TOPPURAMEN MATAWA BORUTEKKUSU
Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.
Rate M
Warning! : Ooc,AU, bahasa dan penulisan aneh, membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran, suka silahkan dibaca. KALAU TIDAK DIMOHON TEKAN TOMBOL BACK (TERIMA KASIH)
Pair : nanti juga tahu sendiri!
Genre : Supranatural, Adventure, kalau romance aku gak tahu soalnya tidak pernah nonton K-drama.
Summary : Kehidupanku yang damai sekarang berubah, karena kekacauan yang di sebabkan oleh mahluk supranatural di sekelilingku. Semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk terus bertemu stalker berambut perak. Benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin Benar apa yang Sasuke katakan dulu, Kalau aku adalah magnet masalah tidak peduli dimana pun aku berada.
"Naruto" bicara normal
'Naruto' pikiran/batin
"Naruto" Teknik/Sihir/Jutsu
"Naruto" Monster/Naga/Bijuu bicara
'Naruto' Monster/Naga/Bijuu berpikir
"A-Apa k-kau benar-benar harus p-pergi sekarang? Nii-sama!" Ucap seorang gadis kecil bertanya dengan suara yang bergetar.
"Ya, ada urusan penting! aku pergi sekarang! Maaf," Jawab Naruto. Tidak tega melihat seorang gadis kecil menangis,
"Tapi, aku tidak ingin kau pergi, Nii-sama" ucap gadis itu.
"Begini saja, aku berjanji akan melakukan apapun" lanjut Naruto berkata pada gadis kecil yang memeluk kakinya sambil menangis
"Um, benarkah?" Tanya gadis kecil tersebut mendongak ke atas melihat wajah Naruto dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Ya, tapi dengan satu syarat?" Kata Naruto
"Apa? itu tidak adil Nii-sama" Ucap sang gadis sedikit merengek.
"Kau mau atau tidak?" Lanjut Naruto padanya.
"cepat katakan Nii-sama" tanya gadis itu.
"Syaratnya, kau harus berhenti menangis sekarang" jawab Naruto.
"Baik, tapi aku ingin kamu berjanji akan menikah denganku saat aku besar nanti? " Ucap gadis itu dengan senyum diwajahnya yang belepotan air mata.
"Um...Eto.." Naruto kebingungan dengan permintaan gadis itu dan melihat ayah serta ibu sang gadis hanya menahan tawa melihat kebingungannya.
"Nii-sama," teriak gadis itu, "bagaimana? Cepat jawab nii-sama? Atau aku akan terus menangis dan tidak akan melepaskanmu!" Lanjut gadis itu menggembungkan pipinya. Menyebabkan orangtuanya tertawa geli.
Naruto benar-benar tidak bisa menarik ucapannya lagi, masa bodoh disebut lolicon.
"Ba-Baiklah, aku berjanji!" Ucap Naruto sedikit ragu.
"Yay, Naruto nii-sama," jawab gadis kecil itu. Dan mengencangkan pelukannya dikaki Naruto. "Ingat, nii-sama aku tidak akan memaafkanmu jika kau melupakannya," lanjut si gadis kecil
"Jadi, aku boleh pergi sekarang" tanya Naruto.
"Hmm," jawab si gadis kecil sambil mengangguk dan melepaskan pelukannya.
"Kalau begitu, sampai bertemu lagi semuanya" ucap Naruto pada si gadis dan orang tuanya. Sebelum menghilang ditelan cahaya kuning.
Bab 3
I mirip giorni fastidiosi (hari-hari yang menyebalkan)
La Storia inizia (cerita dimulai)
Ninja berambut pirang itu dengan cepat menuju gereja tua. Matanya menyipit saat dia menggunakan Sage mode untuk mengetahui, berapa banyak jumlah malaikat jatuh dan Stray exorcists yang ada di sana. Dia merasakan ada beberapa malaikat jatuh dan puluhan Stray exorcists didalam gereja. "Yah, its show Time" Naruto berkata pada dirinya sendiri. sebelum dengan cepat masuk kedalam dengan cara menendang pintu gereja dengan keras.
"Siapa ka-..." Ucap seorang Stray exorcists, tidak bisa menyelesaikan ucapannya. karena Naruto menebasnya lebih dulu dengan Kunai yang dialiri chakra angin membuat kepalanya menggelinding dilantai gereja.
"Bunuh manusia itu?" Teriak seorang malaikat jatuh.
Dan Segera sipirang menemukan dirinya sudah dikepung oleh sekelompok puluhan Stray exorcists. Menyeringai dengan senyum menakutkan Naruto segera menghabisi satu persatu Stray exorcists dengan cara seperti memotong kepala, membelah tubuh mereka menjadi dua, atau menusuk jantung mereka hanya dengan menggunakan beberapa kunai. Semua Stray exorcists yang berada di dalam gereja tidak ada yang lolos dari pembantaian yang dilakukan sipirang.
"Oke hanya tinggal kalian burung gagak!" Ucap Naruto pada para malaikat jatuh, yang menyaksikan pembantaian dengan mata melebar, tidak percaya puluhan Stray exorcists dihabisi dalam beberapa menit, oleh orang ini hanya dengan beberapa Kunai. Dan itu terjadi didepan mata mereka, Siapa sebenarnya orang ini. Naruto melihat ada Tiga malaikat jatuh di depannya. Dua perempuan dan satu laki-laki.
Satu-satunya malaikat jatuh laki-laki didepannya. Naruto melihat dia memakai jas hujan dengan kemeja putih dibalik jas memakai celana dan sepatu berwarna hitam. dikepalanya dia mengenakan topi fedora.
Yang kedua malaikat jatuh perempuan berambut biru, Naruto disaat seperti ini dia masih memperhatikan perempuan terutama yang jatuh mati cantik seperti itu, tanpa ada yang melihat sipirang mengeluarkan buku kecil dari sakunya. Mencatat penampilannya, dia mempunyai rambut berwarna biru navy panjang dengan poni menutupi mata kanannya, dengan mata berwarna kuning cerah dan dengan tubuhnya tinggi dan montok, dia mengenakan tranchcoat berwarna merah marun dengan kerah lebar yang memberikan pemandangan dari belahan dadanya yang besar. dibalik tranchcoatnya dia memakai kemeja putih walaupun hanya terlihat dari bawah, dibawahnya dia memakai rok mini berwarna senada dengan tranchcoatnya dan memakai high heels berwarna hitam.
Yang ketiga, membuat Naruto mengusap wajahnya (Demi Dewa ramen dia terus menyakinkan dirinya, bahwa dia bukan lolicon). Malaikat jatuh itu mempunyai tubuh mungil dengan rambut berwarna kuning cerah bergaya twins tail, bermata biru. Dia memakai gaun gotic Lolita dengan warna hitam dengan renda putih dan memakai sepatu coklat.
Setelah Naruto selesai mencatat penampilan mereka berdua(Kalawarner dan Mitelt) dia mengantongi kembali buku kecilnya. Dia melihat ketiga malaikat jatuh telah sadar dari keterkejutannya.
"Kalawarner, mitelt jangan menggangu! Aku yang akan membereskan manusia ini" teriak malaikat jatuh laki-laki kepada dua malaikat jatuh wanita dibelakangnya.
"Dohnaseek, tidakkah kau pikir kita seharusnya mundur sekarang! kau lihat sendiri kan, dia menghabisi seluruh Stray exorcists itu dalam beberapa menit." Ucap malaikat jatuh berambut biru.
"Benar apa dikatakan kala-chan. Dohnaseek kita harus mundur! Kita tidak bisa melawannya!" Ucap malaikat jatuh loli, mengatakan pada malaikat jatuh yang sekarang Naruto ketahui bernama dohnaseek. menyetujui saran malaikat jatuh berambut biru.
"Diam, kau kalawarner! Dan kau juga Mitelt jangan menjadi pengecut seperti kalawarner" jawab dohnaseek pada malaikat jatuh bernama mitelt dan kalawarner.
Dohnaseek Menerjang dengan cara melemparkan tombak cahaya berwarna biru ditanganya pada Naruto. yang tiba-tiba menghilang sebelum tombak cahaya yang dilemparkan dohnaseek menyentuhnya. Dohnaseek melihat sekeliling mencari sipirang berkumis
"dimana kau? Jangan bersemb-..." Dohnaseek berkata tapi tidak dapat melanjutkannya ucapannya, karena dia merasakan ada seseorang yang memegang kedua sayapnya, "mencariku?" Ucap Naruto, sebelum menarik kedua sayap dohnaseek sambil menendang punggungnya mengakibatkan sayap dohnaseek robek dari punggungnya. "Argh~ apa yang kau lakukan?" Tanya Dohnaseek meringis kesakitan.
"Apa yang aku lakukan?" Tanya Naruto. Sambil melemparkan sayap Dohnaseek yang telah dia robek Kedinding."ini yang aku ini yang aku lakukan" ucap Naruto dengan mencekik dohnaseek sebelum memukulnya "gugh~" dohnaseek memuntahkan darah. Dan terlempar Kedinding tepat disamping sayapnya, yang telah Naruto robek. Naruto berjalan kearah dohnaseek dengan langkah pelan membuat malaikat jatuh bertopi fedora merangsek mundur ketakutan tapi tidak bisa karena punggungnya telah menyentuh dinding dan yang membuat dohnaseek lebih ketakutan lagi, karena dia melihat mata Naruto telah berubah menjadi merah menyala dengan pola hexagonal "Sekarang, tidurlah ...!" Ucap Naruto dengan mencekiknya dan mendorongnya Kedinding, "argh~"teriak dohnaseek ketika Naruto menusukkan dua kunai dimasing-masing tangannya. Membuatnya tergantung didinding dengan gaya salib. Kemudian dohnaseek mendongak melihat Naruto menyeringai. "Selamanya, Tsukuyomi" Ucap Naruto mengakhiri kalimatnya pada dohnaseek.
Kalawarner dan Mitelt membeku ditempat dengan tubuh bergetar, mereka berdua menatap Naruto ketakutan. Ingin rasanya mereka lari namun tubuh mereka tidak bisa bergerak. Dan ketika Naruto menoleh dan menatap mereka dengan mata merahnya, membuat mereka mundur selangkah.
"Sa~ kalian selanjutnya" ucap Naruto berjalan kearah mereka. Dengan jurus andalan sahabatnya "Chidori" ditangan kirinya, membawa teror tersendiri bagi kedua malaikat jatuh.
"A-Ampuni kami! Kami mohon! J-Jangan bunuh kami!." Ucap Kalawarner dan Mitelt bersujud pada Naruto. Dengan air mata yang mengalir diwajah mereka. Sebelum Naruto melakukan apapun pada mereka berdua, sebuah suara terdengar dibelakangnya.
"Baik, cukup sam-...!" Ucap seseorang hendak menyentuh pundak kanan Naruto dari belakang. Terhenti akibat Naruto memukulnya dengan punggung tangan kanannya.
"Azazel-sama" teriak Mitelt dan Kalawarner melihat pemimpinnya berada di tempat ini.
"Yare~ yare~ apa yang telah kalian lakukan? Bukankah sudah aku katakan jangan berbuat masalah! Kala, Mitelt." ucap Azazel menahan pukulan Naruto dengan kedua tangannya dan menyebabkan sedikit gelombang kejut
"Siapa kau? Jangan Mengganguku~" kata Naruto sedikit geram karena adanya gangguan.
" Maaf, aku Azazel pemimpin malaikat jatuh!" Ucap Azazel memperkenalkan diri,
Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Azazel, secepat kilat Naruto langsung mencekik Azazel.
"Tidak bisa-kah! K-Kita bicarakan baik- baik! " Tanya Azazel kesulitan berbicara karena lehernya tercekik. Dengan mengangkat kedua tangannya keatas (tanda menyerah).
