Tales of Wu Family
Tittle : Bubbly Feelings
Pairing: Krisyeol
Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, Baekhyun, Yesung (SJ)
warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)
disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD
Tales of Wu Family - Bubbly Feelings
Chanyeol adalah salah satu murid yang masuk dalam jajaran murid terbaik yang Seoul International High School punya. Kecerdasan yang tinggi dan sense yang baik dalam bidang-bidang yang memerlukan pemikiran logis adalah hal yang menjadi kemampuan salah satu murid unggulan ini.
Hanya saja, kedua hal itu tidak bisa disatukan dengan kata percintaan.
Entah kemana kedua kemampuan itu menguap jika dihadapkan dengan hal yang berbau percintaan. Terlebih jika percintaan itu menyangkut dirinya sendiri.
Sebut saja Chanyeol bodoh soal percintaan, tedengar kontras tetapi itulah kenyataannya.
Ia bahkan pernah dengan kejam dan terang-terangan menolak salah seorang teman seangkatannya dengan berkata, " Terima kasih, aku juga menyukaimu. Kau memang teman yang sangat baik. Siapapun yang akan menjadi pacarmu pasti akan sangat beruntung."
Dan seketika suara hati yang remuk redam setelah jatuh dari langit ketujuh pun terdengar sangat keras di setiap telinga yang mendengar jawaban itu. Semua terkecuali telinga milik Chanyeol.
Begitu bebalnya sampai-sampai ada bagian otaknya yang berpikir kalau pesan itu dikirim untuk menerornya. Terlebih dengan banyaknya rangkaian bunga yang ia terima bersamaan dengan pesan kode itu.
Sudah dua jam Chanyeol duduk termenung di depan meja belajarnya dengan meja yang beserakahan dengan kertas penuh coretan yang isinya tidak terbaca oleh orang lain atau bahkan Chanyeol pun tak akan paham ketika melihatnya esok pagi.
" Astaga, bagaimana aku bisa tahu pesan ini pesan teror atau pesan aneh biasa jika aku bahkan tak bisa tahu apa isinya," ucap Chanyeol frustasi. Lagi-lagi rambut pirang yang baru berusia 1 hari itu yang bernasib malang menjadi pelampiasan rasa putus asa Chanyeol.
" Ingatkan padaku untuk menghajar siapapun yang mengirimkan kode gila ini padaku!" seru Chanyeol tiba-tiba, tetapi sejenak ia terdiam karena ia merasakan sesuatu yang aneh ketika menyebut kode tersebut. Sebuah ketidak relaan jika Chanyeol bisa mengartikannya.
Chanyeol-ah, kau tidak akan melakukannya jika kau mengetahui siapa yang memberikan kode itu padamu.
Chanyeol pun akhirnya memilih untuk mengakhiri kegilaannya bersama kode-kode itu dengan memutuskan untuk tidur.
Dua jam berkutat dengan kode itu tidak hanya membuat otaknya panas, tetapi juga membuat penampilannya lebih mirip seperti zombie dengan rambut yang mencuat kesana kemari, dan t-shirt yang lusuh, korban dari pelampiasan kekesalan Chanyeol.
Kekesalan Chanyeol karena pesan kode itupun juga tak kunjung hilang hingga keesokan paginya. Sarapan pagi yang biasanya berisi celotehan tak penting Chanyeol pun hanya berisi keheningan dengan sebuah wajah yang tertekuk lucu.
" Aww, noona appo!" seru Chanyeol tiba-tiba dengan suara bassnya sambil mengusap-usap pipinya yang kini terlihat merah karena cubitan keras noona-nya.
Ibu dan Ayahnya yang sedang sibuk dengan sarapannya masing-masing pun sedikit terlonjak kaget mendengar seruan itu. Dua Park bersaudara yang paling akhir itu memang tidak akan pernah akur jika disatukan. Selalu saja ada keributan yang membuat suasana mansion Park ribut setiap saat keduanya bertemu.
" Jangan merajuk seperti itu kalau tidak mau pipimu kucubit lagi! Tahukah kau kalau pipimu yang menggembung kesal itu seakan memanggilku untuk mencubitnya?" kata Yoora dengan menirukan gerakan capit kepiting seakan siap mengulang perbuatan yang mendapatkan protesan dari adik satu-satunya itu.
" Noona-ya geumanhaeeee..." seru Chanyeol lagi dengan pipi yang tanpa sadar kembali tergembung. Yoora pun beringsut mendekat pada Chanyeol untuk mengulangi perbuatan yang membuat pipi adiknya itu kembali memerah.
