TOPPING Ramen atau PUSARAN

Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.

Rate M

Warning! : Ooc,AU, bahasa dan penulisan aneh, membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran. "Tidak Suka Jangan dibaca!

[TINGGAL TEKAN TOMBOL BACK JIKA MEMANG TIDAK SUKA, AKU TIDAK MEMAKSAMU MEMBACANYA, APA LAGI BERKOMENTAR YANG ANEH-ANEH! ]

Pair : ( 😸😍😳😻😡😘😇😜😼 )

Genre : Supranatural, Adventure

Summary : Kehidupanku yang damai sekarang berubah, karena kekacauan yang di sebabkan oleh mahluk supranatural di sekelilingku. Semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk terus bertemu stalker berambut perak. Benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin Benar apa yang Sasuke katakan dulu, Kalau aku adalah magnet masalah tidak peduli dimana pun aku berada.


"Naruto" bicara normal

'Naruto' pikiran/batin

"Naruto" Teknik/Sihir/Jutsu

"Naruto" Monster/Naga/Bijuu bicara

'Naruto' Monster/Naga/Bijuu berpikir.


BLARR! BLARRR!

Terdengar banyak suara ledakan Underworld.

"Kenapa, harus sekarang" ucap seorang remaja berambut pirang, setelah melihat ledakan tersebut ditempat dia berdiri.

"Naruto-sama, apa yang harus kami lakukan?" Tanya seorang iblis.

"Kau kumpulkan semua prajurit yang ada, dan evakuasi para warga yang selamat" perintah Naruto pada iblis tersebut.

"Hai, Naruto-sama" jawab iblis itu sebelum membungkuk dan bergegas pergi.

"Tajuu kagebunshin no jutsu" ucap Naruto sambil menyilangkan kedua jari tangannya, membentuk handseal, "Kalian tahu apa yang harus dilakukan" lanjut Naruto pada para kloningnya.

"Hai, oyabun" jawab para Bunshun sebelum menyebar ke berbagai arah.


Bab 4

Volpe Contro Phoenix (Rubah vs Phoenix)

La Storia inizia (Cerita dimulai)


Uzumaki Naruto duduk menopang dagunya dimeja dengan satu tangan dan melihat Asia bersama ketiga malaikat jatuh bolak balik melayani para pelanggan dengan ceria. Namun bukan masalah pekerjaan yang menggangu pikirannya saat ini. Hal yang dia pikirkan sekarang adalah cara untuk membebaskan Rias dari pertunangannya. Naruto tahu kalau dia seharusnya, tidak mencampuri urusan orang lain... atau iblis dalam kasus ini. Karena begitulah cara dia hidup selama ini, sejak dia meninggalkan Konoha yaitu tetap menjauh dari masalah.

Tetapi entah kenapa Naruto tidak akan membiarkan sesuatu yang salah seperti ini terjadi pada salah satu temannya, terutama Rias. Untuk beberapa alasan, Dia merasa harus menolongnya tidak peduli masalah apa yang akan menimpa dirinya sendiri, itulah yang Naruto rasakan sekarang.

Ketika Naruto mulai memikirkan kembali apa yang telah Grayfia ceritakan padanya, dia melihat seorang gadis muda memakai baju berwarna pink dengan hiasan aneh dipunggung bajunya terlihat seperti ekor Phoenix, Rambut pirang panjang bergaya twin tail, dengan bentuk bor disisi kepalanya. Membuatnya terlihat seperti koala di kebun binatang yang mendapat banyak tatapan dari orang banyak, membuat gadis itu tidak nyaman.

Kemudian mata birunya menatap mata Naruto sambil menujukan sipirang abadi melihat kartu yang telah dia berikan padanya lebih dari seminggu yang lalu diruang klub Rias.

"Apa yang sudah aku lakukan?" Naruto bergumam pada dirinya sendiri. dia berjalan dengan malas kearah pintu masuk kedainya, menghampiri gadis itu.

Saat Naruto membuka pintu dia berkata "selamat da..." Ucap Naruto dengan malas.

"Uzumaki Naruto!" Ucap Gadis itu sambil menunjuk naruto dengan jari telunjuknya, "berani-beraninya kau membuat gadis terhormat sepertiku menunggu selama tiga jam dan tidak keluar menyapaku" lanjut gadis itu dengan tangan lain dipinggul saat dia memotong sapaan Naruto.

Sementara itu ketiga malaikat jatuh Bingung Melihat siapa gadis yang dari tadi. hanya berdiri seperti anak kecil yang tersesat, didepan pintu kedai tiba-tiba marah-marah pada bos mereka.

"Siapa sih gadis itu berani sekali dia memarahi Naruto-sama seperti itu" ucap Kalawarner pada kedua malaikat jatuh di kedua sisinya.

"Entahlah kala-chan, tapi? Aku sepertinya akrab dengan penampilannya," Ucap Mitelt berpikir sebentar tapi tidak mengingatnya, "apa kau tahu siapa gadis pirang cebol itu? Ray-chan!" Lanjut Mitelt bertanya sambil memiringkan kepalanya.

'astaga Mitelt, tidak pernahkah kau bercermin. Jelas-jelas dia lebih tinggi darimu, dan rambut kalian sama-sama berwarna kuning. kau menyebutnya pirang cebol!' batin Raynare dan kalawarner sweatdrop Atas perkataan Mitelt.

"Kalau tidak salah, mungkin dia iblis dari keluarga Phenex!" Jawab Raynare, "lihat sepertinya Naruto-sama juga kesal, dengan gadis pirang cebol itu" lanjut Raynare sambil menatap Mitelt penuh arti saat mengatakan "Gadis pirang cebol" yang membuat mata malaikat jatuh loli berkedut kesal.

"Apa maksudmu menatapku seperti itu? Raynare" tanya Mitelt sambil mendongak keatas menatap Raynare dengan tatapan bengis.

"Tidak, aku tidak bermaksud apa-apa, Mitelt" ucap Raynare menatapnya. layaknya seorang pembunuh.

Sementara kalawarner hanya menghela nafas melihat Tingkah mereka berdua.

"Tidak Kau bilang, Kau pasti bermaksud mengatakan aku pendek kan, nona S&M?" Ucap Mitelt mengangkat kaki kirinya ke atas kursi sambil membuat gerakkan tangan seperti orang yang sedang mencambuk. Membuat beberapa pelanggan, memegang selangkangan mereka dengan wajah merona.

"Apa kau bilang, S&M" ucap Raynare mengeram, "Dasar cebol tidak tahu diri" lanjut Raynare dengan beberapa perempatan dipelipisnya.

"Raynare, Mitelt bisa kalian hentikan pertikaian kalian? banyak pelanggan yang menatap ke arah kita bertiga" Ucap kalawarner melerai keduanya, dia merasa malu diperhatikan seperti itu gara-gara perkelahian keduanya. "Lihat, Naruto-sama akan mengatakan sesuatu pada gadis itu" lanjut kalawarner mencoba mengalihkan perhatian mereka.

Tanda centang muncul di dahi Naruto saat dia mendengarkan ocehan Gadis ini. 'bocah ini harus diberi pelajaran, tentang sopan santun' pikir Naruto sangat kesal

"Oujo-chan, yang pertama kami tidak memiliki layanan seperti itu, khususnya Untuk orang sepertimu. Dan Aku tidak ingat, pernah mengatakan kepadamu untuk menunggu didepan pintu selama tiga jam, seperti orang bodoh." Ucap Naruto berjalan ke sisi kirinya sebelum menarik kerah belakang baju merah muda yang dipakai gadis itu, dan mengangkatnya keatas. Membuatnya berteriak, "Kedua jagalah suaramu, kau menggangu para pelangganku!" Lanjut Naruto berkata ditelinga gadis itu.

"B-B-bagaimana bisa kau berani, berbicara seperti itu kepadaku. Lepaskan aku sekarang" Ravel berteriak sambil Menggerakkan tangannya dengan liar. Naruto Menghela nafas lelah dan berjalan kearah salah satu meja sambil mengangkat gadis itu seperti seekor kucing yang membawa anaknya, sebelum menjatuhkan di kursi. "Terima kasih" ucap Ravel setelah Naruto melempaskan/menjatuhkannya di atas kursi.

"Oi, jangan mengobrol saja, berikan gadis ini daftar menu! " Ucap Naruto pada ketiga malaikat jatuh.

"Hai, Naruto-sama" jawab Kalawarner mendatangi meja Ravel dengan membawa daftar menu ditangannya, karena Raynare dan Mitelt masih asik adu mulut, "Ini dia, chibi-chan" ucap Kalawarner menyerahkan menu yang dia pegang.

"Yah setidaknya pelayanmu, memiliki sop..." Ucap Ravel pada Naruto terhenti karena Ravel berbalik menatap? "kau memanggilku ap..." Lanjut Ravel pada angin yang berhembus, karena orang yang dimaksud sudah tidak ada disana, kalawarner sedang melayani pelanggan di meja lain.

Membuat Naruto melihat Ravel, dengan senyum geli. Sebelum menghampiri dua malaikat jatuh yang sedang adu mulut, sesampainya Naruto dihadapan mereka, dia mengangkat kedua tangannya.

Bletak! Bletak!

"Ittai," ucap Raynare dan Mitelt bersamaan.

"Apa kalian masih mau melanjutkannya?" Ucap Naruto tersenyum manis sambil menunjukkan kepalan tangannya yang masih berasap.

"Tidak Naruto-sama, " ucap Raynare menggosok benjolan di kepalanya.

"Naruto-sama, jahat, memukul kepala seorang gadis seperti itu" Ucap Mitelt berkaca-kaca, terlihat seperti anak anjing yang baru ditendang.

"Itu karena kalian berdua yang mengabaikanku, cepat kembali bekerja!" Ucap Naruto pada kedua malaikat jatuh.

"Hai Naruto-sama," ucap Raynare membungkuk memperlihatkan belahan dadanya pada Naruto sebelum berjalan dengan menggoyangkan pinggulnya berlebihan, 'apa dia sengaja?' pikir Naruto bingung.

