Chapter 2- Pagi Hari di Shigaraki
Ohayou!
Ah, pagi yang dingin khas pegunungan sudah menyapa di awal hari. Yuri Katsuki, 24 tahun, silver medalist grandprix iceskating. Aku bersumpah musim nanti gold medal pasti aku dapatkan. Hahh semoga. Liburan kali ini aku, Viktor dan Yurio liburan bersama. Yup, di sini lah kami di Desa Shigaraki sebuah desa terpencil berlokasi di kaki Gunung Shigaraki yang terletak di Koka District, Shiga Prefecture, sekitar satu jam setengah dari Kyoto. Meskipun aku orang Jepang bukan berarti aku tau daerah ini, hmmm terima kasih tousan atas sarannya sehingga kami terdampar di sini.
"Hmmm… udaranya segar"
"Yuri, kau sudah bangun? ayo sarapan!" suara orang yang kukenal dari arah pintu. Viktor Nikivorof, pelatih, rival, idola ehmm tunanganku. Aarghh, terkadang aku masih merasa ini mimpi. Pagi ini dia tetap tampan dengan sweeter hitamnya.
"Sudah, aku juga sudah mandi. Ah sebentar aku bawa H-"
"VICTORRR! YURIIIIIIII!"
Aku dan Viktor bertanya-tanya, bukankan itu suara Yurio? Bergegas kami berlari ke sumber suara, ah dari arah kamarnya.
.
.
Terdengar suara langkah kaki terburu-buru mendekat, membuka pintu dengan tergesa.
"Yurio, kau kenapa?" cemas Victor melihat Yurio mematung di depan jendela.
"Yurio?" Yuri dan Viktor mendekat.
"Oi, Victor!" Yurio memandang dua sejoli yang nampak bingung bercampur cemas.
"KITA ADA DIMANA? Oi Katsudon! Kita mau liburan ke Jepang kan? Ini bukan Hasetsu. Lihat!" terang Yurio dengan menggebu-gebu sambil menunjuk ke arah jendela.
"Emm… ano-"
"LIHAT! Danau, hutan, sejak kapan kau pindah, Katsudon? Apa karena perjalanan malam? Apa kita tersesat? Argh,,!"
"Hhufttt… ahaha.. haha kukira kau kenapa" Victor tak kuat menahan tawa melihat juniornya yang kebingungan dan histeris, hmm mengemaskan.
"Hah? Apanya yang lucu?" Heran Yurio, melirik menatap tajam Yuri seolah menuntut penjelasan, "Katsudon?"
"Ne, Yurio kita memang liburan di Jepang, ini Jepang hanya saja bukan di Hasetsu. Aku juga tidak tau kita akan liburan ke sini."
"Hah?" Yurio tambah bingung.
"A-ayah ku yang merekomendasikan tempat ini, kenalan ayahku pemilik resort ini. Aku juga tidak tau akan sejauh ini. Aku juga baru ke sini." Penjelasan panjang Yuri berakhir.
"Ma..ma..!" Victor merangkul pundak kedua juniornya itu. Membawa mereka menghadap jendela.
"Karena kita sudah terlanjur disini, lebih baik kita nikmati saja!"
"Hhhhhmmmm….. coba kalian rasakan udara yang segar ini!" Victor menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
"Coba lihat baik-baik Yurio, kau belum pernah melihat danau besar di kelilingi pegunungankan? Indah bukan?" Entah kenapa aura kedewasaan(?) Victor keluar.
"Ugh.." Yurio menggangguk pelan.
Victor tersenyum. "Ah, aku lapar ayo sarapan! Yuuuri suapi aku, ne ne?"
Perempatan muncul di kening Yurio.
"Victor! Kau sudah besarkan? Makan sendiri!" Jawab Yuri dengan polosnya.
"Ehhhh… Nande? Nande? Kau kan-"
"VICTOR! KATSUDON! Ini masih pagi! Keluar dari kamarkuuu!" Usir Yurio dengan wajah yang memerah. Pikirnya heran, kenapa mereka bermesraan di depannya. Dia kan masih belum cukup umur.
"Yurio, kita tunggu di bawah ya! Cepat cepat!" Ucap Victor sebelum meninggalkan kamar pecinta kucing itu.
.
.
.
Setelah mengisi perut Yuri, Victor dan Yurio sudah siap untuk beraktivitas di liburan pagi mereka. Rencananya hari ini mereka akan ke tempat pembuatan tembikar tradisional yang sangat terkenal di daerah sini. Ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian wisata di sini. Saat ini mereka sedang di lobi, menunggu.
"Yuri-kun!"
Sontak Yuri berdiri.
"Ah, perkenalkan saya Hozan Tanii."
"Hozan-san, saya Yuri Katsuki." Yuri membungkuk hormat pada laki-laki paruh baya itu.
"Maaf saya tidak langsung mengenali Anda, Hozan-san. Oh, iya Otousan menitipkan salam."
