Warning!
Cerita mengandung unsur BxB
Cerita murni hasil otak sendiri
.
DL!DR!
~ Enjoyed ~
.
.
~ Chapter 3 ~
.
.
.
Tok tok tok
"masuk!" ucap Jimin tanpa mengalihkan fokusnya pada setumpuk kertas yang ada pada meja kerjanya,
"Jiminie" panggil Taehyung yang tadi mengetuk pintu dan sekarang sudah berdiri didepan meja kerja Jimin,
"Tae-ah, ada apa sayang" Jimin berucap setelah mendongakkan kepalanya menatap Taehyung,
"a-apa tawaran mu masih berlaku sampai sekarang Jim?" Jimin mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dikatakan Taehyung padanya,
"tawaran? Tawaran apa sayang? Seingat ku, aku tidak ada menawari mu sesuatu" Jimin berdiri dari posisinya dan berjalan menghampiri Taehyung. Berdiri di depan Taehyung yang tiba tiba menundukkan wajahnya,
"ada apa dengan mu, heum?" kedua tangan Jimin terulur menangkup wajah Taehyung dan sedikit mengangkat wajah Taehyung yang menunduk,
"apa kau ada masalah Tae-ah?" ucap Jimin menatap tepat dimata Taehyung yang lagi berbendung, ibu jari tangan kanan Jimin terulur menghapus butiran air mata yang ingin terjun bebas diujung mata runcing Taehyung,
"ayo kita menikah" suara Taehyung nyaris berbisik ketika mengatakannya, tapi masih bisa didengar jelas oleh Jimin yang berada dihadapannya, untuk beberapa detik bola mata Jimin melebar sempurna.
Jimin benar benar tidak tahu kenapa Taehyung tiba tiba memintanya untuk menikah, seingat Jimin setiap ia mengatakan soal pernikahan padanya, Taehyung pasti akan mengalihkan pembicaraannya tanda ia belum siap dengan permintaan Jimin, tapi ada apa dengan Taehyung kali ini, apa ia benar benar sudah membuka hatinya untuk Jimin,
"aku tahu kau masih bingung Tae-ah" Jimin menarik tubuh Taehyung masuk kedalam pelukannya, untuk sesaat Taehyung terbayang akan pelukan hangat yang dulu Jungkook berikan padanya, tidak ada yang lebih hangat dari pelukan Jungkook padanya, bahkan pelukan Jimin jauh berbeda dengan pelukan Jungkook yang masih tersimpan dimemorinya.
"apa kau tidak ingin menikah dengan ku?" gumam Taehyung yang dapat didengar Jimin,
"tidak Tae-ah, tentu aku sangat ingin menikahi mu, tapi aku ingin kau benar benar siap untuk itu, tidak seperti ini, kau terlihat sedang bingung akan sesuatu Tae-ah, aku bisa melihatnya" Jimin mengelus lembut punggang belakang Taehyung.
dan Jimin bisa menebak apa yang baru dikatakannya benar, karena kini ia bisa merasakan tubuh Taehyung yang bergetar didalam pelukannya.
.
Other side
Jungkook sangat bingung dengan dirinya akhir akhir ini yang dengan mudahnya akan terlelap di mana saja, setiap ia tertidur pasti kenangan masa lalunya selalu muncul perlahan dengan sendirinya, seakan ingin menyadarkannya akan sesuatu hal yang penting, seperti saat ini ia terlelap dengan posisi kepalanya yang berada diatas meja kerjanya, kedua lengannya ia lipat untuk menjadi bantalan kepalanya,
.
Flashback on
Beberapa jam yang lalu kedua remaja ini baru saja mencopot status sebagai pelajar di HT High School, karena beberapa jam yang lalu mereka telah menyelsesaikan acara kelulusan mereka di HT High School.
Selama lima tahun belakangan ini mereka tinggal berdua dirumah kecil Taehyung yang berada dipinggiran kota, rumah kecil yang hanya dimilikinya dan Jungkook karena lima tahun yang lalu orang tua Taehyung meninggal dunia dan Jungkook yang dengan senang hati merawatnya dan selalu ada disampingnya. Rumah kecil yang menjadi saksi bisu dengan apa yang akan terjadi beberapa menit ke depan.
