Ff
My idol
Chapter 3
Cast :
Choi SiWon
Kim Kibum as Yeoja (GS)
Cho KyuHyun
Preview chap 2
1 detik
2 detik
3 detik
"aku harus ke toilet" katanya datar sambil berdiri dari posisi tersebut dan pergi berjalan memasuki toilet.
Aku langsung masuk ke kamarku, kubaringkan tubuhku di kasur. Aku memegang dadaku, terasa jantungku berdetak cepat. Ada apa dengan diriku ini. Bisa-bisanya aku gugup. Sudah 2 kali aku jadi gugup karnanya, apa aku menyukainya? Hahahah mana mungkin, dia memang manis tapi bukan tipeku. Hahaha maldo andwe. Argh bayangan wajahnya yang begitu dekat masih terbayang-bayang dipikiranku. Aaaa MALDO ANDWE erangku frustasi..
MALDO ANDWEEEEE
****** My Idol******
Seorang gadis sedang termenung sendiri ditaman sekolahnya, Kim Kibum. Raut wajahnya terlihat suram, terlihat dia sedang memikirkan seseorang. Apa orang itu Choi Siwon? Sepertinya bukan, Dia sedang memikirkan andrew, seorang namja yang selama seminggu ini tinggal bersamanya. Namja yang sudah membuat jantungnya berdetak tidak karuan. Bukankah Choi Siwon dan andrew adalah orang yang sama? Tapi sayang Kibum tak mengetahuinya. Entah apa yang terjadi bila dia mengetahuinya.
"tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Mana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang wajahnya pun aku tidak tau. Apa aku sudah gila? Kalau kau bisa hati-hati mana mungkin dia akan memelukmu. Arggh, Tapi Ketika dia memelukku kenapa aku merasa ada sesuatu yang membuat hatiku tidak menentu. Kim Kibum sadar, hanya siwon oppa yang ada dihatiku. Arggh eotthoke, aku benar-benar gila karenanya." Erang Kibum. Dia benar-benar frustasi karna memikirkan itu lalu tiba-tiba datang Kyuhyun menghampirinya. Kyuhyun mendudukan dirinya dibanguk samping kibum.
"ada apa denganmu? Kenapa terlihat suram begitu?" tanya kyu.
"aku sedih karna 2 minggu lagi konser siwon oppa, tapi aku tidak bisa nonton. Kau taukan apa alasanya." Bohongnya, bukan itu yang sebenarnya.
"lagi lagi siwon. Aku capek mendengar namanya terus. Bisakah kau tidak menyebutkan namanya bila bicara denganku?" kata Kyuhyun dengan sebal.
"aku lagi tidak mood untuk adu mulut denganmu, jadi baiklah. Aku tidak akan membahasnya. Lalu kenapa kau datang kesini? Bukanya kalau jam istirahat kau lebih senang memnghabiskan waktu dengan PSPmu itu dari pada ngobrol denganku?"
"bukanya aku tidak mau ngobrol denganmu, tapi aku malas. Kau pasti hanya akan membahas namja itu lagi. Hmm sebentar sore kau ada acara?"
"sepertinya tidak. Ada apa?"
"bagaimana kalau sebentar sore kita nonton, aku punya tiket 2. Hitung-hitung menghibur hatimu yang sedang sedih karna tuan choi itu." Ajak kyuhyun dengan senyuman 100 watt.
"baiklah aku ikut." Kata kibum. Sebenarnya tujuan utamaku mau pergi karna aku tidak mau sering bertemu dengan andrew ssi. Tadi pagi saja hanya melihat punggungnya saja aku sudah gugup. Aku benar-benar bingung dengan perasaan ini. Katanya kibum dalam hati.
"kalau begitu aku jemput ya jam 5"
"baiklah"
"sepertinya bel akan berbunyi, kaja kita masuk kelas" kata Kyuhyun sambil berdiri.
Terlihat kyuhyun begitu gembira. Perlahan-lahan Aku akan membuatmu melupakan Choi Siwon bodoh itu Kibum-ah. Kata kyuhyun dalam hatinya.
***** My Idol *****
Terlihat Kibum sedang sibuk mempersiapkan dirinya dikamarnya. Dia terlihat cantik seperti biasanya. Tidak ada dandanan yang tebal, hanya ada dandanan tipis, bedak dan lipglos yang membuat dia terkesan natural.