Merasakan tidak adanya niat negatif dari Azazel Naruto melepaskannya, dan mundur perlahan dengan mata sharingan berputar pelan, tetap waspada.
"Baik, cepat katakan? Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Naruto To the poin.
II giorno dopo be gozio di ramen! (Keesokan paginya di kedai ramen)
Setelah itu Azazel dan Naruto memiliki pembicaraan panjang, tentang apa yang harus dilakukan pada bawahan Azazel yang membangkang Dan disinilah mereka.
"Naruto-sama, Dua ramen udang" ucap Raynare dengan ceria. Menyadarkan Naruto dari lamunannya dan memandang Raynare sebelum menyiapkannya.
"Disiapkan, Raynare" ucap Naruto memanggil.
Raynare mengangguk dan mengambil pesanan dan mengantarnya ke meja pelanggan, sementara Kalawarner dan mitelt melayani pelanggan lainnya. Bersama Asia pada awalnya Naruto dan mengatakan bahwa dia(Asia) tidak perlu melakukan apapun apalagi bekerja di kedai ramennya tapi karena Asia menampilkan "puppy eyes no jutsu" melihat hal itu dari seorang gadis cantik nan imut seperti Asia membuat Naruto menutup mulutnya dan membiarkan Asia membantunya.
Sekarang dia punya empat pelayan cantik di kedai ramennya, membuat kedai ramennya semakin populer dan terkenal di kota kuoh. Apalagi dengan penampilan mereka ketika melayani pelanggan. Asia memakai seragam maid dengan warna biru laut. Untuk Raynare berwarna pink dan Mitelt berwarna kuning, kalawarner berwarna merah (seragam maid dari anime Blend S) kesamaan dari keempatnya adalah simbol Uzumaki dicelemek mereka. Meskipun tidak ingin mengakuinya. menjadikan mereka berempat sebagai pelayan kedainya adalah ide yang bagus. Walaupun ada beberapa masalah karena pada awalnya Asia sedikit canggung ketika berhadapan dengan pelanggan. Raynare Mitelt dan Kalawarner tidak mau melayani pelanggan.
"buat apa kami bertiga melayani mahluk rendahan seperti manusia, apa lagi bekerja bersama biarawati kikuk itu" ucap Raynare mewakili mereka bertiga
"Oh, benarkah?" Tanya Naruto sembari menatap mereka dengan tajam. Membuat mereka menggelengkan kepalanya dengan cepat pada akhirnya semuanya baik-baik saja. bahkan banyak pelanggan baru yang datang karena mendengar kecantikan para pelayan di kedai ramennya.
Melihat ketiga malaikat jatuh membuatnya sulit mempercayai jika mereka melakukan ini karena terpaksa. Karena beberapa kali Naruto melihat mereka bertiga tersenyum tulus saat kembali mengambil pesanan pelanggan. Apa lagi saat dia melihat Asia tersenyum cerah ketika melayani para pelanggan. Membawa kesenangan tersendiri pada dirinya (Naruto).
"Selamat datang," ucap Raynare menyambut dua gadis yang masuk ke kedai ramen.
"Um," jawab keduanya mengangguk. 'sepertinya ada yang aneh, ' pikir salah satu gadis.
"Naruto-kun" ucap suara cukup akrab memanggilnya. Naruto menoleh dan melihat kalau suara tersebut. milik Rias gremory Yang baru masuk kedalam kedai ramennya, tapi kali ini Rias tidak datang sendiri, dia membawa seorang gadis cantik berambut biru kehitaman bersamanya. Gadis yang Naruto jadikan tokoh dalam novel terbarunya berjudul icha-icha Maiden (bermesraan dengan gadis kuil) yang telah memberikan banyak pundi-pundi uang, ketika seri itu diterbitkan. Dengan segera Naruto mendorong salinan dari novel itu lebih dalam disaku celananya.
Seorang gadis yang memandangnya dengan senyum lembut, tidak akan senang jika dia tahu, bahwa Naruto telah menggunakan profilnya sebagai karakter utama novel mesum.
"Hei Rias-chan, dan ...?..." Ucap Naruto terhenti karena tidak tahu nama gadis yang bersama Rias.
"Akeno, Himejima Akeno. Secara pribadi, Senang bisa bertemu denganmu, Naruto-kun" ucap Akeno tersenyum lembut.
"Tidak, tidak, kesenangan akan menjadi milikku. Karena bisa berkenalan dengan gadis cantik sepertimu Akeno-chan!" Ucap Naruto dengan mengibaskan telapak tangannya, sebelum mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, dan membuatnya terkekeh.
"Apa yang lucu?" Tanya Rias karena mendengar Naruto terkekeh.
"Tidak Rias-chan, tidak ada apa-apa!" Kata Naruto. Yang membuat Rias dan Akeno mengangkat sebelah alisnya. "Pokoknya, selamat datang di kedai ramen Uzumaki!" Kata Naruto tersenyum lebar. "Jadi, apa pesanan kalian, berdua?" Tanya Naruto kepada dua gadis cantik didepannya.
"Aku pesan yang biasa, Naruto-kun" Jawab Rias sebelum duduk dimeja biasa, tepat didepan Naruto.
"Sebenarnya aku kurang suka ramen" jawab Akeno. Membuat Naruto menatap tajam dirinya, "tapi aku akan memesan yang sama dengan bunchou" lanjut Akeno tersenyum gugup. Dan duduk di sebelah Rias.
Naruto mengangguk dan kembali ke dapur menyiapkan pesanan mereka, sementara pikirannya berkeliaran ditempat lain. Dia masih bertanya-tanya mengapa dia tidak tahu keberadaan dunia yang dihuni mahluk supranatural sampai sekarang. Naruto menjadi lebih waspada akan keberadaan mereka. Dia bisa mengatakan bahwa Rias dan Akeno bukanlah manusia, tapi dia merasa kalau Akeno sedikit berbeda walaupun energinya sama seperti Rias tapi Naruto juga merasa bahwa energinya mirip seperti Malaikat jatuh.
"Jadi bagaimana menurutmu?" Rias bertanya pada Akeno.
"Aneh seperti para pelayan kedai ini," jawab Akeno, "seperti yang Koneko-chan katakan. Dia mempunyai energi yang aneh, seperti Youkai tapi menghilang sebelum aku bisa mengidentifikasinya" lanjut Akeno menjelaskannya. Dan Rias menganggukkan kepalanya, "aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi Naruto bukan hanya manusia. Dia memang manusia, tapi juga sesuatu yang lain sedangkan untuk mereka bertiga auranya seperti terhalang oleh sesuatu ..." Akeno berkata, membuat Rias terdiam memikirkan hal itu.
"Um, permisi ..." Tanya Asia gugup. Saat dia berdiri didepan dua gadis yang asik mengobrol.
Sebelum Rias menjawab, dia dan Akeno melompat dari kursi yang mereka duduki, setelah melihat sesuatu pada gadis itu.
"Maaf, ada apa?" Asia bertanya semakin gugup, melihat kedua gadis dihadapannya melompat dari kursinya. terlihat waspada dan siap untuk menyerangnya.
Tidak ada yang salah dengan gadis ini, selain salib perak yang dia kenakan. Rias segera menyadari bahwa gadis ini berasal dari gereja. Karena aura suci disekitarnya dan merasakan kalau dia memiliki sacred gear yang sangat kuat dalam dirinya.
"Um, e-eto ... Bisakah aku menanyakan pesanan kalian" Asia bertanya lagi, tapi menelan ludah, gugup karena menyadari hampir semua orang yang ada di kedai menatap mereka.
"Hah?" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Rias, sebelum menyadari pakaian yang dikenakan gadis itu.
"Tidak usah Asia-chan" kata Naruto, sebelum meletakan dua mangguk ramen. Dimeja yang ditempati Rias dan Akeno.
Naruto telah melihat semua yang telah terjadi, dan itu cukup baginya untuk mengetahui bahwa Rias dan Akeno adalah iblis, karena dia melihat mereka berdua bereaksi ketika melihat salib perak yang Asia kenakan.
"Hai, nii-sama!" Asia berkata dan menuju meja pelanggan yang lain.
"Silahkan dinikmati, ramen kalian, Rias-chan, Akeno-chan" Naruto berkata riang.
"Um, maaf tentang itu, Naruto-kun" kata Rias dan Akeno meminta maaf dengan menundukkan kepalanya sebelum kembali duduk..
"Tidak perlu menghawatirkan itu, makan saja ramen kalian, sebelum dingin" kata Naruto menyeringai lebar pada keduanya. 'sebaiknya aku harus lebih berhati-hati, dengan mereka berdua. Rupanya mereka tidak menyukai pengikut gereja, mantan ataupun tidak!' pikir Naruto. Yang mengawasi Rias dan Akeno yang sedang makan ramen. Dan sesekali melirik Asia waspada.
II mattino! (paginya)
"Um, nii-sama," ucap Asia gugup sambil meremas ujung roknya, "apa kau pikir aku pergi ke sekolah, adalah ide yang bagus?" lanjut Asia bertanya pada Naruto.
Kedua remaja berambut pirang, itu berjalan menuju akademi kuoh. Naruto memutuskan kalau hari ini akan menjadi hari dimana dia dan Asia datang ke akademi kuoh untuk memulai kehidupan sekolah mereka berdua. Mantan biarawati itu sangat gugup sejak pagi ini, tapi Naruto memberitahunya inilah tempat untuk mencari banyak teman, dan bersosialisasi. dan memahami kebiasaan dan budaya Jepang.
Sesampainya mereka berdua di akademi kuoh. Dengan Menggunakan keterampilannya sebagai Shinobi, Naruto membawa Asia menuju ke arah kantor kepala sekolah tanpa diketahui siapapun, karena Naruto tidak ingin menarik perhatian terlalu cepat. Meskipun Asia bertanya padanya kenapa mereka harus melakukan ini. Naruto hanya tersenyum sebelum mengelus puncak kepalanya, dan mengatakan untuk menahan kejutan nanti.
Setelah berpisah dengan Asia, karena ditempatkan dikelas yang berbeda. Naruto mengikuti guru yang diperintahkan untuk mengantarkannya ke ruang kelasnya. Naruto memang mengakui sekolah ini sangat luar biasa, dengan jumlah murid perempuan hampir empat kali lipat dari murid laki-laki dengan perbandingan tujuh banding dua.
Kenapa tujuh banding dua, mungkin satu adalah banci atau sesuatu. Pokoknya secara keseluruhan bersekolah disini sangat menyenangkan. Dengan adanya banyak gadis-gadis muda yang menarik, dan trio pervert. Akan sangat mudah baginya untuk mendapatkan inspirasi baru untuk novelnya. Ditambah ini bisa membuat Asia bahagia dengan lebih banyaknya murid perempuan akan mudah bagi gadis itu mendapatkan banyak teman.
"Ini ruang kelasnya, Uzumaki-kun" ucap guru di depannya. Yang menyadarkan Naruto dari lamunannya, "tolong tunggu diluar sebentar, aku akan memberi tahu mikado-sensei lebih dulu" lanjut guru tersebut. Sebelum membuka pintu dan masuk keruang kelas untuk memberitahukan guru dan murid yang ada di dalam tentang adanya murid baru.
"Uzumaki-kun, silahkan masuk!" Ucap guru yang mengantarkannya tadi.
Naruto menarik celananya yang sedikit melorot Karena lupa memakai ikat pinggang, (gak mungkin pria berusia ribuan tahun, gugup masuk kelas) sebelum membuka pintu dan berjalan masuk.
"Kyaa, tampannya" teriak hampir semua murid perempuan dikelas.
"Lihat~ pipinya bukankah itu sangat lucu" kata gadis lainnya menimpali
Naruto menghela nafas. selalu seperti ini, reaksi yang dia dapatkan ketika dia masuk sekolah.
