.

TOPPING RAMEN ATAU PUSARAN

Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.

Rate M

Warning! : Ooc,AU, bahasa dan penulisan aneh, membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran.

"TIDAK SUKA JANGAN DIBACA"

AKU TIDAK PERNAH MEMAKSA ANDA UNTUK MEMBACA FIC INI, GITU AJA KOK REPOT.

Pair : ( 😸😍😳😻😡😘😇😜😼 )

Genre : Supranatural, Adventure

Summary : Kehidupanku yang damai sekarang berubah, karena kekacauan yang di sebabkan oleh mahluk supranatural di sekelilingku. Semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk terus bertemu stalker berambut perak. Benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin Benar apa yang Sasuke katakan dulu, Kalau aku adalah magnet masalah tidak peduli dimana pun aku berada.


"Naruto" bicara normal

'Naruto' pikiran/batin

"Naruto" Teknik/Sihir/Jutsu

"Naruto" Monster/Naga/Bijuu bicara

'Naruto' Monster/Naga/Bijuu berpikir.


"Saya bilang untuk jangan dibaca, kalau tidak suka, ngapain juga masih anda BACA? Benar-benar membuat aku bingung! jadi soal ini gak perlu Anda teruskan, " gerytom berkata dengan ekspresi wajah kebelet (boker).

"mengganti Shana Gremory menjadi Lilith Gremory (Asami Lilith dari anime Triniti seven) Ketika aku mencari karakter Shana apa yang kutemukan hanya karakter gadis mungil berambut twins tail berdada rata, tidak kutemukan Shana bermata biru atau berdada besar." Ucap gerytom ketawa cekikikan.

"Karena sudah [SANGAT JELAS] menulis kembali. sudah pasti alur cerita! tokoh dan kejadian juga pasti ada yang sama persis. Jadi saya minta jangan tulis apapun yang bisa membuat saya berpikir. Anda seperti yang dikatakan para reader direview," Ucap gerytom tanpa ekspresi.

"Jika masih ada yang tidak bisa anda terima tolong tanyakan kepada rumput yang bergoyang. Terima kasih." Ucap Gerytom menjelaskan masih tanpa ekspresi.

"aku sangat berterima kasih Untuk para Reader (PARA READER LOH BUKAN PARA FLAMER ATAU PUN MANTAN FLAMER ) yang masih menunggu kelanjutan FIC ini." Ucap gerytom sambil tersenyum lebar.

Cuma itu saja yang ingin saya katakan kurang lebihnya saya mohon maaf, sebesar-besarnya.

.TERIMA KASIH.


Bab 5

Penuh kejutan part 01,

Cerita dimulai!


"Rias-chan, bisa kau tinggalkan kami sebentar?" Ucap Venelana dengan lembut.

"Memang kenapa? Oka-sama!" Tanya Rias bingung karena sesampainya dia dan Naruto diistana Klan Gremory, dirinya disuruh untuk pergi.

"Nanti, kami jelaskan! Tolong jangan membantah Rias-chan" Venelana berkata dengan tatapan tertentu yang membuat Rias diam, "Hai oka-sama," jawab Rias dengan cepat berjalan kearah pintu lorong menuju ke kamarnya.

"Anata" ucap Venelana pada suaminya, yang membuat Lucius mengangguk.

"Naruto-sama, bisa kita bicara sebentar?" Lucius Gremory bertanya,

"Tentu, em.." ucap Naruto ragu karena tidak tahu dengan siapa dia bicara.

"Lucius, namaku Lucius Gremory, dan disebelahku ini Venelana Gremory, kami berdua adalah orang tua dari Rias Gremory dan Lilith Lucifer" ucap Lucius memperkenalkan diri.

"Baik Lucius-san!" Naruto berkata, dan Lucius bertepuk tangan pelan tak lama kemudian seorang maid datang dengan sebuah meja dorong membawa teh dan berbagai kue.

"Kalau begitu duduk terlebih dulu, Naruto-sama" ucap Lucius sebelum dirinya duduk di sofa dan diikuti istrinya yang duduk disebelahnya.

"Oke, sebenarnya banyak sekali yang membuatku bingung disini?" Naruto berkata dengan wajah kosong. Sebelum seorang Maid meletakkan secangkir teh mereka bertiga.

"Apa kau benar-benar tidak ingat sama sekali Naruto-sama?" Tanya Lucius sebelum meminum teh.

"Ya, aku sama sekali tidak ingat apa-apa! Bisa kau ceritakan sesuatu kepadaku?" Jawab Naruto bertanya."kalau bisa dari awal, Lucius-san!" Lanjut Naruto sebelum meminum tehnya sekali teguk, (Buset dah, teh panas sekali teguk) siapa yang mengira kalau dicium seorang gadis ditengah arena bisa membuatnya kehausan.

"Baiklah Naruto-sama," ucap Lucius setelah melihat istrinya mengangguk, "dulu lebih dari 300 tahun yang lalu aku dan istriku Venelana bertemu denganmu disebuah hutan di dunia manusia," ucap Lucius sebelum melihat langit-langit.


Flashback on

Disebuah Hutan Eropa terlihat seorang laki-laki berambut merah menggendong seorang wanita berambut cokelat dipunggungnya, mereka berdua sedang terluka itu terlihat dari pakaian yang mereka kenakan penuh luka sayatan dan bercak darah.

"Lucius-kun tinggalkan saja aku disini! Jika kau terus membawaku kita berdua akan tertangkap oleh para malaikat jatuh" Ucap sang gadis dengan pelan. "Uhuk..." Gadis itu batuk mengeluarkan darah. "Aku sudah tidak mungkin selamat, jadi pergilah sendiri aku akan menahan mereka untukmu!" Lanjut gadis itu.

