Desember, 20xx

Johnny tengah terduduk di tempat kemarin sambil memakan cookies disamping, sibuk membaca script bagian filmnya.

"Hai hyung!" suara ceria musim panas itu mampu membuat seorang Johnny Seo menengok ke arahnya dan tersenyum.

Penggemar kesayangannya telah datang kembali, dengan aura yang dirasanya semakin menipis. "Uhm, tidur dimana kemarin?" terdiam sekilas, "Rahasiaa~~"

Tangan lelaki tersebut terulur untuk menyentuh kening lelaki didepannya, "Dingin" gumamnya.

"Tentu saja dingin hyung, wajahku kan tidak bisa dipakaikan mantel. Jadi suhu di wajahku tidak sehebat badanku yang takkan langsung dingin." Sahutnya menenangkan sekaligus... kurang nyambung Jaehyun.

"Baiklah baik, kau menang. Ah iya Jay, kenapa saat ingin ku perkenalkan dengan Manager secara langsung, kau langsung lari? Dia orang baik dan kau tau itu kan?" ujar Johnny memberanikan diri bertanya.

Jaehyun pun terdiam, pias wajahnya yang memucat sama sekali tidak mengurangi kadar kecantikannya di mata Johnny, terkadang Johnny pun heran sendiri, kebaikan apa yang dilakukannya hingga mendapatkan fans seperti Jung Jaehyun ini.

Yah, semoga saja ia tak bertemu dengan sahabatnya yang bernama Chittapon yang ingin dipanggil Ten itu dan membuat Jaehyun nya ini berpaling darinya. "Hell No! Akan kubunuh duluan si Pendek Cabe Bangkok Ten itu jika Jaehyun ku ini tertarik padanya" inner Johnny jahat.

"Hy-!"

"-yung? Ya Johnny Seo!!" teriakan Jaehyun membuat Johnny tersadar dari lamunannya. Tergagap karena malu tertangkap basah sedang melamun, Johnny pun mengeluarkan suaranya agak gugup "Ya? Kenapa tadi?" sahut Johnny yang membuat Jaehyun pun memberengut lucu

"Hyung mengabaikanku." Rajuknya yang membuat Johnny sedikit merona karena terpesona. Namun hal itu membuat Johnny teringat sesuatu

"Shit. Aku lupa jika Ten juga disini. Dia kan managerku!" innernya panik. Oh my dear Johnny Seo, kau terlalu hiperbola.

"Oke aku pergi" sahut Jaehyun jahat yang membuat Johnny buru buru menahan lengan Jaehyun. "Kau pergi, akan kucium." Balas Johnny datar yang membuat Jaehyun merona parah.

Mengalah, Jaehyun pun akhirnya duduk di samping Johnny dan mulai berbincang akan banyak hal.

"Mau?" Johnny pun menyodorkan cookies yang sedaritadi diabaikan karena eksistensi seorang Jaehyun. Pemuda manis itupun menggeleng.

"Hyung saja." Sahutnya pendek dan tersenyum manis.

"Gausah senyum dek Jay. Meleleh abang" siapapun, tolong suntik mati inner Johnny ini.

"Ya Hyung. Boleh aku meminta sesuatu?" ucap Jaehyun lembut yang membuat Johnny tersadar dari lamunannya -lagi dan mulai gugup kembali. "A-ah.. ya, meminta apa?"

Jaehyun pun tersenyum senang dan mengeluarkan selembar foto, foto Johnny Seo yang sedang tersenyum dan dengan semangat lelaki berdimple itu menyodorkannya pada sang Idola.

"Tanda tangaannn!!!" pekiknya ceria. Oh, Johnny lupa jika Jaehyun adalah fansnya, selama ini dalam otaknya hanya tersimpan bahwa Jaehyun itu mutlak masa depannya dan ia melupakan fakta jika pemuda Jung ini juga adalah fansnya.

"Tentu." Sahut Johnny sok cool, padahal mati matian ia manutupi degup jantungnya yang berdetak keras. Johnny pun mengeluarkan pulpen yang kebetulan ia bawa untuk menandai script yang belum ia hapal dan menandatangani Foto tersebut tanpa menyadari jika Jaehyun tengah menatapnya sembari tersenyum manis memperlihatkan dimplenya sambil menahan pekikan fanboying seorang Jung Jaehyun.

"Jay?" sahut Johnny. "Uhm. Ya hyung?" balas Jaehyun masih memandang foto bertanda tangan Johnny tersebut dan tersenyum senyum sendiri.

Crap!

Johnny cemburu bung. Pertama kalinya ia menyumpahi dirinya sendiri di foto itu.

"Why? Why kau harus menerima pemotretan itu dan menghasilkan foto itu John?! Sialan kau Johnny yang di foto! Kusumpal mulutmu dengan cookies ini baru tau rasa kau Johnny di foto" Mari tinggalkan orang gila ini.

Srrakk.. Srrakk

Johnny dan Jaehyun pun menoleh ke asal suara.

"Hyung, aku pergi dulu" buru buru Jaehyun berdiri dan bersiap kabur dari tempat itu, namun lengannya terlebih dahulu ditarik Johnny yang membuatnya terduduk kembali... di pangkuan Johnny.

