Am I worth to be happy?

By: Adella Ryou

.

Disclaimer to all the cast in this fic and their God, but this fic belong to me.

Rate: M and little sadistic (I warn you, ok?)

Genre: Hurt/Comfort, Drama

Chapter: Dunno lol

Cast: Kim Yugyeom, Mark Tuan, Im Jaebum, Jackson, Bambam, Choi Youngjae, etc

Pair: MarkGyeom, JaeGyeom, JackGyeom, and YoungBam

Warning: It contains sex and a little sadistic. For children under 18, please exit and for you who hate gay, EXIT NOW!

Summary: "Semua orang berhak bahagia", benarkah begitu? Lantas dimana kebahagiaan untuk Yugyeom? Apakah kepedihan, luka, dan memar yg setia menemaninya adalah kebahagiannya? Ataukah Mark/Jaebum/Jackson? Apakah salah satu dari ketiga namja itu adalah kebahagiaan atau kepedihan untuknya?

Don't like, don't read, don't flame, ok? And for you who read it, REVIEW KAY?

Enjoy reading!

.

.

Chapter IV: Every moments can't be last forever.

Sinar matahari pagi masuk menerobos jendela kamar Yugyeom. Yugyeom membuka kelopak matanya perlahan. Hari ini hari sabtu, dia tidak ada jadwal kuliah sampai besok. Dengan kata lain, Yugyeom leluasa sampai besok.

Meskipun ia leluasa, harus Yugyeom apakan waktu luangnya itu? Biasanya saat hari libur begini, dia habiskan bersama Jaebum karena Jaebum yang menghubunginya tiba-tiba atau dia habiskan untuk hang out bersama Mark.

Ah … Mark.

Sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh mengucapkan itu pada Mark. Dia benar-benar tidak ingin hubungan mereka terakhir begitu saja. Otak Yugyeom memutar kejadian kemarin yang ingin ia tepis jauh-jauh. Seandainya saja Mark tahu bahwa Yugyeom sangat menyesal.

Pikiran Yugyeom teralih pada ponselnya yang sedang bergetar. Seseorang sedang menghubunginya. Yugyeom membaca nama yang tertera dilayar ponselnya.

Jackson.

Yugyeom mengangkat panggilan Jackson. "Yeoboseyo."

Terdengar suara berat yang khas dari seberang sana, "Babyy~~ Can you do me some favor? Kau sedang tidak sibuk kan hari ini?"

"Ani hyung, apa yang bisa kubantu?" kemudian Yugyeom berdeham. "To satisfy your little brother?"

Jackson tertawa, "Baby, kau benar-benar nakal ya~ Atau jangan-jangan sebenarnya kau yang sudah tidak tahan ya untuk kubobol, hm~?"

"A-ani!" seru Yugyeom refleks, terdapat semburat merah tipis dipipinya. "Hyung jangan bercanda atau kututup."

Jackson berhenti tertawa, "Baby, jangan ngambek begitu dong. Kau tahu aku suka bercanda."

"Tidak lucu, hyung!" Yugyeom mem-poutkan bibirnya jengkel akan tingkah Jackson.

"Mian baby, hyung hanya ingin minta tolong bantuanmu," ucap Jackson serius, "Hyung masih belum terbiasa dengan jalan di Korea, kau mau membantu hyung menunjukan jalan kan?"

"Arasseo, jam berapa hyung?"

"Satu jam lagi hyung akan menjemput kerumahmu," Jackson memutuskan sambungannya, membuat Yugyeom yang baru ingin bertanya bungkam.

.

.

.

Jackson menjemputnya 10 menit lebih cepat, terlihat dari sebuah mobil sport merah mencolok yang terparkir didepan rumahnya sedari tadi. Untungnya hari ini eommanya dan Bambam sedang pergi.

Yugyeom keluar rumahnya terburu-buru, "Hyung datang terlalu cepat," nafas Yugyeom tersenggal-senggal.

"Karena aku tidak sabar ingin bertemu denganmu, baby," goda Jackson, Yugyeom memukulnya pelan.

"Hyung, kenapa hyung tahu rumahku?" tanya Yugyeom dan tentu saja Jackson tidak memberitahukan alasannya.

