Author : Hyuna Park #AdeknyaPCY

Genre : SchoolLife,Action,Romance,etc

Rating : T

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Kim Jongin, EXO Member OT12,etc

Pair : ChanBaek,HunHan,KaiSoo,EXO Official Pair

Warning : Kekerasan, Bullying, Bad Word, Thypo(s).

(GAK SUKA GAK USAH BACA)

Disclaimer : All Cast milik Tuhan YME, Orang Tua masing - masing, dan Agency masing - masing. Ide Cerita murni milik Hyuna.

a/n : FF ini terinspirasi dari beberapa FF dan JDrama. Kalau ada kemiripan, itu karena Hyuna terinspirasi. Hyuna bener - bener gak plagiat. PLAGIARISM IS NOT MY STYLE *keinget Showtime* #Baper

.

.

Don't Be Plagiarsm. Don't Forget To Review.

.

.

.

.


Setiap alunan nada terasa menusuk

Setiap liriknya membuat gila

Tulikan pendengaranmu, Jangan dengarkan lagu ini


Pagi ini semua murid SM Senior High School menjadi ramai. Pasalnya kejadian kemarin membuat mereka bingung. Seorang Pheonix meminta Lightsaber untuk berteman. Dan itu artinya Pheonix semakin kuat. Pheonix tak terkalahkan memiliki teman yang sama kuatnya.

Di hari ketiga masuknya Lightsaber, mereka sudah keluar dari disaat jam pelajaran mulai. Wali kelasnya hanya bisa menghela pasrah, dan para guru bahkan kepala sekolah pun tak ada yang berani menegur anak baru itu karena mereka pasti akan berurusan dengan Pheonix.

"Hei! Ku kira kau akan datang sangat siang." Sehun yang baru datang langsung masuk begitu saja. Chanyeol hanya tersenyum tanpa menoleh kearah orang yang berbicara.

"Apa kau tak ada niatan masuk kelas ? Kau berada di kelas apa ?" Tanya Kai yang mendudukkan dirinya di bangku yang ada di ruangan Pheonix. Ruangannya begitu bagus, bercat cream dan ada banyak peralatan seperti gitar, drum, dan piano. Sepertinya si Pheonix suka bermain musik.

"Tidak. Kelas 3-2." Jawabnya singkat masih fokus dengan game yang ada ditangannya.

"Kau sekelas dengan kami." Chanyeol hanya mengangguk. Suasana jadi hening. Sehun dan Kai masih mengamati ruangan Chanyeol. Dan Chanyeol masih fokus dengan game-nya.

"Hmm... apa aku boleh tahu tentang musuh lamamu di Jepang itu ? Mungkin aku bisa cari informasi tentangnya. Dan kita bisa menyusun strategi." Chanyeol masih setia memandang game-nya.

"Namanya Shishimato." Jawab Sehun datar. Chanyeol langsung menoleh kearah Sehun. Ia seperti kenal nama itu. Tetapi ia lupa pernah tahu dimana. Chanyeol melanjutkan kegiatannya tadi. Dan Sehun pun ikut bermain game di ponselnya, semenatara Kai lebih memilih tidur di sofa panjang di sebelah kiri tempat duduk Chanyeol.

-Kelopak Bunga Sakura-

Di lapangan depan SM SHS sangat ricuh. Pasalnya 7 anggota geng Got7 yang merupakan penjaga di pintu depan SM SHS telah berjatuhan berlumuran darah.

Got7 geng yang beranggotakan 7 orang. Dengan JB sebagai sang pemimpin dari Got7. Got7 merupakan geng penjaga pintu gerbang SM SHS. Setiap ada yang mau melawan geng di dalam lingkup SM SHS mereka wajib menghadapi Got7.

Seseorang berdiri di tengah - tengah geng Got7 dengan sebuah harmonika yang di pegang di tangan kanannya. Ia tak berlumuran darah sedikit pun. Tetapi berbeda dengan para anggota geng penjaga itu. Sebuah alunan yang sungguh mematikan.