"Perkenalkan dirimu, Naruto-kun" ucap mikado-sensei lembut padanya.
"hai, sensei" jawab Naruto sebelum berubah arah menghadap pada murid yang akan menjadi teman sekelasnya. "Semuanya perkenalkan, namaku Uzumaki Naruto. Mohon bantuannya untuk dua tahun ke depan." Lanjut Naruto memperkenalkan diri dengan tersenyum dan senyumannya semakin melebar. Saat dia melihat gadis berambut merah yang menatapnya dengan mulut terbuka karena shok. Ya bersekolah disini akan menyenangkan. Segera setelah Naruto memperkenalkan diri kekacauan pun terjadi.
"Dimana kau berasal?" Tanya seorang gadis.
"Dari sebuah desa kecil dijepang" Naruto menjawab.
"Apa makanan kesukaanmu" ucap siswi lain
"Aku suka ramen, jika kalian ada waktu! Pastikan berkunjunglah ke kedai ramenku." Jawab Naruto sembari mempromosikan kedai ramennya.
"Apa kau punya pacar?" Tanya mereka lagi.
"Tidak, tapi aku tertarik untuk memilikinya" Jawab Naruto tersenyum.
Pernyataan itu membuat para gadis di kelas menjerit gembira dan murid laki-laki mengeluh karena ada pria tampan lain yang merebut perhatian gadis-gadis. Naruto hanya bisa tersenyum melihat reaksi mereka, tidak menyadari seorang gadis menatapnya, seperti predator menemukan mangsa.
'Bila kau ingin memiliki pacar, akan aku pastikan kalau itu adalah aku!' pikir gadis itu. 'tidak akan, aku biarkan kau lolos' lanjut gadis itu berpikir dalam hati. Yang membuat bulu kuduk Naruto berdiri. Membuat Naruto menengok kanan kiri tapi tidak menemukan apapun.
"Baik, cukup sampai disitu, bila ada pertanyaan bisa kalian tanyakan nanti saat istirahat makan siang" ucap mikado-sensei, membuat para gadis diam "Naruto-kun silahkan duduk di kursi yang kosong" lanjut mikado-sensei.
"BAIK, sensei" jawab Naruto. Segera berjalan menuju kursi kosong dekat jendela dan duduk, "helo, Rias-chan!" Ucap Naruto ketika dia menoleh kesamping.
"H-Hah" ucap Rias belum pulih dari syoknya. Membuat para murid menatapnya "apa ada Rias-san?" Tanya mikado-sensei pada Rias.
"Tidak, tidak ada apa-apa, mikado-sensei" jawab Rias cepat. Menyadari semua mata murid menatapnya, Sebelum menoleh ke samping, menemukan Naruto tertawa geli padanya.
Teng~ tong~ teng~
"Baik, semuanya sudah waktunya stirahat. tolong pelajari materi yang ibu ajarkan tadi" kata mikado-sensei pada murid-murid, sambil membereskan buku-bukunya. "Hai sensei!" Jawab murid-murid serempak. (Kalo masalah istirahat dan waktu pulang semua murid pasti semangat )
Setelah mikado meninggalkan kelas. Para gadis menghampiri dan mengelilingi meja Naruto yang membuat murid laki-laki mengumpat kesal.
"Ne, Naruto-kun mau makan siang bersamaku?"tanya seorang gadis.
"Tidak Naruto-kun akan makan siang bersamaku!" Sebelum Naruto menjawab, gadis lain yang menjawabnya, terjadilah keributan diantara mereka untuk memutuskan siapa yang akan makan siang bersama Naruto. Begitu pula gadis-gadis lainnya.
"Maaf, minasan, Naruto akan makan siang bersamaku!" Ucap Rias menghentikan keributan yang disebabkan gadis-gadis, sambil menarik tangan Naruto untuk keluar kelas, Menuju ruang klubnya.
"Umm, apa aku tidak salah lihat?" Tanya seorang gadis pada yang lainnya.
"Tidak, kami juga melihatnya!" Jawab gadis lainnya,
Hening sesaat, sebelum.
"Kyaa~, Rias-sama, menggandeng tangan Naruto-kun" jerit seorang gadis yang tersadar lebih dulu dari keterkejutannya.
"Itu curang, Rias-onee-sama." Ucap gadis yang lain. Sementara yang lainnya mengangguk menyetujui.
'Cih, awas kau Rias!' pikir seseorang kesal sambil memegang ujung mejanya sampai retak.
Rias berjalan cepat dengan menggandeng tangan Naruto. Naruto hanya Yang melambaikan tangan pada orang-orang yang mereka lewati dengan senyum gugup.
"Rias-chan, kemana kau membawaku?" Tanya Naruto.
"Ruang klub ku!" Jawab Rias tanpa menoleh.
Sesampainya mereka berdua diruang klub penelitian supranatural, Rias melepaskan genggamannya pada tangan Naruto, dan duduk disebelahnya.
"Sekarang, jelaskan padaku kenapa kau tidak memberitahuku kalau hari ini kau akan masuk sekolah? Naruto-kun!" Rias bertanya.
"Oke, tenang dulu Rias-chan, pertama aku ingin memberi kejutan padamu, dan seperti yang kulihat. pagi tadi sungguh lucu melihatmu menganga seperti ikan, Ha ha ha" Jawab Naruto tertawa. Setelah melihat-lihat ruangan ini dia menemukan sesuatu yang aneh menurut pendapatnya.
"Itu tidak lucu! Naruto-kun" jawab Rias mengembungkan pipinya yang merah karena malu.
Clek!
seseorang masuk.
"Ara~ Ara~ Aku tidak mengira Rias bunchou sedang berduaan dengan Naruto-kun?" Ucap Akeno memegang sebelah pipinya, "Apa aku menggangu kalian Bunchou?" Lanjut Akeno bertanya.
"Tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan Akeno!" Rias berkata membantah.
"Benarkah, syukurlah!" Ucap Akeno berjalan kesofa tempat Naruto duduk sebelum duduk disebelah Naruto dan memeluk tangan kirinya dan menenggelamkannya di belahan payudaranya yang besar, "kalau begitu, Naruto-kun buatku saja Bunchou" lanjut Akeno mengelus pipi berkumis Naruto.
'Uh, seperti yang kukira payudaranya sangat lembut' pikir Naruto panas dingin. Walaupun wajahnya tetap terlihat tenang.
"Apa maksudmu? dan lepaskan tangan Naruto-kun, Akeno!" Tanya Rias, "Kau membuatnya tidak nyaman!" Lanjut Rias sedikit emosi.
"Apakah Naruto-kun, terlihat keberatan Bunchou, sepertinya tidak!" Jawab Akeno menggoda Rias.
Rias berdiri dengan aura menakutkan disekitar tubuhnya. Sepertinya dia sudah diambang batas kesabaran.
"Akeno, kukatakan sekali lagi! Lepaskan tanganmu dari Naruto-kun!" Kata Rias memperingatkan. Dengan rambut yang melayang (Kushina angry mode).
"Ara~ , apa Bunchou cemburu?" Tanya Akeno sambil mempererat pelukannya pada Naruto.
"A~ke~no," kata Rias sebelum menerjang ratunya dan membuat dia dan Akeno jatuh kelantai, saling berkelahi (ala perempuan).
Sementara Naruto melihat mereka terkejut kemudian tersenyum samar 'wow, thong sangat sexy Akeno. Tapi Rias juga tidak terlalu buruk, pilihan bagus Rias, Hm' pikir Naruto saat melihat celana dalam yang dipakai Rias dan Akeno. Sebelum Samar-samar terlintas di benaknya sebuah gambaran seorang gadis berambut merah dan gadis berambut perak dalam posisi yang sama seperti yang dilakukan Rias dan Akeno. (Ingatan yang muncul setelah dia melihat Gadis sedang berkelahi atau karena melihat celana dalam mereka. Sa~ siapa yang tahu?)
"Ugh," ucap Naruto sambil memegang kepalanya yang terasa Sakit.
Melihat sipirang memegang kepalanya kesakitan. Rias dan Akeno menghentikan perkelahian mereka dan menghampirinya.
"Naruto-kun," panggil Rias dan Akeno khawatir. "Ada apa?" Tanya keduanya.
"Ah, tidak, tidak ada apa-apa! Jangan khawatir Rias-chan, Akeno-chan," jawab Naruto dengan senyum yang dipaksakan.
"Apanya yang tidak ap-.." ucap Rias pada Naruto. Terhenti karena seseorang masuk ke dalam ruang klubnya.
"Bunchou," teriak Issei membuka pintu.
"Issei-kun, jangan berlarian di koridor sekolah seperti itu, kau tidak mau kan Sona kaicho mengomelimu lagi" ucap Kiba menasehati Issei.
"Diam kau pria can-..." ucap Issei sebelum membeku ditempat melihat Rias dan Akeno memegang pundak seorang pria tampan yang Duduk disofa ruang klub. Yang terlihat kesakitan memegang kepalanya. "Siapa kau? Kenapa tiba-tiba ada di sini?" Tanya Issei sambil menunjuk Naruto dengan jari telunjuknya.
"Issei-senpai, kau menghalangi jalan" ucap Koneko dengan menendang issei sampai membuatnya tersungkur dengan wajah dilantai dan pantat diudara (nungging).
"Koneko-chan, bukankah itu sedikit kasar?" Ucap Kiba pada Koneko dan berjalan masuk ke dalam ruang klub, kemudian tersenyum, "Bunchou, Akeno-san, bukankah dia?" Lanjut Kiba bertanya,
"Oh, Kiba-kun, issei-kun, koneko-chan duduklah dulu" Akeno berkata, "aku akan membuat teh untuk kalian" lanjut Akeno sebelum berjalan ke pantry membuat teh untuk mereka semua.
"Seperti yang dikatakan Akeno, duduklah dulu akan aku jelaskan nanti!" Ucap Rias sebelum ada yang membuka mulutnya. Dan berjalan ke kursinya didekat jendela.
Setelah beberapa saat Akeno datang membawa teh dan beberapa kue. menuangkan teh dan meletakkan kue didepan mereka. Sebelum duduk di samping Naruto yang membuat sebelah mata Rias berkedut.
"Ehem, minasan, perkenalkan ini Uzumaki Naruto-kun, pemilik kedai ramen yang pernah aku ceritakan pada kalian beberapa hari yang lalu." Ucap Rias memperkenalkan Naruto,
"dan Naruto-kun, perkenalkan anggota klub ku, pertama Yuto Kiba kelas 2-c." Ucap Rias.
"Salam kenal, Naruto-san" sapa Kiba tersenyum. Yang dibalas anggukan kepala oleh Naruto.
"Yang kedua, Hyoudo Issei kelas 2-b" kata Rias menunjuk issei.
"Oh, sekelas dengan adikku ternyata, issei-kun kuharap kau tidak berbuat yang tidak-tidak pada Asia-chan?" Naruto berkata sambil tersenyum manis bahkan terlalu manis,
"Tidak, sama sekali tidak Naruto-san" ucap issei berkeringat dingin melihat senyuman Naruto, "tapi, Kalau Asia adikmu kenapa nama belakang kalian berdua berbeda?" Lanjut issei bertanya.
"Oh soal itu, karena..." Ucap Naruto menggantung, membuat semua yang disana penasaran, "Asia-chan adalah adik angkatku" lanjut Naruto tersenyum cerah.
"Oke selanjutnya, ini anggota termuda kami Koneko toujo kelas 1-a" lanjut Rias memperkenalkan anggota termuda di klubnya.
"Mm, Koneko yah bukankah kita pernah bertemu ditoko kue?" Ucap Naruto kemudian bertanya pada Koneko.
"Salam kenal senpai, ya kau yang mengambilkan kue untukku" jawab Koneko dengan datar.(sedatar dadanya, digampar Koneko)
"Jadi, minasan aku membawa Naruto kemari untuk mengajaknya makan siang bersama" Rias menjelaskan dengan singkat dan padat. sangat tidak jelas.
