATAU AKU AKAN MEMBUATMU DIPECAT!" bentak suami sang tuan muda.
" Baiklah, tidak terjadi apapun pada tuan muda Chanyeol, tetapi suara benda pecah itu memang disebabkan olehnya. Sepertinya moodswing sedang menguasai tuan muda."
Tidak ada tanggapan apapun dari suami tuan mudanya itu, tetapi helaan nafas berat dapat ia tangkap dengan jelas dari seberang sana.
" Menurut pengakuan para maid di sini, sudah sejak tadi tuan muda terus melakukan hal-hal yang berbahaya, seperti berlarian di lorong mansion dan menjatuhkan benda-benda kaca. Saya mohon anda segera menjemputnya, kalau tidak resiko ia terluka karena tindakannya semakin besar," lanjut si sekertaris.
Kris tidak serta merta menjawab permintaan dari sekertaris mama mertuanya itu. Ia teringat pada kejadian dua malam yang lalu, cekcok yang sangat sangat tidak penting, yang akhirnya berujung pada Chanyeol yang melarikan diri ke rumah orang tuanya.
Beruntung kedua mertuanya itu sangatlah pengertian terlebih lagi dengan keadaan anaknya yang memang sedang sungguh sangat sangat sensitif itu. Sehingga selamatlah ia dari interogasi mertua yang konon katanya sangat mengerikan.
" Baiklah, sekertaris Kang. Aku akan segera ke sana dan menjemput Chanyeol," balas Kris dengan helaan nafas di akhir kalimatnya.
" Terima kasih, tuan Wu."
" Tidak aku yang berterima kasih padamu, sekertaris Kang. Aku akan tiba di sana lima belas menit lagi. Jangan beritahu apapun pada Chanyeol."
" Ne, allgesseumnida."
Sambungan itupun terputus dengan pertanyaan besar di dalam kepala sang sekertaris, karena menurut sepengetahuannya, jarak antara Wu Corp yang berada di pusat kota dengan mansion Park membutuhkan waktu tempuh sekitar setengah jam dengan kecepatan rata-rata belum lagi dengan kemacetan khas kota metropolitan Seoul.
Belum saja sang sekertaris sadar dari keheranannya, sang pewaris Wu sudah berdiri di hadapannya dengan rambut dan pakaian acak-acakan.
" Maafkan aku sedikit terlambat," sekertaris Kang pun melirik pada arlojinya yang menunjukkan selisih waktu yang hanya 20 menit sejak sambungan mereka terputus.
" Dimana Chanyeol, Sekertaris Kang?" tanya Kris yang masih berusaha mengatur nafasnya.
Ia pun dengan segera mengantarkan Kris ke ruang baca mansion itu, tempat terakhir yang berhasil menjadi tempat menyudutkan Chanyeol, karena di ruangan ini tidak ada benda pecah belah yang berbahaya jika berada dalam jangkauan Chanyeol.
Di sebuah sofa panjang yang biasanya digunakan anggota keluarga Park untuk membaca terlihat Chanyeol yang tengah terlelap dengan posisi bergelung. Keduanya pun lega dengan keadaan itu.
Kerumunan yang mengikuti Chanyeol sejak tadipun tak lagi terlihat, kembali pada pekerjaan masing-masing yang menumpuk akibat ulah tuan muda mereka itu. Hanya tersisa sang kepala pelayan dan butler yang sejak tadi berdiri tak jauh dari sofa tempat Chanyeol tertidur.
" Syukurlah tuan muda Chanyeol tertidur," ucap sekertaris Kang tak bisa menyembunyikan kelegaannya.
Kris pun bergegas menghampiri Chanyeolnya dan mengusap surai cokelat halus milik chanyeolnya dengan sayang.
" Seberapa parah, kalau boleh aku tahu?" tanya Yifan tanpa mengalihkan pandangannya dari Chanyeol.
" Kabar gembiranya adalah nyonya dan tuan dengan sengaja tidak memajang guci-guci keramik kesayangan mereka, tuan Wu," jawab sang kepala pelayan.
