Am I worth to be happy?

By: Adella Ryou

.

Disclaimer to all the cast in this fic and their God, but this fic belong to me.

Rate: M and little sadistic (I warn you, ok?)

Genre: Hurt/Comfort, Drama

Chapter: Dunno lol

Cast: Kim Yugyeom, Mark Tuan, Im Jaebum, Jackson, Bambam, Choi Youngjae, etc

Pair: MarkGyeom, JaeGyeom, JackGyeom, and YoungBam

Warning: It contains sex and a little sadistic. For children under 18, please exit and for you who hate gay, EXIT NOW!

Summary: "Semua orang berhak bahagia", benarkah begitu? Lantas dimana kebahagiaan untuk Yugyeom? Apakah kepedihan, luka, dan memar yg setia menemaninya adalah kebahagiannya? Ataukah Mark/Jaebum/Jackson? Apakah salah satu dari ketiga namja itu adalah kebahagiaan atau kepedihan untuknya?

Don't like, don't read, don't flame, ok? And for you who read it, REVIEW KAY?

Enjoy reading!

.

.

Chapter II: Don't ever regret your choices. You can't turn back time.

Sebuah mobil sedan putih berhenti dihadapan Yugyeom. Dari dalam sana, keluarlah seorang namja tampan bersurai pirang–Mark. Mark menghampiri Yugyeom dan mengusap pipinya lembut. "Yugyeom, are you okay?"

"Ne, hyung," jawab Yugyeom lemah dengan suaranya yang sudah parau. Sepertinya aktifitasnya dengan Jaebum membuat suaranya terkuras. "Kajja, hyung," Yugyeom mulai berjalan menuju sedan Mark, namun langkahnya terhenti begitu ia merasakan sakit yang luar biasa di holenya, dia tidak bisa berjalan.

Mark yang menyadari hal itu pun menuntun Yugyeom berjalan dengan mengalungkan sebelah lengan Yugyeom dibelakang lehernya.

"Sorry hyung, I always bothering you," ucap Yugyeom lirih, air mata mulai muncul dipelupuk matanya. Mark membuka pintu mobilnya dan membantu Yugyeom duduk didalam, setelah itu ia berlutut didepan Yugyeom.

"I already told you this, you can always depend on me, Gyeomie," Mark mengecup punggung tangan Yugyeom, lalu ia berdiri dan menutup pintu mobilnya. Kemudian ia berjalan dan masuk ke kursi kemudi. "Pasang seat belt-mu," Yugyeom mengangguk dan memasang seat beltnya, demikian juga Mark. Mark pun mulai menjalankan mobil sedan putihnya.

10 menit yang lalu, Yugyeom menelpon Mark untuk menjemputnya di kediaman Jaebum. Holenya yang sangat perih membuatnya tidak bisa berjalan pulang. Setelah Yugyeom menelpon Mark dan memakai bajunya, butler Jaebum membantunya berjalan keluar dari rumah Jaebum. Yugyeom menunggu Mark menjemputnya didepan gerbang rumah Jaebum. Tidak lama kemudian, Mark datang.

"Tumben hari ini sampai larut, apa terjadi sesuatu?" Mark membuka topik pembicaraan. Memang benar kali ini Yugyeom pulang sedikit lama, seharusnya dia hanya sampai jam 10 malam, tapi kali ini Yugyeom melakukannya sampai jam 12. Meskipun ini bukan kali pertamanya Yugyeom pulang larut, tapi Mark selalu bertanya, 'apa terjadi seuatu?', setiap Yugyeom pulang larut.

"Ne, hyung. Jaebum hyung menghukumku."

Ah, jawaban yang sudah Mark tebak. Meskipun Mark penasaran dan ingin bertanya lebih jauh, namun ia tidak pernah melakukannya. Ia tidak ingin membicarakan topik yang paling sensitif bagi namja yang paling ia sayangi ini.

.

.

.

"Hari ini kau tidak ingin ke kampus?" tanya Mark seraya mengusap kening Yugyeom lembut. Yang ditanya hanya mengangguk tanpa membuka matanya. Sepertinya dia masih kelelahan.

Semalam Yugyeom menginap di rumah Mark, setiap dirinya bekerja sampai larut, Yugyeom selalu menginap di rumah hyung tersayangnya ini.

"Yasudah, hyung tinggal kerja, ne? Sarapanmy ada dimeja makan. Makanlah nanti," Mark mengecup kening Yugyeom, lalu berjalan meninggalkan Yugyeom.

