Preview chap 5

"noona akhirnya kau datang" sambil memeluk sungmin

Melihat itu kibum merasa sakit di dadanya.

Sungmin hanya tersenyum. "ne aku pasti datang untuk melihatmu my simba."

Siwon melepas pelukanya "noona, ayo kekamarku. Kita bicara didalam saja supaya lebih enak" ajak siwon sambil menarik tangan sungmin masuk kekamarnya.

Sungmin hanya menurut saja.

Blamm pintu tertutup, meninggalkan kibum sendiri diruang tengah.

kibum yang ditinggal sendiri mulai menggerutu

"apa-apaan dia bersikap begitu manis pada sungmin oennie, tapi padaku malah begitu kasar. Lalu seenaknya dia membawa yeoja ke dalam kamarnya, tidak menghargai aku sebagai pemilik apartmen ini. Ah dia itu benar-benar menyebalkan"

Sementara itu didlam kamar siwon

Chap 6

Siwon mulai membuka penutup kepalanya yang tadi digunakannya. Sungmin memilih duduk di kursi sedangkan siwon duduk di tempat tidurnya.

"kau seperti itu setiap ada kibum ya? Apa kau tidak gerah?" sungmin bertanya pada siwon

"nde, mo bagaimana lagi. Kalau tidak di pasti akan kaget"

"iya sih, tapi kan seperti katamu kemarin kalau kibum itu salah satu fansmu, kenapa tidak jujur saja kalau kau itu choi siwon, kibum itu kelihatanya orang baik jadi aku yakin dia akan bisa menjaga rahasiamu"

"entahlah, tapi aku lebi suka seperti ini. aku tidak bisa bayangkan kalau dia tau aku itu choi siwon"

"iya kira-kira bagaimana ya kalu dia tau siapa sebenarnya dirimu. Ngoong-ngomong kibu orangny manis ya" sungmin memuji kibum.

"manis apanya, yeoja bodoh dan galak seperti itu dibilang manis" jawab siwon, tapi jauh didalam hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh sungmin.

"ah kau ini, coba perhatikan dia itu cantik dan baik tau, noona ini kan yeja jadi aku lebih mengerti dari pada dirimu Choi siwon"

"terserahlah apa kata noona, bagiku dia itu yeoja bodoh dan galak. Gimana gak bodoh ngakunya fans nomor 1 nya siwon tapi kok aku gak dikenalnya, lalu apa-apaan dia tiap bicara padaku begitu kasar tapi kalau bicara dengan namja setan itu, begitu manis. Lalu ngaku begitu mencintai aku choi siwon tapi dia malah pergi kencan dengan namja lain seharian dan meninggalkan aku sendiri disini, apa gak menyebalkan ha? Lalu ketika aku melarangnya keluar dengan namja setan itu eh dia malah bentak aku, katanya akukan gak punya hak atas dirinya. Sebenarnya aku punya hak kan, dia itu fans aku, jadi dia tidak boleh berpaling dari aku. Kalau dia seperti itu berarti dia sudah bukan fans aku" penjelsan siwon begitu panjang kali lebar. Sungmin senyum mendengar penjelasan siwon.

"simbaku sepertinya masih seperti dulu, seperti itu saja tidak mengerti itu namanya cemburu, jujur kau mulai menyukainya kan?

Mendengar sungmin mengatakan bahwa iya cemburu dan menanyakan apa ia benar suka pada kibum, dia hanya terdiam. Dia sendiri pun tidak tau apa yang harus dijawabnya. Perlahan siwon mulai menjawab sambil tersenyum palsu

"mana mungkin aku cemburu dan menyukainya" jawabnya bohong "ah iya bagaimana kabar ahjussi dan ahjumma? Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka" Tanya siwon mengalihkan pembicaraan.

Sungmin sudah mengenal siwon sejak lama, jadi ia tau siwon sedang berbohong ketika mengatakan bahwa ia tidak menyukai kibum, sungmin tau siwon orang yang jarang membicarakan seorang wanita dengan sesemangat itu. Sungmin berpikir nanti ada waktunya dimana siwon akan dengan jujur mengatakan bahwa dia menyukai kibum.

"mereka baik-baik saja"

Lalu mereka mulai bercerita dengan seru, hanya sesekali terdengar suara tertawa dari mulut mereka.

