A/N : Sebelumnya, saya mau meminta maaf, saya telah melakukan kesalahan kembali Dan kurang teliti. Dan yang paling saya sesali, itu Sudah terjadi saat pertama kali fanfiction ini di publish.
Ini kesalahan saya yang kurang cermat dalam meng edit, perlu saya informasikan "YOONA LAHIR TAHUN 1977 BUKAN 1907" saya salah mempubliskan file.
Sekali lagi, saya Mohon maaf kepada semua pembaca The Journal. Saya minta maaf sedalam-dalamnya. (Deep bow)
.
.
.
.
.
.
.
The Journal
.
.
.
Character : Do Kyungsoo, Kim Jongin.
And others.
Disclaimer : The character belong to God, but This story and Plot belong to BYEOLBAEK.
.
.
.
"Kyungsoo, seorang mahasiswa yang tak sengaja menemukan sebuah Journal di gudang kampusnya. Kejadian aneh mulai muncul semenjak Kyungsoo membaca Journal itu. Teror dan Ancaman, membuat hidup Kyungsoo tak tenang"
.
.
.
.
.
Kyungsoo masih duduk terdiam di lantai. Ia memeluk lututnya Dan menunduk tanpa menatap sosok wanita itu "E-eomma~" Cicitnya.
Wanita itu semakin tertawa melihat Kyungsoo begitu ketakutan. Kemudian ia menyeringai kecil "Kita akan bertemu lagi ... Kyunggie~" Ucapnya.
'Duk'
Pisau yang ada di tangannya tertancap di meja Makan.
'Wuusss'
Angin kembali berhembus kencang. Keadaan pun kembali normal, lampu dapur kembali menyala, tirai kemabali tertutup .. Dan .. wanita itu bilang entah kemana...
Hanya meninggalkan pisau yang tertancap di meja Makan...
.
Kyungsoo menghembuskan nafasnya lega. Ia melihat kesekelilingnya. Ia takut jika tiba-tiba wanita itu kembali datang..
Ia berdiri perlahan dan bersandar pada meja dapur "K-kenapa .. Wanita itu ..." Kyungsoo menghela nafasnya Lalu menggeleng kan kepalanya, kemudian ia melirik kearah jam dinding "Makan malam hampir terlambat .." Gumamnya.
.
Kyungsoo Sudah menata dengan rapih makanan-makanan yang ia Dan Kai akan santap malam ini.
Kyungsoo terdiam saat melihat pisau yang masih tertancap di meja itu. Dengan sedikit ragu-ragu, ia mengambil pisau itu Dan mengamatinya.
Pisau itu seperti pisau keluaran Lama, bentuknya sangat berbeda dengan pisau pemotong masa kini.
Kyungsoo mengernyitkan alisnya saat dirinya mememukan sebuah tulisan yang sangat kecil yang berada di bagian dengan pisau itu ... Itu bertuliskan ...'baeKhyun'
Kyungsoo terbelak "Baekhyun?!" Gumamnya. Ia termenung 'Ada apa dengan Baekhyun?' Kemudian ia bergegas mengambil handphonenya Lalu menelfon sahabat dekatnya itu.
.
.
.
Baekhyun bersenandung kecil sembari memasak Makan malamnya. Ia menggunakan earphone yang terhubung pada ipodnya.
'Zzzt .. ZzT-'
Baekhyun menghentikan aktifitasnya. Ia mencabut sebelah earphonenya Lalu melihat kearah ipodnya "Rusak?" Gumamnya.
Ia mengutak-atik iPod nya "Ugh.. Kenapa tidak menyala? Padahal aku baru membelinya seminggu Lalu" Keluhnya. Ia masih asik mengutak-atik iPod nya..
.
Tanpa ia sadari, di atasnya terdapat pisau tajam yang bisa jatuh kapan saja...
.
.
.
Kyungsoo menggigit bibirnya, ia cemas. Baekhyun tak kunjungan mengangkat telfonny "Baekhyun-ah... Ayolaaah" Ucapnya.
Ia melirik jam dinding. Kemudian ia teringat sesuatu "Oh! Kai-ah, Makan malam Sudah siap~" Ucapnya.
Tak ada jawaban.
Kyungsoo mengernyit heran 'Apa ia belum selesai Mandi?' Pikirnya.
Ia berjalan kearah pintu kamar Kai sambil mencoba kembali menghubungi nomor Baekhyun "Ayo.. angkat lah baekhyun-ah ..." Gumamnya.
