"Untuk merayakan kesuksesan penjualan album baru Hanakuso Diamondz 48.. Kanpaiii!!"
Private IDOL
Gintama dan semua chara di sini milik
Sorachi-sensei, saya hanya pinjam
cerita asli milik saya
main chara: Okita Sougo Kagura
Rate: T
Romance/comedy
Warning (!): OOC, gajelas, bahasa acak-acakan, drama
.
.
.
.
Sudah 1 tahun Kagura bergabung dengan Otsu untuk membentuk grup vocal bernama Hanakuso Diamondz 48 atau yang sering disingkat dengan HDZ48. Selama 1 tahun itu, telah banyak prestasi yang diraih mereka berdua. Awalnya banyak fans yang tidak terima akan duet mereka berdua, tapi berkat kerja keras dari Sakata Produser dan Shimura manager, Kagura dapat diterima dengan baik oleh para fans.
Diamond Parfume telah merilis satu album yang diberi judul 'Rekanmu adalah seorang XXXX'. Penjualan album ini berhasil menembus peringkat 1 pada semua tangga lagu di Jepang. Benar-benar pencapaian yang luar biasa sepanjang sejarah permusikan di negeri Sakura tersebut.
Untuk merayakan pencapaian itu, HDZ48 dan para staff mengadakan perayaan di salah satu restoran ternama. Bermacam-macam makanan lezat dihidangkan pada pesta malam itu.
Acara makan-makan seperti ini sering dimanfaatkan para staff untuk melakukan pendekatan pada para idol. Terlihat beberapa staff laki-laki mulai mendekati Otsu dan Kagura.
"Selamat atas pencapaian kalian Terakado san, Kagura san!" Seorang staff berkacamata /bukan Shinpachi/ mulai mengajak bicara kedua Idol tersebut.
"Uwaaa terimakasih banyak, ufo terbang!" Balas Otsu riang.
Otsu memang suka menambahkan kata-kata aneh pada setiap kalimat yang ia ucapkan. Mungkin itu adalah strategi pemasaran? Entahlah.
Berbeda dengan Otsu yang senang berbicara dengan para staff, Kagura lebih suka menghabiskan waktunya dengan makan. Toh, hari ini ia bisa makan makanan enak sepuas hatinya. Para staff juga tidak mau repot mengajak Kagura berbicara, mereka sudah hapal bahwa gadis itu tidak akan acuh pada mereka karena terlalu sibuk dengan ritual makannya.
Tidak hanya Kagura, Sakata Produser dan Shimura manager juga terlihat sedang makan dengan lahapnya bagaikan orang yang tidak makan 3 hari. Setelah puas makan, Sakata Produser mulai berpesta alkohol dengan para staff lain. Ia tidak mengindahkan nasihat dari Shimura manager yang melarangnya minum-minum.
Sakata Produser berjalan sempoyongan karena terlalu mabuk. Ia tanpa sengaja menabrak seseorang yang berdiri di depannya, mengakibatkan mereka berdua jatuh menyentuh lantai dingin restoran itu.
Orang yang ditabrak tadi lantas menggerutu kesal, ia menoleh ke arah Sakata P "Apa yang anda lakukan? Tidakkah anda lihat, saya sedang memberi makan Eliza-" Ucapan orang tadi terpotong saat menatap orang yang menabraknya, ia tertegun. Tidak ia sangka akan bertemu dengan orang yang sangat ia kenal di restoran itu. "Gintoki?"
Sakata P yang sudah mabuk berat menyipitkan matanya, mencoba memfokuskan matanya agar dapat melihat dengan jelas, orang yang ia tabrak. Orang itu memiliki rambut hitam yang sangat panjang untuk seorang pria. "Zura?"
oooooooooooooooooooooooooooo
Disaat makanan pada pesta sudah habis, Kagura memutuskan untuk pergi menyendiri di atap restoran. Mata saphire nya mengamati pemandangan dari atas restoran tersebut. Kelap-kelip cahaya tak pernah absen menghiasi malam di daerah perkotaan.
Hari itu adalah malam yang hangat. Kagura kembali menatap langit. Tidak ada bintang-bintang, karena efek dari global warming di kota besar.
