Chap 5
Preview chap 4
"apa-apan dia, malu belanja denganku. Ah masa bodoh, mending aku belanja keperluaanku."
Ketika sedang asik memilih-milih sabun apa yang ingin di beli nya, tiba-tiba terlihat seorang wanita dengan paras yang bisa dibilang cantik, sedang memperhatikan siwon. Dia berjalan mendekati siwon.
"Simba?" panggilnya dari belakang.
Siwon berbalik lalu, betapa terejutnya dia kini di hadapanya sedang berdiri seorang wanita dengan rambut pirang yang panjang, sedang tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya yang selalu diingat dengan jelas oleh siwon.
"noona? Kau benar noona…
My Idol
"noona? Kau benar noona? My bunny noona?"
"nde, hey sedang apa kau disini? Bukannkah menurut berita yang ada di TV kau sedang pergi liburan di luar negri sebelum menghadapi konsermu beberapa minggu lagi oeh?" Tanya jeoja tersebut. Yeoja yang dipanggil bunny noona oleh siwon.
"ah itu panjang ceritanya. Haha ternyata noona juga sering mencari berita tentangki yah?"
"bukannya mencari berita tentangmu choi simba, tapi setiap liat berita tv sering sekali menampilkan berita tentangmu. Berita tentang ini lah itulah. Terlalu banyak berita tenangmu disana sini. Terakhir tentang konser dan liburanmu. Tapi kenapa kau malah ada disini?" tanyanya penasaran.
"ah noona aku kan sudah bilang panjang ceritanya, tidak bisa diceritakan disini. Tapi ngomong-ngomong kapan noona balik dari jepang?"
"oh itu, sudah sekitar dua bulan yang lalu. Appa mengingginkan aku untuk mengurus kembali perusahaan di korea, lagi pula cabang perusahaan yang di jepeng sudah kembali normal." Jelasnya.
"sudah dua bulan noona kembali tapi mengapa tidak lansung menemuiku oeh? Apa noona sudah tidak sayang padaku lagi? Apa noona tidak merindukanku oeh? Noona jahat." Kata siwon dengan nada dibuat semanja-manja mungkin(hahaha haduh oppa tidak cocok tau ckckck).
"bukannya tidak mengabarimu, ketika aku sampai di korea kau orang pertama yang ingin aku temui, namun kau sekarang sudah bukan siwon yang dulu. Kau sekarang sudah sanget terkenal, menghubungimu saja sudah cukup sulit apalagi bertemu denganmu. Lagi pula aku takut nantinya bila aku daang menemuimu akan ada skandal yang muncul. Kau kan sekarang ini public figure, kau milik semua fansmu bukan seorang choi siwon milikku lagi." Sambungnya dengan memberi penjelasan. Terlihat dia tersenyum dengan lembut.
"ah iya juga yah."
Akhirnya mereka memutuskan untuk belanja bersama. Selama belanja siwon menceritakan kenapa dia bisa ada disini bukanya di luar negri seperti yang diberitakan selama ini juga tentang dia yang menyewa kamar di apartment kibum.
Setelah cukup berbelanja mereka kedepan untuk menunggu kibum.
"noona, seperti yang sudah aku bilang tadi janggan memanggilku siwon di depanya yah. Terserah mau panggil aku apa yang jelas jangan siwon."
"arra. Aku penasaran seperti apa sosok kibum yang ka katakana menyebalkan itu."
"ah noona pasti akan tau kalau sudah bertemu denganya. Tapi kemana dia, ini sudah satu jam?"
Tiba-tiba kibum datang sambil membawa belanjaanya yang cukup banyak."
"yack Andrew ssi tolong bantu aku, jangan hanya diam disitu." Kata kibum sambil berusaha membawa belanjaanya dengan susah payah.
"kau ini belanja untuk setahun punya oeh? Jawab siwon lalu langsung mengambil sebagian belaajaan kibum. "apa ini? Sudah sejam kau belanja dan sudah sebanyak ini tapi kenapa malah rata-rata hanya ramen? Kau ini ingin makan ramen selama setahun apa? Kata siwon, begitu melihat kantong belajaan yang diambilnya dari kibum berisi ramen semua.
"jangan protes. Sudah cepat kita pulang aku capek." Sambung kibum dengan malas.
Lalu karena merasa terlupakan yeoja yang dipanggil noona oleh siwon mulai bersuara.
"permisi, maaf menggangu pembicaraan kalian berdua. Andrew kebetulan aku juga sudah mau pulang, bagaimana kalu aku mengantar kalian? Tawarnya
"nuguseo?" Tanya kibum heran melihat yeoja tidak dikenalnya menawarkan tumpangan pada mereka.
"ah iya aku lupa, kibum ini Sungmin noona, noona ini kibum" siwon memperkenalkan mereka.
"annyeonghaseo, LEE SUNGMIN imnida, bageupsemida" sungmin memperkenalkan dirinya sambil menundukan badan lalu mengulurkan tangan kanannya.
"ah kim kibum imnida. Senag bertemu denganmu juga." Balas kibum sambil menjabat tangan sungmin.