"Baik" ucap Mitelt lemas, karena tatapan memelasnya tidak dipedulikan oleh Naruto, tapi sebelum dia berbalik Naruto memanggilnya.

"Mitelt," panggil Naruto.

"Hai, Naruto-sama" Ucap Mitelt mendongak ke atas menatap Naruto yang tersenyum lembut.

"Ini" Ucap Naruto memberikan sebuah coklat padanya, "bersemangatlah, dan jangan berkelahi seperti itu lagi dengan Raynare, oke. Nanti akan aku belikan yang lain" lanjut Naruto mengusap puncak kepalanya.

"Hai Naruto-sama" Ucap Mitelt dengan ceria sebelum berjalan kearah meja pelanggan yang memanggilnya.

Naruto kembali melihat Ravel yang sedang duduk di salah satu meja. Terlihat kebingungan saat melihat menu ditangannya.

"kau sudah menentukan apa yang kau pesan oujo-chan?" Tanya Naruto,

"Aku pesan...um...uh" ucap Ravel bergumam. 'pasti dia belum pernah makan ramen' pikir Naruto.

"Asia-chan tolong bawakan satu ramen miso kemari" ucap Naruto pada Asia yang kebetulan melintas di depannya, mantan biarawati bergegas masuk ke dapur, "klon-nii, satu ramen miso!" Ucap Asia pada klon Naruto, Sebelum duduk menunggu.

"Terima kasih...hanya saja...aku belum pernah makan ramen sebelumnya...jadi..." ucap Ravel sambil meremas ujung roknya terlihat tidak nyaman.

"Jangan khawatir, kau bukan satu-satunya yang belum pernah mendengarnya, apalagi memakannya!" Kata Naruto tersenyum, "jadi, siapa namamu?" Lanjut Naruto bertanya.

"Namaku Ravel Phenex, aku adik Riser Phenex,,,," jawab Ravel berhenti sebentar, "yang kau,,,,,um,,," jawab Ravel tidak yakin apa yang harus dikatakan.

"Menanduk hidungnya?" Ucap Naruto, 'oh jadi gadis manja ini adiknya sibrengsek, yah setidaknya dia imut, tidak seperti bajingan itu' pikir Naruto, "Jadi Apa yang kau lakukan dikedaiku, Ravel-oujo-sama?" Naruto bertanya dengan nada mengejek, Menyebabkan Ravel mengembungkan pipinya jengkel.

"Aku ingin mengenalmu" Ucap Ravel.

"Maaf, aku tidak berencana mencari pasangan sekarang. Mungkin dengan seseorang yang lebih...dewasa." Naruto berkata tanpa ekspresi.

"Mou~ kau menyebalkan" Ucap Ravel cemberut sebelum melihat sekelilingnya, memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Setelah dirasa aman Ravel kembali melihat Naruto Dimata membuatnya sedikit tersesat melihat mata birunya. "Um, aku ingin tahu apa kau benar-benar manusia atau bukan." Lanjut Ravel bertanya dengan suara pelan.

Pertanyaan Ravel membuat Naruto terkejut, tetapi berhasil menjaga ekspresi wajahnya tetap tenang (pokerface)

"Ini pesanannya" Ucap Asia tiba-tiba datang dan dengan lembut meletakkan semangkuk ramen dimeja, "Silahkan dinikmati!" Asia berkata sambil tersenyum sebelum meninggalkan.

"Jadi bagaimana cara memakannya?" Tanya Ravel sambil memegang sumpit ditangan kiri dan sendok ditangan kanan.

"Gunakan saja yang kau inginkan" jawab Naruto yang membuat Ravel menganggukan kepalanya, "dan aku tidak tahu, apa yang kau bicarakan" lanjut Naruto berkata padanya.

"Jangan berpura-pura bodoh, aku menemukan namamu dalam komik tua di perpustakaan keluargaku" Ucap Ravel yang membuat mata Naruto melebar terkejut, "Namamu, cara kau melihat, caramu menyukai Ramen ada di dalam komik sangat tua itu" Ravel menjelaskan, membuat Naruto sedikit tersinggung dengan kata "sangat tua" yang disebutnya, karena Ravel mengatakan itu saat menatap ke arahnya. "Aku mencoba bertanya pada penerbitnya, dan yang mereka katakan ada alasan tertentu yang membuat mereka berhenti menerbitkannya sepuluh tahun yang lalu!" Lanjut Ravel sambil memakan ramennya. 'gadis ini, memiliki pikiran yang tajam' pikir Naruto melihat Ravel takjub.

Mengumpulkan dan mencari informasi, adalah salah satu hal terpenting yang akan membantumu bertahan. Itu salah satu dari banyak hal yang diajarkan sahabat nanasnya. Naruto telah melihat kebingungan di wajah Ravel saat Rias mengatakan namanya diruang klub beberapa waktu lalu. Ada kemungkinan kalau dia tahu namanya dan mencari informasi tentang segala sesuatu yang dapat dia temukan.

Pertama Grayfia, sekarang Ravel, siapa berikutnya?

"Um... ini sangat enak" ucap Ravel, membuat Naruto sadar dari pikirannya. "Yang jelas, aku..." Kata Ravel dipotong Naruto dengan cepat.

"Mungkin itu seseorang yang memiliki nama yang sama denganku. Siapa tahu, dan mungkin dia juga menyukai Ramen sepertiku" Ucap Naruto dengan santai, mencoba menyangkalnya.

"Tidak, aku sangat yakin itu kau" Ucap Ravel bersikeras.

"Maaf mengecewakan, tapi aku harus kembali bekerja!" Ucap Naruto hendak berdiri dari duduknya.

"Kumohon, kau harus menyelamatkan Rias-sama" Ucap Ravel yang membuat Naruto kembali duduk.

"Kenapa?" tanya Naruto, "Rias kalah, jadi dia harus menepati janjinya pada kakakmu, itu kesepakatan mereka" lanjut Naruto memberitahunya.

'Dia tahu? Tapi bagaimana?' pikir Ravel dengan mata melebar. Sebelum berkata, "Tapi dia tidak bahagia" Ucap Ravel. Naruto tetap diam menunggunya melanjutkan.

"Rias-sama belum keluar dari kamarnya sejak hari kekalahannya, dan dia belum makan apa-apa sampai saat ini, juga tidak ingin bertemu dengan Siapapun" Ravel berkata dengan sedih, "kakakku memang memenangkan pertandingan, tapi itu karena dia telah merencanakannya dan juga kakakku memiliki lebih banyak pengalaman dalam rating game. Itu sangat tidak adil untuk Rias-sama." Lanjut Ravel menjelaskan.

"Semuanya adil dalam pertempuran Ravel, Rias kalah karena dia kurang mempersiapkan segalanya. Rias tidak memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi, itulah sebabnya mengapa dia kalah!" Ucap Naruto dengan dingin.

"Tapi itu pertandingan lima belas lawan lima. Bagaimana mungkin itu adil?" Ucap Ravel dengan nada tinggi, "Aku belum pernah, bertemu orang dingin dan tanpa perasaan sepertimu" lanjut Ravel sebelum berdiri dan meninggalkan mejanya.

"Oi, kau belum bayar!" Ucap Naruto menghentikannya, dan berbalik menghampiri Naruto dan menaruh beberapa lembar uang dari sakunya dengan rona merah diwajahnya.

Naruto menghela nafas mengabaikan tatapan orang-orang padanya.

"Apa yang harus kulakukan..." Tanya Naruto pada dirinya sendiri. Sebelum merogoh sakunya dan mengeluarkan smartphonenya, menelepon seseorang.


Underworld tempat tidak diketahui!

"Lilith-sama semuanya, sudah disiapkan" Ucap Grayfia pada majikannya.

"Terima kasih Grayfia" Lilith berkata sebelum menarik tudung jubah hitam yang dia pakai, mengikuti rajanya Grayfia menarik kerudungnya turun sebelum jubah yang dikenakan keduanya menghilang, Grayfia yang mengambil seikat bunga mawar merah dari lingkaran sihir merah ditangannya.

"Lilith-sama kita tidak punya banyak waktu, pertunangan akan segera dimulai." Ucap Grayfia sambil memegang bunga mawar ditangannya.

"Aku tahu, sebentar saja Grayfia ini tidak akan memakan waktu lama," Ucap Lilith sebelum Mao berambut merah mengangkat kedua tangannya ke atas.

Lingkaran sihir merah klan Gremory muncul di atas mereka berdua sebelum turun kebawah menelan keduanya, sebelum keduanya muncul ditanah lapang. Kedua wanita itu berjalan menuju kuburan ditengah lapang tersebut, kuburan dengan ukuran batu nisan cukup besar dengan lambang klan Gremory diatasnya.

Disini Terkubur Uzumaki Naruto

Pahlawan dunia bawah, Yondaime Sage of the six path

Tidak ada tahun tertulis dibantu nisan tersebut.

Air mata jatuh dari kedua kelopak mata Lilith, saat dia sampai ditempat ini. Dengan cepat menghapus air matanya dia berlutut di sisi batu nisan itu. Sudah hampir sepuluh tahun sejak hari itu, dan tidak satu haripun berlalu tanpa Lilith mencoba datang kemari jika bukan karena Grayfia mengingatkannya tentang tugasnya sebagai seorang Mao.

Sepuluh tahun berlalu sejak Naruto mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan anak mereka yang baru lahir, yang telah di ambil darinya oleh pria yang tidak dia kenal .Saat itu Lilith terlalu lemah untuk melakukan apapun, dan menyerahkan nasib putra mereka pada Naruto, saat dia mendorong musuh mundur dengan mudah dan menyelamatkan putra mereka.

Selain dia dan Grayfia, Rias adalah orang yang paling terpukul atas kepergiannya yang tiba-tiba. Rias masih sangat kecil untuk menangani kematian orang yang dia sayangi. Lilith ingat saat Rias menangis berhari-hari meneriakkan nama suaminya, sampai tenggorokannya sakit. Jadi demi kebaikan Rias, mereka harus menyegel ingatannya tentang Naruto. Dan Melarang iblis dewasa memberi tahu anak-anak mereka tentang Naruto. Dan menghapus segala catatan dan buku-buku sejarah yang berkaitan dengannya kecuali kisah romantisnya dan Grayfia, buku itu hanya diubah.

