.
TOPPING RAMEN ATAU PUSARAN.
Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.
Rate M
Warning! : Ooc,AU, bahasa dan penulisan aneh, membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran.
"TIDAK SUKA JANGAN DIBACA"
"AKU TIDAK PERNAH MEMAKSA ANDA UNTUK MEMBACA FIC INI, GITU AJA KOK REPOT."
Pair : ( 😸😍😳😻😡😘😇😜😼)
Genre : Supranatural, Adventure
Summary : Kehidupanku yang damai sekarang berubah, karena kekacauan yang di sebabkan oleh mahluk supranatural di sekelilingku. Semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk terus bertemu stalker berambut perak. Benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin Benar apa yang Sasuke katakan dulu, Kalau aku adalah magnet masalah tidak peduli dimana pun aku berada.
"Naruto" bicara normal
'Naruto' pikiran/batin
"Naruto" Teknik/Sihir/Jutsu
"Naruto" Monster/Naga/Bijuu bicara
'Naruto' Monster/Naga/Bijuu berpikir.
Chap 6
Penuh kejutan part 02
Cerita dimulai!
Satu hari telah berlalu sejak pertarungannya dengan Raiser dan issei dan berdasarkan keinginannya. Perjodohan antara Rias dengan Raiser telah dibatalkan. Dan kedua keluarga telah setuju bahwa itu adalah yang terbaik bagi kedua belah pihak.
Dan acara yang akan diselenggarakan malam ini diistana Gremory adalah pesta perayaan kembalinya Naruto, yang diselenggarakan oleh orangtua Rias. Naruto terkejut mendengar bahwa dia sangat terkenal dikalangan Iblis tua yang memandanginya kemarin malam. Jadi sudah pasti fraksi Iblis harus merayakan kepulangannya.
Menjadi populer dikalangan sesuatu yang tidak dia ketahui sebelumnya, terutama karena dia tidak mengingatnya. Bukan hal yang dia datangi setiap hari.
Ini mengingatkan dia akan apa yang terjadi setelah perang Shinobi keempat semua orang mulai mengenalnya dan melemparkan diri kearahnya.
Namun yang membuatnya bingung adalah Lilith Lucifer, sepertinya hubungannya dengan wanita itu lebih dari sekedar guru dan murid, dia bisa melihat itu semua dari matanya, saat Lilith menatapnya. Apalagi setelah kejadian konyol kemarin malam.
"Sepertinya kita masih punya waktu sekitar dua jam. sebelum acara dimulai Naruto-kun, bagaimana kalau kita jalan-jalan disekitar istana terlebih dulu?" Ucap Rias bertanya, Menyadarkan Naruto dari pikirannya.
Sebelum mengganggukan kepalanya, dan mengikuti Rias keluar kamarnya. Tetapi sebelum menutup pintu Naruto menoleh langsung ke arah kamera dan mengedipkan mata sambil tersenyum. Membuat mata Lilith melebar terkejut melihatnya.
"Aku masih tidak percaya, kalau aku pernah tinggal di sini!" Ucap Naruto sambil melihat sekeliling istana dengan pandangan menyelidik👻.
"Aku juga tidak percaya, kalau Onee-sama menyegel ingatanku?" Ucap Rias sambil menggumamkan bagian terakhir. Sebelum teringat pembicaraannya dengan ibu dan ayahnya saat Naruto sibuk menghindari peluru es dan para Pereage kakaknya.
Flasback on
Seorang gadis berambut merah berjalan tergesa-gesa, dilorong istana Gremory menuju ke arah dimana kedua orangtuanya berada sebelum berhenti disebuah pintu dan membukanya.
"Mm, ada apa Rias-chan? Kenapa kau terlihat buru-buru sekali!" Lucius Gremory bertanya pada putrinya,
"seorang gadis tidak harus bersikap seperti itu!" Ucap Venelana menasehati.
"Oka-sama, Tolong ceritakan padaku tentang Naruto-kun?" Tanya Rias Gremory pada ibunya.
"Rias, Duduklah dulu bukanlah aku mengajarimu untuk bersikap sopan" ucap Venelana menatap tajam putrinya sebelum menyesap teh ditangannya dengan tenang.
"Hai oka-sama" jawab Rias sebelum duduk disebelah ibunya yang sedang duduk disofa.
"Jadi, apa yang ingin kamu ketahui tentang Naruto-sama?" Tanya Venelana saat Rias duduk.
"Semuanya oka-sama!" Jawab Rias dengan cepat.
"Rias-chan, jika aku ceritakan semuanya akan memakai berberapa chapter untuk mengungkapkan semua itu gadis muda," Venelana berkata menasehati putrinya.
"Jadi aku hanya akan sedikit menceritakannya." Lanjut Venelana dengan tenang.
"Naruto-sama, adalah seorang Shinobi Abadi dari zaman dimana dunia manusia masih dikenal dengan nama bangsa elementary, dia selama ini terus mengembara ke berbagai belahan dunia sebelum bertemu denganku dan ayahmu saat perang besar antara ketiga fraksi. Saat itu kami hampir saja tewas jika tidak ditolong Naruto-sama, kemudian aku dan ayahmu meminta Naruto-sama untuk tinggal disini. Itu semua terjadi sebelum kakakmu lahir. Dan saat kakakmu seusia denganmu dulu aku dan ayahmu beserta orangtua Serafall dan Ajuka meminta dia menjadikan mereka bertiga jadi muridnya" ucap Venelana sebelum meminum tehnya.
"Ketika kamu lahir, Kamu begitu lengket pada Naruto-sama semenjak kamu bisa berjalan, seperti kakakmu dulu," ucap venelana melanjutkan sambil tersenyum geli.
"Terus apa yang terjadi selanjutnya? Oka-sama!" Tanya Rias menuntut.
"Cukup Rias-chan, semua akan terungkap pada waktunya!" Ucap Venelana sebelum meletakan cangkir teh yang telah kosong diatas meja.
"Tapi?" Ucap Rias dengan nada memohon.
"Turuti saja! Kata-kata ibumu Rias-chan,"ucap Lucius pada putrinya.
flashback of
Saat Rias dan Naruto akan melewati kamar Lilith.
"Kita jangan sampai menggangunya, karena Lilith Nee-sama. Tidak bisa meninggalkan tugas-tugasnya saat ini." Rias berkata dengan cepat.
"Maksudmu, dokumen?" Tanya Naruto, mengingat musuh abadi setiap kage, dia selalu menggunakan klon bayangan untuk mengurus dokumen sementara diirinya pulang kerumahnya. Tentunya tanpa sepengetahuan Shikamaru.
Dan Bolt mengatakan dia tidak peduli dengan keluarganya.
"Ya" jawab Rias sambil menganggukkan kepalanya, sebelum menarik tangan Naruto menuju tempat lain, dia tidak suka cara Naruto melihat kakaknya. Karena dia sangat cemburu dan merasa terancam dengan keberadaan Lilith.
Terutama karena Naruto mengaku sebagai penulis novel icha-icha paradise. Naruto mungkin sangat cabul, karena melakukan "penelitian" untuk mendapatkan semua materi novelnya, yang dia gunakan untuk menulis novel-novel tersebut. Episode terakhirnya menunjukkan profil pemeran utama yang sangat mirip dengan Akeno. Dia tidak akan terkejut jika episode berikutnya, Menuliskan tentang Gadis berambut merah atau bahkan kembar.
"Hei Rias-chan, bisa aku menanyakan sesuatu?" Tanya Naruto melihat ke pintu kamar Lilith sebelum kembali kearah Rias.
"Tentu, apa yang ingin kau tanyakan Naruto-kun?" Jawab Rias bertanya.
"Apa kakakmu punya, Pacar atau bahkan seorang suami?" Naruto bertanya dengan ekspresi wajah penasaran.
"Setahuku, tidak!" Jawab Rias ragu, karena dia mulai meragukan ingatannya sekarang. Tapi Naruto menangkap nada ragu yang digunakan Rias, 'Aku harus mencari tahunya nanti' pikir Naruto.
"Tapi dia mempunyai seorang putra dari pasangannya dulu, putranya bernama Millicas Gremory dan dia berusia 10 tahun" lanjut Rias sebelum menatap tajam Naruto. "Kau tidak mencoba merayunya kan?" Rias bertanya dengan mata menyipit😤.
"Tentu saja tidak! Mana mungkin aku bisa bersaing dengan pria yang menjadi pasangannya" ucap Naruto dengan wajah kosong Membuat Rias tampak senang dengan jawabannya dan terus berjalan.
"maksudku lihat Lilith dia benar-benar cewek paling seksi yang pernah aku lihat. Laki-laki yang mendapatkannya pasti pria paling beruntung." Lanjut Naruto tanpa melihat ekspresi Rias ketika dia mengatakan hal itu.
"APA?" Tanya Rias emosi, "MAKSUDMU AKU TIDAK SEBANDING DENGAN DIA?" lanjut Rias dengan nada tinggi. Membuat Naruto melihat Rias dari atas ke bawah. 'sejujurnya kalian berdua hampir sama. Cuma menurutku ada sesuatu tentang dirinya yang membuatku merasa lebih tertarik. Mana mungkin aku mengatakan itu' pikir Naruto.
"Maaf Rias-chan, kau tidak bisa membuat seorang penulis novel icha-icha untuk tidak melihat gadis cantik dan seksi bukan!" Jawab Naruto dengan tenang.
