The Lion and The Flea
Alfa, Beta, Omega – The Dynamics
Alfa adalah pribadi yang dominan dan memiliki kuasa teritorial sendiri. Alfa tidak bisa berhubungan dengan Alfa lain, kecuali kalau mereka adalah soulmates. Alfa hanya bisa dengan Beta ataupun Omega. Biasanya, Alfa adalah pribadi yang cukup arogan karena mereka berada di baris tertinggi. Alfa bisa mencium bau khusus yang dikeluarkan Omega saat masa in heat. Alfa memiliki simbol α di pusat bau mereka, yang terletak dibawah telinga. Ini disebut dengan nama scent gland.
Alfa memiliki knot yang hanya bisa diterima oleh Beta atau Omega, tapi juga bisa dengan Alfa lain yang sudah ditakdirkan untuk mereka. Alfa juga memiliki kuasa penuh atas Omega. Omega tidak akan bisa melawan jika di'kuasai' oleh Alfa. Alfa kebanyakan adalah laki-laki, tapi ada juga Alfa wanita.
.
Beta adalah kategori netral. Beta berada ditengah-tengah Alfa dan Omega. Beta tidak bisa mencium bau Omega ataupun Alfa, tapi ia bisa mengetahui mana Alfa dan mana Omega secara insting.
Beta berada dibawah Alfa, namun diatas Omega. Beta tidak terlalu bisa mencium bau yang dikeluarkan Omega saat in heat, jadinya banyak profesi dokter atapun pekerjaan lain yang dipegang oleh Beta. Beta memiliki simbol β di tengkuk mereka. Beta tidak memiliki kuasa penuh atas Omega seperti Alfa. Beta bisa mating dan bonding dengan sesama Beta. Terkadang Beta tunduk dibawah Alfa. Beta bisa laki-laki dan juga perempuan.
Omega adalah pribadi yang submisif. Omega memiliki bau harum yang memikat para Alfa jika belum ditandai atau di-mark. Lagipula, Omega sangat rapuh dan juga dilindungi oleh pemerintah. Banyak Omega yang memiliki mate seorang Alfa dan para Omega yang sudah memiliki mate akan membawa bau mate nya jika sudah melakukan bonding dan knotting. Omega memiliki masa heat yang paling umum berlangsung 3 bulan sekali selama 3 sampai 4 hari. Ada juga Omega yang memiliki heat 2 bulan sekali. Omega memiliki tanda Ω di leher mereka, dan biasanya leher adalah bagian yang sangat sensitif bagi Omega. Omega bisa mengandung dan melahirkan.
Jenis Omega yang paling spesial adalah Omega berjenis kelamin laki-laki. Tapi Omega laki-laki sudah punah dan hampir tidak pernah ditemukan. Kalaupun iya, Omega laki-laki akan sangat dilindungi pemerintah bersamaan dengan mate-nya.
Untuk present apakah kau Alfa, Beta atau Omega, umur yang legal adalah 16 tahun. Di umur itu, jika kau merasakan feromon keluar dengan drasis dan tubuhmu menginginkan seorang mate dan menjadi temperamental itu berarti kau adalah seorang Alfa dan yang sedang kau alami dinamakan rut. Kondisi dimana para Alfa menginginkan Omega ataupun Beta—paling umum Omega—untuk melakukan mating dan bonding.
Tapi jika kau adalah Omega, bagian belakang tubuhmu akan sakit sekali dan sistem reproduksi—vagina untuk Omega wanita, anus untuk Omega laki-laki—akan mengeluarkan lubrikasi berwangi khusus untuk memikat para Alfa. Ini bisa berlangsung selama 3 atau 4 hari. Jika kau tidak mempunyai pasangan Alfa/Beta, maka Heat akan sangat menyakitkan. Beberapa menggunakan suppressant, tapi itu juga berbahaya dan tidak direkomendasikan.
Sementara, Beta tidak akan mengalami perubahan yang drasis dengan tubuh mereka. Beta juga tidak mengalami rut seperti Alfa atau Heat seperti Omega.
Mata coklat Shizuo memandang kedua orangtuanya secara bergantian selama beberapa saat, sebelum, "Ayah dan Ibu tidak bercanda kan?"
Kichirou meraba pelipisnya sambil menghela nafas, sementara Namiko menepuk bahu anaknya yang adalah seorang Alfa dengan sayang. "Tidak, Shizuo." ucap Omega yang menjadi ibu Shizuo Heiwajima tersebut.
"Tapi kenapa Kasuka ikut?" tanya Shizuo bingung.