"jahatnya, tidak memperkenalkanku" ucap Akeno pura-pura sedih.
"Baiklah Akeno bisa kau hentikan itu!" Ucap Rias, " seperti yang kau tahu Akeno, sekelas dengan kita di kelas 2-a dia juga wakil ketua klubku, Naruto-kun" lanjut Rias menjelaskan.
"Rias-chan, aku ingin menanyakan sesuatu terlebih dahulu" ucap Naruto, "aku menemukan sesuatu yang aneh yang ingin aku tanyakan sejak tadi?" Lanjut Naruto, membuat Rias dan seluruh anggota klub penelitian ilmu gaib menahan nafas, 'jangan-jangan dia tahu kalau kami adalah Iblis' pikir semua yang ada diruang klub selain Naruto.
"T-Tentu, tanyakan saja Naruto-kun!" Jawab Rias sedikit gugup.
"Kenapa, ada tirai mandi ditengah ruang klub?" Tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya, membuat mereka semua terjengkang gaya anime.
Setelah itu Naruto memiliki banyak hal yang dibicarakan dengan Rias dan anggota klubnya sampai bel tanda berakhirnya waktu istirahat berbunyi.
II tempo salta! (Time skip)
Waktu pulang pun tiba. Naruto berjalan di lorong akademi kuoh menuju kelas Asia. Sesampainya di kelas Asia, tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat Asia berada diposisi yang sama seperti dirinya dikelas beberapa menit yang lalu. Asia terlihat sangat gugup dengan semua perhatian yang dia dapatkan dari semua murid yang mengelilinginya, memberikan senyuman ramah pada mereka, Kemudian matanya melihat Naruto dipintu kelasnya.
"Nii-sama," ucap Asia membuat semua murid yang mengelilinginya, mengikuti arah pandangannya.
"Yo, Asia-chan" Tanya Naruto sembari menghampiri Asia. Membuat murid perempuan menjerit gembira seorang pria tampan mendatangi kelas mereka.
"Ne, Asia siapa dia?" Tanya seorang gadis.
"Dia, Naruto-nii-sama kakak angkatku, kiryu-san!" Jawab Asia.
"Asia-chan, ayo kita pulang" ajak Naruto kepada Asia.
"Hai, nii-sama" ucap Asia mengambil tasnya dan menyambut uluran tangan Naruto, "terima kasih semuanya, sampai bertemu besok" lanjut Asia pada teman-teman barunya.
"Ya terima kasih. Sudah menjaga Asia-chan, matanee" Naruto berkata sambil tersenyum. Menyebabkan para gadis dikelas Asia tersipu.
"Kalau begitu, ayo Asia-chan" ucap Naruto sebelum melambai ke pada mereka.
Naruto dan Asia berjalan beriringan kerumah mereka.
"Nee Asia-chan, bagaimana hari pertamamu bersekolah" tanya Naruto.
"Menyenangkan nii-sama, mereka semua baik padaku" jawab Asia tersenyum senang. Yang membuat Naruto mengelus puncak kepalanya.
"Sudah kubilang bukan!" Ucap Naruto tersenyum lembut padanya.
Sesampainya mereka berdua didalam rumah.
"Asia-chan, setelah berganti pakaian aku tunggu diruang makan" ucap Naruto.
"Hai, nii-sama" jawab Asia sebelum naik ke lantai atas tepatnya ke kamarnya.
Setelah berganti pakaian Asia langsung keruang makan seperti yang diperintahkan Naruto padanya, dan disana dia melihat Naruto sedang memasak. Dia ingin sekali membantu tapi mengingat kejadian terakhir dia membantu Naruto memasak mereka berdua malah harus membereskan kekacauan di dapur. Dan terpaksa memesan makanan cepat saji kerumah untuk mengisi perut.
"Kau siap, Asia-chan?" Tanya Naruto pada mantan biarawati yang dijawab anggukan olehnya, "hiraishin" dan mereka berdua hilang dalam sekejap kuning sebelum muncul di dalam kedai ramen Naruto. "Asia-chan, kau tidak apa-apa" tanya Naruto melihat Asia sedikit oleng.
"Tidak, nii-sama aku tidak apa-apa!" Jawab Asia.
"Syukurlah, nanti kau akan terbiasa Asia-chan" jawab Naruto mengelus kepala Asia. Asia hanya mengangguk.
Tiba-tiba ponsel disakunya berbunyi dan menyuruh Asia dan ketiga malaikat jatuh untuk mempersiapkan membuka kedai sebelum mencapai tempat dimana dia bisa bicara secara pribadi dengan penelponnya, siapa pun orang ini.
"Moshi~moshi, Uzumaki Naruto disini" ucap Naruto saat mengangkat teleponnya, kemudian mendengar tawa feminim yang agak akrab.
"Surprise, Naruto-sama" jawab suara feminim diseberang telepon, Naruto merasa bahwa siapa pun dia pasti sedang tersenyum disana.
"Hello, Grayfia" ucap Naruto saat mengingat suara siapa yang meneleponnya, ini suara milik wanita cantik yang dia temui disalah satu bar dilas Vegas. Wanita yang menghabiskan malam panas bergairah dengannya di salah satu hotel di sana. "Bagaimana kau tahu nomor ini?" Tanya Naruto, dia mengira Grayfia sama dengan wanita lain yang ditemui. *one night stand* jadi ketika Naruto tahu dia meneleponnya Naruto sama sekali tidak senang ketika entah bagaimana Grayfia mendapatkan nomor ponselnya.
"Bukankah itu terlalu dingin, apa lagi setelah malam yang kita habiskan bersama" jawab Grayfia menggoda.
"Ya ya, apa yang kau inginkan Grayfia?" Naruto bertanya, to the poin.
"Ara~ apa kau pikir kalau aku tidak akan mengenali diriku sendiri dalam episode terbaru novel porno, icha-icha paradise?" Tanya Grayfia, membuat mata Naruto melebar, "Kau sudah melakukan pekerjaan yang sangat bagus, dalam menggambarkan ku, Namikaze Minato." Lanjut Grayfia, yang menyebabkan Naruto semakin terkejut. Bagaimana dia bisa tahu padahal dia menggunakan nama Ayahnya sebagai penulis novel icha-icha saat ini.
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan," ucap Naruto dengan tenang, "jika kau menelponku hanya untuk ini, selamat tinggal. semoga harimu menyenangkan." Ucap Naruto hendak menutup telepon.
"Tunggu" ucap Grayfia diseberang telepon menghentikan Naruto menekan tombol END call, nada suaranya terdengar putus asa, "aku harap bisa bertemu dan mengobrol denganmu!" Lanjut Grayfia dengan nada berharap.
"Kalau begitu, kurasa ini penting," ucap Naruto, sedikit mempertimbangkannya, "jadi, dimana kau ingin kita bertemu?" Lanjut Naruto bertanya.
"Oke, tunggulah disana!" Seru Naruto sebelum menutup telepon. Membuat klon untuk menggantikan dirinya disini Naruto segera menghilang dengan sekejap kuning dan muncul didalam kamarnya bersiap siap untuk menemui Grayfia ditempat yang mereka janjikan.
Notte a Las Vegas! (Malam di Las Vegas)
Naruto berjalan di sebuah restoran tempat dia dan Grayfia akan bertemu, dengan cepat naruto menemukan wanita berambut perak, dia terlihat luar biasa seperti sebelumnya. Sulit untuk tidak cepat menemukannya karena Grayfia menarik perhatian dari semua pria di Restoran. Dia cantik dan sangat menarik. Memakai gaun yang meninggalkan punggung dan belahan dada terlihat memiliki potongan panjang dibawahnya yang memperlihatkan kaki panjang dan mulusnya.
Grayfia menunggu dengan sabar sebelum Naruto tiba, melihat menu ditangannya, dan seperti yang terlihat dia belum memesan makanan atau minuman apapun.
'SHIT' pikir Naruto, saat dia berjalan menuju meja Grayfia, yang tampak sangat cantik seperti yang dia ingat.
Grayfia mendongak dari menu ditangannya dan membiarkan senyum manis terbentuk diwajahnya, saat dia melihat pria muda yang dia tunggu datang menghampirinya.
"Selamat malam Grayfia, kuharap aku tidak membuatmu menunggu lama" ucap Naruto sambil menarik kursi yang menghadap wanita berambut perak sebelum duduk.
"Jangan khawatir, kau datang tepat waktu" ucap Grayfia sambil meletakkan menu ditangannya dan memberi isyarat kepada pelayan untuk datang.
Naruto mengangguk mengerti, Sama sekali tidak memiliki masalah berada disini, bersama wanita cantik dan menarik seperti Grayfia.
Naruto mungkin berusia ribuan tahun dan lupa untuk menghitung usianya, tetapi cintanya untuk wanita cantik dan menarik selalu menjadi prioritasnya, sesuatu yang dia Warisi dari Jiraiya.
"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Naruto menutup buku menu dan memberi tahukan apa yang dia pesan pada pelayan. "Aku harap itu bukan tentang aku menjadi penulis icha-icha paradise, saat ini." Lanjut Naruto bertanya, dengan nada yang tidak menyukai 'saat ini' dalam ucapannya sendiri, sial baginya Grayfia bukan seseorang yang akan membiarkan sesuatu seperti itu lewat, tetapi berpura-pura tidak menyadarinya.
"Di satu sisi, ya" jawab Grayfia. Menyebabkan Naruto mengangkat sebelah alisnya, "tapi, aku ingin membicarakan tentang ... Um ..." Ucap Grayfia gugup.
Naruto menahan senyum geli saat melihat wanita di hadapannya terlihat sangat ragu hanya karena beberapa kata sederhana.
"Yah, kau bisa mulai dengan mengatakan siapa sebenarnya, dirimu, grayfia-chan" ucap Naruto mengabaikan ekspresi terkejut diwajahnya dan menaruh sikunya di atas meja, "Aku sudah punya beberapa pertemuan yang tidak menyenangkan dengan beberapa sayap hitam dan sekelompok Stray exorcists dengan pedang bersinar seperti di film star wars" lanjut Naruto sedikit bercanda, dan dari raut wajahnya Naruto bisa mengetahui kalau Grayfia sudah tahu apa yang terjadi.
" dan untuk melengkapi semuanya aku mendapat adik perempuan cantik berambut pirang di rumah dan stalker berambut perak, hidupku sudah cukup rumit, terima kasih" ucap Naruto sebelum pelayan datang dan meletakkan pesanan mereka berdua di atas meja.
"Itadakimasu" ucap Naruto sebelum memakan steak pesanannya, dan menoleh ke arah jendela melihat berbagai macam hiburan berwarna warni di Las Vegas. Sebelum kembali melihat Grayfia yang tidak menyentuh makanan dihadapannya, hanya menatap kosong piring dengan raut wajahnya yang menunjukkan kebingungan. Menghela nafas sebelum berkata , "Kau tahu hidangan itu tidak akan selesai dengan sendirinya," ucap Naruto memecah keheningan diantara mereka, sebelum memotong steak dan memasukkannya ke dalam mulutnya. "Kau bisa memberi tahuku siapa sebenarnya dirimu? Malaikat, malaikat jatuh atau Iblis?" Tanya Naruto.
Azazel telah menceritakan semua tentang tiga fraksi saat pembicaraan panjang mereka. setelah pertemuannya dengan pemimpin malaikat jatuh di Gereja tua yang ditinggalkan.
Grayfia menarik nafas dalam-dalam sebelum berkata.
"Aku adalah iblis, Iblis berdarah murni" Ucap Grayfia, " nama lengkapku, Grayfia lucifage dari keluarga lucifage, dan aku adalah ratu dan pelayan pribadi Lucifer saat ini" ucap Grayfia Menjelaskan.
