The Journal

.

.

.

Character : Do Kyungsoo, Kim Jongin.

And others.

Disclaimer : The character belong to God, but This story and Plot belong to BYEOLBAEK.

.

.

.

"Kyungsoo, seorang mahasiswa yang tak sengaja menemukan sebuah Journal di gudang kampusnya. Kejadian aneh mulai muncul semenjak Kyungsoo membaca Journal itu. Teror dan Ancaman, membuat hidup Kyungsoo tak tenang"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari menjelang sore,

Kyungsoo sudah kembali Dari UKS. Sejujurnya Kyungsoo masih sedikit trauma dengan kejadian di ruang kimia tadi. Ia melirik pergelangan tangan kanannya, pergelangan itu kini sudah ditutup plaster. Ia juga heran kenapa pergelangan tangan nya bisa tersayat.

Kyungsoo menghembuskan nafasnya berat. Kemudian mulai mencatat apa yang sedang dosennya tulis di depan.

.

.

"Kyungsoo"

Kyungsoo menghentikan aktivitas menulisnya. Lagi, Kyungsoo mendengar suara wanita itu lagi. Ia menggelengkan kepalanya, mengusir semua pikiran negativnya.

"Kyungsoo"

Kyungsoo terdiam. Ia menegakkan tubuhnya dan melihat sekelilingnya. Tidak ada apa-apa kecuali para mahasiswa yang tengah menulis. Kyungsoo menghela nafasnya sejenak kemudian memijat pelan pelipisnya 'Kenapa hari ini aku banyak berhalusinasi?' Pikirnya.

"Do Kyungsoo"

Kyungsoo kembali mendengarnya. Kini lebih jelas. Ia kemudian menatap kedepan.

'Deg'

Kyungsoo terbelak. S-sosok apa itu?! Ada seorang wanita yang berdiri disamping dosen bahasanya yang tengah menulis. Gaun wanita itu dipenuhi dengan darah.

Kyungsoo bergerak gelisah. Ia berkeringat dingin. Wanita itu menatap Kyungsoo tajam. Mulutnya menyeringai lebar. Sangat menakutkan bagi Kyungsoo.

Perlahan, wanita itu menuju kearahnya. Kyungsoo bergerak panik. Hei! Apa teman-temannya tidak melihat sosok yang sangat menakutkan itu?! Pikirnya. Wanita itu semakin mendekat, dekat, dan dekat. Dan entah mengapa Kyungsoo merasan semua syarafnya mati, badannya tak dapat bergerak 'Apa yang terjadi pada tubuhku ?!' Batinnya.

Keringat dingin mulai membasahi bajunya. Sungguh! Siapapun tolonglah Kyungsoo! Karna saat ini wanita itu sudah ada dihadapannya!

Wanita itu membungkuk "Kejutan pertama akan datang" Bisiknya. Nafas Kyungsoo tercekat. Wanita itu terkekeh pelan sebelum akhirnya meninggalkan Kyungsoo yang masih tercekat.

.

.

.

.

.

Kyungsoo selesai membasuh wajahnya. Ia menatap kearah cermin "Apa ... Yang tadi itu nyata?" Tanyanya entah pada siapa karena dalam toilet ini hanya terdapat dirinya. Huft ~ kenapa ini terasa rumit? Kyungsoo bahkan tak tau wanita itu siapa dan darimana asalnya.

Tunggu! Wanita itu datang semenjak ia menemukan buku jurnal yang usang digudang kemarin! Ya. Kyungsoo tak mungkin salah!

'Krieet'

'Blam'

Kyungsoo mematung. Sebuah bilik toilet tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Ia melirik bilik toilet yang tiba-tiba tertutup itu dari cermin. Bulu kuduknya merinding.

'Blam'

'Blam'

'Blam'

Kyungsoo mendadak membalikan badannya. 3 pintu lainnya juga tertutup secara tiba-tiba. Menatap ngeri keempat pintu itu. Kemudian ia tergesah berjalan ke pintu keluar.

Tangannya meraih gagang pintu dan membukanya. Namun ..

'Track'

Kyungsoo terbelak 'Shit! Kenapa pintunya terkunci?!' Batinnya panik. Kyungsoo terus mencoba membuka pintu itu namun hasilnya nihil.