"Jangan bodoh Venelana, aku lebih baik mati jika harus meninggalkanmu hanya untuk dibunuh malaikat jatuh!" Ucap Lucius dengan keras, "kita pasti bisa menemukan seseorang untuk mengobatimu, bertahanlah!" Lanjut Lucius. Memberi semangat walau dirinya ragu,

'Tidak akan pernah, aku tinggalkan dirimu Venelana. Biarpun harus mati, aku ingin mati bersamamu' ucap Lucius dalam hati.

Tidak jauh dari mereka sekelompok malaikat jatuh terbang mencari keberadaan mereka berdua.

"Apa kau yakin mereka berdua lari ke arah sini?" Tanya Datenshi A pada temannya.

"Ya, aku sangat yakin! Kedua Iblis itu lari ke arah sini," jawab Datenshi B. "Lagipula mereka berdua sedang terluka, tidak mungkin mereka bisa lari terlalu jauh!" Ucap Datenshi D.

"Aku benar-benar ingin membunuh iblis berambut merah itu! Berani-beraninya dia membunuh teman-teman kita!" Datenshi C menambahkan.

"Ya, kalau bukan karena dia, pasti kita sudah melenyapkan iblis wanita itu," Datenshi A berkata. Sebelum melihat siluet merah ditengah hutan,

"Hey, semuanya aku menemukan mereka," lanjut Datenshi A.

Sementara Lucius mendengar suara malaikat jatuh diatasnya hanya bisa mengutuk, 'Sialan, cepat sekali mereka menemukanku' ucap Lucius dalam hati. Sebelum berlari sekuat tenaga, "Hah, hah," Lucius terus berlari (karena tidak mungkin dia terbang diwilayah yang dipenuhi malaikat jatuh itu sama saja cari mati) tidak melihat sebuah akar pohon hingga membuatnya tersandung dan jatuh. membuat seorang pemuda yang sedang tiduran di dahan pohon terbangun.

"Hm, siapa mereka" Ucap Naruto bergumam diatas pohon. Saat melihat kebawah, penyebab dirinya terbangun, dia melihat seorang laki-laki berambut merah dan wanita berambut cokelat terjatuh, dilihat dari penampilannya sepertinya mereka berdua terluka, tapi tiba-tiba Naruto terkejut saat melihat wanita berambut cokelat masih hidup meskipun ada sebuah lubang didada kanannya.

Kemudian dirinya melihat sekelompok orang-orang bersayap burung berwarna hitam mengelilingi mereka berdua,

"Kutemukan Juga kalian iblis keparat!" Ucap salah satu dari orang-orang bersayap itu.

'iblis?' tanya Naruto dalam hati.

"Kali ini kalian akan mati!" Ucap orang bersayap lainnya.

Kemudian Naruto melihat orang-orang bersayap itu menciptakan sebuah tombak berkilau ditangannya masing-masing.

"Matilah kalian berdua" ucap sekelompok orang-orang bersayap itu sebelum melemparkan tombak mereka kearah dua orang yang mereka panggil iblis.

'Kumohon Siapapun tolong kami' ucap Lucius dalam hati, sebelum memeluk Venelana bermaksud melindunginya dengan tubuhnya sendiri. Tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit sedikit pun.

'Apa yang terjadi?' pikir Lucius, sebelum membuka matanya melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Matanya melebar syok saat melihat seorang pemuda berambut pirang, dan berjubah merah dengan api hitam berdiri dihadapannya, tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan aura ungu berbentuk kerangka yang mengelilingi pemuda tersebut dan dua buah tangan raksasa berwarna ungu yang mengelilingi dirinya dan Venelana, menahan puluhan tombak cahaya. Yang sudah dipastikan akan membunuhnya dan Venelana.

"Siapa kau, berani-beraninya menghalangi kami membunuh kedua iblis itu?" Tanya seorang Datenshi menunjuk Naruto dengan tombak cahaya ditangannya.

"Apa, alasan kalian berniat membunuh mereka?" Jawab Naruto bertanya..

"Mereka itu iblis! tentu saja Kami, Sebagai malaikat harus membunuh mereka!" Jawab seorang malaikat jatuh bersayap empat. 'mungkin dia pemimpin orang-orang bersayap itu' pikir Naruto.

"Menyingkirlah jika tidak ingin mati" lanjutnya mengancam. Membuat mata Naruto menyipit saat merasakan emosi negatif yang dia pancarkan. Tanpa banyak bicara Naruto langsung melesat kearahnya. dengan pedang Kusanagi pemberian Sasuke ditangannya, menusuk jantung malaikat jatuh tersebut. Membuat malaikat jatuh lainnya terkejut saat melihat pemimpin mereka mati. Sebelum semuanya maju menerjang ke arah Naruto.

"Brengsek, mati" ucap semua malaikat jatuh sebelum mereka melemparkan tombak cahaya mereka kearah Naruto.

Mata Naruto langsung berubah menjadi sharingan, dan bergerak secepat kilat. membunuh mereka semua.

"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Naruto walaupun dia tahu itu pertanyaan bodoh.

Yang menyebabkan Lucius tersadar dari syoknya. Sebelum menjawab, "Ya, aku tidak apa-apa! Tapi bisakah kau membantu untuk mengobati istriku?" Ucap Lucius bertanya dengan nada memohon.

"Yah aku bisa, tapi kau harus melepaskan pelindung dadanya dulu!" Jawab Naruto sebelum memalingkan wajahnya karena setelah dia mengatakan hal itu Lucius menatap tajam dirinya.

"Apa maksudmu! Aku memintamu untuk mengobatinya! bukan untuk melecehkannya!" Ucap Lucius dengan nada tinggi.

"Turuti saja, Lucius-kun!" Ucap Venelana lemah.

"Tapi..." Lucius bungkam saat Venelana menaruh jari telunjuknya dibibirnya, membuat lucius mengangguk kemudian melepaskan pelindung dada yang dipakai istrinya. Membuat dada Venelana terpampang didepannya hanya tertutup kain baju yang dia pakai, ketika Lucius akan melepaskan pakaiannya, tangannya dihentikan oleh Naruto.

