The Journal

.

.

.

Character : Do Kyungsoo, Kim Jongin.

And others.

Disclaimer : The character belong to God, but This story and Plot belong to BYEOLBAEK.

.

.

.

.

.

"Kyungsoo, seorang mahasiswa yang tak sengaja menemukan sebuah Journal di gudang kampusnya. Kejadian aneh mulai muncul semenjak Kyungsoo membaca Journal itu. Teror dan Ancaman, membuat hidup Kyungsoo tak tenang"

.

.

.

.

.

Klap.

.

.

.

.

.

Kyungsoo membuka matanya. Nafasnya sedikit sesak. Ia melirik kekiri dan kekanan. Kemudian menghembuskan nafasnya lega

'Hanya mimpi ...'

Ia terdiam saat menyadari sepasang lengan melingkar di pinggangnya. Memeluknya erat.

Kemudian ia membalikan tubuhnya, menghadap kekasihnya yang tengah memejamkan mata. Ia tersenyun kecil "Kai-ah ..." Ia berucap dengan suara yang agak serak lalu menyimpan telapak tangannya di kedua sisi pipi kekasihnya itu.

Kai membuka matanya perlahan. Ia tersenyum ketika menemukan kekasih bermata indahnya tengah tersenyum "Selamat pagi .."

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya. Pipinya mengembung "Ini sudah siang ..." Ucapnya Kemudian menepuk pelan pipi Kai "Kau menyebalkan .."

Kai terkekeh pelan kemudia menggigit gemas hidung Kyungsoo "Kau menggemaskan .." Ucapnya kemudian kembali terkekeh.

Kyungsoo menatapnya kesal. Ia mendengus pelan "Ini serius~ Badanku sangat lengket .. Padahal tadi pagi aku baru saja mandi .." Ia cemberut "Bahkan kita tidak masuk kelas hari ini .."

Kai menarik hidung kekasihnya "Siapa yang mengajakku bercinta, heum?" Kemudian ia tertawa kecil "Lagipula aku sudah berjanji tak akan melakukannya jika kau belum siap ... Jadi ini bukan salahku"

Kyungsoo menunduk, wajahnya merona 'Bodoh..' Batinnya.

Kai kembali terkekeh lalu mengecup dahi Kyungsoo "Sudah jangan dipikirkan. Ayo mandi ... Kau duluan atau aku?"

Kyungsoo mendongak menatap kekasihnya, kemudian kembali menunduk "Kau saja duluan... Tubuhku masih sedikit .. Eum.." Bisiknya di akhir.

Kai mengelus surai hitam mutiara milik kekasihnya "Maafkan aku .. Ya?" Ia menghirup aroma yang keluar dari rambut itu.

Kyungsoo mengangguk kemudian mendorong sedikit tubuh Kai darinya "Mandilah .." Ucapnya lalu menggerakan tangannya seperti orang yang mengusir "Sana cepat."

Kai tersenyum dan menganggukan kepalanya kemudian mengecup pipi Kyungsoo sebelum ia berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

.

Kyungsoo menatap Kai yang kini memasuki kamar mandi. Setelah pintu itu tertutup, ia mendudukan dirinya dan bersandar pada kepala ranjang.

Ia kemudian termenung. Mencoba mengingat-ingat mimpinya.

Ia mengejar seorang gadis hingga ke tengah hutan. Bertemu wanita menyeramkan yang ternyata adalah gadis itu. Dan... "..Semua ada di journalku .."

Kyungsoo terbelak kecil saat mengingat perkataan wanita itu 'Journalnya ..' Ia kemudian melirik kesana kemari dan menemukan tasnya yang tersimpan diatas meja belajar milik Kai 'Apa masih ada didalam tasku?'

Dengan hati-hati ia berjalan kearah meja tersebut dan mengobrak abrik isi tasnya. Matanya berbinar saat menemukan apa yang ia cari "Oh! Ini dia!" Pekiknya senang.

Ia kemudian kembali ke ranjang dan mendudukan dirinya di sana. Dengan sedikit ragu, ia membuka halaman pertama Journal itu ..

-12 Maret 1987-

Hello World~

Ini adalah buku journal pertamaku. Perkenalkan, aku Im YoonA. Umurku sekarang menginjak 10 tahun. Yup! Aku lahir pada tahun 1977!