"Kasuka adalah seorang Omega, Shizuo. Akan berbahaya jika kalian saja yang ada di rumah. Lagipula, kalau kami yang membawamu, apa kau bisa mengontrol emosi disekitar Mairu dan Kururi nantinya? Dan apa Kasuka bisa mengerjakan tugas perusahaan?" tanya Kichirou. Alfa senior itu melihat kearah anak pertama dan penerus keluarga Heiwajima dengan tajam. "Tolong mengertilah, Shizuo."
Shizuo menghela nafas. "Baik, baik. Hanya 5 bulan, kan?"
"Ya." Namiko tersenyum ramah. "Tapi, kau tidak akan sendirian." Omega itu mengelus rambut pirang—hasil cat—milik Shizuo. "Anak pertama Kyouko dan Shirou akan menemanimu disini."
Mata Shizuo melebar, "Hah!?"
Suara telepon mengaum bersamaan dengan perkataan Shizuo. Namiko berdiri untuk mengambilnya, tapi Kichirou hanya mengangguk singkat dan beranjak untuk mengambil panggilan tersebut. Namiko duduk lagi di sebelah Shizuo. "Tenang, Shizuo. Izaya belum present, jadinya tidak akan berbahaya."
"Tapi—tunggu, maksudnya Izaya belum present? Dia belum ditentukan apakah dia Alfa, Beta atau Omega?"
"Syukur, belum." Namiko tersenyum. "Kemungkinan besar dia adalah Alfa dilihat dari dynamics kedua orangtuanya. Jadi, tolong dia, oke? Apa kau bisa menyeimbangkan antara perusahaan dan rumah?"
Shizuo mengeryit. Dia ingin protes, tapi akhirnya menyerah dan mengangguk. "Baiklah, Ibu."
Namiko tersenyum puas dan berdiri menyusul suaminya. Shizuo tidak terlalu mendengar percakapan mereka, tapi dia bisa mendengar 'izaya akan datang' lalu 'satu? oke'. Entah kenapa perasaan aneh—yang sangat mirip dengan rasa bahagia—muncul di dadanya, tapi segera ditepis Shizuo jauh-jauh.
Shizuo Heiwajima adalah seorang CEO di perusahaan ayahnya, Heiwa Inc. Shizuo adalah seorang Alfa yang setiap Omega inginkan. Tampan, kuat, tinggi, berkharisma, dan pintar, gentleman, bla bla bla. Belum lagi, kaya. Tipe idaman semua Omega yang ada di dunia.
Ayahnya, Kichirou Heiwajima, adalah sahabat karib Shirou Orihara, pemilik perusahaan Rose Garden. Shirou adalah seorang Alfa sementara istrinya juga seorang Alfa, yang mana membuat keluarga Orihara begitu kuat. Shirou dan Kyouko adalah pasangan hidup yang ditakdirkan atau soulmate, sama seperti ayah dan ibu Shizuo. Soulmates sangat langka. Biasanya, soulmates memiliki ikatan kuat yang tidak akan bisa dipatahkan oleh siapapun. Jika satu kesakitan, maka soulmate yang lain juga akan ikut kesakitan. Saling berbagi perasaan.
Shizuo mendengar sebuah suara sesuatu tergeret dan beranjak membantu adiknya, Kasuka, untuk mengangkat koper turun tangga. Kasuka adalah seorang Omega, dan Shizuo tidak akan memberatkan adiknya itu berbagai macam pekerjaan ataupun beban. Kasuka, walaupun cukup tinggi untuk ukuran Omega, biasanya tidak ber-ekspresi sama sekali. Tapi tetap saja, ada Alfa ataupun Beta yang mengejar-ngejarnya hanya karena statusnya sebagai 'Heiwajima'.
Sekarang Shizuo akan menjelaskan ada apa disini. Begini, keluarga Heiwajima dan Orihara, seperti yang dijelaskan diatas, adalah sahabat karib. Kali ini, Heiwajima dan Orihara akan pergi berlibur dengan membawa kedua anak bungsu mereka. Heiwajima memiliki Kasuka, sementara Orihara memiliki kedua kembar berisik tapi menyenangkan, yaitu Mairu dan Kururi. Mereka berdua sangat dekat walaupun belum present sampai-sampai Shizuo berpikir kalau mereka adalah pasangan.