"Lanjutkan" ucap Naruto, dia merasa sangat akrab dengan nama 'lucifer' yang disebut Grayfia.
"Nama lengkap, majikanku adalah lilith Lucifer" ucap Grayfia. Begitu kata 'lilith' keluar dari bibir Grayfia, rasa sakit yang teramat sangat melanda kepalanya, samar-samar dia melihat seorang wanita berambut merah panjang dengan kepang di sisi kanan wajahnya yang terlihat buram melintas dalam pikirannya. "Naruto" teriak Grayfia panik saat melihat Naruto meringis kesakitan dan memijat kepalanya sendiri.
Naruto tidak bisa mengendalikan sakit kepalanya. Dia tidak tahu dimana dia pernah bertemu dengan wanita yang muncul dalam benaknya, tapi yang dia yakini pasti mereka sangat dekat.
"Maaf, sedikit sakit kepala. Tolong lanjutkan Grayfia" ucap Naruto tersenyum setelah sakit kepalanya sedikit reda.
Maid berambut perak menatapnya. Sebelum berkata.
"Seperti yang kukatakan tadi Naruto. Lilith Lucifer, majikanku adalah salah satu dari empat pemimpin bangsa Iblis, dengan gelar Lucifer dia sebelumnya bernama lilith gremory," ucap Grayfia, mendengar ini membuat Naruto menyadari sesuatu, 'jika nama belakang lilith dulu adalah gremory maka itu berarti ...' pikir Naruto
"Rias gremory adalah saudara perempuannya, benar?" Tanya Naruto, Rias memiliki hubungan dengan lilith, entah itu sebagai Putri atau kerabat. Tetapi untuk beberapa alasan Naruto menduga dia adalah saudara perempuan lilith.
"Ya, Naruto, Rias adalah saudara perempuan lilith-sama, dia adalah pewaris salah satu keluarga iblis berdarah murni saat ini. Sebuah Keluarga bangsawan Iblis, klan gremory." Ucap Grayfia Menjelaskan. Naruto mengangguk mengerti atas hal tersebut. Dia seharusnya menyadarinya, tidak mungkin Rias hanya seorang gadis biasa. Dari cara dia berjalan dan berbicara mengingatkannya pada seorang putri bangsawan, yang pernah dia temui dimasa lalu. Meskipun Rias sedikit tomboi dan kekanak-kanakan dari pada Putri bangsawan yang pernah dia tahu.
"Tidak bisa kukatakan kalau aku tidak terkejut. mengetahui salah satu pelanggan favoritku adalah putri bangsawan Iblis." Ucap Naruto sebelum melanjutkan, "jadi aku rasa, aku telah terlibat dalam dunia supranatural?" Lanjut Naruto bertanya. 'Selamat tinggal hidup damai dan halo masalah' pikir Naruto.
"Walaupun aku benci mengatakannya. Kau dan Asia Argento tidak lagi aman, Naruto-sama" ucap Grayfia memperingatkan. "Asia Argento, adalah gadis yang sangat istimewa dengan sacred gear yang jauh lebih istimewa, dengan kekuatan unik yang sangat berguna ..." Ucap Grayfia berhenti saat Naruto memotongnya.
"Asal kau tahu, aku bisa melindungi diriku sendiri dan Asia" ucap Naruto sebelum bersandar di kursinya. "Aku tidak peduli siapa yang datang pada kami, atau apa yang mereka lemparkan pada kami, Aku akan menghajar mereka dan membalasnya seribu kali lipat." Lanjut Naruto memberitahukannya. Dan menyebabkan Grayfia menggigil mendengar nada suara yang Naruto gunakan. Grayfia tahu Naruto memiliki kekuatan yang cukup untuk mendukung kata-katanya. " Jadi beritahu pada bangsamu. Jangan pernah mengganggu kehidupanku dan Asia." Ucap Naruto sebelum berdiri dan merogoh sakunya, mengeluarkan selembar kertas kecil yang telah dia siapkan "sebaiknya kau gunakan nomor ini untuk menghubungiku mulai sekarang, hubungi aku jika terjadi sesuatu atau kau ingin bicara denganku," ucap Naruto sebelum berjalan pergi keluar restoran.
"Hai Naruto-sama," ucap Grayfia lembut, dan mengambil kertas tersebut, tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok pria pirang dihadapannya sampai dia menghilang ditelan keramaian.
Ne gozio di ramen! (Di kedai ramen)
"Terima kasih, tolong datang lagi?" Ucap raynare tersenyum cerah. Pada sekelompok anak laki-laki dari akademi kuoh yang melambangkan tangan padanya dengan wajah memerah.
"Raynare, sudah saatnya menutup kedai beritahukan pada kalawarner dan mitelt bebas melakukan apapun, asal jangan membuat masalah dengan para iblis dikota ini, dan ingat aku selalu mengawasi kalian bertiga" ucap Naruto memperingatkan malaikat jatuh.
"Baik Naruto-sama, akan aku beritahukan pada mereka berdua" ucap raynare, "tapi boleh aku bertanya sesuatu?" Kata Raynare, dibalas anggukan kepala oleh Naruto. "Kenapa kami bertiga tidak tinggal dirumahmu dan malah tinggal dilantai atas kedai ini? Naruto-sama" ucap Raynare bertanya.
"Pertama, Asia masih takut pada kalian bertiga," jawab Naruto, "dan yang kedua, kalian belum bisa aku percaya untuk tinggal bersamaku dan Asia, apa lagi melihat kalian masih memusuhinya" lanjut Naruto menjelaskan.
"Itu tidak benar, Naruto-sama! Kami tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu!" Ucap Raynare menyanggah.
"Mmm, benarkah? Karena yang kulihat beberapa kali kalian melihat tajam pada Asia, seperti ingin melenyapkannya" ucap Naruto. "Sampai kalian benar-benar, bisa aku percaya! Maka kalian harus tinggal disini Raynare! Aku tidak bisa membahayakan keselamatan Asia" lanjut Naruto padanya.
"Baiklah, Naruto-sama, akan kami buktikan kalau kami benar-benar sudah berubah," ucap Raynare dengan tekad terlihat di Bola matanya. 'dan aku tidak akan melepaskanmu, dari cerita yang aku dengar Azazel-sama menyebutkan kalau kau adalah mahluk terkuat yang ditakuti ketiga fraksi, sudah pasti kau adalah calon suami yang aku inginkan. Naruto-sama' lanjut Raynare dalam hati.
"kita harus segera pulang, Asia-chan" ucap Naruto memanggil mantan biarawati.
"Hai, nii-sama" jawab Asia, sebelum membantu tiga malaikat jatuh membereskan kedai mereka. Hari-hari yang dia jalani bersama Naruto benar-benar berbeda dari kehidupan lamanya. Dan Asia menyukai setiap menit bersama Naruto. Orang yang menyelamatkannya dan mengubah kehidupannya.
Kedua remaja berambut pirang menuju rumah mereka dengan berjalan sesekali bercanda menghilangkan rasa lelah. Pelanggan mereka telah meningkat pesat, setelah mereka berdua sekolah di akademi kuoh kebanyakan dari pelanggan yang datang berasal dari sana baik pelanggan laki-laki maupun perempuan, karena mereka semua ingin melihat idola masing-masing.
Ngomong-ngomong Rias akan datang ke rumah mereka untuk membantu Asia dalam bahasa dan pekerjaan sekolah lainnya. Yang kurang dimengerti Asia, walaupun dia adalah murid yang berusaha keras tetapi Asia memiliki masalah dengan huruf kanji Jepang yang rumit, dan Rias telah menawarkan untuk membantunya, sebenarnya Naruto ingin membantu Asia, tetapi mengajar teori tidak pernah menjadi pekerjaan favoritnya.
Ketika mereka sudah dekat rumah mereka, kedua pirang melihat gadis berambut merah sedang bersandar didepan pintu pagar, terlihat cantik seperti biasanya.
Rias menoleh kearah suara langkah kaki yang datang dan melihat, pirang favoritnya dan adik angkatnya, senyum perlahan muncul diwajahnya saat Naruto melambaikan tangan padanya.
"Kau datang terlalu awal Rias-chan" ucap Naruto ketika sampai didepan Rias dan membuka pintu pagar.
"Selamat malam, Rias-san!" Sapa Asia sambil menundukkan kepalanya pada gadis berambut merah dihadapannya.
"Selamat malam juga, Asia-chan" ucap Rias pada Asia yang membuatnya tersenyum cerah padanya.
"Masuklah" ucap Naruto mempersilahkan kedua gadis masuk lebih dulu sebelum menyerahkan kunci rumah pada Asia dan dia sendiri menutup pintu pagar sebelum menyusul keduanya.
"Anggaplah, rumah sendiri Rias-chan, tidak perlu sungkan" kata Naruto setelah mereka bertiga didalam rumahnya.
"Terima kasih, Naruto-kun" kata Rias sambil melepaskan sepatunya.
Setelah Asia selesai mandi barulah Rias mengajarinya, sementara kedua gadis sedang belajar Naruto berbaring di sofa dan menutup matanya, memutuskan tidur sebentar. Pikirannya berkeliaran ke masa lalu, ketika dia masih tinggal di bangsa elemental, sebagai ninja Konoha. Siapa yang menyangka dia merindukan hari-hari itu, dimana dia tidak menghawatirkan apapun selain tugasnya sebagai Hokage, bekerja keras kadang-kadang meninggalkan klon saat siang hari untuk menggantikannya di gedung Hokage sementara dirinya pulang menghabiskan sisa hari dengan keluarganya.
Senyum terbentuk diwajahnya saat mengingat tingkah Bolt dan semua kekacauan yang disebabkan oleh leluconnya. Dirinya dibuat pusing memikirkan cara mengatasinya. Walaupun itu berkurang saat dia tumbuh dewasa, tetapi itu benar-benar hari-hari yang menyenangkan.
Naruto kemudian mengingat tentang Hinata, istri pertamanya. Wanita yang mencintainya dan diam-diam memperhatikannya sejak mereka masih bocah. Dia selalu bertanya-tanya, bahkan setelah ribuan tahun, kenapa dia begitu padat sampai tidak menyadari perasaannya sebelum Hinata mengatakannya diwajahnya. Dia sangat merindukannya, seperti senyum lembutnya, atau cara dia tersipu setiap kali dia berada didekatnya, perasaan tulus yang dia miliki untuknya, wajahnya yang cantik dengan mata biru kehijauan.
Tunggu, mata Hinata berwarna ungu pucat.
Wanita lain muncul dipikirkannya, dia berdiri dengan punggung menghadap dirinya, rambut merah panjangnya yang mengalir bagaikan air terjun. Dia memakai gaun putih yang memeluk tubuhnya dengan baik dan memamerkan lekuk tubuhnya. Jantung Naruto berhenti ketika dia menoleh kebelakang, lebih tepatnya ke arahnya dan mengulurkan tangan, poninya yang panjang menutupi wajahnya, tetapi dia bisa melihat senyum manis dibibir merahnya, yang mengucapkan beberapa kata, Naruto menajamkan telinganya untuk mendengarnya.
"Naruto-kun, Naruto-kun" ucap Rias membangunkannya. Perlahan Naruto membuka matanya sebelum berkedip beberapa kali.
"Rias-chan, ada apa?" Tanya Naruto setelah sepenuhnya sadar. Melihat Rias berlutut disamping sofa dengan ekspresi khawatir diwajahnya.
"Kau berkeringat" kata Rias, "dan kudengar kau bergumam dalam tidurmu, apa kau baik-baik saja?" Lanjut Rias bertanya dengan nada khawatir dalam suaranya.
"Huh, ya aku baik-baik saja." Jawab Naruto merubah posisinya menjadi duduk Dan mengetahui Rias mengatakan yang sebenarnya, dia basah kuyup karena keringatnya. "Tidak usah khawatir, bagaimana Asia?" Tanya Naruto mengalihkan pembicaraan.
