Chap 9

kibum kembali keluar untuk mencari andrew.

Ketika sedang mencari, kibum menemukan seorang namja yang berpostur seperti andrew, dan mengenakan pakaian yang sama dikenakan andrew. Kibum berusaha mengejar, tapi dilihatnya namja tadi sedang diikuti seorang yeoja. Tunggu yeoja itu terlihat tidak asing. Dari penampilannya terlihat begitu berkelas.

Mereka masuk kesebuah lorong, kibum terus mengikuti. Ketika sampai di lorong tersebut, begitu terkejutnya dia melihat pemandangan yang sangat membingungkan.

Dia melihat namja yang dipikirnya andrew tadi sedang berciuman dengan yeoja tersebut.

"oppa" kaget kibum

Jessica terus mengikuti kemana siwon pergi.

"yack berhenti mengikutiku yeoja genit, sampai kapanpun aku tidak akan sudi menjadi pacarmu. Baik di drama ataupun di dunia nyata. Bahkan walau hanya berpura-pura aku tidak sudi." Bentak siwon pada jessica.

Jessica tersenyum sinis menanggapi perkataan siwon.

Saat siwon melanjutkan langkahnya tiba-tiba saja jessica menariknya dan langsung mencium bibir tipis siwon.

Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepasang mata tidak sengaja melihat adegan tersebut.

"oppa" kata seorang yeoja yang diidentifikasi bahwa itu adalah kim kibum.

Kibum melihat adegan yang mana seorang choi siwon sedang berciuman mesra dengan siwon, begitu dari sudut pandang kibum.

Siwon kaget dengan apa yang barusan terjadi. Segera setelah sadar apa yang terjadi, Siwon segera mendorong jessica, alangkah terkejutnya dia melihat sesosok yang sudah mencuri hatinya ternyata melihat adegan yang paling dibencinya.

"kibummie" ucap siwon gugup.

Kibum terdiam di tempat, pikirannya kosong. Apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Dia bingung, tadinya dia sedang mengikuti namja yang dipikirnya andrew, tapi ketika sampai yang didapatinya malah seorang yang selama ini disukainya, seorang choi siwon. Selebriti yang telah mencuri hatinya selama 5 tahun belakangan ini sedang berciuman dengan seorang yeoja.

Yang paling membuat kibum bingung, kalau memang itu choi siwon kenapa bisa namja tersebut mengetahui nama kibum.

Siwon segera mencoba mendekati kibum.

"bummie ah ini tidak seperti yang kau lihat, yeoja sialan itu yang. . . . . ." belum sempat siwon menyelesaikan perkataannya kibum sudah berbalik dan lari. Siwon mencoba mengejarnya, tapi tiba-tiba ada seorang staf yang menghentikan langkah siwon. Staf tersebut meminta siwon agar segera ke panggung karena konser akan dimulai dalam dua menit lagi.

Siwon berjalan kearah panggung melewati jessica yang masih terdiam duduk dilantai akibat didorong siwon tadi.

Siwon menatap tajam ke arah jessica.

"aku akan menhancurkanmu kalau sampai terjadi sesuatu." Kata siwon dengan marah

kibum terus berlari tak tentu arah.

Entah apa yang sedang dirasakanya saat ini.

Bingung, marah, sedih atau apa. Terlalu banyak hal yang aneh.

Dia melihat namja yang dipikirnya andrew sedang berciuman dengan seorang yeoja, ternyata itu bukan andrew tapi malah choi siwon, idolanya. Tapi kenapa seorang choi siwon bisa mengenal kibum. Kecuali choi siwon itu ternyata andrew, namja yang menyewa kamar di apartmentnya dan juga namja yang telah membuatnya jatuh cinta, dan juga yang telah menjadi namjachingunya.

Perlahan air mata menetes di pipinya. Kibum merasa selama ini dia telah dibodohi oleh andrew ataupun siwon. Merasa dipermainkan, melihat namja yang disukainya malah berciuman dengan yeoja lain.

