The Journal

.

.

.

Character : Do Kyungsoo, Kim Jongin.

Disclaimer : The character belong to God, but This story and Plot belong to BYEOLBAEK.

.

.

.

"Kyungsoo, seorang mahasiswa yang tak sengaja menemukan sebuah Journal di gudang kampusnya. Kejadian aneh mulai muncul semenjak Kyungsoo membaca Journal itu. Teror dan Ancaman, membuat hidup Kyungsoo tak tenang"

.

.

.

.

Kyungsoo bukanlah seorang penakut. Namun entah kenapa kini ia merasa sangat takut. Ia berada diruangan gelap. Sangat gelap. Ia bahkan tidak bisa melihat apa-apa. Ia hanya bisa mencium bau amis darah yang sangat kuat seakan darah itu ada padanya. Tunggu .. Darah?!

Tangannya memeluk tubuhnya yang bergetar kecil, suara isakan lambat laun mulai terdengar dari bibirnya. Kyungsoo takut. Apa ia diculik oleh seorang psycho? Apa ia akan dibunuh?

'Krieet'

'BLAM!'

Suara pintu dibanting itu membuat Kyungsoo semakin bergetar. Ia ingin berteriak tapi suaranya seakan hilang entah kemana 'Kai .. Tolong aku ..' Pekiknya dalam hati.

'tap tap tap'

Suara sepatu heels menggema di ruangan itu dan mendekat kearahnya. Kyungsoo memeluk dirinya kuat. Apakah psycho itu adalah seorang wanita?

'tap .. tap.'

Kyungsoo dapat merasakannya. Suara sepatu heels itu berhenti tepat di hadapannya. Kyungsoo mendongak, namun ia tidak melihat apa-apa. Yang ia lihat hanya warna hitam.

'Srret'

"Akkh!" Rintihan kecil terdengar dari mulut Kyungsoo. Seseorang menarik rambutnya dengan keras "A-Akkhh! S-sakit .. Le-Lepasskan!" Rintihnya.

'Do Kyungsoo~'

Kyungsoo merinding, wanita itu membisikan namanya tepat di telinganya "A-apa mau mu?" Kyungsoo berbisik. Ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya kedepannya.

'Tolong aku ..'

Kyungsoo terdiam, ia bisa merasakan suara lirih dari wanita itu. Tarikan pada rambutnya terlepas. Kini Kyungsoo bisa merasakan suara isakan yang begitu pilu.

'Kumohon .. Hiks .. Tolong aku ..'

.

'Atau semua orang terdekatmu akan kubunuh ..'

Kyungsoo terbelak.

.


.

.

DEG!

Kyungsoo membuka matanya. Nafasnya terengah-engah, tubuhnya basah oleh keringat. Ia melirik kesekitarnya. Ia masih berada di kamar tidurnya. Kyungsoo menunduk lalu menghela nafasnya lega. Tadi itu hanya mimpi. Mimpi buruknya.

Kyungsoo melirik kearah jam yang ada dikamarnya, ini masih jam 2 : 30 pagi. Tanggung untuk tidur kembali, namun juga terlalu pagi untuk ia bersiap-siap berangkat kuliah. Dengan itu ia putuskan untuk turun dari kasur lalu berjalan kearah pintu. Ia ingin membuat makanan di dapur.

Kyungsoo terdiam saat menemukan buku Journal yang ia temukan di gudang kampusnya tadi berada di atas meja belajarnya. Buku itu sudah sangat lusuh, bahkan kertas-kertasnya sudah berwarna kuning kecoklatan. Ia mengangkat kedua bahunya acuh. Kemudian ia kembali berjalan kearah pintu kamarnya.

Tunggu dulu.

Kyungsoo berbalik lalu menatap buku yang ada di meja belajarnya. Seingatnya ia tidak pernah mengeluarkannya dari tas saat ia pulang dari menemani Kai untuk latihan berenang. Kenapa buku itu kini ada diatas meja belajarnya? Apa ia sudah membaca buku itu saat sampai dirumah?