"Cukup, aku hanya memintamu melepaskan pelindung dadanya! Bukan menelanjanginya, Lucius-san!" Ucap Naruto tanpa ekspresi.

"Hahh" hanya itu yang keluar dari mulut Lucius. (Sekarang kita tahu dimana Rias mendapatkan telmi nya)

"Maaf Lucius-san," ucap Naruto sebelum meletakan telapak tangannya pada dada kanan Venelana.

Kemudian tangan Naruto bersinar kuning cerah, sebelum menarik tangannya kembali. Perlahan tapi pasti lubang didada kanan Venelana menutup. Membuat Lucius terkejut sebelum menghela nafas lega,

"Terima kasih banyak, ..?.." ucap Lucius sebelum teringat tidak mengetahui nama penyelamatnya. Seakan dapat membaca pikiran Lucius Naruto pun berkata.

"Namaku Naruto, Uzumaki Naruto" ucap Naruto sambil mengulurkan tangan.

"Terima kasih banyak, Naruto-san, Aku Lucius Gremory. Dan ini istriku Venelana Gremory." ucap Lucius menerima jabat tangan Naruto sambil memperkenalkan dirinya dan Venelana, dengan senyum tulus pada penyelamatnya.

"Walaupun banyak yang ingin aku tanyakan! Tapi aku sarankan, kita ke tempat yang lebih aman bagi kalian berdua. terlebih dulu!" ucap Naruto tanpa ekspresi,

"Kau benar Naruto-san! Ucap Lucius menyetujui, sebelum menggendong Venelana ala Putri. Berjalan mengikuti Naruto.

Ketiganya berjalan menelusuri hutan selama beberapa menit sebelum tiba disebuah tebing, membuat kedua iblis yang mengikuti pemuda berambut pirang itu bingung. Dan bertanya-tanya kenapa penyelamat mereka membawa mereka kemari.

Tapi kebingungan semakin menjadi saat Naruto melakukan beberapa gerakan tangan aneh yang mereka ingat dilakukan oleh omyouji/Pengusir Roh/Setan dari Jepang, Lucius ketakutan saat berpikir Naruto membawa Dia dan Venelana kemari untuk membunuh mereka berdua. Tapi dia langsung menyingkirkan pikiran itu, buat apa Naruto menyelamatkan mereka jika hanya akan membunuhnya sendiri.

Kemudian dinding tebing tersebut terbuka memperlihatkan sebuah pintu masuk rumah tradisional Jepang didalamnya, Menyebabkan Lucius dan Venelana terkejut dengan mulut terbuka lebar.

"Oi, apa yang kau lakukan! Cepat kemari" ucap Naruto memanggil dari dalam rumah.

Menyadarkan Lucius dan segera masuk kedalam, kemudian Naruto melakukan gerakan tangan anehnya lagi, membuat dinding tebing itu menutup.

Lucius memandang takjub ruang interior dalam rumah ini, dia sama sekali tidak menyangka kalau rumah ini tersembunyi didalam sebuah tebing gunung, melihat lantai kayu dan dinding yang terbuat dari kayu dan kertas khas rumah tradisional Jepang. Dia berjalan mengikuti Naruto sampai kesebuah ruangan.

"Mandilah terlebih dahulu, karena kalian terlihat tidak nyaman dengan keadaan tubuh kalian yang kotor bukan?" Ucap Naruto bertanya, "Baju ganti dan perban ada didalam lemari, aku tunggu kalian berdua diruangan ketiga sebelah kanan dari pintu masuk tadi" Naruto berkata sebelum meninggalkan pasangan tersebut.


Ruang Santai

"Naruto! apa yang kau pikirkan membawa mereka kemari?" Ucap Kurama bertanya.

'i'dont know, partner' jawab Naruto,

"Bocah bangsat, pake bahasa Inggris segala! Kau mau menghina ku gaki?" Ucap Kurama menggeram marah.

'Maaf bola bulu, aku cuma bercanda!' Ucap Naruto tertawa. Sebelum ekpresi wajahnya berubah menjadi serius, 'aku tidak tahu Kurama! Aku cuma merasa ingin menolong mereka!' lanjut Naruto sedikit ragu. Tiba-tiba dia mendengar langkah kaki mendekat sebelum berhenti didepan pintu. 'kurama, kita akhiri dulu, mereka sudah datang' ucap Naruto yang membuat Kurama mengangguk.

"Mm, pergi sana!" Ucap Kurama, rupanya dia kesal.

'hai tsudere kitsune!' balas Naruto sebelum berbalik arah dan berlari, Membuat kedelapan Bijuu lainnya tertawa.

Kemudian Naruto melihat bayangan Lucius dibalik pintu.

"Naruto-san," ucap Lucius memanggil.

"Ya, masuk saja!" Naruto berkata.

"Permisi" kata Lucius membuka pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh Venelana dibelakangnya keduanya memakai yukata orange miliknya.

"Duduklah," perintah Naruto pada kedua iblis dihadapannya. Setelah mereka Lucius dan Venelana duduk menghadap ke arah Naruto.

"Um, Naruto-san," ucap Lucius.

"Oke, Lucius-san, Venelana-san, siapa kalian berdua? dan siapa orang-orang bersayap gagak itu? Dan kenapa mereka menyerang kalian berdua?" ucap Naruto Bertanya, dengan nada tegas membuat keduanya gugup.

"Um, percaya atau tidak! Kami berdua adalah iblis! Naruto-san" jawab Lucius sebelum dia dan Venelana menunjukkan sayapnya dan menyembunyikannya kembali, "Dan mereka yang menyerang kami, adalah malaikat jatuh.." ucap Lucius sebelum menceritakan tentang tiga fraksi dan mahluk supranatural lainnya.

"Jadi, Ada perang lain? Antara malaikat, malaikat jatuh dan iblis? " Tanya Naruto dengan nada sedih. Yang dijawab anggukan kepala oleh Lucius dan Venelana.