Bodoh, bodoh. Kibum merutuki kebodohan dirinya. Bisanya dia jatuh cinta dengan namja yang wajahnya belum pernah dilihatnya.

Setelah mengetahui ternyata namja tersebut adalah idolanya yang sangat dicintainya, seharusnya dia senang. Tapi melihanya berciuman dengan yeoja lain. Membuat kibum sadar, mana mungkin seorang choi siwon yang begitu terkenal bisa menyukainya. Liat buktinya dia tadi berciuman dengan yeoja tersebut yang kibum yakin itu pasti seorang selebriti, tapi sayang kibum tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Kibum yakin itu yeojachingunya siwon. Dalam pemikiranya siwon selama ini pasti merasa senang telah mempermainkan kibum.

Telah membuat kibum jatuh cinta dengan sosok Andrew yang belum jelas orangnya.

Kibum lari, lari sekencang-kencangnya.

Dia tidak tau lagi harus kemana, ingin pulanag ke apartement dan mengunci diri di dalam kamarnya lalu menangis sekeras-kerasnya. Tapi itu tidak mungkin karena Andrew atau tepatnya choi siwon pasti bisa menemukannya.

Saat ini dia tidak ingin bertemu dengan siwon ataupun Andrew. Hatinya terlalu sakit memikirkan selama ini dia telah ditipu.

Selama konser siwon berusaha tampil maksimal walaupun didalam pikirannya sedang kacau.

Kejutan yang telah disiapkanya dengan matang gagal sebelum sempat dilaksanakan.

Siwon berencana akan mengungkapkan dirinya kepada kibum ketika konser berlangsung. Dia juga berencana akan mengumumkan bahwa kibum adalah yeoja chingunya pada dunia. Sudah dibayangkannya wajah kaget dan senang kibum ketika mengetahui bahwa dia adalah choi siwon yang selama ini kibum impikan.

Tapi karena yeoja sialan tersebut semua rencana siwon gagal total. Dan sampai saat ini siwon tidak tau bagaimana keadaan kibum.

Lagu terakhir telah dia nyanyikan, lampu telah dimatikan satu persatu. Tanpa menunggu apapun segera siwon berlari meninggalkan panggung. Sampainya di backstage segera dileparnya micrcofonnya, ditemuinya managernya yang sedari tadi berdiri.

"hyung, mana kunci mobilmu. Aku pinjam mobilmu." Pinta siwon

"yah, kau mau kemana. Jangan dulu kemana-mana, kita akan makan malam untuk merayakan kesuksesan konsermu" jelas menagernya.

"mian hyung. Sampaikan pada yang lain terima kasih atas kerja keras meraka. Mian aku tidak bisa ikut"

"ada apa denganmu choi siwon?" Tanya managernya.

"hyung cepat mana kunci mobilmu. Aku ada urusan penting" pinta siwon dengan memaksa.

Melihat ekspresi tidak tenang dari siwon, akhirnya managernya segera memberikan kunci mobilnya"

Segera disambarnya kunci tersebut tanpa berkata apa-apa siwon segera lari menuju tempat parkir.

Tidak tau lagi, sudah berapa angka yang ditunjukkan jarum untuk kecepatan mobil yang sedang dikendarai siwon. Dalam pikiran siwon saat ini, dia harus bertemu dengan kibum.

Siwon melajukan mobil menuju apartement kibum.

Siwon sampai di gedung apartement, segera dia berlari menuju tempat kibum. Sampainya diapartement pikirnya kibum telah merubah passwordnya. Tapi ternyata belum, siwon segera masuk. Didapatinya apartemen dalam keadaan gelap gulita. Dia pergi mengecek di dalam kamar kibum. Tapi tidak ditemukannya sosok yang dicarinya. Dia mencari ponselnya. Di dial kontak kibum, tapi bukannya kibum yang menjawab malah yang ada suara operator yang mengatakan nomor yang dituju sedang tidak aktif.

"arrkkhh" teriak siwon frustasi.