" Intinya?" tanya Kris lagi
" 90 persen rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali, tuan Wu. Hanya koleksi foto-foto saja yang perlu proses restorasi ulang sebelum dipajang kembali."
" Astaga, dua hari tanpa pengawasan daddy dan kau sudah membuat mommy mu merusak benda-benda pajangan itu, uri aegi ini jagoan mommy atau princess daddy?" kata Kris sambil mengelus lembut perut Chanyeol yang nampak besar itu dengan sayang.
" Baiklah, aku akan membawa Chanyeol pulang. Tolong sampaikan maafku pada eomonim dan abeoji soal kerusakannya. Aku dan Chanyeol juga tidak bisa berlama-lama tinggal. Katakan pada mereka aku dan Chanyeol akan mengunjungi mansion jika kondisi Chanyeol membaik," kata Kris.
" Kami mengerti, tuan Wu."
Ia dengan sigap membawa Chanyeol dalam gendongannya ala bridal nya, meskipun dengan sedikit kesusahan dan usaha tentunya.
Bukan pekerjaan mudah tentu saja karena berat badan Chanyeol jelas sekali bertambah dengan kehamilannya yang semakin membesar dan semakin bertambah usianya. Kris tidak protes tentunya, jika itu berarti kesehatan Chanyeol benar-benar baik dan buah hatinya tumbuh dengan sehat.
Dan pekerjaan Kris belumlah selesai sampai disitu, karena masih ada 26 lantai yang harus ia lalui untuk sampai ke kamar mereka yang nyaman dengan Chanyeol sebagai bawaanya. Tidak sedikitpun tidur Chanyeol terusik hingga akhirnya ia terbaring dengan nyamannya di kasur king size mereka.
Kris yang kelelahan itupun ikut berbaring di samping Chanyeol dengan kedua tangannya memeluk pinggang melebar suaminya. Tak lupa ia mengusap tonjolan itu dengan sayang sampai akhirnya Chanyeol terbangun dari tidurnya.
" Krease..." suara serak khas orang baru saja bangun dari tidur menyapa Kris. Chanyeol yang merasa kini ia sedang berada dipelukan sang suami pun membalas pelukan Kris dengan menyandarkan kepalanya di dada lebar yang telah ia tandai sebagai miliknya itu.
" Hmm.." gumam Kris di sela-sela helaian rambut cokelat Chanyeol.
Keduanya pun terdiam menikmati momen yang sama-sama mereka rindukan itu.
" Aku merindukanmu, babe. Kau tak tahu betapa dinginnya tempat ini tanpamu," ungkap Kris jujur.
" Aku juga merindukanmu. Kamarku di mansion Park terasa berbeda dengan kamar kita," balas Chanyeol. Ia pun semakin mengeratkan pelukannya dan mencium aroma khas Kris yang selalu bisa membuatnya seperti orang kecanduan tidak hanya di masa awal kehamilannya tapi juga selama ia bersama dengan Kris sejak pertama kali ia mengetahuinya.
" Maafkan aku sudah bertingkah childish seperti itu, apalagi dengan kabur dari rumah seperti itu," sesal Chanyeol.
" Dengarkan aku, babe, aku tidak marah sedikitpun kalau kau ingin mengunjungi mansion Park. Tapi aku marah jika kau menyakiti dirimu sendiri, Chanyeol-ah. Kau pikir membanting-banting vas dan sejenisnya tidak berbahaya untukmu? Bagaimana kalau perutmu menghantam sesuatu? Bagaimana kalau aegi kita terluka, heum?"
" Hiks, maafkan aku," kata Chanyeol sambil menahan isakannya. Kris pun menghela nafas melihat wifey nya itu lagi-lagi memunculkan gejala moodswing nya.
" Sudahlah, yang penting kau dan babyboo tak apa-apa," kata Kris menenangkan.
" By the way, bagaimana dengan lanjutan pencarian nama untuk aegi?" tanya Chanyeol setelah moodswing nya berangsur-angsur menghilang.