Itu adalah keputusan yang berat dan menyakitkan bagi Lilith dan para Mao lainnya, terutama Lilith. Naruto harus diingat sebagai pahlawan. Tapi dia tidak punya pilihan lain, Rias adalah adik kesayangannya, dan Lilith menyayanginya sama seperti dia menyayangi Naruto. Jika bukan karena Rias yang dulu datang ke kamarnya sambil menggendong millicas dan memintanya untuk pergi keluar dan bermain dengan mereka, sehari setelah orang tuanya menyegel ingatannya. Underworld mungkin akan kehilangan salah satu pemimpinnya.

Lilith mengambil seikat bunga dari tangan Grayfia dan dengan lembut meletakkannya di depan batu nisan Naruto.

"Hey Naruto-kun" ucap Lilith pada batu nisan dihadapannya. "Tahukah kamu kalau sekarang Millicas berusia sepuluh tahun, kami baru saja merayakan ulang tahunnya pagi ini. Dia sangat senang sekali saat teman-temannya datang. Dan malam nanti Rias akan bertunangan, bukankah itu mengejutkan buatmu. Gadis yang sama dengan dengan gadis yang mengejarmu dan mengatakan akan merebutmu dariku dan Grayfia saat dia tumbuh dewasa" Lilith berkata sedikit tersenyum sebelum cemberut,

"kami ingin dia bahagia, tapi dia terlihat sangat sedih saat aku menemuinya, apa kami melakukan hal yang benar Naruto-kun? Kau telah mengajariku untuk selalu mengikuti kata hatiku, tapi aku tidak bisa memilih satu iblis diatas yang lainnya walaupun dia adikku sendiri..." Ucap Lilith sedih, "apa yang harus kulakukan sekarang Naruto-kun?" Tanya Lilith dengan Air mata terkumpul di sudut matanya.

"Sudah waktunya, Lilith-sama!" Ucap Grayfia menyadarkan Lilith.

"Beri aku waktu sebentar lagi, Grayfia" ucap Lilith menggeram pada Maid berambut perak, sebelum kembali ke nisan Naruto, "aku harap seseorang akan datang dan menyelamatkannya, jika kau mendengarku tolong jawab aku Naruto-kun..." Ucap Lilith perlahan air mata jatuh dari kedua matanya.

"Lilith-sama" Grayfia memanggil.

"Aku tahu Grayfia, Aku harus pergi sekarang Naruto-kun... Aku mencintaimu" lanjut Lilith membisikkan kata terakhir sebelum berbalik pergi sambil menghapus air matanya.

Grayfia ingin sekali menghancurkan kuburan Naruto, tapi sekarang bukan waktunya untuk itu.

Malam ini waktunya pesta pertunangan... tidak waktunya dia kembali ke underworld.


kastil Gremory! Ballroom

Disalah satu meja Terlihat ratu dari Rias Gremory. Akeno Himejima, Menunggu dengan sabar, sesama rekan setimnya yang belum juga muncul di pesta pertunangan Raja mereka, dia terlihat sangat menawan dengan memakai kimono hitam dengan obi putih dan tali kuning mengikat obinya, kimono tersebut membalut tubuh montoknya dengan sempurna. mereka memang kecewa dengan hasil pertandingan yang menyebabkan majikan mereka. Rias Gremory harus bertunangan dengan Iblis brengsek, macam Riser Phenex. Akeno ingin sekali tidak datang ke pesta ini, tetapi itu hanya akan membuat Rias lebih sedih. Jadi disini lah Akeno.

"Kiba-kun, dimana issei?" Akeno bertanya karena dia tidak melihat bocah mesum.

"Issei-kun, dia bersama dengan Koneko-chan! Akeno-san" jawab Kiba sambil menunjuk ke arah Koneko yang sedang menarik issei dari kerumunan.

"Ara~Ara~ Koneko-chan sangat pengertian" Ucap Akeno tertawa halus, dengan menutup mulutnya dengan satu tangan.

"Hm, koneko-chan khawatir kalau issei-kun melakukan sesuatu yang bodoh, bila tidak ada yang mengawasinya, itu yang dia katakan padaku," Ucap Kiba.

Sementara para tamu undangan, mengernyit melihat gadis mungil berambut perak sedang menarik, lebih tepatnya menjewer pemuda berambut cokelat.

"Aw, aw ittaiyo koneko-chan! Kenapa kau harus menarik telingaku sih?" Ucap Issei pada loli berambut perak yang masih saja menarik sebelah telinganya.

"Itu karena kau selalu melihat dada gadis-gadis, Issei-senpai!" Jawab Koneko datar, "Kita harus segera ketempat akeno-senpai, dia pasti sedang mencari keberadaan kita Issei-senpai" lanjut Koneko memberitahunya.

Sesampainya mereka berdua di depan Akeno dan Kiba. Koneko langsung melepaskan telinga Issei, yang membuat Iblis berambut cokelat itu jatuh kelantai dengan pantatnya lebih dulu.

"Kau, kasar sekali koneko-chan!" Ucap Issei meringis. "Waw, Akeno-san kau terlihat sangat cantik, dengan kimono itu" lanjut Issei saat melihat Akeno.

"Terima kasih, issei-kun" balas Akeno tersenyum,

"Kau juga terlihat tampan, dengan tuxedo silver itu issei-kun!" Ucap Kiba disampingnya, yang mendapat delikan tajam dari Issei.

"Diam Kiba, kau membuatku merinding, dengan pujianmu itu" ucap Issei bergidik

"Ara~ sudah saatnya" Ucap Akeno tiba-tiba membuat Kiba dan Issei menatapnya.

"Depan" ucap Koneko. singkat, membuat keduanya melihat ke panggung utama pesta, muncullah lingkaran sihir berwarna kuning dan Raiser Phenex muncul dengan kobaran api. Dengan senyum sombong diwajahnya.

"Para hadirin bangsawan yang terhormat di dunia bawah! Mohon perhatiannya, Aku ingin membuat pengumuman besar atas nama Klan Phenex. Hari ini aku mengundang kalian semua, karena aku... Raiser Phoenix, dan pewaris klan Gremory, akan bertunangan. Karena itu aku ingin membagi momen bersejarah ini bersama kalian" ucap Raiser, "sekarang akan aku perkenalkan, calon tunanganku, Rias Gremory!" Lanjut Raiser. Membentangkan tangan kanannya. Kemudian lingkaran sihir berwarna merah muncul disampingnya.

menampilkan Rias Gremory yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang sangat indah. Membuat para tamu undangan terpesona pada kecantikannya.

Tapi kepalanya tertunduk dengan mata terpejam terlihat sedih. Tetapi perhatian para iblis segera teralihkan saat suara lembut namun tegas terdengar ditelinga mereka.

"Selamat malam semua" Ucap Lilith,

membuat semua iblis menoleh ke arah pintu. Dan melihat seorang wanita berambut merah berjalan dengan seorang Maid berambut perak disampingnya, dia terlihat sangat cantik dan menawan. Bahkan lebih cantik dan seksi dari semua iblis betina yang hadir. Membuat para iblis laki-laki menahan nafasnya, dan para iblis wanita cemburu dan iri.

Lilith Lucifer dan Ratunya Grayfia lucifage telah tiba.

"Lilith-sama, senang melihatmu hadir disini" Ucap Raiser sedikit membungkuk.

"Tentu saja, Raiser mana mungkin aku tidak datang di acara pertunangan adikku sendiri" Lilith berkata sebelum berbalik ke arah Rias. "Halo Rias," Lilith menyapa adik kesayangannya.

"Nee-sama, aku pikir kau sibuk?" Rias bertanya pada Mao berambut merah.

"Rias, seperti yang aku katakan pada Raiser tidak mungkin aku tidak menghadiri acara pertuna-..."

Tiba-tiba seorang perajurit terlempar kedalam ruangan, mendarat tepat menghantam kepala Raiser. membuat semua iblis yang ada di sana terkejut, dan seorang penjaga berlari terburu-buru kedalam Ballroom menghadap sang Mao Lucifer.

"Apa yang terjadi?" Tanya Lilith Pada penjaga gerbang Yang sibuk menghirup udara (ngos-ngosan)

"Lilith-sama, ada manusia diluar sana?" Ucap penjaga itu dengan cepat, yang menyebabkan para Iblis yang ada di aula tersentak kaget. Dan Mata Rias melebar kaget, sementara senyum kecil muncul diwajah Grayfia "D-Dia, datang ke tempat ini, dan mengalahkan kami seperti kami tidak lebih dari sekedar semut baginya. Dia mengatakan datang kemari untuk membuat Rias-sama menepati janjinya" lanjut penjaga tersebut.

"Mungkinkah? Tapi janji apa yang dimaksud?" Ucap Rias bertanya dengan nada penuh harap, jika orang itu sesuai dengan yang dia pikirkan.

Sebelum siapapun bisa berbicara. Seorang prajurit terbang melewati pintu lagi, tapi kali ini dengan kecepatan tinggi yang membuatnya menabrak dinding ruangan menyebabkan retakan jaring laba-laba didinding itu. Membuat semua iblis semakin terkejut dengan mata melotot, sekarang mereka mendengar suara pertempuran diluar pintu, kemudian berhenti dan menjadi sunyi.

"Siapa disana, tunjukkan dirimu?" Tanya Raiser kesal dan menyalakan api dikedua tangannya.

Kemudian Rias mencium aroma yang tidak asing yaitu aroma Ramen Uzumaki. Rias membawa kedua tangannya untuk menutupi mulutnya, menyembunyikan senyum kebahagiaan saat perlahan air mata terbentuk disudut matanya.

Ravel yang berdiri bersama para budak Raiser. Menghela nafas lega, tanpa diketahui oleh yang lain. 'Ternyata dia peduli, kupikir aku salah menilainya' batin Ravel berpikir untuk dirinya sendiri.

