.

TOPPING RAMEN ATAU PUSARAN.

Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.

Rate M

Warning! : Ooc,AU, bahasa dan penulisan aneh, membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran.

"TIDAK SUKA JANGAN DIBACA"

"AKU TIDAK PERNAH MEMAKSA ANDA UNTUK MEMBACA FIC INI, GITU AJA KOK REPOT."

Pair : ( 😸😍😳😻😡😘😇😜😼)

Genre : Supranatural, Adventure

Summary : Kehidupanku yang damai sekarang berubah, karena kekacauan yang di sebabkan oleh mahluk supranatural di sekelilingku. Semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk terus bertemu stalker berambut perak. Benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin Benar apa yang Sasuke katakan dulu, Kalau aku adalah magnet masalah tidak peduli dimana pun aku berada.


"Naruto" bicara normal

'Naruto' pikiran/batin

"Naruto" Teknik/Sihir/Jutsu

"Naruto" Monster/Naga/Bijuu bicara

'Naruto' Monster/Naga/Bijuu berpikir.


Buat yang kemarin itu bukan update tapi perbaikan walaupun masih ada kata-kata yang hilang.


Chap 7

Selamat tinggal hidup damai!

Cerita dimulai!


Rumah Uzumaki.

Wusshh~ suara Naruto muncul dengan kilat kuning saat tiba di dalam rumahnya.

"Asia-chan, aku pulang!" Ucap Naruto sambil melihat sekeliling.

Tidak melihat keberadaan adik angkatnya, membuat Naruto sedikit khawatir dan mencari-cari dimana Asia berada. Naruto mencari mulai dari dapur, gudang, loteng rumah bahkan kolong meja ( ? )

"Apa dia sudah tidur!" Tanya Naruto pada siapa, sebelum menepuk dahinya, "Kenapa tidak dari tadi! Aku cari kekamarnya" Lanjut Naruto berbicara sendiri. Sambil berjalan kearah kamar Asia, sesampainya Naruto didepan pintu kamar Asia dia mendengar suara tangisan.

"Asia-chan! Ada apa?" Ucap Naruto segera. Setelah dia membuka pintu dengan kasar Naruto melihat gumpalan diatas tempat tidur Asia.

"Hiks! ...Hiks.. Nii-sama! Apa itu benar-benar kau? " Ucap Asia dibalik selimut.

"Ya Asia-chan" ucap Naruto sambil membuka selimut Asia. "Kenapa kamu menangis?" Lanjut Naruto sambil duduk di pinggiran tempat tidur Asia.

Greepp tiba-tiba Asia langsung memeluknya dengan erat, dan mengubur wajahnya di dada Naruto.

"H-habis-nya...hiks... Nii-sama... hiks... Aku...hiks... pikir... kau.. meninggalkan..ku.. seperti.. orang-orang... Gereja!" Ucap Asia sambil sesenggukan.

"Dasar, tidak mungkin aku meninggalkanmu, Asia-chan! Aku ada urusan sebentar" ucap Naruto sambil mengusap punggung Asia. 'Mm, tidak memakai bra, Tunggu! apa yang aku pikirkan?' pikir Naruto.

"Benarkah?" Tanya Asia sambil mendongak keatas menatap wajah Naruto dengan mata yang berkaca-kaca.

'Oh shit, dia manis sekali!' batin Naruto mengumpat.

"Mm, jadi tenang saja" jawab Naruto sambil tersenyum lembut padanya, "sekarang tidurlah lagi, Asia-chan! Dan maaf karena telah membuatmu sedih" Lanjut Naruto sambil menepuk kepalanya.

"Umm, Nii-sama," ucap Asia.

"Ya," jawab Naruto.

"Bisakah, aku tidur denganmu malam ini?" Tanya Asia sambil memainkan jari-jarinya.

"Te-... Apa?" Ucap Naruto saat mendengar ucapan Asia.

"Tidak, tidak ada apa-apa!" Ucap Asia dengan panik. "Kalau begitu selamat malam Nii-sama!" Lanjut Asia sebelum berbaring di tempat tidurnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hanya menyisakan mata dan dahinya yang terlihat.

"Ya, selamat malam, dan semoga mimpi indah!" Ucap Naruto sambil mencium kening Asia, sebelum keluar dan menutup pintu menuju kamarnya sendiri. Tidak melihat senyum manis dan rona merah di wajah Asia.

"Hah, ini benar-benar hari yang panjang" gumam Naruto sambil menghela nafas, sebelum menjatuhkan diri ke tempat tidurnya, dan tertidur lelap.

Tepat setelah Naruto tertidur pulas sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul di kamarnya, meninggalkan seorang gadis berambut merah.

"Khukhu... Dia sudah tidur" ucap gadis itu sambil melepaskan satu persatu pakaiannya Sebelum masuk ke tempat tidur Naruto dan memeluknya.

Skip Time.

"Ugh, benda lembut apa yang ada diwajahku ini?" Gumam Naruto sebelum meremasnya.

"Ah~" sebuah desahan lembut terdengar oleh telinganya, membuatnya menaikan sebelah alisnya. Dan meremasnya lagi.

"Ah~" kembali desahan lembut terdengar membuatnya berkeringat sebelum membuka matanya dengan cepat.

"Eh..." Ucap Naruto dengan dengan wajah bodoh sambil mengerjapkan matanya beberapa kali, melihat sepasang payudara besar Diwajahnya.

"Enghmm," erang Rias sambil membuka matanya dan melihat Naruto menatap payudaranya membuatnya tersenyum kecil. "Menyukai apa yang kau lihat Naruto-kun?" Lanjut Rias membuat Naruto melihat ke atas tepatnya ke wajahnya.

"Maksudmu ini?" Tanya Naruto sambil meremas payudara digenggaman tangan kirinya, membuat Rias mendesah kembali. "Kau tahu? Biarpun umurku ribuan tahun, aku tetap berwujud remaja belasan tahun, jadi apa yang kau lakukan disini? Tidak kah kau takut aku tidak bisa mengendalikan diri" Lanjut Naruto pada Rias membuat gadis berambut merah itu tersenyum menggoda padanya.