.
.
.
Baekhyun mematikan kompornya, ia mendengus kesal "Menyebalkan sekali! Aku bahkan baru memakainya satu minggu, Dan barang itu Sudah Rusak!" Rutuknya sembari menuangkan ramyunnya kedalam mangkok.
'Drrt.. Drrt.. Drrt'
Baekhyun menoleh kearah ponselnya yang ada di dekat kulkas. Ia berjalan ke arah ponselnya, melihat siapa yang menelfon.. "Kyungsoo?" Gumamnya.
Ia ngangkat telfon Dari Kyungsoo.
'Hallo?'
'...'
Ia mengernyitkan dahinya saat terdengar sautan panik Dari Kyungsoo. Kemudian ia berbalik.
'Aku? Aku baik-baik-'
'Set'
'Cleb'
' ... saj .. a'
.
.
.
.
"Baekhyun-ah! Apa Kau baik-baik saja?!"
'...'
Kyungsoo terbelak saat mendengar jawaban Baekhyun yang melemah di akhir "Baekhyun-ah! Baekhyun-ah! K-Kai kenapa?!" Ucapnya panik "Baekhyun-ah! Jawab aku!"
'...'
'Ne! Kau kenapa?! Apa yang terjadi?!'
'...'
'Apa?!'
'...'
Kyungsoo membuka pintu kamar Kai "Kai-ah, Ayo ma- KAI-AH!" Matanya terbelak melihat kekasihnya yang tergeletak dengan darah yang keluar Dari mulutnya. Ia segera menghampiri kekasihnya yang tergeletak tak berdaya itu.
'Duk'
Bahkan handphonenya ia jatuhkan sembarangan..
.
.
.
.
'Kyungsoo-ya ..'
'...'
'A-ada sebuah pisau tiba-tiba terjatuh tepat di hadapanku ...'
'...'
'Ne .. Dekat sekali .. Untung saja tidak mengenali ku ..'
Tak ada jawaban.
'Kyungsoo-ya ..'
Masih tak ada jawaban.
'Kyung-'
'Tut .. Tut .. Tut'
Sambungan itu terputus.
Baekhyun menghela nafasnya "Ada apa dengan anak itu ..? Terdengar .. Panik sekali..," Ia juga sempat mendengar Kyungsoo berteriak memanggil kekasihnya "Semoga .. Kalian baik-baik saja" Gumamnya.
Ia kemudian menatap benda tajam yang tertancap di lantai kayu dapurnya. Benda tajam yang hampir saja beberapa menit yang Lalu menimpa tubuhnya.. hampir membunuhnya..
Ia menatap ke atas, kearah Dari mana pisau itu terjatuh 'Seingatku .. Aku tak pernah menyimpan benda tajam apapu di atas sana ...' Pikirnya. Ia mengangkat bahunya acuh "Lebih baik kusimpan.." Ucapnya Lalu menyimpan pisau itu.
.
Dan tanpa Baekhyun sadari, seseorang tengah mengawasinya..
.
.
.
.
Kyungsoo membawa tubuh kekasihnya keatas kasur. Lelehan air mata Sudah membanjiri pipi tembamnya "K-Kai-ah .. Bangun! Jangan membuatku panik!" Ucapnya sembari menepuk-nepuk pelan pipi Kai.
Kyungsoo sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan kekasihnya itu tergeletak tak sadarkan diri dengan Darah yang keluar Dari pipinya.
Ia menggenggam erat tangan Kai "Kai-ah ~ kumohon bangunlah~ apa yang terjadi padamu.." Isaknya sembari mengelap darah yang masih sedikit basa di sudut bibir kekasihnya.
.
.
.
.
Sinar matahari pagi menembus diantara celah-celah tirai yang menutupi jendela.
Kai membuka matanya perlahan "A-akh.." Ia memegangi kepalanya. Entah kenapa, kepalanya terasa sangat pusing sekali.
Ia perlahan mendudukan dirinya Lalu bersandar pada kepala ranjang "Ugh~ Tubuhku terasa sangat remuk.." Ucapnya sembari menggerak-gerakan pelan anggota badannya.
.
'Cklek'
.
Kai menoleh kearah pintu kamar Mandi yang ada di kamarnya. Kyungsoo keluar dengan keadaan rambut yang agak basah, Kaus yang ia kenakan terlihat kebesaran, serta celana pendek diatas lututnya.