Sementara di ruang tengah terlihat kibum sedang gelisah, memikirkan tentang sedang apa Andrew dengan sungmin didalam kamar, kibum menyalakan TV tapi tidak ada acara yang b is membuatny tertarik. Pikiranya melayang pada mereka. Semua pemikiran masuk kedalam otak kibum. dia terliha kacau dengan remote ditanganya dan jari-jari yang memencet tombol remot dengan semaunya sementara matanya sesekali melirik pintu kamar siwon dan telinganya berusaha menajabkan pendengaranya tapi tepat tidak biasa mendengar apa yang mereka bicarakan, hanya sesekali dia mendenger suara tertawa Andrew dan sungmin. Lalu ketika sedang meperhatikan pintu kamar siwon, tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka, lalu terlihat sosok Andrew keluar lengkap dengan penutup wajahnya diikutu sungmin di belakangnya. Buru=buru kibum palingkan wajahnya ke TV dan pra-pura focus menonton.

Siwon berjalan keluar kamar bersama sungmin.

"kibum ssi, saya permisi dulu, maaf sudah merepotkan" pamit sungmin pada kibum

Kibum pura-pura kaget melihat sungmin sudah keluar kamar.

"ah oenni sudah mau pulang, iya hati-hati dijalan. Kapan-kapan mampir lagi ke sini" jawab kibum sambil berdiri menghadap sungmin'

"ah nee" jawab sungmin

"ayo noona aku antar sampai di parkiran" kata siwon sambil menggandeng tangan sungmin. lalu siwon pergi mengantar sungmin ke parkiran. Tersisa kibum didalam apartmen yang terlihat muram melihat siwon menggandeng tangan sungmin.

"ah ada apa denganku, kenapa begitu terasa tidak suka melihat sungmin seperti itu dengan Andrew. Padahal sungmin oenni orang baik tapi mengapa aku mersa tidak suka dengannya" kata kibum pada dirinya sendiri. Sambil kembali mendudukan dirinya di sofa dan mulai embali menonton TV atau lebih tepatnya melihat TV tanpa focus pada acara yang ditayangkan.

Lalu tiba-tiba siwon sudah kembali megantar sungmin di parkiran. Siwon masuk lalu langsung mendudukkan dirinya disamping kibum. jarak mereka cukup dekat, tapi tak ada satupun yang menyadarinya.

"kibum ah, aku lapar, tolon buatkan makanan untukku, kata siwon sambil berbalik menatap kibum

"kau buatlah sendi…" jawab kibum sambil berbalik mengahadap siwon. Tapi ketika dia berbalik wajah mereka begitu berdekatan hanya beberapa centi jaraknya. Kibum bisa melihat dengan jelas mata siwon. Entah mengapa melihat mata Andrew sedekat itu perasaanya menjadi lain. begitu juga dengan siwon, dia tidak menyangka kibum akan berbalik membuat wajah mereka begitu dekat. Melihat kibum sebegitu dekat denganya dia menjadi ingat kejadian dia tidak sengaja mencium kibum. jantungnya berdetak menjadi kencang, tubuhnya terasa kaku untuk bergerak.

Setelah terdiam cukup lama dan saling memandang satu-sama lain, keduanya langsung memalingkan muka dan terlihat gugup. Kibum lagsung berdiri dan siwon langung mengambil remote TV dan pura-pura mecari saluran yang ingin ditontonya, padahalkan dia tidak ada niat menonton.

"a..aku mau kedapur, memasak makananmu." Kata kibum llu dia bergegas kedapur

"hmm"jawab siwon singkat sambil pura-pura focus pada TV.

Kini yang terdengar suara ramen yang sedang direbus dan suara acara diTV. Selang beberapa menit, ramen yang dibuat kibum sudah selesai. Dia membawa ramen itu ke tempat siwo mennton TV. Diletakkanya magkuk ramen di meja depan sofa yang sedang diduduku siwon.

"ini makananmu, hanya ramen yang bisa aku buatkan. Aku mau masuk tidur, besok harus sekolah. Jadi aku deluan, jangan lupa abis makan cuci mangkoknya." Kata kibum tanpa lihat siwon lalu berjalan memasuki kamarnya.

