Flash back~~
~beberapa hari yang lalu_sekolah, dimensi astral~
"BUUMM!"
Daerah itu hancur lebur. Minato jatuh terduduk. Dia tidak bisa berkata apa-apa. sedang tawa keji Fugaku menggelegar.
Dari dalam gedung sekolah, dua tali bercahaya putih keluar menuju kearah Fugaku. Fugaku yang menyadari itu segera menghindar. Tali itu kembali tertarik kedalam gedung.
"tch! Siapa disana?" teriak Fugaku. Dari dalam, muncul seorang gadis berambut biru muda yang mengenakan seragam KSHS(Konoha Senior High School). Di dua tangannya terdapat tali berwarna putih terang.
"perkenalkan, namaku Yanbi Azakagi! Aku lebih di kenal sebagai White Strap. Anggota Kurayami no Hikari. Senang bisa bertemu denganmu, Uciha-san. atau bisakah kupanggil kau… Another Person yang bekeja dibalik bayangan?" kata Yanbi.
Minato terkaget dengan kemunculannya. Fugaku mempersiapkan kuda-kuda "ini pertama kalinya ada yang tahu nama asliku selain Minato. tapi itu tidak akan bertahan lama" Fugaku maju berlari dengan cepat. Dia lalu menusuk gadis itu tanpa berpikir panjang.
Yanbi tersenyum "tolong jangan terlalu meremehkanku.. uciha-san".
sedang fugaku langsung melepas tangannya dan melompat menjauh. Angin berhembus dan menghapus keberadaan yanbi bagai kepulan asap. 5 tali keluar dari tanah tepat saat yanbi menghilang dan menyerang fugaku berkali-kali namun dapat dihindarinya dengan mudah.
Dari belakang minato, yanbi asli muncul dari dalam tanah sambil memegang tali tadi yang tersambung di tanah. "hey! Minato! tenanglah.. Uzumaki-san baik baik saja! Dia sedang bersembunyi dalam gedung sekarang. Hah~ atau lebih tepatnya dia ada di kelas" kata Yanbi sukses membuat minato berdiri.
"benarkah?" Tanya Minato.
Di saat yang sama, Fugaku yang terpojok langsung memotong tali tali itu. Yanbi menatap pemuda itu "yah~ tapi sebelum itu. Ayo usir dia. Seperti julukannya, dia adalah orang lain yang tidak diterima keberadaannya disini" lanjut Yanbi.
Fugaku berjalan santai kearah mereka "dua lawan satu tidak masalah bagiku. Tapi maaf saja. Aku tidak bisa meladeni kalian lebih lama lagi" Fugaku berhenti "kalau begitu, sampai jumpa lagi minato.. dan.. Yanbi Azakagi sang White Strap" lalu tubuh Fugaku bercahaya dan menghilang.
Tanpa basa basi, Minato lalu segera berlari ke kelas. "Minato! tunggu" susul Yanbi yang melepas talinya. Seketika itu talinya bagai terisap oleh tanah. Sesampai mereka di kelas, Kushina tengah berdiri menghadap dekat jendela.
"Kushina! Kau tidak apa apa?" Tanya Minato yang sudah berada di belakang Kushina.
"Minato.. sebernanya… dimana ini?" Kushina membalikan badannya "kenapa kalian berkelahi? Bukan, maksudku..kalian menghancurkan sekolah ini. Bagaimana bisa? Dan juga, dimana semua siswa?"
"Uzumaki-san! Ini_" baru saja Yanbi akan menjelaskan, Minato mendahuluinya.
"tempat ini bukanlah tempat biasa yang kau kenal. Tempat ini dikenal sebagai dunia tengah atau dimensi Astral. Dimensi yang membatasi antara dunia nyata dengan nirwana. Hanya beberapa orang yang bisa masuk kesini. Mungkin kau berada disini karena terlalu banyak melakukan kontak denganku"
"sudah!sudah! mending kita bicarakan ini di dunia nyata" usul Yanbi. Minato mengangguk lalu memegang tangan Kushina. Kushina yang sedikit terkejut wajahnya langsung memerah. lalu dunia yang tadinya bagai malam kelam perlahan-lahan berubah menjadi siang kembali.