Teman kibum, mungkin temannya tau kibum dimana. Satu-satunya temannya kibum yang siwon kenal hanya kyuhyun.

Segera dia menelfon kyuhyun.

Tttttttttt

"yeobseo kyuhyun ssi"

"nde, nugoseo?" jawab dari sebrang sana

"ini aku andwe, yang menyewa kamanya kibum"

" oh hyung, waeyo?"

"apa kau sedang bersama kibum?"

"ani, bukannya dia bilang akan pergi nonton konser denganmu"

"ah iya, tadinya begitu. Tapi terjadi sesuatu."

"terjadi sesuatu? Yah kau apakan temanku" teriak kyuhyun.

"yah jangan teriak seperti itu. Nanti aku jelaskan. Yang jelas aku minta tolong kau hubungi teman-teman kibum, tanyakan apa kibum sedang bersama dengan mereka. Dan jika sudah dapat kabar tentang kibum, segera hubungi aku."

"yah, saat ini banyak yang ingin aku tanyakan, tapi ditunda dulu yang terpenting menemukan kibum terlebih dahulu."

Setelah terputus sambungan telephone segera siwon kembali keluar untuk mencari kibum. Entah mau dicari dimana, yang jelas siwon mengelilingi seoul untuk menemukan kibum.

Setelah cukup berjam-jam mengelilingi kota seoul, tapi tak kunjung ditemukannya sosok yang dicari. Jam telah menunjukan pukul 2 pagi. Siwon memutuskan kembali ke apartementnya kibum. Mungkin saja kibum sudah kembali.

Sampainya diapartement kibum, segera dia menuju kamar kibum. Tapi tetap kosong tidak ada tanda bahwa kibum telah kembali.

Siwon frustasi memikirkan keadaan kibum sekarang ini bagaimana. Masih teringat jelas bagaimana ekspresi kibum melihatnya tadi. Sulit dijelaskan. Rasanya siwon ingin membunuh Jessica sekarang juga. Kalau tidak ingat membunuh itu adalah dosa, mungkin Jessica sudah tewas ditangannya.

Siwon mendudukan dirinya di sofa. Di ambilnya ponselnya dan mendial nomor kibum, tapi tetap tidak bisa dihubungi.

"kemana kau kibummie. Harusnya kau mendengar penjelasan oppa terlebih dahulu." Ucap siwon pada angin yang berhembus.

Disuatu tempat

"tumben kau datang menginap disini" Tanya seorang yeoja

"Apa eonni tidak senang aku datang berkunjung?" balas kibum

"dasar, aku bukannya tidak senang. Hanya saja, tumben sekali kau datang jauh-jauh kesini. Apalagi sekarang tidak libur sekolah."

"ah itu, tiba-tiba saja aku kangen eonni." Jawab kibum bohong.

"aku mengenalmu dengan baik kim kibum, aku tau kau sedang berbohong. apa terjadi sesuatu?" Tanya yejo tersebut dengan penasaran.

Kibum terdiam, mau berbohong bagaimanapun juga, pasti sepupunya yang cukup cantik ini mengetahui ada yang kibum sembunyikan. Kibum mau cerita juga, dia bingung mau cerita dari mana. Lagi pula kibum takut, kalau dia ceritakan yang sebenarnya, mungkin sepupunya ini akan langsung menemui Andrew alias choi siwon. Kibum tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi selanjutnya. Kibum tau betul, bagaimana sepupunya ini kalau marah, apalagi kalau menyangkut kibum.

Saat ini, kibum sedang menginap, tepatnya lari kerumah sepupunya, Kim jaejoong. Kim jaejoong sepupu kibum yang tinggal di busan bersama suaminya.

Ketika jaejoong sedang berusaha mengorek informasi dari kibum, lalu seorang pria bermata musang datang menghampiri mereka berdua.

"sudah lah boo jae, biarkan kibum sendiri. Sepertinya dia ingin merenung" ucap pria tersebut yang teridentifikasi bahwa dia adalah suami dari jaejoong, sambil melingkari tangannya dipinggang kecil jaejoong.