" Eommaaa, noona menyebalkaaannn!" adu Chanyeol sembari bersembunyi di belakang kursi ibunya yang masih tetap tenang melahap sarapannya.
" Sudahlah, Yoora-ya. Jangan ganggu adikmu terus-terusan. Segeralah berangkat dan antar adikmu ke sekolah. Supir appa sedang diliburkan karena sakit, jadi Pak Jung yang akan menggantikan supir appa mu. Cepatlah jangan sampai Chanyeol terlambat datang ke sekolahnya," perintah ibunya.
" APA? Berangkat dengan noona?! Tidak tidak! Lebih baik aku berangkat naik bus daripada harus berangkat dengan noona! Bisa-bisa aku sampai ke sekolah dalam keadaan tidak utuh!" seru Chanyeol.
" YA! PARK CHANYEOL APA APAAN ITUU! BERANINYA KAUU!" balas Yoora kesal yang sayangnya tidak bisa melampiaskan pada Chanyeol karena ia sudah menghilang di balik pintu utama mansion Park dengan tas yang telah tersampir di pundaknya.
Chanyeol pun memilih untuk berjalan kaki dan kemudian menaiki angkutan umum menuju sekolahnya, meskipun itu berarti dia harus menempuh jarak lebih dari 2 kilometer dengan kakinya. Cukup jauh tetapi tidak mungkin ia memilih untuk menunggu taksi, karena mansion Park yang letaknya bukan di kawasan yang sering di lewati oleh kendaraan umum.
" Uhh, kode sialan itu membuatku kepalaku terasa pusing sekarang," keluhnya ketika ia bahkan baru menempuh jarak 100 meter dari gerbang mansion Park.
" Ya tuhan, ini benar-benar akan menjadi perjalanan yang sangat panjang. Kaki pegal dan kepala pusing, awal yang baik di hari ini. Benar-benar awal yang sempurna," gerutu Chanyeol sambil menendang-nendang udara kosong di depannya.
Dan sepertinya takdir berencana untuk memberikan segala kesialan pada Chanyeol dengan menurunkan hujan tanpa disertai tanda-tanda ketika ia telah menempuh separuh perjalanannya ke halte bus.
" AHHHHH SIAALLLLL! KENAPA HUJAN HARUS TURUN SAAT AKU TIDAK MEMBAWA PAYUNG!" umpat Chanyeol penuh perasaan sambil berlarian di bawah hujan seperti bintang film bollywood.
Dengan perbedaan jika di dalam film-film raut wajah si bintang akan terlihat gembira dan disertai dangan nyanyian-nyanyian penuh cinta, sedangkan bintang ff kesayangan kita ini mengisinya dengan nyanyian berupa umpatan yang rasanya tak pantas keluar dari mulut remaja berusia 18 tahun tetapi berwajah layaknya bocah berusia 10 tahun.
Setiap kesialan pasti ada keberuntungan yang terselip di belakangnya meskipun itu keberuntungan kecil. Keberuntungan yang sebentar lagi akan dialami oleh dobby tersayang kita ini.
Setelah berlarian dengan sepenuh tenaganya selama 5 menit, akhirnya Chanyeol pun tiba di halte bus lengang yang menjadi tujuannya. Masih dengan gerutuan kesal ia menginspeksi setiap jengkal seragam yang terkena air yang turun dengan tiba-tiba dari langit itu.
Ia mendesah kesal begitu menyadari keadaannya kini nyaris sama dengan kucing yang tercebur selokan dengan mengenaskan. Dan hujan pun belum menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti meskipun hanya untuk sejenak.
Dan tepat dengan datangnya petir, sebuah audi klasik berwarna hitam mengkilap berhenti di depannya. Hal yang kemudian semakin membuatnya tercengang adalah ketika sebuah tubuh jangkung turun dari mobil itu dan kini bertatapan langsung dengannya.
" Kris-hyung?" kata Chanyeol keheranan.
' Apa yang dilakukan oleh hyung di tempat ini? Jangan-jangan rumah Kris-hyung ada di kawasan yang sama dengan rumahku?' tanya Chanyeol dalam hati tanpa melepaskan pandangannya pada namja yang kini menyunggingkan senyum langka miliknya.
" Kau pasti bertanya-tanya kenapa kita bisa bertemu disini? Ayo masuk, aku akan menjawab pertanyaanmu dalam perjalanan," kata Kris sembari menggiring Chanyeol ke kursi penumpang dengan sebelah tangan sementara tangan yang lainnya memegang payung lebar yang melindungi keduanya dari hujan yang tak kunjung berhenti.
