Warning!
Cerita mengandung unsur BxB
Cerita murni hasil otak sendiri
.
DL!DR!
~ Enjoyed ~
.
.
~ Chapter 5 ~
.
.
.
Delapan hari lagi pesta pernikahan itu akan berlangsung, dan sudah dua hari ini Taehyung termenung akan sesuatu yang sangat mengganjal dihatinya. Bahkan sudah dua hari juga ia tidak mendapati Jungkook diperusahaan.
Taehyung yang saat itu ingin keruangannya Jimin mendengar ucapan Jimin yang mengatakan Jungkook tidak akan masuk kerja untuk beberapa hari karena ia sedang sakit dengan salah satu karyawannya.
Membuat Taehyung mematung mendengarnya, karena seingat Taehyung , Jungkook tinggal sendiri dirumah mereka(?), dan Jungkook sangat tidak suka meminum obat atau pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisinya.
Jadi disinilah Taehyung berdiri, didepan rumah mereka(?) dengan kantung plastik yang berisi obat obatan untuk Jungkook. merutuki keteledorannya Jungkook yang tidak mengunci pintu pagarnya.
Ting tong
Jungkook yang merasa kepalanya berdenyut sakit, mencoba menahannya dan berjalan kearah pintu utama karena suara bel yang terus terusan berbunyi,
Ckleak
"hyung?" ucap Jungkook pelan ketika ia pertama kali membuka pintu dan mendapati Taehyung,
"em, ku dengar kau sakit, jadi aku kemari hanya ingin melihat mu dan memberikan ini untuk mu" Taehyung terlihat salah tingkah ketika berucap, karena demi apa pun kenapa ia masih mengkhawatirkan Jungkook sekarang.
Jungkook menarik sudut bibirnya tersenyum mendengar ucapan Taehyung yang ternyata masih mengkhawatirkannya.
"terima kasih banyak hyung telah datang kemari"
"apa kau mau masuk hyung?" tawar Jungkook, Taehyung terlihat berpikir sejenak sebelum dirinya berjalan masuk kedalam rumah mereka(?),
.
"eugh" leguh Jungkook yang merasa benar benar pusing, hampir saja ia terjatuh kalau saja dengan cepat ia tidak memegang ujung meja makan dekat pantry,
"sebaiknya kau istirahat saja Jungkook-ssi dikamar, aku akan membuat sesuatu agar bisa kau makan dan nanti akan kubawakan ke kamar" sebenarnya Taehyung ingin sekali membantu Jungkook,
menangkup pundak Jungkook agar tidak jatuh, tapi ia masih takut melakukan kontak fisik pada Jungkook, takut merasakan debaran jantungnya yang berdetak tidak karuan.
"maafkan aku hyung merepotkan mu dan terima kasih banyak atas perhatian mu" setelah berucap Jungkook pergi kekamarnya, dan Taehyung yang mulai berkutat di pantry untuk membuat bubur nasi untuk Jungkook.
.
Taehyung membantu Jungkook dengan menyuapi makanannya hingga habis, membantu Jungkook agar meminum obat yang tadi dibelinya. Setelah beberapa menit Jungkook terlihat sudah tertidur karena efek dari obat yang diminumnya sudah bekerja.
Taehyung memandangi wajah damai Jungkook, menyisir rambut depan Jungkook kesamping dengan jemarinya.
"aku benar benar merindukan mu Kookie" gumamnya pelan.
Setelah Taehyung merasa cukup membantu Jungkook, ia pun pergi dari sana tanpa niat membangunkan Jungkook sedikit pun.
.
.
.
Ada sekitar enam hari lagi dimana acara pernikahannya akan diselenggarakan, dan Taehyung benar benar bingung, bingung tentang apa ia harus mengatakan pada Jungkook bahwa Ryu adalah anak mereka atau tidak.
Tapi disisi lain Taehyung takut jika ia mengatakannya pada Jungkook, Jungkook akan membawa Ryu bersamanya dan tidak memperbolehkan Taehyung bersama atau bahkan bertemu dengan Ryu setelahnya.
Tok
tok
tok
Taehyung yang tersadar dari lamunannya, menoleh cepat kearah pintu masuk diruangannya yang diketuk seseorang dari luar,
"masuk!" perintahnya dengan sedikit berteriak agar bisa didengar. Saat ini Ryu sedang tertidur diruangan Jimin omong omong.