Ning nong ning nong
Suara bel apartement.
Saat ini Siwon sedang tiduran dengan malasnya disofa sambil menonton.
"Kibum ssi, sepertinya ada orang diluar. Cepat buka pintunya. Suara bel itu sangat berisik, menggangu aku yang sedang nonton." Teriak Siwon
"yack, kau ini. Kan kau yang dekat dengan pintu, kau saja yang buka. Aku lagi sibuk." Balas kibum sambil berteriak dari dalam kamarnya.
Akhirnya dengan malas siwon bangkit dari sofa lalu menuju pintu. Siwon membuka pintu, dan tepat didepan pintu berdiri seorang namja yang cukup tampan.
"nuguseo?" tanya Siwon
"bukankah ini apartemenya Kim Kibum? Aku yakin ini apartemenya." Bukanya membalas, kyuhyun malah bertanya balik.
"ne, benar ini apartemenya. Nuguya?" tanya Siwon sekali lagi
"kau yang siapa? Kenapa berada di apartemenya Kibum? Dan lihat dandananmu terlihat seperti penjahat. Jangan-jangan kau maling?" tanya kyuhyun mulai curiga dan panik
"Kibum-ssi, ada pria bodoh mencarimu" teriak Siwon. Siwon malas bertanya, karna kyuhyun tidak menjawab dan malah bertanya balik. Dan apa-apaan dia mengataka Siwon maling, Siwon benar-benar sebal tapi lagi-lagi dia malas untuk protes.
"bodoh? Kaukatakan aku bodoh. Yack siapa kau sebenarya" tanya Kyuhyun kesal
Siwon tidak menjawabya malah berlalu masuk dan duduk kembali disofa tempatnya tadi sambil kembali menonton acara Tv.
"eh kyu, kau sudah datang? Tunggu sebentar ya." Kata Kibum sambil berjalan menghampiri kyu dengan senyumnya. "aku akan pergi, jadi bila kau ingin makan kau bisa membuatnya sendiri." Kata kibum pada Siwon.
Siwon tidak menjawab, matanya tetap tertuju pada Tv yang menayangkan suatu acara yang Siwon sendiri pun tak tau itu acara apa. Dia hanya pura-pura terlihat fokus pada acara itu, tapi pikiranya melayang kemana-mana.
Kibum dan Kyuhyun sudah pergi. Tak lupa dengan kyuhyun mennggenggam tangan kibum. Tertinggal siwon sendiri di apatement. Dia terlihat kesal ketika melihat kibum tersenyum manis pada tangan mereka yang saling berngenggaman.
"apa-apaan dia, katanya sangat mencintai Siwon, tapi coba lihat sikapnya yang centil pada namja tadi. Ugh sulit dipercaya" kata siwon mulai tidak jelas. Terlihat jelas dia cemburu melihat kibum bersama pria lain. "apa? katanya tadi membuat makananku sendiri. Apa dia tidak punya hati, membiarkanku sendiri disini makan malam dengan ramen sementara dia pergi bersenang-senang dengan namja itu. Bisa-bisanya dia bersenang-senang sementara aku tersiksa dengan perasaanku yang tidak jelas ini. Argh kau benar-benar membuatku gila Kim Kibum." Erang siwon frustasi. Hari itu siwon benar-benar frustasi. Pikiranya terus tertuju pada Kibum yang sedang pergi bersama Kyuhyun. Siwon menuggu Kibum dengan gelisa, karna terlalu lama dan bosan menunggu, akhirnya Siwon ketiduran disofa.
Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Kyuhyun sedang mengantar Kibum sampai di depan pintu apartemennya.
"kyuhyun-ah, gumawo, sudah mengajakku nonton serta makan malam. Malam ini aku sangat gembira." Ucap Kibum pada kyuhun dengan tersenyum tepat didepan pintu apartemenya.
"haha, seharusnya aku yang berterima kasih padamu karna sudah mau menemaniku." Balas Kyu sambil menatap Kibum dengan senyumannya.
"haha. Sepertinya sudah larut malam, sebaiknya kau cepat pulang lalu tidur supaya kau tidak terlambat kesekolah. Aku juga harus masuk."
"baiklah, aku pulang dulu. Sampai berjumpa di sekolah kibum-ah." Ucap kyuhyun sambil bersiap-siap pergi.