"Yah, dia cukup pintar" ucap Rias tersenyum kecil, "aku kira beberapa hari lagi dia bisa membaca dan menulis kanji dengan mudah" lanjut Rias, sebelum Naruto membuka mulutnya. Rias dengan cepat melanjutkan, "Asia sedang tidur sekarang, aku menyuruhnya tidur setelah kami selesai belajar" Rias menjelaskan.
"Terima kasih, Rias-chan" ucap Naruto tersenyum pada gadis berambut merah sebelum berdiri, "Apa kamu lapar? Aku akan menyiapkan ramen" lanjut Naruto padanya.
"Ramen? Apa yang biasanya kau makan?" Tanya Rias sebelum berdiri dan melotot padanya.
"Um ...Ramen!" Naruto menjawab, membuat Rias menghela nafas.
"Tunjukkan dimana dapurnya" tanya Rias sambil menggulung lengan bajunya, "Aku akan memasak makan malam, untuk kalian berdua." Lanjut Rias berjalan mencari ruang dapur, Sebelum Naruto bisa protes.
Menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, Naruto mengikuti gadis berambut merah, meskipun dia bertanya-tanya tentang gadis dalam mimpinya. Gadis yang begitu mirip dengan Rias Gremory, tapi sedikit berbeda dengannya.
Naruto duduk di kursi meja makan, menyaksikan keterampilan Rias dalam memasak. Untung dia telah mengisi persediaan kulkas dengan berbagai bahan makanan untuk berjaga-jaga seandainya Asia ingin mencoba memasak sesuatu. Karena sebanyak yang dia mau makan ramen, itu bukan makanan yang sehat bagi gadis yang masih tumbuh seperti Asia.
Saat sedang memasak Rias bersenandung lembut, yang terdengar sangat akrab ditelinga Naruto. Tapi dia tidak bisa mengingatnya dimana pun. Meskipun begitu suara Rias sangat merdu dengan nada yang membuatnya merasa damai.
"Ini dia" ucap Rias mulai menyajikan masakannya diatas piring yang telah dia siapkan dimeja makan. Dia kemudian duduk disebelah Naruto menunggunya mencoba masakannya. Mengambil sumpit sambil mengatakan Itadakimasu mengambil sepotong sebelum menggigitnya.
"Wow, ini sangat enak" ucap Naruto sambil mengunyah, "masakanmu benar-benar enak Rias-chan" lanjut Naruto mengambil sepotong lagi dia bisa ketagihan kalau begini terus.
"Terima kasih, aku senang kau menyukainya Naruto-kun" ucap Rias tersenyum kecil, "Aku berlatih setiap hari untuk meningkatkan kemampuanku dalam memasak." Lanjut Rias memberitahunya.
"Terus lakukan itu, kau akan menjadi istri idaman suara hari nanti" ucap Naruto sambil makan. Tidak memperhatikan Rias yang menunduk dengan wajah memerah bahkan asap keluar dari telinganya. "Kau juga harus makan Rias-chan" ucap Naruto tiba-tiba.
Keduanya makan dalam suasana yang tenang, namun Naruto ingin mengenal dan mengetahui tentang gadis berambut merah lebih banyak, selain informasi yang Grayfia katakan padanya.
"Jadi Rias-chan, mau memberi tahuku lebih banyak tentangmu, seperti keluargamu? Mungkin?" Tanya Naruto membuat Rias terkejut dan menatapnya, sebelum melihat mangkuk ditangannya.
"Kau tahu aku sangat menyayangi keluargaku," ucap Rias dengan senyum sedih.
"Apa yang terjadi? Kau tidak usah mengatakannya kalau kau tidak mau" ucap Naruto merasa tidak enak.
"Tidak, Tidak Apa-apa" kata Rias menggelengkan kepalanya, sebelum menarik nafas dalam-dalam. "Keluargaku telah membuat aku bertunangan dengan seseorang yang tidak aku cintai" Rias berkata sedikit bergetar dalam nada suaranya.
"Perjodohan? Aku pikir itu tradisi tua yang tidak berguna" ucap Naruto bertanya, Naruto akhirnya mengerti kenapa emosinya selalu naik turun, walaupun dia berusaha bersikap normal di luar.
"Ini adalah upaya untuk menggabungkan dua keluarga, untuk menciptakan garis darah yang kuat(garis keturunan unggul)" ucap Rias sambil mengepalkan tangan, "setidaknya itu yang mereka beritahukan padaku, keluargaku ingin aku bahagia. Tapi tidak peduli berapa kali aku menentang perjodohanku, pada Mereka. Mereka tidak berubah pikiran... bahkan... Kakakku" Rias berkata menggumamkan bagian terakhir, "Kurasa jika aku bukan Putri dari keluarga bangsawan, mungkin aku bisa menemukan cintaku dan hidup bahagia. Aku ingin seseorang melihatku sebagai Rias bukan sebagai Putri bangsawan, yang berasal dari keluarga Gremory. Itulah sebabnya aku tinggal di Jepang jauh dari keluargaku, dimana setidaknya orang akan melihatku sebagai seorang Gadis biasa." Lanjut Rias dengan air mata mulai terbentuk disudut matanya, karena mengingat kembali argumen yang dia lakukan dengan keluarganya tentang perjodohan, namun dia tidak bisa membenci mereka.
Tiba-tiba Naruto meletakkan tangannya dibawah kursinya dan menarik kursi beserta dirinya mendekat ke arahnya. Gadis berambut merah tidak punya waktu untuk terkejut ketika Naruto melingkarkan tangannya pada bahunya yang membawa kepalanya ke dada sipirang.
Rias merasakan perasaan hangat dan nyaman serta aman. Itu aneh karena ini pertama kalinya Naruto melakukan hal ini padanya. Tetapi merasa Naruto telah melakukan ini lebih dari seratus kali.
Ini seperti perasaan yang selalu dia rindukan setelah kecelakaan sepuluh tahun lalu, tapi dia tidak ingat apa-apa.
"Kau hanya harus menjadi dirimu sendiri Rias-chan" ucap Naruto dia tidak mengerti kenapa dia melakukan ini, dia hanya mengikuti instingnya. "Sedih bukan perasaan yang cocok untukmu, aku tidak berpikir bisa membantu" ucap Naruto sambil memikirkan cara membantunya, "Aku selalu menyukaimu Rias-chan, bukan karena kau Rias Gremory, gadis yang berasal dari keluarga kaya raya, tapi karena kau Rias Gremory, teman pertamaku sejak aku datang kemari." Lanjut Naruto sambil mempererat pelukannya pada gadis berambut merah.
Rona merah muncul di pipi Rias karena tindakan dan kata-katanya. Senyum lembut perlahan muncul di bibirnya saat dia meringkuk lebih dekat dengannya. Rias sangat menikmati momen ini dan tidak ingin merusaknya.
"Nii-sama?" Ucap Asia terkesiap, membuat Naruto dan Rias terkejut, Naruto mengutuk dirinya sendiri karena membiarkan kewaspadaannya menurun seperti itu. Dia menikmati ini terlalu banyak sampai tidak sadar sekelilingnya.
Ketika dia masuk keruang makan Asia Argento, melihat Naruto dan Rias sedang berpelukan. Yang membuat pipinya memerah dengan ekspresi marah, namun terlihat imut diwajahnya.
"Hei, Asia-chan" ucap Naruto menyeringai malu dan melepaskan pelukannya pada gadis berambut merah,
Rias menatap Asia karena merusak momen itu.
"Mou, Aku tidak tahu Nii-sama dan Rias-san saling menyukai, ucap Asia cemberut dan memelototi Rias, "Tapi aku tidak akan kalah darimu Rias-san!" Lanjut Asia.
"Kau tidak akan kalah dariKu?" Ucap Rias menyilangkan tangan dibawah payudaranya yang besar dan berjalan ke arah Asia, melihat kebawah pada gadis berambut pirang dengan seringai meremehkan, "Apakah kau tidak menyadari kalau kau sudah kalah?" Ucap Rias sedikit mendorong payudaranya keatas agar terlihat lebih besar, membuat rona merah di wajah Asia semakin kental.
Kedua gadis saling menatap satu sama lain sementara Naruto melihat bolak balik antara mereka berdua, setelah satu menit Naruto memutuskan untuk bicara.
"Apa yang kalian bicarakan?" Ucap Naruto berdiri, "Asia apa kau lapar? Aku akan memanaskan makanan malam untukmu" lanjut Naruto menyalakan kompor.
"Hai Nii-sama" ucap Asia mengangguk dan Duduk dimeja makan, tidak lupa menjulurkan lidahnya pada Rias.
Rias hanya hanya terkikik sembari menjaga matanya menatap Asia, kemudian wajahnya menjadi cemberut saat mengingat siapa yang akan datang besok.
Tapi dia tidak akan pernah menyerah, tidak setelah dia baru saja menemukan pria yang tepat untuk bersamanya.
II giorno dopo all' accademia kuoh! (Keesokan harinya Di akademi kuoh)
"permisi, gadis aku punya urusan yang harus dilakukan" ucap Naruto berdiri sebelum berjalan melewati para gadis yang mengelilingi mejanya.
"Kyaah, Naruto-sama baru saja bicara denganku" ucap salah satu gadis kegirangan.
"Tidak mungkin, dia bicara denganku bukan padamu" ucap gadis lain. Sebelum keributan terjadi di kelas yang baru saja Naruto tinggalkan.
Sementara Naruto hanya tertawa pelan, berjalan di koridor menuju ke gedung sekolah tua. Sesampainya di tempat tujuan. Ketika dirinya akan masuk Naruto merasakan adanya kekkai disekitar gedung sekolah tua, sambil menyeringai Naruto membuat beberapa handseal sebelum menaruh telapak tangannya pada kekkai yang menutupi gedung ini.
"Langkah buruk Rias-chan, kau menantang master fuinjutsu dengan kekkai seperti ini, aku ingin tahu bagaimana dia akan bereaksi?" ucap Naruto sesaat setelah telapak tangannya bersinar seketika itu pula kekkai lenyap dan Naruto berjalan masuk ke dalam gedung sekolah tua tanpa masalah. Sekarang dia bisa merasakan hawa kehadiran Rias dan kelompoknya, bersama dengan banyak kehadiran lain yang tidak diketahui, meskipun dia tahu salah satunya.
"Rias, bagaimana kalau kita bertanding dalam 10 hari kedepan? Kita bisa melakukannya sekarang. Tapi itu tidak akan menarik" ucap seseorang di dalam ruang klub, ketika Naruto ada di depan pintu masuk ruang klub dia mendengar suara asing tersebut, sangat arogan menurutnya.
"Apakah kau meremehkanku?" Naruto mendengar Rias berkata dengan emosi, sepertinya situasi sedang memanas disana.
"Apa kau menolak? Apakah itu memalukan' untukmu? Sebuah Rating Game bukanlah sesuatu yang sederhana yang bisa kau menangkan hanya dengan tekadmu, jika kau tidak bisa memaksimalkan kekuatan hamba-hambamu kau akan segera kalah. Jadi tidak aneh bagiku untuk memberikan waktu untukmu berlatih dengan para pelayanmu sebelum kita bertanding dalam Rating Game pertamamu. Aku telah melihat beberapa kali Stray Devils yang mempunyai banyak potensi Tapi tidak bisa memaksimalkan kekuatan mereka." Ucap Riser
'Pidato yang bagus, tetapi akan lebih baik jika orang yang mengatakannya bukan orang yang memandang rendah orang lain. Dia mungkin terlalu percaya diri dalam kekuatannya' pikir Naruto dan terus menguping.
