Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri bagi semua umat Islam yang merayakan.Mohon maaf lahir dan batin ya.. maafkan author yang lama apdet wkwkoke kita masuk ke cerita :vv

.

.

.

Pagi itu kembali beredar kabar yang menghebohkan dunia hiburan. Lagi-lagi nama Kagura member HDZ48 lah yang menjadi sorotan. Bukan, kali ini bukan berita mengenai hubungan gadis itu dengan teroris. Justru sebaliknya, kini gadis itu terdengar memiliki hubungan khusus dengan seorang polisi... Shinsengumi.

Private IDOL

Gintama dan semua chara di sini milik

Sorachi-sensei, saya hanya pinjam

cerita asli milik saya

main chara: Okita Sougo Kagura

Rate: T

Romance/comedy

Warning (!): OOC, gajelas, bahasa acak-acakan, drama

Berita mengenai Kagura pagi ini sukses menjadi bahan perbincangan di markas Shinsengumi.

"Fukuchou, Kyokuchou, apakah kalian sudah melihat berita pagi ini?!"

Hijikata Toshiro dan Kondo Isao dibuat kaget ketika salah seorang anggota Shinsengumi tiba-tiba masuk ke ruangan mereka. "Ada berita apa lagi, Kamiyama? Apakah tentang Katsura?" Tanya Hijikata.

"Bukan. Ini berita tentang taichou!" Ujar pria berkacamata bundar bernama Kamiyama tadi.

Kondo mengerutkan keningnya. "Sougo? Apakah terjadi sesuatu padanya?"

Kamiyama menyerahkan koran pagi ini kepada kedua atasannya. Setelah membaca salah satu artikel di koran tersebut terlihat perubahan ekspresi yang sangat berlawanan antara Hijikata dan Kondo.

"Berita Aksi Heroik polisi Shinsengumi menyelamatkan Kagura HDZ48 sedang menjadi perbincangan hangat pagi ini!" Ujar Kamiyama sambil tersenyum bangga. "Lihatlah Fukuchou itu foto Okita taichou bukan?!"

Hijikata mengamati foto di koran yang ia bawa dengan seksama. Ya, itu adalah foto Sougo. Ia yakin itu adalah fotonya saat membawa China musume ke klinik kemarin malam. Bagaimana Hijikata tahu? Tentu saja Yamazaki sudah memberi laporan pada Wakil Komandan iblis tersebut.

"Kagura san beruntung sekali digendong ala bridal style oleh pria seperti Okita taichou! Aku juga mau digendong seperti itu oleh taichou itu jika aku seorang wanita." Ucap Kamiyama lagi. Sebagai salah satu anggota dari divisi 1 Shinsengumi, Kamiyama tentu sangat mengagumi sosok kaptennya, Okita Sougo.

"Ini gawat, sebentar lagi akan muncul gosip tidak penting lagi." Hijikata menghela napasnya.

"Gosip tentang kehebatan Okita taichou kah?" Tanya Kamiyama dengan mata yang berbinar-binar. "Berita seperti itu pasti akan bermunculan, bagaimanapun juga Okita taichou adalah sosok teladan! Dia sosok polisi yang ideal!" Seru pria itu lagi.

"Dengar Kamiyama, kapten yang sangat kau hormati itu bukanlah polisi ideal. Polisi yang kerjaannya hanya tidur dan membolos kerja bukanlah contoh polisi ideal."

Kamiyama tidak mengacuhkan ucapan atasannya itu. Ia masih sibuk menatap koran di depannya. "Artikel pada koran hari ini benar-benar menggambarkan sosok heroik Okita taichou! aku akan memajang artikel ini di kamar, nanti!"

"Oi apa kau mendengarkanku Kamiyama?!" Kesal Hijikata. Dapat terlihat beberapa perempatan imajiner mulai bermunculan di wajah pria rambut V itu. "Kuberi tahu saja ya, satu-satunya hal baik yang dimiliki Sougo hanyalah wajahnya." Lanjut Hijikata sambil menghembuskan asap rokoknya.