"NII-SAMA! APA KAU SUDAH BANGUN?" Tanya Asia dibalik pintu kamarnya, membuat Naruto bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya.

"Ya, Asia-chan! Tung-..." Ucapan Naruto terhenti saat pintu kamar terbuka memperlihatkan Asia yang tersenyum sebelum cemberut sambil mengembungkan pipinya saat melihat Rias Gremory ada di tempat tidur Naruto dalam keadaan telanjang.

Asia menatap tajam Rias, "kenapa kamu ada ditempat tidur Naruto NII-sama! Rias-san?" Ucap Asia pada gadis berambut merah.

"Apa kau tidak melihat? Tentu saja tidur dengan Naruto-kun!" Jawab Rias sambil menyeringai sebelum melipat kedua tangannya dibawah dadanya membuat payudara besarnya terlihat lebih besar.

Naruto melihat itu dengan tanda tanya besar dikepalanya. Sebelum berkata, "oke cukup kalian berdua! Sebaiknya kita bersiap untuk pergi ke sekolah!" Ucap Naruto sambil berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi disudut ruangan.

Sementara Rias melihat itu tersenyum sebelum berdiri dan berjalan ke arah Naruto pergi sebelum dihentikan oleh Asia.

"Kau pikir mau kemana Rias-san?" Tanya Asia sambil merentangkan kedua tangannya. Menghalangi gadis berambut merah.

"Tentu saja mandi!" Jawab Rias dengan alis terangkat.

"Tidak akan aku biarkan!" Lanjut Asia pada Rias.

Selanjutnya Rias dan Asia kekamar mandi yang ada diluar kamar Naruto.

Sesudah melakukan segala urusannya dikamar mandi dan memakai seragam sekolah Naruto pergi turun ke ruang makan. Dan melihat Rias sedang memasak dibantu Asia membuatnya tersenyum tipis. Sebelum duduk di salah satu kursi meja makan.

"Makanan siap Naruto-kun!" Ucap Rias saat melihat Naruto sudah ada diruang makan.

Rias meletakkan masakannya diatas meja dengan bantuan Asia sebelum duduk disamping kanan Naruto dan diikuti Asia yang duduk disebelah kiri Naruto. Kemudian Rias dan Asia mengambil sepotong daging dengan sumpitnya masing-masing berniat menyuapi Naruto.

"Apa maksudnya ini Asia?" Tanya Rias sambil menatap tajam Asia.

"Tentu saja menyuapi onii-sama!" Jawab Asia dengan tatapan pembunuh.

Sementara Naruto yang masa bodoh berniat mengambil dagingnya sendiri.

"Hllupppp" dengan sadis kedua gadis itu menyumpal mulut Naruto dengan daging yang ada disumpit mereka.

"Nii-sama lebih suka disuapi olehku!" Ucap Asia dengan tatapan tajam.

"Tidak! Dia lebih suka jika aku yang menyuapinya!" Ucap Rias dengan nada tajam.

"Hmmmmppp" Naruto yang mulutnya disumpal makanan hanya bisa pasrah tidak berdaya, "glupp!" Akhirnya dia berhasil menelan makanan dimulutnya.

"Kalian berdua! Tidak bisakah makan dengan tenang? Aku tidak ingin masakan yang kalian buat dengan susah payah ini menjadi tidak enak, hanya karena hal sepele!" Ucap Naruto sambil menatap mereka dengan tatapan cool-nya, membuat Rias dan Asia menjadi jinak.

"H-hai" jawab Rias dan Asia yang disertai dengan rona merah diwajah mereka.

Setelah selesai sarapan, ketiganya berangkat menuju ke sekolah dengan Rias dan Asia yang memeluk lengan Naruto masing-masing.

"Nee, onii-sama? Kenapa Rias-san ada didalam kamarmu?" Tanya Asia menatap wajah Naruto, "apa kau melakukan hal mesum?" Lanjut Asia sambil mengembungkan pipinya. Membuat Naruto terkejut, sementara Rias bersemu merah padam.

"Asia! Kenapa kau menanyakan hal ini?" Jawab Naruto bertanya,

"Um, kata kiryu-san saat seorang lelaki dan gadis tidur seranjang itu artinya mereka berdua habis melakukan hal mesum!" Jawab Asia sambil memiringkan kepalanya.

'Teme! Sialan kau kiryu, apa yang kau katakan pada adikku yang manis ini' batin Naruto meraung.

"Aku tidak tahu, mari kita tanyakan kepada orangnya langsung" jawab Naruto sambil memiringkan kepalanya sebelum melihat kearah Rias.

"Jadi, tolong beri tahukan kenapa kau ada didalam kamarku! Rias-chan?" Tanya Naruto pada gadis berambut merah.

"Semalam saat kita pulang, aku tidak bisa tidur. jadi, aku datang kekamarmu untuk tidur, kau seperti boneka beruang yang hangat dan membuatku nyaman saat tidur sambil memelukmu Naruto-kun" jawab Rias dengan senyum lebar.

"Alasan bodoh macam apa itu?" Ucap Naruto sambil mengerutkan keningnya.

"Berarti aku juga bisa tidur bersamamu onii-sama?" Tanya Asia dengan nada berharap, membuat Rias melotot dan Naruto kembali terkejut.

"Er... mungkin!" Jawab Naruto ragu.

Disepanjang perjalanan mereka bertiga menuju ke sekolah, ketiganya mendapat tatapan iri dai murid perempuan dan laki-laki dan sumpah serapah dari para siswa untuk Naruto yang mereka temui.


Akademi kuoh.

Tak lama kemudian ketiganya sampai di akademi kuoh, berjalan masuk sebelum tiba di depan kelas 2b, Asia kemudian melepaskan tangan Naruto dengan perlahan Sebelum menatap tajam ke arah Rias.

"Aku masuk kedalam kelas dulu Nii-sama!" Ucap Asia sambil tersenyum cerah, membuat Naruto tersenyum lembut padanya.

"Hm, sampai ketemu saat istirahat! Asia-chan" ucap Naruto sambil mengusap kepala Asia dengan lembut.