"Yo! John bro! Aku mencarimu kemana mana kau tau! Ten hyung bahkan mengancam akan mengurangi jatah makan siangku jika kau tidak ku temukan." Suara pemuda tanggung mengalun dengan sialannya –menurut Johnny.

Mark. Musuh besar Johnny mulai detik ini, karena ia datang disaat Johnny sedang berkencan dengan Jaehyun nya. Padahal ia tak pernah mengganggu kencan pemuda tanggung ini dengan seorang pelayan cafe langganan Johnny yang bernama Lee Jeno itu.

Tanpa disadari Johnny sendiri, ia pun memberikan glare tajam untuk pemuda tanggung bernama asli Lee Minhyung tapi kekeuh ingin dipanggil Mark biar lebih swag katanya ini. Mark pun sedikit bergidik melihat glare dari hyungnya

Menelan saliva, Mark pun memberanikan diri bertanya "Hyung? Apa salahku?"

Sudut perempat imajiner muncul di kepala Johnny Seo "Salahmu? Salahmu itu menganggu quality time ku dengan calon kekasihku!" labrak pemuda jangkung ini brutal.

Mark pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa bingung dengan jawaban Johnny.

"Tapi Hyung, siapa calon kekasihmu? Aku tak melihat siapapun."

"Apa maksudmu? Dia ada di-" ucapan Johnny terhenti karena ia tak melihat Jaehyun di pangkuannya.

"Shit! Dia kabur lagi. Sialan kau Mark Lee! Kusumpahi Jeno mu itu melampaui tinggimu dan kau menjadi bottom!" umpat Johnny.

"Ah, sudahlah hyung. Kajja ke villa!" sahut Mark tak berdosa dan menarik Johnny pergi. "Aku rindu Jeno ku dan ingin segera video call dengannya" ujarnya lagi kurang ajar, tidak sadar ada yang ngenes disana.

Mereka berdua pun pergi dari sana dengan suasana hati yang berbeda, Mark yang bahagia bahagia saja dan Johnny yang tidak rela.

Tanpa mereka sadari, seorang lelaki mengintip mereka dibalik pepohonan.

Whush~

"Ah! Fotonya!" seru lelaki tersebut yang ternyata adalah Jaehyun.

Ia pun mengejar foto Johnny yang sudah ditanda tangan tersebut dengan sekuat tenaga. Berlarian kesana kemari dan mulai putus asa, karena angin yang berhembus kencang.

Hup!

Pada akhirnya Foto itu pun berhasil ia raih kembali. Ditelitinya foto tersebut dan mengusapnya dengan lembut, tersenyum karena ia bisa mengambil kembali foto berharganya.

Secara tiba tiba tubuh Jaehyun melemah. "Hiks.. dingin" isaknya. Jaehyun pun jatuh terduduk. Meringkuk kedinginan.

"Johnny hyung.. dingin" isaknya parau memeluk foto Johnny yang bertanda tangan tersebut, ditemani angin bulan Desember.

Help me. Johnny hyung.

.

JohnJae

.

Keesokan harinya, syuting pun dimulai. Johnny pun terlihat gelisah karena orang yang ditunggunya tak kunjung datang. Ditambah lagi, semalam ia bermimpi buruk. Jaehyun nya meringkuk kedinginan dan meminta tolong padanya dengan suara parau menyakitkan. Hingga membuatnya membangunkan sang manager Ten dan bercerita dengan kacau. Oh tidak. Lebih baik ia mati daripada mendengar suara itu lagi.

Ditelitinya lagi barisan para –mantan

Oke..

Para fansnya dengan benar, berharap menemukan pipi donat yang hampir tumpah punya Jaehyunnya. Kenapa donat? Karena Jaehyun itu berdimple. Oke, abaikan.

"Hyung!" sebuah suara menginterupsinya. Johnny pun menoleh dan mendapati bahwa Jaehyunnya ada disana. Tersenyum cerah, ia pun melambai dengan semangat dan membuat fans barisan sana saling melambai pula, semua staff dan lawan main Johnny tersenyum, karena ia akhirnya mau berbaik hati pada fansnya. Namun, tidak dengan Mark. Sejak insiden Johnny marah padanya, Mark pun mencoba mengorek informasi dari Johnny hingga ia tahu tentang gebetan hyungnya ini yang bernama Jaehyun Jung. Ia merasa janggal.

"Jeno baby. Tolong permintaan ku tadi ya?" sahut Mark pada kekasihnya di telepon.

"Arraseo, Markeu. Aku akan meminta tolong pada kakaknya Chenle, kekasihnya Jisung itu. Kakaknya pasti bisa membantu" Balas Jeno diseberang telepon terdengar lembut namun bersungguh sungguh ingin membantu. Ah, kakaknya Chenle? Doyoung itu ya? Pasti bisa.

"Kutunggu kabarnya sayang." Setelah mendapat persetujuan dari sang pujaan hati, mereka pun mengakhiri percakapan pagi mereka.

Jaehyun Jung hyung.. kau siapa?

TBC

A/N. hallo. again? we meet again dengan chapter dua! Masih berantakan ya? atau gimana? sebenernya author gatau mau ngomong apa disini. selain mind to review? yaudahlah ya... writer post ini karena kangen JohnJae yg fanfictnya masih terbilang dikit.. ehehehe udah ah, garing kyknya ntar..

tanggapan kalian gimana?