"Tapi sebenarnya aku agak terkejut ketika mendengar berita taichou menyelamatkan seorang gadis. Apalagi dia seorang idol. Kupikir taichou akan memanggil ambulan atau semacamnya, mengingat taichou bukan tipe yang suka disorot media. Yah meski misi kali ini memang memiliki konsekuensi-"

Belum selesai Kamiyama berbicara, Hijikata telah memotong ucapannya.

"Bukan begitu. Justru dia tak bisa meninggalkan gadis itu sendirian. Bagaimanapun juga gadis itu adalah is-" Sadar akan ucapannya yang kelewatan, Hijikata reflek menutupi mulutnya. 'Sial, aku berbicara terlalu banyak.' batin pria itu.

Maniknya dapat melihat ekspresi bingung Kamiyama akibat ucapannya barusan. "Fukuchou?"

"Lupakan. Sekarang kau bisa pergi." Ucap Hijikata seraya berdehem pelan.

Di tengah perbincangan tersebut ponsel Kamiyama berdering. Kamiyama langsung membuka ponselnya dan menampilkan kontak seseorang bernama 'Do S baka'.

"Ah, Okita taichou menelepon, maaf aku harus pergi sekarang."

"Daritadi kau memujinya tapi kau menyimpan kontak Sougo dengan nama 'do S baka'? Sebenarnya kau membencinya atau mengaguminya?!" Seru Hijikata. Pria itu memijit pelipis kepalanya yang pusing.

Mata wakil komandan iblis itu beralih menatap Komandannya. "Kondo san, kenapa dari tadi kau diam-" Pria itu sweatdrop menatap atasannya yang tengah menangis tersedu-sedu.

"Toshi- tidak, maksudku Okaa san.."

"Oi siapa yang barusan kau panggil Okaa san, Kondo san?"

"Otou san tidak menyangka Sougo kecil kita sudah dewasa sekarang. Nee Okaa san?"

"Sudah kubilang aku bukan okaa san! Tolong jangan libatkan aku dalam permainanmu itu, Kondo san. Aku tidak butuh Sadist kurang ajar itu sebagai anakku."

Kondo tertawa renyah. Kali ini ia menatap Hijikata dengan tatapan seriusnya. "Sepertinya kita memang harus melakukan 'itu' toshi"

"Maksudmu 'itu'... Kondo san, jangan bilang?"

Pertanyaan Hijikata pun diikuti anggukan mantap dari Kondo.

oooooooooooooo

Berita mengenai Kagura dan Sougo memicu keributan di gedung agensi milik Terakado Ichi. Sedari pagi paparazi sudah berdatangan menunggu di luar gedung agensi. Kagura dan Otsu tidak diijinkan keluar, takut mereka akan menimbulkan masalah baru lagi.

Otsu sedang duduk di sofa sambil melatih suaranya, sementara Kagura yang merasa bosan hanya dapat mengamati para paparazi dari jendela lantai atas gedung agensinya.

"@Kagurafan.indo Kyaaa digendong bridal style sama pakpol ganteng kaya sinetron GGS aja, Ganteng Ganteng Shinsengumi"

"Ah ada komentar baru lagi, kali ini dari @berani.nyinyir.indo katanya 'Kagura idol busug emang, cuma bisa nyari sensasi. Sakitnya setingan ntuh pasti. Biar digendong Yoshizawa Ryo.'"

"Kali ini dari @netijen.bijak.indo katanya 'kak, itu yang gendong bukan Yoshizawa Ryo, tapi polisi Jepang @berani.nyinyir.indo'"

Shinpachi menggaruk kepalanya yang tidak gatal "uwaahh sudah banyak sekali komentar tentang berita tadi pagi. Banyak komentar dari indo juga, sayang aku tidak paham sama sekali dengan bahasa mereka." Kata megane tersebut. Ia sedang mengecek kolom komentar di instagram HDZ48 yang sudah dibanjiri komentar mengenai Kagura dan Sougo.

