"Tetsuna... Nama keluarga kita adalah Reinvearth yang berarti 'mengendalikan bumi'. Sejak dulu kita adalah pelindung bumi yang selalu menjaga. Karena itu bumi memberikan kelimpahannya sehingga keluarga kita mendapat gelar yang mengagumkan dan kekayaan tak terbatas. Tapi, karena gelar itu monster yang iri hati, marah pada kita, hingga akhirnya kita mendapat kutukan."

"Kutukan?"

"Apa kau tahu bait puisi yang selalu nenek nyanyikan sebelum tidur?"
"Jabbewocky?"
"Ya. Kutukan di mana satu anak perempuan yang lahir dari Keturunan Reinvearth harus diserahkan pada Jabberwock. Atau Jabberwock si monster raksasa akan melahap matahari dan bintang-bintang."

.

.

.

Cerita Ogiwara masih berlanjut...

Raja dan Ratu Ke-49 Kerajaan Versailus tidak bisa selalu keluar menemui putra bungsu mereka yang hidup jauh di desa kecil yang ada di barat laut, Adelie.

Tapi berkat siasat Raja dan keberaniannya dalam mengambil sikap, para rakyat mulai kehilangan kepercayaan pada Organisasi Modlitba.

Raja juga mengusir Organisasi mereka dari ibu kota setelah mengetahui jika sekte mereka adalah pengguna ilmu hitam dan dipimpin oleh seorang penyihir jahat. Dengan dukungan oleh rakyat yang kembali memihak padanya, mereka berhasil mengusirnya keluar dari ibukota. Tapi sepertinya hal tersebut tidak menyenangkan untuk organisasi itu sendiri.

Sejak kepergian Organisasi Modlitba, Raja mulai melakukan perjalanan ke daerah-daerah di negerinya untuk memantau soal Organisasi tersebut. Dengan alih-alih mengunjungi daerah di Utara, diam-diam Raja dan Ratu mengunjungi putra bungsu mereka. Bahkan Seijuurou selalu ikut dengan perjalanan mereka supaya bertemu adiknya.

Seiji dibesarkan oleh Keluarga Ogiwara, sebagai putra dari seorang pelayan dan prajurit. Tapi mereka hidup di bawah naungan Bangsawan Rakuzan. Semuanya baik-baik saja, hingga suatu hari Keluarga Ogiwara harus pindah ke Ventoso karena diam-diam seorang pengikut Modlitba mengawasi mereka.

Di Ventoso mereka bertemu dengan Keluarga Kuroko yang merupakan salah satu anggota Keluarga Bangsawan Seirin. Di rumah yang cukup besar, tapi begitu sederhana, yang di kelilingi kebun jeruk, dan taman bunga mawar, Tetsuna tinggal di dalamnya.

Rumah dengan tungku api yang menghangatkan ruangan setiap musim dingin membuat siapa pun nyaman. Kursi goyang di depannya sering digunakan oleh wanita tua yang senang menimang gadis kecil, sambil bernyanyi.

Beliau membacakan banyak buku cerita, sehingga hampir di sudut ruangan dipenuhi oleh rak besar yang terisi dengan buku-buku dari berbagai negeri.

Biasanya mereka berdua akan bernyanyi bersama, dengan iringan musik berupa harpa dari anggota keluarganya yang lain. Saling menepukkan kedua tangannya riang.

"Beware the Jabberwock, my son!

The jaws that bite, the claws that catch!

Beware the Jubjub bird, and shun

The frumious Bandersnatch!"

He took his vorpal sword in hand:

Long time the manxome foe he sought—

So rested he by the Tumtum tree,

And stood awhile in thought.

And, as in uffish thought he stood,

The Jabberwock, with eyes of flame,

Came whiffling through the tulgey wood,

And burbled as it came!

One, two! One, two! And through and through

The vorpal blade went snicker-snack!

He left it dead, and with its head

He went galumphing back.

Tidak ada yang tahu apa arti sesungguhnya dari lagu itu, kecuali wanita tua yang duduk di kursi goyangnya bersama dengan gadis manis yang selalu dipangkunya. Juga seorang lelaki muda dan istrinya.

Mereka berempat mengerti apa yang terkandung dalam makna puisi kosong tersebut, di mana setiap orang luar yang mendengarnya hanya mengira itu tidak bermakna.