Lalu juga, karena Izaya Orihara, satu-satunya putra di keluarga Orihara ditinggal sendirian (Shizuo tidak yakin sendirian, masa mereka tidak punya pembantu?). Lalu berakhir dengan Izaya 'menginap' di rumah Shizuo. Izaya juga belum present karena umurnya masih 15 tahun. 4 May tinggal 3 bulan lagi sebelum dia berumur 16 tahun. Dan karena ingin mempererat hubungan kedua anak tertua itu, Izaya-pun disuruh menginap dirumah Shizuo selama 5 bulan. 5 bulan!
"Ah, Kasuka, biarkan aku yang mengangkat itu." ucap Shizuo. Tanpa menunggu jawaban, pria yang lebih tua langsung mengambil ganggang koper dan mengangkatnya, sebelum mendahului adiknya ke ruang tengah dimana ayah dan ibu mereka sedang melihat-lihat barang.
"Ah, Shizuo, aku memberimu perenggangan jadwal kantor." ucap Kichirou. "Karena Izaya masih sekolah, jadinya kau akan mengantar-jemputnya setiap hari karena rumah kita jauh dari sekolahnya. Jadinya kuberi kau masuk kantor jam 9. Apa ada keluhan?"
Shizuo ingin mengeluh kenapa dia yang mengantar Izaya, tapi hanya menghela nafas dan menggeleng pelan.
"Bagus. Jam 1 siang nanti Izaya akan kemari dengan barang-barangnya. Dia akan menginap dan menemanimu sampai kami pulang. Jaga Izaya baik-baik, Shizuo."
Shizuo mengangguk lagi. "Baiklah." pria tinggi itu berdiri dan menyusul keluarganya yang berjalan kearah pintu. Tapi Shizuo tidak ikut memakai sepatu, dia hanya memakai sendal dan membantu ayahnya membawa barang-barang kedalam taksi yang akan mereka gunakan ke bandara.
Setelah semuanya siap, ketiganya memberinya pelukan. Ibu dan Kasuka, tipikal Omega, secara lembut, sementara ayahnya memeluknya gaya Alfa sekali. "Jaga Izaya. Dan juga jangan sering-sering membolos kantor."
"Baik, Ayah. Hati-hati dijalan."
Shizuo melambai saat mobil yang ditumpangi keluarganya itu melaju, meninggalkan dirinya.
"Izaya, kami akan berangkat."
"Iza-nii! Iza-nii! Peluk!"
Izaya berlutut dan memeluk kedua adiknya dengan sayang. Mairu tertawa geli, sementara Kururi tersenyum kecil kearahnya. Mereka berdua lalu mengecup pipi Izaya sebelum menyusul sang Ayah yang sudah berada di dalam mobil.
Kyouko keluar terakhir. Wanita itu memeluk Izaya erat. "Kami pergi dulu, Izaya. Jam 1 nanti Kadota-san akan mengantarmu ke kediaman Heiwajima. Kerjakan PR dan jangan macam-macam dirumah mereka, OK?" ucap Kyouko lembut sambil mengelus rambut putra mereka itu.
Izaya mengangguk dengan senyuman, "Hati-hati di jalan, Ibu."
Sang Alfa mengangguk, sebelum memasuki taksi dan menghilang dari pandangan Izaya.
Izaya lalu memasuki rumahnya yang sederhana, tapi cukup mewah. Yang membuat rumah keluarganya ini dibilang 'mewah' adalah dekorasi yang unik, karena ibunya adalah seorang arsitek. Ruang tamu dengan sofa empuk yang disusun rapi sejajar dan berhadapan, karpet merah tua berludru, didekat dinding terdapat akuariumberbentuk silinder yang memperlihati ikan-ikan kecil yang sedang berenang, lalu batu giok berada di dekat vas bunga, terletak disamping akuarium. Elegan.
Izaya lalu mengangguk singkat kepada kedua pembantunya yang sedang menyapu dan membereskan rumah. Pembantunya adalah dua orang Beta, Mika dan Seiji. Izaya lalu ber-jogging ke kamarnya untuk mengemaskan barang-barang yang ia butuhkan untuk menginap di rumah Shizuo selama 5 bulan. Memang tidak rasional menginap selama 5 bulan, apalagi Shizuo adalah seorang Alfa yang bisa saja membawa Omega atau beta pulang ke rumah, tapi ketika Kichirou dan Shirou sudah setuju, maka dia tidak bisa membantah.