Tiba-tiba pintu geser kembali terbuka, kemudian masuk Orang yang mirip dengan Naruto Dengan membawa nampan berisi makanan. Membuat kedua iblis kaget.

"Ini oyabun,"Ucap klonnya dan meletakkan makanan itu dimeja.

"Kau boleh pergi" ucap Naruto padanya. Membuat klon tersebut menghilang dengan kepulan asap.

"I-itu siapa? Naruto-san!" Tanya Venelana sebelum menutup mulut Lucius yang terbuka lebar.

"Itu klon bayangan ku!" Naruto menjawab dengan cepat. "Kalian makanlah, aku yakin kalian berdua pasti lapar!" Lanjut Naruto.

Sementara menunggu mereka makan pikiran Naruto kembali berbicara dengan teman-teman berekornya,

'kurama, menurutmu apa yang harus aku lakukan?' ucap Naruto bertanya pada kyuubi no kitsune.

"terserah padamu gaki, kami akan mengikutimu jalan manapun yang kau pilih!" Jawab Kurama yang mendapatkan anggukan setuju dari para Bijuu lainnya.

"Benar apa yang dikatakan Kurama, Naruto-kun!" Ucap matatabi, "tidak peduli apapun itu kami akan selalu bersamamu!" Lanjut Matatabi.

"Ha ha, perang lain! Aku jadi tidak sabar!" Ujar Shukaku dengan suara cemprengnya.

"Jangan berkata seperti itu Shukaku!" Ucap Gyuki sambil menampar kepala Shukaku dengan salah satu tentakelnya. "Apa kau tidak tahu, Naruto sangat membenci yang namanya perang!" Lanjut Gyuki.

"Tapi aku tertarik, dengan Youkai kera yang disebutkan iblis merah tadi!" Kata Song Goku. Karena ada kera lain yang mempunyai nama sama dengan dirinya. "Tapi lebih baik kau tidak terlalu mencampuri peperangan mereka! Naruto" lanjut Son Goku berkata dengan bijak.

"Intinya, kami semua ingin yang terbaik untukmu, Naruto-kun" Matatabi berkata mewakili semua Bijuu.

"Mm, arigato Mina!" Ucap Naruto. 'Aku tidak tahu harus mengatakan apa pada kalian...' lanjut Naruto.

"Naru... Naruto... Naruto-san!" Panggil Lucius sambil mengguncangkan pundak Naruto.

"Apa?" Jawab Naruto emosi dia terkejut pembicaraannya dengan para Bijuu terganggu. membuat lucius mundur.

Melihat Naruto emosi Venelana pun bertanya menggantikan Lucius,

"Naruto-san, bisa kami meminta tolong padamu?" Tanya Venelana dengan pelan.

"Katakan saja! Kalau tidak merepotkan akan aku bantu!" Ucap Naruto mulai tenang.

"Em, maukah kamu mengantarkan kami ke Makai?" Venelana bertanya dengan gugup.

Flasback of


"Yah, begitulah awal, Aku dan istriku bertemu dengan mu, Naruto-sama!" Ucap Lucius menceritakan. "Kemudian kamu menerima permintaan kami, dan tinggal diistana Gremory sejak hari itu!" Lanjut Lucius mengenang pertemuan ketika dia dan Venelana bertemu dengan Sipirang berkumis.

"Jadi, aku pernah tinggal diistana ini? Sulit dipercaya!" Ucap Naruto terkejut, dengan hal yang diceritakan Lucius.

"Ya, sebenarnya Kamilah yang meminta mu untuk tinggal di sini" bukan Lucius yang menjawab melainkan Venelana, "bertahun tahun kemudian aku melahirkan Lilith, dan kami berdua meminta mu untuk menjadi ayah babtisnya!" Ucap Venelana melanjutkan sambil meminum tehnya dengan elegan.

"Hah? Maksudnya aku ayah babtis salah satu dari empat pemimpin bangsa Iblis?" Ucap Naruto bertanya tidak percaya.

"Mm, Naruto-sama, dan karena kami sering pergi berperang karena tugas. Kami memintamu untuk menjaga Lilith, karena kami pikir kau sangat baik pada anak-anak. itu terlihat saat kau sering bermain dan menjaga anak-anak iblis yang ditinggal gugur oleh orangtuanya!" Lucius menjawab.

"Sial, kalian memanfaatkanku untuk jadi babysiter!" Ucap Naruto mendengus. Sebelum menggigit potongan kue ditangannya dengan ganas.

"Walaupun masih banyak hal yang ingin aku tanyakan pada kalian, tapi tubuhku lengket karena keringat, setelah permainan di arena tadi!" Ucap Naruto sambil menarik sedikit kemeja basah dan berdebunya.

"Maaf, Naruto-sama kami tidak memperhatikannya!" Ucap Lucius sedikit menundukkan kepalanya,

"Ma~ jangan terlalu dipikirkan!" Ucap Naruto sambil mengibaskan telapak tangannya.

"Kalau begitu Ymir!" Panggil Venelana pada seorang maid berambut hitam, "Bisa kau antarkan Naruto-sama kepemandian" Venelana memerintahkan, "Setelah itu tolong siapkan kamar Naruto-sama" lanjut Venelana.

"Hai, Venelana-sama" ucap Ymir sambil membungkuk. "Naruto-sama, mari saya antarkan" ucap Ymir berbalik ke arah Naruto.

"Mm, Tunjukkan jalannya!" Jawab Naruto sambil berdiri.

"Sampai nanti! Naruto-sama!" Ucap Lucius dan Venelana sebelum Naruto menghilang dibalik pintu


Ruang pemandian air panas istana Gremory!

"Naruto-sama, saya mohon undur diri! Saya akan kembali sekitar satu jam lagi" Ucap Ymir membungkuk sebelum menutup pintu onshen.