"tapi bear, aku ingin tau kenapa tiba-tiba dia seperti ini" balas jaejong sambil menyingkirkan tangan suaminya dari pinggangnya.

"ayolah boo jae, kibum sudah besar. Dan sepertinya dia enggan untuk bicara. Lebih baik sekarang kau ikut denganku." Balas pria tersebut sambil kembali merangkul jaejoong dengan erat.

"YACK JUNG YUNHO" bentak jaejoong melapaskan diri dari beruang mesumnya, yunho.

Seketika bukan hanya yunho yang kaget dengan bentakan jaejoong, bahkan kibum yang sedari tadi melamun menghiraukan perdebatan sepasang suami istri tersebutpun ikut kaget dengan bentakan jaejoong. Jaejoong walaupun terlihat cantik bak malaikat, tapi kalau sudah marah bahkan luciferpun akan kalah dengannya.

Yunho sudah paham betul, kalau istrinya sudah marah seperti itu, satu-satunya jalan agar dia tetap hidup yaitu lari. Tanpa kata-kata lagi segera yunho mundur dan lari dari pada harus mati ditempat.

"sudahlah eonni, apa yang dikatakan yunho oppa itu benar. Biarkan aku sendiri, kalau aku sudah siap pasti aku akan cerita yang sebenarnya. Jelas kibum.

"tapi kan, aku tidak tenang melihat kau seperti ini" kata jaejoong dengan wajah sedih.

Jaejoong walaupun dia marah kepada orang-orang, tapi dia adalah orang yang paling tidak tenang kalau sampai sepupu kesayangannya ini terkena masalah. Jaejoong yang akan memasang badan paling depan melawan orang yang telah mengganggu adik cantiknya ini.

Pernah terjadi ketika kibum masih junior high school. Ada seorang anak laki-laki yang mengganggu kibum dengan mengejek bahwa kibum itu mayat hidup karna kulit kibum yang putih pucat bak salju. Mengetahuinya itu, sepupunya segera menemui anak tersebut. Akhirnya besoknya kibum masuk sekolah. Kibum mendengar kabar anak yang mengejeknya itu sedang masuk rumah sakit. Usutpunya usut, ternya itu hasil perbuatan sepupunya.

Kibum tidak mau hal yang sama menimpah siwon. Biar bagaimanapun juga, siwon maupun Andrew adalah orang yang paling dicintainya saat ini.

Kibum paham sekali bagaimana perasaan sepupunya ini kalau sudah menyangkut dirinya. Jaejoong ibarat, sepupu, kakak dan ibu bagi kibum. Karena sejak kecil orang tua kibum selalu sibuk dengan bisnis dari satu tempat ketempat lain. Dan kibum sering dititipkan ke keluarga jaejoong. Jadi jaejoong yang selalu bersamanya. Tapi sejak jaejoong menikah dan ikut suaminya pindah ke busan, kibum jadi jarang bertemu jaejoong.

"aku baik-baik saja eonni, sepertinya yunho oppa lagi membutuhkanmu. Lebih baik eonni temui yun oppa. Aku kasian melihatnya ketakutan abis dibentak olehmu eonni." Balas kibum sambil tersenyum.

"baiklah kalau itu maumu. Tapi janji kau harus segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi" cerocos jaejoong sambil mengusap puncak kepala kibum.

"ndee. Siap" jawab kibum sambil tersenyum.

Kibum tidak habis pikir, seorang choi siwon yang paling disukainya, yang paling dikaguminya, yang paling dibanggakanya, ternyata selama ini tinggal bersamanya sebagai sosok Andrew seorang namja yang menyewa kamar apartemenya dan telah mencuri hatinya. Dia tidak mengerti mengapa siwon bisa seperti itu. Mengapa siwon tidak mengatakan siapa dirinya sebenarnya pada kibum, toh juga siwon tau kalau kibum begitu menyukainya. Jadi pasti apa yang dikatakan siwon pasti kibum akan turuti. Tapi mengapa selama ini siwon tidak mencertitakan yang sebenarnya, malah berpura-pura menjadi Andrew dan meminta kibum untuk berkencan dengannya, berusaha keras membuat kibum jatuh cinta dengan sosok Andrew. Apakah siwon sedang mempermainkannya? Begitu pemikiran kibum.

