"Ini mustahil aru!" Teriak Kagura. Gadis itu melemparkan kertas lirik lagu HDZ48 ke sembarang arah, mengakibatkan kertas-kertas itu beterbangan di sudut ruangan kecil yang disiapkan khusus untuk grupnya.
Aneh sekali, seharusnya dia sudah hapal lagu-lagu itu di luar kepala. Bagaimana tidak, Kagura kan sudah 1 tahun menjadi seorang idol. Tetapi entah kenapa, rasanya ada beberapa hal yang membuyarkan pikirannya.
Gadis itu meletakkan kepalanya di meja. Menginginkan agar kepalanya yang terasa berat dapat beristirahat sebentar.
Manik ocean blue milik Kagura tidak sengaja menatap cincin berbatu berlian yang senada dengan warna matanya. Harus ia akui, cincin itu sangat cantik walau sekadar cincin lamaran biasa. Tunggu sebentar.. ini cincin untuk apa? Batin Kagura bertanya.
.
.
.
Private IDOL
Gintama dan semua chara di sini milik
Sorachi-sensei, saya hanya pinjam
cerita asli milik saya
main chara: Okita Sougo Kagura
Rate: T
Romance/comedy
Warning (!): OOC, gajelas, bahasa acak-acakan, drama
.
.
.
.
Status Kagura dan Sougo memanglah aneh. Mereka sudah menikah, tetapi baru saja 2 minggu yang lalu Kagura dilamar oleh Sougo. Mengingat kejadian itu, mulailah timbul pertanyaan pada cincin yang ia kenakan. Apakah cincin ini adalah cincin kawin? Atau hanya cincin untuk lamaran? Atau semacam cincin pertunangan? Tidak mungkin. Memangnya ia masih membutuhkan cincin pertunangan meski statusnya sudah menikah? Kagura pun memutuskan untuk bersikap masa bodoh akan status cincin itu. Biarlah waktu yang menjawabnya.
Benak gadis itu tiba-tiba teringat akan ucapan Sougo 2 minggu lalu yang mengatakan bahwa cincin itu seharga ribuan yen. 'Cincin sebagus ini memang cocok jika harganya ribuan yen aru ne.' Kagura tersenyum kecil. Meski tak lama senyuman itu menghilang ketika ingatannya tertuju kepada seseorang. 'Sadist bilang cincin ini untuk Mitsuba nee?' Pikir Kagura dalam benaknya. 'Kenapa ia memberiku cincin ini? Kenapa ia tidak memberitahuku soal kematian Mitsuba nee? Apakah ada sesuatu yang ia sembunyikan?'
"Cih." Kagura mendecih. Gadis itu berusaha bersikap tak acuh. Benar. Kagura bukannya khawatir pada Sougo, ia hanya sedih karna kehilangan Mitsuba. Ya, Kagura tidak khawatir kepada Sougo sama sekali. Hmm.. mungkin?
"Sadisto Aho (Sadist bodoh)" Gumam gadis itu.
"Oi, siapa yang barusan kau bilang bodoh?"
Suara barusan membuat Kagura terkejut. Saat ia membalikkan tubuhnya, mata gadis itu langsung bertemu dengan wajah menyebalkan suami tercintanya.
"Jadi ini yang kau lakukan jika aku tak ada di sampingmu, hah?" Tangan pemuda itu langsung mencengkram pipi Kagura. Membuat wajah gadis itu terlihat seperti ikan. "Membicarakan suami yang bekerja keras membanting tulang untukmu bukanlah sifat istri yang baik, sayangku." Lanjut Sougo.
"Jangwan panggwil akhu 'sayang', teme!" Balas Kagura tidak terima. Dengan tenaga gorilla yang ia pinjam dari Otae, perempuan itu langsung menampar wajah tampan Sougo. Tamparan itu cukup keras hingga dapat membuat Kapten divisi 1 Shinsengumi mengaduh kesakitan.