Tapi, ada cerita tersendiri yang hanya diberitahu wanita tua itu kepada keluarga kesayangannya.

Saat musim dingin, Raja dan Ratu Versailus berkunjung ke rumah Keluarga Kuroko. Mereka bahkan membawa kedua putranya tanpa ragu. Yang mengejutkan Raja dan Ratu adalah wanita tua yang duduk di kursi goyangnya itu ternyata adalah seorang Ratu dari Kerajaan paling makmur, dan terkenal sedunia, Kerajaan Britain Yang Mulia Ratu Sayaka Rion.

Beliau memangku bocah perempuan dengan senyuman yang sangat lugu dan manis. Rambutnya sebiru langit pagi yang cerah, membuatnya jadi sangat cantik. Mata bulatnya yang sebening lautan semakin membuatnya sempurna, tidak salah lagi kalau gadis itu adalah Tetsuna.

Ada dua anak laki-laki tampan yang wajahnya serupa, hanya berbeda di warna mata dan gaya rambutnya saja. Pakaian keduanya pun sangat serasi, ada bros yang menempel di lehernya. Yang satu tampak malu, sedangkan satunya terlihat ramah dan sopan.

Seijuurou memperkenalkan dirinya dengan sangat baik, sifatnya ramah, dan selalu menunjukkan senyum yang manis. Bros ruby di lehernya senada dengan warna matanya.

Berbeda dengan Seiji yang terlihat malu-malu, dan agak kasar, tapi juga sangat manis. Dia mengenakan bros golden topaz seperti mata kirinya.

Pertemuan mereka itu bukanlah akhir, tapi sebuah awal yang akan menghubungkan semuanya kepada sebuah cerita yang belum pernah ada di buku manapun.

Sayaka memberitahu Raja ke-49 Versailus, jika suaminya adalah Penerus Keluarga Reinvearth yang asli. Yang berarti Tetsuya juga Tetsuna adalah bagian dari Reinvearth juga. Tetsuya adalah putranya, sedangkan Tetsuna adalah cucunya.

Sebelumnya semua Keluarga Reinvearth adalah laki-laki, tapi kemudian istri Tetsuya melahirkan seorang putri, yang berarti ramalan tentang kehancuran keluarganya akan dimulai. Kutukan dalam puisi kuno yang sering Sayaka nyanyikan pada Tetsuna.

Jabberwocky yang ada dalam puisi memang dijelaskan sebagai monster raksasa seperti naga, beringas, bertaring, dan sangat mengerikan. Tapi sesungguhnya itu adalah manusia yang memiliki kekuatan sihir.

Lalu, apa maksudnya Sayaka menceritakan rahasia turun temurun keluarganya pada Raja dari negeri tetangga? Apa dia tidak takut jika Raja membeberkan informasi tersebut?

"Itu karena kelemahan mereka adalah Putramu." Kata Sayaka membuat Raja terbelalak tidak mengerti. Dalam puisi kuno Keluarga Reinvearth mengisahkan seorang anak laki-laki yang mengambil Vorpal Swords untuk mengalahkan monster Jabberwock.

Vorpal Swords yang dimaksud adalah bintang-bintang yang berjejeran di atas langit. Lahir secara bergilir satu-persatu di atas langit.

Jabberwock sangat takut pada bintang-bintang itu, terutama satu bintang yang meledak dan sinarnya lebih terang dari bintang manapun.

Karena itu bayi laki-laki yang lahir pada saat supernova semuanya dibantai habis oleh Jabberwock, tapi hanya ada dua yang selamat, dan itu adalah Seijuurou beserta Seiji. Begitu juga anak-anak Raja yang lain, yang selamat dari buruknya taring Jabberwock.

Tapi mereka tidak bisa tinggal diam begitu saja, sampai menemukan Putri Keluarga Reinvearth saat usianya 20 tahun kelak, dia akan terus mengincar para bayi yang merupakan kelemahannya.

"Mereka marah padamu. Apa kau tidak paham? Seluruh dunia sedang kacau karena ulah Jabberwock. Termasuk negerimu." Kata Sayaka.

"Apa maksudmu Organisasi Modlitba?" tanya Raja.