"Tidak apa-apa, kita pernah bertemu waktu kau masih kecil sekali. Sekarang kau sudah besar. Wajar saja kau tidak ingat, haha."
Yuri tersenyum.
"Hari ini kalian mau ke tempat pembuatan tembikar kan? Nanti kalian akan di temani oleh seseorang." Terang pemilik resort tempat Yuri menginap.
"Seseorang?"
"Iya, dia bekerja part time disini sebagai guide. Ya untuk mengisi kekosongan selama liburan sekolah. Kebetulan orang tua angkatnya teman baik saya. Anaknya baik ramah, pasti akan membantu kalian. Ah, itu dia!"
Datang seorang anak laki berambut cokelat muda, tingginya sekitar 167 cm.
"Gomenasai, Hozan-san saya terlambat." Anak laki-laki itu membungkuk hormat.
"Ah, tidak-tidak. Natsume-kun perkenalkan ini Yuri-kun dan temannya yang akan kau antar ke tempat Sakuma-san."
"Saya Takashi Natsume, Yoroshiku onegaishimatsu!"
"Saya Yuri Katsuki, Yoroshiku onegaishimatsu!"
"Oh iya ini Victor dan Yurio." Jelas Yuri.
"Yoroshiku onegaishimatsu!"
.
.
Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit, akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan. Tempatnya ada di gunung Shigaraki, bukan di puncaknya memang namun berjalan selama 45 menit cukup menguras keringat. Tempat pembuatan tembikar milik Sakamoto Takuma memang jadi tujuan wisatawan karena kualitasnya yang sangat bagus. Tak jarang banyak anak-anak sekolah yang menyertakan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata. Selain berwisata juga sekalian dapat ilmu. Seperti saat ini, ada rombongan anak sekolah dari Tokyo.
"Ha-hh, akhirnya sampai, minum-minum!" Seru Victor.
"Baru kali ini aku naik gunung, hha-h ini bukan liburan ini sama saja latihan!" Gerutu Yurio.
Yuri hanya tertawa kecil melihat kelakuan mereka.
"Ah, Takashi-kun kau sudah sering ke sini?" Tanya Yuri.
"Iya, kalau aku sedang bosan atau ada pikiran aku biasanya jalan-jalan ke sini. Oh iya, panggil Natsume saja, Katsuki-san!" Terang Natsume.
"Yuri, panggil saja Yuri!"
Mereka berbaur dengan pengunjung lainnya, mengikuti setiap kegiatan-kegiatan di sana. Di mulai dari penjelasan dasar, kelas membuat tembikar, jadi mereka membuat sendiri sesuai keinginan mereka, pesta barbeque sekaligus makan siang bersama. Hmm sungguh menyenangkan.
Waktu pun berlalu, waktunya untuk kembali ke penginapan. Saat di perjalanan pulang, sekitar 10 menit menuju penginapan Yurio menyadari Telepon gengamnya tertinggal di tempat pembuatan tembikar.
"Ah, bagaimana ini? Handphoneku pasti tertinggal di sana."
"Kenapa kau bisa ceroboh seperti itu Yurio?" Ucap Victor.
"Biar aku saja yang membawanya kembali kesana." Ujar Natsume.
"Natsume-kun, antar saja Yurio dan Victor ke penginapan. Biar aku saja yang kembali." Yuri menggajukan diri.
"Tapi Yuri, kalau kau tersesat bagaimana? Aku temani." Victor khawatir.
"Di jalan ada petunjuk arahnya Victor, aku tidak akan tersesat. Lagipula di sana masih ada rombongan sekolah yang tadi. pulangnya nanti aku bisa bersama mereka. Kau, Yurio dan Natsume-kun sudah kelelahan, tenang saja aku masih kuat!" Yuri meyakinkan Victor.
"Kau yakin Katsudon?"
"Iya, sudah cepat kalian ke penginapan, nanti keburu gelap. Tunggu aku di sana, oke?!"
"Baiklah, kami duluan ke penginapan. Kalau ada apa-apa cepat hubungi kami!" Natsume menambahkan.
Mereka pun berpisah sekitar pukul setengah 5 sore, karena Yuri memiliki stamina yang besar Yuri dengan senang hati kembali. Victor dan yang lainnya terlebih dahulu ke penginapan.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 18:10, tapi Yuri belum juga menunjukan tanda-tanda kedatangannya. Rombongan anak sekolah tadi, sekitar 20 menit yang lalu sudah tiba tapi tidak dengan Yuri. Hujan sudah mulai turun membasahi bumi. Tapi Yuri kemana?
"Tidak aktif!" Raut kecemasan dari Victor dan yang lainnya sangat terlihat jelas.
"Yuri.. kau dimana?" lirih Victor.
To be continued.
.
.
Chapter 2 selesai ^_^
Lanjut chapter 3 atau ngga nih?
Makasih yang udah baca, jangan lupa kritik dan sarannya ya.
Arigatou Gozaimasu!
*bow*