"Dasar perempuan sialan. Kau diberi suami dengan wajah tampan sepertiku untuk dirawat. Bukan untuk ditampar dengan kekuatan monstermu." Protes pemuda bersurai pasir itu sambil memegangi pipinya yang terkena tamparan sayang.
Tanpa rasa bersalah Kagura mulai bersikap jual mahal, "Jangan terlalu percaya diri, Sadist. Justru mukaku terlalu cantik untuk menjadi istrimu. Oh, sungguh jika saja aku tidak menikah denganmu pasti aku sudah dilamar Yamazaki Kento." Ujar Kagura sambil tertawa sarkastik.
Sougo yang mulai terbakar api amarah lalu menarik kasar rambut panjang Kagura, "Hee benarkah? Memangnya kau kenal Yamazaki Kento itu siapa?" Tanya Sougo dengan nada emosi.
"Aku memang tidak tahu siapa itu Yamazaki Kento, tapi pasti dia lebih baik daripada Sadist bajingan sepertimu aru na!" Balas Kagura tidak kalah emosi. Gadis itu ikut menjambak rambuk poni milik Sougo. Rambut Sougo yang awalnya rapi itu pun mulai acak-acakan tidak jelas.
"Kenapa harus Yamazaki Kento, China? Kenapa tidak Yoshi--"
"Karena Yoshizawa Ryo mirip denganmu, Sadist!"
Oke seharusnya Sougo bahagia karna dibilang mirip artis, tapi entah kenapa ia justru makin emosi ketika kata-kata itu keluar dari mulut istrinya.
Tok tok
Suara ketukan pintu berhasil menghentikan perdebatan suami-istri tadi. Tak lama pintu itu pun terbuka, menampakkan wajah seorang staff yang terlihat kecapekan karna cobaan kehidupan *coret* karna pekerjaannya.
"Maaf Kagura san, HDZ48 akan tampil 15 menit lagi. Otsu san sudah bersiap di belakang panggung, harap anda segera menyusul ke sana." Ujar staff itu dengan malas, kemudian membungkuk dan menutup pintu itu kembali.
Kagura terdiam kaku saat mendengar waktu HDZ48 akan tampil tinggal 15 menit lagi. Bagaimana tidak? Karena perkelahiannya dengan Sougo barusan, penampilan gadis itu menjadi kacau. Rambutnya yang sudah dikucir dua menjadi berantakan.
Hari ini ia benar-benar tidak beruntung. Kagura tidak terlalu pintar mengucir rambutnya yang panjang, karna itu selama hidupnya ia lebih sering memelihara rambut pendek. Biasanya ada penata rias artis yang akan menatakan rambutnya, tapi penata rias itu sudah pulang karena ada masalah tertentu. Tanpa basa-basi lagi, gadis itu langsung mendudukkan dirinya di kursi meja rias, menatap tajam kaca di depannya, dan berusaha memperbaiki kuciran rambutnya yang diberi cepolan.
"Di mana Danna dan Megane?" Tanya Sougo. Pemuda itu baru menyadari bahwa sedari tadi hanya ada mereka berdua di ruangan itu.
"Hmm? Mereka pasti sedang mencari penonton yang cantik dan seksi aru ne." Jawab Kagura sekenanya. Matanya masih terfokus pada bayangannya di kaca.
"Ahhh!! Gawat, aku tidak bisa memperbaikinya aru!" Kagura menjerit frustasi. Dia terlihat terlalu panik.
Melihat tingkah Kagura cukup membuat Sougo menghela napasnya. "Apa yang kau lakukan, China? Mengucir rambutmu saja kau tidak bisa? Kau itu bodoh atau apa?" Celoteh pemuda itu yang berhasil memicu munculnya perempatan imajiner di kening Kagura.
Sougo segera mengambil sisir dari tangan Kagura. Ia kemudian menyisir rambut Kagura dengan lembut. Tangan lihainya lalu bergerak mengucir rambut Kagura menjadi dua ikat. Tidak lupa menambahkan cepolan di kedua kuciran rambut gadis itu.