"Pengiriman Ramen untuk Rias Gremory" Ucap seorang pemuda dengan riang, memasuki aula dengan kotak kayu besar ditangannya. Pemuda itu memakai celana jins Abu-abu dan kemeja hitam dengan garis orange dikerahnya, matanya tidak terlihat karena tersembunyi dalam bayangan topi yang dia pakai. Tapi semua iblis disana bisa melihat dengan jelas seringai lebar dimulutnya, pemuda tersebut melihat kertas ditangannya yang bebas sebelum membuangnya.

Jantung Lilith terasa berhenti berdetak saat dia mengenali suaranya, suara yang sudah hampir sepuluh tahun tidak dia dengar.

"N-N-N..."ucap Lilith ingin menyebutkan namanya, wajahnya menunjukkan ekspresi ngeri dan ketakutan, saat kejadian sepuluh tahun lalu melintas dibenaknya. Dia mencoba maju kedepan tapi gagal karena kakinya terasa lemah bagaikan jelly, jika bukan karena Grayfia yang dengan cepat memeluk pinggang Lilith dari samping, dia pasti sudah jatuh kelantai sekarang.

"Kau...kau manusia rendahan..." Ucap Raiser kaget.

"Diamlah Raiser!" Ucap pemuda itu malas dan berjalan melewati kerumunan Iblis, "Aku datang kemari untuk mengantar Ramen. Bukan untuk berbicara denganmu" lanjut pemuda tersebut sebelum berhenti didepan Rias.

"Naruto-kun." Kata Rias, membuat semua Iblis tua didekatnya tersentak. Tapi Rias Gremory tidak mempedulikannya karena dia terlalu senang sekarang.

"Lain kali, jika kau berjanji padaku, Yakinlah kau bisa menepatinya. Karena, " Ucap Naruto sambil melepaskan topi yang dia pakai, " tidak setiap hari kau mendapatkan ramen gratis dari Uzumaki Naruto." Lanjut Naruto sambil tersenyum lebar.

"Apa?" semua Iblis tua di Ballroom berteriak kaget .Membuat Naruto dan Rias beserta para Iblis muda lainnya. Menatap mereka(iblis tua Secara umur) dengan rasa ingin tahu, dan disuguhi ekspresi terkejut diwajah Ayah, ibu, kerabat, dan kakak mereka.

Kemudian semua iblis tua di ballroom melihat kearah Naruto.

"Tidak mungkin! Kau tidak mungkin, Uzumaki Naruto-sama!" Ucap seorang iblis berteriak.

"Sedikit informasi untukmu! Tidak ada yang mustahil bagiku" kata Naruto sambil menyeringai penuh percaya diri, "dan terakhir kali aku memeriksanya, Aku satu-satunya Uzumaki di dunia ini, dengan Toping ramen sebagai nama" lanjut Naruto menyeringai, bangga dengan leluconnya sendiri.

Kemudian terjadi kekacauan di ballroom itu, semua iblis tua berteriak, menghujat dan menghinanya. Menyebutnya sebagai penipu dan lain sebagainya. Sipirang hanya Menghela nafas lelah, Ravel menyebutkan namanya ada di buku komik, tapi dia tidak tahu bahwa dirinya sangat terkenal di dunia bawah. Tapi yang paling mengejutkannya adalah dirinya tidak tahu apa-apa tentang hal itu.

"Diam!" Ucap seorang pria berteriak dengan nada tinggi, pria itu memiliki rambut berwarna merah seperti Rias dan berdiri di samping seorang wanita berwajah mirip Rias. Kemudian pria itu menatap ke arah Naruto dengan pandangan lembut, "Naruto-sama, apakah itu Benar-benar kamu?" Ucap pria itu bertanya.

"Yesterday" jawab Naruto sambil mengangguk.

"Tapi, Bagaimana mungkin?" Ucap Lucius bergumam, Yang masih didengar oleh Naruto. Membuat sipirang melihat sekelilingnya dalam kebingungan.

Sementara Grayfia menuntun Lilith ke kursi dan membantunya duduk, sebelum memberikan segelas air putih kepada majikannya. Grayfia sudah menduga kalau Lilith akan bereaksi seperti ini, saat dia melihat Naruto.

"Grayfia, bagaimana mungkin ini bisa terjadi...?" Ucap Lilith pelan pada salah satu rivalnya, " Bagaimana dia bisa selamat dari itu? aku melihatnya dengan mataku sendiri, dia mati sambil memegang Millicas dipelukannya!" Tanya Lilith pada pada Maid berambut perak.

"itu benar-benar Naruto, Tolong dengarkan aku Lilith" Ucap Grayfia Sambil memegang bahu Mao berambut merah, "Setelah Rias datang, kekantormu dan memberitahu kita kalau dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Naruto aku mencoba segala cara, untuk mencari informasi tentang dirinya" Ucap Grayfia sepelan mungkin, supaya hanya Lilith yang bisa mendengarkannya. Dia menjelaskan segalanya pada Lilith, kecuali apa yang telah terjadi setelah pertemuannya di salah satu Bar di las Vegas, "Awalnya aku pikir ini hanya semacam kebetulan, tapi aku sangat yakin kalau itu benar-benar Naruto kita" lanjut Grayfia dengan nada lembut.

"Kalau begitu... Aku harus menghampirinya sekarang juga!" Ucap Lilith hendak berdiri sebelum Grayfia menariknya kembali duduk di kursi.

"Dia kehilangan ingatannya! Lilith-sama" ucap Grayfia sambil menggeleng, "Kupikir dia tidak mengingatmu bahkan dia tidak mengingatku atau siapa pun saat ini, aku rasa itu ada hubungannya dengan lubang dikepalanya saat itu!" Lanjut Grayfia dengan nada sedih.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang Grayfia? Aku tidak ingin kehilangannya lagi!" Kata Lilith dengan panik, air mata mengalir deras dari matanya serta sedikit ingus dihidungnya Mao berambut merah tidak bisa berpikir dengan jernih karena yang dia pikirkan hanyalah untuk bersamanya.

"Itu sangat mudah Lilith, Naruto-sama ada disini untuk menyelamatkan Rias. Kita harus membiarkannya melakukan itu terlebih dulu, sebelum melakukan hal lain!' jawab Grayfia dengan tenang, membuat Lilith mengangguk paham. Lilith hendak menghapus air mata dan ingusnya dengan celemek yang dipakai Grayfia Membuat Maid berambut perak menatapnya tajam, dan menampar tangan Mao berambut merah sebelum memberikan sapu tangan padanya, "Dengan dia menyelamatkan Rias, ini akan menjadi langkah pertama kita untuk mengembalikan eksistensinya di dunia" lanjut Grayfia setelah memberikan sapu tangan pada Lilith.

"Aku percayakan kepadamu Grayfia!" Ucap Lilith berdiri sebelum memeluk Grayfia, "Dan Terima kasih! Sudah membawanya kembali" lanjut Lilith tersenyum, setelah melepas pelukannya pada Grayfia.

Saat Grayfia berbicara dengan menggunakan mantra komunikasi rahasia kepada para iblis tua, tentang apa yang harus mereka lakukan. Lilith berjalan kearah Pria yang dicintainya, membuat jantungnya berdetak lebih kencang disetiap langkah yang diambilnya.

Sementara Naruto melihat Raiser dengan geli, saat putra dari klan Phenex itu memandang kesal. Sebelum menengok kearah samping saat Mao berambut merah mendekati mereka berdua.

"Lilith-sama Tolong kirim mahluk rendahan ini kembali ke dunia manusia! Sehingga kita bisa memulai pertunanganku" Ucap Raiser, Membuat Lilith marah dan jengkel padanya. 'berani-beraninya bocah arogan ini, menghina Naruto-kun ku' pikir Lilith.

Saat Naruto berbalik dan melihat arah orang yang ada di sampingnya, dia melihat seorang wanita paling cantik yang pernah dia lihat. Wanita itu sangat mirip dengan pewaris klan Gremory hanya lebih cantik dan lebih montok dari pada Rias.

Wajahnya yang luar biasa cantik, rambut merah panjangnya, apalagi payudaranya besar serasa menghipnotis dirinya, dan gaun merah marun yang dia pakai(gaun pesta Margaret dari anime grances senki ep,6) memeluk setiap lekuk tubuh montoknya dengan sempurna.

Ketika wanita itu berbalik ke arahnya, jantung Naruto serasa berhenti berdetak saat dia menatap mata biru-hijaunya yang terasa sangat familiar.

Saat Rias melihat ekspresi yang muncul diwajah Naruto dia merasa sangat cemburu, 'Naruto-kun' pikir gadis berambut merah sebelum mencubit pinggang Naruto dengan keras.

"Auch, untuk apa itu?" Ucap Naruto berbisik pada gadis berambut merah disampingnya.

"Tidak ada" jawab Rias dengan wajah polos.

"Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu, Raiser-kun" ucap Lilith sambil tersenyum, berusaha bersikap senormal mungkin.

"Kenapa?" Tanya Raiser

"Pertama kita dengarkan terlebih dulu, Naruto-kun Bisakah kau memberitahukan alasanmu datang kemari" tanya Lilith berusaha untuk tidak menatap mata biru laut yang membuatnya merasa tenggelam.

"Rias berjanji akan datang ke kedai ramenku untuk merayakan kemenangannya!" Ucap Naruto sambil tersenyum lembut pada gadis berambut merah disampingnya, sebelum kembali menghadap Lilith, "Tapi sayangnya Rias kalah! Jadi aku datang kemari untuk mengantarkan ramen Gratis yang selalu dia makan setiap hari di kedaiku, Dan aku disini untuk membuat segalanya seperti yang diinginkan oleh Rias" Lanjut Naruto menjelaskan pada Mao berambut merah.

Lilith mengangguk dengan senyum lembut, sementara Raiser menelan ludahnya. Ada sesuatu tentang manusia yang dia anggap rendah ini sesuatu yang sangat membuatnya khawatir.

"Tunggu Naruto-san" ucap Issei yang tiba-tiba datang dan menarik bahu Naruto dengan paksa, "kau hanya manusia, tidak mungkin kau bisa menghadapi burung ini," lanjut Issei sambil menunjuk Raiser dengan ibu jarinya.