Akhirnya ia menggedor-gedor pintu itu baerharap ada yang melihat atau mendengarnya "Siapapun tolong aku!" Triaknya "Kumohon siapa pun tolong!".

.

.

.

.

Kai menatap malas pada dosen yang tengah menjelaskan tentang biologi. Selain karena ia tak terlalu pintar dalam materi ini, ia juga tak mengerti apa yang tengah dijelaskan pria tua di depan sana.

Kai menguap kecil. Pikirannya tiba-tiba teringat pada Kyungsoo dan kejadian aneh yang kekasihnya itu ceritakan. Kenapa Kyungsoo bisa berhalusinasi seperti itu? Peetanyaan itu terus berputar dipikirannya. Jelas ini sangat aneh menurutnya.

'Deg'

Tunggu! Kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar?

'Kyungsoo'

Entah kenapa pikirannya tiba-tiba tertuju pada Kyungsoo.

.

.

.

.

Lampu toilet berkedap-kedip. Bila terlihat oleh seseorang diluar sudah dipastikan orang itu akan langsung masuk dan mengeceknya. Namun sayangnya tidak ada seorangpun diluar sana.

Kyungsoo terduduk lemas di sudut toilet. Lututnya terlalu lemas untuk menopang berat tubuhnya. 4 meter dihadapannya, lebih tepatnya disudut yang bersebrangan dengannya, seorang wanita dengan gaun berlumuran darah berdiri menatapnya. Wanita yang sama seperti sebelumnya.

Kyungsoo menatap wanita itu "Apa maumu?" Suaranya bergetar. Wanita itu tak menjawabnya. Ia berjalan perlahan kearah Kyungsoo. Kyungsoo semakin bergetar "Berhenti disitu! Siapa kau?! Apa salah ku?!" Triaknya. Wanita itu masih diam tak menggubris triakan Kyungsoo.

Wanita itu mengulurkan tangannya kearah Kyungsoo "Akan kuberi tahu..." Perlahan .. Dan semakin dekat.

.

.

.

.

Kai berlari disepanjang koridor. Kyungsoo tak ada di kelasnya. Baekhyun bilang ia pergi ke toilet. Entah perasaan apa yang Kai rasakan, tapi pasri ada yang tidak beres pada kekasihnya itu. Ya, feelingnya tak pernah meleset.

.

.

.

Wanita itu semakin mendekat kearah Kyungsoo. Ia bersenandung kecil. Tangannya masih terulur kearah Kyungsoo.

Kyungsoo terbelak saat sebuah tangan menyentuh kepalanya "Kyungsoo" kini suara wanita itu terdengar lirih. Namun tanpa di duga wanita itu menjambak rambutnya lalu mengangkatnya hingga kakinya tak menyentuh lantai.

Kyungsoo meringis. Ia meronta kesakitan "T-turunkan aku!" Ucapnya. Tangan lain dari wanita iti terangkat, hendak menyentuh pipinya...

.

.

Kai menengok ke kanan dan ke kiri, keringat mengalir di dahinya. Kemudian ia melangkah tergesah ke arah toilet. Lampu toiletnya ber kedap-kedip, dengan tergesah ia membuka pintu tersebut.

"KYUNGSOO HYUNG!"

.

.

Kyungsoo merasakan panas yang luar biasa pada lehernya, bahkan ia sudah sulit merasakan nafasnya. Ia menutup matanya 'aku akan mati..' pasrahnya.

"KYUNGSOO HYUNG"

Seseorang mendobrak pintu toilet itu dengan tergesah.

Dan tiba-tiba keadaan kembali normal. Lampu itu kembali menyala dengan normal. Bilik toilet sudah terbuka. Dan wanita itu menghilang entah kemana. Takada yang aneh dari toilet ini. Seperti kejadian yang Kyungsoo alami tadi tidak pernah terjadi.

Berbeda dengan Kyungsoo yang kini tergeletak dalam pangkuan kekasihnya. Badannya sangat lemas. Rambutnya berantakan. Bahkan tubuhnya bergetar hebat. Kai menatap sekitanya. Tak ada apapun yang aneh dari toilet ini. Lalu apa yang terjadi pada kekasihnya?