"Itu hanyalah kedok untuk menutupi kebusukan mereka. Keluarga kalian telah dikutuk karena telah membuat mereka marah. Tapi semua putramu adalah ketakutan terbesarnya. Karena itu untuk menghilangkan seluruh kutukan Jabberwock, aku ingin cucuku menikah dengan salah satu putramu. Entah itu mereka berdua, atau putramu yang lain. Tapi yang bisa mengalahkan Jabberwock hanya keberanian, dan kepercayaan." Jelas Sayaka.

Untuk menyembunyikan cucunya yang seharusnya dikorbankan kepada Jabberwock, ia memutuskan hubungan dengan putranya. Tapi, ia ingin melihat keluarganya sebelum sepenuhnya pergi kembali ke Britain. Sayaka senang mendengar Tetsuna yang selalu memanggilnya 'nanny'. Itu adalah julukan kesayangannya untuk sang nenek. Tapi sungguh disayangkan jika Tetsuna akhirnya akan melupakan semua yang telah neneknya berikan padanya.

Sebelum benar-benar pergi, Sayaka memberikan sebuah liontin untuk cucunya dengan batu Aquamarine sebagai bukti bahwa ia adalah Keluarga Reinvearth. Dengan bukti yang kuat dari Sayaka soal Perjanjian Versailus dengan Keluarga Reinvearth yang hanya diketahui oleh Raja atau Penerusnya.

Perjanjian baru kembali disusun untuk mereka berdua, di mana Sayaka akan menyerahkan cucunya pada salah satu Pangeran Versailus.

Jika mereka berhasil mengalahkan Jabberwock, Tetsuna akan naik tahta menduduki gelar barunya sebagai seorang Ratu Britain, bersama dengan Pangeran dari Versailus.

...

Sementara itu di Ruangan Raja Taiga...

"Eh? Maksudmu Tetsu datang ke sini untuk menikahi salah satu dari kami?" tanya Aomine mendongak bingung penuh kekosongan di ruangan Raja.

"Ya begitulah perjanjian yang dibuat oleh, ayah kalian dan juga ibu Kuroko." Balas Taiga yang juga ikut menjelaskan soal kebenaran itu kepada ketiga pangeran. Sebelumnya ia juga telah mengirim surat kepada Nijimura dan Kise di Lago.

Semuanya mendongak tidak percaya, kenapa baru sekarang diberitahu soal begini.

"Kalau diberitahu pun kalian pasti menolak kan?" tanya Taiga membenarkan.

"Lagi pula, dia lupa segalanya soal nenek dan kedua orang tuanya. Yah sekarang bukan ini persoalannya. Kalian semua sudah tahu kan, kalau kakak pertama kalian memiliki saudara kembar. Jaga mulut kalian supaya hal ini tidak terdengar keluar Istana." Tambahnya mantap dengan tatapan mengancam. Ini pertama kali Taiga memancarkan tatapan begitu tajam.

"Lalu, kenapa kau membawa Tetsuna dan Akashi pergi?" tanya Midorima penasaran. Setelah ia dijelaskan hal begitu, tidak mungkin keduanya pergi hanya dengan tujuan ingin melakukan kunjungan kenegaraan.

"Kau tajam juga ya, Midorima. Tapi seperti katamu. Pergi ke Lago, lalu bukannya menuju utara justru ke barat laut. Tujuannya sudah pasti memancing." Balas Taiga melanjutkan cerita dan rencananya yang sudah dibuat bersama Seiji.

Kerajaan mereka telah dimasuki oleh isu-isu tidak benar di setiap daerah, kemungkinan kelompok Organisasi Modlitba kembali. Mereka sudah bukan organisasi keagamaan lagi, tapi berubah menjadi sekte yang menggunakan ilmu hitam dan penyihir bernama Jabberwock. Mereka kembali masuk ke dalam negeri untuk mengambil apa yang telah dijanjikan untuknya.

Kali ini bukan rakyat yang diperdaya, melainkan para bangsawan yang haus akan kekayaan. Mereka juga menyadari soal keturunan Reinvearth yang sebenarnya berada di ibukota Kerajaan Versailus.

Sementara Seiji mengatur semua urusan di dalam Istana, Seijuurou menjadi mata-mata bersama dengan Keluarga Bangsawan ayahnya, Rakuzan. Mereka mengikuti gerakan yang mencurigakan di setiap daerah. Di malam hari Seijuurou akan datang ke Istana untuk melaporkan gerakan dari organisasi yang membahayakan negerinya. Pertemuannya dengan Tetsuna sungguh di luar perkiraan.