Ahh, mungkin sudah tertera di biodataku pada halaman sebelumnya. Kkk~

Aku hanya ingin menceritakan sesuatu padamu,

Hari ini aku sangat sedih .. Aku melihat Ayah dan ibuku bertengkar hebat tadi. Ibuku menangis dan ayahku terlihat frustasi. Mereka membicarakanku ..

Aku hanya bisa terdiam dikamar ditemani mainan berwarna pink kesayanganku. Entah apa yang membuatku sangat menyayangi benda itu, tetapi benda yang aku dapat dari sebuah set mainan koki itu sering aku pakai untuk bermain ..

Ahh .. Sudah dulu ya! Ayah memanggilku. Katanya aku harus segera pergi untuk pemulihan.

Sampai jumpa~

Kyungsoo mengernyitkan alisnya. Ia sedikit tak mengerti dengan isi halaman pertama tersebut. Tak mau ambil pusing, ia menyimpulkan itu hanya sebuah curhatan anak-anak biasa.

Tangannya bergerak untuk membuka halaman selanjutnya..

'Teb'

Kyungsoo terperanjat. Buku itu tertutup tiba-tiba.

Suasana di sekitarnya berubah tegang. Ia dapat merasakan bulu kuduknya mulai merinding ..

.

'Drrrt .. Drrrt ..'

Ia melirik ponselnya kemudian mengangkat panggilan itu.

'Hallo ...'

'…'

Kyungsoo mengernyitkan alisnya saat terdengar suara piano dari sebrang sana. Ia mendengarkan dengan seksama. Lantunan piano itu terdengar menjadi sangat cepat dan cepat..

'ARGH! KUMOHON HENTIKAAAAAAN!'

Kyungsoo terbelak "B-Baekhyun?!"

'Kyunggie~ ..' Jantung Kyungsoo mulai berdebar. Wanita itu ...

'Tut..tut..tut'

Kyungsoo terdiam. Nafasnya tak beraturan. Jantungnya berdebar.

Apa yang wanita itu lakukan pada Baekhyun?! Ia yakin sekali, triakan yang ia dengar adalah triakan sahabatnya.

Kyungsoo menggelang "T-tidak. Tidak mungkin Baekhyun ... Argh! Aku harus kesana!"

.

.

.

.

Baekhyun berjalan kearah ruang musik, tempat favoritnya. Ia sedikit kesal mengetahui sahabatnya tidak masuk hari ini dan membuatnya harus bermain musik sendirian.

"Huuh ... Kenapa Kyungsoo memdadak tidak masuk?"

Ia memasuki ruang musik. Dan mendudukan dirinya diatas bangku piano. Ia mendesah pelan "Gairah bermain musikku sedikit hilang"

'Rep ... Zzzt ..Rep'

'Deg'

Tubuh baekhyun menegang. Ia melihat ke sekelilingnya dan meneguk ludahnya berat. Semua lampu tiba-tiba berkedap-kedip "U-ugh .. A-apa mereka belum mengganti lampunya?" Ia berjalan cepat kearah pintu.

'Track'

Baekhyun terbelak "Hei! Siapa yang mengunciku?!" Ia berteriak sembari memukul-mukul pintu tersebut "Hei! Buka pintunya!"

'Rep'

Semua lampu benar-benar mati. Dan hanya menyisakan cahaya lampu yang ada di atas piano.

Baekhyun memutar tubuhnya perlahan dan bersandar pada pintu. Nafasnya memburu. Maniknya melirik kesana kemari, hingga ia menemukan piano yang tersinari oleh satu-satunya cahaya.

"S-siapa disana?!"

'Tum .. Tum..'

Baekhyun terbelak. Tuts tuts piano itu bergerak sendiri.

Perlahan, alunan melodi dari tuts tuts itu bergerak cepat, dan semakin cepat. Melantunkan lagu ... Gloomy Sunday..

Baekhyun berjongkok sembari menutup telinga dan matanya rapat. Ia berteriak kencang. Lantunan gloomy sunday itu semakin cepat dan keras. Membuat Telinganya berdengung dan Kepalanya sangat pusing.

"H-Hentikan .."

Namun lantunan tersebut malah terdengar semakin keras dan cepat dari sebelumnya.

"ARGH! KUMOHON HENTIKAAAAAAN!"

Seorang wanita tiba-tiba muncul di samping piano itu. Ia menyeringai "Sayang sekali baekhyunnie, ruangan ini kedap suara .."

