7 tahun yang lalu~

Hujan turun begitu derasnya membasahi padang rumput yang sangat luas. Gemuruh di awan menggelegar memekikkan telinga. Aliran sungai berwarna merah terbentuk. Di tengah kumpulan mayat, Kushina kecil terduduk lemas. Air hujan perlahan menghapus bercak darah di tubuhnya, meskipun itu bukan darah miliknya. Melainkan darah puluhan mayat di sekelilngnya.

Tubuh mungil Kushina bergetar membuatnya menggenggam erat kipas hitam-merah di kedua tangannya. suara jejak kaki terdengar membuatnya menatap sosok didepannya. Sosok yang menyerupai musang ekor Sembilan dengan ukuran tubuh sebesar singa.

Ekornya melambai lambai, tatapan sosok itu sendu tidak seperti hewan buas. "apa kau sudah mengerti sekarang? Kushina!" tanyanya dengan suara khas berat.

Kushina kecil menunduk, kedua kipas tadi menghilang bagaikan debu tertiup angin "kenapa.. kenapa? Kurama~ jika memang kau tahu pada akhirnya seperti ini…" Kushina mengangkat kepalanya memperlihatkan mata lavender yang tengah membendung air mata itu. "KENAPA KAU TIDAK MENGHENTIKANKU..!"

"tugasku bukan untuk menghentikanmu. Selain itu, seharusnya kau sudah tahu dari awal kalau ini semua akan sia sia, kan?" Tanya Kurama membuat Kushina kecil tersentak.

Kushina menghela nafas "kau benar… ini semua sia-sia. Tidak ada gunanya. Sekarang.. entah apa yang bisa kulakukan. Percobaan ini…. Masa lalu…. Kematian banyak orang…. Apa dunia ini masih mau menerimaku? Bahkan aku membenci diriku sendiri"

"jadi…?" Tanya Kurama lagi tak henti hentinya.

Kushina kecil mengadahkan tangan mungilnya guna menampung air hujan yang jatuh "aku tidak bisa menangis, tapi berkat hujan ini, perasaanku tersampaikan. Kurama… menurutmu… aku… masih pantas hidup?"

"aku tidak bisa menjawab. Tapi jika memang kau membenci dirimu sendiri tapi masih ingin berada di dunia ini, aku masih memiliki saran untukmu" jawab Kurama.

Kushina terkaget "a-apa itu..?"

Kurama menatap tajam Kushina "manipulasi ingatan" .

.

.

.

.

Pairing: Minato Namikaze, Kushina Uzumaki

Naruto from Masashi Kishimoto

Warning: ceritanya aneh, ancur, sulit dimengerti.

DON'T LIKE , DON'T READ

.

.

-I can see a ghost-

"chapter 4: Who is Kurama?"

sudah 3 hari Minato dan Yanbi memberi petunjuk tentang dunia Astral pada Kushina. Namun entah kesambar petir darimana, Kushina melupakan semua itu, seperti saat ini…

Sekolah, jam istirahat~

"Uzumaki-san… sungguh kau tidak mengenal yang namanya Astral?" Tanya Yanbi yang tengah duduk di samping Kushina, tepatnya di bangku Minato. sedang sang empu entah berada dimana.

"oh~ jadi astral itu nama seseorang?" Tanya Kushina balik.

Hampir saja Yanbi terjatuh "bukan-bukan! Itu loh.. maksudku.. eng.. dunia Astral.. dunia kebalikan dari dunia nyata tempat para hantu berada"

Kushina tersenyum paksa "ah.. Yanbi… kau suka membuat imajinasimu sendiri ya... atau kau membicarakan film baru dengan genre fantasy horror itu?"

Yanbi hanya bisa menepuk kepalanya pasrah "nyerah deh… lagipula, mana ada film dengan genre fantasy horror?"

Kushina membuka tasnya "ada kok" ia lalu mengeluarkan kaset film berjudul Hantu Dunia Peri "ini dia.. film terbaru"

"EH! BUSET DAH! ADA BENERAN..!" Yanbi drop. Dia berdiri dengan kaku "Kushina.. aku pergi dulu ya.." katanya dengan wajah aneh.

"i-iya.. silahkan.." balas Kushina.

Taman belakang Sekolah~

Sebotol coca cola melayang ke arah Minato yang sedang duduk bersandar pada salah satu pohon disana. Dengan tangkas ia menangkap botol itu dan bangkit berdiri menatap gadis berambut biru dihadapannya.

"sedang apa kau disini, Yanbi?" Tanya Minato dingin.