Mark bekerja sebagai dosen bahasa inggris di universitas Yugyeom, jadi wajar saja jika pertemuan mereka terjadi di universitasnya itu.

Pertemuan mereka terjadi setahun yang lalu, saat itu Yugyeom roboh di kampus karena Jaebum memfucknya terlalu keras semalam. Orang pertama yang menemukan Yugyeom adalah Mark. Mark segera membawa Yugyeom ke ruangan pribadinya dan merebahkan Yugyeom di sofa. Jadwal Mark saat itu sedang kosong, dia pun menunggu Yugyeom siuman.

Satu jam lebih berlalu, Mark yang sedang berkutat dengan essay inggris mahasiswa-mahasiswa didikannya, melirik Yugyeom ketika Yugyeom bergerak-gerak dalam tidurnya. Perlahan Yugyeom membuka kelopak matanya dan menautkan kedua alisnya bingung begitu melihat ruangan yang tak ia kenali.

Mark meninggalkan aktifitasnya dan menghampiri Yugyeom. "You collapsed out there, then I brought you here. Are you ok?"

Yugyeom yang mengenali sosok namja pirang yang ada dihadapannya pun sontak berdiri. "Mark seonsaengnim, terima kasih banyak sudah menolong saya dan maaf merepotkan," Yugyeom membungkukan tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar. Sialnya setelah Yugyeom mencoba memutar-mutar kenop pintu itu hasilnya nihil, pintu itu dikunci oleh Mark.

"Kim Yugyeom, right?" suara Mark membuat Yugyeom membalikan tubuhnya dan menatap kedua iris Mark. "You caught my attention," Mark berjalan kearah Yugyeom dan menghimpit Yugyeom ke pintu. "You're a genius student and always got A+ on my tests."

"Seonsaengnim, pintunya terkunci," ucap Yugyeom tanpa mempedulikan ucapan Mark barusan.

"Yeah, I know. I'm the one who did that. So, what happend to you if I may know?"

"Saya hanya kelelahan. Bisakah seonsaengnim membuka pintunya sekarang?"

"Liar," umpat Mark seraya membuka 2 kancing teratas kemeja Yugyeom, lalu tampaklah banyak lebam keunguan. "Can you explain this?"

Yugyeom memnggigit bibir bawahnya, ragu apakah menceritakannya ke Mark adalah pilihan yang tepat?

Mark yang membaca raut keraguan Yugyeom, mengusap kepala Yugyeom lembut. "I'll keep your secret, you're my favorite student anyway. I promise."

"And please, panggil saja hyung dan hilangkan kata-kata formalmu ketika kita sedang berdua. Terlalu formal tidak bagus," sambung Mark.

Yugyeom yang percaya dengan Mark pun memulai ceritanya, dimulai dari appanya yang pergi meninggalkan keluarganya, membuat Yugyeom yang berwajah seperti appanya harus merasakan kebencian dari eomma dan adiknya sampai pekerjaannya dengan Jaebum.

Sejak saat itulah Yugyeom mulai bergantung pada Mark

.

.

.

Mark merogoh saku kemejanya begitu ia merasa ponselnya bergetar. Dan benar saja, ada pesan masuk dari Yugyeom yang menyuruhnya untuk menemui Yugyeom di halaman utama universitas.

Yugyeom berlari kecil kearah Mark saat ia melihat sosok Mark yang tengah berjalan kearahnya. "Hyung, ini kunci rumah hyung," Yugyeom memberikan kunci pada Mark. "Aku sudah sarapan kok hyung. Masakan buatan hyung sangat lezat."

Mark memasukan kunci rumahnya ke saku celananya. "Kau sudah baikan? Apa kau ingin ke kampus dengan keadaan seperti ini?"

"Ani hyung. Hari ini aku ingin absen. Aku kesini hanya untuk memberikan kunci," Mark mengernyitkan keningnya, meminta penjelasan, Yugyeom pun segera menjawabnya. "Aku ingin cari uang tambahan."

Mark yang mengerti arah pembicaraan ini, menatap Yugyeom tidak suka. "Kalau soal uang, bisa hyung berikan. Kau tidak perlu ke tempat 'itu'."

"Sirheo hyung. Hyung sudah terlalu banyak membantuku, aku tidak mau merepotkan hyung terus."

"But ... your hole still hurt, right? Apa kau yakin akan pergi dengan keadaan begini?"

Yugyeom mengangguk, "Sudah agak baikan hyung. Aku berjanji tidak akan kenapa-napa."