Menurut kibum pasti selama ini siwon menertawakan dirinya karena telah jatuh pada sosok Andrew.

Kibum menuju meja makan, terlihat yunho sang kepala keluarga sedang membaca koran sambil sesekali menyeruput kopinya. Dan jaejoong sedang sibuk kesana kemari mempersiapkan sarapan untuk mereka bertiga.

"morning, oppa" sapa kibum sambil menarik kursi dan mendudukinya.

"morning" balas yunho sambil menyingkirkan korannya.

"oh yah kibummie saat ini bukan musim liburan sekolah. Jadi apa pihak sekolah sudah member izin agar kau tidak masuk." Tanya yunho

"ah itu, aku mau minta bantuanmu oppa." Balas kibum sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

"bantuan? Bantuan apa? Jangan bilang bahwa kau belum mendapat izin dari pihak sekolah" Tanya yunho kaget.

"yah begitulah, semalam aku langsung mencari kereta lalu menuju kemari tanpa persiapan apapun. Bahkan baju gantipun tidak ada aku bawa." Jelas kibum

Jaejoong datang membawa semangkok penuh makan yang dimasaknya.

"tenang sayang, biar oppamu yang mengurus izinmu. Tinggalah disini bersama kami sampai hatimu senang." Sambung jaejoong

"tapikan boo, kibum kan sudah kelas 3. Sebentar lagi ujian. Kalau dia sering bolos dia akan ketinggalan materi" jelas yunho. Yunho bukannya tidak suka kibum datang, tapi yunho tidak ingin sekolah kibum terganggu.

"kau ini, apa kau tidak senang kibum ada disini" jaejoong mulai terlihat sewot.

"bukan begitu boo, tapi kan"

"tidak ada tapi-tapian. Kibum bisa tinggal disini selama yang dia inginkan." Ketus jaejoong membuang pandangannya dari yunho.

Kibum jadi tidak enak melihat perdebatan mereka karena dirinya.

"sudahlah eonni, maksud oppa itu baik. Aku juga akan kembali ke seoul secepatnya, sampai pikiranku jernih kembali." Kibum bersuara agar perdebatan mereka selesai.

Yunho menggambil smartphonnya lalu menanyakan berapa nomor wali kelas kibum untuk meminta izin.

Yunho menelfon park seongsaengnim dan meminta izin agar beberapa hari kedepan kibum tidak masuk sekolah karena ada keperluan keluarga yang mendesak.

Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, siwon tidak bisa tidur semalaman menunggu kabar dari kibum. Dia duduk disofa apartement kibum sambil sesekali mengecek smartphonenya siapa tau ada kibum memanggil atau menunggu kabar dari kyunyun.

Terlihat ada pesan masuk di ponselnya, segera diraihnya ponsel tersebut.

From : kyuhyun

Aku sudah menghubungi semua teman-teman, tapi tidak ada satupun yang mendapat kabar dari kibum. Semoga hari ini kibum masuk sekolah.

Membaca pesan dari kyu, siwon kembali kecewa.

Tiba-tiba segera dia berdiri, dikenakan jacket, topi, masker, kaca mata dan syalnya. Dia terlihat buru-buru. Dia pergi menuju sekolah kibum.

Diparkirnya mobilnya di dekat pintu gerbang sekolah kibum, siwon menunggu siapa tau kibum datang kesekolah. Sudah cukup lama dia menunggu tapi tidak ada penampakan dari orang yang dicarinya.

Telihat dari jauh kyuhyun sedang berjalan. Siwon segera turun dari mobil dan menghampiri kyuhyun.

Melihat sosok dengan pakaian serba tertutup dari atas sampai bawa, tanpa perlu ditanya, kyuhyun sudah tau itu pasti Andrew.