"sudah acara kenelan-kenalanya, kibum ayo kita ikut sungmin noona. Dari pada naik bus aku capek harus jalan sampai ke halte. Potong siwon.
"ah kau ini, maaf merepotkan."
"tidak apa-apa. Ayo, mobilku diparkir disebelah sana." Kata sungmin sambil berjalan lalu di ikuti siwon dan kibum.
Selama di mobil dalam perjalanan ke apartmenya kibum siwon dan sungmin terlihat begitu akrab, sedangkan kibum hanya diam da sesekali tersenyum untuk menghargai sungmin. Kibum merasa risih melihat keakrapan siwon dan sungmin. Di dalam hatinya bertanya-tanya siap sebenarnya Lee Sungmin, kenaa dia bisa kenal dengan Andrew. Ada hubungan apa diantara mereka berdua, mereka terlihat saling kenal dengan baik satu sama lain. dia begitu penasaran, yeoja secantik sungmin kenal dengan Andrew yang bahkan wajahnya kibum belum tau. Dia berpikir sungmin pasti pernah melihat wajah Andrew. Seperti apakah wajah seorang Andrew yang sebenarnya.
Memikirkan semua itu dia jadi tidak sadar kalau mereka sudah sampai di depan geung apartmentnya.
"kibum sshi kita sudah sampai, cepat turun." Siwon menggagetkanya
"jangan kasar seperyi itu simba pada seorang yeoja" tegur sungmin dengan lembut.
"ah iya noona. Kibum ssi kita sudah sampai" ulang siwon dengan nada yang lebih lembut.
"ya aku tau" jawabnya dengan malas. Sambil turun dari mobil.
"terima kasih atas tumpanganya sungmin ssi." Kata kibum berterima kasih pada sungmin.
"cheonmanayo. Oh iya panggil saja aku sumngmin oennie ya"
"ah nee onnie" kata kibum dengantersenyum
Melihat senyumnya sungmin takjub
"ah kau sangat manis, rasanya aku ingin punya adik sepertimu" akui sungmin
"ah gamsahamina oenni. Oenni juga sangat cantik." Balas kibum dengan tersipu malu.
"oh iya noona ayolah mampir k tempat kami, aku masih ingin berbibcang deganmu."
"mian simba, noona harus kembali ke rumah ada yang harus noona kerjakan."
"baiklah, tapi kalau ada waktu mapirlah kesini. Aku benar-benar merindukanmu."
Mendengan percakapaan Andrew dan sungmin tyang begitu akrab, ditambah lagi sikap Andrew yang berbeda pada sungmin membuat kibum merasa tidak senag. Tapi iya bingung apa yang iya rasakan melihat mereka.
Sungmin kembali masuk ke mobilnya.
"aku pulang dulu ya"
"iya, jangan lupa mampir kami di nomor 604 noona"
"iya baiklah. Sampai jumpa"
"hati-hati dijalan" seru keduanya
Sesampainya di dalam apartment kibum terlihat lebih diam dari biasanya, tapi siwon malah terliat lebih ceria dari biasanya. Kibum merasa ada sesuatu di antara Andrew dan sungmin, dan itu membuat dia merasa tidak senang. Oh ayolak kim kibum kau itu sedang cemburu. Masa seerti itu saja tidak tau namanya.
Ting tong
Suara bel.
"tunggu sebentar" jawab kibum dari dalam sambil berjalan membuka pintu.
Kibum membuka pintu, dan dia terkejut melihatsiapa yang datang.
"oenni? ah silahkan masuk."
"simba ah maksudku Andrew ada?" tanyanya sambil masuk kedalam apartment.
"oh iya ada di dalam kamarnya, tunggu sebentar." Kibum berjalan kekamar siwon lalu mengetuk pintu kamarnya. "Andrew ssi, ada sungmin oenni disini"
Mendengar itu siwon bergegas memakai penutup wajah lalu keluar kamar.
"noona akhirnya kau datang" sambil memeluk sungmin
Melihat itu kibum merasa sakit di dadanya.
Sungmin hanya tersenyum. "ne aku pasti datang untuk melihatmu my simba."
Siwon melepas pelukanya "noona, ayo kekamarku. Kita bicara didalam saja supaya lebih enak" ajak siwon sambil menarik tangan sungmin masuk kekamarnya.
Sungmin hanya menurut saja.
Blamm pintu tertutup, meninggalkan kibum sendiri diruang tengah.
Kibum yang ditinggal sendiri mulai menggerutu
"apa-apaan dia bersikap begitu manis pada sungmin oennie, tap padaku malah begitu kasar. Lalu seenaknya dia membawa yeojakedalam kamarnya, tidak menghargai aku sebagai pemilik apartmen ini. Ah dia itu benar-benar menyebalkan"
Sementaea itu didlam kamar siwon
TBC
Hohohoh putus ditengah jalan.
Kalian penasaran dengan hubungan siwon dan sungmin? Sma saya juga
Hahaha nantikan di chapter selanjutnya..
Thanks to semua riviewnya. Sekali lagi bersediahkah kalian member review pada ffku ini?