Kushina terkejut bukan main. "bukankah ini, melanggar logika" gumam Kushina.
"memang benar Uzumaki-san. Tapi mau gimana lagi" kata Yanbi yang sudah duduk di atas meja paling depan.
"kelas sudah sepi. Berarti semua sudah pulang. Sekarang jelaskan! Yanbi" pinta Minato.
"baiklah!baiklah! sebelum itu,apa kau tidak mau mengganti seragammu?" Tanya yanbi yang melihat seragam lusuh minato. sedang yang ditanya hanya diam.
"ya sudah! Begini, kau tidak masuk sekolah hari ini, dan itu membuatku penasaran. Lalu aku merasakan kekuatan supranatural di sekitar sekolah. Aku pikir itu ulah si hantu perpustakaan. Sebelum mengecek, aku ingin tahu kushina sudah berada dilingkunganmu atau belum. Maksudku bisa melihat hantu atau belum, untuk membantuku. Karena dia terlihat lelah, jadi aku memutuskan untuk memeriksa sendiri" jelas yanbi panjang lebar.
"aku masuk astral, jadinya bolos jam terakhir. dan ternyata kekuatan supranatural yang kurasakan itu berasal dari hantaman cakra saat perkelahian kalian. yang paling mengejutkan, Kushina juga ada disana. Untung aku segera bertindak, jika tidak! Tunanganmu ini bisa mati" lanjut Yanbi sambil menatap Kushina. Sedang Kushina terlihat malu.
"jadi kau sudah tahu pertunangan kami?" kata Minato dan di jawab anggukan oleh Yanbi.
"anu, boleh aku bertanya? Apa maksud kalian dengan Astral?" Tanya Kushina.
Baru saja Minato akan bersuara, Yanbi langsung mendahuluinya. "Uzumaki-san.. dunia ini terbagi menjadi 3. Dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Atau bisa dibilang, dunia Fana, dimensi Astral, dan Nirwana." Ucap Yanbi sambil menatap sinis Minato seakan membalas perbuatannya tadi yang memotong pembicaraan Yanbi.
"Astral itu seperti dunia cermin. Tempat itu dikhususkan untuk mereka yang telah mati namun masih memiliki urusan di dunia nyata. Siang dunia nyata adalah malam untuk Astral, begitu pula kebalikannya. Disini, dunia nyata ini sedang siang kan…? Karena itulah saat berada disana, Astral sedang malam. Tenang saja, meskipun kau mem-bom sekolah di dimensi Astral, itu tidak akan berpengaruh di dunia nyata….
Tapi…! Sepertinya kau biasa-biasa saja dengan hal ini. Apa kau tidak takut? Kau tidak terkejut dengan kami? Kemampuan kami?" Tanya Yanbi memastikan.
Kushina hanya tersenyum "aku lebih terkejut ternyata kalian berdua saling kenal. Apa karena kalian adalah anggota dari Kurayami no Hikari?" pertanyaan Kushina membuat kedua orang didepannya menegang. Tangan Kushina yang sedari tadi dipegang Minato mengerat.
"Kushina! Sejauh mana kau tahu tentang Kurayami no Hikari?" Tanya Minato dengan nada tegas.
"i-itu.. yang aku tahu, Kurayami no Hikari adalah organisasi spiritual terbesar didunia. Tenang saja, aku dulu pernah mengenal seseorang dari sana. Karena itu aku tahu"
"jadi itu alasan tersendirimu? Alasan kau bisa mengendalikan ketakutanmu dengan mudah? Alasan mu merasa biasa-biasa saja tentang semua ini?"
Kushina terdiam, ia lalu mengatakan "itu sedikit benar. Tapi, tentang dunia astral, aku benar benar tidak Tahu. Sekarang rasanya aku ingin memastikan dunia itu lagi…"
Minato melepas genggaman tangannya dari Kushina dan berjalan meninggalkan dua kaum hawa itu disana "tidak usah! Sebaiknya kau pulang saja sana"
"Mi-Minato.. tunggu… Minato!" panggil Kushina.