"Siapa di sana?" Ucap Grayfia tiba-tiba, Membuat ruangan itu menjadi sunyi. Meskipun dia terlambat menyadarinya, tapi Grayfia tahu siapa yang menguping pembicaraan mereka.
Memutuskan bermain bodoh, Naruto memutar kenop pintu dan mendorongnya terbuka.
"Oh maaf, menggangu tapi aku mencari Rias Gremory," ucap Naruto menyeringai sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, "hey, Rias-chan!" Ucap Naruto menyeringai lebar melihat gadis berambut merah melihatnya dengan mulut menganga.
"Nar-Naruto-kun?" Ucap Akeno yang pertama kali sadar karena kehadirannya yang tiba-tiba. Dia juga sama seperti yang lain bertanya-tanya bagaimana, dia bisa melewati kekkai yang dibuat oleh Grayfia disekitar gedung sekolah tua.
"Bolehkah aku masuk?" Tanya Naruto melihat sekeliling ruangan dan melihat seorang pria tinggi dengan rambut pirang memakai setelan merah yang terlihat mahal dengan Tiga kancing terbuka, dan menatap kearahnya dengan jijik.
"Tidak" jawab Grayfia dingin.
"Tentu" jawab Rias tersenyum.
Rias dan Grayfia menoleh dan saling menatap, kerutan muncul dikedua wajah cantik mereka.
"Grayfia, Dia adalah tamuku dan ini adalah ruang klubku, Naruto-kun bisa masuk kapan pun dia mau." Kata Rias dengan Tegas.
"Sayangnya, oujo-sama masalah ini bukan untuk didengar oleh orang luar" Grayfia berkata tanpa emosi, "Naruto-san, bisakah kau segera meninggalkan ruangan ini, kau bisa datang lagi nanti!" Lanjut Grayfia dengan dingin.
Naruto harus menahan diri untuk tidak bersiul kagum pada saat itu, Grayfia seperti wanita yang sama sekali berbeda. Raut wajahnya, dan ancaman dalam nada suaranya bisa membuat siapapun lari dengan ekor diantara kaki mereka.
Grayfia benar-benar serius, meskipun Naruto harus mengakui kalau Grayfia terlihat sangat cocok dengan pakaian Maid.
"Wow, tidak perlu menjadi terlalu dingin, Maid-san" kata Naruto tertawa. Dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan setumpuk kartu diskon (kartu diskon ramen bukan yang lain) "Aku hanya ingin memberikan Rias-chan dan anggota klubnya kartu diskon ramenku, bisnis telah menjadi lebih baik akhir-akhir ini jadi aku hanya ingin memberikan mereka kartu ini" Naruto berkata dan masuk ke dalam ruangan memberi mereka kartu diskon ramennya satu untuk setiap anggota klub penelitian ilmu gaib, yang menerima dengan baik sementara issei terlihat babak belur. Naruto tahu dia kesakitan, sepertinya dia baru saja dihajar seseorang. Naruto kemudian berbalik ke Grayfia dan memberikannya kartu, "kau juga Maid-san, jika ada waktu berkunjunglah" lanjut Naruto menyeringai pada Maid berambut perak.
"Aku akan Naruto-san" ucap Grayfia tanpa emosi.
'Shit, dia sangat profesional' pikir Naruto sebelum dia tertawa geli saat melihatnya.
Memalingkan wajahnya kearah wajah-wajah asing di ruangan itu banyak sekali gadis-gadis menarik. Mulai dari yang imut sampai yang benar-benar cantik. Namun raut wajah pria berambut pirang lama-lama membuat dia jengkel terutama karena dia menatapnya dengan jijik.
"Hei, kalian ingin mencoba ramen Uzumaki kapan-kapan?" Naruto bertanya sambil tersenyum. Yang menyebabkan gadis-gadis di depannya tersipu. Dia bisa mendengar Grayfia menghela nafas dibelakangnya, seperti dia sudah menduga kalau dirinya akan mengatakan sesuatu seperti itu.
Sebelum dia bisa memberikan kartu, pria arogan menghalangi jalannya.
"Kau punya masalah?" Tanya Naruto mendongak menatap pirang lebih tinggi.
"Berani-beraninya kau menawarkan makanan menjijikkan itu pada para pelayanku" kata Riser dengan arogan.
"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan" Ucap Naruto seringai diwajahnya menghilang digantikan cemberut.
Lebih cepat dari mata Siapapun diruang itu untuk melihat, Naruto menarik kerah baju Riser dan menanduk wajahnya, sebelum mendorongnya jatuh. Membuat semua orang terkejut, "Tidak aku izinkan, ada yang menghina Ramen. Tidak akan, dattebayo!" Ucap Naruto berteriak sambil menunjuk Riser yang terjatuh di lantai.
Tepat saat Riser menghantam lantai dengan wajahnya, Rias tertawa terbahak-bahak melihat bentuk menyedihkan Riser yang meringkuk dilantai memegang hidungnya kesakitan. Grayfia menghela nafas, untuk beberapa alasan dia sudah tahu Naruto akan melakukan hal seperti itu.
"Kau, beraninya kau melakukan ini padaku. Kau manusia rendahan." Teriak Riser setelah dia berdiri dari jatuhnya.
Naruto mengangkat sebelah alisnya, melihat tidak adanya darah diwajah Riser. Hidungnya juga tidak terlihat terluka, dia harus menanyakan tentang hal ini kepada Grayfia nanti.
"Kau berbicara, seperti kau bukan manusia" Ucap Naruto mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum meremehkan.
Gadis-gadis dibelakang Riser yang sudah sadar dari syoknya, sekarang melotot kearah Naruto. Karena telah menyakiti majikan mereka, walaupun seorang gadis mungil berambut pirang menatap Naruto kebingungan.
"Namanya itu aneh, seperti...!" Gumam Ravel bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dia yakin pernah membaca nama itu sebelumnya. Disalah satu buku tua di perpustakaan pribadi keluarganya, meskipun tidak bisa mengingat buku yang mana.
"Kau-..." Ucap Riser sebelum dipotong Grayfia.
"Sudah cukup Riser" kata Grayfia dengan dingin. 'jadi itu nama bajingan itu' pikir Naruto. "Jika kau mengatakan lebih jauh lagi, aku akan mengambil tindakan dengan menghentikannya secara paksa." Grayfia berkata dengan aura dingin yang mematikan keluar darinya. Membuat Riser menelan ludah gugup dengan wajah yang sangat pucat.
Naruto melihat Grayfia, Maid berambut perak harus sangat kuat dan menakutkan diantara para iblis. Untuk memiliki dampak seperti itu pada seseorang yang selalu memandang rendah pada orang yang mempunyai status lebih rendah dari dirinya.
"Baiklah." kata Riser bergumam pada dirinya sendiri. Dan mendapat anggukan dari Grayfia.
"Bagus," Grayfia berkata sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Akeno, "lalu Akeno-san, tolong antar Naruto-san keluar, sehingga kita bisa menyelesaikan pertemuan ini tanpa masalah, lagi." Lanjut Grayfia.
"Ya, Grayfia-san" jawab Akeno mengangguk, "Naruto-kun, tolong ikuti aku" Akeno berkata pada sipirang berkumis.
"Tunggu sebentar, Akeno-chan" Ucap Naruto sebelum dia berjalan kearah para gadis dibelakang Riser dan memberi mereka kartu, "pastikan untuk datang nanti, oke" Ucap Naruto menyeringai, sebelum berbalik ke arah Rias. "Sampai jumpa lagi Rias-chan" Ucap Naruto pada gadis berambut merah.
"Naruto-kun, cepatlah" ucap Akeno memeluk tangan Naruto dan membenamkannya dibelahan dadanya. Hal ini membuat sebelah mata Rias dan Grayfia berkedut kesal.
Keduanya akhirnya keluar dari gedung sekolah tua, Akeno membawa Naruto duduk bersamanya dibangku terdekat.
"Jadi, siapa dia?" Tanya Naruto dengan nada bosan.
"Dia Riser Phenex, calon tunangan Rias" kata Akeno, memberitahunya. Mata Naruto melebar terkejut. 'itu calon tunangannya! Tidak heran mengapa, Rias sangat menentang perjodohan ini' pikir Naruto.
"Orang itu, harus merubah sikap dan perilakunya secepatnya." Ucap Naruto dengan santai. Sebelum menerima tamparan dilengannya dari Akeno.
"Kau tidak harus mengatakan itu, Naruto-kun." Akeno berkata sebelum mengambil sesuatu dari saku roknya, Akeno mengeluarkan kartu yang Naruto berikan tadi. "Jadi, bukan lagi pemilik kedai ramen kecil yang sederhana, Naruto-kun?" Lanjut Akeno bertanya.
"Yah, seperti yang aku katakan, bisnis benar-benar baik saat ini" kata Naruto tertawa kecil, "maksudku, empat malaikat cantik sebagai pelayan kedaiku dan juga dua gadis cantik, yang kebetulan dua gadis paling populer di akademi kuoh yang mengunjungi kedai ramenku setiap hari benar-benar membuat kedaiku laris" lanjut Naruto berkata sembari tersenyum cerah pada Akeno. Membuat Akeno tersipu malu sembari menutup mulut dengan tangannya.
"Baiklah, Naruto-kun sudah waktunya aku kembali, atau Bunchou akan mengamuk!" Ucap Akeno dengan senyum lembut, "sampai ketemu nanti, Naruto-kun." Lanjut Akeno berkata sebelum berbalik kembali keruang klubnya, menyadari angin mengangkat roknya menunjukan celana dalam apa dia kenakan pada Naruto.
"Hitam? Pilihan bagus, Akeno-chan" gumam Naruto, tidak menyadari bahwa Akeno mendengarnya,
Asia mungkin sedang mencarinya, lebih baik dia segera menemukan Asia sebelum Asia menjadi sasaran empuk untuk para remaja penuh nafsu.
Ne gozio di ramen! (Kedai ramen)
"Asia, menurutmu apa aku harus, mengunakan Uzumaki ramen atau mengantinya jadi The best of Ramen untuk kedai baru kita ini?" Tanya Naruto pada mantan biarawati.
"Kurasa kita harus menggunakan Uzumaki ramen, nii-sama,," usul Asia.
Naruto mengangkat bahunya atas jawaban Asia. Dan terus membawa meja dan kursi baru kedalam kedai yang baru dia renovasi karena tempat yang lama terlalu kecil untuk sekarang. jadi dia merenovasinya dalam waktu satu malam menjadi lebih besar, tentu saja menggunakan bantuan klon dan sedikit genjutsu.
Sekarang Asia dan ketiga malaikat jatuh membantunya dalam membereskan dan mendekorasi ulang sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan hanya membutuhkan setengah jam dalam menyelesaikan berbagai hal.
"Naruto-kun" ucap seseorang yang baru saja masuk. Kedalam kedai ramennya. Naruto menoleh dan seketika seringai muncul di wajahnya, saat melihat gadis berambut merah. pelanggan favoritnya.
"Selamat datang, Rias-chan" ucap Naruto dengan riang.
"ohayo, Rias-san" Kata Asia sambil tersenyum.
"Ohayo, Asia-chan" ucap Rias membalas sapaan mantan biarawati, sebelum kembali ke Naruto, "Naruto-kun bisakah aku berbicara empat mata denganmu" lanjut Rias bertanya.
"tentu, ikuti aku!" jawab Naruto mengangguk dan membawanya ke ruang belakang, berdiri dibelakang pintu memastikan tidak ada yang mendengar mereka Naruto pun bertanya, "Rias-chan, ada apa" Ucap Naruto dengan nada nada hangat.
"Naruto-kun, aku tidak akan ada disekolah selama sepuluh hari." Rias berkata.
"Benarkah, kenapa?" Tanya Naruto. Tidak terkejut sama sekali. Karena dia sudah tahu kenapa Rias mengatakan itu pasti untuk mempersiapkan diri untuk Rating Game yang pernah dikatakan Riser.
jadi untuk apa Naruto menanyakannya? Entahlah Aku aja gak tahu? Ada yang tahu kenapa?