Jungkook membawa beberapa minuman kaleng yang beralkohol di dalam kantung plastik putih yang dibawanya, dan Taehyung yang membawa sebungkus ayam goreng yang tadi dibeli mereka.
"cha Hyung, letakkan di meja sini saja dan ayo kita berpesta" yang dibalas dengan kekehan oleh Taehyung atas ucapan Jungkook yang terlalu bersemangat,
"Kookie, kita masih dibawa legal untuk meminum alkohol" ucap Taehyung dan mendaratkan bokongnya duduk bersila di depan meja kecil yang sudah ditatanya terlebih dahulu dengan bawaan mereka tadi,
"tidak apa Hyung, hanya untuk malam ini, dan tidak akan ada yang melarang kita, jadi ayo berpesta" Jungkook mengikuti Taehyung dan duduk di samping Taehyung, tangannya mengambil kaleng yang berisi minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Tangan kanannya menarik ujung penutup kaleng yang menimbulkan bunyi cezz ketika ia menarik penutupnya,
"cha Hyung" Jungkook menyodorkan minuman itu ke Taehyung yang dibalas kekehan kecil dari Taehyung karena melihat Jungkook yang tidak seperti biasanya bersemangat seperti ini,
"gomawo" gumam Taehyung dan mencuri kecupan kilat di bibir Jungkook,
"jangan menggoda ku Hyung" Jungkook berucap dengan kekehan kecilnya atas perbuatan Taehyung,
"dan ayo kita bersulang!" kedua kaleng minuman itu mereka tabrakkan satu sama lain sebelum meneguknya bersama.
.
Jungkook meminta Taehyung untuk berlomba menghabiskan minuman mereka, ada sekitar sepuluh botol minuman yang sama tadi dibeli Jungkook, taruhan dengan siapa yang kalah akan membersihkan kekacauan yang mereka buat ini, dan tentu dengan senang hati Taehyung menerima tawarannya.
Mereka seakan lupa pengaruh besar alkohol yang mereka minum, merasa akan baik baik saja pada hal mereka belum pernah merasakan dan tahu bagaimana alkohol bekerja pada tubuh mereka yang tidak pernah meminumnya sebelumnya.
"Hyung hikk kau kalah hikk" Jungkook meguncang pundak Taehyung yang lagi bersandar didadanya dengan cegukkan cegukkan kecilnya.
Taehyung terlihat sangat nyaman bersandar pada dada bidang sang kekasih buktinya ia semakin menduselkan wajahnya keperpotongan leher Jungkook,
"Hyung, pergilah kekamar jika kau ingin tidur hikk" tubuh Jungkook terlonjak naik sedikit karena cegukkannya,
Taehyung benar benar tidak bisa menahan kepalanya yang terasa berat luar biasa dan matanya yang enggan terbuka, wajar ia seperti ini, tadi ia menghabiskan empat kaleng minumannya dan tumbang ditegukkan terakhir pada kaleng keempat.
Jungkook sendiri benar benar menghabiskan semua minumannya tanpa tersisa sedikit pun, sungguh hebat Jeon.
"eugh Kookie, gendong" Taehyung melingkarkan kedua lengannya memeluk leher Jungkook erat, tidak sampai membuat Jungkook tercekik karena ia masih menyanyangi Jungkook.
"kajja wooww . ." Jungkook yang tadi berdiri dengan Taehyung yang memeluk lehernya harus terhuyung kebelakang, tapi untung saja reflek tubuhnya cepat dan dengan singgap ia berdiri dengan Taehyung yang masih betah bergelantung didadanya.
Jungkook membenarkan posisi Taehyung, menarik kedua kaki Taehyung agar melingkar dipinggangnya, kedua tangan Jungkook diletakkannya pada bongkahan sintal Taehyung agar tidak merosot jatuh,
Siapa bilang Jungkook tidak merasa pusing karena menghabiskan minumannya, Jungkook benar benar merasa pusing, bahkan ia sering kali terbentur dinding ketika berjalan, dengan Taehyung masih berada digendongannya yang semakin membuat ia susah untuk berjalan lurus.
.
.
Jungkook perlahan menundukkan tubuhnya, melepaskan pelukkan Taehyung dilehernya dan pinggangnya,
"Kookie" gumam Taehyung ketika Jungkook membaringkan tubuh Taehyung keatas kasurnya.
