Disclaimer : Kuroko no basuke milik Fujimaki Tadatoshi

Warning : abal, ooc, typo, aneh, absurd, gk jelas, bikin sakit mata dan mual, hati hati bacanya :'v ini terinspirasi dari lagu vocaloid(lagi) xD
Yang gk suka, silahkan angkat mata dari sini(?)

.

.

.

.


.

midorima Tetsuya, gadis dengan hawa keberadaan yang tipis itu adalah sebuah bukti dia mempunyai kemampuan layaknya iblis.

Mata merahnya mampu membuat orang-orang menjadi Batu dengan kehendak Tetsuya.

Tetsuya adalah anak yang ditakdirkan memiliki mata Medusa.

-0-

Pagi itu Tetsuya izin keluar rumah untuk bermain. Ya, bermain, dari pada terus berada dirumah membuat Tetsuya bosan.

Dengan segenap hati,dia pun mendekati Shintarou yang sedang duduk disofa dengan segelas kopi sambil kerkutat dengan bolpoin dan kertasnya. "Shintarou-nii, aku ingin bermain" ujar Tetsuya dengan wajah datar.

Shintarou langsung melirik adiknya sebentar "Main apa, nodayo?" Shintarou kembali menatap kertasnya dan meminum kopinya "main diluar" jawaban Tetsuya membuat Shintarou menghentikan acara minum kopinya dan meletakan kembali cangkir tersebut.

Shintarou menatap Tetsuya dalam dalam tepat di matanya "kau tahu diluar sangat tidak cocok denganmu, bagaimana jika kamu dikerjai oleh anak anak itu lagi? Kau akan aman bila terus dirumah nodayo,tapi bukannya aku tahu ya" ujar Shintarou sambil membenarkan letak kacamatanya.

Hari ini Shintarou banyak pekerjaan, jadi dia tidak bisa mengawasi Tetsuya diluar sana "tidak apa apa, aku bisa menjaga diriku, aku akan bermain dirumah kosong itu" jawab Tetsuya tak mau kalah dari kakaknya.

Mereka yang sama sama memiliki wajah datar benar-benar tidak ingin terlihat lemah dihadapan mereka masing masing. 'Kenapa anak ini suka sekali main disana? Dikira hantu apa main disana' Shintarou pun memasang wajah `ini anak gila ya?` , tak lama kemudian Shintarou kembali pada kertas, bolpoin, dan kopinya yang sempat diabaikan oleh Shintarou

"hati-hati nanodayo"Kalimat itu adalah kalimat penuh arti yang dikeluarkan oleh Shintarou untuk Tetsuya , Tetsuya juga sangat paham dengan makna kata singkat tapi memiliki berpuluh-puluh arti dan makna itu.

"Terimakasih, Shintarou-nii" Tanpa banyak waktu, Tetsuya pun pergi keluar dari rumahnya yang aman. Entah sengaja atau tidak, anak ini lebih suka berada dalam tantangan dari pada di titik aman.

Itulah sebabnya meski dilarang, Tetsuya akan tetap bermain diluar. Menikmati hembusan angin didepan jendela rumah kosong itu. Tetsuya tidak takut, malah dia merasa aman jika berada disana. Dia benar benar jadi semakin mirip dengan yang orang-orang takutkan.

-0-

Tetsuya memang sendirian, dia tidak mungkin mengajak kakaknya ikut bermain, dia juga pasti punya kesibukan, apalagi dia laki laki, Tetsuya benar-benar merasa kesepian.

"Tetsuya" panggil seseorang, Tetsuya dengan tenangnya membalikan tubuh. Sudah diduganya akan seperti itu. Mereka menghampiri Tetsuya lagi, Hanamiya , Nash , dan Imayoshi.

"Sendirian lagi? Sungguh menyedihkan " Nash terkekeh pelan, melihat Nash tertawa bukanlah hal yang aneh "kau sekarang menjadi seperti kuntilanak, harusnya kau sadar diri, Tetsuya" Hanamiya mulai memanasi keadaan, tapi semua itu tidak membuat Tetsuya drop.

Mata merah itu menatap datar kearah mereka, ditambah ekspresi datarnya membuat mereka sangat kesal "jangan perlihatkan mata terkutuk itu pada kami!" Nash yang mulai kesal mulai menarik rambut Tetsuya dengan kasar dan menariknya menjauhi jendela.