"Aku, Um... lebih baik kita tidak usah membicarakannya," Ucap Rias sedikit gelisah, "Tapi, masa depanku bergantung pada hal ini!" Lanjut Rias berkata pada Naruto.
"Aku mengerti, Rias-chan" ucap Naruto sambil mengangguk dan menepuk kepalanya, "Tapi ketika semua berjalan sesuai rencanamu, Bawa semua anggota klubmu kerumahku kita akan merayakannya bersama-sama, Oke" lanjut Naruto sambil mengelus puncak kepalanya.
"Terima kasih," Ucap Rias tersenyum sebelum dia memeluk Naruto dan membenamkan wajahnya di dada sipirang, memeluknya dengan erat sambil berbisik, "Terima kasih..." ucap Rias beberapa kali. Saat Naruto balas memeluknya.
Saat Rias keluar dari kedai ramen Naruto, dia disambut Akeno yang bersandar didinding bangunan samping kedai ramen.
"Aku pikir kau akan memintanya bergabung menjadi anggota Pereagemu" tanya Akeno.
"Tidak Akeno, kita tidak bisa mempersiapkan Naruto hanya dalam sepuluh hari, issei mungkin cukup, ditambah aku tidak ingin dia terluka. Riser pasti akan melukainya sangat parah, karena telah menghinanya kemarin." Lanjut Rias pada Ratunya.
"Ayo Akeno kita harus cepat kembali keruang klub, mereka bertiga pasti sudah menunggu kita dari tadi" Ucap Rias.
II mondo sotterrano (Underworld)
Castello Dei clan Gremory! (Kastil utama Gremory)
lilith Lucifer sebelumnya lilith Gremory duduk di samping tempat tidur putranya, secara perlahan menggerakkan helai rambut merah dari wajah putranya.
"Tidurlah dengan nyenyak, millicas" ucap lilith sebelum mencium dahinya dengan lembut.
Lilith, secara lembut menutup pintu kamar putranya, berjalan keluar.
"Lilith-sama," ucap Grayfia pelan.
"Grayfia, " Lilith berkata sambil tersenyum pada Ratunya. Sebelum berjalan ke jendela, "ini malam yang indah bukan," tanya Lilith pada maid berambut perak.
"Ya, Lilith-sama" jawab Grayfia tersenyum lembut pada Mao berambut merah.
"Andai saja, dia masih ada bersama kita" Ucap Lilith perlahan senyum diwajahnya menghilang.
" ... " Grayfia tidak bisa berkata apa-apa, karena dia tahu akibat kejadian sebelas tahun yang lalu selalu menjadi topik yang sangat menyedihkan bagi mereka berdua. Dia harus berhati-hati, dengan ekspresi dan kata-katanya, jika tidak. semua rencana dan upaya yang telah dia lakukan dalam beberapa Minggu terakhir akan gagal.
"Lilith-sama, ini sudah larut malam tidak kah seharusnya kau pergi tidur. Besok adalah hari yang penting" ucap Grayfia dengan datar.
"Kau benar Grayfia, besok adalah hari pertunangan Rias, dan juga hari..." Ucap Lilith sebelum menatap Grayfia dengan air mata yang mengalir dikedua bola matanya, sebelum kembali melihat keluar jendela dengan raut wajah yang menampilkan kesedihan yang mendalam.
menghapus air mata diwajahnya sebelum berbalik menghadap Maid berambut perak. "Kau ingat dia?" Tanya Lilith sebelum tersenyum, "Oh ayolah, jatuhkan ekpresi itu dari wajahmu itu, jawab aku dengan jujur." Ucap Lilith memegang pundak dan menatap Maid berambut perak.
"ya, Lilith-sama, Aku masih ingat Naruto-sama. Tidak pernah satu hari pun, aku tidak memikirkannya," Ucap Grayfia dengan jujur.
"Tentu saja," Ucap Lilith tertawa, "Karena bagaimanapun juga, Kau mencintainya sama sepertiku" lanjut Lilith tersenyum lembut.
Ekspresi Grayfia melembut mendengar ucapan Lilith.
"Aku ingin tahu bagaimana rasanya jika dia masih disini..." Ucap Lilith pelan, Grayfia menatap wanita berambut merah, yang sejak dulu merupakan Rivalnya yang paling berbahaya, "Apakah kita masih akan saling menatap dengan bermusuhan? Apakah kita masih akan bertarung sampai, kita berdua hampir saling membunuh. Jika bukan karena dia memutuskan turun tangan menghentikan kita. Dan kemudian memarahi kita berdua seperti anak-anak?" Lanjut Lilith sebelum bersandar di bingkai Jendela yang terbuka, Membuat rambutnya tertiup angin. "Aku merindukan hari-hari itu, Grayfia" Ucap Lilith sebelum merenung melihat langit ungu.
Grayfia menggigit bibir bawahnya, sambil meremas rok Maid yang dia pakai. Lilith telah banyak berubah tanpa kehadiran Naruto. Dia membenci ini, mereka berdua harusnya bertarung satu sama lain untuk menentukan siapa yang menjadi alpha dan pada akhirnya akan tertawa seperti itu bukan apa-apa. Grayfia melihat dirinya sendiri bahkan dirinya telah banyak berubah tanpa dia.
"Tunggu saja Lilith, aku akan membawanya kembali untuk kita berdua, tunggulah sebentar lagi." Ucap Grayfia setelah meninggalkan lilith.
II tempo salta! (Time skip)
Grayfia lucifage berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan acara yang akan berlangsung nanti malam. di kastil klan Gremory.
Nanti malam adalah pesta pertunangan antara dua iblis high class. Dari dua klan besar di Underworld. Pertunangan antara Rias Gremory dan Riser Phenex.
Tiga hari telah berlalu sejak kekalahan Rias dalam Rating Game saat melawan Riser.
Dia sibuk sepanjang hari, sejak tiga hari yang lalu. Ketika dirinya mengumumkan kekalahan Rias Gremory. Sebagai pelayan Mao Lucifer dan kepala Maid klan Gremory, dia telah ditugaskan untuk mempersiapkan acara pesta pertunangan yang sempurna. Tapi dia bertanya-tanya apa yang akan dikatakan Naruto jika dia mengetahui Rias akan bertunangan.
Tentunya Naruto tidak akan senang sama sekali, bahkan jika dia masih sama seperti dirinya yang dulu. Kemungkinan besar Naruto akan menghancurkan kastil klan Phenex dan memaksa mereka untuk membatalkan pertunangan antara Rias dan Riser.
Namun Grayfia tahu dia akan melakukan itu, jika dia mengingat cara masuk Underworld.
Lilith telah sangat terganggu akhir-akhir ini bukan hanya karena adik kecilnya akan bertunangan tetapi karena hari itu sudah dekat. Besok tepat sebelas tahun Lalu adalah hari dimana dia dan Lilith mengira telah kehilangan segalanya. Hari dimana Naruto memberikan hidupnya untuk menyelamatkan Millicas.
Grayfia masih ingat bagaimana Lilith jatuh pingsan di pemakaman Naruto, yang telah diatur secara rahasia dua bulan setelah kematiannya. Mao Lucifer masih sangat terpukul atas kepergiannya, dia tidak makan, tidak tidur atau keluar dari kamarnya. Kadang-kadang Grayfia menemukannya tengah pingsan di atas tempat tidurnya.
Lilith meninggalkan tugasnya sebagai sebagai Mao, dia juga meninggalkan tugasnya sebagai seorang ibu.
Hanya saat Rias, menggendong millicas dipelukannya masuk ke kamarnya. dan mengajaknya keluar untuk bermain bersama, Rias dan Millicas saat itu terlihat sangat polos membuat hatinya tergerak. Lilith mulai kembali ke dirinya yang dulu dan melupakan kesedihan atas kehilangannya. Berkat adik dan putranya orang yang sangat penting dalam hidupnya, Underworld telah mendapatkan kembali pemimpin mereka.
Tapi tidak seperti semua Iblis, Grayfia tahu kalau Lilith tidak pernah bisa melupakan kesedihan atas kehilangannya. Dia hanya berpura-pura baik-baik saja, demi putra dan adik perempuannya, serta orang-orang terdekatnya. Tapi jauh didalam hatinya, dia adalah wanita yang hancur.
Lilith mencintai Naruto terlalu dalam untuk bisa melupakannya.
Jadi ketika Rias datang kekantor lilith dan memberi tahu kalau dia bertemu dengan Naruto, harapan telah muncul dihati Grayfia tetapi tidak dengan Lilith yang dengan keras kepala menolak kemungkinan bahwa, mungkin saja Naruto masih hidup.
tiba-tiba vibrator yang dia pakai bergetar hebat sampai membuat Va-...( "nulis apa lu, ger? " Tanya Grayfia sambil menggampar gerytom, yang lagi cekikikan nulis fic. "Ampun Grayfia-sama," Ucap gerytom bersujud. "Cepat lu perbaiki, kalau tidak" ucap Grayfia sambil menunjuk gerytom dengan linggis karatan yang entah dari mana dia dapatkan. "Hai, hamba laksanakan," ucap gerytom dengan cepat, "Tapi bisa enggak singkirkan dulu, itu linggis karatan dari wajahku, Grayfia-Sama?" Tanya gerytom menunjuk linggis yang tepat didepan hidungnya. "Tidak," Grayfia berkata dengan dingin.)Oke abaikan saja kejadian ini kembali ke cerita.
Tiba-tiba smartphonenya berdering, menyadarkan Maid berambut perak dari pikirannya. Berjalan ketempat yang sepi sebelum merogoh saku rok seragamnya dan melihat siapa yang meneleponnya. jantungnya serasa mau copot, saat melihat nama yang tertera dilayar smartphonenya. dengan tangan yang bergetar dia mengangkat telepon tersebut ketelinganya.
"Na-Naruto-sama" Ucap Grayfia gugup.
"Tidak usah gugup seperti itu, Grayfia" Kata Naruto dengan santai. Namun Grayfia sedikit malu saat mendengar suara menahan tawa dari seberang telepon, "Bagaimana kabarmu?" Lanjut Naruto bertanya pada Maid berambut perak.
"Aku baik baik saja, Terima kasih Naruto-sama" jawab Grayfia dengan cepat tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum lebar.
"Terus, kenapa kau belum datang ke kedaiku?" Naruto bertanya.
"A-Aku minta maaf, Naruto-sama." Ucap Grayfia sedikit malu. Dengan semua persiapan pertandingan Rating Game antara Rias dan Riser dan saat ini mempersiapkan acara pertunangan yang akan datang. Grayfia menjadi sangat sibuk akhir-akhir ini dan tidak dapat memikirkan apapun selain pekerjaannya, "Aku..." Kata Grayfia tidak dapat meneruskannya karena Naruto memotongnya.
"Tenang Grayfia, Aku hanya bercanda" ucap Naruto terkekeh. "Ngomong-ngomong, aku ingin tahu kenapa Rias tidak datang kesekolah pagi ini," tanya Naruto dengan tenang
Grayfia mengerutkan keningnya, apakah dia bisa memberi tahu Naruto apa yang terjadi pada Rias? Dari yang dia tahu Naruto tidak menyukai Riser Phenex sedikitpun. Apakah Naruto akan membiarkan Rias bersama orang yang tidak Rias cintai? Bahkan tanpa ingatannya Naruto telah menunjukkan kalau dia sangat protektif terhadap pewaris klan Gremory.
"Apa, dia kalah? Dengan adil dan jujur? " Naruto bertanya dengan tenang.
"Naruto-sama.." ucap Grayfia tidak tahu apa yang harus dia katakan.
"Katakan padaku semuanya" ucap Naruto tegas.
Continua