Grab
Bruk
Taehyung menarik leher Jungkook kuat, hingga membuat Jungkook kehilangan keseimbangan dan menindih Taehyung,
"eugh" leguh Taehyung ketika lengan kanan Jungkook tidak sengaja menyentuh bagian selatannya, tentu bisa didengar Jungkook dengan baik, karena telinganya tepat berada didekat mulut Taehyung, yang menyebabkan ia mendengar dengan jelas lenguhannya Taehyung.
Jungkook yang antara sadar atau tidak menarik sudut bibirnya kecil, menampilkan smriknya yang sangat terlihat tampan jika Taehyung melihatnya sekarang.
Tangan kanannya yang tadi mengenai bagian selatan Taehyung, bergerak merambat dan menyusup dibalik celana yang Taehyung gunakan.
Tangannya menyentuh bagian selatan Taehyung yang masih tertidur didalam sana dengan tangan telanjangnya,
"eughhh" lenguh Taehyung lagi karena tangan Jungkook bergerak naik turun dan sedikit memijit bagian selatan Taehyung yang sudah ada dalam genggamannya,
"euughhh Kookie egghhh" lenguh Taehyung kala Jungkook menaikkan tempo kocokkannya pada penis Taehyung yang sudah menegang,
Jungkook sedikit memberi jarak antara dirinya dan Taehyung, memperhatikan wajah Taehyung yang terus terusan mengeluarkan desahannya karena ia yang masih mengocok penis Taehyung, meraup bibir Taehyung dengan terburu dan nafsu yang sudah pada puncaknya mendengar suara desahaan Taehyung.
Jungkook memposisikan dirinya berada diatas Taehyung dengan kedua lututnya berada disisi tubuh Taehyung yang berbaring dibawahnya tanpa memutuskan ciuman panasnya yang menuntun.
"ahh Kookie ahh ssttt" desah Taehyung merasakan lidah Jungkook yang menelusuri leher jenjangnya dan dadanya dengan sesekali ia mengigit kulit tan Taehyung,
"aahhh hhmmm ahh" Jungkook meraup bergantian nipple coklat Taehyung yang menegang, mengulumnya dan menyedotnya seperti bayi yang lagi menyusu, menarik dan mengigit nipple Taehyung yang membuat Taehyung terpekik karenanya,
Puas dengan tubuh atas Taehyung, Jungkook beralih kebagian bawah Taehyung, mencium dan menghisap dalam tulang selangka Taehyung yang dipaksanya mengangkang. Jungkook juga bermain dengan penis Taehyung dan twistball Taehyung sebelum ia memposisikan lidahnya masuk ke hole berkedut Taehyung,
"ahhh Kookie, jangan menggunakan mulut, gunakan itu mu sshhh ahhh" rancau Taehyung dengan meremas remas rambut belakang Jungkook,
"mengangkanglah hyung yang lebar" ucap Jungkook dan menarik tubuhnya agar tegak, Taehyung menurut dan mengangkangkan kakinya lebar seperti permintaan Jungkook,
Jungkook mengocok penisnya sebentar sebelum ia mengarahkan penis besarnya tepat di hole berkedut Taehyung yang memanggilnya,
"tahanlah Hyung" ucap Jungkook dengan memposisikan ujung penisnya tepat dihole Taehyung,
Jleb
"akh! Hmmpptt" ringisan kesakitan Taehyung karena penis Jungkook yang masuk kedalam holenya terhalang, karena Jungkook dengan cepat meraup bibirnya dan menghisap bibirnya yang sudah terlihat membengkak,
Jungkook menggerakkan kuat penisnya didalam hole Taehyung, memasukkan penisnya dengan tempo cepat dan kuat, hingga menimbulkan bunyi benturan bongkahan sintal Taehyung dengan bagian atas paha Jungkook,
Desahan dan alunan dari benturan tubuh mereka menjadi alunan yang meraung di dalam rumah kecil yang mereka tempati, untung saja rumah kecil mereka jauh dari keberadaan tetangga, sehingga tidak ada yang tahu dengan kegiatan apa yang mereka lakukan malam ini.
.
.
.