"hmm" lagi-lagi siwon hanya menjawab dengan singkat dan tetap pura-pura focus pada TV.

Setelah kibum masuk kamar, siwon langsung mengambil mangkok ramenya lalu memakan ramenya dengan cepat, setelah ramenya habis, ia pergi kedapr untuk mecuci mangkoknya lalu kembali keruang TV, mematikan TV dan masuk ke kamarnya.

Sementara itu dikamar kibum terlihat kibum sedang berguling-giling tidak menentu. Sudah setengah jam dia masuk kamar, tapi dia belum bisa tidur. Kembali dia menggingat kejadian tadi. Wajanya begitu dekat dengan wajah Andrew. Dia merasa tadi waktu melihat dekat mata Andrew, dia merasa mata itu begitu hangat dan begitu familiar. Menggingat itu membuat kibum merasa gila, di tambah mengingat Andrew dan sungmin, membuatnya bertambah gila.

Sementara dikamar siwon, tidak berbeda jauh dengan kibum keadaanya, berguling-guling sambil mengingat kejadian tadi. Dia merasa bodoh, kenapa dia menjadi gugup berdekatan seperti itu dengan kibum.

Malam makin larut, setelah banyak berpikir tntang hal tadi akhirnya meraka tertidur dengan sendirinya.

Esok paginya, kibum terlihat terburu-buru, yaiyalah karena terlalu banyak berpikir semalam akhirnya dia tidur nanti sudah lewat tengah malam akibatnya dia terlambat bangun. Ketika sedang memakai sepatunya, siwon baru keluar dari kamarnya.

"ah iya, Andrew ssi aku hanya membuatkanmu kopi. Aku buru-buru ke sekolah. Aku kesiangan, jadi kalau mau sarapan buatlah sendiri. Di lemari ada ramen" kata kibum. dia sudah selesai memakai sepatunya.

"iya, hati-hati dijalan" balas siwon sambil berjalan menghampiri kibum yang sedang berdiri di depan pintu rumah.

Kibum membuka pintu rumah, siap-siap pergi

"jangan lupa kunci pintunya." Pesan kibum sebelum pergi

"iya aku tau" jawab siwon

Setelah itu kibum berlalu pergi. Kini siwon sendirian di apartment. Dia pergi kemeja makan, dilihatnya secangkir kopi hangat. Siwon mendudukan diri di salah satu kursi lalu melai menikati kopi buatan kibum.

Ketika sedanh menyesap kopinya, tiba-tiba smartphonenya bordering. Terlihay tanda adanya pesan masuk, melihat itu, siwon lalu membaca pesan yang masuk

From : bunny ming noona

Simba kau sedng apa? Sudah sarapankah?

Membaca pesan itu di tersenyum, lalu segera dia membalasnya

To : bunny ming noona

Aku sedang minum kopi. Aku belum sarapan, kibum tidak sempat membuatkanku sarapan, soalnya dia kesiangan dia buru-buru kesekolah , jadi dia hanya mmbuatkanku secangkir kopi.

Balas siwon. Setelah itu tidak lama smartphonya bordering, pesan balasan dari sungmin

From : bunny ming noona

Ah kalian seperti pasangan suami istri ya, hahaha kibum istri yang baik. Walaupun telat tetap saja sempat membuatkanmu secangkir kopi

Membaca pesan itu kibum membelalakan matanya. Dia tidak habis pikir kenapa sungmin bisa bilang seperti itu. Dia kembali membalas pesan sungmin.

To : bunny ming noona

Kenapa noona mengatakan seperti itu. Istri yang baik dari mana, biasanya dia memarahiku. Ah sudahlah, tidak usah membahasnya. Ngomong-ngomong kenapa noona pagi-pagi begini sudah enghubungiku?

From : bunny ming noona

Ah iya aku hamper lupa, kau belum sarapankan? Bagaiman kalau kita sarapan bersama, aku merasa sepi sarapan sendiri, soalnya appa dan oemma semalam mendadak berangkat ke china. Kita sarapan di kafe favorit kita ya? Aku jemput ya, Bagaimana?