"Hah, akhirnya aku bisa membersihkan tubuhku" ucap Naruto bergumam sambil melepaskan satu persatu dari pakaian yang dikenakan.

mengambil salah satu handuk di keranjang sipirang berkumis berjalan masuk setelah membuka pintu geser pemandian kemudian Naruto duduk disalah satu kursi kayu dan mulai membersihkan tubuhnya, tiba-tiba dia merasakan tangan ramping dan dua buah benda kenyal menyentuh pundak dan punggungnya.

"Grayfia!" Ucap Naruto terkejut saat melihat kebelakang, "Apa yang kau lakukan?" Lanjut Naruto bertanya pada wanita berambut perak.

"Tentu saja, untuk membasuh punggungmu!" Ucap Grayfia dari belakang, "... Naruto-kun.." lanjut Grayfia dengan nada gerah, Membuat Naruto menelan ludahnya.

Grayfia mengambil salah satu sabun, dan menumpahkannya diatas dadanya sebelum membasuh punggung Naruto dengan dadanya,

"Bagaimana? Naruto-kun!" Ucap Grayfia sambil meniup sebelah telinganya, "Apakah ini enak~" lanjut Grayfia melanjutkan membasuh punggungnya dengan gerakan atas bawah kadang memutar kekiri dan kekanan, membuat Naruto mengangguk dan menyebabkan benda dibawah sana mulai mengeras sebelum berdiri dengan tegak, layaknya tiang bendera.

"Ara~ apa aku harus membersihkan ini juga!" Grayfia berkata sambil menggenggam benda tersebut dan Menggerakkan tangannya keatas dan kebawah, membuat benda itu makin mengeras dan sang pemilik menggeram menahan diri.

"Oh ayolah, jangan ditahan Naruto-kun" ucap Grayfia sambil mempercepat gerakan tangannya pada benda itu.

'kuso!' batin Naruto mengumpat. "Grayfia!" Ucap Naruto sambil berbalik dan menjatuhkan Grayfia dilantai pemandian, habis sudah kesabarannya Naruto, dia tidak bisa menahannya lebih lama, "Ah~" ucap Grayfia mendesah saat Naruto mulai menggerayangi tubuhnya.

"Kau yang memulai Grayfia! Jangan salahkan aku" ucap Naruto sebelum mencium bibir merahnya, "hmmm" erang Grayfia saat Naruto mulai mencium dan memasukan lidahnya.

Setelah mencium bibir Grayfia Naruto mulai menjilati pipinya lanjut ketelinganya kemudian turun kebawah belahan dadanya sebelum menghisap puting payudara kirinya sementara tangan kirinya meremas pelan payudara sebelah kanan.

Kemudian tangannya yang bebas mulai turun kebawah tepat kearah lubang vertikal yang mulai basah dari cairan yang keluar."Ah~ terus~ disana~ Naruto-kun," racau Grayfia saat Naruto mulai menggosok klitorisnya sebelum memasukkan jari tangannya kedalam vaginanya, "Ah~ah~ lebih cepat~ Naruto-kun," pinta Grayfia, "yes~ Ah~ Ah~ terus seperti itu Naruto-kun" Grayfia desahnya makin keras, sementara Naruto makin cepat memajukan mundurkan jari tangannya pada vaginanya. "Ah~ a-aku~aku keluar~!" Grayfia berteriak saat orgasmenya.

"Kali ini giliranku Naruto-kun!" Ucap Grayfia setelah bangun dan menjatuhkan Naruto, kini dialah yang ada diatasnya, "hem~hemn~ mnm~ ahh" suara Grayfia saat menghisap dan mengulum penis Naruto, "Naruto-kun, apa enak?" Tanya Grayfia sambil terus mengulum penis Naruto.

"Ya, enak banget..." Jawab Naruto sambil mengerang keenakan, "Ah~Ah~ "desah Grayfia saat menghisap penis Naruto. "Grayfia.." suara Naruto tertahan"Emh~emh~Ehm~ ah~" desah Grayfia sambil mempercepat gerakan kepalanya keatas dan kebawah, "Grayfia aku datang" ucap Naruto sambil menyemburkan spermanya kedalam mulut wanita berambut perak

"Glup, ah~ kau keluar banyak Naruto-kun! Sekarang acara utama" ucap Grayfia saat memposisikan penis Naruto ke vaginanya setelah menelan spermanya, "Ah~ begitu besar seperti yang kuingat!" Ucap Grayfia sebelum mulai menggerakkan pinggulnya keatas dan kebawah dengan cepat, "Ah~ Ah~ emh~"racau Grayfia saat dia bergerak makin liar.

"Terus~ Grayfia~ " ucap Naruto dari bawah, Sambil meremas kedua payudaranya.

"Ah~Ah~ a-aku~ akan segera keluar~ ah~ kita~ keluar~Naruto-kun~" ucap Grayfia di sela-sela desahannya, "ah~Ah~ aku keluar~" ucap Grayfia saat orgasmenya datang, kemudian Naruto bangun dan memegang kedua paha mulus Grayfia.

"Sekarang bersiaplah Grayfia-chan" Naruto berkata sambil menyeringai saat dia sudah memposisikan penisnya untuk memasuki vagina Grayfia lagi.

Blessh~ saat penis Naruto kembali menancap kedalam vagina Grayfia.

"Ah~ Naruto~ kun~ ah~ aku~ masih~ Ah~" ucap Grayfia disaat dia sodok dengan cepat. Kemudian Naruto mencabut penisnya sebelum mengangkat Grayfia dan membuat Grayfia menungging,

"Ah~ ah~ Naruto~ kun~ lebih~ cepat~ Ah~ yes~ terus~ Naruto~ kun~" desah Grayfia makin menjadi saat dinding vaginanya mulai meremas penis Naruto dari dalam.