.
Kyungsoo menggesek-gesekan handuk kecil di rambutnya, mengeringkan rambutnya yang agak basah.
Kemudian ia membuka matanya, menatap kearah kasur. Dimana Kai tengah terdiam menatapnya..
Tunggu dulu ...
Gerakan Kyungsoo terhenti. Ia terbelak melihat Kai yang tengah menatapnya sembari terduduk di ranjang "K-Kai-ah?" Ucapnya tak percaya.
Kai hanya menatapnya bingung "Ne? Hyung, Kau- Eehh?! K-kenapa hyung? Ada apa?" Kai kini kebingungan dengan Kyungsoo yang tiba-tiba memeluk nya erat.
Kyungsoo membenamkan wajahnya ditengkuk milik Kai. Ia bahkan tidak sadar, ia duduk diatas tubuh Kai "Kai-ah ... Syukurlah~" Ucapnya "Syukurlah Kau Sudah sadar, Kai-ah ~" Air mata kini perlahan keluar Dari matanya. Ia senang, kekasihnya Sudah sadar.
Kai tersenyum kecil kemudian membalas pelukannya Kyungsoo. Ia menghirup aroma sabun Mandi bercampur shampoo vanilla kesukaan Kyungsoo.
Kemudian ia melepaskan pelukan Kyungsoo Dan menghapus airmata yang mengalir di pipi tembam itu "Hyung, kenapa Kau menangis? Katakan padaku, Kau kenapa, hm?" Tanyanya. Kyungsoo masih terisak pelan kemudian ia menatap Kai "Se-Seharusnya aku yang bertanya padamu .. Apa yang terjadi padamu tadi malam?" Ucapnya.
Kai menaikan sebelah alisnya "Apa yang terjadi padaku tadi malam?" Tanyanya. Kyungsoo mengangguk "Kau semalam tak sadarkan diri, mulutnya bahkan mengeluarkan Darah .." Ucapnya.
Kai terdiam sejenak, ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya tadi malam. Pulang bersama Kyungsoo, mandi, bercermin, mengangkat telfon yang tidak jelas, mati lampu, Lalu ..
.. Wanita itu..
"Kai-ah .." Kyungsoo menepuk pelan pipi Kai. Kai mengerjapkan matanya kemudian tersenyum kecil "Anii~ aku tak apa-apa" Ucapnya.
Kyungsoo mengembungkan pipinya, bibirnya mengerucut tak suka. Ia tahu Kai berbohong padanya "Bohong" Ucapnya. Kai terkekeh pelan kemudian dengan jahil, ia memalukan posisi mereka dengan tiba-tiba.
"Gyaa~" Kyungsoo terperanjat saat Kai membalikan tubuh nya secara tiba-tiba. Ia menatap Kai yang kini ada di atasnya, kekasihnya itu kini tengah menyeringai kecil. Tampan, sekaligus menakutkan baginya.
Kai mengunci kedua pergelangan tangan Kyungsoo "Hyung .. Kau tau? Kau sangat manis pagi ini~" Godanya. Kyungsoo sedikit merona "K-Kau .. A-Apa yang akan k-kau lakukan?" Tanyanya. Kai mendekatkan wajahnya "Kau pikir .. Apa yang akan kulakukan, hm?" Ucapnya. Kyungsoo kemudian terbelak "M-menyingkir dariku .. Ugh~ aku tidak mau hal 'itu' terulang lagi" Ucapnya.
Kai tersenyum kecil kemudian membelai wajah Kyungsoo "Tentu aku tidak akan 'melakukannya' sebelum Kau menginginkannya Hyung ... Maafkan kejadian waktu itu, ne .." Ucapnya kemudian mengecup pelan dahi Kyungsoo. Ia menyingkir Dari atas Kyungsoo Dan menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
Kyungsoo mendudukan dirinya, ia menunduk. Sebenarnya Ia cukup tak tega membiarkan kekasihnya itu harus selalu memendam hormon remajanya. Ia menatap punggung tegap milik kekasihnya itu, sejujurnya Kyungsoo masih agak ragu untuk melakukan kembali hubungan 'itu' dengan Kai, mengingat saat pertama kali ia melakukannya, ia tidak bisa berjalan hingga 3 hari. Dan itu membuat ia sedikit parno.
.