"Tunggu sebentar... Jadi maksudmu Akashi yang membunuh Raja sebelumnya itu Seiji atau Seijuurou?" tanya Aomine mulai bingung tujuh keliling.

"Keduanya tidak membunuh siapa-siapa. Memang Seiji sempat memberontak pada ayahnya, tapi tidak berani dia sampai membunuh. Yang membunuh Raja adalah anggota Jabberwock atau mereka yang kalian sebut Modlitba." Balas Taiga membuat semua orang terkejut tidak percaya.

Malam itu Seiji nekat menemui ayahnya di Istana, mereka berdebat soal ketidak adilan yang dirasakan oleh Seiji. Dia menolak untuk mengikuti ayahnya, di sana juga ada Seijuurou yang berusaha membujuk adiknya. Kenapa saat Istana sedang gencar kematian para selir, Seiji justru ikut menggila dan memberontak? Ia bahkan mengancam membunuh ayahnya, meski tangannya sendiri gemetar. Dan detik itu juga lelaki berjubah hitam dengan topeng yang menutupi semua wajahnya masuk ke dalam ruangan Raja dengan cara yang tidak logis.

Ia muncul dari bayangan yang ada di lantai kemudian langsung menusuk Raja. Dia juga bicara soal kehancuran Versailus yang sebentar lagi datang karena Raja sudah berani menentang dan mengusir organisasinya dulu kala.

Belum sempat Seiji mengejar, bayangan itu lenyap sekejap mata. Mereka mendengarkan permintaan ayahnya untuk terakhir kali.

"Lindungi negeri ini apa pun yang terjadi." Kata Raja yang menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman. Ia merasa lega bisa menebus kesalahannya pada semua istrinya.

Dengan waktu yang cukup singkat Seijuurou dan Seiji memutuskan untuk bertukar tempat.

Sebelumnya Seijuurou yang berada di Istana, tapi kini giliran Seiji yang menjadi cahaya dengan Seijuurou sebagai bayangannya. Kekacauan ini tidak boleh sampai terdengar rakyat, karena itu Seiji menyuruh Taiga menutup Istana rapat-rapat selama beberapa tahun. Karena para Pangeran saling berselisih dan tidak akur, bintang di langit meredup. Jabberwock semakin jadi di luar Kerajaan, dan merasa sedikit lega. Sampai akhirnya Tetsuna datang dan mengembalikan cahaya-cahaya terang di langit.

"Aku benar-benar pusing." Kata ketiga Pangeran yang menggeleng tidak percaya.

"Seharusnya aku tidak berhak mengatakan ini. Tapi Jabberwock adalah organisasi yang tidak bisa dianggap remeh, mereka yang membuat Ratu terbunuh. Begitu juga ibu kalian. Karena itu Seiji pergi untuk melihat seberapa niat mereka menghancurkan negeri ini."

Dan untuk melindungi ibukota Seiji lebih memilih membawa Tetsuna pergi ke luar negeri serta memancing semua cecunguk Jabberwock keluar untuk mengejarnya. Selama Tetsuna ada dijangkauannya maka dia bisa lebih melindunginya.

.

.

.

Kembali pada Ogiwara yang telah mengakhiri ceritanya...

Tujuan Ogiwara menemui Seiji karena dia tidak bermaksud jahat memang. Dia mencari Seijuurou untuk memastikan suatu hal, karena sudah beberapa hari ini orang-orang Ogiwara tidak bisa bertemu atau bicara padanya.

Sebelumnya Seijuurou meminta Ogiwara bersama orang-orangnya mengawal Seiji dan Tetsuna sampai ke Frank.

Sayangnya cerita Ogiwara tidak begitu masuk di dalam pikiran Tetsuna, gadis itu justru tampak jadi wadah kosong. Tangannya berkeringat dingin, samar-samar diingatannya terdengar suara-suara nyanyian yang tidak dia ketahui.

"Apa kau sadar dengan yang telah kau lakukan, Shige?" tanya Seiji dengan tatapan yang mengerikan. Ogiwara menelan ludahnya, tapi ia tahu semua yang dilakukannya benar, dan dia tak bisa mundur.