"ne, hati-hati dijalan. Jangan ngubut ya."
"arraseo. Pai pai." Balas Kyuhyun sambil melambaikan tanganya dan berjalan lalu memasuki lift. Didalam lift terlihat kyuhyun sedang tersenyum gembira. Terlihat jelas diwajahnya bahwa dia sedang jatuh cinta. Sebenarnya kyu sudah lama menyukai Kibum, tapi dia tidak berani untuk jujur. Hari ini dia memberanikan diri mengajak Kibum pergi hanya berdua. Dia benar-benar senang, ditambah lagi sedari tadi Kibum sama sekali tidak membicarakan Choi Siwon, namja yang sangat disukai kibum. Kim kibum akan aku pastikan kau melupakan Choi bodo itu, dan akan kubuat kau menjadi miliku. Tekat kyuhyun dalam hati. Kyuhyun sepertinya malam ini akan mimpi indah deh. Kita tinggalkan kyuhyun yang sedang fall in love. Lebih baik kita lihat apa yang terjadi di apartemenya kibum.
Cklek (suara pintu)
Kibum membuka pintu apartemenya dilangkahkan kakinya masuk ke apartemenya. Ketika dia sampai di ruang Tv, dia melihat Siwon sedang tertidur di sofa. "aish, kenapa dia tidur disini." Katanya lalu berjalan mendekati siwon. "andrew-ssi ireonna!" kata kibum sambil membangunkan siwon. Tapi nihil, sudah beberapa kali dia mencoba membangunkannya tapi tidak ada tanda-tanda siwon akan bangun. Kibum mulai kesal, "dasar tukang tidur, terserahlah kalau kau mau tidur disofa, aku tidak perduli." Katanya sebal sambil meninggalkan siwon. Tapi tiba-tiba dia terpikrkan sesuatu dan mendapatkan ide cemerlang menurutnya. Aha, kenapa tidak aku gunakan ini untuk melihat wajahnya. Lagipula sepertinya dia sedang tidur. Aku harus memastikan wajahnya, kalau benar aku jatuh cinta padanya, paling tidak aku harus tau kibum pada dirinya sendiri. Perlahan dia berjalan mendekati Siwon. Dia memposisikan dirinya tepat di depan wajah siwon yang masih tertutupi. Perlahan tanganya diulurkan menyentuh kaca mata yang sedang digunakan siwon. Ketika tanganya sudah hampir menyentuh kacamata tersebut tiba tiba siwon terbangun lalu menagkap tangan Kibum.
"apa yang kau lakukan oeh?" kata siwon sambil bangun dari posisinya lalu melepaskan tangan kibum yang di pegangnya tadi.
"ah i it itu, tadi ada nyamuk diwajahmu." Jawab kibum gugup. Dia takut ketahuaan kalau dia berusaha melihat wajah siwon.
"oh. Yack kau tau ini jam berapa? Kenapa baru pulang, aku lapar." Kata siwon sambil marah-marah. Tapi alasanya marah-marah bukan karena lapar. Tapi karena Kibum pergi dengan Kyuhyun berduaan.
"lapar? Akukan sudah bilang kalau mau makan masak saja sendiri. Tidak usah menungguku, aku akan pulang malam."
"aku malas masak. Kau kan sudah habis bersenang-senang nah sekarang tolong buatkan aku makanan." Pinta siwon sambil memelas.
"sirreo, aku capek. Aku harus tidur sekarang. Aku tidak mau telat ke sekolah besok. Masaklah sendiri. Andrew ssi selamat malam." Kata kibum sambil berjalan meninggalkan siwon. Namun tiba-tiba siwon menahan tanganya.
"jangan pergi dengannya lagi, aku tidak suka melihatnya." Kata siwon pelan.
Kibum menghempaskan tangan siwon dari lenganya.
"sia sahabatku. Kau bukan siapa-siapa untukku, jadi kau tidak berhan melarangku pergi dengannya." Kta kibum dengan sinis lalu masuk kedalam kamarnya.
Sebenarnya tadi dia mau memasakkanya, tapi dia telalu gugup menghadapi siwon. Apalagi tadi dia hampir tertangkap basah ketika hendak membuka penyamaran siwon. Dan kibum tampak berfikir."apaan-apaan dia, sudah seenaknya membuat aku gugup, lalu apa maksudnya tadi? Merangku pergi dengan Kyuhyun. Dasar aneh." Gumam kibum.