To : bunny ming noona

Baiklah, aku siap-siap dulu

Setelah sekitar 30 menit sungmin sampai di apartment kibum untuk menjemput siwon. Lalu mereka menuju sapphire blue café. Disana mereka sarapan sambil berbincang-bincang dengan santai. Mereka tidak perduli dengan tatapan heran dari orang-orang yang menatap aneh dengan penampilan siwon yang memakai kacamata dan topi serta masker wajah, hanya ketika makan siwon melepas masker wajahnya dan menutup kepalanya dengan topi hoodienya, padahal kepalanya dudah ditutupi dengan topi. (bayangin deh siwon pake topi lalu di lapis lagi dengan topi hoodienya lalu pakai kacamata seperti itu wujud siwon). Tapi walaupun orang menatap aneh dirinya dia tetap terlihat santai begitu pun dengan sungmin tidak terlalu perduli dengan tatapan orang-orang pada siwon. Setelah selesai sarapan, siwon kembali memakai maskernya.

Setelah melihat jam yang sudah menunjukan pukul 8, sungmin bersip

"sudah jam 8, aku harus ke kantor, kau mau aku antarkan kembali keapartmen atau mau ke suatu tempat?" Tanya sungmin sambil berdiri dari kursi

"entahlah, aku bosan diapartmen dan aku jug tidak tau harus kemana" jawab siwon

"hmm bagaiman kalau kau ikut ke kantorku saja, paling dikantor aku hanya duduk diruangan sambil menandatangain beberapa berkas saja, lagipula selepas jam makan siang aku sudah bebas, appa melarangku kerja sampe sore, soalnya aku lagi mau persiapan untuk belajar kembali melanjtkan studyku di jerman nantinya."

"ah ide bagus, aku ikut noona saja. Hitung-hitung belajar mengelolah perusahaan. Noona taukan appa dari dulu tidak suka aku menjadi artis, maunya aku mengelolah perusahaan. Jadi sekarang aku rasa sudah waktunya membantu appa diperusahaan."

"lalu kalau kau focus dengan perusahaan bagaimana dengan karirmu? Bagaiman dengan fansmu oeh?"

"aku kan hanya bilang akan mulai focus dengan perusahaan bukanya akan meniggalkan karirku. Aku akan tetap berkarir tapi akan mengurangi jadwalku. Jadi aku masih bisa tetap berkarir diduniaku sekarang ini dan juga tetap bisa mengurus perusahaan. Aku mulaikasian melihat appa mengurus semuanya sendirian. Appa sudah mulai tua, sudah tak sekuat dulu lagi."jawab siwon menjelaskan.

"ah begitu yah, baguslah. Kaja sebelum telat. Jangan mentang-mentang aku anak presdir aku seenakya datang lambat." Kata sungmin sambil berdiri keluar dari café tersebut dan menuju mobilnya. Lalu diikuti siwon. Mereka masuk kedalam mobil sungmin lalu berangkat ke kantor.

Sesampainya dikantor, siwon mengikuti sungmin diruangannya. Ketika siwon masuk para karyawan menatap siwon aneh. Mereka memandang siwon lalu sembil berbisik-bisik dengan rekannya yang lain. terlihat security mengawasi langkah siwon. Sadar dengan hal tersebut, sungmin mengambil tindakan, dia mengatakan pada semuanya bahwa orang yang bersamanya itu temanny, jadi dia meminta untuk tidak memandang dan mengawasi pria yang bersamanya seperti itu. Mereka mematuhi perintah sungmin.

Sungmin dan siwon masuk keruangan sungmin.

Terlihat ruangan sungmin begitu rapi, seperti ruangan direktur pada umumnya. Luas dan memiliki sofa untuk menerima tamu. Tidak lupa dengan meja kerja serta papan nama yang terletak di meja kerjanya. Lee Sungmin. Direktur. Diperusahaan ini sungmin sebagai direktur, sedangkan presdirnya yaitu appanya, tuan Lee(gak usah di cantumin namanya, yang penting marganya Lee).

Setelah itu sekretaris sungmin membawakan beberapa berkas untuk ditinjaw sungmin. Siwon masih asik duduk di sofa sambil menikmati kopi yang telah disediahkan setelah beberapa waktu lalu mereka masuk ruangan sungmin. Setelah sekretaris sungmin menyerahkan berkas-berkas, dia pamit untuk keluar.