"Hai, Nii-sama" ucap Asia sambil menundukkan kepalanya sebelum masuk ke dalam ruang kelasnya.

"Ayo Naruto-kun" ucap Rias sambil menarik Naruto ke arah kelas mereka.

Skip time.

Sekarang Naruto dan Rias sedang duduk dibelakang pohon dekat gedung sekolah tua.

"Rias-chan! Aku akan menanyakan sesuatu hal yang sangat penting!" Ucap Naruto dengan tegas.

"Y-ya" jawab Rias gugup, 'Apa Naruto-kun akan menyatakan perasaannya padaku?' pikir Rias dengan wajah yang sangat merah.

"Bisakah kau merubah Asia menjadi iblis?" Lanjut Naruto dengan senyum.

"Ya aku terima! Aku juga sangat men-... Eh apa?" Ucap Rias yang tadinya sangat senang tiba-tiba terkejut.

"Aku bilang apa kau bisa merubah Asia menjadi iblis?" Ucap Naruto sambil menatap wajahnya.

Luntur sudah senyum diwajah cantik Rias, Dari semua kemungkinan Naruto tanyakan padanya, Rias tidak mengira Naruto menariknya ke Sini untuk memintanya melakukan hal itu.

"Bisakah aku bertanya kenapa Naruto-kun?" Ucap Rias dengan nada kecewa. membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

"Seperti yang aku katakan dipesta semalam!" Jawab Naruto sebelum Menyandarkan punggungnya pada pohon dan menarik nafas panjang, "Aku bisa hidup untuk. mungkin selama-lamanya, dan hal terakhir yang aku inginkan adalah melihat orang-orang yang aku sayangi meninggal dihadapanku. Karena penyakit atau usia tua!" Lanjut Naruto sebelum menatap Rias dengan wajah sedih.

"aku tahu, Iblis klan Gremory memperlakukan anggota pereage-nya dengan baik, layaknya anggota keluarga mereka sendiri," Ucap Naruto sambil tersenyum lembut padanya. "lagi pula dengan memiliki Asia dijajaran Pereage-mu akan menjadi aset yang besar apalagi dengan twilight healing miliknya! Yang dapat menyembuhkan segala macam luka" Lanjut Naruto.

"Jadi kau ingin aku merubahnya menjadi iblis supaya..." Ucap Rias dengan nada pelan.

"... dia bisa hidup lebih lama, dan memperpanjang rentang hidupnya!" Ucap Naruto sambil mengangguk, "iblis bisa hidup ribuan tahun, kan?" Lanjut Naruto bertanya.

"Ya, Naruto-kun" jawab Rias tersenyum, dia bisa melihat bahwa Naruto sangat peduli pada orang-orang yang dia sayangi bahkan yang hampir tidak dia kenal seperti dirinya, itu juga alasan yang membuat Rias Gremory terpikat padanya.

Sementara itu dalam ruang klub penelitian ilmu gaib.

"Um, Akeno-san Dimana Bunchou?" Tanya issei bingung karena sejak dia dan Kiba serta Koneko datang, gadis berambut hitam terus menatap ke luar jendela, dan dia tidak melihat Rias didalam ruang klub.

"Bunchou ada disana" ucap Akeno sambil menunjuk kearah pohon diluar jendela.

Membuat issei Koneko serta Kiba Berjalan ke arahnya dan melihat Arah telunjuk Akeno diluar jendela. Membuat ketiganya terkejut sebelum menatap wajah Akeno dan melangkah mundur menjauh darinya.

"Ara! Kenapa kalian menjauh ?" Tanya Akeno sambil memiringkan kepalanya dengan senyum yandere Diwajahnya.

"Tidak, tidak ada apa-apa Akeno-san! " Ucap issei dengan kaki sedikit bergetar, sementara Koneko bersembunyi dibelakangnya. Dan Kiba memalingkan wajahnya.

"Hm, baiklah apa kalian ingin minum teh ?" Ucap Akeno pada ketiga rekannya,

"Tentu Akeno-san," ucap issei mengangguk dengan cepat.

"Aku ingin beberapa kue!" Jawab Koneko dibelakang issei.

"Tentu saja Akeno-san!" Ucap Kiba sambil tersenyum canggung.

Kembali ke tokoh utama.

"Aku akan melakukannya Naruto-kun, tapi dengan satu syarat!" Ucap Rias sambil tersenyum misterius. Membuat Naruto bertanya-tanya apa dia telah pergi ke orang yang salah.

"Tentu, kalau itu masih dalam kemampuanku akan aku lakukan! Memang apa yang kau minta Rias-chan?" Ucap Naruto pada nya.

"Kau akan tahu sore ini, saat aku akan mereingkarnasi Asia" Jawab Rias sebelum membuka bekal makanan yang sedari tadi dia bawa. "Ngomong-ngomong apa kau lapar? Naruto-kun" lanjut Rias mengalihkan pembicaraan.

"Ya," jawab Naruto singkat.

"Kalau begitu.. katakan aaa.." ucap Rias sambil menyodorkan sebuah karage didepan mulut Naruto.

"Aa..." Tanpa ragu Naruto membuka mulutnya sebelum Rias memasukan karage tersebut kedalam mulutnya.

"Bagaimana?" Ucap Rias setelah Naruto mengunyah dan menelan makanannya.

"Ini menakjubkan, aku ingin sekali makan makanan seenak ini setiap hari!" Jawab Naruto dengan senyum lebar. Sebelum merasa telah melupakan sesuatu yang sangat penting membuatnya mengangkat kedua bahunya.

"Baguslah jika kau menyukainya," ucap Rias tersenyum senang, 'dan tenang saja Naruto-kun, akan aku buatkan banyak masakan enak untukmu setiap hari setelah ini!' lanjut Rias dalam hati.

Kemudian keduanya melanjutkan makan siang mereka Sebelum Asia datang.

"Nii-sama! Aku mencari-cari mu dari tadi, tidak tahunya kau malah asyik makan siang bersama Rias" ucap Asia sambil mengembungkan pipinya, membuat Naruto menepuk dahinya sendiri karena melupakan Asia.