Sebenarnya saat kali pertama Jackson bertemu Yugyeom di bar, Jackson sudah jatuh cinta padanya. Jackson yang kala itu baru pertama kali ke Korea karena ayahnya yang ingin memperbesar perusahaannya sampai ke Korea, lalu ia bertemu dengan Yugyeom di bar. Dia pikir dengan pergi ke bar untuk memfuck seseorang dapat menghilangkan stress karena pekerjaannya, tanpa disangka namja yang melayaninya adalah Yugyeom.

Namja?

Ya namja. Jackson tidak tertarik dengan yeoja karena sang ayah yang seenaknya menunangkannya dengan seorang yeoja yang selevel dengannya untuk membuat keturunan nanti. Jackson yang membenci ayahnya itu sengaja memilih jalan gay untuk membuat ayahnya kesal. Awalnya Jackson hanya main-main untuk menjadi gay, tapi Yugyeom membuatnya menjadi serius.

Sayangnya waktu Jackson di Korea tidak lama, dirinya harus kembali ke Hongkong. Oleh karena itu, dengan waktu yang singkat itu dia pun mencari tahu semua tentang Yugyeom termasuk alamatnya. Diam-diam Jackson membuntuti Yugyeom pulang kerumah setrlah Yugyeom selesai melayaninya.

"Rahasia, baby~ kajja," Jackson pun masuk kedalam mobil diikuti Yugyeom yang cemberut karena Jackson tidak memberitahu alasannya padanya. Jackson menjalankan mobilnya dan melirik Yugyeom dari kaca depan. "Honey, jangan cemberut terus dong. Masa begitu saja marah?"

Yugyeom tidak menggubris perkataan Jackson, dia malah melihat keluar jendela dengan muka yang tetap sama, cemberut.

Jackson geleng-geleng melihat namja bersurai merah yang cemberut itu. Nanti lama-lama dia juga akan baikan sendiri.

.

.

.

Yugyeom bingung bukan main. Pasalnya sebelumnya Jackson bilang belum hafal jalanan di Korea karena jtu dia mengajak Yugyeom untuk membantunya. Tapi kenyataannya selama diperjalanan tadi, Yugyeom sama sekali tidak membantu Jackson menunjukan jalan karena Jackson tidak memintanya sama sekali.

"Hyung bohong padaku waktu bilang belum hafal jalanan di Korea," ucapan Yugyeom membuat Jackson tertawa.

"Itu hanya pancingan untukmu, baby. Agar kau mau ikut bersamaku."

Yugyeom tidak membalas perkataan Jackson. Dia hanya menatap kearah pintu masuk taman hiburan didepannya. "Kenapa hyung membawaku kesini? Aku kan tidak minta."

"Aku kangen padamu, chagi. Jadi aku ingin menghabiskan liburanku denganmu," setelah Jackson mengatakan itu, dia pun menarik Yugyeom masuk kedalam taman hiburan itu. Yugyeom memandang isi taman hiburan takjub karena ini adalah kali pertamanya dirinya pergi ketempat seperti ini.

"Kita bisa menaiki semua ini, hyung?" tanya Yugyeom dengan tak henti-hentinya ber'wow' ria.

Jackson mengangguk, "Kau mau naik yang mana dulu, chagi?"

Yugyeom menunjuk salah satu wahana yang lumayan jauh dari mereka, namun karena tinggi wahana itu yang menjulang keatas, wahana itu masih bisa terlihat meskipun dari jarak yang jauh—roller coaster. Jackson yang melihat arah yang ditunjuk Yugyeom seketika terdiam.

"Err, kita kan baru datang, ayo kita naik yang tidak terlalu ekstrem," usul Jackson, mencoba menyembunyikan ketakutannya pada wahana mengerikan itu. Untungnya Yugyeom tidak sadar akan ketakutan Jackson dan mengangguk patuh. Mereka pun menaiki merry go round, cangkir putar(?), robocop, dan kora kora yang tentu saja semua itu adalah pilihan Jackson.

"Hyung, tidak seru ah. Masa naiknya yang begitu-gitu saja?" keluh Yugyeom akhirnya. "Kapan naik roller coasternya, hyung?"