Setiap malam Kagura memang selalu meluangkan waktunya untuk memandang langit. Mungkin karena hal itu sudah menjadi kebiasaannya sewaktu kecil. Ia ingat, ketika malam Sougo sering mengajaknya untuk melihat bintang. Sayang sekali kini bintang tidak pernah terlihat kembali.
Kagura mengeratkan tangannya. Tanpa ia sadari, ia kembali memikirkan Sougo. Jujur saja ia sudah lelah dengan status pernikahannya dengan pemuda itu. Ia tidak tahu suaminya sekarang ada di mana. Jika ingin bercerai pun ia tidak bisa, karna ia harus mendapat persetujuan dari Sougo juga.
Sougo sudah lama pergi dari kehidupan gadis itu. Itulah yang Kagura rasakan selama 10 tahun belakangan ini.
Pernikahannya telah membawa banyak bencana. Bahkan status tersebut selalu menghambatnya untuk mendapatkan pekerjaan.
Karena itu, setelah sukses menjadi idol, seharusnya Kagura dapat bernapas lega. Ya, seharusnya.
Kagura sebenarnya tidak menyukai pekerjaan ini. Memang menyenangkan mendapat gaji yang tinggi, ia dapat makan sepuasnya, tidak perlu berbagi makanan anjing dengan Sadaharu lagi. Ia juga dapat bertemu dengan orang-orang baru. Tetapi, berbeda dengan dulu, menjadi idol membuat Kagura merasa terkekang.
Gadis itu tidak bisa bebas menikmati hidup seperti dulu. Apapun yang ia lakukan akan menjadi berita besar di mata para fans. Karena itu Kagura membenci menjadi idol.
Kalau memang membenci pekerjaan sebagai idol, kenapa Kagura tidak berhenti saja?
Tentu saja karena ia tidak bisa. Kagura menjadi idol untuk membalas budinya pada Sakata Produser, atau yang selama ini para readers kenal dengan nama Sakata Gintoki.
Awalnya Gintoki melarang keras Kagura menjadi idol, ia hanya tidak mau berurusan dengan keluarga Kagura yang menyeramkan, mirip mafia China. Tetapi, setelah dibujuk dengan gaji yang tinggi /sehingga Gintoki dapat makan parfait sepuasnya dan tidak perlu berpusing ria untuk membayar uang sewa kontrakannya/ Pria itu langsung menyetujui tawaran tersebut.
Saat itu Kagura melihat wajah berseri Sakata Gintoki. Kerutan yang berada di wajah pria itu seakan menghilang tak berbekas. Kagura memang merasa telah banyak merepotkan Gintoki selama hidupnya. Selain itu, mereka tetap bersikukuh memperkerjakan Kagura setelah tau akan status menikah milik gadis itu. Merasa tidak memiliki alasan untuk menolak, Kagura akhirnya menerima tawaran yang diberikan oleh Terakado Ichi, ibu sekaligus manager dan kepala agensi dari agensi Terakado Tsu untuk menjadi seorang idol bersama dengan anaknya.
Dalam kontrak tersebut, mereka membuat perjanjian, antara lain:
1. Agar pihak Otsu membantu menyembunyikan status pernikahan Kagura.
2. Untuk tidak membicarakan mengenai pernikahan Kagura pada siapapun, termasuk Otsu, karena menurut Terakado Ichi anaknya tersebut mudah keceplosan.
3. Dll.
/pake 'dll.' kaya ngisi esay ujian aja thor
Setelah yakin statusnya tidak akan bocor, Kagura bergabung dengan manajemen Otsu.
"Kagura chan." Panggilan dari Shinpachi menyadarkan lamunan Kagura. Ia menoleh untuk menatap Shinpachi yang memanggilnya dari dalam restoran. Pemuda tadi kembali berbicara "Gin san sudah mabuk berat, ayo kita pulang"
ooooooooooooooooooooo
Hari sudah sangatlah malam. Katsura bersama dengan Trio Yorozuya sedang berjalan menuju tempat parkir dari restoran tempat pesta perayaan tadi diadakan.
"Oi Gintoki kau masih suka minum-minum seperti dulu ya." Ujar Katsura. Ia memapah Gintoki dengan tubuhnya.
