Pagi ini Robin berjalan menuju kelasnya ia kaget saat ada yang memanggilnya
"oi Robin kesinila"
Ternyata yang memanggil Robin itu adalah Luffy dkk dan mereka mengajak Robin untuk bergabung dengan mereka
"ada apa Luffy "
"hari ini hari jumat kau ada acara tidak"
"aku rasa tidak ! Kenapa? "
"karna sekarang kau adalah teman kami jadi nanti sore kita ngumpul di kedai onepiece yang depan sekolah "
"tunggu aku apa "
"kau adalah teman kami sekarang dan karna itu kami mengajakmu untuk ngumpul bareng" kali ini Nami memberi penjelasan kepada Robin
"dan lagi pula selama ini kuperhatikan kau tidak punya teman " ujar Zoro
"ooo jadi kenshi - san memata mataiku ya selama ini "
"apa ti tidak lagi pula siapa juga yang mau memata matai mu " balas Zoro dengan pipi yang memerah
"hei marimo sialan kenapa pipimu merah ketika kau berbicara pada Robin - chan apa kau menyukai Robin - chan ku ha
"bukan urusanmu koki tolol"
"jadi bagaimana Robin kau ikut ya " kata Nami
"kenapa kalian mengajakku ini kan hanya untuk teman teman kalian"
"karna kau adalah teman kami juga Robin kami lihat kau selalu kesepian karna itu agar kau tidak kesepian lagi mulai sekarang kau adalah teman kami "
Robin sangat terharu dengan kata kata Luffy barusan
"baiklah kuusahakan datang berkumpul dengan kalian"
Sepulang sekolah Robin kembali ke apartemennya untuk bersiap siap ia mengambil sebuah buku
24-09-2017
Grandline
Hari ini kelompok Zoro mengajakku untuk kumpul bersama aku senang sekali akhirnya aku punya teman . Dan aku merasa berbunga bunga ketika berteman dengan mereka itu artinya kami makin dekat aku belum memastikan perasaan apa ini tapi aku senang dekat dengannya
Mereka berkumpul di cafe one piece dekat sekolah mereka sepertinya pemilik cafe sudah kenal dengan mereka namanya Franky dan Brook pemilik cafe one piece
"wah luffy seperti biasanya ya hari jumat" ujar pria berambut nyantrik berwarna biru
"shishi tentu saja Franky o ya perkenalkan teman baru kami namanya Robin"
"wah ada wanita cantik bolehkah aku melihat celana dalammu" ujar pria berambut afro yang dibalas dengan jitakan dari Nami
"sopan lah terhadap pelanggan dasar " omel Nami
"jadi kalian pesan apa" tanya Franky
"seperti biasa dengan porsi ganda untuk Luffy dan Robin kau ingin apa"
"hmm apa saja "
"baiklah kami pesan yang biasa saja "
"segera "
Menunggu pesanan mereka datang , merka tertawa lepas karna mendengar lelucon Luffy dan tingkah konyolnya serta pertengkaran antara si koki Sanji dan si Pendekar pedang Zoro
"o ya Robin kalau boleh tau kau ini berapa bersaudara" tanya Nami sambil menyeruput jus jeruknya
"aku ini anak tunggal Nami ."
"kau tinggal disini bersama orang tuamu atau merantau"
Robin menggeleng "aku tinggal sendiri tapi aku lahir dikota ini ibuku diluar kota dan ayahku sudah meninggal"
"aku turut berduka "
"bagaimana denganmu Nami" tanya Robin sambil memakan cemilannya
"aku punya seorang kakak , seorang kakak angkat tepatnya dan aku juga dirawat oleh ibu angkatku"
Kedua wanita ini tampaknya asik mengobrol sekali sekali diiringi tawa , tak memperdulikan aksi konyol teman laki laki mereka ...
Hari sudah sore waktunya untuk pulang pikir Robin namun karna besok adalah hari weekend Luffy memutuskan untuk mengajak teman temannya menginap ke rumahnya .
Perjalanan kerumah Luffy tidaklah lama mereka menggunakan kendaraan masing masing . Sampai dirumah Luffy mereka langsung disambut oleh kedua kakak Luffy Ace dan Sabo.
"yo Luffy kau membawa teman temanmu kesini"
"ya Ace bolehkan mereka menginap disini"
"aku tidak tau , jika kau tanya ayah ia pasti menyetujuinya tapi jika kau tanya kakek tua itu..." ucapan Ace terputus mendengar deheman dibelakangnya
"siapa yang kau bilang kakek tua bocah!"