"Bagaimana kalau kita makan dulu? Kau pasti lapar kan?" tawar Jackson yang lagi-lagi menghindari topik soal roller coaster itu. Yugyeom yang terlalu asik bermain itu pun tidak sadar bahwa perutnya sudah lapar.

"Ne, aku lapar. Kita mau makan apa, hyung?" tanya Yugyeom, Jackson pun merangkul pinggang Yugyeom seraya berjalan ke area food court.

"Kau mau makan apa?"

"Umm," Yugyeom berpikir sejenak sambil melihat-lihat kedai-kedai makanan yang sudah tidak jauh. "Aku mau makan cemilan saja, hyung."

Setelah itu, Yugyeom duduk disalah satu meja yang kosong, sedangkan Jackson memesankan makanan untuk mereka berdua. 10 menit kemudian, Jackson kembali dengan kedua tangannya yang penuh karena memegang banyak makanan.

Yugyeom bersorak girang dan mulai memakan makanan yang ia pesan, yaitu hamburger, hotdog, chicken nuggets, dan sossis panggang. Jackson hanya tersenyum melihat Yugyeom yang makan dengan bahagia itu. Yugyeom yang menyadari tengah diperhatikan oleh Jackson pun berhenti makan. "Hyung, tyidak muakan?" tanyanya dengan mulut yang penuh.

"Aku sudah kenyang hanya dengan melihat wajahmu," gombal Jackson membuat Yugyeom memukul bahu Jackson pelan. Jackson tertawa akan reaksi Yugyeom dan mulai membuka bungkus hamburgernya. "Ini hyung makan. Jangan marah begitu, ne?"

Mereka berdua pun makan bersama sambil sesekali bercanda.

.

.

.

Sungguh perut Jackson benar-benar mual saat ini. Masalahnya setelah dirinya baru selesai makan, Yugyeom merengek-rengek untuk naik roller coaster, Jackson sebagai gentleman yang baik mau tidak mau harus menuruti keinginan sweetie pienya ini. Selain itu, dia juga tidak mau Yugyeom tahu kalau dia takut dengan wahana menyeramkan seperti itu, jadi dia pun menaikinya. Dan berakhirlah dia didalam bilik toilet pria. Mencoba mengeluarkan semua rasa mualnya.

"Hyung, sudah?" tanya Yugyeom seraya mengetuk-ngetuk pintu bilik toilet. Jackson keluar toilet setelah dirasanya cukup. "Hyung, gwaenchana?"

"Ne," jawab Jackson singkat yang sepertinya masih mual itu.

Yugyeom merasa sangat bersalah karena Jackson jadi begini setelah mereka berdua menaiki roller coaster. "Jeongmal mianhe, hyung."

"Ani, hyung tidak apa-apa. Kenapa Gyeomie minta maaf?" Jackson mengelus punggung Yugyeom dengan sayang, Yugyeom menenggelamkan wajahnya dibahu Jackson.

"Karena … hyung takut naik roller coaster, tapi aku tetap memaksa hyung menaikinya."

Saat itu juga hati Jackson tertohok oleh perkataan jujur Yugyeom. Aish, sweetie pienya ini memang sangat jujur dan blak-blakan. Jujur memang baik tapi ingat situasinya, oke?

"Hyung baik-baik saja. Ayo kita kembali," ucap Jackson, Yugyeom mengangkat kepalanya dan mereka berdua pun keluar dari toilet. "Bagaimana kita naik bianglala sebagai penutup?"

"Aish, hyung benar-benar seperti anak kecil! Daritadi naik merry go round, cangkir putar, dan sekarang mau naik bianglala."

Dan untuk kedua kalinya hati Jackson tertohok oleh ucapan jujur Yugyeom. "Bukan begitu, honey. Memangnya kau tidak merasa romantis saat naik bianglala saat matahari terbenam seperti sekarang ini?"

Jika dipikir-pikir, usulan Jackson boleh juga. Selain karna romantis, mereka juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang indah. "Ne, hyung. Kajja!" Kini gantian Yugyeom yang excited untuk menaiki bianglala.

Untungnya antrian bianglala saat itu tidak terlalu panjang, jadi mereka tidak perlu mengantri lama. Mungkin karena waktu yang sudah sore, banyak pengunjung yang sudah pulang, mengingat pengunjung dominan taman hiburan ini adalah keluarga yang membawa anak-anaknya.