Kai mengguncang pelan tubuh Kyunngsoo "Hyung, kau kenapa?!" Ucapnya panik. Kyungsoo terisak pelan lalu menggeleng lemah dan menyembunikan wajahnya "K-kai-ah, aku ingin pulang.." Suaranya serak, ia masih terlalu lemas dengan kejadian tadi.

Kai menghela nafasnya "Ta-tapi-," Ucapan Kai terputus. Kyungsoo meremas kaos yang digunakan oleh Kai "Kumohon .." Suara lemah Kyungsoo membuat Kai mengangguk.

Akhirnya Kai memutuskan membawa Kyungsoo pulang ke apartementnya. Nanti ia akana tanyakan pada Kyungsoo apa yang sebenarnya terjadi.

.

.

.

.

Kai memacu motornya dengan kecepatan sedang. Pertanyaan tentang apa yang terjadi pada Kyungsoo tadi masih berputar-putar di pikirannya. Apa yang menyebabkan itu terjadi? Ini sangat aneh.

Sedangkan Kyungsoo memeluk Kai dengan erat dan menyenderkan kepalanya pada pundak sang kekasih. Sungguh, tubuhnya masih sangat lemas akibat kejadian tadi.

Kai sedikit melirik tangan Kyungsoo yang melingkar erat dipinggangnya. Ia tersenyum kecil kemudian ia kembali menatap jalanan "Hyung .." Panggilnya. Kyungsoo mendongak "Ne?" Tanyanya.

Kai memberhantikan motornya disebuah mini market "Aku akan membeli persediaan makananku. Apa kau mau menginap?" Tanyanya sembari membuka helm nya. Kyungsoo beranjak turun lalu berjalan duluan "Aku akan menginap. Akan kubilang pada kakak" Ucapnya.

Kai tersenyum kecil kemudian menyusul Kyungsoo lalu merangkulnya "Malam ini hanya kita berdua, oke" Bisiknya. Kyungsoo mengalihkan pandangannya, wajahnya sedikit memerah "Berisik" Ucapnya. Sedangkan Kai hanya terkekeh melihat tingkah malu-malu kekasihnya.

.

'Kling'

.

"Selama datang~"

Kyungsoo tersenyum pada kasir yang menyapanya. Kemudian ia berjalan kearah perlengkapan makanan diikuti oleh Kai di belakangnya.

Kyungsoo mengambil beberapa bahan makanan yang dianggapnya perlu kemudian menoleh pada Kai yang terus mengekor di belakngnya "Kau tidak ingin sesuatu?" Tanyanya. Kai nampak berfikir "Coffee late?" Ucapnya. Kyungsoo mengangguk kecil "Baiklah"

.

.

Seusai mereka berbelanja, mereka melanjutkan perjalanan. Namun, entah kenapa Kyungsoo merasakan suatu kejanggalan di hatinya. Bayangan wanita itu tiba-tiba nmenghinggapinya. Kyungsoo hanya menggeleng pelan, mengusir semua sugesti negatif dalam pikirannya.

.

.

.

Sesampinya di apartment Kai, Kyungsoo langsung menuju dapur. Sementara Kai langsung pergi untuk Mandi.

Kyungsoo menyiapkan segala macam keperluannya untuk membuat makan malam setra coffee late pesanan Kai. Ia mengambil talenan Dan pisau, lalu memulai memotong sayur Dan bahan lainnya.

Kyungsoo terdiam di sela-sela kegiatannya. Ia teringat sesuatu, kemudian ia mengambil sebuah panci yang ada di laci atasnya. Kyungsoo memanaskan air sambil bersenndung kecil, kemudian melanjutkan kembali aktifitas memotongnya.

'Street'

Suara kursi di tarik membuat Kyungsoo tersenyum kecil "Kai-ah, maskanku belum matang. Tunggu saja di ruang tengah" Ucapnya. Sembari mengambil beberapa piring untuk menyiapkan makanannya.

'Rep'

'Srrrt'

Lampu dapur mendadak mati Dan angin tiba-tiba berhembus kencang hingga menyeret tirai yang menutupi jendela.

Kyungsoo berhenti meraskan bulu kuduknya merinding. Teringat dingin keluar Dari pelipisnya "K-Kai-ah ?" Bisiknya. Tak ada jawaban. Kyungsoo terkekeh hambar "K-Kai-ah .. Ini tidak lucu" Ucapnya. Tak ada jawaban

Kyungsoo menelan ludahnya. Ia takut.