Izaya berhenti sejenak, mengingat kejadian dulu. Saat Shizuo—coret, Shizu-chan masih berumur 16 tahun, sementara Izaya 10 tahun. Dia bermain ke kediaman Heiwajima bersama orang tuanya dan adiknya, dan disambut dengan Kichirou dan Namiko berdua. Lalu Kasuka. Tidak ada Shizuo, jadinya Izaya sendiri berlari kecil ke tangga dan naik ke lantai kedua, dimana kamar Shizuo berada. Saat dia membuka pintu dan bersorak riang, "Shizu-chan!" yang membalasnya adalah geraman ganas dan tiba-tiba saja Shizuo sudah membantingnya ke karpet.
Izaya kecil meringis kesakitan sebelum mengerutkan hidung. Kamar Shizuo bau denganferomon. Izaya yang waktu itu belum mengerti apapun, dengan polos berkata, "Bau apa ini, Shizu-chan? Rasanya menenangkan. Apa kau memakai parfum baru?"
Selanjutnya adalah dia berteriak ketika Shizuo mengigit lehernya dan Ayah Shizuo langsung menyeret Shizuo menjauh, sementara Kyouko mengambil Izaya yang menangis karena lehernya berdarah. Semenjak saat itu, Shizuo dan Izaya hanya bertemu sesekali dalam beberapa bulan, bahkan tahun.
Walaupun perbedaan umur mereka 6 tahun, Izaya tidak terlalu memedulikannya. Toh, lagipula, dia berasa kalau Shizuo hanya menganggapnya sebagai adik semata. Apalagi kalau Izaya bilang dia mencintai Shizuo. Bisa-bisa dia diketawain tepat didepan mukanya ntar.
Dengan pemikiran begitu, Izaya menghela nafas dan menaruh baju yang ia bawa kedalam koper. Manik coklat-kemerahan melirik kearah jam. Jam 12:34pm.
Mengambil handuk, Izaya memasuki kamar mandi dengan senyuman di wajahnya. Apa reaksi Shizu-chan ketika melihatku lagi, ya?
Izaya melepas pakaiannya satu per satu. Dia lalu berbalik kearah cermin full-body yang ada didekat pintu masuk. Refleksi tubuhnya tampak dengan jelas, dan Izaya hanya menatap dengan tatapan kosong. Tubuhnya tidak terlalu kurus, ataupun gemuk. Izaya bisa dikategorikan dengan 'langsing', sesuatu yang aneh mengingat kedua orangtuanya adalah Alfa.
Dia lalu langsung berbalik dan menyalakan kran shower, dan membiarkan tubuhnya terbilas air hangat. Waktunya tidak banyak, hanya beberapa puluhan menit sebelum Kadota menjemput dan dia meninggalkan rumahnya selama 5 bulan.
Izaya mengambil sabun batangan miliknya. Sambil berpikir, dia mengoleskan sabun yang berwangi vanilla—ibunya yang memilihkannya—ke seluruh tubuhnya. Rumah Shizuo cukup jauh dari SMA Raira. Apa berarti dia harus bangun awal? Ah, Izaya selalu bangun awal dan bahkan sudah berbaju sebelum orangtuanya. Tapi bagaimana dengan Shizuo? Kalau Alfa itu belum bangun juga maka Izaya harus menyiraminya dengan air dingin, kayaknya.
Lalu juga, bagaimana dengan soal perusahaan? Kalau ayahnya sih, nona Namie Yagiri yang mengerikan itu sudah cukup untuk mengurus semua tetek bengek perusahaan. Kalau Shizuo bagaimana? Apa dia mengurus perusahaan? Kalau begitu Izaya tidak dapat melihatnya terus, dong.
Entah kenapa pemikiran itu membuatnya sedih.
Izaya lalu memutar bola mata dan mengambil botol shampoo berwangi vanilla lagi. Ibunya benar-benar terobsesi dengan wangi vanilla. Izaya tidak mengerti kenapa dia yang memakai semua benda itu dan bukan ibunya. Hell, bahkan kapur barus yang berada di lemari pakaiannya sedikit berbau vanilla!
Kok topik tentang Izaya melenceng kemana-mana ya?
Shizuo duduk bersila didepan meja ruang keluarga, laptop diatas meja dan berada tepat 30cm didepan mukanya. Mata Shizuo fokus ke layar sementara jari-jarinya bergerak otomatis di keyboard. Sesekali melihati tabel saham dan peningkatannya yang ia buat, lalu ke keyboard, dan ke jam.
Shizuo mengulangi proses tersebut sampai berkali-kali dan bahkan kedua pembantunya, Mikado dan Kida yang adalah seorang Beta, tidak berani memperingatinya kalau dia melewatkan makan siang. Bila seorang Alfa terlalu fokus dengan sesuatu dan kau kejutkan, itu bisa berakhir buruk.