Yanbi turun dari meja dan menepuk pundak Kushina "sabarlah Uzumaki-san, dia memang selalu seperti itu. yang semangat ya…! Oh, kalau ada pertanyaan, tanyakan padaku saja" kata Yanbi dengan riangnya di iringi dua jari berbentuk V di kepalanya.
Kushina menunduk, ia lalu berjalan perlahan keluar ruangan meninggalkan Yanbi 'Minato… kenapa….?' batinnya.
Yanbi langsung berkacak pinggang dan menghela nafas "hah… pada akhirnya aku yang selalu ditinggalkan sendirian…" ucapnya pasrah.
End Flash back~~
.
.
.
Pairing: Minato Namikaze, Kushina Uzumaki
Naruto from Masashi Kishimoto
Warning: ceritanya aneh, ancur, sulit dimengerti.
DON'T LIKE , DON'T READ
.
.
-I can see a ghost-
"chapter 5: Lost Memory 1"
_Kushina POV_
Dingin, disini sangat dingin, dimana ini? Kenapa semuanya hitam? Apa aku sedang duduk? Rasanya ada yang melilit tubuhku..
"drap, drap.." apa itu suara langkah kaki seseorang? Siapa?
"apa kau kenal Namikaze Minato? siapa namamu?" aku bisa mendengar suara seseorang, suara berat khas bapak bapak. Tapi kegelapan ini… aku tidak bisa melihatnya. Aku ingin berdiri tapi tidak bisa. Badanku, tanganku, kakiku tidak bisa bergerak. Tempat yang kududuki, sepertinya adalah kursi kayu.
"hey! Nyalakan lampunya!" suaranya terdengar lagi, seperti sedang memerintah seseorang. Apakah ada orang lain selain dia disini.
Tidak lama, berbagai cahaya muncul… sekarang aku bisa melihatnya.. bukan! Melihat mereka… seseorang berdiri didepanku, berambut putih dengan kacamata bulat. Dia juga memakai jubah hitam dengan corak awan merah. Tapi bukan hanya dia saja, aku bisa melihat sangat banyak orang berjubah mengelilingiku.
Mengelilingi aku… aku yang sedang terikat di sebuah kursi kayu… perasaan dingin ini, tempatku berada, bukanlah di sebuah bangunan. Melainkan di tengah stadion. Stadion yang hancur berantakan, hanya lapangannya yang mulus. Disini sudah malam, awan perlahan menyingkir memperlihatkan bulan berwarna merah menyala.
JANGAN JANGAN… "DIMENSI ASTRAL" kukatakan itu saking kagetnya, lalu kutatap orang yang berada didepanku. "siapa kau?" tanyaku geram.
"akhirnya kau sadar juga, sepertinya kau tahu banyak yah.. tentang dimensi ini.. untuk ukuran manusia biasa boleh juga… ah..! Aku lupa kau bertanya padaku, namaku… Yakushi Kabuto, pemimpin pasukan penyelidik dari Akatsuki"
_End Kushina POV_
Mata Kushina membulat "Madara…" gumamnya.
"heeeh… jadi kau juga tahu ketua kami ya…! Sekarang sulit bagiku melihatmu sebagai manusia biasa.. dengan banyak hal yang sudah kau tahu ini.. sebenarnya siapa kau sebenarnya.. Kushina Uzumaki-san?" Tanya Kabuto dengan senyuman ularnya.
DEGG!
Dada Kushina berdetak kencang, kepalanya pusing serasa habis ditabrak sesuatu. Ia langsung menundukan kepalanya "benar juga… siapa aku..? tempat apa ini? Bagaimana aku bisa tahu semua ini.." gumam Kushina, lagi.
Sebelah alis Kabuto naik "apa ini..? jangan berpura pura padaku dasar wanita jal*ng! berhenti bergumam seperti orang gila" bentaknya..