Yugyeom bergumam kagum pada keindahan sunset didepan matanya saat bianglala mereka berhenti tepat dipuncak. Sedangkan Jackson sibuk memerhatikan tingkah Yugyeom yang menurutnya menggemaskan itu sambil tersenyum. Cahaya oranye dari sunset yang menyinari dirinya dan Yugyeom membuat Yugyeom semakin indah dimata Jackson.

Tangan Yugyeom ditarik tiba-tiba dan matanya menangkap wajah Jackson yang bertambah dekat ke wajahnya. Bibir merah muda Yugyeom bertemu dengan bibir Jackson dan saat itu pikiran Yugyeom mendadak kosong. Bukan karena kaget dirinya dicium tiba-tiba, tapi karena dia merasakan sesuatu didalam hatinya.

Kehangatan.

Ini bukanlah kali pertama Yugyeom berciuman, tapi Yugyeom merasakan sesuatu yang berbeda dari ciuman ini. Ciuman yang selalu diterima Yugyeom adalah ciuman nafsu saat dia dan partnernya sedang melakukan sex, namun ini berbeda. Ciuman yang Yugyeom terima saat ini bukanlah ciuman nafsu dan mereka juga sedang tidak melakukan sex.

Jackson melepaskan ciuman mereka. Ciuman itu hanya sebentar dan ciuman itu hanyalah sekedar menempelkan kedua bibir mereka. Tapi Yugyeom dibuat terperangah karenanya.

"Gyeomie?" suara bass Jackson menyandarkan Yugyeom dari lamunannya. "Kau tidak apa-apa?"

"N-ne," jawab Yugyeom kikuk. Dia merasa wajahnya sangat panas sekarang dan dia tidak sanggup menatap mata Jackson.

Dalam hati Jackson mengutuk tingkah Yugyeom saat ini. Kenapa bisa-bisanya Yugyeom bertingkah lucu begini? Lihat saja Yugyeom yang sedang menunduk malu-malu karena ciuman mereka bak seorang gadis kecil yang baru saja menerima ciuman pertama.

Sayangnya momen itu harus berakhir, mereka harus keluar dari bianglala setelah wahana tersebut berakhir. Ketika mereka keluar, langit sudah malam.

"Kau mau pulang sekarang?" tanya Jackson sambil menggandeng tangan Yugyeom. Yugyeom hanya mengangguk tanpa bicara. Apakah ciuman barusan membuatnya sampai secanggung ini? Bahkan sedari tadi Yugyeom belum melihat wajah Jackson. Tapi Jackson tidak ambil pusing, mereka berdua terus berjalan keluar dari taman hiburan tersebut dalam diam.

Setelah sampai diparkiran, Jackson dengan mudah menemukan mobil merahnya yang terparkir karena memang mobilnya yang paling mencolok disana. Setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil. Mata Jackson melirik Yugyeom yang sedang melihat keluar jendela dari kaca depan.

"Baby," panggil Jackson dengan volume suara yang pelan, namun entah kenapa suaranya yang pelan itu membuat Yugyeom sangat terkejut. "Mian, apa hyung mengejutkanmu?"

"A-ani hyung, aku sedang melamun jadi agak kaget." Yugyeom akhirnya menatap Jackson setelah sekian lamanya.

Jackson menghela nafas, "Kau baik-baik saja? Kau diam saja setelah aku menciummu. Kau bahkan baru menatap wajahku sedari tadi."

Yugyeom terdiam, tidak tahu harus membalas apa. Tidak mungkin kan Yugyeom bilang bahwa dia menikmati ciuman Jackson tadi karena terasa hangat baginya.

"Kenapa malah diam?"

"A-aku hanya kaget karena hyung menciumku tiba-tiba." Bohong Yugyeom.

"Kita sudah sering berciuman, kenapa kau sekaget itu?" ah, Jackson benar-benar tidak mau menyerah sampai dia mendapatkan jawaban yang memuaskannya.

"Hyung, sudah malam. Nanti Eommaku bisa memarahiku kalau pulang kemalaman," Yugyeom mengalihkan topik, membuat Jackson mau tidak mau harus menyimpan rasa penasarannya.

.

.

.