Kagura tertegun melihat pantulan wajahnya di kaca. Rambutnya terlihat sangat rapi. "Kau hebat juga Sadist, apakah sebelum menjadi polisi kau sempat menjadi tukang salon aru ka?" Tanya gadis itu dengan polosnya.
"Kau pikir selama kita kecil siapa yang selalu mengucir rambutmu hah?" Sougo sambil menatap sebal Kagura. Ia memukul pelan kepala gadis itu.
Benar juga! Kagura baru saja ingat, semasa ia kecil Sougo lah yang selalu mencepol rambutnya. Kagura bahkan baru bisa menggunakan cepolan dengan benar saat Sougo tidak lagi tinggal di dekat rumahnya. Karena tidak ada Sougo yang mengurusnya, gadis itu bisa menjadi sedikit lebih mandiri.
Bagaimana dengan Gintoki? Tentu saja sedari muda bos pemalas itu sudah tidak dapat diandalkan.
Kagura terkekeh pelan mengingat masa lalunya. Benar-benar pemandangan yang langka. Sougo pun dibuat heran melihatnya. "Hal bodoh apa lagi yang kau pikirkan, China?" Tanya Sougo dengan wajah datarnya.
"Aku tiba-tiba ingat saat aku belajar mengucir rambut Mitsuba nee aru. Hasil kucirannya benar-benar jelek."
Sial. Kagura langsung refleks menutup mulutnya. Tanpa sadar ia malah bercerita yang tidak-tidak. Seharusnya ia tidak membahas mengenai Mitsuba nee di depan Sougo saat ini.
"Oh sekarang kau sadar kalau kau sangatlah payah?" Tanya Sougo dengan smirk nya.
Sungguh Kagura ingin menampar muka pemuda itu sekali lagi. Tapi rasa penasarannya mengenai Mitsuba membuatnya mengurungkan niatnya. "Sadist, bagaimana kabar Mitsuba nee?"
"Sebentar lagi kau akan tampil, sebaiknya kau tidak mengkhawatirkan keadaan orang lain dulu." Ucap Sougo datar.
'Tidak adil.' Gumam Kagura. Pemuda itu lagi-lagi mengalihkan pembicaraan. Kagura dan Sougo mungkin memang suami-istri abal-abal. Entah mereka saling mencintai atau tidak. Dengan kondisi seperti itu, mungkin memang ada jarak yang memisahkan mereka. Privasi yang tidak bisa mereka bagi berdua. Dan Kagura mengerti. Tapi kalau masalah mengenai Mitsuba, Kagura ingin tahu. Kagura bukanlah orang asing bagi keluarga Okita.
Ini tidak baik, rasanya Kagura ingin menangis.
"Jangan berwajah masam seperti itu, China." Ucap Sougo dengan lembut. Tangan pemuda itu mengusap pipi putih milik Kagura.
Kagura masih terdiam. Sougo pun berhenti mengusap pipi gadis itu, tetapi ia masih enggan melepaskan tangannya dari pipi istrinya. Manik ruby itu menatap pipi Kagura yang memerah. Apakah blush on milik Kagura semerah ini daritadi? Sougo tidak menyadarinya. "Bekas luka saat kau jatuh 2 minggu lalu sudah benar-benar hilang, kah?"
Kagura menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak. Belum hilang sepenuhnya. Tapi luka seperti itu mudah ditutupi dengan make up yang agak tebal."
"Pantas saja aku merasa ada yang berbeda dari tampilanmu." Ucap Sougo lagi.
"Apa maksudmu sadist?" Tanya Kagura. Wajah gadis itu semakin memerah, salting akan tatapan Sougo yang terus diarahkan kepadanya.
'Aku lebih suka wajahmu tanpa make up.' Jangan harap Sougo mau mengucapkan kata-kata itu di luar benaknya.
"Dengan make up setebal itu, aku tak bisa membedakanmu dengan babi." Ujar Sougo sambil mencubit hidung Kagura.