Jungkook lah yang tadi mengetuk pintu ruangannya. Jungkook melangkahkan kakinya mendekat ke meja kerja Taehyung.
Lagi lagi Taehyung hanya bisa menatap sendu kearah Jungkook. Jungkook sudah masuk bekerja besoknya setelah Taehyung memberinya obat omong omong.
"maafkan saya Taehyung-ssi, saya hanya ingin menghantar hasil laporan yang anda minta" Jungkook menyerahkan map berwarna biru tua ke Taehyung yang menerimanya,
"Dan selamat atas pernikahan anda yang akan segera berlangsung beberapa hari lagi" untuk sesaat Taehyung membeku ditempatnya atas ucapan Jungkook yang mengucapkan selamat tiba tiba atas pernikahannya yang akan berlangsung beberapa hari lagi,
"maaf sepertinya saya tidak bisa datang kepesta pernikahan anda dengan Sajangnim. Sekali lagi selamat" jelas Jungkook tidak akan pergi kepesta pernikahannya Taehyung, kalau ia pergi itu sama saja dengan membiarkan dunianya runtuh saat itu juga, menyaksikan di depan mata orang yang dicintai menikah dengan orang lain.
"kalau begitu saya permisi" Jungkook membungkukkan badannya sedikit dan berbalik menuju pintu pada ruangan itu,
"kenapa Kookie? Kenapa kau melakukan ini pada ku" langkah Jungkook terhenti karena Taehyung yang tiba tiba berucap,
"apa maksud anda Taehyung-ssi?" Jungkook berbalik dan bertanya pada Taehyung,
"jangan berpura pura tidak tahu apa maskud ku!" Taehyung menaikkan nada bicaranya, sedikit berteriak pada Jungkook yang berjalan mendekat kearahnya,
"aku sangat membenci mu Kookie hikss" isak Taehyung, Jungkook bisa melihat air mata Taehyung yang sudah berlinang dipipinya yang sekarang terlihat sedikit tirus,
"kau bahkan tidak bertanya pada ku tentang kesehatan ku dan tentang Ryu hikss" Jungkook mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud Taehyung yang tiba tiba membahas Ryu,
"aku tidak bertanya karena aku tahu kau baik baik saja hyung" sela Jungkook
"kau salah Kookie, aku tidak baik baik saja, aku sangat terluka setiap melihat mu!" Taehyung menggelengkan kepalanya.
Taehyung benar benar tidak sanggup lagi menahan semua rasa sakit dan tersiksa yang menyakitkan dihatinya, jadi Taehyung berjanji akan menceritakan semua yang dirasanya pada Jungkook sekarang, sebelum ia terlambat.
"kau bahkan tidak bertanya kenapa Ryu bisa memanggil ku eomma" Taehyung menatap tepat dimata Jungkook,
"aku yang mengandung Ryu selama sembilan bulan dan melahirkan Ryu" tanpa Taehyung jelaskan pun Jungkook sudah mengetahui fakta yang satu ini, tapi Jungkook hanya diam dan membiarkan Taehyung menyelesaikan ucapannya,
"dan kau bahkan tidak bertanya pada ku siapa appanya Ryu!" Jungkook masih diam dan tidak menyela ucapan Taehyung
"kau harus tahu Kookie, harus tahu bahwa Ryu adalah anak mu!" Jungkook membelalakkan matanya sempurna mendengar pengakuan Taehyung yang satu ini, karena menurut Jungkook selama ini Jiminlah appa kandung Ryu seharusnya,
"hyung~" lirih Jungkook memanggilnya
"dua minggu setelah kepergian mu, aku mengecek kondisi ku dan dokter mengatakan bahwa aku memiliki janin yang baru berusia dua puluh hari di dalam perut ku" Jungkook masih diam ditempatnya karena sungguh ia tidak tahu sama sekali, bahwa malam itu ketika mereka melakukannya, Taehyung bisa hamil dan mengandung seperti yeoja pada umumnya,
"aku berjuang seorang diri membesarkan Ryu tanpa kau ada disisi ku. Mengabaikan orang orang yang mengganggap ku aneh dan menjijikkan karena bisa melahirkan Ryu" air mata Taehyung tidak berhenti mengalir dan ia tidak berniat untuk mengusapnya sedikit pun,
"aku tahu kau hanya beralasan mengatakan pada ku tentang keadaan mu selama ini, kau hanya merasa jijik menjalin hubungan dengan ku!" Jungkook yang tadi diam kini menatap Taehyung tepat dimatanya,
"ku mohon biarkan aku bahagia kali ini bersama Jimin tanpa harus merasakan terluka lagi, karena aku harus melepas mu Kookie"
"hyung~" lirih Jungkook lagi,
"ku mohon jangan mengambil Ryu dari ku, aku hanya ingin kau mengetahui bahwa Ryu adalah anak mu, hanya itu"
"jadi ku mohon Kookie" pinta Taehyung lagi sambil memohon pada Jungkook.