Sungmin mulai mempelajari beberapa berkas, sesekali ia memanggil siwon untuk sekedar menanyakan pendapat siwon tentang berkas-berkas tersebut. Dan sesekali sungmin mengajarkan beberapa sisitem dan cara berbisnis. Terlihat siwon begitu serius memperhatikan.

sekolah

"laporan penelitian hari ini saya harap dikumpulkan besok, tanpa terkecuali. Tetap laporanya dikerjakan dengan rekan kalian" kata Park seongsaeng.

"baik pak" jawab semua siswa

Lalu park seongseang meninggalkan lab kimia dan di ikuti semua siswa.

Kyuhyun berjalan bersama kibum

"bummie, bagaiman kalau sebentar pulang sekolah kita mengerjakan laporan kita" Tanya kyu

"baiklah, dimana?"jawab kibum.

"di apartmentmu saja" kata kibum

Mendengar itu kibum jadi berpikir. Dia mengingat kejadian ketika Andrew melaranhnya untuk pegri bersama kyuhyun. Ia kembali mengingat apa yang terjadi ketika siwon memarahinya karena pergi bersama kyuhyun. Tapi seteh kibum berpikir, atas dasar apa Andrew melarangnya pergi bersama kyuhyun lagi pula kali inikan dia bukanya pergi, tapi kyuhyun yang datang ke apartment untuk mengerjakan laporan. Lagi pula Andrew saja bisa mengundang sungmin ke apartmentnya kenapa kibum tidak bisa. Itukan apartment kibum. kalau hanya karena Andrew tidak suka dengan kyuhyun, tetap saja Andrew tidak punya hak untuk melarang kyuhyun datangkan. Akhirnya dengan semua pemikiran tersebut, kibum menyetujui untuk belajar ditempatnya.

"yah baiklah, di apartmentku"

Jam pulang sekolah

Karena kibum ada janji belajar selepas pulang sekolah, akhirnya kali ini kibum pulang bukan dengan bis seperti biasanya tapi dibonceng kyuhyun dengan motornya.

Setelah menempuh jarak sekitar 15menit perjalanan mereka sampai di apartmen kibum.

Selama di lift naik ke apartmentnya kibum sedikit merasa khawatir bagaimana reaksi Andrew melihat kyuhyun datang. Tapi buru-buru ditepisnya, karene ketika dia mengingat bagaimana Andrew marah ketika kibum pergi dengan kyuhyun dia juga mengingat ketika Andrew menciumnya, dan itu membuat wajahnya seketika bersemu merah.

Cklek(bunyi pintu)

Aku pulang kata kibum. tapi tak ada jawaban dari Andrew. Lalu kibum mempersilahkan kyu masuk.

Kibum mengecek kekamar Andrew tapi tidak dia temukan sesosok namja tersebut. Kibum tidak ambil pusing, segera dia pergi ke dapur untuk mengambil minuman untuk kyuhyun. Setelah dia memberikan inuman tersebut pada kyu yang sedang duduk di sofa.

"ini minumanmu, kau duduk saja disini sambil minum. Aku mau ke kamar untuk ganti pakaian" kata kibum

Kyuhyun hanya mengangguk sambil meminum minuman dingin yang diberikan kibum.

Setelah ganti pakaian kibum bergegas menghampiri kyuhyun. Mereka langsung mengerjakan laporan.

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 6 tapi laporan mereka belum juga selesai, tiba-tiba pintu terbuka.

"aku pualang" kata siwon

Ketika sampai siwon langsung disambut dengan pemandangan paling dibencinya. Dia melihat kibum sedang bersama kyuhyun. Siwon benar-benar tidak suka melihat itu. Dihampirinya kibum dan kyu

"KIM KIBUM, AKU SUDAH PERNAH PERINGATKAN KAU TAPI MENGAPA KA….."

"simba ada apa?" kata sungmin ketika mendengar suara siwon dari luar"

Menyadari ada sungmin, siwon tidak jadi memarahi kibum.

"ah ani. Ini ada teman kibum datang"

melihat emosi Andrew kembali menuru karena sungmin kibum menjadi lega. Tadinya dia takut ketika melihat Andrew datang dan mulai memarahinya, dia takut kalau Andrew kembali menciumya seperti malam itu(yahh pemikiran uri bummie berlebihan juga ya, atau memang uri bummie suka ya di cium siwon oppa hohooh#plak).