(Note: tahukah kamu sebenernya Indo di Jepang artinya India, bukan Indonesia? :v/gapentingamatthor)

"Biarkan saja Shinpachi, tapi hati2 jangan sampai kepencet sukai komentar mereka. Ingat, artis harus jual mahal." Ujar Gintoki, ia sedang membaca JUMP yang saja dibelinya.

Tiba-tiba Kagura tertawa menyeramkan. Membuat Shinpachi dan Gintoki merinding seketika.

"Gin san, ada apa dengan tawa menyeramkan itu?" Tanya Shinpachi.

"Ntah lah. Mungkin saja Kagura menjadi gila karna otaknya terjatuh kemarin malam." Jawab Gintoki sekenanya.

'Okita Sougo si polisi ganteng sosok penolong Kagura HDZ48'?

'Antara polisi dan teroris manakah yang akan Kagura HDZ48 pilih'??

'Menjalin hubungan khusus dengan polisi Shinsengumi, Kagura HDZ48 lolos dari tuduhan mengenal teroris Katsura Kotaro'??!

'Salah satu warga Tokyo mengaku melihat Kagura bersama polisi Shinsengumi ke love hotel'??!!!

Kagura membanting handphonenya. "Yang benar saja, siapa yang mau menjalin hubungan dengan Sadist sialan itu?! Hmph, polisi ganteng kata mereka? Daripada chihuahua itu jelas jauh lebih ganteng Yoshizawa Ryo aru!" Kagura mengerjapkan matanya sejenak "Are, kalau dipikir-pikir siapa itu Yoshizawa Ryo?"

"Teme apa yang kau lakukan bocah sialan?! Jika hp mu rusak aku akan mengurangi jatah sukonbu harianmu!" Ancam Gintoki.

"Gin san, budget dari sukonbu tak akan bisa menutupi biaya untuk membeli ponsel baru!" Bantah Shinpachi.

"Tenanglah Kagura chan, lagipula, Sougo san kan sudah membantumu. Kasus ini tidak disengaja atas kemauan Sougo san, jadi kau tidak boleh menyalahkannya."

"Patsuan kenapa kau memanggil Okita kun dengan nama depannya?!" Gintoki menggoyang-goyang kan bahu Shinpachi tidak terima.

"Yah, mau bagaimana lagi Gin san, nama Kagura chan sekarang kan juga Okita." pemuda itu berbisik agar ucapannya tidak terdengar oleh Otsu.

"Itu sama saja kau mengakui pernikahan mereka!"

"Ap-tentu saja aku belum merestui hubungan mereka!"

"Akhir-akhir ini media terus menyorotmu, Kagura chan. Mungkin mereka sudah mulai melupakanku huh, megane norak!" Otsu yang sudah bosan bernyanyi mulai ikut berbincang.

"Kok aku merasa disindir ya." Shinpachi menggelengkan kepalanya. "Itu tidak benar, Otsu chan, kau terlalu bercahaya untuk dilupakan! Idol upil gadungan seperti Kagura chan tak akan pernah bisa menggantikan pesona Otsu chan!" Bela Shinpachi. "Sebenarnya ini semua salah author karna membuat ff Okikagu! Seharusnya author san membuatmu menjadi tokoh utama di ff nya. Semacam ff Otsu x Shinpachi begitu." Sahut Shinpachi sambil mengelap hidungnya yang mimisan.

/Ogah amat bikin ff gituan, Patchie. Cuih. -Author-

Kagura menghela napasnya. "Huft.. saat menjadi Yorozuya dulu sepertinya lebih menyenangkan aru ne."

ooooooooooooooo

"Sialan Kamiyama lama sekali." Umpat Sougo. Rupanya tak cuma Kagura, Sougo turut menjadi incaran para wartawan yang haus akan gosip.

