Am I worth to be happy?
By: Adella Ryou
.
Disclaimer to all the cast in this fic and their God, but this fic belong to me.
Rate: M and little sadistic (I warn you, ok?)
Genre: Hurt/Comfort, Drama
Chapter: Dunno lol
Cast: Kim Yugyeom, Mark Tuan, Im Jaebum, Jackson, Bambam, Choi Youngjae, etc
Pair: MarkGyeom, JaeGyeom, JackGyeom, and YoungBam
Warning: It contains sex and a little sadistic. For children under 18, please exit and for you who hate gay, EXIT NOW!
Summary: "Semua orang berhak bahagia", benarkah begitu? Lantas dimana kebahagiaan untuk Yugyeom? Apakah kepedihan, luka, dan memar yg setia menemaninya adalah kebahagiannya? Ataukah Mark/Jaebum/Jackson? Apakah salah satu dari ketiga namja itu adalah kebahagiaan atau kepedihan untuknya?
Don't like, don't read, don't flame, ok? And for you who read it, REVIEW KAY?
Enjoy reading!
.
.
Chapter III: Behind the beautiful rose, there are always thorns.
Wang Jackson.
Nama yang tak asing bagi seluruh penduduk Hongkong. Bagaimana tidak? Dia adalah anak dari presdir salah satu perusahaan terkemuka di negaranya sekaligus calon penerus perusahaan tersebut. Selain memiliki latar belakang yang sempurna, Wang Jackson juga memiliki paras yang tampan. Tidak heran jika banyak wanita kelaparan yang mengincarnya. Namun sayang dia ini adalah tipe yang suka main-main.
"J-Jackson ... aku mau ... ahh–" Yugyeom klimaks sebelum menyelesaikan kalimatnya, membuat seringaian menggoda Jackson muncul, dia pun mempercepat tempo thrustnya.
"What a bad boy~"
"This because your fault, hyung. Yours is too good ... I can't hold it," Yugyeom meremas butt Jackson kencang, membuat pria berdarah Hongkong itu klimaks di holenya.
Jackson mengeluarkan juniornya dari hole Yugyeom dan merebahkan tubuhnya disamping Yugyeom. "You're so great like always, baby. Only you can satisfy my little brother."
"Yesh, I ... know hyungh ...," sebenarnya Yugyeom benar-benar sudah kelelahan. Entah sudah berapa ronde mereka mainkan selama 3 jam itu. Kadang Yugyeom heran dengan Jackson dan Jaebum, kenapa junior mereka susah sekali untuk puas?
"Hyung, kapan hyung sampai ke Korea?"
"Kemarin malam, ada urusan bisnis dengan perusahaan lain di Korea," Jackson membalikan tubuhnya untuk menatap wajah Yugyeom. "Maaf ya, hyung menelponmu mendadak tadi."
"Tidak apa, hyung." Yugyeom tersenyum tipis. Tadi pagi setelah dirinya bangun, Jackson menelponnya tiba-tiba. Karena keuangan Yugyeom yang minim, dirinya pun menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jackson. "Ngomong-ngomong perusahaan hyung ada bisnis dengan perusahaan apa disini?"
Jackson mengusap kening Yugyeom lembut. "Perusahaan Im. Memang kenapa?"
Yugyeom mengerutkan keningnya. "Perusahaan Im?"
"Ya, kau kenal dengan pemiliknya?"
"A-ani hyung, cuma pernah dengar saja," sangkal Yugyeom cepat, Jackson hanya mengangguk dan memejamkan matanya.
Perusahaan Im. Tidak salah lagi itu adalah perusahaan milik keluarga Jaebum.
.
.
.
Hari ini Yugyeom ke kampus seperti biasa. Dia tidak ingin ketinggalan pelajaran karena terlalu banyak membolos. Yugyeom masih menyesali keputusannya untuk menemui Jackson kemarin sekaligus bermalam disana padahal holenya masih sakit, meskipun tidak separah sebelumnya. Akibatnya sekarang dia harus berjalan dengan susah payah.
