Tales of Wu Family

Tittle : Puppy First Tooth

Pairing: Krisyeol

Character: Kris, Chanyeol, Baby! Sehun, Yixing

warning (s) :OOC (maybe?) , past!mpreg, typo(s) ofcourse dan agak boring hahaha~~

disclaimer: plot yang pasaran milik Kim sedangkan yang lainnya bukan punya saya


Tales of Wu Family - Puppy First Tooth

.

Pagi yang normal, seharusnya dijalani dengan rutinitas yang teramat sangat normal dan cenderung membosankan bagi Chanyeol, sang ibu rumah tangga. Bangun pagi saat alarm mulai meraung-raung, membersihkan diri dengan singkat, kemudian membangunkan pasangan hidupnya lalu menariknya masuk ke dalam bilik mandi. Ia membutuhkan tenaga ekstra untuk mengurus suaminya yang tampan itu di pagi hari, alasannya simpel, karena dia bukanlah orang yang bersahabat dengan pagi dan sinar matahari. Sesederhana itu.

Chanyeol sampai heran bagaimana saat sebelum mereka berpacaran, suaminya itu memberikan hadiah-hadiah untuknya di pagi hari bahkan sebelum, Park Chanyeol, sang pencetak rekor kedatangan tiba di sekolah.

Lanjut lagi ke bagian aktifitas pagi hari yang normal menurut sang nyonya Wu, setelah menyeret Yifan dari tumpukan bantal dan selimut, ia kemudian beralih ke pintu berwarna biru muda yang menghubungkan kamarnya dengan sebuah kamar mungil tempat pangeran kesayangannya tidur.

Biasanya, jika mood si bayi sedang baik, senyum Sehun, sang pangeran Wu akan menyambutnya ketika Chanyeol melongokkan kepalanya ke dalam kamar bernuansa langit itu. Dengan pinkeu-pinkeu, si rillakkuma pink, yang tergenggam di satu tangannya, sang pangeran tampan menyapa Chanyeol. Senyum Chanyeol otomatis terkembang melihat kelucuan putra tunggalnya itu. Atau jika si bayi lima bulan itu bangun dengan mood yang kebetulan tidak baik maka Chanyeol akan mendapati sang pangeran mahkota Wu dan Park itu mengerutkan wajahnya dengan jelek, di ambang batas melantunkan jeritan nyaringnya.

Wu Shixun atau Sehun Wu bukanlah pangeran pemerintahan monarki yang sebenarnya. Tetapi melihat bisnis Park dan Wu yang akan ada dalam genggaman sang pria kecil di masa depan , bukankah tidak berlebihan kalau semua itu disebut dengan kerajaan?

Baiklah, lagi-lagi kita melenceng dari alur cerita, untuk itu mari kita kembali.

Setelah itu, Chanyeol akan pergi ke lantai satu untuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Pancake bacon dan telur untuk Kris, Pancake buah dan sirup mapple untuknya, dan sebotol susu plus bubur bayi untuk Sehun. Setelah itu keduanya akan melepas Kris yang akan pergi ke kerajaan yang ia pimpin.

Tetapi pagi ini berbeda dari pagi yang biasanya dialami oleh keluarga Wu, bangun dengan suara lengkingan tinggi Sehun menjadi pengganti alarm, jangankan membersihkan dirinya, memakai baju dengan benar saja rasanya sangat memberatkan untuk Chanyeol.

Hanya dengan selembar jubah tidur, ia bergegas menuju ke kamar Sehun setelah berhasil menyingkirkan lengan suaminya dengan kasar.

Yang Chanyeol lihat ketika menginjakkan kakinya di ruangan dengan warna-warna pastel berjejeran itu membuat jantungnya berdegup khawatir. Sehun tampak mengusakkan wajahnya dengan keras di pinkeu-pinkeu nya hingga memerah terlebih di sela-sela tangisannya.

" Hwaaaaa—"

" Shixunnie kenapa? Cup cup jangan menangis sayang." Baru Chanyeol akan meraih Sehun ke dalam gendongannya, tetapi Sehun menolak dengan mengalihkan tubuhnya. Bayi berusia lima bulan itu malah menggigiti ujung tangan boneka kesayangannya itu.