Hal yang pertama Taehyung lihat ketika ia membuka kedua matanya adalah tubuh atas Jungkook yang naked tertidur disampingnya dengan pulas.
Hal kedua adalah dirinya yang full naked dibalik selimut putih yang dipakainya, dan yang terakhir Taehyung baru menyadari bahwa bagian bongkahan sintalnya terasa seperti dibelah dua jika ia bergerak sedikit saja.
"hikss hikss hikss" Taehyung tidak tahu sama sekali apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Jungkook tadi malam, karena keadaannya yang mabuk dan tidak mengingat apa yang telah terjadi.
Suara isakan tangis Taehyung terdengar ditelinga Jungkook, Jungkook perlahan memicingkan matanya sebelum ia membuka kedua matanya sempurna,
"eugh Hyung, kenapa kau menangis" suara Jungkook terdengar serak.
Jungkook perlahan mendudukkan badannya bersender pada kepala kasur, tangan kanannya terulur mengusap lembut punggung belakang Taehyung dari balik selimut yang Taehyung pakai, Taehyung membungkus sempurna tubuhnya dengan selimut putih tebal yang hanya menyisakan kepalanya saja.
"Ko-Kookie, apa yang telah ki-kita lakukan hikss" ucap Taehyung dengan suara seraknya karena ia masih menangis, Jungkook mengeritkan keningnya bingung,
"kita lakukan? Emangnya apa ya_" Jungkook menjeda kalimatnya sendiri ketika baru menyadari bahwa dirinya yang bertelanjang dada.
Jungkook menarik ujung selimutnya yang terpatri dipinggangnya, merasa terguncang tiba tiba melihat ia yang hanya menggunakan dalamannya saja pada bagian privasinya di bawah sana,
"Hyung" lirih Jungkook yang melihat tubuh Taehyung semakin bergetar dibalik selimut,
"a-aku sungguh tidak tahu a-apa yang telah kita lakukan Hyung" Jungkook benar benar tidak mengingat sedikit pun tentang apa yang telah mereka lakukan, sungguh pengaruh alkohol sangat buruk untuk mereka,
"Kookie hikss hikss" Jungkook dengan segera memeluk Taehyung yang memanggilnya, memenjarakan tubuh Taehyung dalam dekapannya yang erat dan hangat,
"tenanglah Hyung, aku tidak akan meninggalkan mu Hyung" jeda untuk sesaat bagi keduanya.
Kamar mereka masih terisi dengan suara tangis Taehyung yang tidak berhenti,
"aku berjanji akan bertanggung jawab hyung, ku mohon berhentilah menangis" Jungkook semakin mengeratkan pelukannya memeluk tubuh ringkih Taehyung,
"Kookie hikss" panggil Taehyung dengan suara isakannya yang dibalas gumaman dari Jungkook padanya,
"ba-bagaimana kalau a-aku hamil Kookie" sebenarnya Taehyung tidak perlu mengkhawatirkan dirinya yang namja, tidak mungkinkan seorang namja seperti dirinya akan hamil karena Jungkook yang sudah membobolnya, itu tidak mungkin terjadi.
Tapi apa salahnya Taehyung bertanya padanya, hanya memastikan Jungkook tidak akan meninggalkannya,
"kalau itu terjadi Hyung" Jungkook sedikit mendorong tubuh Taehyung yang tadi dipeluknya, memberi jarak antara keduanya, untuk sesaat Taehyung berpikir Jungkook akan menertawakan ucapannya atau akan meninggalkannya,
"aku akan menikahi mu hyung, aku berjanji" ucapnya dengan menangkup wajah Taehyung agar menatap kearahnya. Taehyung lagi lagi beruntung karena memiliki Jungkook yang selalu ada disampingnya.
Jungkook mengikis jarak wajah diantara mereka, terpaan hangat keduanya berhembus diwajah mereka, Jungkook memiringkan sedikit kepalanya dan menutup kedua matanya, Taehyung yang mengerti dengan tindakan Jungkook ikut menutup kedua matanya.
Jungkook menempelkan bibirnya dibibir ranum Taehyung, menyesap bibir Taehyung secara bergantian dengan lembut, Taehyung menggerakkan bibirnya berlawanan arah dengan tindakan Jungkook. dan biarkan mereka menikmati ciuman mereka pagi ini dengan lembut.
