Tales of Wu Family

Tittle : Choosing Perfect Name

Pairing: Krisyeol

Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, and EXO Members

warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)

disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD


Tales of Wu Family - Choosing Perfect Name

Nama adalah sebuah harapan. Memberikan nama kepada seorang anak adalah bentuk harapan dari kedua orang tua kepada sang anak. Bagaimana nanti ketika ia besar, bagaimana sifat-sifat anak itu ketika ia tumbuh nanti, dan banyak macam harapan yang terselip dalam sebuah nama.

Begitulah yang banyak orang katakan soal nama, maka dari itu memilih sebuah nama yang tepat bukanlah hal mudah bagi sebagian besar orang tua. Dan tidak terkecuali bagi pasangan kesayangan kita ini.

Dan kesulitan itu makin ditambah oleh kengerian moodswing yang tidak lagi konon katanya itu, terbukti dari keajaiban moodswing ibu hamil kesayangan kita ini. Tentu saja Yifan tidak lagi ingin mengulang kejadian super menghebohkan itu untuk kedua kalinya.

Walaupun Yifan tak sepenuhnya terlepas dari derita dunia yang dibuat sendiri olehnya, masih ada 3 bulan ke depan untuk sepenuhnya bebas dari kata moodswing, bung.

Yah masihlah ada sedikit lemparan barang dari kekasih hatinya jika sedang berada dalam mood ngambek disertai moodswingnya.

Tapi tentu saja bukan berupa barang-barang mengerikan seperti di kejadian sebelumnya. Hanya berupa boneka-boneka rilakkuma kesayangan Chanyeol atau bantal yang sering berada di sekitar Chanyeol. Benda-benda lucu dan empuk itu tentu tidak akan menyakitinya bukan?

Hari minggu seperti ini lagi-lagi didedikasikan Yifan untuk berada di rumah seharian bersama dengan sang suami. Sudah tiga bulan ini Yifan melarang semua sekretarisnya untuk menjadwalkan pertemuan di hari sabtu dan minggu.

Meskipun terkadang ada pertemuan di sabtu malam karena malam itu adalah malam favorit bagi koleganya untuk mengadakan pertemuan atau perjamuan. Namun, biasanya hari sabtu pagi dan siang ia berikan sepenuhnya pada Chanyeol untuk berkencan atau sekedar berjalan-jalan.

Sedangkan hari minggu adalah saat baginya untuk memanjakan dua orang yang ia cintai itu atau sebenarnya lebih tepatnya ia yang bermanja-manja pada Chanyeol.

Seperti saat ini, keduanya tengah bermalas-malasan di sofa panjang yang terletak berhadapan dengan televisi yang tengah menayangkan acara rutin mingguan favorit Chanyeol, running man.

Namun, tak ada satupun dari mereka yang fokus pada acara yang sedang berjalan di dalam benda kotak tipis itu. Dengan kepala yang bersandar pada dada lebar milik suaminya, Chanyeol nampak menekuni buku yang ada di dalam genggamannya.

Tak jauh beda dengan Kris yang duduk dengan nyamannya dengan Chanyeol bersandar di bahunya dengan sebuah buku di tangan kananya dengan tangan kiri yang sibuk bermain-main dengan rambut panjang suaminya.

" Bagaimana dengan Phillip?" tanya Chanyeol di antara ributnya suara televisi yang berisi teriakan heboh peserta running man.

" Tidak. Err terlalu sesuatu?" jawab Kris sekenanya tanpa mengalihkan perhatian dari bukunya.

" Astaga, apa itu maksudnya sesuatu? Tidak bisakah mencari alasan yang lebih baik?" gerutu Chanyeol pelan dan melanjutkan acara pencariannya.

Kris hanya tersenyum mendengar gerutuan Chanyeol yang menurutnya terdengar sangat menggemaskan itu. Mereka pun kembali diam dalam kegiatan pencarian mereka masing-masing.

" Bagaimana dengan Jessica? Apa nama itu bagus?" kata Kris kali ini.

" Hee? Jessica? Tidak bisakah nama yang lebih original lagi selain Jessica?" kali ini sahut Chanyeol dengan jengkel.

" Baiklah kucari lagi," balas Kris pasrah.

Saat ini mereka sedang sibuk meneruskan ide yang tertunda karena acara "melarikan diri Chanyeol" akibat perdebatan mereka tentang siapa yang akan memberi nama anak pertama mereka yang akan lahir tiga bulan ke depan.

Hingga akhirnya setelah kembalinya Chanyeol dari acara "mari menghancurkan mansion Park dari ujung ke ujung" itu, tercetuslah solusi nama untuk buah hati mereka, yaitu Kris akan memberi nama anak mereka jika anak mereka adalah perempuan, dan sebaliknya jika ternyata anak mereka adalah laki-laki.