"Maaf Asia-chan, kalau begitu duduklah disini kita makan siang bersama" ucap Naruto tersenyum lembut sambil menepuk tanah berumput disampingnya.

Yang dijawab anggukan oleh Asia sebelum membuka kotak bento yang disiapkan Rias sebelum mereka berangkat sekolah. Ketiganya makan siang dengan sesekali berdebat tentang siapa yang menyuapi Naruto sampai Bell tanda istirahat berbunyi.


Di restoran Uzumaki.

"Selamat datang!" Ucap Raynare dengan ramah, Sebelum mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. "Mau pesan apa?" lanjut Raynare bertanya dengan alis berkedut saat pelanggannya ini terus melihat ke arah dadanya.

"Oh ya aku pesan ramen sapi jumbo!" Jawab motohama masih memelototi dada Raynare.

"Sama" ucap Matsuda melihat dada Raynare dengan hidung kembang kempis.

"Baiklah, tolong tunggu sebentar" ucap Raynare sebelum Berjalan pergi menuju dapur, dengan jengkel.

"Naruto-sama, dua ramen sapi ukuran jumbo!" Ucap Raynare pada Sikuning yang duduk di meja kasir.

"Oi, ramen sapi ukuran jumbo" ucap Naruto pada klon-nya. "Siap bos" jawab Naruko.

'kenapa dia malah berubah menjadi wanita? Pake pakai maid segala lagi?' pikir Naruto sambil melihat klonnya sedang menyiapkan pesanan. Sebelum kembali melihat Raynare yang memasang wajah jengkel.

"Kau kenapa Raynare? Kelihatannya kau sedang kesal" Ucap Naruto dengan nada khawatir.

"Tidak, ada apa-apa! Naruto-sama, hanya saja kedua orang pelanggan yang membuatku jengkel, karena terus menatap dadaku dengan pandangan mesum!" Jawab Raynare mengadu pada bosnya.

"Oh, itu. tenang saja" ucap Naruto Sebelum melihat kedua orang yang Raynare maksud, dengan seringai jahil.

"Tidak ada yang akan selamat dari orang yang melecehkan pelayan restoranku yang cantik tanpa balasan... khukhu" lanjut Naruto sebelum tersenyum lembut pada malaikat jatuh berambut hitam, membuat Raynare tersenyum senang dengan rona merah diwajahnya.

"Pesanan siap bos!" Ucap Naruko, membuat Naruto membisikkan sesuatu di telinganya.

"Ray-chan tolong jaga kasir sebentar," ucap Naruto sebelum masuk ke dapur menggantikan Naruko yang keluar dengan dua ramen jumbo diatas nampan. Berjalan kearah kedua orang mesum tadi.

"Hai" jawab Raynare dengan riang.

Klon Naruto yang berwujud wanita meletakkan pesanan Matsuda dan motohama dengan senyum.

"Silahkan dinikmati," ucap Naruko sambil membungkuk memperlihatkan belahan dadanya, membuat kedua remaja kelebihan hormon tersenyum. Sebelum duduk didepan mereka,

"boleh aku duduk disini selama kalian menghabiskan ramen kalian" tanya Naruko sambil memiringkan kepalanya dengan imut.

"Tentu" jawab keduanya dengan senyum mesum. Sebelum membuka sumpit.

"Itadakimasu" ucap motohama dan Matsuda sambil mengambil mie dan memasukkannya kedalam mulutnya masing-masing.

"Uah, pewdas!" Ucap Matsuda sambil meneguk air didepannya.

"Iwya pewdas sewkawli," ucap motohama kepedasan. "Pewrawsaan kwami twidak mewmeswan swepewdas ini.." lanjut motohama sambil menjulurkan lidahnya saking pedasnya.

"Eh... Bagaimana ini? jika bos tahu aku melakukan kesalahan lagi, gajiku akan dipotong!" Ucap Naruko panik dengan mata berkaca-kaca, membuat Matsuda dan motohama tidak tega melihatnya.

"Tidak apa-apa, kami akan menghabiskannya!" Ucap motohama dan Matsuda dengan bibir bengkak kemerahan.

"Benarkah? Terima kasih!... Kalian memang sangat baik!" Ucap Naruko tersenyum manis,

'Hahahaha... rasakan!' batin Naruko tertawa terbahak-bahak melihat keadaan mereka.

Sementara itu kalawarner dan Mitelt bingung melihat kejadian itu.

"Nee, kalawarner-san, Mitelt-san apa onii-sama mempekerjakan orang baru?" Ucap Asia pada malaikat jatuh, yang membuat kalawarner dan Mitelt menatapnya seperti dia gila. 'dilihat dari manapun itu klon Naruto, dasar gadis kikuk' batin kedua malaikat jatuh sweetdrop.

"Tapi sepertinya aku pernah bertemu dengannya sebelum ini ?" Lanjut Asia sambil memiringkan kepalanya.

Skip Time.

"Sampai ketemu besok Raynare-san, kalawarner-san dan Mitelt-san" pamit Asia pada ketiga malaikat jatuh.

"Tolong tutup restoran, ray-chan, kala-chan dan mi-chan..." Ucap Naruto sambil tersenyum lembut sebelum menoleh ke arah Asia.

"Ya, Naruto-sama. Sampai ketemu besok Asia-chan!" Ucap ketiga malaikat jatuh serempak.

"Ayo, kita pulang Asia-chan" ucap Naruto sambil menggenggam tangan Asia.

"Hai, Nii-sama" jawab Asia dengan ceria.

Setelah kedua remaja pirang pergi, ketiga malaikat jatuh masuk ke dalam restoran dan menutupnya.

Naruto dan Asia berjalan dengan santai menuju rumah mereka sesekali bercanda.

"Asia-chan, apa yang kau pikirkan jika aku meminta Rias untuk mengubahmu menjadi iblis?" Ucap Naruto dengan tenang.

"Eh, menjadi iblis! Memang kenapa Nii-sama?" Ucap Asia bingung.