Baekhyun mulai kehilangan kesadarannya, tubuhnya terasa lemas, kepalanya sangat pusing, ia mendongak dan terbelak kecil saat melihat sosok wanita yang berdiri di samping piano itu.

Pandangannya kabur, namun bisa ia pastikan, wanita itu menyeringai kearahnya sebelum ia kehilangan kesadarannya.

.

.

.

.

Kai mengernyitkan alisnya saat tak menemukan kekasihnya di kamarnya "Hyung.." Tak ada respon apapun. Kemudian ia berjalan kearah meja nakasnya. Secarik kertas beserta roti panggang dan susu tersaji di sana.

Kai membacanya dengan seksama sembari meminum susunya.

'Kai-ah, maaf aku pergi tanpa izin padamu. Tapi sungguh, ini benar-benar darurat. Aku harus segera pergi. Tenang saja, aku akan kembali. Habiskan makananmu. Maafkan aku. Aku mencintaimu. Kyungsoo'

Ia tersenyum kecil membaca pesan singkat tersebut. Namun, terbesit juga rasa kekhawatiran di hatinya. Mengingat kejadian aneh yang menimpa Kyungsoo kemarin serta kejadian aneh yang menimpanya di malam hari.

'Aku harus menyusulnya ..'

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan cepat di koridor kampusnya. Ia bertanya pada orang-orang dimana Baekhyun. Namun mereka hanya menggelengkan kepalanya dan bilang tidak tahu.

Ia menghentikan langkahnya saat melihat pria tinggi yang tengah terduduk di depan ruang uks. Pria itu membungkukan badannya seraya mengacak-acak rambutnya frustasi.

Oh! Kyungsoo kenal orang itu! Itu adalah Park Chanyeol, tunangan Baekhyun!

Dengan langkah cepat, ia mendekati Chanyeol "Chanyeol-ah .."

Chanyeol menoleh melihat siapa yang memanggilnya. Itu sahabat tunangannya, Do Kyungsoo "Kyungsoo? Bukankah kau tidak masuk hari ini?"

Kyungsoo mengangguk "Memang. Apa ... Kau melihat baekhyun?" Nafasnya sedikit terengah. Chanyeol kembali menunduk "Baekhyun .. Ada di dalam .." Ia berucap pelan.

Kyungsoo terbelak "Bagaimana bisa?!" Ia mengguncang pelan bahu Chanyeol "Chanyeol! Katakan padaku apa yang terjadi pada Baekhyun!"

Chanyeol mendongak menatap Kyungsoo, matanya mengisyaratkan putus asa "Aku bersumpah aku tidak tahu, Kyungsoo!" Ia menghela nafasnya berat kemudian kembali menunduk "Aku sedang mencari Baekhyun saat itu, dan aku menemukannya sudah tergeletak diruang musik dengan keadaan tubuh yang sangat dingin. Kau tahu bukan? Baekhyun tidak tahan terhadap suhu yang dingin"

Kyungsoo mendesah berat. Pandangannya kosong. Ia mendudukan dirinya di samping Chanyeol.

'... Semua orang terdekatmu akan kubunuh ..'

Ancaman wanita itu benar ... Ia sudah mengincar Baekhyun..

Kyungsoo menghela nafasnya "Chanyeol.." Chanyeol hanya menoleh tanpa mengatakan apapun "Aku harap untuk beberapa hari kedepan, kau selalu bersama baekhyun, dampingi dia kemanapun .. Apa kau bisa?"

Chanyeol mengangguk pelan "Itu pasti akan aku lakukan .." Ia tersenyum kecil

Kyungsoo mengangguk kemudian menghela nafasnya .. Pandangannya kembali lurus ke depan .. Kosong.

.

Suasana berubah hening. Chanyeol masih menampakan raut cemasnya. Sedangkan Kyungsoo masih terdiam.

Kyungsoo menghela nafasnya. Ia butuh udara segar untuk melepaskan fikiran-fikiran negatifnya tentang wanita itu.

Ia bangkit "Chanyeol, aku akan keruang terbuka hijau dulu .. Jaga Baekhyun" Ia menepuk pelan bahu Chanyeol dan Chanyeol mengangguk.

"Hati-Hati.." Kyungsoo berbisik khawatir. Kemudian ia pergi meninggalkan Chanyeol.

.