Itulah kenapa Kris memegang buku berisi kumpulan nama-nama untuk bayi perempuan sedangkan Chanyeol sibuk dengan buku kumpulan nama untuk bayi laki-laki.

" Kai? Ottae?" kata Chanyeol lagi setelah beberapa menit mereka terdiam.

" Tidak, terlalu EXO. Dan tidak karena kau mengidolakannya, darling," sahut Kris dengan tatapan tidak percaya pada wifey-nya itu.

' Bisa-bisanya dia mengusulkan nama yang membuatku sebal seharian itu,' batin Kris dalam hati. Dua minggu ini Chanyeol memang tergila-gila pada seorang anggota boyband EXO bernama Kai sampai-sampai Chanyeol bisa melupakan suaminya.

" Ish, pencemburu!" gerutu Chanyeol sebal. Oh ayolah suami mana yang tak cemburu jika ia mendadak dinomor duakan ah di nomor tigakan lebih tepatnya. Kalah dengan calon buah hatinya ia masih bisa menoleransi, tetapi kalah dengan anggota boyband yang bahkan tidak pernah ia temui? JANGAN HARAP!

" Bagaimana dengan Lulu?" tanya Kris mengalihkan pembicaraan dari nama yang membuatnya sebal setengah mati.

Mendengar nama itu, Chanyeol pun beranjak dari posisinya dan memandang suaminya itu dengan pandangan, ' apa dia gila? Someone call the doctor, please.'

Kris yang menyadari kehilangan berat di bahunya itu menatap Chanyeol dengan alis angry bird-nya yang naik seolah mengatakan, 'ada yang salah?'

" Terlalu, Luhan!" jawab Chanyeol ketus dan kembali pada posisi sebelum ia beranjak, yaitu dengan kepala bersandar di bahu suaminya.

" Ini Lulu, sayang. Bukan Luhan," lanjut Kris.

" Ishh, kau seperti tak tahu saja Suho hyung dan Lay hyung memanggil Luhan dengan sebutan Lulu," balas Chanyeol sinis.

" Tapi bukankah itu terdengar menggemaskan?" lanjut Kris dengan kekeras kepalaanya.

" Ini anakmu Wu Yifan, bisakah kau cari nama yang lebih original lagi? Kau pikir aku mau anakku di panggil dengan nama yang sama dengan nama orang lain?" tanya Chanyeol dengan berapi-api, buku-buku jari tangannya meremas pinggiran buku dengan cukup kuat.

Dan Kris pun memutuskan untuk mengalah. Ia tak mau kepalanya benjol karena menjadi sasaran benda yang tentunya lebih berat daripada sebuah boneka atau bantal.

" Bagaimana dengan Karin atau Irene? Terdengar bagus kah?" kata Kris lagi setelah beberapa menit mereka membuka-buka halaman di dalam buku mereka masing-masing.

Chanyeol beranjak dari duduknya dan mereka berdua pun bertatapan. Chanyeol tampak berpikir keras sedangkan Kris menunggu jawaban dari Chanyeol atas nama usulannya.

" Love?"

" Aku suka dua nama itu, tapi aku lebih memilih Irene. Nama Irene lebih cocok denganmu yang memiliki nama barat Kris atau Kevin," kata Chanyeol yang kali ini terdengar riang dengan sebuah senyuman di mata dan bibir serta pipinya yang menonjolkan dimple menggemaskannya.

Siapa Kris yang bisa menolak pesona menggemaskan Chanyeol yang biasanya saja bisa melemahkannya, apalagi dengan kehamilannya yang membuat Chanyeol selalu terlihat 100 kali bersinar.

Kris pun beringsut maju dan meraih tengkuk Chanyeol untuk menghujani the pregnant man itu dengan sejuta ciuman di seluruh wajahnya.

" Hentikan itu yeobo, geli!" seru Chanyeol kegelian.

" Siapa hamba bisa menolak pesona sang ratu yang satu ini?" kata Kris gombal.

" Jangan menggombaliku duh," balas Chanyeol sembari menjauhkan wajahnya dari tarikan Kris seolah menolak hujan ciuman dari suaminya itu di wajahnya.

" Eii kau menyuruhku untuk menghentikannya? Bukankah kamu menyukainya, uri xiao xi fu?" goda Kris dengan tangan yang membungkus kedua belah pipi bulat Chanyeol yang kini terlihat merona merah.

" Shirreo! Aku tidak menyukainya! Berhenti menggodaku, lao gong!" seru Chanyeol dengan memaksa kedua tangan Kris melepaskan diri dari pipinya. Setelah ia bisa melepaskannya, ia pun mengusap-usap pipinya yang terasa panas itu.