'Tapi ini menggangguku, putra Lilith berusia 10 tahun. Rias tidak mengetahui siapa ayahnya? Dan semua catatan tentang diriku telah dihapus... mungkinkah?' pikir Naruto sebelum Kembali tersadar saat Rias melepaskan genggaman tangannya.
Mendesah sambil membersihkan pikirannya. Naruto kembali berjalan mengikuti Rias disampingnya. 'tapi aku kasihan, pada diriku sekarang, bagaimana bisa aku melupakan begitu banyak hal?' pikir Naruto dengan sedih.
Didepan pintu Ballroom istana Gremory!
"Dimana gadis itu?" Ucap Naruto kesal saat dia berdiri dengan menyilangkan tangan di dada. Dengan kaki yang mengetuk-ngetuk lantai tidak sabar.
"Tenanglah Naruto-sama! Aku yakin Bunchou akan segera datang!" Ucap issei sambil memegang pundaknya, "Um, Naruto-sama! Bolehkah aku meminta sesuatu?" Lanjut Issei.
Rupanya sirambut coklat memandang Naruto sebagai panutan karena dia adalah pencipta maha karya "icha-icha paradise" apalagi setelah Naruto memberinya salah satu novel yang dijadikan taruhan saat pertandingan. Tadi sore.
"Apa? Jangan bilang kau ingin aku kucium!" Jawab Naruto berniat sedikit bercanda.
"Tidak, Naruto-sama, tentu saja tidak!" Ucap issei dengan cepat. "Aku masih normal!" lanjut issei dengan nada tinggi.
"Masa? Aku dengar disekolah kau ada hubungan tertentu dengan Kiba?" Tanya Naruto dengan wajah datar.
"Aku masih menyukai payudara wanita, jadi tidak mungkin aku ada suatu hubungan dengan Kiba" jawab issei dengan panik.
"Bagaimana jika Kiba berubah menjadi perempuan berdada besar? Apa kau akan menolaknya?" Tanya Naruto membuat issei berpikir keras. Menyebabkan dia menjauh sedikit dari bocah berambut cokelat.
"Tenang issei, aku hanya bercanda!" Ucap Naruto sebelum melanjutkan, "Memang apa yang kau minta dariKu?" Naruto bertanya sambil menyeringai.
"Bisa aku memintamu untuk melatihku! Naruto-sama" jawab issei mantap. "Setelah pertandingan melawanmu dan Raiser kemarin malam! Aku menyadari betapa lemahnya diriku yang sekarang! Jadi, aku mohon" lanjut issei sambil menundukan kepalanya..
"Kenapa Aku harus melatihmu? Itu tidak ada untungnya buatku!" Jawab Naruto bertanya dengan pose berpikir.
"Aku mohon, Naruto-sama jika aku tidak bisa menjadi lebih kuat maka aku tidak akan pernah bisa meraih impianku! Dan yang lebih penting aku ingin bisa melindungi teman-temanku" Issei berkata dengan tekad membara dimatanya.
Membuat Naruto sedikit tergugah mendengarnya, Dia seakan melihat dirinya waktu masih remaja dulu(Secara umur) setelah Menghela nafas Naruto pun berkata.
"Baik, akan aku pikirkan nanti!'" jawab Naruto sedikit menggangguk. "Ngomong-ngomong siapa gadis pasanganmu malam ini?" Lanjut Naruto bertanya pada sirambut coklat.
"Koneko-chan" issei menjawab.
"Bagus untukmu!" Ucap Naruto,
'setidaknya dengan gadis itu, akan ada yang menjaganya dari bertindak yang iya-iya.' batin Naruto, sebelum dia menghela nafas lega.
Issei memutuskan untuk menemani Naruto yang sedang menunggu Rias, Kemudian keduanya berdiri didepan pintu ballroom. sambil menunggu gadis berambut merah itu datang, saat Naruto sibuk memperhatikan setiap tamu yang datang. issei malah membaca novelnya tanpa tahu tempat, yang mendapat tatapan iri? dari beberapa tamu yang masuk ke Ballroom.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Naruto-kun" ucap sebuah suara dibelakangnya.
Membuat Naruto dan issei berbalik dan hampir menjatuhkan rahang mereka kelantai saat melihat keindahan dihadapan mereka berdua. Rias Gremory memakai gaun putih yang memperlihatkan belahan dadanya dan punggungnya seperti Lilith kemarin malam, hanya saja ini berwarna putih dengan sedikit lipstik merah dibibirnya dan beberapa aksesoris yang dipakainya benar-benar sebuah keindahan sejati.
Naruto mulai mempertanyakan kenapa mahluk seindah ini disebut iblis jika kecantikan dan pesona mereka melebihi seorang Dewi setidaknya itu yang Naruto pikirkan.
'Waw, kupikir Lilith lebih cantik dan lebih sexy dari Rias, aku tarik kembali kata-kataku sebelumnya dia sangat luar biasa cantik bahkan hampir secantik Lilith, tidak dia setara dengan kakaknya.' Batin Naruto bermonolog.(berbicara dengan dirinya sendiri)
"Kau tampak menakjubkan, Rias-chan" ucap Naruto memuji penampilannya.
"Terima kasih Naruto-kun, kau juga tampak hebat!" Ucap Rias tersenyum, sebelum menoleh ke arah issei. "Issei, bukankah seharusnya kau bersama Koneko sekarang?" Rias berkata, bingung melihat pion-nya masih berdiri didepan pintu.
"Kau benar Bunchou, dia akan membunuhku jika aku terlambat!" Jawab issei setelah pulih dari syoknya, Sebelum berlari masuk kedalam Ballroom.
"Haruskah kita Nona" ucap Naruto sambil menawarkan lengannya pada Rias yang dengan senang hati diterimanya.
Mereka berdua kemudian membuka pintu bersama dan melangkah masuk kedalam ruangan.
Naruto segera disambut pesta penyambutan paling megah dan mewah, yang pernah dilihatnya. Berbagai makanan dan minuman mewah tersaji di meja dekat dinding.
Didalam cukup ramai, sebagian besar tamu adalah iblis berusia ratusan tahun, walaupun penampilan mereka hanya berkisar 20 tahunan. Ada pula para iblis muda sekitar usianya (dalam penampilan) dan mereka semua memakai gaun dan tuxedo yang terlihat mahal.
Pada saat Naruto dan Rias masuk ke dalam ruangan. semua mata tertuju pada mereka, membuat Naruto sedikit tidak nyaman, karena dia bukanlah bocah Shinobi dari Konoha dulu yang menginginkan banyak perhatian, dia sekarang seorang pria yang tidak menyukai terlalu banyak perhatian. Karena menurutnya perhatian banyak menggundang masalah,
Namun Dia sudah melangkah terlalu dalam di dunia supranatural, jadi dia harus menerima/mempersiapkan diri untuk ini. Berbeda dengan pewaris Klan Gremory dia berjalan dengan elegan layaknya seorang bangsawan sejati. Terlihat senang karena berhasil terbebas dari perjodohan yang tidak diinginkan nya serta menjadi pasangan Naruto di pesta penyambutan ini.
"Selamat datang kembali, Naruto-sama!" Ucap seorang iblis menyambut Naruto dengan senyum.
"Ya, Terima kasih" ucap Naruto dengan senyum canggung.
"Senang kau kembali, Naruto-sama" ucap iblis lain sambil membungkuk.
"Mm, sama-sama" jawab Naruto singkat.
"Orang tuaku banyak bercerita tentangmu Naruto-sama, senang kau berada di pihak kami" ucap seorang gadis muda.
"Oh tentu, siapa namamu? Gadis manis?" Ucap Naruto bertanya sambil tersenyum, yang menyebabkan gadis itu tersipu malu, dan membuat Rias yang menggaet lengannya tiba-tiba mencubit pinggangnya sampai membuatnya terkejut.
"Masih saja menggoda, gadis lain!" Ucap Rias bergumam.
"Maaf, Tidak sengaja!" Ucap Naruto tersenyum sambil mengusap tangan Rias yang menggaet lengannya, yang menyebabkan gadis berambut merah mendengus.
"Oh come on! Rias-chan, kau tampak lebih cantik jika tersenyum. Jadi jangan cemberut begitu!" Naruto berkata sambil memegang dagunya membuat Rias tersipu melihat betapa dekat wajahnya dan wajah Naruto.
"B-BAIK, A-Aku T-Tidak akan C-cembe-rut lagi jika kau berjanji tidak akan M-menggoda gadis lain, K-Kar-rena kau pasanganku malam ini." ucap Rias dengan gagap dia begitu malu saat wajahnya dan wajah Naruto sangat dekat dia sampai bisa merasakan hembusan nafas Naruto diwajahnya, yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat sehingga dia tidak bisa mengendalikan diri.
"Hmpm, " suara Naruto menahan tawa,
Naruto tidak percaya kalau gadis ini sama dengan gadis yang menciumnya ditengah Arena, yang dilihat banyak orang/iblis, karena baginya ini sangat lucu melihatnya tergagap.
"Jangan tertawa, cepat jawab Naruto-kun!" Ucap Rias rona merah diwajahnya semakin kental, hampir menyamai warna rambutnya.
"Hai, Ojou-sama!" Ucap Naruto setelah mengendalikan diri.