Di sisi lain, Kai sendiri tidak pernah keberatan jika Kyungsoo menolak melakukan 'itu'. Ia bisa memaklumi karena Kyungsoo sedikit parno dengan kejadian 2 bulan yang Lalu. Ia menghela nafsanya lega. Sebenarnya, ajakannya tadi itu hanya sebuah pengalih perhatian..
Agar Kyungsoo Tak mengetahui apa yang terjadi padanya tadi malam ... 'Kyungsoo Hyung tidak boleh tau ...' Pikirnya.
"Kai-ah"
Kai sedikit menengok "Ne hyung?" Tanyanya. Kyungsoo soo memainkan ujung bajunya "A-.. Kau mau kemana?" Tanyanya. Kai meregangkan badannya "Eungh~ Sepertinya aku akan Mandi saja~" Ucapnya.
Kyungsoo mendekati Kai Dan memeluk namja itu Dari belakang "Kai-ah .. Mianhae .." Ucapnya. Kai tersenyum kecil kemudian berdiri Lalu membalikan badanya. Ia sedikit mebungkuk Lalu mengusap pelan pipi Kyungsoo "Tak apa-apa Hyung .. Aku tidak pernah memaksamu .." Ucapnya.
Kyungsoo mendongak menatap mata Kai. Kai tersenyum, Dan Kyungsoo sangat menyukai senyuman itu.
Kai hendak menjauhkan tubuhnya, namun tiba-tiba ..
Kyungsoo menarik kaosnya hingga jarak antar wajah mereka menjadi sangat dekat. Kyungsoo menunduk, namun kemudian ia kembali menatap Kai "Lakukan itu padaku ... Sekarang" Ucapnya.
.
.
.
.
Seorang wanita dewasa menyenderkan tubuhnya pada kursi kantornya..
Ia memijat pelipisnya. Sungguh, tugas-tugas perusahaan yang harus ia urusi sangat banyak Dan membuatnya pusing seharian ini.
" Haah~ "
Ia menghela nafasnya "Aku sungguh benar-benar lelah, semalam an aku tak tidur Dan sekarang aku harus kembali bekerja .." Keluhnya.
'Drrt .. Drrt .. Drrrt'
Wanita itu melirik ponselnya. Kemudian mengangkat nya secara asal tanpa melihat siapa yang menelfon nya.
'Yeoboseyo ..'
'.. I .. Got You ..'
Ia mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban di sebrang sana.
'Hallo?'
' .. I .. Got you ..'
'Tut .. Tut.. Tut'
Sambungan itu terputus ..
.
.
.
.
.
Kyungsoo mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
Ia tengah berada disebuah tanah luas yang di kelilingi oleh bunga matahari "Dimana .. Ini?" Gumamnya sembari mencarinya jalan keluar. Ia menyipitkan matanya, tangannya mencoba menghalangi saat silau yang begitu terang menerpa wajahnya.
Di depan sana, hanya berjarak beberapa meter darinya, ada seorang wanita cantik menggunakan gaun putih. Rambutnya yang bergelombang sedikit tertiup angin. Wanita itu menoleh pada Kyungsoo Lalu tersenyum kecil kemudian berlari.
Kyungsoo terbelak, ia mengejar wanita misterius itu "H-Hei! Tunggu!" Triaknya sambil terus mengikuti wanita itu.
Wanita itu terkekeh pelan pada Kyungsoo, kemudian masuk kesebuah hutan. Kyungsoo berhenti di depan hutan itu, nafasnya terengah "Hah .. Hah .. Siapahh wanita ituhh?" Ucapnya sembari menatap ke dalam hutan itu.
Ia menelan ludahnya, ia agak ragu untuk memasuki hutan itu, hutan itu terlihat gelap Dan Kyungsoo tidak suka gelap.
Namun kemudian Kyungsoo menyeka keringatnya Lalu berlari masuk kedalah hutan tersebut.
.
Kyungsoo berputar kesana kemari mencari wanita itu, ia melihat setiap sudut pepohonan barangkali ia dapat menemukan wanita itu "Hei~! Kau dimanaa~?" Triaknya. Namun tak ada yang menjawabnya kecuali pantulan suaranya.
Kyungsoo berhenti, Dan melihat kesekeliling nya. Hutan ini semakin gelap, itu artinya Kyungsoo Sudah masuk terlalu dalam..
Keringatnya dingin mulai membasahi dirinya, ia tak tahu harus pergi kearah mana agar bisa kembali .. Ia tersesat ..