Kushina mengadahkan kepalanya menatap nanar Kabuto "orang gila..? mungkin aku memang sudah gila.. dadaku sesak, rasanya marah.. sedih.. takut.. hei... beritahu siapa aku.. dimana ini… kenapa aku di ikat seperti ini… dan juga… siapa kalian…"
Kabuto mengambil pisau kecil dari balik jubahnya dan mengangkatnya tinggi tinggi "dasar wanita aneh. beri tahu aku semua tentang Ametsukami sekarang"
"a-aku tidak mengerti.. apa maksudmu..? Ametsukami itu.. apa?" Tanya Kushina
"CEPAT BERITAHU AKU! ATAU KUBUNUH KAU" triak Kabuto.
WUSSS…!
Angin langsung menyambar Kabuto dan menghempaskannya kebelakang. Orang orang disekitar juga ikut terlempar akibat hempasan angin itu. mereka lalu bertahan dengan tiarap ditanah karena hempasan angin tadi datang berulang kali. Dan sumbernya… berasal dari arah Kushina.
Rambut panjang Kushina melambai-lambai tidak karuan di udara. Matanya berubah menjadi merah terang "hihihi.. HAHAHA…AHAHAHA…" tawanya mengelegar membuat bulu kuduk merinding. Bukan tawa seperti nene sihir atau tawa melengking hantu wanita, melainkan tawa gabungan suara Kushina dengan suara berat-serak khas pria.
"membunuh.. kau bilang… AHAHAHA.. HAHAHAHA" Kushina tertawa lagi dengan suara anehnya seperti sedang kerasukan. Tali tali yang mengikat Kushina mulai putus. Bukan, melainkan hancur dengan sendirinya. Kushina lalu berdiri. Sebuah senyuman licik terukir diwajahnya. Terlihat bukan seperti dia yang biasanya.
"manusia rendahan sepertimu mencoba membunuh gadis ini. Yang benar saja.." ucapnya dengan nada meremehkan.
Kabuto lalu mencoba berdiri menahan hempasan angin dari arah Kushina. Namun, akhirnya dia langsung jatuh terduduk karena hempasan angin itu menjadi lebih besar. "tch! KAU MERASUKI TUBUH WANITA ANEH ITU.. SIAPA KAU? HANTU? IBLIS?" Tanya Kabuto sambil berteriak.
Kushina mulai berjalan ke arah Kabuto "kupikir… aku bisa memberitahumu sedikit agar kau tidak berani lagi mendekati wanita yang kau sebut aneh ini" kata Kushina sambil menunjuk dirinya sendiri.
"namaku Kurama. setelah mendengar itu kau akan langsung tahu siapa aku" sambung Kushina.. atau bisa dikatakan, sambung yang merasuki Kushina.
Mata Kabuto membelalak kaget. Tubuhnya langsung menegang mendengar itu. keringat terus turun dari pelipisnya.
"sekarang.. apa kau masih ingin.. menahanku disini. jika ingin bertarung denganku, seharusnya kau juga pasti tahu.. posisimu sangat kurang menguntungkan jika berada di Astral. Walau kupikir, dunia nyata atau astral tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkanku"
Kabuto tetap diam tanpa gerakan sedikitpun. Tubuhnya terlihat sangat pucat. Kushina berhenti tepat di depannya "tidak ada jawaban ya… kurasa aku harus sedikit memberimu pelajaran berharga" Kushina merapatkan jari jarinya dan mengangkat lengan kiri itu. dengan cepat tangan itu diturunkan seperti sedang membelah.
SRASHH..!
Cairan merah memancar ke arah Kushina
"AAAAA…. AAAAH… AAA…" teriak Kabuto histeris. Dia langsung terlempar jauh kebelakang. Namun, masih ada satu yang tertinggal di depan kushina. Sebuah daging berlumuran darah.. panjang.. dan terlihat memegang pisau.. tidak lain sebuah tangan.. tangan kanan Kabuto. Darah memancar sangat deras seperti air mancur sedang Kabuto berusaha menahannya.