.

.

Kai memasuki kampusnya. Ia yakin, kekasihnya itu pasti pergi ke kampus saat ini. Ia berkeliling mencari Kyungsoo, bahkan ia sempat bertanya pada beberapa orang. Hingga akhirnya ia menemukan sepintas bayangan kekasihnya yang tengah berbelok kearah kanan ..

Ke arah ruang kimia ..

.

.

.

Kyungsoo menghembuskan nafasnya lega. Ia cukup menikmati suasana yang menenangkan di ruang terbuka hijau ini.

Ia menemukan seorang namja manis yang tengah mengecek keadaan tumbuhan tumbuhan yang ada disana.

Kyungsoo tersenyum kecil. Itu temannya, Lay.

Ia mendekati Lay "Lay Hyung.." Panggilnya sembari menepuk pundak Lay.

Lay menoleh "Oh .. Hai Kyungsoo .." Ia tersenyum manis "Apa yang kau lakukan disini?" Tanyanya.

Kyungsoo menggaruk tengkuknya tak gatal "Umm .. Hanya ingin mencari udara segar .. Hehe"

.

Tanpa ia sadari, sebuah tumbuhan gantung yang ada di atasnya bergerak-gerak sendiri.

.

"Aku juga ingin bercerita sesuatu padamu, hyung .." Kyungsoo menghela nafasnya.

Lay mengangguk "Hmm.." kemudian ia menulis beberapa kata pada bukunya "Kyungsoo, bagaimana jika kita membicarakannya sambil makan siang?"

Kyungsoo tersenyum "Baiklah"

Lay kemudian menutup bukunya, lalu Ia menoleh pada Kyungsoo "Ja-"

'Prank'

'Brughh'

"Ash-"

Lay mengedipkan matanya beberapa kali. Ia tak percaya pada apa yang dilihatnya.

Ia menoleh ke atas. Bagaimana bisa pot besar yang menggantung itu terlepas tiba-tiba dan hampir mengenai Kyungsoo?!

"K-Kyungsoo, kau baik-baik saja? Oh astaga! Maafkan aku" Dengan gerakan cepat ia menolong Kyungsoo.

.

Kyungsoo meringis, sikutnya tergores tanah cukup keras. Kemudian ia perlahan berdiri dibantu oleh Lay dan membersihkan dirinya dari tanah yang menempel.

"Kyungsoo? Kau tidak apa-apa?"

Kyungsoo menoleh ke belakangnya "Luhan hyung?"

Luhan sedikit meringis karena dirinya duluan yang terbentur tanah sebelum Kyungsoo. "Um. Kau tidak apa-apa? Untung aku datang tepat waktu sebelum kau tertimpa pot itu .."

Kyungsoo mengangguk canggung "Ne .. Gomawo Luhan hyung.." Ucapnya. Luhan mengangguk kemudian ia melihat kesana-kemari "Kau tidak bersama Kai?"

Kyungsoo mengernyitkan alisnya "Kai? Dia ada disini?" Tanyanya. Seingatnya, Kai sedang mandi saat ia meninggalkan apartementnya. Atau mungkin, kekasihnya itu menyusulnya kemari?

Luhan mengangguk "Heum. Aku melihatnya saat sedang berjalan kemari. Ia sepertinya mencarimu. Ia juga sempat bertanya pada orang-orang.." Ia sedikit menjeda "Kukira ... Dia sudah menemukanmu .."

Tiba-tiba suara gemuruh kecil terdengar dari arah pot yang baru saja terjatuh itu.

Kyungsoo menatap pecahan pot besar yang ada dihadapannya. Jantungnya kembali berdebar.

Luhan dan Lay terheran mehat kyungsoo yang terdiam melihat pecahan pot tersebut. Kemudian mereka ikut melihat pacehan tersebut .. Mata mereka terbelak seketika..

.

Perlahan-lahan, tanah tanah dari pecahan pot tersebut membentuk sebuah kata-kata..

.

'Kim JongIn'

.

Wajah Kyungsoo menegang... Kai?

Oh tidak .. Jangan sampai wanita itu ..

Juga mengincar kekasihnya ..

Kyungsoo bergegas pergi dari sana .. Ia harus mencari kekasihnya!

"K-Kyungsoo tunggu !"

Lay dan Luhan Ikut menyusul Kyungsoo yang tiba-tiba berlari.

.