Keduanya kembali berjalan melewati kerumunan iblis, dalam beberapa saat saja Naruto sudah ditanyai dan dikerumuni oleh para iblis tua dan muda, seperti seorang selebriti Hollywood. Kemudian Naruto dan Rias berbincang dengan beberapa iblis kelas atas lainnya.
"Senang melihatmu, tersenyum kembali Rias-chan!" Naruto berkata pada gadis berambut merah disebelahnya.
"Tentu saja" ucap Rias sambil tersenyum, "Aku mendapatkan pria paling tampan, sebagai pasanganku malam ini! tentu saja aku sangat senang" lanjut Rias sambil menarik Naruto kembali.
"Aku juga Senang mendengarnya" Naruto berkata sambil melihat sekeliling, "Banyak orang/iblis yang tidak aku kenal disini! Tapi mereka seakan mengetahui segala sesuatu tentang diriku, itu cukup menakutkan" Ucap Naruto. Membuat Rias menatapnya.
"Kau akan segera terbiasa, jadi tidak usah khawatir Naruto-kun" Rias berkata sambil memeluk lengannya lebih erat, membuat Naruto merasakan lembutnya payudaranya yang besar.
"Ara~Ara, kau benar-benar menikmati dirimu sendiri Bunchou" Ucap suara lembut seorang gadis, Membuat Naruto dan Rias menoleh ke belakang.
"Akeno!" Ucap Rias terkejut melihat ratunya sudah ada dibelakangnya tanpa dia sadari.
"Halo Akeno-chan, aku pikir kau akan diam terus dibelakang kami!" Ucap Naruto menyeringai.
"Ara~ jadi sudah ketahuan dari tadi, Eh! Naruto-kun" ucap Akeno tersenyum sambil memegang sebelah pipinya, "Apa kau akan menghukumku, karena membuntutimu Naruto-kun?" Lanjut Akeno sambil memeluk lengan Naruto yang bebas dengan wajah merah merona.
Sebelum Naruto berkata apapun, datanglah Kiba
"Halo, Bunchou, Akeno-san, Naruto-sama" ucap Kiba sambil berjalan mendekati mereka bertiga.
"Kiba, dimana bocah mesum itu" ucap Naruto bertanya, tapi sebelum Kiba menjawab issei dan Koneko datang tak lama kemudian.
"Bunchou Akeno-san" issei berkata sambil memegang pinggangnya terlihat kesakitan, 'mungkin dia melakukan sesuatu yang membuat Koneko memukulnya.' pikir Naruto, sebelum menoleh ke arah gadis mungil berambut putih.
"Yo, koneko-chan" ucap Naruto berkata pada gadis pendiam.
"Halo" Koneko menjawab singkat.
Naruto mengangguk, tampak berpikir sebentar sebelum berkata, "Rias-chan, aku telah lama memikirkan hal ini. Bisakah kau-..." Ucapan Naruto terhenti saat lampu tiba-tiba saja padam.
Semua Iblis terdiam sebelum melihat kearah panggung utama yang disoroti lampu tembak, tampak disana empat tempat duduk berbentuk singgasana. Terlihat Lilith duduk di salah satu singgasana paling kanan dan Grayfia berdiri disampingnya dengan wajah sedatar tembok, terus disebelah kiri Lilith duduk seorang pria berambut hijau yang disisir ke belakang, dan sebelah kiri pria hijau duduk seorang gadis dengan pakaian maho shoujo? berwarna pink berambut hitam bergaya twin tail dan duduk di singgasana paling kiri seorang pria berjenggot berambut hitam.
"Merekalah, ketiga pemimpin lainnya selain Onee-sama" ucap Rias berbisik padanya, "para pemimpin bangsa Iblis, youndai Mao" ucap Rias melanjutkan.
Naruto menatap mereka dengan pandangan tertarik, saat melihat empat iblis paling kuat, yang duduk di singgasana mereka, bahkan dengan situasi yang tidak berbahaya seperti ini. Dia bisa merasakan kekuatan mentah mereka berempat, apa lagi sirambut merah. kemarin malam dia tidak terlalu memperhatikannya karena sibuk dengan kejadian absurd yang tengah terjadi.
'sulit dipercaya, kalau aku menjadi guru dari ketiga Iblis dari keempat pemimpin bangsa Iblis ini' pikir Naruto sambil tersenyum samar. Sebelum melihat gadis berpakaian maho shoujo berwarna pink, menatapnya sambil mengedipkan mata dan tersenyum menggodanya. Sebelum dia menoleh ke arah lain.
Rias yang melihat Naruto menatap Mao berambut hitam kemudian mendekatkan mulutnya ditelinga Naruto yang membuat Akeno mempererat pelukannya pada tangannya,
"Dia Serafall Leviathan, iblis wanita terkuat setelah Onee-sama. Namanya dulu Serafall shitri, tapi setelah perang saudara di dunia bawah dia mengambil peran sebagai Leviathan. Grayfia pernah menantangnya untuk judul itu, tapi kalah" ucap Rias menjelaskan sambil melotot pada ratunya, yang dibalas senyuman oleh Akeno.
Karena aksi Rias dan Akeno tersebut, membuat beberapa wanita kesal dan cemburu sampai membuat sebelah mata mereka berkedut.
'tenang Lilith, tenangkan dirimu!' ucap Lilith dalam hati.
'Dulu kakaknya, sekarang adik dan Ratunya, yang membuatku kesal seperti ini' batin Grayfia sambil mengepalkan tangannya.
'Aku tidak akan melepaskanmu sekarang, Naruto-sensei. Dulu kau pergi sebelum aku mengutarakan perasaanku padamu, tidak akan aku biarkan kedua gadis kecil itu menghalangiku Sekarang.' Batin Serafall bermonolog.
Kembali ke sikuning.
"Benarkah?" Tanya Naruto terkejut. Tidak melihat kedua pasang mata yang terus memancarkan listrik didekatnya.
"Ya, tapi walaupun begitu. Grayfia adalah iblis wanita terkuat ketiga di dunia bawah," jawab Rias membuat Naruto mengangguk paham dia tidak perlu diberi tahu tentang hal itu, terutama saat dia melihatnya sendiri kemarin malam. "Serafall-sama juga adalah iblis yang bertanggung jawab atas diplomasi" lanjut Rias pada Naruto.
"Bagaimana dengan pria berambut hijau?" Naruto bertanya.
"Namanya Ajuka beelzebub, sebelumnya dia dikenal dengan nama Ajuka astaroth, dia adalah pencipta dari evil piece, dan kepala departemen teknologi Iblis." jawab Akeno menjelaskan, sebelum menutup mulutnya menahan tawa, saat melihat Rias Gremory seperti akan meledak.
"Jadi dia tipe otak" ucap Naruto mengelus jenggotnya yang tidak ada?
"bagaimana dengan pria berjenggot?" Lanjut Naruto bertanya.
"Dia fallbium asmodeus, Mao yang bertanggung jawab atas urusan militer dan pertahanan, dia dikenal sebagai ahli taktik dan strategi terhebat di dunia bawah." Jawab Rias setelah menatap tajam Akeno.
Tiba-tiba Lilith berdiri, sebelum mengangkat tangannya untuk mengumpulkan perhatian semua iblis yang hadir, saat dia memastikan semuanya telah melihat kearahnya. Dia berbicara dengan nada tinggi.
"SEMUANYA DENGARKAN! Seperti kita ketahui bersama kita semua berkumpul di sini untuk merayakan kembalinya pahlawan kita, Uzumaki Naruto. Yang telah berada di pihak kita selama perang besar antara ketiga fraksi." UCAP Lilith dengan nada berwibawa, dan menatap ke arah Naruto dengan senyum maniS Diwajahnya,
"Saat Keturunan keempat Mao asli, memerintahkan para iblis berperang melawan Malaikat dan malaikat jatuh, dia secara tegas menentang gagasan itu, dengan bersikap netral. Tapi dia tetap mendukung kami dengan menjadikan kami para iblis yang sekarang memegang gelar sebagai Lucifer, Leviathan beserta Beelzebub, sebagai muridnya. Sehingga kami bisa memimpin para iblis anti Mao terdahulu, dan bertarung melawan mereka Untuk mendapatkan kebebasan kita para iblis jaman now." Ucap Lilith sambil mengangkat gelas wine diatas kepalanya,
"MARI KITA BERI SAMBUTAN YANG MERIAH UNTUKNYA," ucap Lilith dengan nada tinggi yang diikuti sorakan meriah para iblis yang berada didalam dan diluar istana Gremory.
"HIDUP! UZUMAKI NARUTO!" Ucap para iblis serempak beberapa kali sebelum para iblis tua mengambil gelas wine.
"UNTUK NARUTO-SAMA!" Ucap mereka sebelum meminum wine yang mereka pegang.
Ketika sorak-sorai akhirnya mereda, para tamu undangan kembali berbincang satu sama lainnya. Naruto akan membawa Rias ketempat yang lebih sepi untuk beberapa hal yang perlu dia tanyakan sebelum terganggu oleh suara lembut dan manja mengisi gendang telinganya.
"Naruto-sensei!" Ucap iblis itu, membuat Naruto menoleh ke belakang. Tanpa sempat bereaksi Naruto menemukan wajahnya terkubur dalam benda lembut sebelum jatuh kelantai, membuat Rias dan para Pereagenya terkejut.
"S-Serafall-sama," ucap Akeno yang pertama kali sadar dari keterkejutannya, Membuat Rias, Kiba, Koneko dan Issei yang sedang menatap dua orang yang berada di lantai tersadar.