"hanya sedang membawakanmu minuman dingin. Ngomong ngomong, kau berdiam disini lagi. Pasti ada yang sedang dipikirkan. Ah… apa itu tentang… Uzumaki-san?" Tanya Yanbi menggoda.

Minato tampak acuh tak acuh menanggapi Yanbi "terserah apa maumu"

"setahuku, Namikaze-san selalu patroli di sekolah jika ada hantu yang berulah. Sesuai perintah ketua, kan. Tapi belakangan ini sejak Uzumaki-san pindah kesini, kau selalu berdiam diri di taman belakang sekolah. Pasti sedang memikirkan sesuatu" sambung Yanbi.

Minato mulai merasa terganggu "itu memang tugasku. Kau juga seharusnya mengawasi siswa jika ada yang dirasuki. Sesuai perintah ketua, kan?" ejek Minato.

Yanbi menggembungkan pipinya "kau tahu, Namikaze-san. terkadang aku sangat jengkel dengan peranku sebagai si ratu gossip. Kau juga kenapa sih, hanya karena pengaruh itu belum hilang bukan berarti kau harus menjauhi semuanya kan?" Yanbi menjeda kalimatnya, "oh ya! Tentang Uzumaki-san… sepertinya ingatannya benar benar sudah dimanipulasi. Kau jangan memaksanya untuk mengingat hal hal yang sudah dia lupakan. Mungkin memang itu yang terbaik sih…. Dengar, semakin dia terpaksa untuk mengingat, maka semakin banyak pula ingatannya yang akan dimanipulasi. Bisa saja, dia melupakan semua tentang kita"

"aku tidak menanyakan itu padamu… Jadi, sesuai perjanjian, kau hanya akan berbicara denganku saat ada hal yang genting. Apa itu?" ucap Minato dengan nada tegas.

Yanbi menghela nafasnya panjang, tatapannya berubah menjadi serius. "aku sudah menyelidiki beberapa hal tentang hantu perpustakaan. Dia sudah merasuki lebih dari 10 orang seminggu ini. Sesuai dugaan. Hantu perpustakaan sudah melakukan kontrak dan menjual jiwanya pada iblis"

"apa kata ketua?" Tanya Minato juga serius.

"katanya kita harus segera menyingkirkannya sebelum banyak korban berjatuhan" jawab Yanbi yang dibalas anggukan oleh Minato.

Sekolah, jam pulang~

para siswa mulai berangkat meninggalkan sekolah, Kushina dan Yanbi berjalan keluar gedung sekolah. Namun tiba tiba Yanbi berhenti di ikuti Kushina.

"ada apa, Yanbi?" Tanya Kushina dengan polosnya.

Yanbi tersenyum lebar "ahahah~ maaf, Uzumaki-san… bisakah kau pulang duluan. Aku baru ingat, masih ada yang harus kulakukan di sekolah"

Kushina cemberut "apa kau mencari tahu tentang gossip yang sedang beredar?"

"wah! Gampang di tebak ya…" balas Yanbi sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"hah… ya sudah… kalau begitu aku pulang duluan ya.. sampai jumpa besok…" kata Kushina dan mulai melangkahkan kakinya lagi menuju gerbang. meninggalkan Yanbi yang tengah melambaikan tangannya.

Namun setelah Kushina benar benar tidak terlihat lagi, senyuman Yanbi langsung pudar bergantikan tatapan keseriusan. Dia lalu berlari masuk kedalam gedung Sekolah. Tepatnya ke arah ruang perpustakaan.

Didepan perpustakaan, tampak Minato menunggu kedatangan Yanbi. "Kushina sudah pergi?" Tanya Minato dan dijawab anggukan kepala oleh Yanbi.

Mereka lalu memasuki perpustakaan yang berisi beberapa siswa dengan seorang guru penjaga. Mereka pergi ke Baris 10 lorong E. "dia disini. ayo masuk ke dunia astral" ucap Yanbi. Dan tiba tiba semua berubah. Yang tadinya siang perlahan-lahan berubah menjadi malam. Dari dinding muncul tali berwarna putih terang menghiasi setiap sudut membantu penerangan ruangan itu. Terlihat jelas, rak buku lorong E telah rusak parah.

"wah, ini bekas pertarunganmu dengan hantu itu ya.. saat Uzumaki-san hampir dirasukinya?" Tanya Yanbi.

"itu benar… pria itu membuatku kehilangan hampir sebagian kekuatanku. Padahal aku hanya ingin mencicpi gadis berambut merah itu…"

Suara wanita terdengar entah dari mana membuat Minato dan Yanbi sontak saling menyandarkan punggung mereka dengan membentuk kuda kuda. Bersiap siaga jika mendapat serangan. Tali tali yang menempel di sudut ruangan semakin menerang.