.

.

Kai mengernyitkan dahinya saat tak menemukan kyungsoo di ruang kimia. Ia ingat betul, Kyungsoo masuk ruangan ini setelah berbelok tadi.

"Hyung .."

Ia terkekeh pelan "Oh ayolah, hyung. Jangan ber-"

'Prank'

"-sembunyi .."

Kai terbelak saat sebuah gelas kimia yang entah darimana datangnya hampir mengenai wajahnya jika saja ia tak menghindar.

Di depannya, Sosok kyungsoo tengah menunduk dalam.

"Kyungsoo hyung?"

Sebenarnya ia agak ragu jika itu Kyungsoo.

Ia menatap Kyungsoo yang ada di depannya lalu menghela nafasnya. Mencoba menenangkan pikirannya "Hyung .."

Kyungsoo terkekeh. Bahunya bergetar karena kekehannya. Ia perlahan mendongak. Menyeringai menatap Jongin dengan mata hitamnya.

.

Kai terbelak kecil menatap sosok tersebut ".. Oh tuhan .." Ia tak dapat berucap apa apa lagi setelah menatap sosok yang cukup menyeramkan tersebut.

Perlahan, kulit Kyungsoo terkelupas satu demi satu. Berjatuhan dan berubah menjadi binatang-binatang menjijikan. Kekehannya semakin terdengar menjadi tawaan yang sangat keras.

Kulit itu terus mengelupas, berganti menjadi sosok wanita ..

Kai menelan ludahnya. Wanita itu.. Wanita yang sama yang ada di hadapannya tadi malam .. Wanita yang menyeringai kearahnya sebelum ia menutup mata ..

"Kau mengingatku, hm? Ke-ka-sih. Kyungsoo .."

.

.

.

Kyungsoo berlari tak tentu arah. Bahkan ia sempat bertabrakan dengan beberapa orang. Dibelakangnya, Lay dan Luhan juga berlari mengejarnya.

Ia sudah tidak peduli jika ia ditatap aneh oleh orang orang yang ada di kampusnya. Yang terpenting ia harus mencari kekasihnya!

.

.

.

Suasana tegang masih menyelimuti Kai dan sosok wanita di hadapannya..

"Apa yang kau inginkan darinya?" Kai menggeram.

Wanita itu semakin menyeringai lebar "Hanya Kyungsoo dan benda itu yang tahu .." Ia sangat puas melihat kai yang begitu geram padanya.

Kai mendecih "Apa maksudmu hah?!" Ia menatap wanita itu marah "Jangan membawa kekasihku dalam urusanmu! Kyungsoo hyung tak punya salah apapun padamu!"

Sosok itu terkekeh kemudian kembali menyeringai "Bukan salahku Kim JongIn .. Kyungsoo menemukan sesuatu miliku yang berharga .. Dan aku telah bersumpah. Siapapun yang berhasil menemukan barang itu akan terkena kutukanku jika dia tidak berhasil membantuku .."

'Wushh'

Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang dan wanita itu menghilang tiba-tiba ..

' .. Disini nyawa kalian yang dipertaruhkan ..'

Bisikan itu terdengar di telinga Kai. Ia melihat kesana-kemari mencari sosok tersebut namun tidak ada.

"Argh!"

Kai mengacak rambutnya frustasi kemudian menendang salah satu meja yang ada disana.

Ini tidak bisa dibiarkan!

Wanita itu berbahaya ...

.

.

.

.

.

.

.

To be Continue ~

.

.

.

.

A/N 2 :

SETELAH SEMPET STUCK, AKHIRNYA ADA IDE JUGAAA :'3

OH IYA. NGOMONG-NGOMONG..

.

.

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYAAAA~~

Mohon maaf untuk kesalahan-kesalahan saya selama tahun 2015 *deep bow

Semoga di tahun baru 2016 ini bisa menjadi tahun yang lebih baik buat kita semuanya~

Daaan ~ seperti biasa, saya meminta maaf atas segala kekurangan yang ada dalam chapter ini. Saya hanya manusia biasa yang tidak bisa terlepas Dari typo (/)

Trimakasih pada kalian yang sudah setia membaca dan mengapresiasi The Journal. Saya tahu, ff ini masih sangat banyak kekurangan. Jadi, saya sangat mengharapkan saran kalian semua.

.

.

For the last~

.

.

.

Mind to review ^^?