Jungkook melangkahkan kakinya mendekat kearah Taehyung, menarik tubuh Taehyung masuk kedalam pelukan hangat yang dimilikinya.
"maafkan aku hyung, ku mohon maafkan aku, aku tidak mengetahui semua ini" Jungkook mendekap erat Taehyung,
"seandainya aku mengetahuinya jauh sebelum ini, aku pasti akan memperjuangkan mu hyung dan Ryu, memperjuangkan kalian bersama ku" Taehyung meletakkan kedua tangannya didada bidang Jungkook dengan kepalanya yang bersandar pada dada bidang Jungkook,
"sungguh maafkan aku hyung, aku tidak akan merusak kebahagian mu dengan Jimin sajangnim, aku rasa sekarang saatnya dimana aku harus rela melepaskan mu hyung" Taehyung tidak bisa menahan tubuhnya untuk bergetar atas ucapan Jungkook,
"maafkan aku hyung. Berbahagialah dengan Jimin sajangnim. Karena kebahagian mu adalah kebahagian ku juga hyung" Jungkook mencium puncak kepala Taehyung, untuk sesaat biarkan mereka menumpahkan semua yang ada di dalam hati mereka satu sama lain untuk terakhir kalinya.
Tanpa mereka sadari Jimin berdiri dibalik pintu ruangan Taehyung, mendengar semua pembicaraan mereka tanpa terlewat sedikit pun.
Jimin hanya menatap kosong kedepan dengan mengepalkan kedua tangannya, dan berlalu pergi dari ruangan Taehyung.
Tadinya Jimin ingin mengatakan pada Taehyung bahwa ia akan membawa Ryu bersamanya sampai acara pernikahan mereka berlangsung, membawa Ryu kerumahnya karena permintaan sang eomma yang ingin melihat Ryu.
.
.
.
Jimin melangkahkan kakinya mendekat ke Mr Park yang lagi berisitirahat di kebun pada halaman belakang kediaman keluarga Park. Mr Park sudah pulang dari bisnisnya tiga hari yang lalu, tapi Mr Park masih meminta Jimin untuk mengurusi JM Corp Pusat sampai acara pernikahan Jimin dan Taehyung selesai dilakukan.
"kenapa kau berada disini, bagaimana pekerjaan mu, apa berjalan lancar" Mr Park melirik sekilas ke Jimin dan melanjutkan kegiatannya membaca koran,
"aku hanya ingin bertanya pada appa" Jimin memposisikan dirinya duduk disamping Mr Park,
"bertanya? Tentang?" Mr Park melipat koran yang ada ditangannya, meletakkan koran itu dimeja pembatas antara dirinya dan Jimin duduk,
"tentang Jeon Jungkook".
.
.
.
Taehyung tidak bisa menahan dirinya untuk tidak datang kerumah Jungkook malam ini, mengingat pernikahannya dengan Jimin yang akan dilaksanakan empat hari lagi.
Taehyung hanya bingung dengan dirinya yang tiba tiba berjalan kearah rumah Jungkook, dan berakhir didepan rumah Jungkook sekarang. Ryu sedang bersama dengan Jimin dirumah keluarga Park omong omong.
Ting tong
Taehyung menekan bel rumah Jungkook, berharap Jungkook tidak terlalu lama membukakan pintunya, karena kalau Jungkook tidak membukanya dengan segera, Taehyung akan membatalkan niat bodohnya datang ke rumah Jungkook dan berlalu pulang keapartemennya,
Ting tong
"aku benar benar bodoh bisa berada disini, sebaiknya aku pulang" gumamnya setelah tidak mendapatkan tanda tanda keberadaan Jungkook yang akan membuka pintu,
Ckleak
Baru saja Taehyung melangkahkan kakinya memunggungi pintu rumah Jungkook, ia mendengar suara pintu yang dibuka dari dalam,
"hyung" ucap Jungkook terkejut melihat Taehyung yang berdiri membelakanginya,
"ma-maafkan aku, aku seharunya tidak kemari" Taehyung berucap tanpa berniat membalikkan badannya melihat Jungkook,
Grab
Jungkook menahan lengan Taehyung yang tadi ingin pergi dari hadapannya, menarik Taehyung agar menghadap kearahnya,
Deg deg deg
Jantung Taehyung berpacu dengan cepat melihat penampilan Jungkook yang sangat berbeda.