Lelaki yang dipapah tersebut terlihat menutupi mulutnya dengan tangan, "Zu-zura, tolong berhenti dulu." Kata laki-laki itu dengan terbata-bata
Tanpa berpikir panjang Katsura langsung berhenti. Ia reflek melepaskan tubuh Gintoki, membuatnya sukses terjatuh di aspal jalan tersebut. Tanpa merasa bersalah Katsura berteriak "Zura janai, Katsura da!"
Ucapan Katsura pun dibalas suara muntahan dari Sakata Gintoki. "Hoeeeekkk"
Shinpachi dan Kagura yang berjalan dibelakang mereka hanya dapat menatap miris bosnya.
"Terimakasih sudah mau mengantarkan kami pulang, Katsura san." Shinpachi membungkuk sopan. "Gin san benar-benar tidak bisa diandalkan, padahal dia yang seharusnya menyetir, tapi bos gaguna itu malah mabuk." Curhat Shinpachi tak habis pikir akan tingkah bosnya.
"Tidak, jangan berterimakasih dahulu, Shinpachi dono. Aku kan belum jadi mengantarkan kalian pulang. Lagipula aku telah berhutang banyak pada Leader." Balas Katsura.
Shinpachi tersenyum mendengar ucapan Katsura. Pemuda tersebut tahu betul, meski Kagura kasar dan seperti anak kecil, tapi dia adalah gadis yang baik. Gadis itu selalu menolong orang yang kesusahan dengan ikhlas. Karena itu banyak orang yang merasa berhutang budi kepadanya. Salah satunya mungkin Katsura Kotaro.
"Umaibo." Kata Katsura "Dulu aku pernah berjanji membelikan sekardus Umaibo pada Leader. Tapi aku selalu lupa memberikannya. Karna itu sampai sekarang aku masih berhutang pada Leader."
(note: Umaibo itu snack yang selalu Katsura bawa. klo di Indo mungkin macam sip ato momogi/yah sebut merk)
Mata Shinpachi menatap Katsura datar. 'Oh.. maksudnya hutang yang seperti itu toh'. Ia menyesal sudah berbaik sangka pada orang bodoh di depannya.
"Mau bagaimana lagi, setiap membawa Umaibo milik Leader entah kenapa makanan itu selalu mendadak hilang dari genggamanku." Katsura mulai menceritakan kejadian tidak penting yang ia alami.
"Eh? Mungkin Umaibo itu jatuh di jalan, Katsura san?"
"Tidak, bukannya jatuh. Aku tahu, karna aku merasakan aura gaib dari Umaibo yang kupegang. Seakan ada medan magnet yang membuat Umaibo itu masuk ke mulutku sampai tak bersisa."
"Pantas saja hilang! Semua Umaibo itu lenyap kau makan, kan Katsura san?!"
"Semenjak membuat janji dengan Leader, sepertinya aku terkena kutukan." Katsura memeluk dirinya sendiri. "Setiap malam aku akan mendapatkan telpon dari nomor yang tak dikenal. Dan jika aku angkat akan terdengar suara menyeramkan seorang wanita berkata 'Umaibo' seperti itu."
"He.. menyeramkan sekali." Kata Shinpachi dengan nada sok tertarik.'Itu pasti ulah Kagura chan' batin Shinpachi.
"Semenjak mendapat telpon horor, aku selalu bermimpi makan Umaibo."
"Kenapa mimpinya makan Umaibo?!"
"Tapi suatu hari, hantu Umaibo itu berjanji tidak akan meneleponku lagi."
"Hantu Umaibo?! Jadi dia hantu?! Tunggu dulu, memangnya ada hantu seperti itu?!"
"Hantu itu berjanji akan berhenti menerorku jika aku bisa memberikan tumbal 2 kardus Umaibo!" Tangan pria itu bergerak mengacak kasar rambutnya. "Jadi aku memiliki hutang 3 kardus Umaibo sekarang! Bahkan hutang 1 kardus pada Leader saja belum kupenuhi!"
'Kagura chan! Ini semua pasti ulahnya!' Shinpachi melihat Kagura dari sudut matanya. Gadis itu sedang bersiul. Wajahnya terlihat jelas sedang menyembunyikan sesuatu. "Sadarlah Katsura san, itu pasti penipuan! Kau tidak perlu takut. Lagipula hantu Umaibo itu tidak ada!" Seru Shinpachi. Ia tidak tega melihat wajah Katsura yang memelas karna dibohongi oleh seorang idol gadungan.