Kyungsoo kemudian melirik tasnya yang berada diatas sofa. Ia berjalan kearah tasnya. Melupakan tujuan awalnya untuk pergi ke dapur. Kyungsoo memeriksa tasnya. Matanya terbelak saat menemukan buku Journal itu ada di dalam tasnya "B-bagaimana bisa? Bukankah tadi-" Ucapan Kyungsoo terputus saat ia tak menemukan buku itu diatas meja belajarnya.

Kyungsoo menggeleng kuat "Tidak. Tidak mungkin! Aku hanya berhalusinasi .. ya, berhalusinasi" Ucapnya.


.

.

.

'Brukk'

Kyungsoo mendudukan dirinya dengan malas diatas bangkunya. Ia melipat tangannya diatas meja dan menyembunyikan wajahnya di sana. Ia merasa kurang sehat terlebih lagi bangun tengah malam membuatnya mengantuk sekaligus pusing.

'Do Kyungsoo~'

Kyungsoo mendongak. Suara ini lagi. Suara wanita yang ada dimimpinya. Ia mencari-cari suara itu. Matanya menjelajahi seluruh sudut kelasnya yang masih kosong. Ia yakin. Ia tak salah dengar! Pendengarannya tajam. Ia yakin bahwa suara itu adalah suara wanita yang ada dimimpinya. Sampai akhirnya ..

'Grep'

"Kyaaa!" Kyungsoo berteriak lalu memberontak, ia panik.

"Sstt" Sebuah kecupan mendarat di pipinya "Tenanglah hyung, ini aku" Sebuah kecuan kembali mendarat di pipinya. Kyungsoo menghela nafasnya lega, ternyata kekasihnya yang memeluknya secara tiba-tiba tadi.

Kyungsoo berbalik lalu memukul kepala Kai dengan bukunya "Kau mengagetkanku, bodoh!" Ucapnya. Kai memeringis "Akh! Appo hyung! Lagi pula kau sudah sering dipeluk tiba-tiba olehku, kenapa tadi kau langsung berteriak?" Tanyanya.

Kyungsoo terdiam. Apa bedar ia salah dengar? Atau ia hanya berhalusinasi?. Kai yang melihat keterdiaman Kyungsoo mengguncang pelan bahu Kyungsoo "Hyung! Hyung!" Ucapnya. Kyungsoo tersadar lalu menoleh "Ne?" Tanyanya.

Kai menatapnya khawatir "Kau benar tak apa-apa?" Tanyanya. Kyungsoo menggeleng lalu menatap Kai "Aku tak apa-apa" Ucapnya. Kai mengelus pipinya "Benarkah? Baekhyun hyung bilang pada ku jika kau datang dengan keadaan seperti orang sakit" Ucapnya.

Kyungsoo tersenyum kecil "Aku tak apa-apa" Ucapnya kemudian ia menangkupkan kedua pipi Kai "Kau hanya terlalu khawatir padaku" Ucapnya. Kai tersenyum lalu menggenggam tangan kyungsoo yang ada di pipinya "Bagaimana bisa aku tidak khawatir denganmu hyung, tentu saja aku akan selalu khawatir akan keadaan kekasihku yang manis ini~" Ucapnya.

'Blush~'

Kai sukses membuat wajahnya merona dipagi hari. Kyungsoo menarik tanyannya "Berhenti seperti itu" Ia menunduk malu. Kai terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang berjarak 1 tahun diatasnya. Manis sekali.

Tanpa mereka sadari, seorang wanita bergaun putih melihat kegiatan mereka. Gaun putihnya dipenuhi darah, rambutnya berantakan. Dan satu lagi, .. wanita itu transparan.


.

.

.

Kai berjalan santai di koridor kampusnya. Ia sedang tak ada kelas pagi ini. Ia berencana untuk pergi ke cafetaria kantin yang ada di dekat halaman belakang kampusnya.

'Trakk'

'tap'

Kai berhenti lalu menoleh kebelakang, sepertinya ia menginjak sesuatu. Kai mengernyitkan dahinya bingung, tak ada apa-apa di belakangnya. Lalu ia kembali melanjutkan jalannya sebelum ia terdiam ketika melihat sekelebat bayangan berwarna hitam lewat tak jauh di depannya.