Jungkook hanya mengenakan handuk yang melingkar dipinggangnya dengan baju putih polos menutupi dadanya yang bidang, pada bagian leher kaos putihnya terlihat basah akibat rambutnya yang masih meneteskan air, bahkan bagian dadanya terjetak jelas.
Rambut basahnya yang sedikit berantakan menambahkan penampilannya yang terlihat berkali kali lipat lebih tampan.
"maafkan aku hyung, tadi aku sedang mandi" Jungkook melepas tangannya yang tadi menahan lengan Taehyung,
"ah, tidak masalah" ucap Taehyung kikuk dan menundukkan wajahnya merasa malu karena memperhatikan penampilan Jungkook,
"masuklah hyung, diluar sangat dingin, aku akan membuatkan minuman untuk mu" jungkook mempersilahkan taehyung masuk.
Taehyung mengikuti Jungkook yang membawanya kearah sofa pada ruang tengah, dan Jungkook yang berlalu kearah pantry untuk membuat minuman untuk Taehyung.
'apa ini benar yang ku lakukan' batin Taehyung,
'aku ingin sekali memeluk mu Kookie' Taehyung menatap miris kearah Jungkook yang sedang berada dipantry,
'aku ingin sekali merasakan hangat tubuh mu walaupun hanya malam ini' Taehyung masih membatin dan tidak menyadari Jungkook yang sudah berada dihadapannya, menyodorkan minuman yang tadi dibuatnya untuk Taehyung,
"hyung?" Taehyung mengerjabkan matanya lucu dan tersadar dari lamunannya akibat Jungkook yang memanggilnya berulang kali,
"ah, maafkan aku, terima kasih" Taehyung menerima segelas teh yang dibuat Jungkook untuknya, dan menyeruputnya hingga setengah,
"ada apa kau kemari hyung, dimana Ryu?" Jungkook mendaratkan bokongnya duduk disamping Taehyung,
"Ryu sedang bersama Jimin dirumah orang tua Jimin, Park ahjumma meminta Jimin untuk membawa Ryu kesana"
"dan alasan ku kemari karena a-aku_" Taehyung mengigit bibir dalamnya,
"aku ingin bertemu dan ingin bersama mu untuk malam ini" Jungkook membulatkan matanya untuk sesaat dan merubah ekpresinya menjadi tersenyum hangat ke Taehyung,
"hyung~"
"ku mohon Kookie, hanya untuk malam ini, ijinkan aku bersama mu sebelum aku resmi menjadi istri sahnya Jiminie" Taehyung menatap tepat dimata Jungkook,
"aku sangat merindukan mu Kookie, maafkan aku selama ini yang meminta mu menjauh dari ku, walau kenyataannya aku yang tidak bisa menjauh dari mu" Taehyung menundukkan kepalanya ketika berucap,
"ijinkan malam ini aku memiliki mu" lanjut Taehyung dengan suaranya yang hampir berbisik, untung saja Jungkook bisa mendengarnya dengan baik,
"apa pun yang kau inginkan hyung, kau sepenuhnya berhak atas diri ku, karena aku masih sangat mencintai mu hyung" Jungkook menarik lembut Taehyung masuk dalam dekapan hangatnya, menyandarkan kepala Taehyung didada bidangnya. Membiarkan Taehyung mendengar detak jantungnya yang berpacu.
"Kookie?" panggil Taehyung,
"em, ada apa hyung" jawab Jungkook masih enggan melepaskan Taehyung dalam dekapannya.
"ayo kita lakukan untuk yang terakhir kalinya" Jungkook mengeritkan keningnya bingung dengan ucapan Taehyung yang tiba tiba.
Taehyung yang tidak mendapat respon dari Jungkook, memberi jarak antara dirinya dan Jungkook. kedua tangan Taehyung menangkup wajah Jungkook, dan membelainya lembut dengan ibu jarinya,
"ayo kita lakukan" ucapnya lagi dan menempelkan bibirnya tepat dibibir Jungkook. untuk sesaat Jungkook terkejut dengan tindakan Taehyung yang tiba tiba menciumnya.