Diluar terlihat siwon sedang kesal. Dia langung melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya. Di dalam kamar dia langung melepaskan semua alat penyamarannya. Setelah semuanya lepas direbahkan tubuhnya ke kasur. Apa-apaan dia, karena pria itu dia menelantarkanku. Aissh, aku tadinya lapar, tapi sekarang sudah kenyang karena kesal. dan ada apa dengan mu tadi siwon, kenapa seenaknya melarangnya pergi dengan namja itu. Aiissh untung dia bodoh, jadi dia tidak tau kalau aku itu sebenarnya cemburu dengan namja itu. Choi Siwon, bisa-bisanya kau jatuh cinta pada gadis seperti itu. Kau benar-benar sudah gila. Aish, lebih baik aku tidur sajalah. Kata siwon pada dirinya. Ditariknya selimutt menutupi badannya, lalu perlahan memejamkan matanya.
Keesokan harinya.
Kibum POV
Aku mempersiapkan diri untuk kesekolah, seragam, sepatu rambut dan wajah. Hmm semuanya sdh rapi. Kulangkahkan kaki keluar kamar. Terlihat masih sepi, sepertinya andwre ssi belum bangun. Sebaiknya aku bergegas kesekolah, sebelum dia bangun. Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya. Setiap bertemu denganya membuat perasaanku tidak menentu. Aku takut, terlalu sering bertemu denganya hanya membuat aku goyah. Aku benar-benar gila, masa aku jatuh cinta terhadap namja yang wajahnya pun aku tidak tau. Aku harus menghindarinya. Iya benar menghindarinya. Lebih baik cepat pergi sebelum dia bangun.
Sesampainya di sekolah, aku dikejutkan dengan pemandangan yang tidak seperti biasanya. Coba lihat Cho Kyuhyun sekarang ini. Biasanya hal yang dia lakukan adalah kencan bersama 'pacarnya' alias PSP. Tapi hari ini beda, dia hanya duduk dikursinya sambil tersenyum manis. Ini tidak seperti Kyuhyun yang biasanya. Biasanya dia akan mengisi waktu luang menunggu bel mulai pelajaran dengan bermain game di PSPnya. Dia itu sosok namja yang tidak bisa lepas dengan PSP. Tapi pagi ini, dia kemanakan PSPnya.
"wow, Cho Kyuhyun, tidak biasanya kau hanya duduk diam tersenyum seperti itu. Biasanya kau sibuk dengan PSPmu itu. Kau kemanakan PSPmu itu oeh?" tanyaku sambil menduduki bangku disebelah kyuhyun.
"PSP? Oh aku tinggalkan dirumah."
"mwo? Bukanya kau tidak bisa hidup tanpa PSP jelekmu itu?"
"ani, buktinya aku sekarang hidup kok tanpa PSP itu. Lagipula kau kan selalu marah setiap kali aku hanya sibuk dengan PSPku." Jawabnya memandangku dengan senyuman yang cukup aneh kelihatanya.
"iya benar. Baguslah kalau begitu. Kau tau aku sangat membencimu setiap kali kau larut dengan PSPmu itu. Kau tidak pernah mendengarkanku bicara kalau kau sudah bersama dengan PSPmu itu."
"hahaha mianhae. Tapi mulai sekarang aku akan selalu mendengarkan ceritamu, kecuali cerita mengenai…." Kata kyuhyun tak melanjutkan kalimatnya.
"iya aku tau siapa yang kau maksud. Lagipula aku tidak akan membahasnya denganmu, karena aku tau kau tidak menyukainya walaupun sampai sekarang aku tidak tau alasanmu membencinya."
"suatu saat nanti kau akan tau alasanku membencinya. Eh ngomong-ngomong sepulang sekolah ini aku mau pergi jalan-jalan ditaman bermain yang baru buka kemarin. Aku ingin kesana tapi aku tidak suka pergi sendirian. Bagaimana kalau kau ikut denganku?"
Sepertinya tawaran kyuhyun boleh juga. Akukan lagi menghindar dari andrew.
"baiklah, aku ikut denganmu."
"oh yah, mengenai namja kemarin itu, dia yang menyewa kamar di apartemenmu kan?"
"ne, wae?"