"Oi apa maksudmu teme?!" Protes Kagura. Tanpa menanggapi gadis itu, Sougo berjalan menuju sofa yang berada di belakang meja rias. Pemuda itu lantas mendudukkan pantatnya di sofa itu.
Kenapa Sougo masih di ruangan itu? Padahal ada tugas patroli yang tengah menunggunya. Kenapa Sougo lebih memilih menghabiskan waktu bersamanya? Tentu saja karena Sougo ingin membolos kerja. Kagura tahu itu. Tapi ia tidak dapat mengendalikan denyut jantungnya yang menggila setiap ia bersama dengan pemuda Sadist, suaminya. Gadis berusia 21 tahun itu merasakan wajahnya memanas. Padahal barusan yang Sougo katakan padanya adalah kata hinaan, bukan pujian, tapi kenapa Kagura bisa flustered seperti ini?
Tunggu.. jangan bilang ini yang namanya... jatuh cinta?
'Aku jatuh cinta pada Sadist?' Mendengar ucapan kata hatinya membuat wajah Kagura semakin memerah padam. 'Ti-tidak mungkin aru na!' Sanggah Kagura. Ia memegangi pipinya yang bersemu merah. Astaga, kenapa sekarang tingkahnya menjadi menjijikan seperti ini? Dia terlihat seperti gadis SMP yang sedang jatuh cinta pada teman sekelasnya saja.
Dengan ragu, Kagura pun menengok kebelakang, hendak melihat wajah tampan suaminya, tetapi mata perempuan itu seketika membulat ketika melihat pemandangan di depannya.
Okita Sougo, suaminya tengah duduk santai di sofa sambil memegangi rantai yang terhubung ke dua perempuan.
Menyadari tatapan dari istrinya, Sougo langsung mengarahkan wajah perempuan berambut pink ke arah Kagura.. dengan kakinya. "Lihatlah Urara, wanita idiot yang melihat sedang melihat kemari adalah istriku, master keduamu, kau mengerti?" Tanya Sougo kepada Urara yang tengah duduk dilantai dengan pose seperti kucing.
"Aku mengerti master." Sahut Kirara dengan raut bahagia.
"Yosh, anak pintar. Aku akan menyuruh Zaki menambah pakan kecoak untukmu." Puji Sougo. Ia lalu mengelus puncak kepala Urara.. dengan kakinya yang masih berbalut sepatu.
"Master, ini kopi hitam yang kau pesan." Kali ini Perempuan bersurai coklat yang mengajak Sougo berbicara.
Sougo menatap kopi hitam itu dengan tatapan malas. "Oi, siapa yang meminta kopi hitam? Aku bilang belikan aku yakisoba pan, bukan kopi hitam. Apakah kau tuli atau semacamnya, Kirara?" Lelaki itu merebut kopi hitam dari Kirara lalu menumpahkannya di atas kepala perempuan malang tadi. "Ma-maafkan aku master!"
"Oi China, kau mau minum atau makan apa? Peliharaanku akan membelikannya untuk kita."
Kagura hanya dapat mengacuhkan pemuda di depannya. Ia hampir lupa kalau suaminya adalah Lelaki tersadis di jagad semesta. Dengan wajah tampan seperti itu tidak heran jika Sougo merupakan playboy kelas paus. /karena kelas kakap sudah terlalu mainstream/
Kagura lantas mendekati suaminya, melepaskan tamparan pedas di pipi suaminya itu, kemudian berlalu keluar meninggalkan ruang tadi.
'Persetan. Mencintai pemuda playboy brengsek seperti Sadist pasti hanya halusinasiku saja.'
-bersambung-
Akhirnya Okikagu muncul juga XD Besok mungkin bakal banyak scene Okikagu. Kalian boleh komen pengen liat scene gimana, misal "pengen liat Okikagu ngedate"Meski ga aku pake di story utama, kapan2 bisa aku bikinin bonus ch nya :3
Oke sampai jumpa di chapter selanjutnya :3
Fav and Review?