"Kejutan pertama akan datang"

Kyungsoo teringat ucapan wanit itu. Kemudian dengan memberanikan diri, ia menoleh perlahan ..

'Prankk'

.

.

.

Kai bersenandung kecil sambil mengganti bajunya, ia terkekeh pelan mengingat malam ini Kyungsoo akan menginap di rumahnnya. Rasanya sudah lama sekali semenjak Kyungsoo menginap di rumahnya yang berakhir dengan ia tidak bisa berjalan selama 3 hari. Itu sudah 2 bulan yang lalu. Dan itu membuat Kyungsoo tidak pernah mau lagi menginap di apartementnya.

Kai menatap dirinya di cermin, ia tersenyum kecil. Ia sudah tak sabar menyicipi masakan Kyungsoo malam ini.

'Drrt .. drrt'

Ia melirik ponselnya yang terletak di meja yang tak jauh darinya.

'drrt..'

"Hallo"

"...hh..hh"

Kai mengernyitkan alisnya saat tak ada jawaban di sana.

"Hallo.."

"hh..hh..hh..KYAAA!"

'tut..tut..tut'

'Rep'

Kai menatap aneh pada ruangan sekitarnya. Lampu kamarnya tiba-tiba mati setelah sambungan itu terputus. Ia melirik kearah ponselnya. Nomor yang menelfonnya adalah nomor yang tak terdaftar.

Kai kemudian menyadari sesuatu, sebelum sambungan itu terputus ia mendengar triakan seorang wanita. Ia bergidik ngeri, namun kemudian ia menggelengkan kepalanya. Mungkin itu hanya orang yang jahil, pikirnya. Meningat nomor telfon yang menghubunginya tadi tidak terdaftar alias di rahasiakan.

'Prankk'

Suara pecahan kaca membuat Kai menengok kearah pintu kamarnya. Suara itu datang dari dapur. Kai terbelak "Kyungsoo Hyung!" Ia berlari kearah pintu kamarnya. Ia sangat tahu, Kyungsoo sangat takut dengan kegelapan.

'Klak'

Pintu kamar Kai terkunci. Kai menggoyang-goyangkan gagang pintu "Ya! Siapa yang mengunci pintu?!" Triaknya. Kai mencoba mendobrak pintunya namun hasilnya nihil.

Ia terengah kemudian kembali mendobrak pintunya namun,,

'Brukk'

Tubuhnya seakan didorong sangat kuat oleh sesuatu, ia terpental dan menabrak tembok.

Darah mengalir dari mulutnya. Kai merasakan kepalanya sangat pusing. Sebelum ia memejamkan matanya, ia dapat melihat seorang wanita dengan gaun berlumuran darah tepat menyeringai tak jauh dainya.

.

.

.

Kyungsoo terbelak. Pegangannya pada sebuah piring terlepas.

Sosok disana, yang duduk di meja makan, yang ia sangka kekasihnya, ternyata salah besar. Sosok disana bukanlah kekasihnya, sosok disana adalah sosok wanita yang ada di kampusnya!

Wanita itu menyeringai lebar sambil memainkan sebuah pisau pemotong daging yang entah berasal darimana.

Kyungsoo mundur, dan terpojok oleh meja dapur. Ia tidak bisa pergi kemana-mana. Ia melirik kesana kemari, ia panik. Mencoba mencari sesuatu untuk pertahanannya.

Wanita itu terkekeh, suaranya mengerikan "Kau takut padaku kyungsoo?" Tanyanya. Kyungsoo hanya bisa menatapnya takut. Wanita itu semakin tertawa "Kau sangat manis, Kyungso" Ucapnya.

Kyungsoo bergetar "A-apa.. A-apa salahku?" Ucapnya lemah. Ia sudah terduduk di lantai sekarang "Kumohon... Jangan menggangguku.." Bisiknya

.

.

.

.

.

To Be Countinue ~

A/N:

Kyaaa~ Lama banget ga update (T-T) maafkan saya readers~

Aku lagi kumpul-kumpul uang nih buat beli laptop baru, biar aku bisa post cepet dan ga harus ngetik di warnet lagi :'3

.

.

Review juseyo~~