"Shinpachi benar, Zura. Hantu Umaibo itu tidak ada aru yo." Setelah lama menjadi pendengar, akhirnya Kagura ikut masuk dalam pembicaraan unfaedah tersebut. "Yang ada Hantu Sukonbu aru." Lanjut gadis itu. "Hantu sukonbu akan meneror laki-laki berambut panjang setiap malamnya. Aku dengar ia baru akan berhenti jika dibelikan 10 kardus sukonbu aru. Berhati-hatilah, Zura."
Mata Katsura membelalak lebar mendengar ucapan dari Kagura. "Ehhh??"
"Berhenti menipunya Kagura chan!" Seru Shinpachi.
Melihat reaksi polos Katsura membuat Kagura tak kuasa menahan tawanya. Menjahili pria tersebut sangat menyenangkan. Tapi ia serius akan permintaan Umaibo dan sukonbu barusan.
Gadis itu tertawa tanpa menyadari bahaya yang akan datang kepadanya.
'Klik'
oooooooooooooooooooooooooooooo
Pagi itu tersebar sebuah berita yang menghebohkan seluruh Jepang.
Kagura bersama dengan Sakata P dan Shimura manager dipanggil ke kantor untuk menghadap Terakado Ichi.
"Apakah kalian tahu alasan aku memanggil kalian kemari?" Tanya Ichi, menatap keempat orang di depannya, sementara empat orang tersebut hanya dapat balas menatapnya bingung.
Ichi lalu melemparkan koran yang ia baca ke atas meja. "Lihat berita itu." Lanjut wanita tersebut.
Dengan ragu Sakata P mengambil koran tadi. Setelah mengamati koran itu dengan seksama, Sakata P menunjukkan wajah tercengang, ia kemudian membaca judul artikel yang ia baca, dengan nada horor. "Khusus hari ini, Restoran XX membagikan 100 parfait gratis untuk setiap 100 pria MADAO beruntung?!" Sakata P lalu menepuk dahinya. "Sial!! Aku sudah bukan seorang MADAO lagi!"
"Bukan berita yang itu!" Seru Terakado Ichi. Ia sangat sebal karna Gintoki salah membaca artikel di saat genting seperti ini. "Baca artikel di bawahnya." Lanjut wanita itu lagi.
Dengan ekspresi tak acuh, Gintoki mulai membaca artikel yang Ichi maksud. "Hot news, Kagura, anggota Grup idol Tokyo, HDZ 48, tertangkap kamera mengemudi dengan teroris negara, Katsura Kotaro?!"
Ekspresi trio Yorozuya sontak berubah menjadi tegang. Terlihat background bergambar petir di belakang mereka. Menambah suasana heboh-alay tersebut.
Dengan tangan gemetar, Gintoki melanjutkan membaca artikel di koran yang ia pegang. "Dalam tangkapan kamera tersebut, terlihat juga 2 staff dari agensi HDZ48, yaitu Shimura manager dan Sakata Producer. Kepolisian berjanji akan menyelidiki keterlibatan mereka dengan ketua sindikat teroris, Katsura Kotaro."
Terakado Ichi dapat melihat wajah panik dari 3 orang di depannya. "Jadi, bagaimana kalian akan menjelaskan kasus ini?"
ooooooooooooooooooooooooooo
Shinsengumi adalah sebuah organisasi kepolisian elit yang khusus menangani kasus terorisme di Jepang. Berita mengenai Katsura Kotaro pagi tadi membuat nama Shinsengumi terseret-seret. Sudah bertahun-tahun Shinsengumi gagal melacak keberadaan dari Katsura bersama dengan organisasinya, Jouisishi. Tetapi media massa justru mendapat foto Katsura dengan mudahnya. Masyarakat pun mulai meragukan kemampuan dari kepolisian tersebut. Mereka menilai Shinsengumi tidak becus dalam menangani masalah terorisme.
Beberapa bahkan mulai berdemo, memaksa pemerintah agar membubarkan Shinsengumi, yang cuma bisa memakan uang dari pajak rakyat.