'Wussh'
Angin kencang berhembus,
Kyungsoo memeluk dirinya, ia menelan ludahnya .. Entah kenapa, kini jantungnya berdebar ... Sangat cepat ..
Ia menghela nafasnya sambil memejamkan mata mencoba menetralkan jantungnya, kemudian ia kembali membuka matanya ..
'Sret'
'Tep'
Kyungsoo membulatkan matanya pada apa yang baru saja ia lihat, sebuah benda tajam tepat sekali meluncur kearah kepala bagian kirinya Dan mengikis sedikit rambutnya, sebelum akhirnya benda itu tertancap di pohon yang ada di belakangnya.
Jantungnya kembali berdebar .. Benda itu .. Hampir membunuhnya ...
Kyungsoo menatap takut ke arah datangnya benda tersebut .. Tak berapa Lama kemudian, seorang wanita dengan gaun berlumuran darah datang sambil menyeringai ke arahnya.
Kyungsoo terbelak "K-Kau .." Ucapnya. Wanita itu terkekeh "Kita bertemu lagi .." Ia menyeringai lebar "Kyunggie~" Ucapnya.
Kyungsoo memundurkan langkahnya saat wanita itu semakin mendekat kearahnya "A-Apa yang Kau inginkan?!" Ucapnya. Wanita itu tersenyum remeh "Kau bertanya apa yang ku inginkan?" Tanyanya.
'Duk'
Kyungsoo menabrak pohon, Dan tepat di bagian kepala sebelah kirinya terdapat benda yang hampir saja membunuhnya .. Kyungsoo menunduk dalam "K-katakan .. Apa yang Kau inginkan .." Bisiknya.
Wanita itu tiba-tiba Sudah berada di depan Kyungsoo, sambil menyeringai ia mendekatkan wajahnya ke telinga Kyungsoo "Tolong aku ... Kyungsoo .."
'Ssshh'
Suasana berubah menjadi hangat, hutan itu menjadi terang, Dan semilir angin berhembus ..
Wanita yang ada di hadapan Kyungsoo kini berubah menjadi wanita bergaun putih yang Kyungsoo ikuti tadi.
Kyungsoo menatap wanita itu ... "K-Kau .. Bukan kah wanita yang tadi ..?" Ucapnya. Wanita cantik itu mengangguk. Kyungsoo terbelak kecil "La-Lalu yang tadi itu .."
Wanita itu terkekeh pelan "Itu juga diriku .. Do Kyungsoo .." Ucapnya. Kyungsoo sedikit memundurkan dirinya, ia sedikit takut dengan wanita ini "B-Bagaimana bisa?" Ucapnya.
Wanita itu menunduk "Itu ... Sisiku yang lain .." Ucapnya pelan. Kyungsoo menatap wanita itu bingung "Apa .. Yang terjadi padamu ..?" Tanyanya. Wanita itu mendongak .. "Aku tidak tahu .. Semua ada di journalku .." Ucapnya "Tertulis lengkap disana .." .
Kyungsoo mengernyitkan dahinya "Journal mu ..?"
Hutan itu kembali meredup dan angin dingin mulai menerpa ..
Wanita itu mengangguk Lalu tersenyum manis lalu berbalik meninggalkan Kyungsoo.
"Kau harus menolongku .. Do Kyungsoo .." Ucapnya.
Perlahan-lahan wanita itu kembali menjadi sosok yang menyeramkan. Rambutnya kembali berantakan, gaunnya kembali berlumuran darah. Aura gelap menyelimutinya. Ia menoleh lalu menyeringai kecil pada Kyusoo.
"Atau semua orang terdekatmu akan kubunuh .."
'Deg'
.
.
.
.
.
.
To be Continue ~
.
.
.
.
A/N 2 :
Hay hay semuanyaa~
Saya balik lagi membawakan kelanjutan fanfiction horor GAGAL ini :'3
Bagaimana? Suka tidak dengan chapter ini? Puas tidak? Saya harap kalian puas ne~
Daaan ~ seperti biasa, saya meminta maaf atas segala kekurangan yang ada dalam chapter ini. Saya hanya manusia biasa yang tidak bisa terlepas Dari typo (/)
Trimakasih pada kalian yang sudah setia membaca dan mengapresiasi The Journal. Saya tahu, ff ini masih sangat banyak kekurangan. Jadi, saya sangat mengharapkan saran kalian semua.
.
.
For the last~
.
.
.
Mind to review ^^?