" Waeyo Shixunnie? Shixun-ie sakit?" sang ibu memegang kening Sehun yang ternyata normal di bawah telapak tangannya.

" Shixun-ie lapar? Ayo kita turun, Mama akan buatkan susu untuk Shixun-ie." Mendengar kata susu membuat Sehun berhenti menangis dengan wajah yang masih merah. Si pangeran kecil membiarkan ibunya untuk mengangkatnya dari box bayi-nya.

Wajah khawatir pria berambut blond muncul di balik pintu saat Chanyeol membuka pintu bercatkan biru lembut itu. Pria pirang itu, Kris, sudah lebih rapi dengan jubah tidurnya dan rambut pirang yang disisir ke belakang menggunakan jari-jari tangannya yang panjang.

Pemandangan yang membuat jantung Chanyeol berdetak tidak normal setiap harinya.

" Apa yang terjadi pada Shixun? Apa dia tidak apa-apa?" tanyanya khawatir, memecahkan fantasi liar Chanyeol.

" Tidak, dia tidak demam, hyung."

" Syukurlah, kupikir dia sakit lagi. Cuaca kemarin sangat dingin padahal seminggu yang lalu Shixun baru saja sembuh," terang Kris panjang lebar. Ekspresi Chanyeol berubah datar setelah sempat merutuk dirinya karena sudah berpikiran yang tidak-tidak saat menggendong Sehun.

" Heum, aku juga berpikiran hal yang sama, tapi suhunya benar-benar normal. Dia mungkin hanya lapar. Tidakkah kau sebaiknya bersiap-siap sekarang, suamiku?" usir Chanyeol halus

Kris mencebikkan bibirnya kesal, sepertinya niatnya untuk terlambat datang ke kantor dengan alasan mengkhawatirkan Sehun terbaca oleh Chanyeol.

" Aish, kau ini Yeola. Aku ingin menghabiskan waktu dengan Shixun seharian!" rajuk Kris kekanak-kanakan. Chanyeol hanya terkekeh tetapi tidak membalas rajukan Kris.

" Sudahlah cepat bersiap-siap, aku dan Shixun akan menunggu di bawah."

" Tapi—"

" Semakin cepat hyung menyelesaikan perkerjaan, semakin cepat hyung bisa pulang. Aku benar kan? Lagipula besok akhir minggu, jangan buat alasan supaya Baba Wu memotong jatah liburanmu lagi tahun ini. Aku dan Shixun-ie akan merajuk habis-habisan kalau hyung kehilangan jatah liburan."

" Baiklah, baiklah, suami Park Chanyeol yang tampan ini akan berangkat ke kantor." Lagi-lagi argumen sepasang suami istri itu dimenangkan oleh Chanyeol.

" Tapi, sebelum aku bersiap, kau melupakan sesuatu."

" Hah, apa itu?" Kris membalas pertanyaan Chanyeol hanya dengan dua ketukan di bibirnya sendiri.

Tanpa pikir panjang Chanyeol memajukan dirinya dan mengecup singkat bibir Kris. Sedangkan obyek yang dicium tersenyum bodoh sesaat keduanya melepas ciuman mereka.

Sepertinya mereka lagi-lagi tidak sadar dengan tempat dan penonton yang menyaksikan adegan pasangan baru menikah kemarin sore mereka. Keduanya terkikik malu-malu dengan wajah yang memerah sampai sebuah tangan menghampiri pipi Kris dengan cukup keras.

" Oww— Opps."

Yap, opps, kata yang sangat pas saat mendapati pandangan datar bayi mungil yang tertuju ke arah kalian saat berbagi ciuman dengan pasangan hidup kalian. Cara yang ampuh untuk mencemari bayi polos kalian, Wu Yifan, Park Chanyeol.

Malu harus diingatkan oleh putranya sendiri, Kris dan Chanyeol pun melanjutkan kegiatan masing-masing yang tertunda.

.

" Ini susu Shixun-ie," Chanyeol menyodorkan botol bayi berwarna kuning cerah itu di hadapan Sehun yang duduk di kursi tinggi yang kemudian diraih bayi itu dengan semangat. Chanyeol kembali menlanjutkan membuat saraapan paginya, sampai suara suaminya menyadarkannya.

" Yeollie, ada yang aneh dengan Shixun-ie," mendengarnya Chanyeol berbalik dengan sangat cepat.