"Jangan banyak bicara kau iblis rendahan, kau lupa bagaimana aku menghajar mu waktu di Rating game beberapa hari yang lalu? Dan tidak mungkin aku bertarung dengan manusia ini" ucap Raiser dengan angkuh,

"Aww ini pasti menarik" ucap Lilith sambil memiringkan kepalanya dan meletakkan jari telunjuknya dibibir merahnya, membuat hampir semua iblis laki-laki diruangan itu mimisan dan satu manusia merona.

"Maaf menggangu Lucifer-sama" ucap seorang pemuda berambut hitam melangkah keluar dari kerumunan, dan bertanya dengan nada hormat, "memang Benar apa yang dikatakan sekiryuutei, Lucifer-sama. Dia hanya seorang manusia! Membiarkan dia bertarung seperti itu sangat berbahaya." Lanjut sairaorg, membuat Naruto mengangkat alis saat sairaorg menyebut issei dengan nama sekiryuutei 'sekiryuutei, aku ingin tahu seperti apa kekuatan bocah di sebut kaisar naga merah ini' pikir Naruto sambil melirik ke arah issei.

"Sairaorg-kun kuberi tahukan padamu dan para iblis muda, Naruto ini memiliki nama yang sama dengan pahlawan kita para iblis. dalam perang besar dulu, Yang telah membunuh Lucifer asli, dan menghentikan perang yang telah lama terjadi antara ketiga fraksi" Ucap Lilith pada para iblis muda diruangan itu.

"Tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa tentangnya? Seharusnya namanya ada dimana-mana dari dulu!," Tanya Sona shitri dengan tenang, yang membuat para iblis muda mengangguk setuju.

"Tentu saja kalian tidak akan mengetahuinya, karena kami para youndai Mao menghapus segala catatan yang berhubungan dengannya!" Jawab Lilith membuat mereka kembali bertanya-tanya, alasan apa yang menyebabkan para Mao melakukan itu. Tapi sebelum ada yang mengajukan pertanyaan Lilith kembali berkata, "Kami akan mengumumkan kebenarannya nanti?" Lanjut Lilith dengan tenang.

"Jadi seorang pemuda, dengan nama yang sama dengan pahlawan kami, bisakah kau membuktikan pada kami kalau kau memang yang asli? Atau hanya semacam kebetulan semata?" Ucap Lilith pada sipirang berkumis. "Seorang putra dari klan Phoenix dan seorang pemuda dengan nama yang sama dengan nama sang pahlawan para iblis, siapa... Yang akan membawa pulang sang putri?" Lanjut Lilith dengan dramatis.

"Maaf Mao-san, aku punya usulan!" Ucap Naruto pada Mao berambut merah,

"Tentu Naruto-kun, katakanlah" Lilith berkata dengan lembut.

"Aku juga ingin melawan orang yang kalian sebut sekiryuutei itu!" Ucap Naruto sambil menunjuk kearah Issei yang kebingungan dan menunjuk dirinya sendiri.

"Ide yang bagus, bagaimana sekiryuutei-kun?" Tanya Lilith pada iblis berambut cokelat.

"Kenapa aku juga, Naruto-san?!" Tanya Issei panik.

"Aku hanya ingin menghajarmu. Issei-kun!" Jawab Naruto tersenyum manis.

"Kenapa? aku rasa aku sama sekali tidak punya kesalahan apapun padamu?" Ucap Issei sebelum menghadap Lilith,

"Itu karena kau selalu memandang adikku dengan tatapan mesum" jawab Naruto, membuat Lilith bertanya-tanya 'sejak kapan Naruto-kun punya adik' pikir Lilith.

"Mao-sama, aku menolak!" Ucap Issei lantang,

"Baikl-... " Ucap Lilith.

" Tunggu Mao-san" ucap Naruto memotong perkataan Lilith.

Kemudian Naruto menarik dua buah benda dari dalam sakunya yang telah dia siapkan untuk pertarungan ini.

Semua Iblis menahan nafas sebelum rahang mereka jatuh kelantai karena terkejut. Melihat benda yang Naruto tarik dari sakunya adalah sebuah buku orange akrab bagi sebagian besar iblis.

"A-Apa-k-kah itu...?" Tanya Issei dan Raiser dengan ekspresi kaget diwajah keduanya, saat melihat buku orange itu.

"Yah, benar seperti yang kalian duga tuan-tuan" ucap Naruto menyeringai sambil menunjukkan bulu tersebut diwajah keduanya, "Ini adalah, edisi khusus dan volume berikutnya dari icha-icha paradise: Pendeta suci, yang tidak akan diterbitkan sampai tahun depan!" Lanjut Naruto dengan dramatis, Dengan kilatan berbahaya dimatanya.

"Naruto-san Bagaimana?" Ucap Issei menangis, jari tangannya berkedut tak terkendali ingin menggapai novel tersebut. "Bagaimana kamu bisa mendapatkan novel itu? Kumohon beritahukan padaku" lanjut Issei bertanya, bahkan mendapat anggukan cepat dari Raiser.

Ini terlalu banyak untuk Naruto tangani, sipirang tidak bisa menahan diri untuk tertawa, ini membawa kembali kenangan saat dia menunjukkan kelanjutan terbaru dari icha-icha paradise pada Kakashi dulu.

"Sederhana" ucap Naruto membuat semua iblis menahan nafas kembali. Menunggu jawaban keluar dari mulut sipirang berkumis, Mereka semua ingin tahu. Karena Icha-icha adalah novel legendaris yang sangat populer di dunia manusia dan dunia supranatural.

"Karena... akulah penulisnya" kata Naruto dramatis, membuat semua Iblis menatapnya seperti dia Dewa para iblis dengan bintang Dimata mereka. Hanya Lilith dan Grayfia yang tetap tidak terpengaruh, karena mereka berdua sudah mengetahuinya sejak dulu.

"Bagaimana Issei-kun masih menolak?" Tanya Naruto pada iblis berambut cokelat itu, "Kamu bisa mendapatkan keduanya jika berhasil mengalahkanku! Itu juga berlaku untukmu Raiser! " Lanjut Naruto menyeringai pada keduanya.

"Persetan, aku akan mengalahkanmu Naruto-sama! Mao-sama aku mohon" ucap Issei berteriak sebelum menoleh pada Mao berambut merah dan mengangguk.

"Lilith-sama cepat mulailah pertarungan ini aku tidak peduli siapa yang kulawan! Akan aku kalahkan kau Naruto-sama" Raiser berkata bahkan dirinya menambahkan sufix sama pada Naruto.

"Sebelum kita mulai, aku ingin menanyakan keinginanmu jika kamu menang Naruto-kun, uang? Atau wanita paling cantik? Atau kau ingin aku merubahmu menjadi iblis?" Tanya Lilith tersenyum.

"Uang, Terima kasih aku sudah cukup Kaya, dan apa-apaan itu berubah menjadi iblis aku bahagia menjadi manusia. Wanita tercantik! Kedengarannya bagus, Namun aku masih ingin melajang saat ini" jawaban Naruto membuat senyum Lilith langsung pudar, membuat Naruto mengangkat sebelah alisnya. "Aku ingin kamu membiarkan Rias melakukan apapun yang dia inginkan, hanya itu" lanjut Naruto tersenyum pada gadis berambut merah.

"Baiklah karena semua sudah sepakat mari kita mulai pertarungannya! Grayfia," ucap Lilith pada mereka semua sebelum berbalik kebelakang ke arah Maid berambut perak, yang langsung dimengerti oleh Grayfia.


Battle Arena!

Sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna muncul memuntahkan sekelompok pria dan beberapa mahluk kekursi penonton di arena pertarungan, mereka adalah para pereage terkuat di dunia bawah. Pereage Lilith Lucifer.

"Whow," ucap beowulf kagum saat melihat tiga pesaing ditengah arena.

"Jadi, Aniki benar-benar telah kembali!" Ucap Okita Souji,

"Seperti yang diharapkan" kata MacGregor Mathew sambil mengangguk, "dari pria yang menghajar kami hanya karena kita menatap salah satu wanitanya!" Lanjut MacGregor sambil melihat rajanya.

"Dia seperti seorang Phenex, regrenerasinya tidak bisa ditandingi," Ucap surf second bergumam pada dirinya sendiri.

"Lilith-sama kau baik-baik saja" tanya seekor naga khawatir dengan keadaan majikannya.

"Aku baik-baik saja, engku-san!" Jawab Lilith mengangguk.

"Nee-sama, jika Naruto sangat akrab dengan para iblis! Kenapa aku tidak ingat apa-apa tentangnya?" Kata Rias yang duduk didepan para pereage nya, bertanya dengan suara keras.

Rias telah mencoba berminggu-minggu untuk mencari tentang informasi apapun yang mereka miliki, namun tidak ada apa-apa yang bisa dia temukan tentang sipirang berkumis, sekarang dia mengerti mengapa, Itu karena para youndai Mao telah menghapus segala catatan yang berhubungan dengan Naruto. Tapi dia tidak percaya kalau semua jawabannya ada didalam kepalanya selama ini.

"Kami tidak hanya menghapus catatan tentang dia, Rias-tan... tapi kami juga menyegel ingatanmu tentang dia!" Jawab Lilith dengan nada sedih. Membuat mata Rias melebar kaget ketika dia mendengar jawaban kakaknya.

"Kau menyegel ingatanku! Bagaimana bisa kau Setega itu Nee-sama!" Ucap Rias dengan nada tinggi, "jadi soal kecelakaan sepuluh tahun lalu saat aku diserang Stray Devils hanya bohong belaka?" Lanjut Rias bertanya.

"Kami tidak punya pilihan lain Rias-tan, tolong mengertilah! ... Naruto-kun adalah orang yang sangat penting bagi keluarga kita, bukan hanya sebagai seorang pahlawan bagi para iblis" jawab Lilith dengan suara bergetar.