'keberadaannya masih ada. tapi dimana hantu itu? Malah rak buku disini tinggi amat' batin Yanbi.

Minato dan Yanbi tersadar "jangan-jangan!" mereka berdua melihat ke atas. Tampak sosok hantu berbentuk aneh melempar semacam tombak. Dengan cepat, mereka melompat menghindar dan berlari bersembunyi dibalik rak buku yang jauh dari hantu itu.

'fyuh! Ternyata rak buku disini ada untungnya juga' Yanbi lalu melihat Minato yang sedang memegang pedang dengan posisi siaga "Namikaze-san! aku masih membutuhkan waktu. Kau bisa kan?" ucap Yanbi pelan.

"cepatlah" Minato segera melompat dan menerjang hantu tadi.

Sedang di lain tempat, Yanbi mengucapkan beberapa mantra. Dia memegang tali berwarna putih terang yang terus memanjang masuk merambat dibalik lantai. Sementara itu, Minato terus menyerang hantu tadi.

"hihihi! Apa ini… seranganmu sudah tidak ada apa-apanya lagi bagiku. Kau tidak akan bisa mengalahkanku!" hantu itu mengeluarkan tulang dari tubuhnya membentuk sebuah tombak yang terhunus ke arah Minato.

"padahal kau sudah kehilangan stengah dari kekuatanmu. Tapi sekarang, kau sangat kuat. Dan jawaban dari semua ini adalah…." Minato melompat untuk menghindar. Dia mengangkat pedangnya dan menghempaskannya pada hantu itu. Namun hantu itu mampu menahannya hanya dengan satu tangan

"kau sudah merasuki banyak orang kan!" ucap Minato. ia lalu menarik pedangnya dan melompat mundur.

"hihihi! Kalau iya memangnya kenapa! Ini menyenangkan. Lihat lihat.. sekarang kau mundur. Hihi.. apa kau takut!" ejek hantu itu sambil tertawa.

Minato memajukan kaki kananya, ia menggenggam erat pedang itu dengan kedua tangannya "terlebih dengan wujudmu sekarang yang lebih seperti binatang daripada manusia.." Minato dengan cepat menghempaskan pedangnnya berbentuk silang, menciptakan kilatan cahaya putih yang siap menyanyat musuhnya. "kau juga pasti sudah melakukan kontrak dengan iblis"

Hantu itu segera menghindar dan melompat ke tengah perpustakaan tempat meja dan kursi berada "hihihi… HAHAHA… PERCUMA KAU TAHU, HIDUPMU JUGA AKAN BERAKHIR DISINI, DI PERPUSTAKAAN INI"

"menurutmu begitu.. sayang sekali kau sudah kalah" kata Minato membuat tawa hantu itu terhenti.

"apa maksudmu?" Tanya hantu itu.

Minato tersenyum keji "kau mungkin terlalu dendam padaku sampai sampai kau lupa.. kalau aku tidak sendirian"

Hantu itu tersontak kaget "si gadis white strap itu! Dimana dia" ucapnya gelisah. Dari bawah lantai, berbagai tali putih menjulur keluar dan langsung mengikat hantu itu. Sebuah lingkaran berwarna putih muncul dibawahnya dengan berbagai symbol serta ukiran huruf jepang.

"i-ini?" kata hantu itu.

Dari belakang Minato, Yanbi muncul "aku disini! oh ya! bertarung dalam ruangan mungkin adalah keahlianmu. Tapi itu bukan masalah untukku. Sekarang, rasakan kesakitan lingkaran suci milikku"ucap Yanbi sinis. lalu api menyembur dari lingkaran itu membakar sosok hantu tadi.

"hentikan.. HENTIKAN DASAR KAU MANUSIA BANG*AT!" triak hantu itu penuh amarah.

"kau lama" ledek Minato.

"maaf maaf.. membuat ruangan ini menjadi territory-ku sedikit susah. Aku jadi penasaran berapa lama hantu perpustakaan itu tinggal disini ya..?"

Tiba tiba api itu berubah menjadi hitam. Yanbi dan Minato tersentak kaget dan langsung membentuk kuda kuda waspada.

"jangan pikir kalian bisa menang dariku" kata hantu itu di iringi triakan rasa sakit.

Api itu membesar, semakin membesar sehingga membuat dua insan itu melompat mundur. Hanya beberapa detik setelah membesar, api itu langsung musnah begitupun dengan hantu itu.

"apa dia sudah musnah?" Tanya Minato.