Telunjuk Kris menunjuk pada Sehun Sehun yang sedang menggigiti ujung botolnya, Chanyeol mengernyit heran karena putranya itu tidak mengurangi isinya sedikitpun.

" Yeobo, tolong tarik botolnya. Jangan membiasakannya makan atau minum dalam waktu yang lama." Seolah tahu kalau ayahnya datang untuk merebut botol susunya, Sehun memalingkan wajahnya sehingga botolnya menjauh dari jangkauan tangan ayahnya.

" Aigoo, Shixun-nya papa pintar sekali, eoh." Kris menggelengkan kepalanya melihat kepintaran dan kepekaan putra tunggalnya itu.

' Uh, bayiku yang terbaik. Shixun-ie ku yang terbaik. Bayi terpintar di dunia, uri Shixun,' jerit inner Kris girang. Sepertinya bakat children-complex sudah terlihat tanda-tandanya pada Kris.

" Hyung, berhenti mem-fangirl Shixun dalam hati." Opps!

Tentu saja Chanyeol tahu dengan kebiasaan suaminya itu.

" Baiklah, maafkan Papa, tapi ini permintaan Mama-mu, okay. Kemarikan botolnya Shixun-a," bujuk Kris halus dengan satu tangan yang memegang botol Sehun. Namun, Sehun membalasnya dengan gelengan kepala kuat hingga si botol terlepas dari cengkraman gusi belum bergigi miliknya.

Botolnya bergelinding di lantai dan berhenti setelah menabrak pergelangan kaki Chanyeol.

" Lihat, lubang botolnya jadi sebesar ini. Nanti kalau Sehun tersedak bagaimana?" Chanyeol memperlihatkan lubang dot yang sobek dan membesar itu di hadapan Sehun. Ia berusaha meraihnya tetapi kemudian sang Mama menariknya menjauh. Sehun pun merengek saat Chanyeol meletakkan botol itu di meja makan.

" Hwaaa maa-"

" Lihat, Shixun sedikit aneh bukan? Tidak biasanya dia merajuk seperti ini?"

" Mungkin kita harus membawanya pada Yixing-hyung."

" Aku akan membawanya ke sana setelah agak siang. Hyung bersiap-siap saja dulu."

" Tapi Yeol–"

" Hyung meragukanku?" Yifan mengerang kesal mendengarnya. Dalam hati ia merutuk, sialan, kartu andalan mulai digunakan.

" Bukan begitu, tapi–"

" Iya, hyung aku tahu kau khawatir. Nanti aku akan menghubungimu, jika pekerjaanmu sedang senggang menyusullah ke tempat praktek Yixing-hyung."

" Baiklah, kau menang lagi kali ini," keluh Kris setengah kesal. Dengan langkah yang sedikit menghentak ia duduk di kursi makan dan memulai sarapan paginya.

.

Keanehan Sehun tidak hanya sampai disitu, Sehun yang biasanya tidak pernah menggigiti sesuatu tiba-tiba dengan kuatnya menggigit sendok plastik saat Chanyeol menyuapinya dengan bubur bayi lembut.

" Ayo Shixun-ie jangan digigit. Shixun tidak sakit menggigit seperti itu?" Si bayi hanya membalasnya dengan menguatkan gigitannya pada sendok favoritnya.

" Kalau begini kapan Shixun selesai makan, hmm?" Sehun tetap tidak melepaskan gigitannya sampai Chanyeol harus sedikit membuka gusi Sehun dengan lembut.

Sayangnya karena itulah akhirnya jari telunjuk Chanyeol menjadi korban. Ia sedikit meremehkan kekuatan gusi belum bergigi milik Sehun karena nyatanya Chanyeol nyaris saja dibuat menjerit sakit saking kuatnya gigitan Sehun.

Beberapa kali Chanyeol mencoba melepaskan jarinya tetapi Sehun malah semakin menguatkan gigitannya. Chanyeol semakin dibuat khawatir akan Sehun saat ia merasakan pakaian bagian depan Sehun basah dengan liur.

Satu-satunya cara adalah mengkonsultasikan kondisi Sehun pada Yixing. Karena Kris sudah berangkat hampir satu jam yang lalu, Chanyeol pun beralih pada opsi ketiga-nya.