Merasakan sentuhan lembut di pinggangnya, membuat sekujur tubuh Chanyeol serasa teraliri listrik kejut. Chanyeol hanya bis menuruti perintah lembut itu dengan wajah tertunduk untuk menyembunyikan rona merah yang menjalar di seluruh permukaan wajahnya.
' Tidak bisakah ia tidak memberikan efek seperti ini untukku,' rutuk Chanyeol dalam hati. Dengan wajahnya yang memerah hingga ke ujung telinganya, mustahil bagi Kris untuk tidak melihatnya.
" Chanyeol-ah," panggil Kris dengan sedikit khawatir terdengar dalam suaranya ketika mobil itu membelah jalanan menuju pusat Seoul yang tampak penuh dengan kendaraan beroda 4 atau lebih.
Chanyeol yang kaget dengan panggilan itu pun secara refleks mendongak ke arah Kris tanpa sadar tujuan ia menundukkan kepalanya sedari tadi.
" Astaga wajahmu memerah, yeol-ah. Apa kehujanan tadi membuatmu seperti ini? Ouh, dan bajumu basah. Pakailah jasku untuk sementara. Kau mempunyai baju cadangankan di ruang ganti?"
Mendengar kekhawatiran Kris untuknya mau tak mau membuat wajah Chanyeol semakin merona merah. Namun, disisi lain ia geli melihat sisi lain Kris yang cerewet seperti ini.
Selama ini si ketua murid itu hanya bisa memasang wajah datar serta senyum smirknya yang cukup sering mampir di wajah es si ketua murid atau tarikan alis tebal yang bentuknya menyerupai alis salah satu tokoh game pembunuh babi itu.
Tapi, sebenarnya segalanya berbeda jika Kris berada di dekat Chanyeol. Tidak ada tarikan alis ataupun tatapan datar sang ketua, yang ada justru senyum menggoda serta kekehan geli pada setiap kelakuan Chanyeol yang entah itu konyol ataupun menggemaskan di mata Kris.
Tanpa sadar Chanyeol pun meloloskan sebuah kekehan kecil yang sayangnya terdengar oleh telinga peka si pemilik alis angry bird .
" Berani menertawakanku, mr Park?" kata Kris pura-pura mengancam.
" Kau terdengar seperti eomma ku barusan. Senang sekali memberondongku dengan pertanyaan meski jarak kami terpisah ratusan bahkan ribuan mil. Dan apa itu dengan panggilan mr Park, aku tidak setua itu untuk di panggil mr," cerocos Chanyeol.
" Kalau bukan dengan mr lalu aku harus memanggilmu apa? Chanyeol yang?"
" Yak, hyung! Yeoja aniyaa!" seru Chanyeol.
" Signorita Park? Atau Mademoiselle Park?" tanya Kris masih berusaha menggoda Chanyeol.
" Yakk, sudah kubilang aku ini bukan gadis, mr Wu! Aishh ternyata mr Ketua kita ini sebenarnya sungguh sangatlah jail," gerutu Chanyeol.
" Kalau begitu kau harus lebih mengenalku lagi, Madame Wu," kata Kris masih melanjutkan acara menggoda juniornya itu. Mendengar sebutan itu mau tak mau membuat Chanyeol terdiam untuk sejenak.
" Madame Wu?" gumam Chanyeol dan tanpa ia sadari sebuah senyum terulas di bibirnya saat sebutan itu lolos dari mulutnya.
Chanyeol merasa seperti diterbangkan tinggi ke awan ketika mendengar ia mendengar sebutan itu terucap dari bibir si namja tinggi. Dan ketika bibirnya mengucap sebutan itu, ia mau tak mau kembali tersenyum karena ia menyukai bagaimana sebutan itu terdengar dari suarannya sendiri, terlebih ketika jantungnya berdetak dengan menyenangkan.
Sounds so right, kata itulah yang muncul dalam otak Chanyeol ketika ia berusaha menelaah euforia yang saat ini tengah rasakan.
" Kau menyukai sebutan itu kan Chanyeol-ah?" kata Kris tiba-tiba yang menyadarkan Chanyeol dari lamunan sejenaknya. Chanyeol yang masih belum bisa mengumpulkan kesadarannya pun sepertinya harus terkena serangan kedua dari tuan Wu tercinta kita.
" Kalau begitu kau harus menikah denganmu supaya bisa mendapat sebutan itu. Bagaimana? Kau menerima lamaranku?" kata Kris setengah serius dan setengah menahan tawanya yang hampir meledak melihat keterkejutan di wajah Chanyeol.
Wajah manis itupun berubah menjadi merah padam melihat senyum jahil sekaligus pandangan menantang terpampang di wajah namja yang kini memandangnya.