"Kau tahu, aku adalah seorang manusia yang tidak bisa mati. Dan aku tidak ingin melihat orang yang aku sayangi pergi..." Jawab Naruto sebelum menarik nafas panjang, "...dengan menjadi iblis, akan memperpanjang rentang hidupmu. Aku tahu ini egois tapi aku tidak bisa membiarkan kau pergi meninggalkanku karena umur manusia yang pendek. Kau boleh memakiku sepuas hatimu, tapi aku minta mengertilah dan tolong jangan membenciku." lanjut Naruto sambil memegang kedua pundak Asia dan menatap matanya dengan pandangan sedih.

"... A-Aku tidak akan pernah membencimu, Nii-sama. Kalau pun aku harus menjadi iblis, aku sama sekali tidak keberatan jika bisa bersama denganmu lebih lama, Naruto nii-sama!" Ucap Asia sambil memeluk Naruto.

"Syukurlah, aku kira kau akan membenciku!" Ucap Naruto terkejut, sebelum melepaskan pelukan Asia padanya dan kembali berjalan pulang.

Saat kedua pirang tinggal belasan meter dari rumah mereka, seorang gadis berambut merah menunggu di depan pagar rumah mereka dengan beberapa koper besar disampingnya dan sebuah ransel dipunggungnya (niat amat siiblis merah).


Rumah Uzumaki.

"Rias-chan! Apa-apaan dengan semua koper ini ?" Ucap Naruto terkejut dengan semua koper disamping Rias.

"Oh ini, syarat yang kuminta adalah tinggal bersama di rumahmu!" Jawab Rias dengan Riang, "Dan kontrak tidak bisa dibatalkan, Naruto-kun!" Lanjut Rias saat Naruto membuka mulutnya, membuatnya langsung menutup mulutnya, tak berkutik.

"Baiklah" jawab Naruto pasrah, "Asia-chan, bisa bukakan pintunya" pinta Naruto Sebelum mengangkat koper Rias.

"Hai nii-sama," jawab Asia sebelum membuka pagar dan pintu rumah

Asia masuk bersama Rias. Diikuti Naruto yang membawa dua koper besar, dan meletakkannya disampingnya tangga sebelum mengambil beberapa kaleng bir dingin dalam kulkas.

"Yah bisa segera kau mulai prosesnya! Rias-chan?" Ucap Naruto sambil meminum birnya sebelum duduk di kursi.

"Oke, Asia-chan bisa kuminta kau berbaring di sofa" jawab Rias sebelum mengeluarkan sepotong catur.

"Apa ini akan sakit?" Tanya Asia menatap Rias.

"Tidak, Asia-chan" jawab Rias sambil menggeleng.

"B-baiklah," ucap Asia pelan, Sebelum berbaring di sofa.

"Atas nama keluarga Gremory, Dengan ini aku memerintahkan mu turun kembali ke bumi sebagai pelayanku. Asia Argento" ucap Rias mengucapkan mantra setelah meletakkan bidak bishop didada Asia.

"Sring!..." Sebuah cahaya merah menyinari Asia sebelum lenyap tak berbekas seperti tidak pernah ada di tempat pertama.

"Bagaimana perasaanmu, Asia-chan?" Ucap Rias sebelum hendak mengambil bir dingin di meja, membuat tangannya dipukul pelan Naruto.

"Anak dibawah umur, tidak boleh minum Alkohol. Ambil jus atau cola sana!" Ucap Naruto dengan datar.

"Mou~ Naruto-kun pelit!" Ucap Rias mengembungkan pipinya, sebelum berdiri dan mengambil sekaleng kola dan sekaleng jus jeruk sebelum duduk disebelah Naruto.

"Bagaimana Asia-chan?" Ucap Naruto bertanya.

"Tidak terasa apapun! Tapi aku merasa lebih baik dari sebelumnya, Nii-sama" jawab Asia sebelum terkejut saat sayap iblis tiba-tiba muncul dipunggungnya.

"Memang seperti itu, kalau manusia hidup yang dirubah menjadi iblis. Berbeda jika itu mahluk yang mati!" Ucap Rias menyerahkan sebotol jus pada Asia.

"Terima kasih, tapi bagaimana cara menghilangkan sayap ini?" Tanya Asia sambil membuka botol jus ditangannya.

"Kau bayangkan saja! Dan srwing sayap itu akan hilang" Jawab Rias sebelum mempraktekkannya.

"Wah benar, terima kasih Rias-san" ucap Asia tersenyum sebelum meminum jus jeruknya.

"Bisa kau bawakan koper ini kekamar kita Naruto-kun!" Tanya Rias dengan senyum manisnya.

"Brusshh..." Asia dan Naruto memuntahkan minuman mereka.

"Apa maksudmu Rias-san?" Ucap Asia sambil menatap tajam Rias. "Masih banyak kamar lain, yang bisa kau pakai" lanjut Asia menambahkan.

"Kau bisa pergi atau pilih kamar lain? Hanya itu pilihanmu! Rias-chan" Ucap Naruto dengan wajah datar,

'Bisa gila aku jika setiap malam tidur dengan gadis telanjang' batin Naruto horor.

"T-Tapi? Kamu tidak bisa begitu Naruto-kun!" Ucap Rias protes.

"Yes or no ? what your choice ?" Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Oke, aku pilih kamar lain!" Jawab Rias dengan kepala tertunduk lesu.

"Good girl," ucap Naruto sambil menepuk kepalanya ( ? )


Keesokan harinya.

"Kampret! Ini sama saja bohong!" Gumam Naruto sebelum membuka matanya, dan melihat Rias tidur disamping kanannya, telanjang. Sambil mendesah lelah Naruto menoleh ke sisi kiri membuatnya melotot dengan mulut terbuka lebar, saat melihat Asia dalam keadaan yang sama dengan gadis berambut merah.

'pantas aku merasa aneh kenapa ada dua benda kenyal dimasing-masing tanganku' pikir Naruto.

"Engh" erang Rias saat terbangun, "Ohayo, Naruto-kun" ucap Rias sambil tersenyum.

"Hm, ohayo" ucap Naruto singkat, "Asia bangun sudah pagi" lanjut Naruto membangunkan mantan biarawati yang sekarang menjadi iblis.