Karna penasaran. Kai mengikuti kemana arah bayangan itu. Ia melupakan tujuannya ke cafetaria.


.

.

.

Kyungsoo menghela nafasnya, ia selesai mengerjakan tugas-tugas yang diberi oleh dosennya.

"Do Kyungsoo" Dosennya memanggil. Kyungsoo menoleh "Ne?" Tanyanya. Dosennya itu tersenyum kecil kearahnya "Bisa kau ambilkan mapku? Mapku sepertinya tertinggal di kelas kimia." Ucapnya.

Kyungsoo mengangguk lalu berdiri dari duduknya "Baik" Ucapnya kemudian pergi keluar.


.

.

Kyungsoo memasuki ruang kelas kimia kosong. Kelas ini memang tengah sepi karna kelas kimia memang tidak ada hari ini. Ia tersenyum kecil saat menemukan sebuah map berwarna hijau diatas meja yang ada tak jauh darinya.

Dengan segera ia melangkah kearah meja itu untuk mengambilnya, namun saat mencapai meja itu. Tercium bau amis darah yang sangat menyengat. Kyungsoo menutup matanya "Tidak. Jangan mulai berhalusinasi" Ucapnya.

Namun bau darah itu semakin kuat, arahnya dari bawah meja yang ada di hadapannya. Kyungsoo dengan sedikit memberanikan diri berjalan kearah belakang meja itu dan perlahan ia menundukan kepalanya.

.

.

.

"KYAAAA!" Triakannya menggema. Ia menutup mulutnya. Matanya yang terbelak berkaca-kaca, siap menumpahkan air matanya kapan saja. "T-Tidak .."

Kyungsoo bergetar hebat, ia terjatuh. Tepat dihadapannya, ada sesosok mayat dengan keadaan yang mengenaskan. Satu matanya hilang entah kemana, mulutnya robek, tenggorokannya terbuka dan ususnya berceceran. Dan yang semakin membuat Kyungsoo menangis adalah ... sosok itu .. sosok yang sangat ia cintai, Kai.

Wajah Kyungsoo kini sudah penuh dengan linangan air matanya "ANDWAE! K-Kai! INI TIDAK MUNGKIN!" Ia menangis dengan sangat kencang. Kyungsoo bergerak mundur sambil menggelengkan kepalanya kuat "Ini tidak mungkin terjadi padamu! Tidak mungkin!" Triaknya

'tap tap tap'

Kyungsoo mendengar suara sepatu heels itu lagi. Kyungsoo menutup mulutnya kuat. Air matanya mengalir deras.

Namun, ia memberanikan dirinya. Ia berdiri. Tak jauh darinya, ada seorang wanita menggunakan gaun putih, gaun putih itu dipenuhi dengan darah dan wanita itu menyeringai kearahnya.

'KAU HARUS MENOLONGKU DO KYUNGSOO!'

Wanita itu berteriak sangat kencang.

Kyungsoo menutup telinganya, triakan wanita itu sangat kencang dan membuat pandanganmatanya kabur. Ia menutup matanya. Dan ..

'Brukk'

Ia jatuh pigsan.


.

.

.

"KYAAAA!"

Kai menoleh, ia mengenali suara ini. Suara kekasihnya.

Dengan cepat ia berputar arah, mengabaikan bayangan yang membuatnya penasaran. Ia sangat khawatir dengan kekasihnya. Lorong ini sepi, ia berlari sekuat tenaganya menuju arah suara triakan Kyungsoo.

'Tap'

Langkahnya tepat berhenti di depan ruang kelas kimia, tanpa ragu-ragu ia masuk kedalamnya.

"Kyungsoo Hyung!" Kai terbelak melihat Kyungsoo tergeletak di lantai dengan luka sayatan di tangan kirinya. Dengan segera ia menghampiri Kyungsoo dan menggendongnya menuju UKS.

.

.

.


'Sret'

Seorang mahasiswa membuka pintu kelas fisika denga tergesa-gesa. Nafasnya tidak beraturan. Seluruh siswa yang ada di kelas itu menoleh ke arahnya. Tak terkecuali sang dosen yang tengah mengajar.