"Hyuungg!" Yugyeom tersentak begitu ada seseorang yang memeluknya dari belakang. "Kemana saja hyung tidak pulang? Aku rindu sekali pada hyung~"
–Bambam.
"Mian, hyung tidak memberi kabar."
"Anyway hyung, aku ingin bicara sebentar boleh?"
Shit! Yugyeom benar-benar sial harus bertemu dengan Bambam pagi ini. Dirinya tidak ingin berurusan dengan Bambam sekarang, tapi Yugyeom tidak punya pilihan. "Sebentar saja ya?"
"Ne hyung~" Bambam pun menarik Yugyeom kesudut kampus, tempat yang jarang dilewati penghuni kampus. "Aku to the point saja ya hyung."
Tiba-tiba datang 2 orang namja dari belakang Yugyeom. 2 orang namja itu langsung mengunci kedua lengan Yugyeom agar dirinya tidak bisa melarikan diri, meskipun Yugyeom sudah mencoba berontak.
"Apa yang hyung dan Mark seonsaengnim bicarakan kemarin di halaman kampus? Dan kenapa setelah itu hyung juga tidak pulang ke rumah?"
Yugyeom bingung bukan main. Kenapa dongsaengnya ini sangat penasaran dengan dirinya? Ah, lebih tepatnya, kenapa Bambam sangat peduli soal dirinya? Atau jangan-jangan–
"Bamie, jangan-jangan kau ... menyukai Mark seonsaengnim?"
"DIAM! Jawab pertanyaanku hyung! Jangan balik bertanya!" Bambam mencengkeram kerah baju Yugyeom dan menariknya.
Yugyeom menghela nafas. "Kami hanya membicarakan soal tugas kuliah, Bamie. Hubungan kami hanya sebatas guru dan murid, tidak lebih. Lalu soal hyung tidak pulang semalam, hyung menginap di rumah Jaebum hyung," bohong Yugyeom.
Tanpa Yugyeom sadari, salah satu teman Bambam yang lain datang dari belakangnya dengan membawa seember air dan menumpahkannya ke Yugyeom, membuat Yugyeom basah kuyup.
Sontak Bambam dkk tertawa ber high fivebersamaan. Bambam membisikan sesuatu kepada Yugyeom, lalu berjalan meninggalkannya sendirian.
"You're an eyesore, hyung."
.
.
.
Mark menghela nafas lelah. Semalam ia terpaksa lembur karena banyak pekerjaan yang belum terselesaikannya. Baru saja Mark ingin membuka pintu mobilnya, matanya menangkap sosok yang tak asing tak jauh dari tempatnya.
Yugyeom.
Mark berlari meninggalkan mobilnya untuk menghampiri Yugyeom yang basah kuyup. "Oh my Gyeomie, what happened to you?" Mark baru ingin mengelus kepala Yugyeom, namun ditepis Yugyeom kasar. Mark menatap Yugyeom bingung.
"Sudahlah hyung, jangan dekati aku lagi," desis Yugyeom. "Kau seharusnya lebih peduli kepada orang yang mencintaimu hyung, bukan padaku," Yugyeom berjalan menjauhi Mark. Sebenarnya dirinya tidak rela jika hubungannya dengan Mark harus berakhir seperti ini. Tanpa sadar, Yugyeom menitikan air matanya.
Disisi lain, Mark masih terdiam di tempat. Dirinya masih memikirkan perkataan Yugyeom.
Orang yang mencintainya.
Orang yang mencintai Mark.
Bambam yang mencintai Mark.
Tidak salah lagi,pasti Bambamlah orang yang dimaksud oleh Yugyeom. Kalau bukan karena ancaman dari Bambam, Yugyeom tidak mungkin akan memutuskan hubungan dekatnya dengan Mark semudah ini.
Karena namja satu ini sangat menyayangi keluarganya, namun sayang keluarganya membencinya.
.
.
.