"Hyung, gomawo sudah mengajaku jalan-jalan dan mengantarku pulang," ucap Yugyeom saat mereka berdua berdiri didepan pagar rumah Yugyeom.

"Seharusnya itu kalimatku. Terimakasih sudah menemaniku." Jackson mengacak-acak surai merah Yugyeom dengan telapak tangannya yang besar. "Anyway uri Gyeomie, aku ingin minta tolong satu hal lagi padamu."

"Apa itu, hyung?"

"Besok bisakah kau menemaniku lagi?"

Yugyeom mengerutkan keningnya, "Untuk apa, hyung? Hyung kan sudah terbiasa dengan jalanan di Korea, jadi kurasa hyung tidak memerlukan bantuanku." Ah, rupanya Yugyeom masih agak kesal karena Jackson yang membohonginya sebagai pancingan untuk Yugyeom.

"Bukan, baby. Kali ini bukan menemaniku jalan-jalan seperti tadi. Aku ingin kau menemaniku menemui tamu pentingku besok."

"Kenapa harus aku, hyung? Aku kan bukan siapa-siapa hyung—"

Jackson memotong ucapan Yugyeom sebelum Yugyeom sempat menyelesaikannya, "Tidak, hanya kau yang bisa melakukannya, baby. Pleasee."

Yugyeom menghela nafas pasrah, "Baiklah hyung. Besok jam berapa?"

Jackson yang kegirangan itu pun langsung memeluk erat Yugyeom, "Besok pagi jam 8 aku akan menjemputmu kesini." Jackson melepaskan pelukannya.

"Arasseo hyung. Tapi jangan datang terlalu cepat seperti tadi! Aku jadi pontang-panting tadi," bibir Yugyeom mengerucut cemberut. Reaksi Yugyeom disambut tawa oleh Jackson.

"Mian baby. Habis tadi hyung tidak sabar ingin bertemu denganmu. Kalau begitu, hyung pamit dulu. Saranghae uri Gyeomie." Jackson mengecup kening Yugyeom, lalu dirinya kembali kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Yugyeom.

Namun tanpa sepengetahuan mereka, Mark tengah melihat mereka berdua sedari tadi dari balik jendela rumahnya. Mark yang mendengar suara mobil yang berhenti didepan rumah tetangganya itu langsung buru-buru mengintip karena penasaran. Dia benar-benar kaget begitu melihat Yugyeom baru pulang malam begini dengan seorang namja. Err, meskipun itu adalah hal biasa mengingat pekerjaan Yugyeom yang seperti 'itu'.

Mark yang tidak mengenali namja yang bersama dengan Yugyeom hanya bisa menebak-nebak. Tapi yang jelas namja itu bukanlah Jaebum karena Mark mengenali rupa Jaebum, jadi dia tahu kalau itu bukanlah Jaebum. Jika itu bukan Jaebum, tidak salah lagi pasti itu adalah salah satu pelanggan Yugyeom.

Mark menutup tirai jendelanya, setelah kejadian di kampus kemarin, Yugyeom tidak berbicara bahkan menghubunginya lagi. Mark benar-benar takut kalau Yugyeom akan meninggalkannya. Demi apapun dia tidak mau itu terjadi. Mark tidak mau berpisah dari namja yang sangat ia cintai itu.

.

TBC

.

Jeongmal mianhee readers karena lama update karena jujur gw stuck ide ditengah-tengah 8"D Tapi sekarang udh update jadi review yaa chinguu :**

Ada yg bisa nebak siapa tamu penting yg akan ditemui Jack dan Gyeom di chap depan? Yg udh tau, diem2 aja yaa jgn spoiler wkwk

Di chap ini kebanyakan Jackson karena disini plotnya lagi JackGyeom dan di chap depan plotnya sama … eits jgn spoiler, baca aja sendiri nanti *digebuk* Disini gw juga udh manjangin cerita spt janji gw di chap sebelumnya, udh cukup ga panjangnya? :")

Gomawo yg udh review, gw cinta kaliaann~~ *gombal* dan mian belum bisa bales review kalian karena tangan author yg udh pegel ngetik *ditimpuk ember* Btw voting masih ditunggu yaa :*

Special thanks to:

Just an adorable Zero-chan, liliwati, lovewang, minyoonlovers

See youu,

Adella Ryou