Nash masih menarik rambut Tetsuya meski Tetsuya mengaduh kesakitan, dengan sangat kasar Nash melempar Tetsuya ke tembok ruangan itu. Tetsuya pun jatuh terduduk.

"dasar monster menjijikan! Berakhirlah kau seperti tikus tikus disini!" amarah Nash benar-benar tak terkendali.

"..." Tetsuya menunduk dalam, dia tak ingin mendengarkan perkataan mereka. "Kau ini hanya beban kakakmu dan pamanmu, mereka selalu memikirkanmu sampai tak ada waktu memikirkan diri mereka sendiri, dasar tikus murahan, hama sepertimu harusnya dilenyapkan" Hanamiya mulai tersenyum licik setelah mengatakan kalimat tersebut.

Tapi Tetsuya tetap diam seribu bahasa "jangan remehkan kami! "Nash mulai menendang tubuh Tetsuya, Imayoshi pun mulai menenangkan Nash yang mungkin akan menyiksa Tetsuya lebih dari ini.

"Kenapa... Kenapa tikus tikus itu selalu dibenci...? " sebuah pertanyaan itu dikatakan oleh Tetsuya. Mereka yang mendengarnyapun tertawa jahat "tentu saja karena mereka sangat kotor, sekotor dirimu" jawab Nash sambil tertawa.

Ditengah tengah tawa mereka, muncul lah sosok anak laki-laki berambut merah. "Kalau begitu, jawablah pertanyaanku ini"ujar anak itu sambil berdiri didepan Tetsuya.

"Apakah tikus itu memang sekotor itu sampai sampai kalian samakan pada manusia lainnya?" pertanyaan dari anak itu membuat Hanamiya, Nash dan Imayoshi mundur beberapa langkah.

"Siapa kau ini... Kau menghalangi kami... " Imayoshi berbicara dengan pelan, menatap tajam kepada anak itu"jangan dekati atau ganggu dia lagi! " anak itu mulai menghardik mereka, dan mereka langsung menjauhi mereka berdua.

Tetsuya menatap anak laki laki dihadapannya sekarang, dia merasa senang ada yang berbaik hati menolongnya seperti itu. Tapi tetap saja dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus mengalir. Anak itu membalikan badan menghadap Tetsuya "kau tidak apa-apa? " tanya anak itu sambil mengulurkan tangannya kepada Tetsuya.

Tetsuya menatap tangan tersebut , dengan ragu-ragu dia menerima uluran tangan tersebut sambil berdiri."Aku tidak apa-apa " jawab Tetsuya dan mengusap air matanya sendiri.

"Benarkah? Kalau begitu siapakah dirimu? " tanya anak itu "Tetsuya... Midorima Tetsuya... " jawab Tetsuya sambil menunduk.

Anak laki laki itu tersenyum "Seijuurou... " Anak itu menunjukan senyum manisnya, membuat Tetsuya menatap kaku kearah dirinya.

Keheningan cukup lama tercipta diantara mereka berdua sampai akhirnya Tetsuya mengajaknya keluar. "Uhm... Kenapa kamu tidak takut padaku?" tanya Tetsuya.

Dia tak bisa menahan diri untuk bertanya pada sosok didepannya itu, anak anak yang lain saja takut, tapi kenapa dia tidak? Ini sangat membingungkan bagi Tetsuya.

"Hm? Tentu saja tidak. Apa kau tidak lihat mataku diperban? Aku cacat mata. Dan untuk apa takut pada sesuatu yang tidak terlihat menyeramkan?" Seijuurou menjelaskan tentang dirinya yang tidak takut padanya.

Apakah Tetsuya harus bersyukur karena Seijuurou tidak bisa melihat iblis didalam dirinya? "Maafkanaku telah bertanya seperti itu... " Tetsuya merasa bersalah sekali saat ini.

"Tidak apa apa, bukankah lebih baik jika aku jujur padamu? " Seijuurou menunjukan senyum manisnya lagi membuat Tetsuya tersipu malu melihatnya.

Mereka menikmati suasana cerah dengan hembusan angin lembut yang menyejukkan tubuh mereka. Tetsuya merasa sangat senang bisa bersama Seijuurou.

-bersambung-

hahaha, sebenarnya mau langsung dipublish langsung
namun lihat dulu lah reviewnya ada apa enggak, karena paling males lanjut kalau gk ada yang review lagi sumpah.

nah, minna san, terimakasih karena sudah baca fict abal ini :'v
haha

review ya? ya ya ya? :'v