"Tentu aku menyadarinya Pangeran... Tapi, Kuroko tidak bisa hidup dalam kebohongan lagi, karena saat ini nyawanya menjadi taruhan. Jika hatinya ragu, dan bimbang karena tidak tahu siapa dirinya. Itu akan menuntunnya ke jalan yang tak berujung." Balas Ogiwara meyakinkan, meski dia juga cemas dengan sosok lelaki di depannya.

Saat Tetsuna masih tidak bisa berpikir soal apa pun, mereka justru mendengar keributan di gerbong. Kedua orang Ogiwara melihat situasi di luar, mereka bilang jika para bandit sewaan Jabberwock telah datang. Mereka adalah laki-laki yang sebelumnya diamankan Tetsuna sendiri.

Bahkan jika aku masuk ke dapur sekarang, mungkin aku tidak akan berani. Mereka semua bisa mencium bau darah segar dari arah dapur. Pakaian putih untuk petugas dapur bercampur warna merah yang jadi mengerikan. Sudah jelas mereka bukan manusia biasa. Seperti yang ada di legenda masa lalu, racun dari Jabberwock membuat seorang manusia kehilangan akal sehat dan nuraninya.

"Kita harus segera pergi dari sini, Pangeran." Kata Ogiwara yang bersiap untuk melindungi Tetsuna dan Seiji. Hanya saja Tetsuna benar-benar tidak stabil, dia bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya.

"A-Aku ini siapa?" tanya Tetsuna dengan gemetar. Tampak jelas kedua mata turquoisenya yang biasa sangat terang dan berkilauan berubah jadi gelap dan mendung.

Jika mereka tidak bisa pergi dari sana, bisa-bisa keduanya tertangkap. Seiji sempat kebingungan, dia tidak tahu harus bagaimana menenangkan Tetsuna.

Meski mereka sudah saling mengenal sejak kecil, tapi Seijuurou yang selalu bisa menenangkan gadis kecil itu jika merasa tidak tenang.

Saat ini kakaknya tidak ada, dan tidak ada orang lain yang bisa diandalkan Tetsuna selain dirinya.

Seiji membuka tuksedonya, ia mencoba menghangatkan tubuh gadis di depannya yang mulai mendingin.

"Tetsuna... Lihat aku, semua akan baik-baik saja. Pejamkan matamu, dengarkan lagu yang kau sukai, dan tertidurlah." Kata Seiji pelan, ia menyentuh wajah mungil pelayannya dengan tatapan yang meyakinkan. Perlahan-lahan Seiji mulai melantunkan lagu yang membuat Tetsuna tenang. Matanya kembali seperti semula, tapi seiring dengan suara lembut Seiji memberatkan kedua mata Tetsuna.

Hush now, my Storeen

Close your eyes and sleep

Waltzing the waves

Diving the deep

Stars are shining bright

The wind is on the rise

Whispering words of long lost lullabies

Seketika Tetsuna tertidur, dan Seiji segera menggendongnya seperti putri tidur. Dengan Ogiwara dan kedua rekannya sebagai pengecoh, Seiji membawa Tetsuna pergi ke gerbong para penumpang lainnya. Semua orang terbelalak melihat Pangeran Pertama yang sangat tampan berjalan dengan menopang seorang gadis.

Dua pengawalnya mengapit memberi jalan supaya mereka bisa ke tempat yang aman. Hanya tinggal 30 menit lagi sampai ke Frank. Tapi masalahnya, apa mereka bisa melewatinya dengan baik atau tidak. Setidaknya saat ini, mereka harus bertahan dengan pengawal dan prajurit seadanya sampai 'Pahlawan' datang.


HALOOOOOO IH LAMA BANGET GAK APDET HWHWHWH AKHIRNYA BISA PAKAI MS WORD MESKI PAKAI LAPTOP KAKAK H4H4H4 /apasih

Seperti biasa beribu maaf dan berjuta terima kasih untuk kalian yang setia menunggu update terbaru sequel Royal Maid, kalau ada yang kebingungan dan tidak mengerti tolong mencobalah untuk mengerti wkwkwk /heh
Terima kasih juga buat yang udah review dan antusiasnya nunggu, sekarang terjawab sudah kan rasa penasaran kalian h4h4h4

Sekali lagi terima kasih banyak, btw yang punya ig boleh follow komik keluarga online saya alias Reinvearth Family yeaaayyy komik seputar kegajean kita di jagat dunia internet 3