Shizuo baru berhenti ketika suara bel berbunyi. Mikado beranjak untuk membuat pintu tapi Shizuo bergerak lebih dulu daripadanya. Akhirnya, pemuda itu kembali lagi ke dapur dan berbincang dengan Kida.
Saat Shizuo membuka pintu, aroma vanilla, kapur barus, dan kopi susu langsung menghantam hidungnya dengan brutal. Feromon yang cukup membuatnya ngiler.
"Halooo~ Shizu-chan!" panggilan dari pemuda yang cukup pendek didepannya ini membuatnya melihat kebawah. "Kenapa melamun, sih? Lagipula jangan mematung depan pintu, dong! Nih koper berat tau!~"
"Um—uh, huh." Shizuo lalu menyingkir dan membiarkan Izaya masuk kedalam, diikuti oleh Kadota yang juga membawa dua tas besar. "Oi, Izaya! Apa kau ingin pindah rumah atau apa?"
"Haah? Aku kan nginap disini selama 5 bulan! 5 bulan loh, Shizu-chan!" ucap Izaya lalu meletakkan kopernya di tempat Shizuo duduk tadi, sebelum membaringkan dirinya ke sofa dan mendesah puas. Shizuo tidak suka dengan desahan itu. "Jadi aku membawa barang-barang yang kuperlukan!~ Pakaian, buku, alat tulis. dan lain-lain! Dan berakhir jadi sebanyak itu~"
"Iiiizzaaayyaaa..." geram Shizuo mengerikan. Mikado dan Kida langsung ngacir ke ruangan mereka yang ada disamping dapur, sementara Kadota buru-buru keluar dari rumah tersebut setelah menaruh tas Izaya di samping kopernya. Izaya yang belum present sih santai-santai aja. "Ouch, mengerikan sekali!"
Shizuo langsung menindih Izaya dan menggeram kearahnya, benar-benar marah sekarang. Dia tidak tau apa yang dia marahi—mungkin karena Izaya membawa banyak barang dan nanti akan menjadi repot mencari yang hilang. Bukan Kadota yang mengantar Izaya. Ya. Pasti yang pertama. Pasti.
Izaya langsung mengingat Shizuo yang dulu menindihnya dan menggeram kearahnya, sebelum mengigit lehernya. Ia masih ingat rasa sakit dan sesuatu saat Shizuo melakukan itu. Tapi Izaya tidak ingin merasakan sensasi itu lagi, jadinya ia melepaskan tangan Shizuo dan menyelinap keluar dengan mudah karena tubuhnya yang kecil.
Semua terjadi begitu cepat bahkan Shizuo tidak tau apa yang terjadi dan tiba-tiba Izaya sudah—mencoba—mengangkat koper dan kedua tasnya dengan susah payah.
"Tangan ranting seperti itu tidak akan bisa mengangkat itu, Izaya." ucap Shizuo lelah dan mengambil koper serta kedua tas Izaya dengan satu tangan dan mengangktnya seakan itu hanyalah bulu burung saja. "Mari kutunjukkan kamarmu."
Izaya menonton dengan iri bagaimana Shizuo bisa mengangkat benda seberat itu dengan enteng. Dia iri sekali ya tuhan. Tenaganya bagaikan tenaga semut dibandingkan dengan tenaga 100 gajah.
Mereka naik ke tangga dan berbelok ke kiri, dimana ruangan khusus tamu jika menginap berada. Shizuo membuka pintu dengan tangan satunya dan menyalakan saklar lampu, sebelum menaruh barang-barang Izaya disamping lemari. "Oke. Ini kamaru. Kamarku ada di lorong kanan, paling ujung dan yang paling besar. Jangan coba-coba masuk tanpa mengetuk."
"Baik, master!~"
Shizuo menggeram kearahnya sebelum membanting pintu menutup.
A/N: REVIEW YA! /dor
Awalnya ide ini gaada di otak saya. GAADA SAMA SEKALI. Tapi ketika saya melihat foto Izaya yang masih SMP dengan Shizuo yang udah bapak-bapak hati yang tergerak untuk membuat fanfic ini. SAYA BEJAT DAN SAYA TAU HAL ITU /dor
Kenapa omegaverse? Karena /hampir/ nggak ada Shizaya Omegaverse bahasa indonesia. Saya pingin buat satu dan juga dengan ide Shizuo yang lebih dewasa dan bisa mengontrol diri sementara Izaya nggak bikin saya tertawa nista. /jahat
SEE YOU NEXT UPDATE!~