"Aarrgghh" Teriak Jinyoung yang hidungnya mulai terlihat mengeluarkan darah. Itu terjadi karena Jinyoung hendak melayangkan pukulannya tetapi siswa baru tersebut malah memainkan harmonika di tangannya. Sementara yang lain menutup telinga mereka yang terasa sakit akibat mendengarkan alunan mematikan suara harmonika siswa baru itu.

Seseorang dengan sebuah harmonika tersebut memasuki kawasan SM SHS dengan senyum lebar. Semua siswa yang berlarian menonton kejadian tadi hanya melongo /?/ melihat seseorang yang sangat asing disana. Siswa baru dengan kekutan henat lagi. Dan lagi - lagi menjadi perbincangan semua siswa.

Kelas 3-3 menjadi tujuannya. Semua semakin riuh untuk melihatnya. Terutama para geng di SM SHS memandangnya sinis tanpa berani melakukan perlawanan.

"Perhatian! Kelas kita kedatangan murid baru." Ujar sang guru yang tengah mengajar kelas 3-3.

"Masuklah !" Perintah guru itu kepada murid baru yang menunggu si depan kelas. Dan yang di panggil pun menuruti perintah tersebut. "Perkenalkan dirimu !" Perintahnya lagi.

"Anyeonghaseyo. Chen imnida." Ucapnya dengan senyum lebar tanpa membungkkan badannya. Semua siswa kelas itu mengernyit heran.

BRAKKK

"YAK! Siswa baru seharusnya kau membungkukkan badanmu jika berkenalan." Teriak ketua dari geng VIXX setelah menggebrak meja tak terima.

Geng yang beranggotakan 6 siswa. Diketuai oleh N, walaupun yang paling pendek tetapi ia juga yang paling kuat di geng itu. Geng pemimpin kelas 3-3.

"Kalian tidak pantas untuk menerima bungkukanku." Jawab siswa baru yang di ketahui bernama Chen sambil tersenyum lebar. Ia langsung duduk di bangku belakang tanpa di suruh. Hal itu membuat semua siswa di kelas itu geram

Chen dari perguruan 'White Noise'. Setiap alunan nada yang ia mainkan akan sangat menyakitkan bagi orang lain. Tak ada yang bisa melawan setiap alunan nada menyakitkannya tu. Ia dari perguruan kuno 'Melodie' di Hongdae.

"Sudah - sudah duduklah kembali. Mari kita lanjut pelajaran kemarin." Ucap sang guru tegas. Semua murid pun kembali duduk sambil menatap sinis ke aras siswa baru tersebut.

-Kelopak Bunga Sakura-

Pagi ini, semua siswa berdiri terdiam dengan kepala menunduk. Ada apa hingga para siswa SM SHS pagi ini tediam menunduk ? Ooh Lightsaber pagi ini tengah berjalan - jalan keliling sekolah untuk mencari seseorang yang bisa untuk diajak berkelahi atau untuk mencari informasi baru. Intinya mereka berdua sedang mengelilingi sekolah dan semua tak ada yang berani menatap mereka. Duo Lightsaber itu sedikit kurang nyaman jika begini, pasalnya seberkuasa - kuasanya Lightsaber di sekolah mereka dulu tak ada yang menghirmati seperti ini. Ini kah kuasa sang Pheonix ? Siapa pun yang masuk ke dalam lingkaran sang Pheonix tak akan ada yang berani menantang. Sampai...

"Psstt... seharusnya kau menunduk jika mereka lewat." Bisik seseorang itu masih dengan menunduk.

"Untuk apa aku menunduk untuk orang - orang tak berguna seperti mereka ?" Ujar orang -yang di bisiki tadi- itu santai.

"YAK! Apa kau tak tahu mereka itu anggota dari Pheonix juga." Bentaknya masih dengan suara berbisik.