"Engh.. sebentar lagi Nii-sama" gumam Asia mempererat pelukan pada tangan Naruto. 'shit, Asia-chan, Kenapa kau jadi begin?' Batin Naruto menangis.

Skip Time.

"Aku akan melaporkan sesuatu terlebih dahulu pada Onee-sama, kami akan datang nanti siang, Naruto-kun!" Ucap Rias pada Naruto dan Asia sebelum menghilang ditelan lingkaran sihir berwarna merah.

Setelah Rias pergi Naruto membuat beberapa klon dan mengirim dua klon untuk membantu Raynare dan kawan-kawan direstoran.

Dan yang lainnya menyiapkan pesta kecil-kecilan dirumahnya.

" Kau tidak usah membantu biar mereka yang mengurusnya Asia-chan, lebih baik kita nonton acara kesukaanmu. Apa namanya ?" ucap Naruto tersenyum pada gadis berambut pirang.

"Anime Noucome, Nii-sama!" Jawab Asia sebelum masuk ke dapur mengambil beberapa cemilan dan minuman untuknya dan Naruto.


Underworld

"Kau mau kemana ? Lilith-sama " tanya Grayfia dengan nada dingin sambil mencengkram bagian atas kepala Rajanya. Menghentikannya saat menyelinap pergi keluar kantornya, meninggalkan tumpukan dokumen diatas mejanya.

"Gr-Grayfia..." Ucap Lilith tertawa gugup, saat dia berkeringat dingin dari niat membunuh yang keluar dari Maid berambut perak, yang masih mencengkram kuat kepalanya. "A-Aku... Aku akan pergi ke toilet..ya toilet... Grayfia" ucap Lilith beralasan.

"Toilet ke arah sini, Lilith-sama!" Ucap Grayfia datar sambil menyeret Lilith kembali ke kantornya.

"Itai...Itai.. ittaiyo " Raung Lilith kesakitan saat Grayfia masih mencengkram kepalanya dan terus menyeretnya melalui lorong istana Lucifer.

Setelah sampai didalam ruang kerja Lilith. Grayfia mendorong Rajanya duduk.

"Tolong selesaikan pekerjaanmu terlebih dahulu, Lilith-sama. Ini yang kelima kalinya kau mencoba menyelinap keluar, pagi ini!" Ucap Grayfia dengan dingin.

"Tapi aku ingin bertemu dengannya! Grayfia" ucap Lilith merengek saat dia berdiri, membuat Grayfia kembali mendorongnya Duduk dengan memegang kedua pundaknya.

"Kami juga ingin bertemu dengannya! Lilith-sama, tapi kau harus menyelesaikan pekerjaanmu," ucap Grayfia sambil melipat kedua tangannya dibawah payudaranya, "Dan ingat kau adalah pemimpin para Mao dengan banyak tanggung jawab" lanjut Grayfia dengan tegas.

"Hoo, artinya kau juga ingin bertemu dengannya, benarkan gray-chan..." Ucap Lilith sambil menyeringai nakal.

Tapi terhenti saat Grayfia menatapnya dengan tatapan pembunuh dan aura dingin berkobar disekelilingnya. Dan kepalan tangannya terkumpul energi sihir berwarna perak yang benar-benar menakutkan.

Untungnya Lilith terselamatkan dari pukulan menyakitkan Ratunya, saat seseorang mengetuk pintu kantornya.

"Onee-sama, bolehkah aku masuk? " Tanya Rias dibalik pintu.

"Oh Rias-tan, tentu saja! Cepat masuk" ucap Lilith dengan ceria.

Adik perempuannya membuka pintu dan masuk. Putri kehancuran berambut merah tampak sangat cantik dengan baju berwarna merah dengan dilapisi atasan berwarna putih dan higheel 5 cm berwarna merah dikakinya.

"Selamat pagi Onee-sama!" Ucap Rias dengan nada senang, " kau juga Grayfia" lanjut Rias dengan nada kurang bersahabat. karena berdiri di samping kakaknya ini adalah wanita yang sangat terkenal Apa lagi dengan kisah cinta romantisnya dengan pahlawan bangsa iblis, alias pria yang menyelamatkannya dari perjodohan yang tidak diinginkannya, juga pria yang dia sukai. Siapa lagi kalau bukan Naruto.

"Selamat pagi juga Rias-tan!" Ucap Lilith dengan senyum cerah."kau tampak cantik Rias-tan." lanjut Lilith tersenyum.

"Terima kasih, Onee-sama" ucap Rias tersenyum kecil.

"Kau tidak sekolah hari ini?" Tanya Lilith ingin tahu.

"Onee-sama, " ucap Rias sambil mengerutkan keningnya, "ini hari Minggu, sekolah libur hari ini!" Lanjut Rias dengan wajah kosong.

"Oh" ucap Lilith sambil cengengesan, membuat Grayfia Menghela nafas lelah pada kelakuan Rajanya. "Terus ada apa pagi ini, kau mendatangiku ? " Lanjut Lilith tersenyum cerah.

"Aku kemari untuk memberikan laporan ini Onee-sama," jawab Rias sambil menyerahkan sebuah file pada kakaknya, "Tadi malam aku baru saja mereikarnasi, Asia Argento. Pemilik sacred gear twilight healing, selebihnya ada di dalam file" lanjut Rias menjelaskan.

"Hm, apa ada hal lainnya?" Ucap Lilith sambil melihat file yang diberikan Rias padanya.

"Tidak Onee-sama, aku harus segera pergi sekarang" ucap Rias setelah melihat jam tangannya. Gadis berambut merah berjalan ke arah pintu sebelum dipanggil kakaknya.

"Tunggu Rias-tan! Kenapa kau buru-buru sekali, Apa kau tidak kangen dengan kakakmu yang cantik ini!" Ucap Lilith menghentikan Rias, sambil menyeringai lebar.

"Maaf Onee-sama, Aku harus segera pulang Karena kami akan merayakan bergabungnya Asia menjadi anggota pereage-ku, dirumah Naruto-kun" Jawab Rias sebelum menutup pintu. Dan pergi dengan lingkaran sihir klan Gremory.