" Bagaimana kita bisa memberinya nama kalau kau menolak untuk melihat jenis kelaminnya saat pemeriksaan rutin?" kata Kris.
" Jadi, hyung lagi-lagi menyalahkanku?" opps sepertinya mood swing Chanyeol kembali muncul ke permukaan. Siap merubah Chanyeol dalam mode tenang ke mode Devil Chanyeol. Kris pun hanya bisa menghela nafasnya, mencoba untuk menghindar dari perang mood swing untuk kesekian kalinya.
" Baiklah, bagaimana jika uri aegi laki-laki maka kau yang memberikannya nama. Sedangkan jika uri aegi perempuan maka aku yang memberinya nama. Bagaimana?" tawar Kris dengan solusi jalan tengah yang bisa ia pikirkan.
Chanyeol tampak serius memikirkan usulan Kris dan setelah beberapa saat ia pun menyetujui usulan sang suami.
" Tapi aku harus tahu pilihan namanya. Aku tak mau uri aegi punya nama yang aneh," balas Chanyeol dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
" Kalau begitu aku juga harus tahu pilihan namamu, babe."
" Deal!" seru Chanyeol senang dan kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami dengan gumaman lagu dari bibirnya. Namun beberapa saat kemudian gumaman itu terdengar semakin melemah dan digantikan oleh dengkuran halus.
" Jaljayo, mommy dan uri aegi. Mimpikan daddy, okay?"
E.N.D Chapter
A/N : halo halo halo... lama lagi updatenya ya? maaf banget nggak bisa ngusahain update cepet. jeongmal mianhae semoga selanjutnya bisa lebih cepet amin... maaf juga kalau ceritanya boring yaa ehehehehehe... aku akan berusaha bikin cerita yang menarik
saatnya balasan review
Fienyeol: kalau emang jodoh udah nggak akan kemana deh ehehehe... makasih udah menyempatkan review di chapter sebelumnya ^^
soshine: makasih udah menyempatkan review di chapter sebelumnya... reviewnya ditunggu ya/plak
KrisYeolBeliever: lupa sama nyempamnya? XDD review lagi yaaa lucu sih review kamu bikin semangat juga lhoo ^^
LuluAuren: ini udah banyak kah momennya? maap kalau masih kurang... thank you dearr sini sini kisseu/dilempar sendal
nandha0627: aww kata kata nice aja udah bikin semangat lhooo... makasih reviewnyaa ^^
yousee: gadisnya kris lahh ahahahaha... makasih reviewnya yaa ^^
Milkasoonja: orang penasaran mah gitu kepo tingkat dewa XDD makasih reviewnya yaa ^^
hyenalee: manis banget kan chanyeol malu-malu gitu aahhh... makasih ya reviewnyaa ^^
imah99: aahhh makasih banyak double reviewnyaaa... tenang aja ceritanya bakalan nyambung kemana mana kok ahahaha... ditunggu yaa chapter selanjutnya ^^
PCYong: nggak papa baru review ehehehe... ini aja udah makasih banget di review... deep bow
han soon he: wah masih ada cara nggak biasa lainnya buat kris pdkt mantap lahh pokoknya XDD ini bukan apa apa ketimbang review kalian yang bikin semangat saat bikin ff ini
Thanks To
Fienyeol | soshine | KrisYeolBeliever | Lulu Auren | nandha0627 | yousee| Milkasoonja | hyena lee | imah99 | PCYong | han soo he
Kalian nyawa Kim /elah lebay/ tapi kalian bener bener jadi penyemangat Kim buat terus usaha buat bikin ini ff walaupun suka lama /sembunyi di kolong/
dan juga makasih banyak untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini... kalian bener-bener jadi penyemangat buat Kim untuk ngelanjutin ff ini, makasih banyak *deep bow*
last but not least, mind to review (again)? ditunggu banget saran ataupun kritiknya juga ehehhehee...
Cium jauh dari anaknya Krisyeol yang ke XXX yaa XDD