"Pheonix ? Dia hanya tau berkelahi dan berkelahi tanpa memikirkan strategi terlebih dahulu. Ck." Ujarnya yang ternyata dia adalah Chen sang White Noise. Dia tetap tak mau menundukkan kepalanya untuk Lightsaber.

"Apa maksudmu berbicara seperti itu ?" Kerah baju Chen di tarik secara tiba - tiba. Tidak, dia bukan orang yang berbisik tadi. Dia adalah Kai. Kai menarik baju Chen secara kasar dan tangannya siap menghajar sang White Noise itu kapan saja.

"Ck." Sang White Noise itu hanya berdecak meremehkan.

BUGH!

Satu pukulan melayang. Chen hanya tersenyum menyeringai saat sidut bibirnya terasa nyeri. Kai semakin geram di buatnya, sementara Sehun masih tetap dengan ekspresi datar.

"Bodoh." Ledek Chen dan melenggang pergi dengan senyum lebar seperti biasa.

Kai sangat geram, ia pun langung menyeret Sehun kembali ke maekas Pheonix untuk membicarakan anak baru yang sangat tidak menghargai penguasa sekolah ini. Sehun hanya pasrah di seret dengan ekspresi datar itu.

-Skip Time-

Chanyeol sedang tidur - tiduran di ruang musik. Ia sungguh bosan di markas. Dan tempat ini satu - satunya tempat yang sepi dan jarang -hampir tak pernah- di pakai unguk pelajaran. Siswa - siswa hanya akan menghabiskan waktu pelajaran mereka dengan berkelahi, berkelahi, dan tawuran antar sekolah. Dan guru - guru pun hanya bisa memaklumi hal itu. Bahkan kepala sekolah tak bertindak jika semua murid seperti itu. Beliau akan bertindak jika Chanyeol yang berbuat onar dengan sekolah lain. Beliau akan menutupi masalah Chanyeol dengan cara apapun. Itu karena ayah Chanyeol merupakan pemegang saham terbesar di SM SHS. Dan pernah sekali kepala sekolah melapor kelakuan Chanyeol kepadanya. Ayah Chanyeol malah menyuruh membersihkan masalah itu dan menutupi dari media atau mereka semua akan dipecat. Jadi mereka -pihak sekolah- lebih memilih menutup masalah itu dan tak bertindak apa pun.

Sebuah suara piano tiba - tiba membangunkan Chanyeol dari mimpinya. Chanyeol mengerjap - ngerjap. Suara piano itu sangat lembut dan menyentuh hati. Seperti ingin mengungkapkan kesendiriannya. Chanyeol kemudian berdiri dan mencari sumber suara tersebut. Ia menemukan sosok lelaki sedang memainkan jari - jarinya di atas tuts piano. Chanyeol pun mendekati orang tersebut.

"Permainanmu indah." Ujar Chanyeol tiba - tiba hingga membuat lelaki itu kelihatan sedikit terkejut. Lelaki tersebut menoleh ke arah Chanyeol membuat Chanyeol sedikit mengernyit.

"Anak baru ?" Tanya Chanyeol dengan mengangkat sebelah alisnya. Lama lelaki itu tak menjawab, Chanyeol pun memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.

"Pheonix imnida. Neo ireumeun ?" Tanya Chanyeol. Tetapi lelaki itu malah menghadap pianonya tanpa berniat membalas pertanyaan Chanyeol.

"Ck. Idiot." Dia hanya tersenyum meledek.

"Huh ?" Chanyeol semakin kebingungan dengan tingkah anak baru itu. Lelaki itu melanjutkan permainan pianonya. Nadanya kali ini berbeda dengan tadi. Nada yabg kali ini terdengar... errr menyakitkan.

"Arrrggghhh" Chanyeol memegang kepalanya yang tiba - tiba pusing.

"Park Chanyeol. Anak dari pemegang saham utama SM SHS. Sangat suka berkelahi. Seorang anak laki - laki yang menjadi saksi mata pertengkaran appa dan eomma-nya secara langsung. Eomma-nya mati karena di lempar botol wine oleh sang suami dan berakhir meninggal."