"Serafall-sama, apa yang kau lakukan?" Ucap Rias bertanya mewakili semuanya.
"Tentu saja, melepas rasa kangenku pada sensei!" Jawab Serafall Sambil memeluk kepala Naruto didadanya.
'Jiraya-sensei, aku tahu kau menginginkanku mewujudkan impianmu Tapi bukan yang ini. Aku tidak mau mati, tercekik payudara!' batin Naruto menjerit. Sebelum kesadarannya hilang seseorang menarik Serafall menjauh darinya.
"Serafall-sama! Tolong jaga kelakuanmu!" Ucap Grayfia yang mengangkat Serafall layaknya ibu kucing mengangkat anaknya, sebelum menjatuhkannya kelantai.
"Mo~ Grayfia-chan jahat!" ucap Serafall dengan nada imut tapi matanya memandang tajam Maid berambut perak. 'Cih bilang saja kau cemburu dasar ubanan' batin Serafall mengumpat.
"Naruto-kun!" Ucap Rias sebelum berlutut dan memeluk Naruto dengan erat, "Kau tidak apa-apa?" Lanjut Rias bertanya sambil mengelus bagian belakang kepala Naruto sembari membenamkan wajah Naruto kedalam payudaranya yang besar.
'mimpi apa aku semalam?' ucap Naruto dalam hati.
"Kau tidak bermimpi apapun! Gaki" ucap Kurama melalui pikirannya,
"Kau tahu Naruto-kun! Itu karena setelah kau datang ke sini Kurama membuatmu pingsan!" Ucap Matatabi menjelaskan. Sebelum tertawa terbahak-bahak bersama para Bijuu lainnya.
"Hahaha," suara para Bijuu tertawa. membuat mata Naruto berkedut kesal.
'Diam kalian,' ucap Naruto melalui pikirannya, bukannya membuat mereka diam. para Bijuu malah tertawa makin keras.
"Aku rasa beberapa hal tidak akan pernah berubah!" Ucap Ajuka dari belakang mereka, Sambil menggeleng membuat Serafall menjulurkan lidahnya. "Senang melihatmu lagi! Sensei" lanjut Ajuka tersenyum.
"Hah, hah! Hah! " Suara Naruto setelah terbebas dari penyiksaan menyenangkan/Terjepit diantara payudara, Dia menghirup udara dengan rakus, setelah merasa agak baikan dia pun berkata.
"Aku tidak pernah menyangka akan dipanggil sensei oleh para pemimpin bangsa Iblis..." Ucap Naruto sambil tersenyum pada Mao berambut hijau. Yang menatapnya seperti akan mengatakan sesuatu,
"Ada apa?" Lanjut Naruto bertanya pada Ajuka.
"Tidak, bukan apa-apa sensei! hanya saja aku lebih tinggi darimu sekarang. Ha! Ha! Ha!" Jawab Ajuka sebelum tertawa terbahak-bahak, sambil menampar pundaknya main-main.
"Aduh! Itu menyakitkan" ucap Naruto, bukan tamparan pada pundaknya yang membuatnya sakit. Itu ketika ada yang menyinggung tentang tingginya, membuatnya kesal/sakit.
Kemudian Naruto menoleh ke arah wanita berambut merah yang menatapnya.
"Terima kasih, karena pidatomu barusan Lilith, Itu bagus sekali. yah~ meskipun aku tidak ingat apa-apa!" Ucap Naruto sambil mengangkat bahu, sebelum melihat seorang bocah laki-laki berambut merah yang bersembunyi di belakang kaki Mao berambut merah, yang menatapnya dengan mata ingin tahu.
Mengetahui kalau Naruto sudah melihatnya, bocah berambut merah itu maju kedepan Naruto, membungkuk sedikit sambil bertanya dengan sopan.
"Apakah? Kau benar-benar Uzumaki Naruto?" Ucap bocah itu.
"Ya, Memang kenapa? Dan siapa namamu?" Jawab Naruto bertanya Setelah dia berlutut dengan satu kaki untuk menyamakan tingginya dengan bocah itu.
"Aku Millicas Gremory, " jawab Millicas dengan nada ceria, "Oka-sama menceritakan banyak hal tentangmu, dan petualanganmu ke berbagai tempat yang berbeda, adalah salah satu favoritku!" Lanjut Millicas dengan mata berbinar-binar sebelum mengeluarkan buku dan bolpoin,
"Bisakah aku meminta tanda tanganmu? Semua teman-temanku membicarakanmu, aku ingin menunjukkan pada mereka kalau aku bertemu langsung denganmu" Tanya Millicas dengan nada penuh harapan.
"Benarkah? Kau yakin!" Jawab Naruto sambil menyeringai. Sambil mengambil bolpoin dan buku dari tangan Milicas.
"Ini dia Millicas-kun," ucap Naruto tersenyum, sambil menyerahkan buku dan bolpoinnya kembali pada bocah berambut merah, sebelum mengelus kepalanya dengan lembut.
Lilith menggigit bibir bawahnya, menahan tangis, air mata sudah terkumpul di sudut matanya, dia merasa jijik pada dirinya sendiri, Millicas sangat menyukai Naruto sebagai sosok pahlawan, karena dia sering menceritakan berbagai kisah tentangnya pada Millicas sebagai dongeng pengantar tidur. Meskipun dia membuat peraturan untuk para iblis tua untuk tidak pernah menceritakan tentang Naruto, pada keturunan mereka.
Dan melihat adegan mengharukan dihadapannya, membuat dia hampir tidak bisa mengendalikan emosinya. Millicas menjadi penggemar berat Naruto tanpa mengetahui orang didepannya adalah ayahnya sendiri. Dan ingin sekali dia berteriak pada Naruto bahwa anak laki-laki yang dia tepuk kepalanya adalah anaknya.
Tapi dia harus menahan dirinya untuk melakukan itu, pernikahan antara dirinya dengan Naruto belum diresmikan bertahun tahun yang lalu. hanya diketahui oleh Serafall, Ajuka dan keluarganya. Jadi dia tidak bisa memberitahukannya sekarang, tidak sampai Naruto benar-benar mengingatnya.
Karena para tetua iblis yang tidak menyukai Naruto karena kekuatannya, mereka begitu takut akan dia. Dan Sebelum Naruto mendapatkan kembali ingatannya Lilith tidak akan bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan, Jika mereka mengetahui bahwa Milicas adalah putra Naruto. Tanpa terasa setetes air mata jatuh dari matanya ketika memikirkan hal itu, membuat seseorang yang memperhatikannya sejak tadi menjadi bingung?
'kenapa, dia sampai menangis? Dan ada apa dengan tatapan itu?' ucapnya dalam hati.
Lilith harus bersabar dan membantu Naruto mendapatkan kembali ingatannya, karena hanya itu satu-satunya cara untuk membuat keluarga mereka bersatu kembali.
"Oka-sama, lihat ini tanda tangan Naruto NII-sama," ucap Milicas sambil memperlihatkan lembaran buku yang telah ditandatangani oleh Naruto pada ibunya. Membuat Lilith tersenyum lembut padanya.
"Apa kau akan menunjukkannya pada teman-temanmu sekarang?" Ucap Lilith bertanya, yang dijawab anggukan cepat dari Milicas, sebelum membungkuk meminta izin dan Berlari keluar mencari teman-temannya.
"Kau semakin terkenal, Naruto-kun" ucap Lilith sambil tersenyum pada suaminya?
"Mm, aku rasa begitu!" Ucap Naruto tersenyum 😎.
"Apa kau sudah terbiasa Sensei" ucap Ajuka sambil mengalungkan lengannya pada bahu Naruto, " kau tidak akan percaya betapa populernya kau sekarang!" Lanjut Ajuka sambil menunjuk sekeliling.
"Mau memberi tahuku?" Ucap Naruto bertanya.
"Naruto-sama" ucap Lucius yang baru saja muncul dengan Venelana disampingnya.
"Oh! Lucius, Venelana aku bertanya-tanya dimana kalian berdua dari tadi?" Ucap Naruto bertanya saat melihat Lucius dan istrinya, karena dia tidak melihat mereka sejak masuk tadi.
"Maaf! Naruto-sama kami sibuk menyambut tamu diluar" Jawab Lucius.
"Jadi, bagaimana pesta yang kami lakukan untukmu ini?" Tanya Venelana sambil tersenyum.
"Kau ingin tahu? Ini mengagumkan!" Jawab Naruto, " tapi aku ingin tahu, Apa yang membuatku begitu populer di kalangan iblis muda dalam sehari?" Lanjut Naruto bertanya.
"Aku rasa ini ada hubungannya! Dengan Grayfia" jawab Venelana yang membuat semua yang berada di dekatnya menatap Maid berambut perak yang berdiri disamping Lilith sejak tadi.
"Hei Grayfia-chan!" Ucap Naruto sambil menyeringai,
"Halo Naruto-sama!" Ucap Grayfia dengan ekspresi datar.
"Shit, menjadi begitu dingin" Naruto bergumam membuat Iblis yang berada disekitarnya tertawa.
"Oh, come on! Grayfia-chan," ucap Lilith menarik rambut kepang Grayfia dari belakang, "Berhenti dengan akhiran *sama* panggil saja seperti saat kau memanggilnya KEMARIN MALAM" lanjut Lilith sambil menekankan bagian kemarin malam sambil menyeringai.