" Yak! Hyuuuunggggg," rengek Chanyeol dengan muka memerahnya. Kris pun terkekeh melihat reaksi menggemaskan namja disebelahnya itu.
Wajah yang memerah sempurna serta sungutan sebal dari Chanyeol masih bertahan hingga akhirnya mobil yang dikendarai oleh mereka berdua terparkir sempurna di area sekolah. Sedangkan Kris masih terus menerus tersenyum geli serta menahan dirinya untuk tidak mencium bibir merah apel yang mengerucut lucu itu.
Keduanya pun berpisah di tangga yang mengantarkan mereka ke bagian gedung yang berbeda untuk mencapai kelas mereka. Setelah sebelumnya mereka berdua berbagi payung disaksikan oleh seluruh murid yang berada di tempat kejadian perkara saat itu.
" Jangan lupa sepulang sekolah akan ada pertemuan di sekretariat." Kata itulah yang melepas mereka berdua ke tujuan mereka masing masing.
Dan tentu saja hal itu tidak lolos dari bahan perbincangan seantero sekolah hari itu. Bahkan saat ini pembicaraan mengenai " Ketua Badan Murid dan Sekretarisnya" menjadi treding topic yang belum juga mereda.
" Chanyeol-ah? Kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan sahabatnya. Tidak biasanya seorang Park Chanyeol duduk termenung seperti ini di dalam kelas seorang diri di jam istirahat.
" Gwaenchana, Baek. Aku hanya merasa sedikit pusing. Kau bisa pergi ke kantin kalau kau mau," jawab Chanyeol lesu.
" Yak, bagaimana kau mengatakan kau tidak apa-apa dengan wajah selesu ini! Terlalu cepat 100 tahun bagimu untuk menipuku Park Chanyeol!" seru Baekhyun kesal.
" Sudah kubilang aku hanya sedikit pusing, Baek. Aku sempat kehujanan sebelum tiba di sekolah tadi pagi. Dan aku belum sempat mengganti bajuku tadi pagi, mungkin karena itu kini kepalaku sedikit pusing," terang Chanyeol dengan kepala yang di jatuhkan pada kedua tangannya yang tertelungkup di atas meja.
" Ku antar kau ke ruang kesehatan sekarang juga," balas Baekhyun.
" Bisakah kau membelikanku minuman hangat saja? Aku akan kesana setelah ini, tak perlu menyeretku," gumam Chanyeol yang masih dapat didengar oleh Baekhyun.
" Baiklah, tunggu aku disana, aku akan segera kesana," dengan itu tertinggallah Chanyeol seorang diri di ruang kelas yang luas itu.
Dengan malas Chanyeol menyeret langkahnya menuju ruang kesehatan. Tetapi, tanpa sadar ia melangkahkan kakinya menuju lokernya. Harus ia akui semenjak serangan secret admirer itu, Chanyeol lebih sering mengunjungi lokernya untuk melihat apakah kiriman hadiah-hadiah itu muncul di hari itu.
Ya, tanpa sadar Chanyeol selalu menunggu datangnya kiriman dari sang secret admirer.
Belum sampai ia di loker miliknya, ia bisa melihat sebuah kotak yang kali ini berwarna kuning gading terletak tepat di atas pintu lokernya. Entah bagaimana, ada sebuah perasaan gembira ketika melihat kotak itu berada di tempatnya.
Chanyeol pun dengan tergesa menghampiri lokernya dan meraih kotak itu dengan mudah. Ia membuka kotak itu dengan hati yang berdebar.
Ia tersenyum takjub ketika menemukan sebuah miniatur kaca yang sangat indah di dalamnya. Miniatur kaca yang dengan sempurna menggambarkan keindahan musim gugur, musim yang sangat ia sukai.
Sebuah pohon maple yang semua daunnya menguning dengan sempurna dan beberapa di antaranya berguguran ke dasar miniatur tersebut, dengan figur seorang lelaki dengan payung di tangannya memandang ke atas.
Seakan lelaki itu sedang menikmati hujan di musim gugur yang tengah turun, pikirnya sembari membayangkan cerita di balik miniatur yang ia terima tersebut.
Chanyeol kembali melongok ke dalam kotak tersebut dan menemukan sebuah kartu familiar yang belakangan ini isinya sungguh menghantui isi pikirannya. Dan beruntunglah kali ini ia pesan yang di tujukan untuknya tertulis dalam tulisan normal.
I think of you when you were beautiful in the rain*
575946
Ia tersenyum mendapati pesan yang dikutip dari sebuah lagu indah yang kerap kali ia dengarkan terlebih ketika hari tengah hujan. Namun deretan angka di bawahnya mau tak mau membentuk sebuah perempatan di sudut dahinya.