"Dia benar Rias-chan" kata Venelana Gremory, ibu dari Rias dan Lilith, berkata sambil berjalan dengan suaminya Lucius Gremory, menghampiri kedua putrinya. Untuk Menonton pertandingan. "Naruto-sama, mengambil peran penting dalam hidupmu. Kau dan Lilith paling terpengaruh, kami takut terjadi sesuatu padamu. Kau terlalu kecil saat itu untuk menanganinya!" Lanjut Venelana ambigu.

"Menangani? Menangani apa?" Tanya Rias benar-benar bingung dengan kata-kata ibunya.

"Kami akan menjelaskannya nanti, gadis muda!" Ucap Lucius membuat putrinya melihat ke arahnya, "lihat pertandingan akan segera dimulai" ucap Lucius mengalihkan perhatian mereka semua ketengah arena.

Dibawah Naruto sedang melihat kedua lawannya dengan cermat, dia tidak tahu apa-apa tentang kekuatan mereka. Selain Raiser dengan api dan regrenerasinya, Lilith menyebutkan tentang Issei sebagai sekiryuutei berarti bocah itu seorang pengguna kekuatan naga. Meskipun demikian Naruto sangat yakin bisa mengalahkan mereka berdua, bahkan jika dia bermain-main dengan mereka, mungkin. itu ide yang bagus.

Para Iblis yang duduk di bangku penonton melihat ketiga kontestan dengan mata tajam.

Kemudian Issei memanggil Booster gear, dilengannya kirinya. Sementara Raiser melihat sekeliling dengan percaya diri.

"Silahkan dimulai" Ucap Grayfia dengan suara yang menggema di seluruh arena.

Kemudian Raiser mengeluarkan sayap apinya dan terbang diatas arena, sebelum dia berkata pada Issei.

"Semua kemampuanmu sudah aku ketahui, sacred gearmu hanya mengandalkan kelipatan kekuatan yang menguras tenaga penggunanya, dan kau hanya mendapat kemampuan untuk mentransfer kekuatan itu pada seorang rekanmu, Benar-benar tidak cocok untuk pertarungan ini! Aku akan menikmati menghajarmu lagi sekiryuutei!" Ucap Raiser dengan arogan, sebelum menoleh ke arah Naruto, "Naruto-sama bersiaplah untuk menyerahkan novel itu padaku" lanjut Raiser berkata pada Naruto dengan tekad membara.

"Aku tidak akan menyerah, akulah yang akan mendapatkan novel itu, dan menghajarmu Raiser" ucap Issei berapi-api.

Melihat kedua iblis yang beradu mulut memperebutkan novel mesum, membuat Rias Gremory menangis, 'Apa Novel itu lebih penting daripada aku' pikir Rias sebelum melihat ke arah Naruto yang menggeleng karena kelakuan issei dan Raiser, "Naruto-kun tolong hajar Mereka" ucap Rias berteriak sambil mengangkat tangannya menyemangati.

Sementara Naruto hanya mengangguk dan merogoh sakunya kembali, membuat semua iblis kembali waspada mengira kalau dia akan mengeluarkan senjata, tapi saat bunyi lonceng kecil terdengar, Anggota pereage Lilith menegang ketakutan, bahkan Raja dan Ratunya.

"Oh, tidak.." gumam Beowulf.

"Dia akan..." Ucap MacGregor gemetar.

"Menggunakan metode itu?" Kata Surf second menyelesaikan sambil menggigil.

Semua Iblis menatap Naruto bingung, dan bertanya-tanya apa yang membuat para iblis yang disebut sebagai Pereage terkuat di dunia bawah ketakutan seperti itu. Mereka membelalakkan matanya saat melihat sebuah lonceng kecil ditangannya.

"Nee-sama, ada apa dengan lonceng itu? Kenapa kalian semua ketakutan? Apakah itu lonceng Ajaib?" Tanya Rias penuh harap.

"Tentu saja tidak, Rias-tan, itu hanya lonceng biasa!" Jawab Lilith sambil menggeleng, "tapi kau akan menyaksikan tes pertama dari pelatihan Neraka Naruto-kun!" Lanjut Lilith gemetar, saat dia mengingat apa saja yang Naruto lakukan untuk melatihnya menjadi kuat seperti sekarang.

Berkat pendengarannya yang sangat tajam Naruto dapat dengan mudah mendengar segala suara dari jarak jauh termasuk pembicaraan Lilith dan Rias, ini membuatnya semakin bingung karena Lilith dan teman-temannya seperti mengetahui segala sesuatu tentang dirinya, tapi dia tidak tahu apa-apa tentang mereka.

"Dengar aku akan mengikatkan lonceng ini di ikat pinggangku! Jika salah satu dari kalian berhasil mendapatkan lonceng ini maka aku akan mengaku kalah!" Naruto berkata pada kedua lawannya.

"Itu sangat mudah! Aku akan mendapatkan lonceng itu dengan cepat" ucap Raiser percaya diri.

"Kenapa harus lonceng?" Tanya Issei bingung

"Sederhana saja, karena kalian berdua tidak memiliki kesempatan untuk melawan ninja mengagumkan seperti diriku Dattebayo" jawab Naruto sambil menyeringai. "Dan siapa pun yang bisa mendapatkan lonceng ini! Maka akan kuberikan satu lagi edisi khusus untukmu" lanjut Naruto sambil memperlihatkan novel bersampul hijau, diwajah mereka.

Tepat setelah Naruto mengatakan itu Issei langsung berlari ke arahnya.

"Persetan, aku yang akan mendapatkannya"ucap Issei sambil berlari secepat yang dia bisa.

Tapi sebelum Issei mendekat, Raiser muncul didepannya dan mengulurkan tangannya pada lonceng, tepat sebelum tangan Raiser menyentuh lonceng sebuah tangan meraih pergelangan tangan Raiser dan memutar arahnya kebelakang hingga menampar wajah Issei dengan keras membuat bocah berambut cokelat itu jatuh kelantai arena, kemudian Naruto mendorong telapak tangannya yang bebas ke arah dada Raiser "uhuk" suara Raiser muntahkan darah sebelum terlempar "BLARRR" suara seorang menghantam dinding arena hingga jebol.

Semua Iblis terdiam membisu saat melihat kekuatan pukulan telapak tangan Naruto.

"Cuih, Brengsek" ucap Raiser meludahkan darah saat keluar dari dinding arena, sebelum terjatuh berlutut memuntahkan banyak darah. Dia merasa jantungnya hancur dari kekuatan pukulan Naruto pada dadanya. 'Itu bukan hanya kekuatan pisiknya' pikir Raiser sambil berdiri memegang dadanya sambil meringis kesakitan.

"Fokuslah pada pertarungan Raiser!" Ucap Naruto menasehati, sambil membuka novel yang dia pegang dan membacanya dengan Santai.

Issei berdiri secepat yang dia bisa, mengabaikan rasa sakit di pipinya Issei maju berusaha memukul Naruto. Namun, walaupun mata Naruto terpaku pada bacaan yang dia pegang dia tidak mempunyai masalah untuk menangkis pukulan bocah berambut cokelat dengan mudah, walaupun tangan kiri Issei terlapisi sarung tangan besi, melebarkan matanya Issei segera memukul Naruto dengan tangan lainnya. Tapi sekali lagi Naruto menangkisnya dengan mudah,

Bocah berambut cokelat mulai emosi dia terus memukul dan menendang Naruto sekuat tenaga, namun Naruto hanya menangkis itu semua hanya dengan tangan kirinya. Tanpa melihat dirinya dan masih membaca dengan tenang.

"Berhenti menangkisnya!" Kata Issei berteriak.

"Baiklah" jawab Naruto singkat.

"Benarkah?" Tanya Issei berharap.

"Tidak" kata Naruto membuat Issei lengah, sipirang berkumis langsung menarik tangan issei sebelum menendangnya diusus dengan lutut.

"Guhk," ucap Issei meludahkan isi perutnya sebelum terlempar jauh diudara.

Semua Iblis melihat issei terlempar ke udara dengan mulut menganga, sebelum melihat kearah Raiser yang memegang bola api raksasa di atas kepalanya.

"Rasakan" kata Raiser berteriak sambil melemparkan bola api raksasa tersebut.

Semuanya berteriak padanya untuk menghindar, tapi Naruto hanya berdiri di sana. membaca novel dengan ekspresi bosan diwajahnya. Tiba-tiba lantai arena retak dan pasir dalam jumlah beberapa kubik muncul diatas Naruto melindunginya dari bola api Raiser.

"gunakan kekuatanku, gaki!" Ucap shukaku dalam kepala Naruto,

"Terima kasih," balas Naruto pada ichibi. Sebelum melihat Raiser yang menatapnya syok. "Apa kau hanya akan diam disana, Raiser?" Tanya Naruto yang menyadarkan Raiser dari keterkejutannya.

Raiser terbang sangat cepat menuju ke arah Naruto. Dengan kedua tangannya tertutup api, berusaha memukul Naruto tapi terhalang oleh pasir sekitar kakinya yang naik menjadi prisai melindungi sipirang berkumis, Belum menyerah Raiser memanggil puluhan tombak api diatas arena untuk menyerang Naruto, lagi-lagi pasir tersebut menghalangi semua serangannya sebelum menyentuh Naruto. 'seperti pasir itu mempunyai pikiran sendiri, untuk melindunginya' pikir Raiser melihat tidak adanya celah.

"Dragon shoot" ucap Issei berteriak nama jurusnya. Menyadarkan Raiser untuk menjauh dari jalur tembak, 'Bahaya jika kena aku akan menderita luka parah, walau dengan regenerasiku aku tidak yakin bisa selamat dari serangan itu' pikir Raiser setelah terbang menjauh. Dan melihat balok energi merah besar menuju Naruto dengan kecepatan tinggi, namun Naruto tidak melakukan apa-apa saat melihat serangan issei akan menghantamnya sebaliknya dia malah tersenyum sebelum pasir disekitar kakinya berkumpul menghalangi tembakan balok energi merah tersebut.

BLARRR!

Saat energi merah yang ditembakkan oleh issei berbenturan dengan perisai pasir Naruto, ledakan itu begitu kuat sehingga menyebabkan asap besar yang mengirim debu kotoran keseluruh arena.