" Aigoo, uri xiao xi fu memanggilku menggunakan nama lao gong. Ahh senangnyaa!" seru Kris sembari menarik Chanyeol ke dalam dekapannya. Chanyeol yang telah kembali menyibukkan dengan bukunya pun hanya pasrah saat punggungnya bertemu dengan dada bidang milik sang suami.

Kedua kakinya pun di selonjorkan di sepanjang sofa yang untungnya sanggup menampung mereka berdua dalam arti panjang mengingat tinggi mereka yang di atas rata-rata tinggi orang Korea pada umumnya.

Chanyeol masih tetap fokus pada bukunya, sedangkan Kris yang sudah menyerah untuk mencari nama lain, menyibukkan diri dengan bermain-main dengan tubuh Chanyeol.

Mulai dari menumpukan dagunya di pucuk kepala Chanyeol, menautkan kedua tangannya pada jari-jari Chanyeol yang masih memegang buku, sampai dengan mencium lembut kening Chanyeol.

Dan tampak dengan jelas kalau Chanyeol menikmati perlakuan Kris dengan semakin menyamankan posisinya, memegang buku dengan kedua tangan yang bergenggaman erat sebagai contohnya.

Mereka berdua tampak larut dalam kenyamanan itu, sampai akhirnya Chanyeol membuka mulutnya dan berkata, " Apakah Sehun terdengar bagus?"

" Hmm? Bacakan artinya untukku sayang," kata Kris tanpa membuka matanya yang tanpa sadar terpejam, terbuai dengan kenyamanan yang mereka berdua ciptakan.

" Memberikan manfaat dan contoh yang baik untuk dunia," balas Chanyeol dengan sebuah senyum lembut. Kedua tangan yang masih tertaut itupun tanpa sadar mengelus lembut perut Chanyeol yang menonjol itu.

" Aku menyukainya, kau tahu terjemahan nama Sehun dalam bahasa China, sayang?" tanya Kris tanpa menghentikan elusan lembutnya pada perut Chanyeol, tempat dimana sang buah hati sedang tumbuh.

" Heung? Katakan padaku, dear husband."

" Shi Xun. Wu Shi Xun."

E.N.D CHAPTER


arti panggilan krisyeol dalam bahasa China:

Xiao xifu: Little Bride

Lao gong: husband

mian kalau nggak tepat artinya ehehehe

A/N: halo loha alohaaa... updatenya kecepetan nggak nih? wkwkwkw sebenernya cerita ini mau di publish tanggal 12 kemarin buat memperingati ultahnya thehunnie tayang tapi apalah daya Kim ini yang malah sibuk downloadin foto2nya thehun yang bejibun banyaknya itu XDD

anyway.. untuk kali ini soal cerita nama "Sehun" dulu yaa... nanti ditunggu cerita lainnya dan untuk chapter selanjutnya soal jaman mereka masih pdkt dulu yaaa ada kejutan spesial dehhh wkwkwkwk

balasan review yaa~~

Kim Sohyun: anaknya Krisyeol memang Sehun tapi yang kedua masih rahasiaaa XDD makasih udah review ^^

hyena lee: ngeri memang moodswingnya yeol... makasih udah review di chapter sebelumnya ^^ Stay tune sama Kim yukk XDD

Fienyeol: iya untung mereka masih bisa ganti XDD makasih udah menyempatkan review dear ^^

yousee: ini udah lanjut... tunggu yang lainnya lagi yaa ^^ makasih udah menyempatkan review ^^

Lulu Auren: asal usul nama Sehun aja dulu yaa... besok jaman pdkt nya krisyeol wkwkwkwkkw *eh keceplosan* XDDD stay tune ajalah dear seenaknya jari yang ngetik wkwkwkw XDD makasih udah setia dear *big hug* XDD

Thanks To

Kim Sohyun | hyena lee | Fienyeol | yousee | Lulu Auren

dan ada sedikit kabar buruk... jeongmal mianhae buat yang review di chapter sebelumnya... beberapa kalian nggak kebaca reviewnya... kehitung review tapi review kalian nggak muncul padahal settingnya udah di benerin sampe akhirnya Kim protes ke adminnya ffn tapi belum juga bener...

cuma ada 5 orang yang masuk ke email Kim dan yang muncul cuma 4 orang hadeeuuhhh jeongmal mianhaee... nanti yang namanya nggak kesebut dalam kolom review, proteslah ke Kim ;;;_;;;

makasih sebanyak untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini... kalian bener-bener jadi penyemangat buat Kim untuk ngelanjutin ff ini, makasih banyak *deep bow*

yuk lah review wkwkkw... ditunggu saran, kritik, ataupun yang mau berbagi ide... bisa PM juga wkwkwkw

Kisseu from Kim XDD