" Aku akan keluar lagi Grayfia~" ucap Naruto menggeram saat dia bergerak lebih cepat menumbuk vagina Grayfia,

"Keluar~kan~Aku~Keluar~ Naruto~ Kun!" Grayfia berteriak di orgasme ketiganya. "Terima, ini Grayfia" ucap Naruto berteriak.

Crott~crott~ saat Naruto mengisi rahim Grayfia dengan spermanya. Naruto kemudian mencabut penisnya membuat sperma yang masuk kembali mengalir keluar dari lubang vagina Grayfia, kemudian Naruto telentang di samping wanita itu,

Tiba-tiba pintu meledak.

BLUARRRRR!

Masuklah seorang wanita berambut merah dengan aura mematikan menguar disekitar tubuhnya membuat rambutnya melayang-layang. (Kushina anggry mode on)

"Aku pikir kau kemana saat aku kembali sadar! Aku terus memanggil-manggilmu dan ternyata kau ada disini!" ucap wanita itu dengan nada rendah yang menjanjikan rasa sakit yang teramat sangat untuk penyebab kemarahannya.

"Grayfia!" Teriak wanita itu sebelum menembakkan energi merah kehitaman pada Maid berambut perak.

Tentu saja saat melihat itu Naruto dan Grayfia langsung menghindari tembakan energi merah tersebut.

" tenang Lilith" ucap Naruto setelah dia mengambil handuk untuk menutupi selangkangannya.

Yang tidak dihiraukan wanita berambut merah itu dia terus menembakkan energi merah kehitaman ke arah Grayfia.

BLARRR! BLARRRRR terus menerus terjadi ledakan diruang pemandian tersebut.

"I'm sorry lilith-sama! Tapi kau harus mencoba lebih baik lagi" ucap Grayfia sambil menghindari serangan Lilith,

prangkk!

Suara jendela hancur 'kesempatan' pikir Grayfia saat mengambil handuk dan berlari keluar lewat jendela yang hancur tersebut.

"Tunggu, Grayfia! Jangan lari" Ucap Lilith saat mengejar wanita berambut perak, Yang berlari keluar hanya dengan handuk.

Sementara Naruto melihat itu semua dengan wajah kosong.

Beberapa saat kemudian datang para pelayan dan tuan rumahnya.

"Ada apa?" Tanya Lucius yang hanya memakai boxer bergambar kucing membuat banyak pelayan terkikik geli melihatnya.

"Ya apa yang terjadi Naruto-sama?" Ucap Venelana disamping Lucius dengan pakaian tipis yang dia pakai sedikit lecek karena sesuatu?

"Ya Naruto-kun, apa yang terj-... " Tanya Rias Gremory ucapan rias terhenti saat melihat keadaan Naruto, dia segera menutup wajahnya dengan tangan tapi jari-jarinya terbuka dengan lebar?

Dan semua iblis melihat ke arah Naruto dan membuat para perempuan bersemu merah karena handuk yang dipakai Naruto tadi sudah jatuh. Dan memperlihatkan tubuh telanjangnya dan sesuatu yang menggantung diantara kakinya.

"Itu," ucap Naruto singkat sambil menunjuk ke arah luar lewat jendela yang hancur, sebelum melihat kearah mereka yang membuat dirinya heran, kenapa semua Iblis betina bersemu merah dan yang lebih membuatnya heran saat melihat Rias Gremory menutup wajahnya dengan jari-jari tangan yang terbuka?

Serr~ darah keluar dari hidung masing-masing betina disana terkecuali Venelana karena Lucius memeluk erat kepala wanita itu didada nya.

Wusshh~ angin berhembus.

"Dingin,"ucap Naruto sambil memeluk dirinya sendiri.

"Naruto-sama, handukmu!" Ucap Lucius masih tetap memeluk kepala istrinya walaupun wanita itu memukul-mukul dirinya karena susah bernafas. Kemudian Naruto melihat kebawah.

"Pantas saja," Naruto berkata terus mengambil handuknya yang jatuh.

"Ehem~ " suara Lucius berdehem membuat semua orang melihat kearahnya, "Naruto-sama, Tolong kau hentikan mereka berdua" ucap Lucius meminta sipirang berkumis.

"Kenapa harus aku? Tadi saja mereka tidak menghiraukan ku" Naruto bertanya.

"Kalau mereka sudah seperti itu! Tidak akan ada, yang bisa menghentikannya! Kecuali kamu Naruto-sama" Jawab Lucius menjelaskan. "Mereka bisa saling membunuh!" Lanjut Lucius dengan nada serius.

"Itu tidak mungkin, Oto-sama!" Ucap Rias menyakal. "Tidak mungkin, mereka berdua melakukan hal itu!" Lanjut Rias pada sang ayah.

BLARRR~ CIUGH~ DUARRRR~ suara ledakan power of Destruction dan sihir es bertabrakan.

"Lihat?" Ucap Lucius menunjuk sumber ledakan diarah taman istana Gremory, sebelum menatap putrinya dengan wajah kosong.

"Itu benar, Rias-chan, hanya Naruto-sama yang dapat menghentikan mereka!" Venelana berkata pada putrinya.

"Semuanya kembali ke tempat masing-masing! Kecuali ymir kau harus mengantarkan Naruto-sama ke kamarnya nanti" perintah Lucius pada para Maid, sebelum melihat kearah Rias "kau juga harus kembali ke kamarmu Rias" lanjut Lucius berkata pada putrinya.

"Kalau begitu kami serahkan semua padamu Naruto-sama!" Venelana berkata sebelum menarik suaminya. "Kita teruskan yang tadi" ucap Venelana berbisik pada Lucius, membuat pria berambut merah sumringah, "Kyaa~" ucap Venelana saat Lucius menggendong nya dan berlari ke arah kamar mereka.

Sementara Rias dan para Maid terkejut dengan mulut terbuka lebar melihat tingkah Ooc Kepala Klan Gremory.