Flashback off.
.
Sekali lagi Jungkook terbangun dengan kondisinya yang tertidur diruang kerjanya, melirik sekilas ke jam dinding pada ruang kerjanya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Jungkook melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya untuk segera pulang dan melanjutkan mimpinya yang sangat dirindukannya. Mimpi yang selalu hadir disetiap malamnya dengan mimpi yang sama terus terusan terulang.
.
"aggrrhh . . kenapa selisihnya sangat jauh" Jungkook yang mendengar suara erangan frustasi Taehyung? di dalam ruangan Taehyung ketika ia ingin melewati ruang kerjanya yang terbuka sedikit,
"apa Tae-hyung lembur" gumam Jungkook dan mendekat ke pintu ruangan Taehyung,
"aggrhh . . apa yang harus ku lakukan, Ryu pasti sudah menunggu dirumah bersama Jimin" frustasi Taehyung dengan mengacak acak rambutnya.
"kau tidak berubah sedikit pun Hyung" Jungkook menarik sudut bibirnya tersenyum sendu melihat Taehyung yang sedang mengacak acak rambutnya, Taehyung yang seperti ini begitu sangat menggemaskan dimata Jungkook dulu maupun sekarang,
tok tok tok
Jungkook memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu ruangan Taehyung, Taehyung sedikit terlonjak kaget karena mendengar suara ketukan,
"si-siapa? Ma-masuklah" Taehyung sedikit merasa merinding dan ketakutan ketika berucap, karena seingatnya ia hanya seorang diri sekarang, karena ini sudah melewati batas jam kerja yang seharusnya,
Taehyung membulatkan matanya sempurna, bukan! Bukan karena ia melihat hantu didepannya, didepannya sekarang ada Jeon Jungkook yang sedang berjalan masuk kearahnya.
"kenapa anda masih berada disini Taehyung-ssi?" Taehyung tidak menjawab dan tidak mendengar apa yang baru saja Jungkook katakan padanya.
Taehyung hanya saja terpaku dengan sosok yang selama ini ia hindari secara kontak fisik, mata maupun sapaan selama ia bekerja disini, tapi apa ini kenapa Jungkook tiba tiba muncul dihadapannya disaat tidak ada celah bagi Taehyung untuk melarikan diri seperti biasanya,
"Taehyung-ssi apa anda baik baik saja" Jungkook yang tadi berdiri didepan Taehyung dengan meja kerja Taehyung sebagai pembatas mereka, berjalan memutari meja kerja Taehyung dan berdiri tepat didepan Taehyung tanpa ada batasan apa pun yang menghalangi mereka.
"Hyung kau baik baik saja" Jungkook sedikit berjongkok didepan Taehyung yang masih enggan melepaskan tatapannya melihat Jungkook tanpa sepatah kata pun padanya.
"Hyung aku merindukan mu" tangan kanan Jungkook terulur menyentuh pipi kiri Taehyung, mengusap lembut pipi Taehyung.
Kedua mata Taehyung terpejam dan ia menikmati sentuhan yang Jungkook berikan pada pipinya. Taehyung sangat merindukan sentuhan lembut dan hangat Jungkook seperti ini padanya,
"aku sungguh merindukan mu Hyung" tangan kiri Jungkook menarik lembut tangan kanan Taehyung, mencium dalam punggung tangan Taehyung yang sedikit terasa dingin,
"sampai rasanya aku ingin mati karena tidak bisa melihat mu" Taehyung perlahan membuka kedua matanya, menatap tepat dimata Jungkook yang lagi menatapnya sendu,
"ku mohon Hyung, kembalilah pada ku" Taehyung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban Jungkook,
"tidak Kookie, aku tidak mungkin kembali pada mu" Taehyung menarik tangannya yang digenggam Jungkook,
"aku sudah memiliki Jiminie sekarang" ucapnya dan berdiri dari posisinya, memundurkan langkahnya untuk memberi ruang yang banyak antara dirinya dan Jungkook, Jungkook berdiri dari posisi berlututnya tadi,
"Hyung, setidaknya dengarkan penjelasan ku kenapa aku tidak kembali"
"tidak Kookie! Berhenti disana! Jangan mendekat!" ucap Taehyung cepat melihat Jungkook yang ingin berjalan mendekat kearahnya,
"jangan bahas hal itu lagi, sekarang ku mohon keluarlah"
"Hyung~" lirih Jungkook memanggilnya,
"Ku mohon Kookie" dan Jungkook dengan hatinya yang lagi lagi terasa hancur menuruti kata Taehyung dan pergi dari ruang kerja Taehyung, sebelumnya ia bergumam kata 'mianhae, saranghae' pada Taehyung.