Menanggapi kasus tersebut, pagi ini terdapat empat orang pria yang tengah berkumpul di salah satu ruangan gedung markas Shinsengumi. Hawa yang berat menyelimuti seluruh sudut ruangan tersebut.
"Jadi dia kembali menunjukkan batang hidungnya huh, Toshi?" Tanya Kondo Isao, komandan dari kepolisian Shinsengumi kepada pria berambut V di depannya.
Pria tersebut menghembuskan asap rokoknya. "Benar sekali, Kondo san. Terlebih dia muncul dengan seseorang yang sangat mencolok seperti idol? Aku tidak paham jalan pikiran teroris seperti dia." Pria itu adalah Hijikata Toshiro, wakil komandan iblis Shinsengumi.
Hijikata lalu menatap pria culun dan berwajah biasa, yang ada di sampingnya. Pria itu terlihat ingin menyampaikan sesuatu. "Ada apa Yamazaki?" Tanyanya.
"Se-sebenarnya kita mendapat banyak kecaman dari masyarakat karena mereka menilai media massa lebih cekatan dalam mendapatkan berita mengenai Katsura daripada kita." Kata pria itu dengan terbata-bata. Pria itu bernama Jimmy Yama- maksudnya Yamazaki Sagaru, salah seorang inspektur andalan Shinsengumi. Ia lalu menunjukkan artikel-artikel yang tersebar tadi pagi.
Hijikata Toshiro menerima berkas tersebut lalu membaca setiap judul artikel yang ada di sana. "'Kebun Binatang Milik Prince Hata Kembali Ditutup', 'Prince Hata: Sang Pangeran Tampan dari Hutan', 'Singa Prince Hata tertangkap Sedang Memangsa Manusia'?! Oi, berita macam apa ini, Yamazaki?"
"Ah, maaf Fukucho. Aku salah memberikan berkasnya." Yamazaki dibuat merinding oleh pelototan Hijikata. Ia lalu buru-buru menyerahkan berkas yang benar dan kemudian langsung disambar oleh tangan Pria rambut V tadi.
"'Shinsengumi Tak Becus menangkap Teroris, Warga: Bubarkan Saja!', 'Bubarkan Shinsengumi', 'Suara Hati Rakyat Tokyo: Kami Tak Butuh Shinsengumi'?!" Hijikata Toshiro lalu membanting berkas yang ia pegang dengan kasar. "Mereka tidak menulis berita tentang Katsura sama sekali! Mereka sepertinya ingin sekali menghancurkan kita! Siapa yang menulis berita busuk ini?! Oi Yamazaki, hubungi penulis-penulis itu, aku akan membuat mereka seppuku!"
"Ehhh-? Yamazaki banjir keringat dingin. Jika ia tidak melakukan perintah Hijikata bisa-bisa ia mati di tangan atasannya tersebut, tapi jika melakukan perintah itu, ia bisa dituntut karena melanggar kebebasan PERS. "Tenanglah dulu Fukucho!" Kata Pria itu dengan nada ketakutan.
"Tenang bagaimana?! Itu semua terjadi karena kau lebih sering bermain badminton saat melaksanakan tugas. Seppuku sekarang juga Yamazaki!" Bentak Hijikata.
"Maa maa tenanglah dulu, Toshi. Ini bukan cuma salah Yamazaki seorang. Lagipula yang terpenting sekarang kita telah mendapatkan informasi mengenai Katsura." Bujuk Kondo agar bawahannya dapat lebih tenang.
"Jangan manjakan dia Kondo, san!" Hijikata Toshiro kembali menghembuskan asap rokoknya. "Kalau saja Shinsengumi tidak dipenuhi orang-orang bodoh pasti kita sudah menyelesaikan kasus Katsura bertahun-tahun lalu." Lanjut Hijikata dengan nada kesal. "Lihatlah, dia contohnya." Wakil komandan iblis itu menunjuk seorang pria bersurai coklat pasir yang duduk di samping Yamazaki. "Di saat pembicaraan penting seperti ini dia malah asik tertidur."
"Mati kau, Hijikata.." Gumam pria tadi dalam tidurnya. Hal itu sukses membuat perempatan imajiner bermunculan di kening Hijikata. Ia lalu mengambil katana yang berada di pojok ruangan tersebut. "Teme.. kata kan sekali lagi?!"