"Arrasseo, hati-hati, ne?" Mark tahu dia tak bisa menghentikan Yugyeom ketika dia sudah membuat keputusan. Yugyeom mengangguk sekali lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkan Mark.

Tiba-tiba muncul sepasang tangan yang melingkari pinggang Mark dari belakang. "Mark seonsaengnim, sedang apa disini~?" Mark menghela nafas, mengenali suara namja dibelakangnya ini–Bambam. "Kalian berdua bicara apa?"

Mark membalikan tubuhnya menghadap Bambam, membuat pelukannya terlepas. "Dia hanya bilang akan terlambat mengumpulkan tugas karena ada urusan."

Tanpa menunggu balasan Bambam, Mark berjalan meninggalkannya, menghiraukan Bambam yang tengah menatapnya tak suka.

.

.

.

Yugyeom melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah bar. Ini adalah kunjungan ketiganya ke tempat ini dan setiap dirinya masuk ke tempat ini, Yugyeom selalu gugup.

Yugyeom berjalan kearah bartender. "I felt hot and turn on," bisiknya pada bartender tersebut seraya menahan malu ketika dirinya mengucapkan kata-kata gila itu. Sang bartender itu mengangguk mengerti akan kode yang Yugyeom ucapkan dan membawanya ke sebuah pintu yang tertutup rapat dibelakang bar.

"Masuklah," perintah bartender tersebut, lalu ia kembali ke tempatnya semula, melanjutkan pekerjaannya.

Yugyeom menelan salivanya sebelum akhirnya membuka pintu tersebut. Nampaklah sebuah ruangan yang diterangi cahaya biru. Disana terlihat seorang namja pirang yang tengah duduk disebuah sofa merah, menunggu kedatangan Yugyeom.

"Welcome back, baby. I already waited for you~" ucap namja pirang itu eksotis, dia mengulurkan tangannya pada Yugyeom. "C'here, baby. Makes me feels good."

Yugyeom berjalan mendekat dan menerima uluran tangannya.

.

.

TBC

Ini chap aslinya udh gw selesaiin dari kmaren2 cma blm gw publish karna mau nunggu review biar banyak skalian mau liat hasil voting, cma readers nya pada bingung ya? Terus juga Jackson nya belum muncul jadi makin bingung? Well yeah, gw memutuskan votingnya gw panjangin, jadi monggo redears PLZ BANGET REVIEW DAN VOTING! GW HARGAI BANGET ITUU! Soalnya jujur gw bingung mau jodohin Gyeomie sma siapa karna gw suka JaeGyeom, MarkGyeom, dan JackGyeom, gw gabisa pilih salah satu *nangis*

Dan juga banyak yg bilang alurnya terlalu cepet ya? Miaann, waktu nulis ini gw ga merasa alurnya kecepetan jadi rada ga peka gw. Mian lagi kalo nih FF tiap chapnya dikit sekaliih, mungkin kalo udh menjerumus ke main route nanti akan gw panjangin karna sekarang2 ini baru intro perkenalan main charanya, posisi mereka, dan intro plot awalnya :"D

Replies corner:

Araniyahb: Ini sudah lanjut beb. Makasih author udh disemangatin~ ^w^

Lovewang: Ini udah lanjut chagi. Okk, note ya votenya~ :D

Markgyeombi: Well soal JB jahat atau baiknya … duh kasih tau ga ya? Nti malah spoiler wkwk Sebenernya sih JB ga jahat bby, cma yah … tunggu jawabannya nanti~~ *kabur* Note buat JB ya ^^

Gyeomi: Okk note Jack ^^ JB aslinya ga jahat kok, itu hanya caranya utk mengungkapkan … tunggu aja jawabannya nanti~~ :D

Liliwati: Note utk Mark ^^

Queen Winkata: Jack baru muncul di chap depan, jadi buat fansnya Jack bersabar dlu ya sampe chap depan update :"D Well, sebenernya gw pake kata2 itu karna gw rasa kalo di translate ke Bahasa Indonesia rada ambigu utk gw, jadi gw pake inggris Makasih sebelumnya buat sarannya, mian kalo rada ga nyaman karna gw udh merasa nyaman pake kata itu :"D

THX FOR YOUR REVIEWS AND VOTES GUYS. I'LL ALWAYS WAIT FOR YOUR NEXT REVIEWS AND VOTES, SO PLZ REVIEWS AND VOTES. I REALLY APPRECIATE IT SO MUCH! ^^

See ya next chap,

Adella Ryou