Sekarang pemuda itu tengah duduk di Kursi taman, menunggu jemputan dari bawahannya. Dia mendecih mengetahui dirinya menjadi sorotan mata orang-orang di sekitarnya. Segera pemuda itu menyalakan aura sadist mode miliknya, membuat orang-orang tak berani menatapnya kembali.

Tak lama terdengar sirine mobil polisi yang berhenti di depan taman. Tanpa basa basi Sougo langsung menghampiri mobil tersebut, dan masuk ke dalamnya. Ia duduk di kursi depan, samping pengemudi. "Apa yang membuatmu lama sekali Kamiyama?"

"Ah maafkan aku taichou, tadi di perjalanan aku bertemu dengan Yamazaki san, ia memaksa ingin ikut menjemputmu. Tapi aku harus menunggunya bermain bad-" Yamazaki langsung menutupi mulut Kamiyama "Maaf Taichou, tadi aku memaksa Kamiyama san untuk menungguku membelikanmu Yakisoba pan" potong Yamazaki.

"Oh, begitukah? Lalu kenapa ada raket dan seragam badminton di sebelah kursimu, Yamazaki?" Tanya Sougo dengan tatapan menyelidik yang sukses membuat Yamazaki banjir keringat dingin.

"Hah?! Kenapa ada seragam dan raket badminton di sini?! Ya ampun.. apakah kalian pernah mengamankan seorang pemain badminton sebelumnya, Kamiyama san?!" Ujar Yamazaki berusaha sok polos. "Lupakan itu taichou, ini dia pesanan Yakisoba pan mu!" Kata Yamazaki sambil menyodorkan kantung plastik kecil ke arah Sougo

Sougo menaikkan sebelah alisnya "Kapan aku memesan itu?"

"Du-dua hari lalu."

"Kalau begitu makanlah Yakisoba pan itu di dasar neraka, Zaki." Sahut Sougo, ketus. Yamazaki dibuat merimding disko akan ucapan Pangeran Sadist Shinsengumi tersebut.

"Taichou, sepertinya kau sedang kesal? Wartawan banyak yang mengejarmu karna berita tadi pagi?" Tanya Kamiyama.

"Itu bukan urusanmu. Sekarang kita kembali ke markas." Balas Sougo.

"Semangat taichou! Wajar mereka ingin mewawancarai polisi teladan sepertimu! Pokoknya Kau panutanku Taichou! Aku akan mengikutimu seumur hidupku! Ah, tapi apakah kau benar-benar memiliki hubungan dengan idol itu?" Tanya Kamiyama lagi.

Urat-urat kekesalan sudah menghiasi kepala Sougo. "Sudah kubilang itu bukan urusanmu. Bisakah kau diam? Suaramu agak mengganggu." Ucapnya.

"Taichou tenang saja. Aku yakin Idol itu mulai terpincut padamu. Bagaimana pun dia di tolong oleh Polisi sepertimu! Khh.. bahkan aku pun iri padanya. Benar-benar idol yang beruntung!" Ucap Kamiyama.

"Aku serius diamlah. Astaga Kami sama bisakah kau membantuku membungkam mulut setan ini?" Pinta Sougo pada Tuhan.

"Padahal kau hanya menolong artis dari agensi mereka, tapi sekarang kau justru ikut direpotkan oleh wartawan-wartawan itu. Taichou, sebaiknya kau pertanggungjawaban pihak agensi idol itu!"

"Hmm.. tanggung jawab ya.." Gumam Sougo, ia memperhatikan pemandangan dari luar kaca mobil patroli.

'Sepertinya itu ide bagus. Aku akan meminta China bertanggung jawab' Kini senyuman sadist hadir menghiasi wajah tampan Okita Sougo.

ooooooooooooooo

-Yorozuya, Malam hari-

Seperti malam-malam sebelumnya, Yorozuya menghabiskan waktunya dengan cara bermalas-malasan. Kagura menonton televisi, Shinpachi mendengarkan lagu Otsu sebelum debut bersama Kagura (karna suara Kagura ancur), dan Gintoki yang duduk tidak jauh dari mereka sedang sibuk membolak-balik halaman JUMP edisi meinggu lalu.