Membuat Maid berambut perak tersipu dengan wajah memerah, hampir menyaingi rambut majikannya.
"Itu benar Gray-chan," Ucap Serafall menambahkan, tapi dia bertanya-tanya apa yang terjadi setelah pertandingan Naruto melawan kedua iblis muda kemarin.
"Aku masih punya pekerjaan yang harus dilakukan, jadi permisi semuanya" ucap Grayfia Sebelum berbalik hendak melarikan diri, tetapi terhenti saat kedunya kepangnya dipegang oleh kedua Mao perempuan.
"Kau tidak bisa melarikan diri, Anee-sama!" Ucap Bewoulf yang sedang makan bersama Pereage Lilith yang lain, mereka bersembunyi dibalik kerumunan.
"Hei, aku masih disini" ucap Naruto sambil menunjuk dirinya sendiri karena merasa tertinggal dari pembicaraan mereka, kemungkinan melibatkan dirinya juga, dia karakter utama dalam FIC ini kan?
"Kau harus menunggu sampai para tamu undangan pulang untuk mengetahuinya Naruto-sama," ucap Lucius padanya, sebelum lebih banyak keluarga bangsawan Iblis lainnya mendatangi dan mengerumuni Naruto.
Skip time setelah para tamu undangan pulang!
"jadi, apa yang kalian bicarakan tadi?" Ucap Naruto bertanya dengan tidak sabar.
Saat hanya ada keluarga Gremory dan Pereage Lilith dan Rias berada di ruangan. Hanya Mao berjanggut yang meninggalkan karena dia berkata ada urutan lain yang harus dikerjakannya. Pereage Lilith yang ingin mengabadikan momen lucu yang akan terjadi, dan Rias beserta para Pereagenya yang ingin mengetahui. Dengan issei yang sedang membaca icha-icha Sabil cekikikan, Rias dan Akeno saling melotot entah apa yang mereka permasalahkan? Sementara Kiba menemani Koneko yang sedang asyik menghabiskan berbagai macam jenis kue yang tersisa dari pesta yang telah berakhir.
Maid berambut perak yang berdiri didepan Lilith dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya. Meskipun dengan rona merah di pipinya dan tangannya tak henti-hentinya meremas celemeknya. Membuat semua Pereage Lilith harus menahan diri untuk tidak tertawa,
Berbeda dengan Raja mereka, dia sedang melihat Grayfia dengan seringai jahil sambil memegang sebuah kamera untuk mengambil gambar paling memalukan dari Maid berambut perak. Untuk menggunakannya sebagai jaminan pemerasan yang akan dia lakukan padanya.
"Kau sangat menantikan ini bukan?" Ucap Naruto bertanya pada wanita berambut merah yang berdiri disebelahnya.
"Oh, kau tidak tahu berapa lama aku menunggu untuk ini!" Jawab Lilith sambil memotret Grayfia dengan kameranya. "Akan aku gunakan untuk membuatnya sedikit lebih santai padaku" lanjut Lilith sambil menyeringai.
"Kaku?" Tanya Naruto.
"Sangat!" Jawab Lilith menoleh ke arah Naruto, sebelum keduanya tersenyum geli. Setelah itu Naruto memandang sekeliling sebelum berkata.
"OKE, TOLONG JELASKAN, apa yang sebenarnya kalian maksud saat dipesta tadi?" Ucap Naruto sambil menarik perhatian semua Iblis yang berada di ruangan.
"Kutahu kalau aku bertempur dipihak kalian dalam perang besar tiga fraksi dan menjadi semacam pahlawan bagi kalian! Tapi aku pikir bukan itu saja yang membuatku terkenal dikalangan Iblis remaja? Karena mereka melihatku seperti melihat idola mereka dengan binar tertentu dimatanya?" Lanjut Naruto pada mereka (selain Rias dan Pereagenya)
"Naruto-sensei, pertama kamu harus tahu, bahwa bertarung dalam perang besar antara ketiga fraksi, mengasuh Lilith dan melatih tiga dari empat Mao, sudah membuatmu menjadi selebriti di dunia supranatural." Ucap Serafall dengan senyum genitnya. "Dan memang bukan hanya itu alasan mereka (Remaja/bocah) melihatmu sebagai idola mereka, tapi ada sesuatu yang lain yang kau lakukan!" Lanjut Serafall sambil menjulurkan lidahnya dengan manis.
"Jangan katakan, kalau itu ada hubungannya dengan Grayfia?" Ucap Naruto sambil menatap Maid berambut perak.
"Secara langsung itu memang melibatkannya" ucap Lucius sebelum melihat sekelilingnya, dan berhenti di kelompok Rias "Kalian membaca Love and wars kan?" Lanjut Lucius bertanya pada kelompok Putri bungsunya.
"Ya Oto-sama! Mem-..." Ucap Rias terhenti saat menyadari sesuatu, sebelum melotot tak percaya pada Naruto, "K-kau..." Ucap Rias sambil menunjuk Naruto dengan kurang ajar.
"Ada apa dengan wajah itu?" Tanya Naruto bingung kenapa Rias tiba-tiba menunjuknya.
"Rias-tan, bisa kau ambilkan buku itu dari kamarmu?" Ucap Lilith sambil tersenyum manis, untuk beberapa hal Naruto mendengar nada tidak suka dengan topik yang dibicarakan ayahnya.
"Biar aku sa..." Ucap Grayfia sambil mengangkat tangannya, sebelum Grayfia menyelesaikan kalimatnya, Serafall mengalungkan tangannya pada leher maid berambut perak. Menghentikannya.
"Oh, kau tidak bisa pergi kemana-mana gray-chan. Kami tidak ingin pemeran antagonis utama wanita, melarikan diri?" Ucap Serafall dileher Grayfia dengan kilatan berbahaya dimatanya.
"Antagonis? Dia jahat?" ucap Naruto bertanya sambil menunjuk Grayfia, sebelum tanda centang muncul di pelipisnya, "Adakah yang bisa memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi? Aku memang suka hidup dalam bayang-bayang dan menjauh dari masalah, But! come on, Aku Pria yang kehilangan ingatan tiga ratus tahun!" Lanjut Naruto merengek.
"Rias,"Ucap Venelana dengan nada tinggi pada Putri bungsunya, yang masih menatap Naruto.
"Hai, Oka-sama" jawab Rias sebelum berdiri dan berjalan keluar dari ruangan menuju kamarnya.
" Maaf, Bisakah? Anda ceritakan dulu tentang Naruto-sama, Lucius-sama?" Ucap issei sambil mengangkat tangan layaknya anak kecil.
"Ara~ tentu saja, sekiryuutei-kun" jawab Venelana sebelum melirik suaminya.
"Baiklah, ribuan tahun yang lalu, tiga fraksi. Yaitu malaikat dan malaikat jatuh serta iblis, saling berperang melawan satu sama lain. Para malaikat yang dipimpin Tuhan Alkitab, dan iblis yang dipimpin empat Mao terdahulu, beserta malaikat jatuh yang dipimpin Azazel. awalnya perang tersebut hanya antara iblis dan malaikat jatuh yang berebut kekuasaan atas dunia bawah, sebelum para malaikat yang diperintahkan Tuhan Alkitab untuk menyelesaikan konflik malah terbawa arus dan menciptakan perang besar..." Ucap Lucius, Tapi sebelum dia melanjutkan pintu terbuka dan Rias Gremory masuk ke dalam ruangan, dengan sebuah buku berwarna pink.
Untuk beberapa alasan Naruto melihat Grayfia ingin sekali membakar buku itu.
"Ini dia Oto-sama" ucap Rias menyerahkan buku pada ayahnya lalu berjalan ke arah Naruto setelah menatap tajam Grayfia.
"Terima kasih Rias-chan!" Ucap Lucius sambil tersenyum pada Putri bungsunya.
"Oh sampai dimana aku?" Tanya Lucius pada Pereage Rias.
"Sampai perang besar! Lucius-kun," jawab Venelana.
"bagaimana dengan Naruto-sama?" Ucap Issei.
"Naruto-sama hanya seorang pengembara abadi yang terus menerus berkeliling di dunia manusia, Seperti yang dia katakan tadi, sebelum bertemu denganku dan Venelana. dia hidup dalam bayang-bayang sembari menjauh dari masalah dan menikmati hidup bahagianya. Sendirian!" Lucius berkata, membuat issei mengerutkan keningnya sebelum melihat Naruto seakan mengatakan bahwa dia itu aneh. Dan berbagai reaksi dari sesama Pereage Rias yang lain,
"Hidup bahagia sendirian?" Ucap Rias sambil menyikut Naruto, "apa yang ada dipikiran mu?" Lanjut Rias sambil meletakkan tangannya dipinggang dan menunjuk Naruto dengan tangan yang lain.
"Rias-chan ketika kau seorang pengembara abadi sepertiku, kau akan mengerti!" Jawab Naruto dengan nada sedih. "Aku tidak bisa mendekati Siapapun karena aku abadi, aku akan hidup selamanya sementara orang yang aku sayangi akan meninggal saat waktunya tiba, aku menjauhkan diri dan meninggalkan semua hubungan apapun dengan mereka, dan hidup tenang sendirian!" Lanjut Naruto pada semua orang/iblis yang ada diruangan.
"Kau tidak sendirian Naruto-kun" ucap Lilith dengan nada lembut.