BLARRRRR~

suara ledakan membuat Rias dan para Maid tersadar dari keterkejutannya, mereka menoleh kearah taman istana dan melihat asap mengepul tinggi.

"Apa yang kau tunggu Nar..." Ucap Rias saat melihat Naruto sedang sibuk memakai pakaiannya membuat dia diam, sebelum menoleh pada para Maid dengan khusyuk melihat tubuh Naruto membuat dia marah, "Kalian cepatlah kembali!" Ucap Rias dengan nada tinggi.

"Hai, Oujo-sama!" Ucap para Maid serempak, Setelah mengusap darah dihidungnya mereka. Dan pergi kembali ke posisi mereka.

Meninggalkan Rias dan Ymir masih melihat Naruto dengan darah menetes dari lubang kiri hidung mereka, Membuat Naruto menyeringai.

"Menikmati pertunjukan, gadis-gadis?" Tanya Naruto setelah selesai memakai bajunya. mereka berdua mengangguk tanpa sadar, membuat Naruto terkekeh geli.

"Maaf, aku punya pekerjaan yang harus diselesaikan!" Ucap Naruto sebelum menghilang dalam pusaran daun.

Sementara itu ditempat Lilith dan Grayfia.

"Brengsek!" Ucap Lilith sambil menyiapkan serangan lain, sebelum menembakkannya pada wanita berambut perak. Yang ditahan dengan ribuan bongkahan es.

BLARRRRRRR~

"apa yang kau lakukan Lilith-sama?" Ucap Grayfia sambil menyerangnya dengan sihir es sembari menghindari tembakan energi power of Destruction.

CRIUGH~ CRACKH~ BLUARRRRR~

"Diam!" Jawab Lilith emosi sambil menyerangnya.

BLARRR~~

"aku tidak akan membiarkanmu, mendahului ku Grayfia~" ucap Lilith berteriak dengan kepalan tangan tertutup dengan power of Destruction maju hendak memukul Grayfia.

"Aku benar-benar tidak mengerti, tapi aku tidak akan kalah, Lilith~" balas Grayfia dengan aura dingin es ditangannya bergerak maju menuju Lilith.

"Grayfia~ Lilith~"ucap keduanya meneriakkan nama masing-masing, dan menghunuskan pukulan mereka.

Wusshh~ DUUAARRR~ BLARRRRRR~ sesaat sebelum Lilith dan Grayfia mendaratkan pukulan kearah masing-masing, Naruto muncul dan memegang kedua pergelangan tangan mereka sebelum melemparkannya ke arah berlawanan.

Terlihat seorang pemuda ditengah-tengah taman istana kacau balau penuh dengan lubang dan asap mengepul dibeberapa kawah tersebut. Dan tidak jauh dari pemuda itu tergeletak dua Iblis wanita. satu wanita berambut merah hampir telanjang karena gaun pesta yang tadi dia kenakan hilang/hancur hanya menyisakan celana dalam berenda berwarna hitam. dan disisi lainnya wanita berambut perak berbaring benar-benar telanjang, handuk yang melilit tubuhnya telah lenyap.

"Aku tidak tahu apa yang menyebabkan kalian berdua jadi seperti ini tapi Sharingan " Naruto berkata menghipnotis mereka sebelum dia mengangkat kedua wanita itu dibahunya. (Kayak bawa karung beras) sebelum menghilang kembali ke istana Gremory.

wusshh~ naruto muncul dengan pusaran daun didalam kamar mandi yang anehnya kembali normal, melihat hanya ada gadis berambut merah yang masih menunggu nya dia mengangkat sebelah alisnya, sebelum bertanya.

"Bukannya tadi ada seorang Maid yang diperintahkan Lucius, untuk mengantarku?" Tanya Naruto bingung.

"Aku memerintahkannya untuk pergi beristirahat?" Jawab Rias.


Flashback on

"kenapa kau masih disini? Cepat kembali ke tempatmu!" Ucap Rias pada Maid berambut hitam.

"Maaf Oujo-sama saya tidak bisa melakukan hal itu! Karena saya telah diperintahkan Lucius-sama mengantarkan Naruto-sama kekamarnya! Oujo-sama," jawab Ymir dengan tenang.

"Kau mau menentang ku!" Ucap Rias dengan nada tinggi.

"Sama sekali tidak, Oujo-sama!" Jawab Ymir sambil membungkuk.

"Kalau begitu silahkan kembali biar aku saja yang mengantarkan Naruto-kun!" Ucap Rias dengan tegas.

"Hai, Rias Oujo-sama! Saya mohon undur diri" kata Ymir sambil membungkuk sebelum berjalan meninggalkan Gadis berambut merah sendirian.

Flashback off


"Rias-chan, kau tahu dimana kamar mereka?" Tanya Naruto sambil menunjuk pada kedua wanita dibahunya.

"Ya Naruto-kun," jawab Rias dan menatap bentuk pingsan mereka dengan heran, "Aku bingung kenapa mereka bisa bertengkar seperti itu? Tapi yang membuat ku lebih bingung adalah mengapa mereka berdua berkelahi di pemandian saat kamu mandi Naruto-kun?" Rias bertanya curiga, "kau tahu sesuatu? Naruto-kun!" Lanjut Rias dengan mata menyipit. Membuat Naruto berkeringat dingin.

"T-Tidak, Aku tidak tahu apa-apa! Sungguh! Bisa kau hentikan itu Rias-chan?" Jawab Naruto dengan keringat mengucur deras di dahinya. (Ketika wanita diam dan hanya menatap matamu rasanya benar-benar tidak nyaman lur )

"Baiklah," ucap Rias sambil menghela nafas,

Rias berjalan didepan Naruto yang membawa dua orang dibahunya melewati lorong-lorong istana yang nauzubillah panjang dan luas sebelum berhenti disebuah pintu. Dan membukanya.