Lilith tidak mengatakan apapun selama satu menit, pikirannya masih memperhatikan setiap kata dari ucapan adiknya.

'aku harus pulang? Mempersiapkan perayaan kecil dirumah Naruto-kun...' pikir Lilith mengulangi ucapan Rias.

"TIDAK!" Ucap Lilith meraung kearah langit-langit kantornya diistana Lucifer. Saat mengetahui adiknya tinggal dirumah suaminya.

Sedangkan Grayfia masih diam seperti biasanya, tapi sebenarnya dia ingin sekali pergi dari ruangan ini, dan meninggalkan tugasnya. Untuk datang ke rumah pria yang dia Cintai sama seperti Lilith.

"Grayfia.." ucap Lilith sambil menatap Maid berambut perak dengan tatapan memohon.

"Selesaikan, tumpukan dokumen itu terlebih dulu. Lilith-sama" ucap Grayfia dengan dingin.

'setelah aku pikir kembali, aku punya tugas penting untuk memastikan Raja tidak bertanggung jawab ini. Untuk melakukan tugas-tugasnya. Lagi pula, aku punya nomor telepon Naruto untuk menghubunginya kapanpun aku inginkan. Dan Lilith tidak perlu tahu itu. ' batin Grayfia bermonolog (bicara dengan dirinya sendiri) merasa senang.


Rumah Uzumaki.

Lingkaran sihir berwarna merah muncul dalam rumah itu dan memuntahkan gadis berambut merah.

"Bagaimana, Naruto-kun Apa semuanya sudah siap?" Tanya Rias saat menghampiri Naruto dan Asia yang sedang duduk disofa sambil menonton TV.

"Menurutku kau tidak boleh menonton anime ini lagi, Asia-chan." ucap Naruto dengan tegas, saat dia melihat adegan kanade dikejar-kejar para cowok populer. Naruto langsung memindahkan Chanel televisi membuat Asia sedikit kecewa.

"Nii-sama!" Ucap Asia.

"Tidak, aku tidak ingin kau diracuni hal-hal aneh lagi!" Ucap Naruto dengan memegang remote tv.

Sementara Rias yang dari tadi tidak dihiraukan mulai kesal dengan pertigaan muncul di keningnya.

"Oi, jangan meng-..." Rias tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat ada yang membunyikan bel.

"Oh kau sudah kembali Rias-chan, dan sepertinya yang lain juga sudah tiba!" Ucap Naruto sebelum berdiri dan berjalan ke arah pintu depan.

"Waw, kau terlihat sangat cantik Akeno-chan!" Ucap Naruto saat dia membuka pintu melihat Akeno yang terlihat cantik dengan baju biru muda yang dia pakai.

"Ara! Terima kasih banyak Naruto-kun!" Ucap Akeno sambil tersenyum lembut.

"Ya sama-sama, silahkan masuk Akeno-chan!" Ucap Naruto mempersilahkannya untuk masuk. Sebelum melihat issei, Kiba dan Koneko membuka pagar rumahnya dia berdiri didepan pintu menunggu mereka.

"Yo, Naruto-sama, Naruto-senpai" ucap issei dan Kiba serta Koneko sambil tersenyum kecuali Koneko.

"Mm, selamat siang Ayo cepat masuk" balas Naruto tersenyum cerah pada ketiganya.

"Selamat datang Akeno-san, Issei-san ,kiba-kun, koneko-chan" ucap Asia tersenyum cerah pada mereka. Sebelum mengantarkan mereka keruangan yang sudah disiapkan oleh para klon Naruto.

"Ara! Ara! Rumah Naruto-kun sangat besar! Pantas saja kau pindah ke sini Bunchou" ucap Akeno saat melihat sekeliling dengan nada cemburu. pada gadis berambut merah, Yang dibalas seringai oleh Rias.

"Baiklah, karena semuanya sudah datang..." ucap Rias mengumpulkan perhatian padanya, sebelum menarik Asia ke sampingnya, "...aku mengundang kalian berempat ke rumah Naruto-kun untuk merayakan dan memperkenalkan bishop baruku. Asia Argento." Lanjut Rias secara dramatis.

Membuat semua anggota pereage Rias yang lain terkejut karena tidak mengira Naruto membiarkan Rias mengubah Asia menjadi iblis, mengingat betapa protective-nya dia pada Asia.

"Apa itu benar Asia-chan?" Tanya Akeno sedikit khawatir karena dengan menjadi iblis berarti Asia akan dalam bahaya.

"apa kau benar-benar menjadi iblis" ucap issei sedikit tidak percaya mengingat Naruto pernah berkata kalau Asia adalah mantan biarawati.

"Ya, Akeno-san, Issei-san" jawab Asia menggangguk. ,"Onii-sama yang meminta Rias-san untuk mengubahku menjadi iblis" lanjut Asia menjelaskan. Membuat semua Pereage Rias mengerti mengapa. Karena mereka mendengar alasan Naruto saat tidak ingin ditinggalkan sendirian karena umur manusia yang pendek.

"Kalau begitu, selamat datang di keluarga. Asia-chan" ucap Akeno tersenyum sambil memeluk Asia.

"Ya selamat datang Asia-san, Asia, Asia-senpai!" Ucap Kiba dan Issei beserta Koneko menjabat tangan Asia.

"Hm... Terima kasih semuanya" ucap Asia tersenyum cerah.

"Oi, jangan lama-lama!" ucap Naruto sambil melepaskan pegangan issei saat memegang terlalu lama tangan Asia.

"Maaf," ucap issei nyengir kuda.

"Sudahlah! Naruto-kun, Mina. cepat makan! Nanti keburu dingin" lanjut Rias sambil duduk dimeja makan. (Kayak yang punya rumah ni cewek).

"Hai Bunchou"ucap semua anggota pereage Rias kecuali Asia. Duduk dikursi mulai makan.

"Baik Rias-san! Tapi kenapa semuanya memanggilmu Bunchou?" Ucap Asia sambil miringkan kepala dan menaruh jari telunjuk dibibir bawahnya.

'Kawaii' batin Naruto dan issei terpaku melihat Asia.