"Aaarrgghhh" Kepala Chanyeol bertambah sakit. Denyutan yang seirama dengan setiap tekanan tuts yang dimainkan lelaki itu.

"Arrgghh...S-s-sia-siapa dirimu sebenarnya ?" Tanya Chanyeol berusaha menahan denyutan di kepalanya yan bertambah keras.

"White Noise...Matrix." Jawabnya yang hanya terdengar beberapa kata oleh Chanyeol.

"M-ma-matrix." Ucap Chanyeol setelah itu ia pingsan.

-FLASHBACK-

"YAK! DASAR WANITA JALANG." Ujar seorang laki - laki berusia 40 tahun-an kepada seorang wanita yamg berumur tak jauh beda dengannya. Sang wanita itu hanya menunduk sambil menahan tangisnya.

"TIDAKKAH KAU INGAT KEPADA SUAMI DAN ANAKMU ? INGAT! KAU SUDAH PUNYA SATU ANAK YEOJIN. APAKAH KAU TAK MENCINTAINYA ?"

"Chanyeol pul-" Seorang remaja lelaki yang mengenakan seragam JHS itu berdiri terpaku di depan televisi.

"JALANG! KENAPA KAU BISA - BISANYA MENGGODA DOHYUN ?" Bentak laki - laki tadi kepada wanita di depannya.

"YEOJIN! AKU TAHU DIA MEMANG SUDAH TAK PUNYA ISTRI. TAPI SADARLAH DIRIMU PUNYA ANAK DAN SUAMI. DAN JUGA DIA ITU REKAN BISNISKU." Sang laki - laki menjambak rambutnya frustasi. Ia benar - benar kesal dengan istrinya -wanita di depannya- itu.

"Hiks...hiksss..hikss.." Hanya isakan yang keluar dari mulut wanita itu. Sang laki - laki itu mencengkeram botol wine di sebelahnya dengan kuat.

PRAAANNGGG

Botol wine itu mendarat di kepala sang wanita itu. Chanyeol yang terpaku di depan TV menganga tak percaya melihat sang appa memukulkan botol wine itu ke kepala sang eomma. Chanyeol semakin tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

"C-ch-chanyeol." Lirih sang eomma saat melihat Chanyeol yang berdiri terpaku di depan TV. Dan sang eomma pun terkulai pingsan di depan sang suami dan anaknya.

"EOMMAAAAA" Air mata Chanyeol menetes bersama teriakan yang ia lontarkan.

-FLASHBACK OFF-

"EOMMAAAAA" Chanyeol terbangun dengan tiba - tiba. Kepalanya masih terasa sedikit berdenyut. Ia meringis memegang kepalanya.

"Kau tidak apa - apa ?" Tanya Kai sambil langsubg berdiri terkejut ketika melihat Chanyeol tiba - tiba terbangun. Sehun pun juga terkejut dan langsung mendekati Chanyeol.

"Aku akan memanggilkan dokter." Kata Sehun yang langsung di angguki oleh Kai.

"Ini dimana ?" Chanyeol menoleh kanan dan kiri. Ia hanya melihat ruangan dengan warna putih - putih. Aahhh dia di rumah sakit.

"Kenapa aku bisa disini ?"

"Kau pingsan." Jawab Kai prihatin melihat penampilan Chanyeol saat ini. Rambut yang acak - acakan dan keringat yang membasahi tubuhnya. Tetapi ketika terbangun sorot matanya begitu tajam dan marah. Apalagi sebelum bangun Chanyeol mengigau kata - kata 'eomma' terus.

"Eomma" Chanyeol berbicara lirih yang sedikit di dengar oleh Kai dan Sehun. Chanyeol melihat bayangan ibunya. Air mata Chanyeol menetes terus menerus. Kai dan Sehun semakin bingung dan sedikit panik. Sehun pun keluar mencari petugas UKS dan Kai berusaha menenangkan Chanyeol.