Yanbi menghela nafas panjang lalu berjalan dengan santainya keluar perpusatakan di ikuti Minato. "sepertinya dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk berpindah tempat"

Minato terkaget "itu berarti…"

"yap.. hantu itu menghilang. Tapi jika bertemu lagi, kemungkinan kita akan menang darinya sekitar 80 persen.. begitulah.." sambung Yanbi.

"merasuki banyak orang dan mendapatkan energy kehidupan yang besar… hantu perpustakaan.. pasti dia memiliki tujuan second life yang berbahaya hingga senekat itu. Jika kita tidak segera membereskannya, mungkin dewa kematian sendiri yang akan menghadapinya"

Mereka berhenti di taman belakang sekolah dan duduk bersandar pada pohon disana. Yanbi meregangkan kedua tangannya ke atas. "yahhh~~…. Padahal kita sudah mengeluarkan sedikit kemampuan kita tapi hantu merepotkan itu malah kabur" Yanbi menurunkan tangannya lalu mengadahkan kepalanya melihat bulan merah di atas mereka "dunia ini.. dimensi astral.. tidak pernah berubah. Kekuatan kita.. yang hidup di dua dunia, akan jadi apa nantinya kalau bisa di pakai di dunia nyata ya?"

"itu sudah pasti kan, dunia nyata akan kacau. Lagipula, bukan hanya kita yang tidak bisa menggunakan kekuatan ini di dunia nyata. Iblis dan hantu juga bernasib sama. Perbedaannya hanya… kita bisa keluar masuk astral sesuka hati kita, sedangkan iblis atau hantu hanya bisa membawa para manusia masuk ke sini dan mengambil energy kehidupan dengan merasuki mereka" jawab Minato.

Yanbi menatap Minato "itu benar.. itulah takdir kita yang hidup di dua dunia ini. Tapi ngomong ngomong, bagaimana jadinya kalau manusia biasa, masuk kesini?"

"kau tidak tahu? Manusia biasa masuk kesini hanya jika melakukan kontak fisik dengan kita, atau.. dibawa masuk oleh iblis atau hantu. Masuk ke Astral tidak begitu berdampak pada manusia yang masih hidup. Tapi lain lagi kalau mereka telah dirasuki oleh yang sudah mati. Paling berbahaya jika tubuhnya di kendalikan. Kasus semacam ini sangat banyak. Sama pentingnya, efek setelah dirasuki cukup berbahaya. Ada yang mengidap penyakit khusus, menjadi gila, bahkan hilang ingatan." Jawab Minato panjang lebar.

Mereka tersentak kaget karena tersadar sesuatu. "Kushina.. bagaimana dengannya?" Tanya Minato.

"percuma, seberapa banyak aku memberitahunya.. tetap saja dia tidak ingat.. bahkan Uzumaki-san mengira aku ini pencinta film horror. Kurasa… ada iblis yang sangat mempengaruhinya, bukan iblis biasa.. tapi iblis yang sangat kuat.." tutur Yanbi pelan.

Minato menunduk "tetap saja ini semua salahku. Andai saja waktu itu aku tidak memegang tangannya dan membawanya ke perpustakaan.. ini semua tidak akan pernah ter_ UGH!"

Belum selesai Minato menyelesaikan kata-katanya, Yanbi langsung menyiku perutnya. "bodoh! Dasar kurang peka. Menurutmu kenpa Uzumaki-san masih bertahan didekatmu meskipun dia selalu terlibat hal-hal berbahaya, hah?! Itu semua dia lakukan karena dia_" Yanbi langsung menghentikan ucapannya.

Minato mengeryit masih mengusap perutnya yang sakit "karena dia apa?"

"hah~ cari tau sendiri saja sana. Intinya hilangnya ingatan Uzumaki-san tidak ada hubungan sama skali denganmu. Menurutku Kushina memiliki sesuatu diluar dugaan kita" kata Yanbi

"apa itu?" Tanya Minato singkat.

"kita yang hidup di dua dunia, yang bisa melihat hantu…. di dunia nyata disebut orang Indigo, tapi kita lebih senang disebut Pelintas. Tiap Pelintas memiliki masa tekanan cakra kurang stabil yang mengakibatkan setiap orang yang melakukan kontak fisik dengan kita juga menjadi bisa melihat hantu meskipun tidak lama. Masa ini hanya berlangsung ketika kita masih kecil saja selama kurang lebih 3 minggu. Tapi kau justru tetap mengalaminya hingga sekarang." Tunjuk Yanbi pada Minato.