Taehyung menggerakkan bibirnya melumat dan menghisap lembut bibir atas dan bawah Jungkook secara bergantian, kedua matanya ia tutup.
.
Jungkook masih memperhatikan wajah Taehyung dari jarak sedekat ini dengannya, merasakan bibir Taehyung yang melumat lembut bibirnya. Jungkook masih membiarkan Taehyung menguasai bibirnya dengan gerakan lembut.
Taehyung yang tidak merasakan Jungkook membalas ciumannya semakin menarik wajah Jungkook lebih menempel padanya, memperdalam ciumannya dan berharap Jungkook melakukan hal yang sama padanya.
Dan benar saja Jungkook perlahan menggerakkan bibirnya melumat dan menghisap secara berlawanan atas ciuman Taehyung, membiarkan Taehyung yang menuntunnya.
Lumatan dan hisapan yang awalnya lembut dan Taehyung pimpin, kini berubah menjadi sedikit kasar dan terburu buru yang di pimpin Jungkook.
Jungkook menekan tengkuk Taehyung semakin memperdalam ciuman mereka. kedua tangan Taehyung melingkar memeluk leher Jungkook dan merapatkan dirinya pada Jungkook.
Lumatan, hisapan dan perang lidah sudah mereka lakukan, bahkan saliva entah punya siapa sudah turun ke dagu Taehyung.
"eugh" leguhan Taehyung menjadi pemacu birahi Jungkook mencumbu dirinya.
Jungkook mengangkat Taehyung dalam gendongannya dan membawa Taehyung masuk kedalam kamarnya tanpa memutuskan ciuman mereka.
Jungkook membanting tubuh Taehyung ke kasur miliknya, menyambar dengan rakus bibir Taehyung yang sudah membengkak. Kedua tangannya membuka baju yang Taehyung kenakan, dan membuka kaos yang dikenakannya, membuangnya kesembarang arah.
Jungkook menindih tubuh Taehyung yang berada dibawahnya, menelusuri leher jenjang Taehyung dengan lidah dan kecupannya, Jungkook tidak berani membuat tanda biru keunguan dileher Taehyung, mengingat Taehyung yang akan menikah beberapa hari lagi.
"eughhh ahhh" desah Taehyung kegelian karena Jungkook yang masih menjajah dadanya.
Lidah Jungkook bermain dengan mengitari nipple Taehyung yang telah menegang, tangannya meraih nipple lain yang belum dijamahnya dengan memelintir dan menekan nekannya.
"aahh haahhaa" Jungkook menyedot kuat nipple Taehyung dan sesekali ia mengigitnya, membuat Taehyung terpekik sakit dan nikmat bersamaan.
Kedua tangan Jungkook menarik turun celana yang Taehyung kenakan sekalian dengan dalaman Taehyung. Mengecupi bagian pusar, tulang selangkang dan paha dalam Taehyung.
"aku akan memasuki mu hyung, tahan hyung" Jungkook berdiri dari posisi menindihnya pada Taehyung, melepas handuk yang tadi melingkar dipinggangnya, dan membuka dalaman yang dipakainya.
Taehyung merona hebat melihat penis Jungkook yang menegang sempurna melawan grafitasi.
Jungkook menaiki kasurnya dengan kedua lututnya menumpu dikedua sisi paha Taehyung. Tangannya memposisikan penisnya berada didepan hole Taehyung dan
Jleb
"akh!" pekik Taehyung yang merasakan penis Jungkook masuk dengan sempurna kedalam holenya.
Jungkook perlahan menggerakkan penisnya maju mundur,
"ahh ahh ssttttt ahhh hhaa" desah Taehyung seirama dengan gerakan Jungkook yang memaju mundurkan penisnya didalam hole Taehyung.
Suara desahan dan bunyi tubuh yang saling bertubukan menjadi alunan yang mengaung di dalam kamar yang terasa panas ini.
Dan biarkankan mereka berbagi cinta mereka untuk terakhir kalinya malam ini dengan cara penyatuan tubuh mereka.
.
.
.
Tbc
Special terima kasih atas reviews nya :
Vianagyu, alien-kun, AniSaul21,
dan maaf kalau banyak typonya, karena typo sebagian dari ff ku :D