"Hyuungg~" panggil Bambam mesra. Sekarang ini dirinya tengah duduk menyender pada dada bidang Youngjae–sunbae yang menyukai Bambam di kampus–di sofa apartemen Yougjae. Bambam adalah namja yang memiliki paras cute, membuatnya disukai para yeoja, maupun namja di kampusnya. Jadi tidak heran jika Bambam memiliki banyak pengikut di kampusnya.
"Ada apa, chagi~?" tanya Youngjae seraya membelai surai cokelat Bambam dengan sayang.
"Aku sedang kesal dengan seseorang, hyung."
"Siapa orang itu, chagi? Ceritalah pada hyung," Youngjae mencium puncak kepala Bambam berulang-ulang.
"Namanya Kim Yugyeom, hyung."
Youngjae menghentikan aktifitasnya dan menatap Bambam heran. "Lho, bukankah dia saudaramu?"
"Ne, hyung. Aku boleh minta tolong pada hyung?" Bambam membalikan tubuhnya dan memeluk Youngjae.
"Sure, chagi. Apa yang kau mau?"
Bambam menjilat dan menghisap leher Youngjae, meninggalkan kissmark dileher putih Youngjae. "Beri dia pelajaran, hyung," bisiknya ditelinga Youngjae.
"Tapi apa alasannya, chagi? Apa kau tidak tega melakukan hal tersebut pada saudaramu sendiri?"
"Hyung tidak sayang padaku ya? Hyung tidak mau mengabulkan permintaanku?" Bambam menatap Youngjae tak percaya. "Aku benci hyung!"
"Arrasseo, hyung turuti permintaanmu. Jangan benci hyung, ne?" Youngjae mengecup kening Bambam, lalu memeluknya sayang.
"Gomawo, hyung," tanpa diduga, Bambam meremas junior Youngjae yang masih terbungkus celana itu dengan sengaja.
"C-chagi ... apa yang kau ... hhh ... lakukan?" tanya Youngjae, dirinya berusaha menahan desahannya mati-matian.
"Hyungg sudah menegaanggg~" Bambam masih terus meremas junior Youngjae sampai Youngjae menerkamnya dengan menindih Bambam dibawahnya.
"Chagi, bertanggung jawablah atas perbuatanmu," iris mata Youngjae menatap Bambam serius. Bambam merespon dengan senyuman nakalnya, tangannya bergerak membuka zipper celananya dan menanggalkan celana tersebut.
"Silakan hyung, holeku sudah tidak sabar untuk mencicipi hyung~" Bambam mengangkangkan kakinya agar Youngjae bisa masuk dengan mudah.
Choi Youngjae.
Seorang calon penerus perusahaan fashion ber-branded 'Choi' itu merupakan salah satu mahasiswa terkaya di kampusnya. Dirinya sudah tergila-gila pada Bambam sejak pertemuan pertamanya di perpustakaan kampus. Saat itu ponsel Youngjae tertinggal disana, membuatnya harus kembali untuk mengambilnya. Entah takdir atau apa, Bambamlah yang memungut ponsel Youngjae. Dan saat itulah cinta Youngjae dimulai.
Memang beruntung Bambam bisa disukai namja kaya nan tampan seperti Youngjae, namun sayang Bambam hanya memanfaatkan Youngjae dan mempermainkan hatinya.
"Ahh ... disana ... hyungh," ucap Bambam ketika Youngjae menusuk tepat di sweet spotnya. Youngjae menyeringai dan menusuk titik tersebut berkali-kali, membuat desahan Bambam semakin menjadi-jadi.
"H-hyungghh ... more ... ahh," pinta Bambam seraya mengalungkan kedua tangannya dileher Youngjae, mendorong Youngjae agar lebih dekat dengannya. Youngjae mengabulkan permintaan Bambam, dia semakin mempercepat temponya.
"Hyuungghh ... aku mau ... ahh," cairan putih keluar dari penis Bambam, disusul oleh Youngjae yang mengeluarkan cairan putihnya di hole Bambam.