Kushina terlihat tersenyum lebar "sudah lama aku tidak melihat pemandangan seperti ini.. berapa lama.. mungkin 6.. 7 tahun yang lalu"
Gadis itu lalu mulai berjalan lagi melewati kabuto, meninggalkannya. "aku harus segera mengembalikan kushina" Kushina lalu melompat ke arah reruntuhan stadion. Berlari, keluar dari sana.
-skip time-
~Kediaman Uzumaki~
Minato berlari memasuki gerbang, menghiraukan satpam yang terus memanggilnya. Larinya sangat cepat sampai sampai orang yang dilaluinya harus menahan pakaian tradisional mereka yang beterbangan akibat angin kencang dari laju Minato. Minato langsung berhenti tepat di depan sebuah pintu besar berlapis emas dengan ukiran naga itu. tanpa pikir panjang, Minato langsung membukanya.
Sekilas muncul cahaya terang yang menyilaukan mata. Suara berisik pun ikut terdengar keluar. Minato terkejut melihat sangat banyak orang berkumpul disana sedang berbincang dengan serius. Saking seriusnya, mereka bahkan tidak menyadari kehadiran Minato diambang pintu. Terlihat diantara mereka, orang tua Kushina dan ibu Minato serius membicarakan sesuatu.
Minato lalu masuk menemui mereka. "kaa-san, ada apa ini?" Tanya Minato yang menyentuh bahu ibunya sedang sang empu langsung terkejut bukan main.
"Mi-Minato" Tsunade langsung memeluk Minato "syukurlah kau tidak apa apa"
Minato mengeryit heran dengan perlakuan ibunya. Ditambah melihat Mito, ibu Kushina menangis tersedu sedu "sebenarnya ada apa ini"
Tsunade melepas pelukannya "Minato.. dimana Kushina? Dia bersamamu kan?"
Tubuh Minato langsung menegang "dia masih belum pulang?"
"jadi memang benar.. Kushina diculik"
Minato memalingkan wajahnya kebelakang, menatap pria berambut putih panjang yang barusan berbicara. "Jiraya sensei"
"hei Minato.. sudah kubilang panggil aku tou-san. aku ini sudah menikah dengan ibumu tau.." kata pria bernama Jiraya itu sambil memegang dagunya.
"jelaskan apa yang terjadi" ucap Minato datar. Jiraya hanya bisa menghela nafas mendengar kata anak tirinya itu.
"siang tadi, markas besar diserang orang orang Akatsuki. Tapi kita berhasil mengatasinya. Mereka mengirim pesan kalau sudah menahan salah satu anggota kita yang bersekolah di Tokyo International School, cabang Konoha Senior High School, sekolahmu. Kami pikir tidak mungkin mereka menangkap Yanbi, jadi kemungkinan besar itu adalah kau" jawab Jiraya.
"tadi sepulang sekolah, aku dan Yanbi sedikit berurusan dengan hantu di perpustakaan kami. Selain itu, Kushina.. dimana dia?" Tanya Minato lagi.
"dia belum pulang sampai sekarang" jawab Hasirama, ayah Kushina.
"mungkin yang ditangkap itu Kushina, bukan kau Minato" sambung Tsunade.
Minato menunduk mencoba mencerna situasi sekarang. 'orang orang disini, semuanya adalah anggota Ametsukami. Setelah markas besar diserang, mereka mengadakan pertemuan sekaligus membahas pesan yang ditinggalkan Akatsuki. Aku dan Yanbi baik baik saja, tapi Kushina.. dia menghilang. Apa karena aku lagi, dia ditangkap karena dekat denganku. Orang orang Akatsuki sangat membenciku, jadi kemungkinan besar Kushina-lah yang mereka tangkap. Tapi, tadi ada pesan peringatan untuk menjauhi Kushina dari..' Minato menghentikan sejenak pikirannya. "Kurama"
Mendengar itu, orang tua Kushina-Minato langsung menegang. Bukan hanya mereka, seisi ruangan itu langsung terdiam mendengar kata Minato.