"aku tidak akan menangis lagi kali ini Kookie" Taehyung bergumam dengan isakannya,
"tapi kenapa air mata bodoh ini terus saja mengalir" Taehyung tersenyum miris dan membiarkan air matanya keluar begitu saja tanpa niat menghapusnya.
.
.
Flashback On
Jungkook benar benar bahagia karena akhirnya surat lamaran kerjanya diterima, dan lebih membahagiakan lagi karena ia diterima diperusahaan besar yang berada di Seoul tepatnya di JM Corp Pusat.
Dibalik kebahagiannya ia merasa berat untuk meninggalkan namja manis yang selalu bersama dengannya, disatu sisi ia tidak mungkin membawa Taehyung ikut bersama dengannya.
Karena demi apa pun ia tidak memiliki tabungan yang cukup untuk membiaya kehidupan mereka di Seoul sebelum ia menerima gaji pertamanya.
Jungkook benar benar menyukai memeluk Taehyung dalam dekapannya, dan tidak merasa keberataan dengan Taehyung yang bersandar pada pundaknya.
"aku ingin ikut bersama mu Kookie" ucap Taehyung yang masih didengar Jungkook dengan jelas, beberapa jam yang lalu Jungkook mengatakan pada Taehyung bahwa ia diterima bekerja diperusahaan ternama di Seoul, Jungkook tidak menyebutkan nama perusahaannya karena Taehyung yang merengek tidak ingin jauh dari Jungkook,
"tidak hyung, kau tidak bisa ikut bersama dengan ku, aku pergi untuk kita Hyung" tangan Jungkook mengusap lembut punggung Taehyung,
"aku tidak bisa jauh dari mu Kookie" Taehyung mengeratkan pelukannya dipinggang Jungkook,
"Hyung, aku janji aku akan kembali setelah aku berhasil menabung untuk menikahi mu" perkataan Jungkook membuat Taehyung bungkam untuk sesaat,
"Kookie" sebelum ia kembali memanggil Jungkook dengan suara lirihnya,
"Hyung, ku mohon tunggulah aku sebentar lebih lama, karena setelah itu kita akan selalu bersama" setelah Jungkook berucap, ia tidak mendengar suara Taehyung lagi, yang ia dapatkan hanya dekapan Taehyung yang semakin erat memeluk pinggangnya, seolah Taehyung tidak mengijinkan Jungkook lepas dari pelukannya.
Flashbackk Off.
.
Jungkook memijit pelipisnya yang berdenyut, merasa bingung dengan mimpinya yang selalu muncul setiap ia menutup kedua matanya. Mimpinya yang seolah olah mengingati ia tentang janjinya dulu pada Taehyung.
"aku benar benar harus memberi tahu mu tentang alasan ku tidak menepati janji ku hyung pada mu" gumamnya dan berjalan kearah pantry. Ngomong ngomong Jungkook masih berada dirumahnya karena ini masih menunjukkan pukul enam pagi, ada waktu dua jam lagi untuk ia pergi ke kantor.
Jungkook membuka lemari pendingin yang hanya berisi air mineral, beberapa minuman kaleng soda maupun yang beralkohol. Tidak ada yang lain seperti bahan makanan ataupun buah buahan didalam lemari pendinginnya. Tipikal Jungkook sekali yang malas memasak atau sekedar mengemil.
"aku harus mengatakannya pada mu hyung, setelah ini aku akan menerima keputusan mu" setelah meneguk air mineral yang diambilnya tadi, Jungkook berjalan kearah kamarnya, hanya untuk bersiap siap ke kantor.
.
.
.
Tbc
Special terima kasih atas reviews nya :
jelitutfujoaddict, ismisofifia, Hastin99, rika
dan maaf kalau banyak typonya, karena typo sebagian dari ff ku :D
see ya di next chap