Dahinya berkerut sebal melihat deretan yang hingga saat ini belum bisa ia pecahkan itu. Saking fokusnya ia pada deretan angka itu, ia tidak menyadari kalau seseorang muncul dan mengintip pesan yang berada di tangannya itu.
" Kalau aku jadi kau, aku akan memecahkannya menggunakan binary code," celetuk si orang asing yang membuat Chanyeol kaget setengah mati.
Chanyeol pun berbalik dan mendapati sebuah wajah familiar berada di belakangnya dengan senyum polosnya. Ia hanya bisa mengelus dadanya melihat wajah sunbae yang memang terkenal dengan aura yang tipis itu muncul tanpa suara.
" Kim Yesung sunbae! Kau sungguh mengagetkanku!" seru Chanyeol heboh yang ditanggapi dengan sebuah senyum polos yang terlihat tidak terasa janggal jika ia tidak tahu bagaimana kejahilan sunbae-nya yang satu ini selama ia bergabung di klub teater dulu.
" Kau penasaran dengan semua pesan-pesan yang dikirimkan padamu bukan? Kusarankan kau untuk memecahkannya menggunakan kode binary. Itu akan sangat membantumu. Good Luck hoobae-ya," dan setelah mengatakan hal itu, sang sunbae pun meninggalkan tkp dan Chanyeol yang tertegun di tempatnya.
" Binary code?"
Tersanjung eh Bersambung
* Taeyeon - Rain
A/N: Sekiaan lamaa~~~ Jeongmal mianhe yeorobun atas keterlambatannya... jeongmal mianhae karena waktunya nggak memungkinkan buat nyempetin ngetik... *sembah sujud ke readers nim*
ada yang kangen kah? sebenernya juga mau update awal awal juni kemarin... TAPI EXO COMEBACK BIKIN KIM GILAAAAA GILAAAA OH SEHUN, ZHANG YIXING, BYUN BAEKHYUN SUKSES MENGALIHKAN PANDANGAN KIM DARI SI MAMAHHHH TIDAAKKKKK *nyemplung jurang* *oke abaikan*
kembali ke cerita... sebenernya udah jadiii sampe ending gimana ketauannya... cumaa chapternya mendukung buat di potong sihhh jadinya di potong dehh... *lemparin kim pake krikil* oke sudahi curcol kim.. mari kita move ke part selanjutnya...
BALASAN REVIEW:
WUPARK94 : diva-diva kesayangannya Park Chanyeol tuhh wwkkwkw... makasih udah nyempatkan untuk review di chap 9~~
hyena lee : kepo itu manusiawi *lhoo* ahahaha... makasih banyak udah review ^^
oh ana7 : tenang aja, baekkie nggak marah kok wkwkwkw krisyeol dan anak-anak muncul segera setelah part flashback ini kelar... makasih banyak buat reviewnya~~
han soon hee : gimana finals? semoga lancar yaa... terjemahan kodenya coming soon... really really soon wkwkwkw... yang ini udah banyak krisyeolnya~~ makasih banyak reviewnyaaa ^^
Sekar310 : hidup chanyeol emang barokah *lah ini apalagi* XDD makasih banyak reviewnya di chapter 9~~
keripik balado : soal pendeknya maaf yaa... diusahain setiap chapternya panjang dehh... makasih reviewnyaaa ^^
yousee : betull sekaliii... orang yang jadi mata mata hahahahha... makasih buat reviewnya di chapter 9~~
exochanxi : kita berdua sama sama tergila gila sama krisyeol *toss* XDD makasih reviewnyaa dear~~~
nandha0627 : namanya juga secret admirer ahahahaha makasih banyak reviewnyaaa~~
Lulu Auren : kalau nggak ngode bukan secret admirer dear XDD ntar ada saatnya daddy bakalan jadi gentlemen~~ waspadalah waspadalah *apapula ini si Kim ahahahaha* thank you so much dear :*
Super Duper Big Thanks To
WUPARK94 | hyena lee | oh ana7 | han soon hee | Sekar310 | keripik balado yousee | exochanxi | nandha0627 | Lulu Auren
Tanpa review kalian, apalah arti Kim. Seneng banget ketika baca review kalian. Jeongmal gomawo *bow bareng semua cast ToWF* untuk nama yang belum muncul bisa protes.. takutnya ffn ada masalah jadi Kim kelewat...
sekali lagi makasih sebanyak-banyaknya untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini...
ditunggu review, kritik, saran atau ide cerita dari readers deul~~
Until next time (soon)
Kim XOXO