"Terima kasih, Lilith" Ucap Naruto tersenyum padanya.
"Ribuan tahun, aku terkejut kau belum menjadi gila?" Ucap issei sambil menatap Naruto dengan mata melebar.
"Aku melakukannya, selama lebih dari seratus tahun!" Ucap Naruto sambil Menghela nafas. Membuat semua iblis diruangan itu terkejut, bahkan Lilith yang mengira dia tahu segalanya tentang Naruto. "Tapi itu hanya masa lalu! Tolong lanjutkan Lucius aku yakin yang lain juga masih ingin mengetahui lebih lanjut" Naruto berkata sambil melirik para anggota pereage Rias.
"Yah seperti yang kami ceritakan kepada Naruto-sama kemarin malam, kami berhasil menyakinkannya untuk ikut bersama kami, dan saat kami memintanya untuk tinggal bersama kami dia terus menolaknya, itu sebelum kami memberitahunya kalau kami para iblis dapat hidup ribuan tahun. Akhirnya dia menyetujuinya untuk tinggal bersama kami Dan setelah itu aku dan Naruto-sama menjadi teman dekat, bahkan Naruto-sama memiliki hubungan yang baik dengan klan Gremory dan klan istriku dulu klan Bael." Ucap Lucius sebelum melihat Venelana mengangguk.
"Ketika aku melahirkan Lilith, kami berdua meminta Naruto-sama untuk menjaganya saat kami pergi bertugas ke Medan perang, yang langsung dia tolak. Dia berkata untuk apa aku menjaga bayi rewel" Ucap Venelana melanjutkan, menyebabkan beberapa tawa terdengar, dan Lilith cemberut.
"Tetapi setelah berkali-kali kami meminta, dia akhirnya menerimanya walaupun terus menggerutu sepanjang hari" ucap Venelana.
"Dan saat Lilith beranjak remaja seperti kalian sekarang. aku dan Venelana beserta orangtua Serafall dan Ajuka. meminta Naruto-sama untuk menjadikan mereka bertiga sebagai muridnya." Ucap Lucius menyambung Venelana.
"Dan membuat tim dasar dengan tiga anggota" ucap Naruto membuat Lucius mengangguk.
"Yey~ magical Tim," ucap Serafall bersorak sambil memeluk Naruto dengan erat. Yang membuat Naruto menatap puncak kepala Mao berpakaian maho shoujo dengan tatapan datar.
"Serafall, nama Tim kami adalah Tim maelstrom(badai) " ucap Ajuka mengingatkan, membuat Naruto menatapnya sinis. 'Tim maelstrom? Apa yang aku pikirkan menamai mereka itu?' pikir Naruto.
"Kau pada dasarnya menempatkan mereka melalui Neraka (penderitaan)" Venelana berkata dengan wajah kosong,
"tapi dengan pelatihanmu mereka bertiga menjadi sangat kuat dan segera bergabung bersama kami ke Medan perang Antar fraksi, Setelah melihat perang yang tidak kunjung berhenti kau meminta para pemimpin ketiga fraksi untuk menghentikan perang yang tidak mereka dengarkan dan kau mengambil keputusan jika ingin menghentikan perang kau harus membunuh... keempat Mao terdahulu dan Belial salah satu jendral malaikat jatuh, yang juga merupakan tangan kanan Azazel yang menghasut para malaikat jatuh untuk berperang dengan para iblis. Dan membuat ketiga kubu terpaksa menghentikan perang dan melakukan perjanjian perdamaian, " Ucap Venelana sambil meminum tehnya sebelum melanjutkan, tapi Naruto mengetahui ada sesuatu yang ditinggalkan disana sebuah jeda yang membuatnya merasa tidak nyaman.
" Setelah itu Kami berpikir mungkin perang panjang ini akan berhenti dan kami bisa hidup dengan damai! Ternyata itu salah karena para keturunan asli Mao terdahulu masih tidak terima akan keberadaan malaikat jatuh di dunia bawah dan memerintahkan para iblis untuk bertempur kembali melawan malaikat jatuh yang ditentang sebagian bangsa Iblis yang merasa itu hanya pertempuran bodoh. apa lagi dengan adanya kau yang menjaga perdamaian itu! Sampai tercipta dua kubu iblis yang menentang keturunan Lucifer asli yaitu kubu anti-Mao lama melawan kubu iblis yang mendukung Rivezim livan Lucifer yaitu kubu Mao-lama " Lanjut Venelana sebelum melemparkannya lanjutannya pada Lucius.
"Dengan adanya Tim maelstrom di kubu anti-Mao, Dan dengan kekuatan serta tekad mereka bertiga bersama dengan fallbium menjadi pemimpin kubu anti Mao, dengan Lilith sebagai Ace kami(andalan). Kami menyerang kubu Mao terdahulu, untuk menghentikannya supaya tidak ada perang besar lain yang terjadi! Namun fraksi Mao terdahulu juga tidak selemah yang kami pikir, walaupun pemimpin asli telah tiada. Bukan hanya Rivezim yang bisa diperhitungkan kekuatannya mereka juga memiliki banyak iblis kuat dipihak mereka... pasukan utama kubu Mao-lama yang dipimpin oleh Rivezim dan iblis kuat lainnya menuju ke Medan perang melawan kami. Dengan Ace kubu Mao-lama digaris depan, yang sekarang dikenal sebagai ratu terkuat di dunia bawah dan ratu penghancur berambut perak..." ucap Lucius dramatis.
"Tidak mungkin!..." Ucap Naruto saat dia menoleh dengan cepat ke arah Grayfia sampai dia bahkan mendengar suara tulang lehernya berbunyi. Tapi dia tidak peduli, sementara Grayfia menatapnya dengan ekspresi kosong seperti biasanya. Akan tetapi Naruto bisa melihat sesuatu yang lain dimatanya.
"Grayfia berasal dari keluarga iblis berdarah murni yang melayani Lucifer asli sejak dahulu" ucap Rias menjelaskan pada Naruto.
"Kenapa aku merasa kalau aku adalah alasan dia beralih ke sisi Anti-Mao terdahulu.!" Ucap Naruto bergumam yang masih bisa didengar semuanya. 'setiap kali aku berbicara dengan musuh seperti yang dikatakan Sasuke padaku aku memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran orang dan membimbing mereka ke jalan yang lebih baik dan Sasuke bilang gara adalah contoh sempurna untuk itu' pikir Naruto sambil mengenang masa lalu. Sebelum kembali sadar saat Ajuka berbicara.
"Tim maelstrom, Memang sangat kuat, tetapi kami sama sekali kurang berpengalaman. Berbeda dengan Grayfia yang sudah bertarung dalam pertarungan yang tidak terhitung jumlahnya saat masih berperang dengan kedua fraksi lainnya." Ucap Ajuka sambil tertawa saat melihat Naruto, "Sensei kau bilang akan duduk menunggu dan berjanji untuk tidak pernah ikut campur, tetapi ada sesuatu yang membuatmu sangat khawatir. Itu adalah kami, saat kami dipukuli habis-habisan oleh musuh. Aku mendengar kalau itu adalah pertama kalinya kau pernah melanggar janji, hanya untuk menyelamatkan kami bertiga" lanjut Ajuka sambil tersenyum pada Naruto.
"Saat itulah kubu Mao-lama, memutuskan untuk membunuhmu Naruto-sensei. Dan coba tebak Siapa yang ditugaskan untuk membunuhmu dengan segala cara?" Ucap Serafall menyeringai sambil menatap Maid berambut perak dengan tatapan tertentu.
"Sial, aku daging mati!" Ucap Naruto tertawa, 'diburu iblis berambut perak seksi tampak menjadi pengalaman yang menarik' pikir Naruto. Sebelum menoleh ke arah Grayfia, "jadi apa kita memiliki waktu bersama yang menyenangkan Grayfia-chan?" Ucap Naruto sambil tersenyum menggodanya. Membuat Grayfia malu setengah mampus hingga membuatnya menendang perut Naruto dengan lututnya
Ohokk~ naruto memuntahkan darah saking kerasnya tendangan Grayfia.
"Naruto-kun! Naruto-sensei, sensei, Naruto-sama" teriak semuanya terkejut melihat Naruto jatuh berlutut di kedua tangannya dan memuntahkan banyak darah. Bahkan sang pelaku menatapnya ketakutan. 'Apa yang baru saja aku lakukan' pikir Grayfia dengan air mata disudut matanya.
"Teme, apa yang kau lakukan Grayfia?" Tanya Serafall dan Ajuka menatap tajam Grayfia dengan mata yang menunjukkan kemarahan.
Poof~ suara Naruto menghilang dengan kepulan asap membuat mereka kembali terkejut,
"Yo, itu tendangan yang bagus Grayfia!" Ucap Naruto yang entah sejak kapan berdiri dibelakang para Pereage Lilith.
"Baka.." ucap Grayfia pertama kali sadar Berlari ke arah Naruto sebelum memeluknya dengan erat, "jangan pernah lakukan itu lagi!" Lanjut Grayfia sambil menangis.
"Biarpun, aku kesal karena ini, tapi tidak akan aku sia-siakan!" Ucap Lilith sambil terus memotret Grayfia, dengan senyum jahil diwajahnya. Dia sudah menduga ini akan terjadi, dia sudah tahu salah satu rahasia Naruto saat di masa lalu karena dia telah memberi tahunya.