"Eomma"

"A-andwae."

"CHANYEOL." Teriak Kai sambil menggoyang - goyang tubuh Chanyeol. Tetapi Chanyeol hanya menatap lurus ke depan dan terus mengigau kata "eomma" dengan lirih.

"CHANYEOL SADARLAH !" Teriak Kai sambil terus mengguncang tubuh Chanyeol. Tak berapa lama ayah Chanyeol datang. Kai pun berpamitan kepada ayah Chanyeol saat merasa aura disekitarnya tidak nyaman. Kai ijin mencari Sehun yang sepertinya tersesat saat Kai menyuruhnya mencari petugas UKS.

Seperginya Kai, ayah Chanyeol mendekati Chanyeol. Tetapi diluar dugaan,

"A-andwae." Chanyeol berteriak lebih ketakutan.

"Chan-"

"Hajiman... Jebal hajiman."

"Eomma- andwae- andwae." Chanyeol semakin ketakutan. Pandangannya masih kosong dan terpancar ketakutan. Ayah Chanyeol bingung melihat anaknya sudah seperti orang gila.

"Chanyeol-ah" Panggil ayah Chanyeol. Sementara Chanyeol terus menggelengkan kepala dengan pandangan kosong ke depan dan air mata yang terus menerus turun.

Tak lama Kai dan Sehun datang bersama seorang petugas UKS. Mereka masuk, dan petugas UKS mengecek kondisi Chanyeol. Tetapi tangan petugas cantik itu ditampik oleh Chanyeol.

"Bawa saja dia ke SM Medical Center. Saya masih ada pekerjaan, jadi bawa saja dia kesana." Perintah ayah Chanyeol.

"Dan kalian berdua temani Chanyeol di sana." Selepas itu ayah Chanyeol segera pergi. Tak terlihat rasa kasihan dari seorang ayah tersebut. Kai dan Sehun bingung dengan ayah Chanyeol yang sepertinya tak peduli dengan anaknya itu.

"Begitulah Presdir Park." Jawab singkat petugas UKS cantik itu.

"Aku membencimu." Lirih Chanyeol sebelum keluar dari UKS yang dibantu Kai dan Sehun. Kai dan Sehun berhenti dan menoleh ke Chanyeol. Setelah itu Chanyeol kembali pingsan. Kai dan Sehun pun saling pandang lalu segera mengangkat Chanyeol ke ambulance sekolah menuju ke SM Medical Center.

.

.

.

TBC

.

.


Yeeehheett akhirnya Hyuna update Chap 2. Gimana ? Eottae ? Eottae ? Igeon eottae ? *nyanyi* #kokmalahnyanyi /abaikan/. Gimana Chap 2 ? Absurd ? Abstrak ? Gaje ? Review Jusseyo~ Mian ne reader-nim Chap ini Hyuna nulisnya di tengah - tengah sibuknya tugas siswa baru dan gak fast update. Hyuna sekarang kelas 1 SMA yyeeeee... :D /abaikan/ Don't Forget To Review~ *Kecuppz Cintah dari Hyuna*

Reviews :

D'Queens : Jangan baperr... Ini baru Chap awal. Hyuna memang terinspirasi dari beberapa FF kok. Ini telat banget ya ? Mianhae~ Hyuna g ada waktu buat nulos, kebanyakan tugas xixixi Thanks for review :)

Heekyumin91 : Ini udah lanjut... Yehettt~ Gimana chap ini ? Thanks for review and supportnya. Hyuna bakal lanjut sampek akhir kok.

Guest : Ini masih pengenalan... dan chap ini pun masih clue-less tentang baek, jadi sabar aja ya. Ini lebih banyak menceritakan dari sisi Chanyeol. Jadiiii mungkin pertemuan mereka di tengah - tengah chap. Sooo... tunggu aja ff gaje ini. Thanks for Review :)

Restikadena , inibaek , Eka915 , Hyurien92 : Ini udah di next. Gimana chap ini ? Thanks for Review and Support :)