"dia terlihat aneh, seperti seorang penjahat. Aku takut kalau kau kenapa-kenapa."
"dia orang baik kok walaupun penampilanya seperti itu." Jawabku senormal mungkin. "sudah, tidak usah membahasnya." Kataku. Hanya membahasnya saja sudah membuat jantungku berdedak cepat.
Kring kring kring bunyi bel pertanda masuk. Hari ini kami belajar seperti biasanya, tidak ada yang berbeda kecuali kyuhyun yang sikapnya berubah manis tidak seperti kemari-kemarin.
Ketika pulang sekolah aku dan kyuhyun pergi ke taman bermain. Disini cukup ramai juga. Kami mencoba berbagai jenis permainan yang ada. Coba lihat Kyuhyun sekarang ini, tadi dia memaksaku menaiki wahana permainan roller coster (benar gak begitu tulisannya), tapi sekarang setelah antri begitu panjang menunggu giliran eh dia malah gak mau naik. Ekspresi ketakutannya benar-benar lucu. Setelah dipikir-pikir lebih baik tidak usah naik itu, kasian juga liat Kyuhyun ketakutan seperti itu. Akhirnya kami mencoba wahana yang gak terlalu eksrtim.
Kerna terlalu asik bermain berbagai wahana tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kyuhyun mengantarku pulang dengan motornya.
Author POV
Di beranda sebuah apartement yang terletak di lantai 6 seorang namja bertubuh tegap terlihat sedang menunggu seseorang dengan gelisanya. Tidak ada dandanan mencolok seperti biasanya. Dia menggunakan piyama tidurnya tapi tanpa alat penyamaranya seperti biasanya. "aiish, ini sudah jam 8 malam. Kenapa dia belum pulang sekolah. Mana ada orang sekolah sampai jam segini. Jangan-jangan ada orang jahat menculiknya? Tapi itu tidak mungkin. Mana ada orang mau menculik yeoja galak seperti dirinya. Yang ada penculiknya yang ketakutan bukan dia. Atau janga-jangan dia mengalami kecelakaan. Kalau sampai itu terjadi apa yang harus aku lakukan?Aiishh, dia benar-benar membuatku gelisah." Kata siwon entah pada siapa. Raut wajahnya terlihat kuatir.
Tiba-tiba dari bawah ada sebuah motor besar yang dinaiki oleh 2 orang, namja dan yeoja menggunakan baju seragam senior high school. Itu adalah Kibum dan Kyuhyun. Kibum turun dari motornya, dibuknya helm yang dikenakanya.
"gomawo. Hari ini aku sunguh senang. Ini helmmu." Kata kibum sambil menyerahkan helm yang digunakannya pada Kyuhyun.
"aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Seandainya tidak ada kau yang menemaniku hari ini, pasti akan membosankan." Kata kyuhyun sambil tersenyum lembut lalu mengambil helm dari tangan kibum.
"baiklah. Ini sudah malam. Sebaiknya kau pulang lalu istirahat."
"arra, Kibum-ah aku pulang dulu yah. Sebaiknya kau masuk saja. Aku akan pergi kalau kau sudah masuk. Aku ingin melihatmu masuk." Katanya sambil mengacak rambut Kibum.
"hahaha baiklah. Aku masuk dulu. Hati-hati dijalan ya. Jangan ngebut ya. Sampai ketemu disekolah besok." Kata kibum sambil berjalan masuk gedung apartementnya."
"selamat tidur Kibum-ah. Semoga mimpi indah." Kata Kyuhyun sambil berteriak lalu mulai menyalakan motornya dan berlalu dari gedung apartement kibum.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seorang namja yeng memperhatikan mereka berdua dengan geramnya. Choi Siwon, terlihat sanga geram. Diramasnya besi pembatas balkon . Choi Kibum aku sudah melarangmu pergi dengan namja itu, tapi kau tidak mendegarkanku. kata siwon didalam hatinya.
Cklek suara pintu terbuka. Terlihat suasana apartemen yang begitu gelap.
"andrew ssi, kau dimana?" tanya kibum dalam keadaan gelap
"….." tak ada jawaban dari siwon.
"kamana dia ya? Kenapa dia tidak menyalakan lampu apartement. Jangan-jangan dia ketiduran atau sedang pergi keluar. Sebaiknya aku nyalakan lampunya dulu." Kata kibum pada dirinya sendiri karna tidak mendapatkan jawaban dari siwon tadi. Dilangkahkan kaki menuju saklar lampu namun langkahnya.