"oh hyung sudah dapat kabar?" Tanya kyuhyun khawatir

"kalau sudah dapat kabar buat apa aku ada disini" balas siwon

"sebenarnya ada apa?" Tanya kyuhyun.

"ceritanya panjang"

"kalau sampai kibum kenapa-kenapa aku akan membunuhmu" kata kyuhyun dengan sinis.

"sebelum kau membunuhku, aku akan membunuh diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan kibum" balas siwon

Bel sekolah berbunyi pertanda masuk

"aku harus masuk, nanti aku kabari lagi" balas kyuhyun sambil pergi meninggalkan siwon.

Siwon menunggu di luar sekolah sampai pulang sekolah. Semua siswi yang lewat diperhatikannya. Tapi tidak ditemukannya yang dicarinya. Kyuhyun juga selama disekolah menanyai semua teman yang dekat dengan kibum. Tapi tak satupun yang mengetahui kibum di mana.

Sudah 3 hari kibum tidak ada kabar, selama 3 hari juga siwon habiskan waktunya menunggu didepan sekolah kibum. Setelah jam pulang sekolah, siwon lanjutkan mencari kibum diseluruh kota. Disemua penginapan, hotel bahkan tempat sauna. Tapi hasilnya masih juga nihil.

Siwon tidak tau lagi siapa yang bisa dihubungi, mau lapor polisi juga tidak mungkin.

Ketika sedang berkeliling kota berusaha menemukan kibum, ponsel siwon bordering mendakan panggilan masuk.

Tertera dilayar, nama appa. Appa siwon menelponnya.

Segera diangkatnya paggilan appanya.

"yeobseo" kata siwon

". . . . . . . . ."

"mwo? Sekarang appa?"

". . . . . . . ."

"biaklah" jawab siwon pasrah.

Setelah panggilan telepon terputus, segara dia mendial sebuah nomor.

"yeobseo" salam siwon

"….."

"hyung, appa yang menugaskanku"

"….."

"iya, aku akan segera kesana. Aku numpang ditempatmu yah hyung" jelas siwon

"…."

Panggialan terputus. Siwon segera berbalik arah menuju apartement kibum, mengambil beberapa pakain dan peralatannya. Dan setelah cukup, siwon kerumahnya menggambil beberapa pakaian resmi. Dan menuju perusahaan ayahnya untuk mengambil berkas yang akan dia tanggani.

Siwon mendapat tugas dari appanya untuk mengurus cabang perusahaan mereka yang berada diluat kota seoul. Walaupun siwon sibuk dengan dunia entertaimentnya tapi sedikit-sedikit dia belajar menanggani perusahaan appanya. Karena nantinya dialah yang akan mewarisi choi corp.

Kibum duduk sendiri di ruang keluarga, sementara jaejoong lagi di dapur mempersiapkan makan malam mereka. Dan yunho sampai sekarang belum pulang dari kantor.

Ketika sedang asik, melamun, bukan melamun sembarang melamun. Melamun memikirkan bagaimana caranya menghadapi choi siwon. Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Tapi kibum masih sibuk dengan pemikirannya.

Sudah berkali-kali bel berbunyi, tapi belum juga sipemilik rumah membukakan pintu.

Terlihat si tamu mulai kesal. Terus ditekannya bel berkali-kali.

Jaejoong dari dapur berteriak pada kibum untuk membukakan pintu rumah.

Mendengar lengkingan suara jaejoong akhirnya kibum sadar, sedari tadi bel berbunyi terus. Kibum berdiri dan berjalan dengan malas menuju pintu untuk membukakan pintu rumah.

Ketika pintu terbuka.

"silahkan masuk" sambut kibum tanpa melihat sang tamu.

"bummie?"

Betapa terkejutnya kibum melihat tamu yang datang.

TBC

Akhirnya bisa dilanjutin setelah sekian lama. Jangan Tanya fey habis dari mana, yang jelas habis keluar dari dunia antah berantah.

Hohoho mian

Jeongmal mianhaeyeo