Yamazaki segera menahan tubuh atasannya yang hendak mengamuk. Kondo juga berusaha menenangkan Hijikata kembali. "Lepaskan Yamazaki! Kondo san tidak kah kau lihat wajah menyebalkannya? Tentu saja tidak, kan? Kita tak bisa melihat wajahnya, karna dia bahkan tidur memakai eyemask di tengah rapat!! Semua ini salahnya! Ia yang membuat reputasi kita jelek!!" Seru wakil komandan iblis tersebut.
Setelah berhasil menenangkan Hijikata kembali, Kondo mulai menjelaskan maksud memanggil mereka berkumpul. "Ada yang harus kita bicarakan."
oooooooooooooooooooooooo
Malam hari pukul 22.05, trio Yorozuya kembali dipanggil untuk menghadap Terakado Ichi.
"Ada apa memanggil kami lagi?" Gintoki menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Kumohon, tadi pagi kami sudah mendengarkan ocehanmu. Ini sudah malam, apakah kau mau mengoceh lagi huh? Nyonya, wanita tua itu lebih bagus jika banyak diam."
"Gin san, jangan bicara seperti itu, tidak sopan. Bagaimanapun berita tadi pagi terjadi karena kelalaian kita. Ichi san hanya mengingatkan kita saja." Bela Shinpachi.
"Itu bukan salah kita Shinpachi, tapi salah Zura karna berjalan bersama kita!" Seru Gintoki, tidak terima.
"DAN KATSURA SAN BERJALAN BERSAMA KITA KARENA PRODUCER BODOH KITA MABUK BERAT KEMARIN MALAM!!"
"Oi oi kenapa kau bicara seperti itu? Mau debut sebagai karakter tsukkomi kah, megane kun?"
Kagura menguap lebar, dia tidak mempedulikan kedua temannya yang masih asik berdebat. Yang ia inginkan saat ini adalah segera pulang ke rumah, kemudian tidur di ranjangnya yang empuk. Seharian ini dia sudah kelelahan dikejar-kejar wartawan yang ingin mengetahui hubungannya dengan Katsura Kotaro.
"Hari ini ada beberapa orang yang harus kalian temui." Ichi menghela napasnya.
"Siapa yang harus kita temui, Ichi san?" Tanya Shinpachi penasaran.
"Shinsengumi." Balas Ichi singkat. Ia dapat melihat wajah shock dari 3 orang di depannya. "Karena berita mengenai kalian dan teroris itu beredar, Shinsengumi tidak bisa tinggal diam."
Terakado Ichi lalu membuka pintu kantornya, membiarkan seorang anggota Shinsengumi masuk. Orang itu berdiri menghadap trio Yorozuya. Ia mulai memperkenalkan diri.
"Saya inspektur dari kepolisian Shinsengumi, Yamazaki Sagaru." Ucap pria tersebut sambil membungkukkan badannya. "Karena banyak kecurigaan tentang hubungan Kagura san dengan teroris, Katsura Kotaro, Shinsengumi mengutus saya untuk menyelidiki kalian." Jelas pria itu.
Kagura tak terima akan penjelasan Yamazaki. Menjadi idol sudah cukup mengekangnya, kini ia harus berurusan dengan polisi hanya karena kemarin malam ia membahas Umaibo bersama Katsura? Yang benar saja! "Tunggu dulu, apa maksudnya itu aru ka?!"
"Maksudnya adalah, mulai hari ini aku akan mengawasi setiap gerak-gerikmu sampai kau bebas dari segala tuduhan, China."
Tubuh Kagura seakan mati rasa, jantungnya berdegub kencang, darahnya memanas, mata gadis itu membelalak ketika melihat seorang pemuda bersurai coklat pasir menyusul Yamazaki masuk ke dalam kantor itu.
"Ah, Okita taichou!" Ucap Yamazaki setelah mengetahui kehadiran atasannya. Pria itu tak menyadari tatapan nanar dari 3 orang di hadapannya.
'Sadist/Souichiro kun/Okita san?!'
"Kapten divisi 1 Shinsengumi, Okita Sougo desu." Pemuda itu mengenalkan diri seraya memberikan senyuman sadis terbaiknya.