Flashback on
Ketika Lilith masih remaja (Saat menjadi murid Naruto)
"Naruto-kun, kenapa setiap kali salah satu dari kami(Ajuka Lilith Serafall) menyerangmu secara mendadak kau selalu menghilang dalam kepulan asap?" Tanya Lilith sambil melihat Naruto yang sedang memakan ramen buatannya.
"Oh itu, aku selalu membuat banyak klon bayangan disekitar tempat aku berada!" Jawab Naruto setelah menghabiskan ramennya. " Klon itu akan bertukar tempat denganku saat mereka melihat aku dalam bahaya, poofff mereka menghilang dan aku muncul jauh dari mereka, terhindar dari bahaya!" Lanjut Naruto menjelaskan, sebelum berdiri dan berjalan mendekat ke arah Lilith.
"Tapi tolong rahasiakan ini dari Serafall dan Ajuka, jika tidak kau tahu sendiri akibatnya" ucap Naruto berbisik sebelum berdiri dengan tegak sambil tersenyum manis bahkan terlalu manis yang membuat Lilith bergetar ketakutan.
Flasback of
Teringat akan hal itu membuat Lilith tersenyum. Dan melihat Grayfia menangis sebelum melihat seringai menakutkan membuatnya khawatir.
"Tenang Grayfia!" Ucap Naruto mengelus punggung Grayfia untuk menenangkan, tiba-tiba dia merasa sesuatu yang memukulnya dengan keras,
"Uhuk!...Kena-..." Ucap Naruto sebelum menghindari pisau es yang ditunjukkan kelehernya, dengan cara memegang pergelangan tangan Grayfia. Namun itu belum selesai, Grayfia Menggunakan pegangan Naruto pada tangannya dan melemparkannya kearah dinding.
"Kita memang memiliki waktu yang menyenangkan Naruto-sama!" Ucap Grayfia dengan nada dingin, sebelum merasa ujung benda tajam dilehernya. Naruto yang dilemparkan ke dinding menghilang kembali dalam kepulan asap.
"Aku memang pantas untuk itu! tapi kamu bereaksi berlebihan Grayfia-chan," ucap Naruto dari belakang maid berambut perak dengan tangan kanan memegang kunai yang ditunjukkan keleher Grayfia, dan tangan kirinya memeluk maid berambut perak dari belakang membuat beberapa wanita menggeram iri?
"Apa dia selalu mencoba membunuhku?" Tanya Naruto sambil menoleh ke arah Lilith yang menatapnya, 'Apa dia cemburu?' pikir Naruto bingung. Sebelum melepaskan Grayfia dan menyimpan kunai-nya kembali.
"Setiap saat!" Jawab Lilith walaupun dia merasa cemburu tapi dia merasa agak lucu Melihat Grayfia seperti tadi.
'oh man bagaimana aku mungkin tahan dengan wanita seperti ini dibelakangku dulu?' batin Naruto bertanya.
Seakan bisa membaca pikiran Naruto Lilith pun berkata.
"Kau mengerjainya!" Ucap Lilith membuat Naruto kembali menatapnya dengan tatapan ingin tahu, "seperti mengikatnya dipohon sambil melemparinya dengan balon cat" lanjut Lilith berkata, sebelum Naruto menoleh ke arah Lucius memintanya melanjutkan.
"Dengan Grayfia mengejarnya seperti itu, Kubu Mao-lama kehilangan Ace mereka. Mereka melupakan tentang Tim-maelstrom dan fallbium, membiarkan empat iblis terkuat dalam sejarah berkeliaran di Medan perang dan mengalahkan iblis kuat dipihak mereka satu persatu. Membuat mereka mendapatkan pengalaman di setiap pertempuran yang mereka lalui, dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Sementara Grayfia masih mengejarmu Naruto-sama." Ucap Lucius berkata.
"Baca halaman 999 Naruto-sama dan kau akan mengerti apa yang terjadi antara kau dan Grayfia" ucap Venelana menyerahkan buku pink itu pada Naruto.
Kemudian Naruto membuka buku tersebut, Sebelum membacanya.
Flashback on.
Terlihat seorang pemuda berambut pirang tertusuk sebuah pedang besar berwarna merah,(Pedang raja iblis gram) didadanya, dia tersenyum sambil menahan sakit. pada seorang wanita cantik berambut perak yang berdiri didepannya. Tak jauh dari mereka berdua tergeletak seorang laki-laki berambut perak tak bernyawa dengan sebuah lubang besar didadanya.
"Kenapa? Kenapa kau menolongku?" Ucap Grayfia sambil memegang mulutnya menahan tangis, "Tidakkah kau membenciku? Padahal aku selalu mencoba untuk membunuhmu!" Lanjut Grayfia.
Grayfia berlari mendekati pemuda itu dengan air mata yang terus mengalir, setelah dia dia didekat pemuda itu dengan perlahan dia mencabut pedang besar tersebut. Sebelum memeluknya dengan erat.
"Terus kenapa? Kau menangis untukku?" Balas pemuda itu, Grayfia terdiam tidak dapat menjawabnya, membuat pemuda itu kembali berkata.
"... Itu karena aku percaya kau bisa menjadi lebih baik, dan memutuskan jalan mana yang pilih! Bukan hanya menuruti...Ohok... Perintah seseorang, Grayfia. Dan kau tidak usah menangis ini merupakan jalan yang aku pilih" lanjut pemuda itu sambil tersenyum walau berkali-kali batuk darah.
"Dan juga tidak mungkin aku membiarkan seorang gadis cantik sepertimu terbunuh" ucap pemuda itu sebelum pengelihatan menghitam (pingsan) tidak melihat wajah Grayfia yang merona mendengar kata-katanya.
Beberapa saat yang lalu!
"Minggir Onee-sama, biarkan aku membunuhnya" ucap seorang laki-laki berambut perak yang memegang sebuah pedang besar berwarna merah(pedang raja iblis gram)
"Aku tidak bisa melakukan hal itu! Euclid" ucap seorang wanita yang mempunyai warna rambut yang sama dengan laki-laki itu. sambil merentangkan kedua tangannya menghalangi.
"Kenapa? Apa kau menyukainya Grayfia Nee-sama?" Ucap Euclid pada Grayfia, "Jadi ini alasan kau begitu lama dan tidak kembali ke pasukan kau malah asyik bersama target yang seharusnya kau habisi, Maka aku harus membunuhmu juga Nee-sama" lanjut Euclid sambil mengangkat pedang besar ditangannya kearah Grayfia.
"Tidak, Euclid kau salah paham! Dia menyelamatkan nyawaku! Jadi aku tidak bisa membiarkanmu membunuhnya sekarang" jawab Grayfia dengan keras.
"Diam, penghianat! Aku tidak akan pernah memaafkan penghianat sepertimu tetap hidup Nee-sama," Euclid berkata sebelum bergerak ke arah Grayfia berniat membunuhnya.
Tiba-tiba pemuda berambut pirang yang mengerang kesakitan akibat racun samael, mendorong Grayfia kesamping hingga membuat wanita berambut perak itu terlempar jauh, sebelum sipirang tertusuk pedang besar Euclid.
"Ha! Ha! Ha! Aku berhasil membunuhnya! Rivezim-sama. " Ucap Euclid sambil tertawa, "Sekarang bersiaplah nee-sama" lanjut Euclid menyeringai sambil mencoba mencabut pedangnya yang menusuk pemuda pirang.
"Kenapa susah sekali?" Ucap Euclid saat dia tidak bisa mencabut pedangnya.
"Teme, tidak akan aku biarkan kau menyentuh Grayfia!" Ucap pemuda berambut pirang sambil memegang pedang Ueqlid dengan tangan kiri, sambil menyiapkan serangan ditangan kanannya.
"bicara apa kau Breng-..." Ucap Euclid terhenti saat melihat tangan pemuda berambut pirang menembus dada kirinya.
" Raikiri" ucap pemuda berambut pirang sambil menendang Euclid dengan keras. Sebelum dirinya jatuh ketanah dengan pedang besar yang masih tertancap didadanya.
kembali disaat Grayfia memeluk pemuda berambut pirang!
"dasar bodoh! Bagaimana kau bisa berbuat sesuatu seperti itu untuk seseorang yang berusaha untuk membunuhmu?" Ucap Grayfia sambil menangis. "Aku mohon jangan mati! Karena jika kau mati aku tidak akan punya alasan untuk berubah seperti kata-katamu bodoh," lanjut Grayfia sebelum mencoba menyembuhkan pemuda berambut pirang(kau tahu cara menyembuhkan Rias Gremory, itu yang aku maksud)
Keesokan paginya.
seorang wanita berambut perak sedang memeluk pemuda berambut pirang dengan keadaan telanjang, semalam penuh dia mengalirkan energi iblisnya untuk mengobati pemuda itu.
"Ugghhh, kepalaku sakit sekali! Tapi terasa sesuatu yang kenyal" gumam pemuda berambut pirang sebelum membuka matanya, "A-Apa, apa yang terjadi?" Pemuda berambut pirang berkata terkejut menemukan bahwa dirinya berada di pelukan seorang wanita dalam keadaan telanjang bulat.
"Kau sudah bangun ...?.-kun!" Ucap Grayfia sambil mengerjakan matanya beberapa kali sebelum tersenyum manis pada pemuda yang menatap dadanya dengan ekspresi bodoh.