Garp kakek Luffy langsung memberi tinju cintanya pada orang yang mengatakannya tua , Ace
"kakek ini sudah tua harusnya sadar dong" sewot Ace sambil mengusap kepalanya yang benjol karna terkena tinju cinta kakeknya
"sekali lagi kau bilang aku tua kuberi kau tinju spesial ku lagi"
"ah kakek kasian Ace kakek gituin , kakek teman teman ku akan menginap disini boleh ya ''
"Dadan!" teriak Garp yang langsung membuat budek 7 turunan
"haik Garp-san"
"siapkan kamar untuk anak anak ini"
"baik Garp-san "
Zoro dan teman temannya berjalan mengikuti Dadan yang akan menyediakan kamar mereka
"baiklah ini adalah kamar para wanita dan disampingnya kamar pria mohon dijaga ketertibannya"
Mereka masuk ke kamar mereka masing masing untuk membersihkan diri beruntung Robin selalu membawa baju ganti di mobilnya
"Robin kau bawa baju ganti"
"ya Nami aku selalu membawanya kalau ada keadaan yang mendadak seperti ini"
"syukurlah aku tadi juga bawa baju ganti ! Aku sudah tau kalau Luffy pasti merencanakan sesuatu yang gila "
"fufufufu Luffy sepertinya orang yang lucu ya"
"ya bukan lucu lebih tepatnya konyol kau pasti akan depresi melihatnya"
"fufufu "
"aku duluan yang mandi ya Robin"
"silahkan Nami"
Robin sedang bermain hp untuk menunggu giliranya lalu seseorang menelponnya
"halo , ada apa ibu"
"ah Robin sudah lama ibu tidak menelponmu bagaimana kabarmu sayang apa kau baik baik saja"
"ya aku baik baik saja bagaimana dengan ibu?"
"ibu juga baik sayang , jaga kesehatanmu disana ya minggu depan mungkin ibu akan mengunjungimu disana! Ibu sangat merindukanmu sayang"
"aku juga , jaga kesehatan ibu" balas Robin dingin kemudian menutup teleponnya
Diluar kamar Robin mendengar suara ribut dan suara itu adalah
"jiji! Itu makanan ku kenapa kakek ambil dasar kakek tua!" teriak kakak tertua Luffy Ace
"bwahhahahahah hei bocah siapa suruh kau meletakkan makanan disembarang tempat"
"dasar kakek tua! Berikan makananku"
"shishsishishi Ace sayang sekali makanan mu diambil jiji" Luffy mengejek Ace dengan meletakkan makanannya dimulutnya "hmmm sedap nya makanan ini" Ace yang melihatnya pun tergiur
"aaaah Luffy jangan membuatku makin kesal"
Pertengkaran mereka dihentikan dengan kedatangan ayah Luffy, Monkey D Dragon
"ayah ayah ada apa ini" ujar ayah Luffy
"Dragon kau sudah pulang "
"aku mendengar suara ribut dari halaman! Ayah apai lagi mereka"
"touchan tadi jiji mengambil makanan ku " Ace mengadu pada ayahnya
"salahmu sendiri bocah meletakkan makanan di sembarang tempat"
"ayah bersikaplah dewasa" ujar Dragon dengan tenang
"touchan! Kau sudah pulang bagaimana dengan pesananku"
"Sabo, ya ayah bawa ada dibagasi ambil la"
Robin tersenyum mendengar pertengkaran keluarga ini
Nami sudah selesai mandi dan kini giliran Robin yang mandi
Dikamar Sanji dan Zoro
"hei alis lingkar apa yang kau lakukan didalam sana kenapa lama sekali" Zoro menggedor pintu kamar mandi
"lalalalalalalalala Nami-san, Robin-chan " Sanji bersenandung di kamar mandi tak peduli dengan teriakan Zoro diluar
"woi alis lingkar cepat keluar yang lain juga ingin masuk !"
"berisik pendekar tolol"
Pintu kamar mereka terbuka Luffy masuk ke kamar mereka
"oi Zoro ada apa suaramu kedengaran sampe keluar"
"Luffy alis lingkar ini dari tadi di dalam"
Luffy berteriak "oi Sanji cepat keluar Zoro juga mau masuk"
Pintu kamar mandi terbuka
"kalian ini berisik sekali"
"minggir aku mau masuk"
Luffy pergi keluar kamar dan terdengar la teriakan membahana dari kakak nya Sabo
"aaaaaaa! Ace sadar sadar sadar" Sabo teriak alay
Luffy langsung menuju ke asal suara itu
"kenapa dengan Ace "
Kakek Luffy dan ayahnya mengelilingi Ace
"jiji ,Luffy ,touchan Ace pingsan! huaaaa bangun Ace kau masih punya utang 500 bery samaku huaaaa "
"heh sini biar kubangunkan minggir"
Garp langsung memberi tinju cintanya pada Ace yang lagsung membuat Ace bangun dan berteriak kesakitan
"iiite itte! Kakek tua kenapa kau memukulku"
"wah Ace kau sudah sadar " Sabo langsung memeluk Ace
"Ace kukira kau mati huaaa kalau kau mati bagaimana dengan utangmu padaku huaaa itu bukan jumlah yang sedikit 500 bery huaaa" Sabo nangis bombay