-flashback-
"Tottsan meminta kita untuk menyelidiki Kagura san dan kedua staff HDZ48 yang terlibat dengan Katsura tadi malam." Kondo menatap para bawahannya dengan serius.
"Jadi siapa yang akan kau utus, Kondo san?" Tanya Hijikata Toshiro.
"Yamazaki" Panggil Kondo.
Tubuh Yamazaki sempat menegang ketika mendengar namanya disebut. "Ya"
"Untuk misi penyelidikan ini aku akan mengandalkanmu." Ucap Kondo, ia tersenyum mantap, percaya akan kemampuan bawahannya. "Karna kita akan berhadapan dengan Katsura aku harus memilih seseorang yang kuat dan terpercaya. Karena Sougo sedang mengurus misi lain, aku akan memintamu mengurus misi ini, Toshi. Tapi Sougo kau juga harus membantu." Lanjut Gori-- Kondo.
'Huft' Hijikata menghembuskan asap rokok untuk kesekian kalinya. "Ini akan merepot-"
Ucapan Hijikata terhenti saat sebuah suara memotong pembicaraan tersebut.
"Tidak. Aku yang akan mengurus kasus ini, Kondo san."
Kondo, Hijikata, dan Yamazaki sontak menoleh ke arah pemuda yang barusan mengeluarkan suara itu, pemuda bersurai coklat pasir yang baru saja terbangun dari tidur pulasnya. Tangan sang pemuda bergerak mencopot eyemask merahnya, menampakkan iris mata berwarna merah darah.
"Kau mau melakukannya, Sougo?" Tanya Kondo antusias.
"Ya, lagipula aku sudah bosan dengan misi ku yang sekarang. Suruh Hijikata san untuk menggantikanku." Pemuda yang dipanggil dengan nama Sougo tadi lantas bangkit berdiri. Kakinya hendak berjalan keluar dari ruangan membosankan tersebut.
"Apa kau yakin, Sougo?" Tanya Kondo kembali. Bibir Gori- komandan Shinsengumi itu tidak dapat berhenti tersenyum.
"Ya." Balas Sougo singkat.
Hijikata Toshiro pun ikut tersenyum kecut mendengar jawaban sang pemuda. "Meski sempat jual mahal tidak mau menemuinya selama 14 tahun, ternyata kau masih sayang pada istrimu itu, huh Sougo?"
Sougo hanya mengabaikan cibiran dari Hijikata Toshiro. Tangannya bergerak membuka pintu ruangan tersebut. Ia lalu segera keluar, tetapi sebelum menutup pintu kembali, Sougo sempat berhenti. Membuat 3 orang di dalam ruangan tadi menatapnya heran.
"Aku lupa mengatakan sesuatu, semoga kau cepat mati Hijikata san." Ujar Sougo dengan nada datarnya, ia lalu menutup pintu tersebut.
Hijikata bergumam menahan emosinya "Bocah kurang ajar itu.. dia harus seppuku."
"Sudahlah Toshi. Daripada itu, Sougo bahkan mengajukan diri untuk mengurus sebuah misi, ia pasti sangat merindukan China musume, huh?" Tangan Kondo bergerak mengusap air matanya yang berlinang. "Haruskah kita ikut untuk menemui keluarga China musume?"
"Hentikan, Kondo san. Ini misi untuk menangkap Katsura Kotaro, bukan acara lamaran." Balas Hijikata, ia memijit kepalanya yang pusing karena reaksi berlebihan atasannya. Meski harus ia akui, Hijikata juga merasa agak kaget atas tindakan Sougo.
Saking asiknya membicarakan reaksi pemuda tadi, Kondo dan Hijikata sepertinya melupakan kehadiran Yamazaki Sagaru yang sama sekali tidak tahu menahu akan rahasia tersebut.
"Istri? Memangnya Okita taichou punya istri?" Batin Yamazaki heran.
-bersambung-
Sougo akhirnya muncul!!
maaf di Chapter ini Kagura sama Sougo belum banyak interaksi trus cerita Kagura jadi idol belum terlalu keliatan :'v ceritanya skip satu tahun dari ch pertama soalnya kumales ceritain debutnya kagura, ntar ff ini chapternya kebanyakan kaya ff ku yg satunya wkwk
Makasih untuk yang udah baca dan minta ff ini dilanjut~
Fav and review? :3