" Pak Jang!" seru Chanyeol. Mendengar sang nyonya memanggil dengan cara yang tidak biasa, lelaki paruh baya itu tergopoh-gopoh menghampiri sang Mama muda.

" Ada yang bisa saya bantu nyonya?"

" Tolong antarkan kami ke tempat praktek dokter Kim Yixing. Ada sesuatu yang aneh dengan Shixun."

" Baik, nyonya."

.

Karena letaknya yang memang tidak jauh dari rumah keluarga kecil Wu, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat praktek istri dari ketua geng mereka. Chanyeol membopong Sehun dengan telunjuk yang masih digigit kuat-kuat, masuk ke dalam tempat prakteknya Chanyeol dan Sehun disambut dengan tembok bercat baby blue dan stiker animasi hewan.

" Xing-hyung, ada yang aneh dengan Shixun!" seru Chanyeol tanpa ada basa-basi pada sang pemilik ruangan.

" Astaga, Park Chanyeol! Kau mengagetkanku!" Bagaimana Yixing tidak kaget jika Chanyeol menerobos ruang praktek Yixing tanpa ada pemberitahuan.

" Cepatlah, hyung jari telunjukku sudah hampir lepas dari tempatnya jika hyung berlama-lama."

" Tidak sabaran sekali. Sejak kapan Sehun mulai seperti ini?"

" Baru tadi pagi, hyung. Ia bangun dengan jeritan yang sangat keras. Tidak biasanya dia seperti itu. Ditambah lagi ia juga menggigiti apa saja yang dia lihat. Pinkeu-pinkeu nya basah dan sekarang bajunya pun begitu."

" Baiklah, kita cek suhu Sehun dulu ya?" kata Yixing dengan suara menirukan suara anak kecil.

Sehun tidak bereaksi apapun saat termometer tembak menyentuh dahinya. Ia sibuk dengan menggigit sekaligus menyesap jari sang Mama.

" Untuk anak-anak dan orang dewasa, ini masih tergolong normal tetapi untuk ukuran bayi ini sedikit lebih tinggi daripada normal."

" Dia demam?"

" Tidak sepenuhnya begitu. Suhunya melebihi normal, dan kupikir aku tahu penyebabnya. Jadi Sehunnie ayo buka mulutnya sayang." Yixing sedikit menekan dagu Sehun ke bawah dan jari telunjuk Chanyeol pun akhirnya terbebas dengan liur Sehun yang membasahi ujungnya yang berwarna ungu karena peredaran darah yang terhambat.

Chanyeol mendesah lega saat telunjuknya akhirnya kembali melihat dunia.

" Ini normal untuk bayi seusia Sehun. Cukup belikan mainan karet yang bisa ia gigit dengan aman."

" Jadi ada apa dengan Shixun, hyung?"

" Gigi susu Sehun sudah mulai tumbuh keluar dari gusinya. Pada saat itu, biasanya ia akan merasa gatal dengan gusinya karena itu dia akan banyak menggigit sesuatu yang bisa masuk ke dalam mulutnya."

" Astaga, uri Shixun akan punya gigi, eoh? Aigoo, kau membuat mama dan papa khawatir, uri puppy!" yang diakhiri Chanyeol dengan kecupan basah di kedua pipi dan dahi Sehun.

Masalah kali ini kembali terpecahkan.

- END OF EPISODE -


P.S. Terima kasih buat yang menyarankan ide tentang gigi pertama Sehun. Ditunggu ide-ide lain dari pembaca sekalian (kalau kalian berkenan meninggalkan jejak sih~~)

Seperti biasa, saya ucapkan terima kasih yang sangat-sangat besar untuk yang sudah meninggalkan jejak di chapter sebelumnya

Park RinHyun-Uchiha | SexYeol | hunniebaby | ketekchanII | babyosh | ohhhanniehunnie | fnyl16 | auliaMRQ | exochanxi | han soon hee | hyena lee| han soon hee (2)

dan untuk pembaca sekalian juga terima kasih~~

P.S.S Maaf kalau chapter ini sedikit boring :'~

Jangan lupa RnR dan idenya yaa~~ don't be a silent rider too please~~

With Love, K.S

finished 03/08/2017 - edited 03/09/2017