Youngjae yang kelelahan pun merebahkan tubuhnya diatas tubuh Bambam dan memejamkan matanya, tertidur.
Bambam tersenyum, namun senyumannya bukanlah senyuman senang, melainkan senyuman licik. Otaknya sibuk memikirkan kejadian-kejadian malang yang nanti akan menimpa hyungnya itu. Youngjae adalah orang kaya, dia pasti akan menyewa gangster-gangster kejam diluar sana untuk menghajar Yugyeom. "Hyung, you gotta prepare yourself~"
.
.
TBC
Ahh, gw bener2 mau minta maaf,karena lagi2 updatenya dikiitt Di chap sebelumnya gw udh kasih tau kan kalo lagi sibuk ngurus daftar ulang kampus dan kampus gw jauh banget di depok sedangkan gw bukan orang depok jadi yaa cape juga ngetiknya kalo banyak. Janji deh Besok gw bkin lebih banyak dri ini ^^
Disini gw bkin pair minor ya YoungBam, miaaann. Bingung abisnya mau nentuin chara sunbae buat Bambam sma member yg mana Daann utk Jack lovers pokoknya mesti stay tune buat chap depan, karna Besok gw mau buat plot utk Jack/eh spoiler :v
Ok see yaa,
Adella Ryou
Replies corner:
Queen Winkata: Ini udh lanjut ^^ Disini udh ada Jacknya tuh, tapi baru sedikit Tapi tunggu chap depan buat Jack lovers ya ^^
Araniyahb: Sama pelanggannya? Jackson dong? XD
Salvia Im: Soal sarannya, sebenernya gw kalo ngetik juga gitu, cma karna masalah waktu yg mepet karna sibuk banget jadi gw ngetiknya di non italic Makasih utk sarannya ^^
Markgyeombie: Miaann author belum bisa mengabulkan permintaan chingu, tapi janji deh besok update lebih banyak dri ini ^^ Yap benar, faktor yg mendominasi karna dia iri, bukan karna tampangnya yg mirip appanya, kecuali kalo eommanya benci dia emang karna tampangnya. Iya dulu dia baik sma Gyeomie. Soal pertanyaannya, ini bukan FF remake dan gw ga pernah baca FF 2pm karna gw bukan fansnya jadi gabaca FF 2pm, ini murni hasil pemikiran gw sendiri ^^
Liliwati: Iya benar, Bamie suka sma Mark tpi Mark suka sama Gyeomie. Kalo soal pair, jujur gw masih belum tau mau di pair siapa karna di FF ini endingnya yg voting kalian, jadi gw pake hasil voting ^^
Lovewang: Iya ini Jacknya udh dikeluarin, meskipun gw blm bisa mengabulkan permintaannya utk memanjangkan cerita Utk Jack lovers mesti cek chap depan ya ^^ Soal pairing, personality chara disini gajadi masalah utk endingnya nti. Jadi misal votingnya Jae menang, tpi Sifat Jae yg sadis ga memungkinkan utk bahagiain Gyeomie, ya itu gaakan jadi masalah karna nti banyak event lain di chap depan yg akan berdampak sma personality charanya kedepan, dgn kata lain bisa jadi di chap depan sifat Jae akan berubah karna suatu hal, tergantung hasil voting yg akan menentukan plot kedepannya ^^
Buat readers yg nge review makasih banget yaa, Ditunggu reviews kalian di chap inii ^^ Dan Thanks juga buat yg nge reviewnya panjang, sumpah gw suka banget sama orang yg review panjang karna gw sangat menikmati saat baca review2 itu, meskipun isinya kritik dsb. Tapi bukan berarti gw ga seneng sma yg review pendek ya, gw juga seneng kok chingu, jadi kalo bisa reviewsnya yg panjang ya *maksa* *author dikeroyok* Bercanda kok, reviews pendek atau panjang gaakan jadi masalah, so feel free to review! ^^