Skip time
terlihat seorang pemuda berambut pirang berjalan ditengah hutan di dunia bawah, dan tak jauh di belakangnya seorang gadis cantik berambut perak membuntuti.
"Apa kau akan mengikutiku terus," ucap pemuda berambut pirang sambil berhenti berjalan, dan berbalik ke belakang. Membuat gadis itu keluar dari persembunyiannya.
" Ya, karena Aku telah dibuang fraksi Mao-terdahulu!" Ucap gadis itu dengan nada dingin.
"Terus kenapa kau masih mengikutiku? Kau sudah bebas fraksi Mao-terdahulu sudah dikalahkan! Tidak akan ada yang mengganggumu lagi." Tanya pemuda berambut pirang dengan tanda centang muncul di dahinya.
"Apa kau bodoh mana mungkin aku mengatakannya!" Jawab Grayfia sambil menutup wajahnya, karena Malu.
'Dasar wanita aneh, kemarin dia masih berusaha membunuhku dan terus bersikap dingin seperti es, sekarang dia bersikap seperti seorang remaja labil' batin pemuda berambut pirang bermonolog(berbicara dengan diri sendiri) sambil mengangkat sebelah alisnya bingung melihat tingkah Grayfia.
"Sudah cepat katakan apa maksudmu sekarang, apa kau masih berusaha membunuhku?" Tanya pemuda berambut pirang pada Grayfia.
"Ah mou~ kau menyebalkan!" Ucap Grayfia sebelum menarik nafas dalam-dalam sebelum berteriak dengan keras.
" AKU MENCINTAIMU" ucap Grayfia dengan wajah merah merona.
"Eh!..." Hanya itu yang keluar dari mulut pemuda berambut pirang saking terkejutnya.
Flashback of
Naruto membelalakkan matanya saat menyelesaikan halaman terakhir.
"Aku mencintaimu?" ucap Naruto sambil menoleh ke arah Grayfia, "itu kata-kata yang sangat kuat, terutama saat aku adalah musuhmu!" Lanjut Naruto membuat Grayfia memalingkan wajah mengalihkan pandangannya dari Naruto yang menatapnya.
"Bagaimana mungkin aku tidak?" Ucap Grayfia tiba-tiba sambil menjatuhkan topeng dinginnya menatap Naruto dengan senyum lembut,
"Awalnya aku pikir kau adalah ancaman, terbesar untuk majikanku dulu, aku mencoba membunuhmu dengan cara yang paling mengerikan, yang dapat kau bayangkan. Namun kau masih tertawa dan mengatakan sangat menyenangkan berkeliaran bersamaku, seiring dengan berjalannya waktu aku terus mencoba membunuhmu, tapi kau tetap bersikap baik padaku dan tidak pernah mencoba membalas perbuatanku. Bahkan menunjukkan lebih banyak kebaikan padaku. tanpa aku sadari, aku mulai menikmati waktu bersamamu terlalu banyak. Sebelum aku menyadarinya aku jatuh cinta padamu!" Lanjut Grayfia sebelum menarik nafas dalam-dalam, dan menyilangkan tangan di bawah payudaranya. "Itu tidak masalah sekarang Naruto-sama" ucap Grayfia.
"Kau masih mencintaiku!" Ucap Naruto pada Grayfia.
"Tentu saja! ... aku akan dan terus mencintaimu selama hidupku" jawab Grayfia sambil menunduk dengan wajah memerah.
"Sekarang, Aniki! Bayangkan sesuatu seperti ini!" Ucap Bewoulf yang tiba-tiba muncul disampingnya berkata dengan nada ceria, "Iblis tanpa nama atau nama palsu diceritakan ini, bertarung di garis depan melawan kubu Mao-terdahulu dan Grayfia Lucifuge, dan kisah cinta mereka menjadi sangat populer dan itu menjadi kisah romantis yang sangat disukai para iblis remaja, bahkan sampai dibuatkan sebuah film untuk kisah itu" lanjut Bewoulf membuat rahang bawah Naruto hampir jatuh kelantai,
"Dan sekarang para iblis muda mengetahui bahwa iblis tak bernama sebenarnya seorang manusia abadi, dan pahlawan perang besar, yang melatih dan membimbing tiga dari youndai Mao" ucap Bewoulf dengan dramatis,
"Orang yang membunuh Lucifer asli, dan menghentikan perang besar juga orang yang mencuri hati pelayan terkuat putra Lucifer yang paling terpercaya. Reputasimu mulai meroket pagi ini ketika kisah romantismu dan Anee-sama dipublikasikan" lanjut Bewoulf menyeringai.
"Jadi?.." ucap Naruto memandang Grayfia yang terlihat tidak nyaman.
"Aku minta maaf!" Ucap Grayfia sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak usah Grayfia-chan! Tapi Wow... aku selalu ingin berada dalam sebuah film, tetapi aku pikir begini juga baik-baik saja." Ucap Naruto cepat,
"Tapi Kalau bisa? Aku ingin sekali memerankan film itu bersamamu, Grayfia-chan" lanjut Naruto sambil memegang dagu Grayfia dan mengangkatnya dengan lembut, membuat maid berambut perak menatap wajah Naruto yang tersenyum lembut padanya.
"Jadi, itu saja untuk sekarang!" Ucap Lucius membuat semua orang melihat kearahnya, "Ayo kita istirahat malam juga sudah larut dan kita juga punya pekerjaan yang harus dilakukan besok!" Lanjut Lucius yang disetujui hampir semuanya.
Sebelum Lucius berjalan meninggalkan mereka dia berbalik dan berkata pada Naruto.
"Jika kau butuh sesuatu jangan ragu untuk bertanya pada kami, Naruto-sama" ucap Lucius sambil menundukkan kepalanya.
"Tentu" jawab Naruto mengangguk, sebelum dia dikelilingi oleh para Pereage Lilith.
Sambil berbicara dengan anggota pereage terkuat, Naruto terus melirik Lilith dan Grayfia yang sedang mengobrol disudut ruangan, jauh dari mereka semua. Tapi dia merasa aneh dengan Lilith, wanita berambut merah itu selalu tersenyum saat disekitarnya, tetapi tidak seperti Grayfia yang tersenyum tulus dan kegembiraan jelas terlihat disenyumannya. Itu adalah senyuman sedih.
Naruto berjalan ke arah balkon dan tersenyum saat melihat kota dibawahnya. Untuk beberapa alasan dia merasa seperti ada dirumahnya, mungkin itu dari ingatannya yang hilang. Atau mungkin karena masa hidup iblis sangat panjang dan mereka juga berjanji untuk tidak akan membiarkannya sendirian lagi.
"Memikirkan tentang masa lalu? Naruto-kun" ucap Lilith dari belakangnya.
"Ya itu sangat aneh, ketika semua orang mengetahuiku. Tapi aku tidak tahu apa-apa tentang mereka" jawab Naruto yang masih menatap kota dibawah istana Gremory.
"Hanya para iblis tua" ucap Lilith sambil berjalan mendekat sebelum bersandar pada balkon,
"Tapi tidak lama lagi para iblis muda akan tahu tentang siapa dirimu. Serta Grigori dan surga mereka pasti akan mengetahuinya dan mengakui keberadaanmu sekali lagi." Lanjut Lilith Juga menatap kearah kota di bawah.
"Kurasa," ucap Naruto singkat, dan membuat Lilith menatapnya.
"Jangan khawatir! Naruto-kun, kau memang tidak bisa bersama dengan manusia tapi dengan kami para iblis kau tidak akan pernah kesepian lagi" ucap Lilith sambil tersenyum. Kali ini Naruto melihat ketulusan dan perhatian dalam senyum dan nada suaranya. Menyebabkan dia juga tersenyum kembali pada wanita berambut merah.
"Bagaimana dengan Grayfia?" Tanya Naruto.
"Dia kembali menjalani tugasnya seperti tidak pernah terjadi apapun," ucap Lilith menjawab, sebelum dia dan Naruto saling pandang dan tertawa terbahak-bahak,
"Tapi dia akan bersikap seperti seorang remaja tsudere saat, libur" lanjut Lilith berkata.
"Aku berharap seperti itu, dia terlalu serius dan kaku jika kau bertanya padaku!" Ucap Naruto sebelum kembali melihat pemandangan dunia bawah dari balkon istana Gremory.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Naruto-kun" tanya Lilith.
"Mungkin aku akan pulang dulu kedunia manusia, tapi jangan khawatir! Aku akan sering berkunjung kemari bersama Rias" Naruto menjawab. 'ngomong-ngomong aku harus bicara pada Rias tentang Asia' pikir Naruto sebelum menyeringai.
"Hidup akan menjadi lebih menarik sekarang" Naruto bergumam.
"Apa yang kau maksud Naruto-kun?" Ucap Lilith bertanya sambil memiringkan kepalanya bingung.
"Bukan apa-apa! Tapi aku ingin memberikan ini padamu! " Ucap Naruto sambil menyerahkan sebuah kertas bertuliskan nomor teleponnya.
Membuat wanita berambut merah tersenyum senang.
Sepertinya dia benar-benar harus mencari tahu apa hubungannya dengan wanita ini.
TSUDZUKERU...
"KAN SUDAH AKU BILANG JANGAN BACA! KALAU ANDA TIDAK SUKA, NGAPAIN JUGA MASIH DIBACA" UCAP GERYTOM SAMBIL MENGANGKAT SEBELAH ALISNYA BINGUNG.