"Apa aku berhasil?" Tanya Issei pada dirinya sendiri. Dia tidak ingin menggunakan serangan Pamungkasnya dan menyimpannya nanti untuk Raiser, tetapi Naruto sangat sulit untuk dikalahkan sehingga dia tidak punya pilihan lain selain menggunakan Dragon shoot.

"Naruto-kun!" Ucap Rias berteriak karena tidak bisa melihat apa pun di arena yang tertutup asap besar, "Issei, kau akan aku hukum berat untuk ini" Ucap Rias saat menatap tajam pion-nya.

"T-Tapi? Bunchou!" Ucap Issei berkeringat dingin saat melihat Rias menatap tajam dirinya.

"Tidak ada tapi-tapian" kata Rias tanpa meninggalkan ruang bantahan untuk pion-nya.

"Jangan khawatir! Oujo " ucap Beowulf menenangkan Rias Gremory saat matanya masih berfokus pada arena pertandingan, "butuh lebih dari itu untuk menghancurkan perisainya" lanjut Beowulf pada pewaris klan Gremory.

Setelah mendengar Beowulf, Rias melihat awan asap debu perlahan menipis, memperlihatkan Naruto yang masih berdiri sambil membaca saat perisai pasir yang melindunginya perlahan turun ke bawah. Memperlihat dirinya yang tidak terluka sedikitpun dari serangan issei, membuat bocah berambut cokelat itu menganga lebar.

"Itu cukup bagus, Issei, sayangnya kau masih sangat jauh untuk bisa merusak perisai pasirku" Ucap Naruto sebelum menoleh ke arah iblis Phenex, "kau juga Raiser jika kau ingin mengalahkanku, lonceng ini masih ada padaku, kau tahu" Naruto berkata sambil menyeringai.

Keduanya menggertakan giginya frustasi, sampai saat ini,, tidak ada satu serangan mereka yang mengenai ataupun berdampak pada sipirang berkumis, dan dia terlihat tidak berusaha sama sekali, untuk melawan mereka berdua.

"Dia mempermainkan mereka berdua, bahkan tanpa berusaha melakukannya" ucap Lucius tersenyum kecil, "Ini membawa kembali kenangan yang sama seperti dulu" lanjut Lucius.

"Apa maksudmu? Tou-sama," tanya Rias yang membuat para iblis lain tertarik mengetahuinya.

"Kakakmu, Serafall dan Ajuka, adalah murid dari Naruto-sama. Dia melatih mereka bertiga saat mereka masih seumuranmu dulu" kata Lucius menjelaskan pada Putri kecilnya. Membuat Naruto menoleh ke arahnya "Aku masih ingat saat ketiganya mencoba mengambil lonceng darinya, tiga murid dan hanya dua lonceng Siapapun yang tidak mendapatkan lonceng akan diikat ditunggul kayu menyaksikan dua lainnya makan siang." Lanjut Lucius menjelaskan.

"Dan mereka dilarang untuk sarapan!" Ucap Venelana menyelesaikan ucapan suaminya.

"Wow aku tidak pernah berpikir itu akan berlebihan seperti itu?" Kata Surft second menggaruk pantatnya, 'Diikan ditiang kayu dan melihat teman-temanku makan dihadapanku benar-benar sesuatu yang tidak ingin aku datangi!' pikir Surft second

"Yah terdengar seperti hal yang akan aku lakukan," ucap Naruto sambil tertawa, "jadi siapa yang diikat ditiang kayu?" Tanya Naruto walaupun tidak terdengar Lucius sipirang berkumis mengajukan pertanyaan itu.

"Lilith" ucap Lucius dan Venelana bersamaan, menjawab pertanyaan Rias. yang bertanya tentang siapa yang diikat diantara ketiga Mao.

"Kau Nee-sama?" Ucap Rias menutup mulutnya dengan tangan. "Pfft... Ha ha ha" tawa Rias pecah. Gadis berambut merah tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

"Tolong jangan tertawa! Rias-tan" ucap Lilith malu dengan wajah yang memerah, dan semakin merah saat semua anggota pereagenya ikut tertawa bersama Rias.

Mengalihkan pikirannya Lilith melihat sekeliling arena mencari-cari dimana Serafall berada. Dia telah memerintahkan Grayfia untuk menghubunginya tentang kembalinya Naruto. Ajuka sangat sibuk akhir-akhir ini jadi dia tidak sempat datang dan berjanji untuk menemui sensei mereka nanti. Tapi Lilith tidak menemukan Serafall dimana pun, Mengingat sifat dari maho shoujo itu. Dia seharusnya sudah ada disini secepat mungkin, begitu Grayfia menghubunginya.

Sedangkan Naruto setelah mendengar jawaban Lucius, dikepalanya melintas sebuah adegan seorang gadis muda berambut merah yang diikat ditiang kayu menatapnya. dengan mata anak anjing, memohon untuk melepaskannya.

"Naruto sepertinya mereka mengetahui segala hal, tentang ingatan kita yang hilang. aku benci mengatakannya tapi kau harus keluar dari cangkangmu gaki!" Ucap Kurama menyarankan,

"Ya, bola bulu cerewet! Aku tahu!" Naruto berkata pada salah satu penghuni tubuhnya.

"Ingat! Berhati-hatilah Gaki! Aku dan saudaraku tidak tahu apa yang akan menantimu. Kau harus mencari tahu apa yang menyebabkan, aku dan kedelapan saudaraku menyembuhkan kepalamu Begitu buruk sampai kehilangan ingatan kita!" Lanjut Kurama dalam kepala Naruto.

'ya ya, Sampai nanti bola bulu' ucap Naruto mengakhiri pembicaraannya dengan kyuubi no kitsune.

Naruto berkedip cepat untuk membersihkan pandangannya. Tepat saat disaat dia melihat Raiser Phenex melemparkan bola api raksasa lebih besar dari yang sebelumnya dia ciptakan, berharap itu akan bisa melukai Naruto.

Sebelum pasir disekitar kakinya naik dan berkumpul untuk menghalau bola api Raiser, dia mendengar seorang pria berambut cokelat berteriak padanya.

"Come on, Aniki berhenti bermain-main! Tunjukkan sedikit kemampuanmu" Ucap Beowulf menantang.

Menyeringai pada tantangan. Naruto membiarkan pasirnya jatuh ketanah, mencondongkan tubuh bagian atasnya kedepan dengan kedua tangannya terkepal Naruto berlari dengan sangat cepat meninggalkan jejak kawah lebar dibelakangnya.

Mata Raiser melebar saat melihat Naruto melesat kearahnya dengan sangat cepat, lebih cepat dari Siapapun yang pernah dia lihat bahkan dia hanya melihat blur kuning. Sebelum dia merasa Naruto memukulnya didagu "Argh.." teriak Raiser saat dia terlempar ke udara. Berteriak kesakitan saat dia merasa rahang bawahnya hancur sebelum kembali ke semula, berkat faktor penyembuhannya. Mengepakkan sayap apinya Raiser berhasil berhenti diudara. Melihat kebawah pada Naruto yang menyeringai padanya,

"Aku menang!" Ucap issei saat dia sangat dekat dengan lonceng dipinggang Naruto.

Tapi sebelum bocah berambut cokelat menyentuh lonceng. Naruto menghilang dengan kepulan asap dan digantikan sepotong kayu. Sebelum muncul dibelakang issei. Naruto berjongkok dibelakang issei dan membuat handseal Tora sebelum meneriakkan jurus favoritnya.

"Teknik rahasia Konoha" ucap Naruto sebelum mendorong tangannya kearah pantat Issei, menyalurkan Cakra jari-jarinya untuk membuat serangan itu berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari biasanya, "Seribu tahun Kematian" ucap Naruto sambil mendorong issei ke atas. Membuat issei meluncur kelangit, berteriak kesakitan sambil memegang pantatnya.

Ada banyak reaksi terhadap jurus yang Naruto lakukan ini. Rias melihat Naruto seperti dia gila dengan rona merah diwajahnya, saat ratunya Akeno tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan. Para Pereage Lilith berguling-guling ditanah, tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka masing-masing. Grayfia, Lucius dan Venelana menggelengkan kepala mereka geli. Lilith tanpa sadar memegang pantatnya seakan merasakan rasa sakit yang diderita oleh issei.

"Bagaimana Devils-san apa kau senang?" Tanya Naruto. Sebelum mengantongi novelnya dia harus mengakhiri ini dengan cepat, jadi dia bisa bertanya kepada para iblis yang tahu tentang masa lalunya yang hilang.

"Mungkin dia benar, aku harus berhenti bermain-main" ucap Naruto bergumam, sebelum mengambil kuda-kuda Taijutsu dasar, "Sekarang datang padaku dengan maksud membunuh, atau kalian berdua tidak akan bisa menyentuhku" lanjut Naruto dan Cakra mengalir disekelilingnya."Here we go!" Ucap engku bersemangat. Dia sama seperti yang lain. Siapa saja yang pernah melihat kekuatan Naruto dalam aksi nyata.

"Sialan" ucap Issei kakinya masih bergetar setelah disodok Naruto, "Draig Apa tidak ada yang bisa aku lakukan?" Ucap Issei bertanya pada sarung tangan besinya. "kau bisa menggunakan Balance Breaker tapi jika kau memiliki motivasi yang kuat" Ucap Draig, "Atau kau mau menukarkan bagian tubuhmu sebagai gantinya?" Tanya Draig dikepala issei.

"Hm, apa kau sudah menyerah issei?" Tanya Naruto. Sebelum menyeringai, "Apa kau benar-benar tidak menginginkan novel-novelku ini?" Lanjut Naruto sambil menepuk saku celananya, tempat dia menaruh novel itu.

"Jangan bercanda!" Ucap issei. Boost "kau pikir aku akan menyerah" Boost "akan aku dapatkan novel itu darimu Naruto-sama" Boost Boost, Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost

Boost to, [Welsh Dragon Over Booster]

Permata hijau disarung tangan issei bersinar terang melepaskan cahaya merah yang menutupi seluruh tubuhnya. Sebelum menjadi armor besi merah (balance breaker issei)

"Apa? Balance Breaker? Bagaimana mungkin iblis rendahan ini bisa menjadi begitu kuat?" Raiser berkata sedikit takut.