"Ini kamar Lilith Onee-sama, kau letakkan saja dia ditempat tidur! Naruto-kun" ucap Rias saat dia dan Naruto masuk kedalam. Kemudian Naruto meletakkan Lilith ditempat tidurnya, sebelum keluar dari kamar Lilith Rias menyelimuti Lilith dengan selimut tebal.

Iblis berambut merah dan Shinobi berambut pirang melanjutkan perjalanan mereka menuju kamar Grayfia. Sesampainya mereka dipintu kamar Maid berambut perak. Rias membuka pintu tersebut.

"Ini kamar Grayfia, Naruto-kun" ucap Rias, sebelum Naruto meletakkan Grayfia ditempat tidurnya dan menyelimutinya. Saat dia dan Rias akan keluar mereka berdua mendengar Grayfia bergumam ,"terus~ lebih~ na- Zzzzzz" gumam Grayfia Membuat Naruto panas dingin.

"Apa?" Naruto bertanya dengan tenang (pokerface) padahal dalam hati dia was-was.

"Tidak," ucap Rias sambil terus berjalan dan berhenti didepan pintu berwarna pink. 'firasatku mengatakan ini bukan kamar yang mereka siapkan untukku' pikir Naruto mengangkat sebelah alisnya.

"Er, Rias-chan bukankah kau bilang akan mengantarkan aku kekamarku?" Naruto bertanya heran.

"Aku tidak tahu! Dimana kamar yang mereka siapkan!" Jawab Rias dengan wajah polos. "Jadi, kau harus tidur disini! Naruto-kun" lanjut Rias dengan senyum.

"Kalau boleh tahu ini kamar siapa? Rias-chan!" Naruto bertanya.

"Ini kamarku!" Jawab Rias dengan cepat, "Memang kenapa Naruto-kun?" Lanjut Rias bertanya sambil memiringkan kepalanya dengan imut.

"What's? Maksudnya aku tidur denganmu malam ini?" Naruto berkata dengan wajah terkejut.

"Ya, apa kau tidak suka!" Jawab Rias sambil menggembungkan pipinya. "Sudah cepat masuk Naruto-kun, malam sudah larut kita harus tidur" ucap Rias melanjutkan, sambil membuka pintu dan menarik tangan Naruto masuk kedalam.

"T-Tunggu, Rias-chan!" Ucap Naruto mencoba untuk menghentikan gadis berambut merah yang menarik tangannya.

Singkat cerita Naruto tidur dengan Rias Gremory, karena gadis berambut merah itu dengan seenak udelnya menyuruhnya tidur bersamanya. Kalau cuma tidur mungkin tidak akan mengganggunya, Tapi ini, dia tidur tanpa pakaian dan memeluk wajahnya dibelahan dadanya.

"Kuso" umpat Naruto kesal.

"Naruto, kemari. Sebentar! " Ucap Kurama

BUAKK~ Setelah Naruto datang dihadapannya, rubah ekor sembilan itu langsung menyentil dahinya membuat dia pingsan dalam sekejap.

"Sekarang kau bisa tidur nyenyak, bocah merepotkan!" Kurama berkata sambil menyeringai.


Skip time malam berikutnya!

setelah hari yang melelahkan dengan bangun didada seorang gadis cantik sebelum lari tunggang langgang menghindari Maid berambut perak yang terus mengejarnya sambil terus menembakkan peluru es kearahnya. Dan berurusan dengan berbagai mahluk aneh yang disebut Pereage Lilith sampai sore hari.

"Meskipun aku tidak ingin meninggalkan Asia terlalu lama terutama memakai pakaian konyol ini!" Naruto bergumam dengan ekspresi cemberut, pada gadis berambut merah yang membantunya memperbaiki setelan yang dia kenakan dengan benar.

"Ini disebut tuxedo Naruto-kun" ucap Rias dengan ekspresi kosong. kembali membantunya memilihkan Dasi, gadis berambut merah mengambil dua dasi dimeja sebelum membandingkannya dengan meletakkan itu dileher Naruto. "Aku pikir hitam akan terlihat bagus padamu Naruto-kun!" Ucap Rias sambil mengalungkan dasi itu dan memakaikannya..

"Jangan bercanda, Rias-chan!" Ucap Naruto sambil menggeleng, "Aku hanya akan terlihat bagus, dengan warna oranye, kau tahu kombinasi merah dan kuning" lanjut Naruto menyeringai.

"Apa kau menggodaku, Uzumaki Naruto" tanya Rias sambil mengedipkan mata padanya.

"Bisakah aku mencobanya," jawab Naruto tersenyum.

"Kau pasanganku malam ini, Aku yakin kau bisa" ucap Rias sambil terkikik geli.

"Apa kau menggodaku, Rias Gremory?" Tanya Naruto sambil menyeringai Dengan menanyakan pertanyaan yang sama yang ditanyakan padanya, mendapatkan tawa geli dari gadis itu sebelum menampar lengannya dengan pelan.

Lilith menyaksikan pasangan itu saling menggoda didepanya dan tidak bisa untuk tidak merasa cemburu pada adik perempuannya, mereka berdua ada didalam kamar Rias. Sementara dirinya ada dikamar lamanya diistana Gremory menyaksikan adegan itu melalui kamera rahasia yang dia letakkan di kamar adik perempuannya. Yang biasa dia gunakan Untuk melihat adiknya ketika tidur.

Beberapa mungkin memanggilnya mesum ataupun cabul, tapi dia hanya seorang siscon.

Dan bagaimana mungkin tidak? Adik perempuannya sedang menggoda suaminya, yang jelas-jelas tidak ingat apa-apa tentang dirinya dan semua waktu yang telah lama mereka habiskan bersama.

'Tenang Lilith' batin Mao berambut merah menyemangati dirinya sendiri, 'Dia sudah menjadi milikmu, pastikan dia mengingatmu dan semuanya akan kembali normal!" Lanjutnya pada diri sendiri.

Namun dia tidak bisa mengendalikan perasaannya.


TsUdzukeru!