'Drrt drrrt'

Tiba-tiba terdengar suara getaran ponsel yang mengalihkan perhatian trio Yorozuya tersebut.

Gintoki mengambil ponsel milik Kagura yang bergetar tidak jauh darinya. "Oi ada yang meneleponmu Kagura." Kata pria itu.

"Siapa Gin chan?" Tanya Kagura. Mata Gadis itu masih fokus menatap layar televisi.

"Dari Sadist 3 . Are bukannya ini Okita kun? Ada apa dengan emoticon 'hati'ini?"

Tubuh Kagura menegang sejenak ketika mendengar ucapan Gintoki. "Urusai Gin chan, Sadist sendiri yang menamai kontaknya di ponselku seperti itu!" Gadis itu merebut ponselnya dengan cepat.

"Aku baru tahu kalau Okita kun menamai dirinya sendiri dengan nama 'Sadist'" Ucap Gintoki dengan tatapan menyelidik, membuat Kagura melotot ke arahnya. "Kau tidak percaya padaku Gin chan?"

"Sudahlah kalian berdua." Shinpachi berusaha melerai kedua rekannya. "Kagura chan suara getaran ponselmu sebenarnya agak mengganggu. Bisakah kau jawab?"

"Ou. Silahkan dijawab Shinpachi." Kata Kagura sambil menyodorkan ponselnya ke pemuda kacamata itu.

"Kenapa aku?!"

"Kalau begitu kutolak saja telponnya." Tanpa pikir panjang Kagura langsung menekan tombol merah, menolak panggilan dari Sougo.

"Tunggu apa yang kau lakukan Kagura chan?!" Shinpachi menghela napasnya. "Sougo san pasti ingin berbicara denganmu."

Tak lama mulai terdengar suara bel Yorozuya yang ditekan tak henti-henti. Hal itu membuat trio Yorozuya mengumpat siapapun orang tak sabaran yang menekan bel mereka.

Tapi boro-boro membuka pintu. Mereka bertiga terlalu malas untuk bergerak. Untuk menentukan siapa yang akan membuka pintu, trio Yorozuya melakukan janken.

"Sial aku kalah aru!" Keluh Kagura.

Dengan malas Kagura berjalan menuju pintu depan. Saat Kagura membuka pintu, matanya langsung bertemu dengan iris merah darah tamu tersebut.

"China-"

Tak mengindahkan sang tamu, Kagura langsung menutup pintu kembali.

Bunyi bel pun terdengar lagi. Kini giliran Gintoki yang datang. "Apa yang kau lakukan Kagura? Cepat buka pintunya" sungut Gintoki sebal. Ia kemudian membuka pintu. Matanya langsung bertemu dengan surai coklat pasir milik sang tamu.

"Ah Danna-"

Gintoki kembali menutup pintu.

Terdengar bunyi bel kini dengan tempo lebih cepat.

Shinpachi datang melihat 2 rekannya yang mematung. "Apa yang kalian lakukan daritadi?!" Ia kemudian membuka pintu, matanya melihat wajah tamu mereka yang tak asing.

"Shimura." Sapa tamu tersebut.

Saat Shinpachi hampir menutup pintu, aksinya berhasil dihentikan oleh sang tamu.

"Oi apakah ini cara kalian menyambut seorang tamu?"

Trio yorozuya menganga lebar. Okita Sougo sedang berada di depan mereka sambil membawa sebuah koper besar.

"Oki- Sougo san?! Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya Shinpachi.

"Okita kun, kenapa kau membawa koper? Kau mau pergi dari dunia ini kah? Jadi kau ke sini ingin berpamitan pada Kagura?" Heran Gintoki.

Sougo tetap menunjukkan ekspresi datar. "Kalian ini bilang apa, danna, Shimura, tentu saja aku ingin memindahkan barangku ke rumah baru."