"Ya karena selain sebagai raja mereka dan kamu, aku juga ketua klub penelitian ilmu gaib. Karena sekarang kau menjadi anggota pereage-ku otomatis menjadikanmu anggota klub-ku, kau boleh memanggilku Bunchou seperti yang lain. Asia-chan!" Jawab Rias menjelaskan.

Kemudian mereka semua mereka semua kembali memakan hidangan yang telah disiapkan oleh klon bayangan Naruto. Dengan sesekali bercanda dan membicarakan tentang hal yang penting Sampai yang tidak penting untuk dibahas.

Melihat itu semua membuat Naruto tersenyum kecil, Karena terakhir kali seseorang yang dia sayangi meninggal, Naruto membutuhkan lebih dari seratus tahun untuk pulih dari kesedihannya. Tapi dia tahu bahwa dirinya tidak akan pernah bisa melupakan kenangan tentang mereka. Dan Membawa Asia kedalam kehidupannya yang abadi adalah salah satu resiko terbesarnya. Tetapi sekarang dia telah menemukan solusi untuk itu, mungkin dia tidak akan sendirian lagi untuk waktu yang lama.

Tapi Naruto bertanya-tanya dengan semua hal gila tentang dia menjadi pahlawan Dunia bawah dan menjadi salah satu pria paling populer terutama tentang kisah cinta romantisnya dengan maid berambut perak seksi, membuatnya tidak keberatan Sama sekali.

Akan tetapi Ingin sekali dia kembali ke masa lalu, dan memukul dirinya sendiri dengan kepalan tangan tertutup energi senjutsu atau mungkin dengan Cakra Kurama karena dua alasan. untuk melupakan masa lalu yang penting dan membuat dirinya sendiri masuk dalam kekacauan ini.

Begitu tenggelam dalam pikirannya sampai tidak menyadari smartphonenya bergetar.

"Maaf semua aku harus mengajar telpon terlebih dulu" ucap Naruto sebelum menghilang dengan pusaran daun dan muncul disamping pohon diluar rumah supaya tidak ada yang bisa mendengar pembicaraannya ditelpon.

"Moshi! Moshi!..Disini dengan Petapa tampan dari gunung myokubo, Uzumaki Naruto desu." ucap Naruto narsis saat mengangkat teleponnya.

"Mmpp... Kau lucu sekali, Naruto-sama" jawab suara feminim diseberang sana dia terdengar menahan tawa.

"Aku bertanya-tanya kapan kau menghubungiku, Grayfia" ucap Naruto sambil tersenyum. Yang dia tahu Grayfia jatuh cinta padanya jadi Naruto mengira kalau Grayfia akan segera menghubunginya.

"Maaf Naruto-sama," ucap Grayfia dengan nada menyesal, "Bagaimana kabarmu hari ini Naruto-sama?" Lanjut Grayfia mengalihkan pembicaraan.

"Aku baik-baik saja, kuharap kau juga Grayfia?" Jawab Naruto dengan nada ceria. "Apakah kau sibuk, belakang ini?" Lanjut Naruto bertanya.

"Apa kau sudah merindukanku Naruto-sama?" Jawab Grayfia dengan nada menggoda, "ya, karena akhir-akhir ini. Lilith-sama menjadi sangat tidak bertanggung jawab. Jadi aku harus membuatnya diam ditempat dan mengerjakan semua tugas-tugasnya." Lanjut Grayfia menjelaskan.

"Waw, sebagai seorang pemimpin dia pasti tahu untuk menikmati waktunya" ucap Naruto tertawa.

"Apa yang sedang kau lakukan Naruto-sama?" Tanya Grayfia.

"Yah, tidak banyak" ucap Naruto sebelum menoleh kearah meja makan dan melihat Koneko menyikut perut issei, membuatnya tertawa kecil. "Hanya makan-makan, merayakan bergabungnya Asia menjadi anggota pereage adik majikanmu! Dirumahku." Lanjut Naruto dengan nada ceria.

"Asia Argento, pasti orang yang sangat berarti bagimu" ucap Grayfia dengan pelan. "Biasanya, tidak mudah bagimu untuk tetap berada didekat seorang manusia untuk waktu yang lama!" Lanjut Grayfia dengan lembut.

"Kau benar-benar tahu Banyak tentangku! Grayfia" ucap Naruto sambil menyandarkan punggungnya ke pohon, dan tangannya yang bebas dimasukkan ke saku celananya.

"Apakah kau dan aku, bersenang-senang ?" Tanya Naruto. dia pernah menanyakan pertanyaan itu sebelumnya tapi sekarang untuk tujuan yang berbeda.

"Aku bahagia Naruto-sama!" Jawab Grayfia dengan tenang. 'hanya itu yang perlu aku tahu sekarang' pikir Naruto. "Aku bahagia dengan keputusanku mengikutimu dan aku tidak pernah menyesal telah mencintaimu, Naruto-kun" lanjut Grayfia dengan nada lembut.

Sekarang Naruto mengerti kenapa kisah cinta antara dirinya dan Grayfia begitu terkenal dikalangan iblis muda di dunia bawah maupun yang di dunia manusia, cinta Grayfia padanya begitu murni. Sudah lama sekali dia tidak mendengar pengakuan dari seorang wanita dengan gairah cinta seperti itu.

"Hei Grayfia-chan" ucap Naruto memanggilnya nada ceria membuat Grayfia senang dengan wajah memerah, sayang Naruto tidak dapat melihatnya.

"Ya, Naruto-kun" Jawab Grayfia.

"Apa kau bebas, akhir pekan besok?" Tanya Naruto membuat mata Grayfia melebar terkejut dari pertanyaan tiba-tiba Naruto.

'Amnesia atau tidak, aku harus memulai semuanya lagi dari sekarang' batin Naruto berpikir. Sebelum kembali kedalam rumahnya


TSUZUKERU...


*SELAMAT BERBUKA PUASA! BAGI YANG MENJALANKAN, SEMOGA IBADAH KITA DITERIMA OLEH ALLAH SWT* UCAP GERYTOM TERSENYUM LEBAR.