"jangan nyalakan lampunya. Biarkan seperti ini." Kata siwon dalam kegelapan.
"andrew ssi? Kau ada disini? Kenapa tadi tidak menjawab panggilanku? Kenapa tidak menyalahkan lampu?" tanya kibum.
"biarkan gelap seperti ini. Ini lebih baik bagiku. Jangan nyalakan lampunya!" pinta siwon dengan nada serius.
"lebih baik? Lebih baik apanya? Aku tidak bisa melihat apapun. Aku akan menyalakan lampunya." Kata kibum lalu berjalan pergi melangkahkan kakiknya hendak menyalakan lampu lagi. Tapi tiba-tiba siwon memeluknya dari belakang.
Hening
Deg
Deg
Deg
suara jantung kibum berdetak dengan cepat. Otaknya terasa berjalan lambat. Pikiranya kosong. Dia bingung apa yang harus dilakukannya dalam situasi seperti ini.
"jangan bergerak. Ku mohon. Biarkan seperti ini dulu." Lirih siwon
Kibum masih belum bisa menjawab, dalam hatinya ingin berkata iya, tidak masalah. Tapi lidahnya terasa kelu untuk mengucapkannya. Dia masih terlalu shock dengan perlakukan siwpon yang tiba-tiba seperti itu.
"hmm." Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.
"kenapa kau tidak mendengarkanku?" tanya siwon masih dengan posisi memeluk kibum dari belakang.
"tidak mendengarkanmu? Maksudnya?" tanya kibum tidak mengerti.
"kenapa kau masih keluar dengan namja itu, aku sudah melarangnya. Tapi kau tidak mendengarkanku." Kata siwon sambil, melepaskan tanganya yang melingkar dileher kibum. Ada perasaan tidak rela ketika dia melepaskan tengannya.
Disisi lain kibum juga merasa tidak rela ketika siwon melepaskan pelukanya. Lalu perlahan kibum berbalik menghadap siwon.
"maksudmu Kyuhyun? Dia sahabatku, dan aku rasa kau tidak berhak untuk melarangku pergi keluar dengannya. Kata kibum dengan sinis sambil menatap wajah siwon yang tidak tertutupi benda apapun. Tapi kibum tetap tidak bisa melihat wajah siwon yang sebenarnya dengan jelas karna minimnya cahaya dalam apartemennya.
"pokoknya jangan pergi dengannya. Aku tidak suka." Kata siwon tidak kalah sinisnya.
"apa alasanya kau tidak menyukainya? Berikan aku alasan yang jelas!" pinta kibum mulai terpancing emosinya
"AKU TIDAK MENYUKAINYA. Tidak perlu alasan mengapa aku tidak menyukainya. AKU HANYA TIDAK MENYUKAINYA." Kata siwon setengah berteriak.
"MWO? Kau berteriak kearahku? Kau pikir dirimu siapa? INGAT, KAU ORANG ASING BAGIKU. Kau bukan siapa-siapa. Kau tidak berhak mengaturku. Kau hanya seseorang yang menyewa kamar di apartemenku. Kau tidak berhak mengatu hidupku. Lebih baik kau …. hmppp hmppp" ucapan kibum terpotong karena tiba-tiba siwon mendekati kibum lalu menciumnya.
TBC
Hohohoh putus ditengah jalan.
Mianhae kalau alur di chap ini agak kecepetan. Ketika membuat ff ini, tiba-tiba aku kehilangan feel. Akhirnya aku putuskan membaca kembali chap 1 dan 2 berulang. Lagipula ff ini aku buat disela-sela waktu luangku yang sangat minim. Aku benar-benar sibuk 2 sampai 3 bulan kedepan. Jadi untuk chap berikutnya aku gak janji bisa update kilat. Tapi aku akan usahakan di sela-sela waktu luangku untuk membuat chapter berikutnya.
Pingin balas satu-satu review dari kalian,, tapi sayang gak sempat.
Oh iya, buat yang nanya apa versi awal dari ni ff castnya KyuMin. Minanhae, bukan.
Sekali lagi mind to review?
1 review dari kalian menambah semangatku untuk membuat chap berikutnya.
gamsahamida