"Raiser Phenex, Naruto-sama," ucap Issei dibalik helm baju besi naganya. "Aku akan mengalahkan kalian berdua, sekarang" lanjut issei percaya diri.

"Partner kuberitahu, wujud ini hanya bertahan selama 10 detik!" Ucap Draig berbicara melalui permata hijau ditangan kirinya.

"Apa? 10 detik!" Ucap issei Berteriak.

"Ya, aku cuma ingin memberitahukan itu! semoga kau beruntung!" Kata Draig, 'Apa itu benar-benar orang yang membunuhku dan Albion dulu? Jika itu memang Dia kau butuh lebih dari sekedar keberuntungan partner' pikir Draig saat melihat Naruto melalui mata issei.

"Draig, Draig?" Ucap issei memanggil penghuni sacred gearnya, 'Sialan, masa bodoh 10 detik!' pikir pengguna sekiryuutei.

"Ha ha ha. Kekuatannya meluap hanya karena novel mesum! Yang benar saja! Ternyata dia lebih parah gurumu Jiraiya Gaki" ucap Kurama tertawa bersama kedelapan Bijuu dalam kepalanya.

'Ya Kurama, itu benar-benar membuatku terkejut! Siapa sangka, mungkin dia ini reinkarnasi Erosenin ' ucap Naruto dengan ekspresi kosong diwajahnya. 'Sebaiknya dia bisa lebih menghibur karena aku akan mengakhiri Permainan ini?' Ucap Naruto.

" Terserah kau saja! Gaki, Tapi jangan sampai memaksakan diri!" ucap Kurama memperingatkan.

'ya tentang saja Kurama!' ucap Naruto.

Kembali ke dunia nyata.

Naruto melihat Issei menembakkan energi merah, dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Dan Raiser menciptakan Bola api raksasa dan melemparkannya padanya.

"Byakugan" ucap Naruto pelan saat mata birunya berubah menjadi ungu pucat dan urat-urat menyembul disekitar bola matanya, "Hakkesho kaiten" Naruto berkata sambil berputar menciptakan kubah biru chakra yang menghempaskan bola api Raiser dan serangan energi issei. Kemudian Naruto berhenti berputar saat kedua serangan kedua lawannya berhasil dia blok. Sebelum merubah kuda-kudanya, bersiap melancarkan Auto counter.

Raiser dan issei yang masih syok karena serangan mereka berdua dihempaskan begitu saja oleh Naruto, segera tersadar saat bunyi ledakan dari kedua serangan mereka meledak diudara. Keduanya segera bergegas menuju ke arah Naruto tapi issei lebih cepat dari Raiser karena menggunakan pendorong di punggungnya, mencoba memukul Naruto diwajahnya dengan sekuat tenaga. Namun Naruto menghilang dari pandangannya, "Shotei" ucap Naruto memukul dada issei dengan sedikit gelombang chakra di telapak tangannya, Melumpuhkan bocah berambut cokelat. "Sialan!" Ucap issei saat dia jatuh kelantai arena. Naruto tidak ingin melukai terlalu parah bocah mesum itu, jadi dia hanya membuatnya lumpuh sementara.

Sedangkan para penonton terperangah melihat sekiryuutei jatuh hanya dengan satu pukulan.

"Uh, itu pasti sakit sekali" ucap MacGregor,

"Kau tidak tahu, Kawan!" Bewoulf berkata meringis sambil memegang dadanya. Mengingat dirinya juga pernah merasakan pukulan itu.

Setelah melumpuhkan issei, Naruto mengambil satu kunai sebelum melemparkannya pada Raiser.

"Kau pikir benda kecil itu akan melu-..." Raiser tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat Naruto menghilang dan muncul di belakangnya.

"Hakke hasangeki" ucap Naruto pelan, memukul Raiser dengan gelombang chakra yang sangat kuat. membuat Raiser terluka parah dan terlempar kearah patung kuda diarena sampai membuat patung tersebut hancur menimpa Raiser dibawahnya.

Semua penonton benar-benar dibuat diam membisu saat melihat Naruto mengalahkan kedua iblis muda jatuh dengan cepat, tanpa perlawanan sama sekali.

Tapi Sebelum Naruto mendarat ditanah Kurama memberitahukan sesuatu padanya "Gaki, kenapa tidak kau gunakan Harem no jutsu, aku yakin kedua bocah itu akan tumbang seketika?" Kurama berkata. membuat Naruto jatuh berlutut.

"Naruto-kun" kata empat betina bersamaan. saat melihat Naruto berlutut, mereka khawatir jika terjadi sesuatu padanya. Tapi dibuat bingung ketika Naruto memukul tanah arena frustasi, "Kuso," kata Naruto sambil memukul-mukul tanah, "Kenapa kau tidak memberitahuku, sejak tadi Kurama~ " Ucap Naruto Berteriak. Yang menyebabkan para penonton terkejut.

Terlalu tenggelam akan kebodohannya tidak menyadari issei yang tertatih-tatih merangkak ditanah. armornya sudah hilang entah kemana. Dan tangannya sudah hampir menyentuh lonceng.

"Menyerahlah, issei " ucap Naruto sambil memegang erat pergelangan tangannya dengan cepat dan meremasnya sangat kuat membuat issei melepaskan tangannya pada lonceng sambil menjerit kesakitan.

"Aku ...tidak ...akan ...kalah ...dari...manusia..." Ucap Raiser nyaris berdiri sebelum mendongak ke atas menatap kepala raksasa kyuubi, yang membuatnya diam.

GROOAARRRR

Kepala rubah raksasa itu mengeluarkan suara bergemuruh yang begitu kuat, hingga membuat para iblis yang menyaksikan dibangku penonton menutup telinga mereka. Raiser jatuh ke pantatnya sambil berteriak seperti anak kecil yang melihat hantu. Melihat Naruto yang berada di dalam kepala kyuubi ketakutan dengan wajah yang menampilkan ekspresi ngeri dan ketakutan.

"Tolong Hentikan" ucap Ravel muncul dihadapan Naruto sambil merentangkan kedua tangannya protektif, sebelum Naruto melakukan apapun pada Raiser. "Tolong Hentikan, Naruto-sama kakakku tidak bisa, terus bertarung seperti ini" Ravel berkata dengan suara bergetar. Naruto tahu sebenarnya gadis ini ketakutan setengah mati. Karena kaki bergetar tak terkendali, Tapi masih bisa mengangkat wajahnya menatap Naruto dengan berani/mungkin.

Kemudian Naruto membuat tangan kyuubi dan mengangkatnya keatas, membuat Ravel menutup matanya. Menunggu rasa sakit yang akan datang. Tapi bukannya rasa sakit, Ravel malah merasakan sebuah tangan mengelus puncak kepalanya dengan lembut.

Ravel membuka matanya dan melihat Naruto yang tersenyum padanya.

"Jaga kakakmu Ravel!" Ucap Naruto dengan lembut.

"Baik, Naruto-sama, aku akan!" Ucap Ravel berbisik dengan wajah merona.

"Pemenang pertandingan ini, Uzumaki Naruto!" Ucap Grayfia menggema diarena. Membuat seluruh Iblis yang menyaksikan bersorak, dan seorang gadis berambut merah turun kelantai arena, Berlari ke arah Naruto kemudian memeluknya erat sebelum mencium bibirnya.

"Ya bagus oujo-sama" teriak para anggota pereage Lilith,

Sedangkan Lucius, Venelana dan Yuto Kiba memegang erat ketiga wanita cemburu, yang hendak menghampiri Naruto dan Rias yang sedang berciuman.

"Lepaskan aku Oto-sama" ucap Lilith memberontak tidak terima Rias mencium suaminya, "tenang Lilith, itu adikmu" ucap Lucius sambil memegang Lilith dari belakang.

"Tolong lepaskan aku Venelana-sama" ucap Grayfia tanpa ekspresi tapi matanya menunjukkan kecemburuan mendalam. "Grayfia kita bahas ini nanti, sekarang tenanglah" ucap Venelana kesulitan menahan Grayfia.

"Yuto-kun," ucap Akeno dengan nada yandere. "Koneko-chan, bantu aku!" Ucap Kiba meminta tolong pada juniornya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Koneko bergerak cepat dan memukul tenguk ketiga iblis betina itu dengan tenaganya sebagai seorang benteng, hingga membuat mereka pingsan.

"Baiklah semua kita bawa mereka kembali ke istana!' ucap Lucius yang dijawab anggukan oleh istri dan para Pereage putri-putrinya.

Sementara itu ditengah arena Naruto menatap Rias Gremory dengan bingung, masih terkejut atas tindakan Rias yang tiba-tiba menciumnya.

"Umm, Rias-chan untuk apa itu?" Ucap Naruto bertanya.

"Apa~ tentu saja itu hadiah untuk sang pemenang!" Rias berkata sambil mengedipkan matanya.

"Baiklah, kita bicarakan ini nanti, ditempat yang lebih pribadi Rias-chan!" Ucap Naruto melihat kearah bangku penonton lebih tepatnya ke arah datangnya Rias Gremory.

"Rias-chan keluargamu kemana?" Ucap Naruto heran melihat mereka semua telah menghilang.

"Apa maksudmu Naruto-kun? Keluargaku ada disan-... Eh kemana mereka, naruto-kun?" Ucap Rias bertanya. Karena melihat ayah ibu dan kakaknya tidak ada dibangku penonton. Bahkan anggota pereagenya dan kakaknya Lilith juga tidak ada.

" ... " Naruto sambil menatapnya kosong.

"Mungkin mereka ada di istana Gremory?" Ucap Rias menebak. kemudian Rias membuat lingkaran sihir yang mengangkut Naruto dan dirinya ke istana Gremory.


Tzuxukeru


Catatan: shoten adalah jurus Hyuga yang menyebabkan luka eksternal yang membuat sang lawan lumpuh dengan cara mengacaukan aliran energi mereka.

Hakke hasangeki merupakan jurus Hyuga Neji yang meledakan dan menghancurkan lawan dari dalam.