Dosen itu menatap mahasiswanya yang ada di depan pintu "Ada apa, Baekhyun-sshi?" Tanyanya. Baekhyun menetralkan nafasnya "Kyungsoo pingsan seongsaegnim!" Ucapnya.

.

.

.

Kai masih setia duduk di samping ranjang UKS. Wajah Kyungsoo begitu pucat. Apa dia sakit? Tapi seingatnya saat tadi pagi bertemu Kyungsoo baik-baik saja. Bahkan wajahnya masih sangat ceria.

Satu yang membuat Kai sangat bingung, teriakan Kyungsoo. Kenapa Kyungsoo bisa berteriak sekancang tadi? Dan lagi, Kai menemukannya dalam keadaan pingsan.

"Engh~"

Sebuah lenguhan membuat Kai berdiri dari duduknya. Ia menatap Kyungsoo khawatir "Hyung, kau tak apa-apa?" Tanyanya. Kyungsoo menatap Kai. Matanya membulat, ia bergerak mundur ketakutan "K-kau .."

Kai menatap Kyungsoo bingung. Kenapa Kyungsoo ketakutan melihat dirinya? "Hyung. Kau kenapa?!" Tanyanya. Kyungsoo terus bergerak mundur "Jangan mendekat!" Ucapnya. Bukannya menjauh, Kai justru menarik lengan Kyungsoo dan membawa tubuh mungil itu ke dekapannya.

Kyungsoo terdiam, pandangannya kosong. Apakah yang sedang memeluknya ini adalah Kai? Bukankah Kai tadi sudah mati dengan mengenaskan di kelas kimia? Atau ini hanya halusinasinya karena Kai sudah mati?

Kai menatap Kyungsoo, ia mengusap pelan pipi Kyungsoo "Hyung .. Kau kenapa?" Tanyanya lembut. Kyungsoo menatap Kai "Apa ... Ini benar kau?" Tanyanya pelan. Kai menatap Kyungsoo tak mengerti "Tentu saja ini aku, hyung .. Kekasihmu, Kim Jongin. Kai" Ucapnya lembut.

Kyungsoo menunduk. Wajahnya sedikit memerah. Ia kembali menatap Kai "B-Bukankah .. Bukankah kau .. Sudah mati?" Kyungsoo kembali menunduk. Kai membulatkan matanya "Mwo?! Aku? Sudah mati? Dimana?" Tanyanya.

Kyungsoo mengangguk "T-tadi saat di kelas kimia ... Tu-tubuhmu .. T-tubuhmu hancur" Isakan kecil lolos dari bibirnya. Kai mengelus pipi Kyungsoo lalu tersenyum "Itu hanya halusinasimu, Hyung. Aku ada disini, aku akan selalu bersamamu" Ucapnya.

Kyungsoo menunduk, namun Kai mengangkat dagunya sehingga pandangan mereka bertemu "Kau percaya padaku?" Tanyanya. Kyungsoo mengangguk kecil kemudian memeluk Kai erat "Jangan pernah tinggalkan aku .." Ucapnya

Kai tersenyum kecil ia mengelus surai hitam milik Kyungsoo. Kemudian ia terdiam 'Apa itu yang membuatnya berteriak?' Batinnya bertanya 'Ada yang aneh ..'

.

.

.

To Be Continue~

A/N : Halooo ~ Sudah berapa lama saya tidak update ini ? Kkk~

Maafkan saya~ Saya tau ini masih kurang memuaskan, mohon maaf (bow) mumpung saya lagi ada ide, jadi saya ketik langsung yang ada di otak saya ^-^ saya tau ini masih jaaaaauuuuh dari harapan kalian, ditambah lagi ini pendek, maafkan sayaaa (T^T).

Saya harap kalian semua mengerti, bukankah saya sudah bilang jika buku-buku ff dan laptop saya hilang? Jadi saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika terasa aneh :'( (deep bow)

Untuk akhir kata ...

Mind to review? ^-^

Selamat Malam semuanya~