"oh ada teman kibum datang ya" potong sungmin membuyarkan pemikiran-pemikiran aneh kibum.

"nee, kita sedang membuat laporan hasil penelitian tadi pagi. Eh ngomong-ngomong eonnie perkenalkan ini temanku cho kyuhyun, kyu ini sungmin eonni" kata kibum sambil memperkenalkan mereka.

"lee sungmin imnida" kata sungmin sambil mengulurkan tangannya.

"cho juhyun. Bageupsimida" jawab kyuhyun sambil menerima uluran tangan sungmin.

1

2

3

Sekitar tiga detik mereka bersalaman, sungmin seperti kaku melihat kyuhyun. Tapi segera di tepisnya.

"Oh iya kalian sudah makan?"

"belum oennie" kata kibum

"kalau begitu bagaiman aku masak buat kita semua, kebetulan memang tadi kita singgah belanja bahan makanan Karena katanya Andrew lagi ingin makan masakanku." Tawaran sungmin

"baiklah sini aku bantu"

"tidak perlu, kalian kerjakan saja laporannya. Nanti aku yang masak sendiri saja"

"nde" jawab kibum sambil kembali duduk dan mulai mengerjakan laporanya bersam kyu.

"noona, sini aku saja yang bantu" tawar siwon

"ani, kau pergi saja sana mandi."

"nee" jawab siwon sambil melangkakan kakinya pergi untuk mandi.

Sungmin mulai memasak.

Setelah 20 menit siwon sudah selesai mandi, dia keluar kamarnya lalu sekilas dia melihat kibum dan kyuhyun. Terselip rasa ingin menarik kyuhyun dari situ dan menyingkirkanya keluar agar tidak dekat dengan kibum. tapi setelah itu ia berpikirlagi ada hak apa dia melakukan itu, kibum bukan siapa-siapanya. Dari pada pusing memikirkan itu siwon memutuskan kedapur untuk membantu sungmin. Ketika siwon melangkahkan kakinya kedapur, tanpa disadarinya kibum memandagnya dengan tatapan sulit di perkirakan.

"akhirnya selesai juga" sahut kyuhyun menutup bukunya dan laptopnya.

"Makanan sudah siap" teriak sungmin dari ruang makan.

"kaja, kita makn" ajak kibum pada kyu

Kini di meja makan terhidang anekah makan. Siwon sudah duduk di kursi lalu menyusul sungmin duduk disamping siwon. Kibun memilih duduk diseberang siwon atau di depan siwon dan kyuhyun duduk di samping kibum dan di depan sungmin.

"mari makan" teriak mereka berempat.

Lalu mereka memulai ritual makan mereka. Mereka makan sambil berbincabg-bincang.

"oh ya ngmong-ngomong, kalian berdua hanya teman sekelas atau ada hubungan yang lain" Tanya sungmin pada kibum dan kyuhyun.

Mendengar itu kyuhyun langsung tersenyum. Siwon langsung gelisa ingin mendengar jawan dari pertanyaan sungmin.

"seben.." kata kyuhyun tapi kibum langsung memotongnya

"kita teman sekelas sekaligus sahabat baik. Hanya itu" jawab kibum datar

Mendengar jawabn kibum siwon akhirnya tersenyum.

"lalu noona dan andrew ssi sendiri bagaimana" Tanya kibum penasaran

Ini pertanyaan yang selalu muncul diotaknya sejak sungmin hadir.

"ah kita berdua ya, Andrew ini bisa dibilang dongsaeng sekaligus teman dan sahabatku. Kita….

Tbc

Jadi, bagaimana chap kali ini? Memuaskan or tidak?

Udah berusaha lebih di panjangin ceritanya disbanding yang sebelum-sebelumnya.

Hohoho mian kalau banyak miss typos bertebaran yaa..

Thanks to:

kyurielf , meotmeot , anin arlunerz, choirierien, abilhikmah, .144, Nina317Elf , linaYJchashipper

Gamsahamida buat semu yang sudah baca dan ripyu.. satu ripyu dari kalian seperti vitamin buat fey..