Minato lalu menepis kasar tangan Yanbi "aku tahu itu, kau tidak perlu menjelaskannya"

"dengarkan dulu kalau orang lagi bicara bodoh! Pertama, kita mengira Uzumaki-san bisa melihat hantu dan masuk dunia Astral karena melakukan kontak fisik denganmu, sehingga cakra tidak stabil milikmu itu berpindah padanya dan membuatnya mampu melakukan semua itu. Tapi semua itu salah" jelas Yanbi.

Minato menaikan satu alisnya pertanda bingung. Yanbi yang menyadari itu mulai melanjutkan kata katanya.

"akhir akhir ini, setelah kuamati baik baik, cakra yang ada pada Uzumaki-san bukanlah cakra milikmu tapi miliknya sendiri. Awalnya, aku mengira perasaanku tentang cakra Uzumaki-san hanyalah halusinasi biasa. Tapi saat kau dan Fugaku berkelahi di dunia ini, aku diam diam mengamati kalian dari lantai satu. Tapi aku langsung merasa ada kehadiran cakra seseorang selain kalian berdua disekitarku. Dan tidak lama setelah itu, Uzumaki-san turun kelapangan dari lantai dua dengan lihai. Aku sedikit heran, tapi saat melihat Uzumaki-san dalam bahaya, aku langsung menyingkirkan pikiranku dan lebih memilih menyelamatkannya" Yanbi menjeda lalu kembali melanjutkan sedang Minato hanya mendengarkan dengan serius.

"lalu saat berjalan dilorong pada pelajaran olahraga beberapa hari yang lalu, aku mersakan cakra yang sama dan langsung mencarinya. Yang kudapat hanyalah Uzumaki-san dengan keadaan pucat. Tapi aku juga menyingkirkan pikiran itu saat tahu kau juga ada disana. Tapi akhir akhir ini aku bisa merasakan cakra dari tubuh Uzumaki-san membesar dan itu sangat membuatku yakin. Uzumaki-san bukanlah manusia biasa, dia sama seperti kita, dia juga seorang Pelintas. Mungkin saja Uzumaki-san mengalami masa pertumbuhan yang lambat sepertimu Namikaze-san. mungkin saja cakranya mulai bangkit saat berada dekatmu. Dan mungkin saja karena inilah Uzumaki-san ditunangkan denganmu."

Mata minato membulat menyadari sesuatu hal yang tidak pernah dipikirkannya sebelumnya. Yanbi tersenyum lembut "sekarang, apa kau masih mau meninggalkannya Namikaze-san?"

Minato membulatkan tekadnya "aku… meskipun begitu… aku akan tetap …"

Angin berhembus kencang, awan segera menutupi bulan dengan cepat. Malam dimensi Astral sangatlah gelap sekarang. Minato dan Yanbi langsung berdiri setelah merasakan ada pergerakan di sekitar mereka.

"white strap: light of sun" sebuah lingkaran sihir berwarna putih muncul dibawah yanbi. Tali tali putih terang menjulur keluar dan membentuk lingkaran hingga menyatu menjadi 7 bulatan bulatan cahaya kecil yang mengelilingi mereka. Sesosok makhluk melesat cepat kearah mereka, namun bulatan tadi tiba tiba menjulurkan tali kecil seukuran benang yang sangat banyak seperti jarring laba laba sehingga menghambat pergerakan sosok itu, sosok yang menyerupai bola dengan kaki tangan kecil tanpa tubuh, memiliki mata merah dan giginya taring semua.

Yanbi maju perlahan mendekatinya "ya ampun! Ternyata sang pembawa pesan... Tidak perlu menyerang kami segala kali, kami ini manusia asli, bukan hantu" Yanbi menyentuh kepala sosok yang dipanggilnya pembawa pesan itu, tubuh sosok itu lalu mencair, namun cairannya langsung membentuk tulisan yang melayang diudara seperti tinta hitam terbang.

"i-ini… bohong kan?" Yanbi dan Minato membelalak kaget membaca pesan itu. Yanbi membalikan badannya menghadap Minato "Namikaze-san tunggu dulu …"

"sial!" Minato langsung bercahaya dan menghilang dari tempat itu(pergi keluar dimensi astral/kembali kedunia nyata).

Yanbi melirik lagi kebelakang menatap tulisan yang mulai pudar itu… "apa ini… ancaman kah? Tapi.. Kenapa Kushina… yang harus diculik?"

Yanbi menggertakan giginya melihat tulisan "jauhi Uzumaki Kushina atau mati. Ini peringatan pertama dariku, Kurama"

"Kurama…! Siapa kau sebenarnya…?!" ucap Yanbi geram.

TBC~