"Mi-Minato, apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Tsunade cemas.
Minato yang menyadari keadaan itu langsung menyipitkan matanya dengan serius "setelah selesai bertarung dengan hantu perpustakaan. Aku dan Yanbi mendapat pesan peringatan untuk menjauhi Kushina. Pesan itu dikirim oleh seseorang bernama Kurama" Minato menghentikan sejenak perkataannya melihat semua orang mendengar dengan serius namun terbesit rasa takut di mata mereka "dan setelah melihat respon kalian, sepertinya kalian sangat mengenal orang bernama Kurama ini.. katakan siapa dia?"
"Minato.. sebaiknya kau tidak berurusan dengannya" tutur Jiraya.
"katakan siapa dia! apa hubungannya dengan Kushina?!" bentak Minato yang mulai cemas.
Jiraya memalingkan wajahnya menghindari tatapan Minato. melihat itu, Tsunade langsung memegang lengan anaknya "Minato.. sebenarnya.. Kurama adalah…_"
"kaa.. san"
Semuanya langsung melihat ke arah pintu yang terbuka lebar, mereka langsung tekaget termasuk Minato. di ambang pintu, seorang gadis berambut merah panjang sedang berdiri. Seragamnya dilumuri darah. Matanya yang merah mulai pudar menjadi permata lavender yang indah.
"ah! Maaf sudah mengganggu" ucapnya sambil menunduk 90derajat.
"Kushina~" Mito langsung berlari menyambar anaknya itu. memeluknya dengan sangat erat.
"k-kaa-san… ada apa?" Tanya gadis itu gelagapan yang ternyata adalah Kushina.
Ayah Kushina, Hashirama datang dan membelai pelan rambut putrinya itu "Kushina… akhirnya kau pulang… kami semua mencemaskannmu.."
Tsunade dan Jiraya pun ikut menghampiri Kushina sambil tersenyum lembut, sedang Minato hanya mematung di tempat tadi dengan sedikit senyum terukir diwajahnya. Ibu Kushina, Mito melepaskan pelukannya dan menatap nanar baju Kushina yang sudah dipenuhi bercak darah. "Kushina-chan.. ada apa dengan seragammu.. ini apa?" Tanya Mito sambil menarik bagian seragam yang paling banyak cairan merah itu.
kushina menatap polos seragamnya dan langsung tersenyum "ah… itu jus tomat.. temanku tidak sengaja menumpahkannya padaku.. kaa-san tidak perlu khawatir.. nanti aku cuci.."
semuanya terlihat menunduk menanggapi jawaban Kushina. Mito pun mengeluarkan senyumannya dengan terpaksa "begitu ya.. ini jus tomat… pantas baunya nyengat" ucap Mito meski ia tahu cairan merah itu adalah darah.
"kenapa kau telat pulang, Kushina?"
Kushina lalu memalingkan wajahnya kearah kanan dimana sumber suara tadi, Minato berjalan pelan kearahnya "semuanya khawatir karena kau belum pulang" tambah Minato dengan nada datar. Ia lalu berhenti tepat didepan Kushina. Sedang Kushina hanya menatap heran padanya.
Minato yang menyadari itu langsung mencubit pipinya "hei.. kenapa kau menatapku seperti itu hah? Apa perkataanku kurang jelas" kata Minato penuh tekanan.
Kushina merintih kesakitan dan menangkap tangan itu, ia menurunkan tangan Minato dari wajahnya.
"apa?!" Tanya Minato jengkel.
"ano… apa kita saling kenal ya..?" Tanya Kushina heran.
"eh?" seketika mata Minato terbelalak kaget mendengar pertanyaan Kushina. Jantungnya berdegup kencang. Tidak biasanya ia merasakan ketakutan seperti ini. Rasa takut yang teramat sangat.
Kushina sedikit memiringkan kepalanya "maaf.. aku tidak mengenalmu.." lanjut Kushina dengan lembut.
"kau… siapa…?"
TBC~