"Kau beli rumah baru di sekitar sini aru ka, Sadist?" Kali ini Kagura yang keheranan

"Tidak. Yorozuya kan rumahku juga, China."

"Oi sejak kapan Yorozuya menjadi rumahmu juga Souichiro kun?!"

"Sougo desu. Rumah istri ku juga rumahku, danna." Kata Sougo. Tanpa basa-basi lagi, ia memaksa masuk ke rumah tersebut. "Mulai hari ini, aku akan ikut tinggal di Yorozuya."

"Eh?! Apa yang mau kau lakukan dengan tinggal di sini Okita kun?!"

"Tunggu dulu, Sougo san, akan berbahaya jika wartawan melihat kau dan Kagura chan tinggal seatap setelah berita pagi tadi."

"Justru lebih berbahaya jika aku berada di Shinsengumi. Wartawan di sana sudah mengelilingiku seharian penuh." Ucap Sougo. "Karna sepertinya wartawan belum mengetahui rumah ini, aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu." Lanjutnya.

"Sayang sekali Okita kun, kamar di rumah ini tidak cukup untuk satu orang lagi. Sekarang kau bisa pulang!"

"Tidak. Aku bisa tidur di kamar China." Ujar Sougo, ia langsung melangkahkan kaki menuju kamar istrinya, tetapi ia tangannya ditahan oleh Gintoki

"Aku tidak akan membiarkanmu, Okita kun. Tentu kau tidak-"

"Ekhem"

Suara tersebut menghentikan perdebatan keempat orang tadi. Pandang mereka teralihkan ke pintu masuk. Terlihat beberapa orang telah berdiri di sana.

"Siapa mereka?" Tanya Gintoki.

"Beberapa orang dari Shinsengumi. Mereka memaksa ingin bertemu denganmu, danna."

"Selamat malam. Kami wali dari Okita Sougo." Sapa salah seorang pria. "Um sebelumnya bisakah kita bicara di dalam?"

"Ah maaf, kami tidak menerima Gorilla di sini." Jawab Gintoki dengan gerakan tangan seolah mengusir.

"Tunggu Gin san tidak sopan memanggilnya gorilla!"

"Ano.. sebenarnya kami membawa beberapa hadiah."

"Maaf tuan, mau kalian menyogok kami dengan kue tradisional atau cinderamata apalah, saya tidak bisa membiarkan kalian masuk!"

Ucapan tegas dari Gintoki membuat hati Shinpachi ikut tergerak. "Benar sekali! Tolong kalian pulang bersama Sougo san!"

"Sebenarnya kami tidak membawa hadiah seperti kue atau semacamnya karena agak merepotkan untuk membawanya, jadi Kami hanya membawa voucher susu strawberry dan Parfait dari supermarket xxx saja."

"Ah maafkan kelakuan kami barusan tuan, Silahkan masuk."

"OII DI MANA PENDIRIANMU GIN SAN?!" Shinpachi hanya dapat menatap sebal bosnya yang kini telah mempersilahkan tamu-tamu tadi masuk. Padahal sekarang Gintoki bukanlah MADAO lagi, tapi dia masih gampang terayu oleh godaan susu atau parfait gratis.

Yang jelas sebagai satu-satunya orang normal di rumah itu, ia tidak boleh membiarkan Sougo menginap! Ia kemudian mencari Sougo, hendak menyuruhnya pulang. "Sougo san sebaiknya kau- are? Sougo san dan Kagura chan sudah pergi.."

-bersambung-

Cie.. pada nungguin ff ini adpet ya?

/kaga thor

Maaf klo chapter ini kerasa boring.. Puncak ramadhan kemaren author sibuk, jadi gabisa nulis, padahal ada ide. Sekarang agak lupa cara nulis, jadi krasa acak-acakan tulisannya wkwk./efek ga kebiasa nulis ya gini :(( yha..

Oiya kemungkinan chapter depan updatenya cepet loh :3

Fav and Review?