Words count: 212 words

Rate: T for implications

Warning: possibly a little OOC; alternate timeline, implied BL.

Timeline: a sequel after the ending of 'Imprisoned'

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Disclaimer:

Detective Conan and Magic Kaito fully belong to Aoyama Gosho

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Now, let the story begins...

o.O.O.o.o.O.O.o

i. morning after

Sebaris sinar pagi tampak menembus celah gorden yang tidak tertutup sempurna. Cicit burung bukanlah hal yang biasa terdengar di bagian kota ini, hanya suara deru mesin mobil dan obrolan pagi para ibu sebelum mengantar anak mereka sekolah.

Sepasang iris cerulean membuka perlahan. Tampak jelas tengah melawan kantuk yang berusaha menariknya semakin dalam. Dengan pandangan yang masih buram, ia menatap garis-garis kelelahan yang tampak di wajahnya. Rambutnya yang dengan ajaib terlihat cukup rapi meskipun semalaman ia banyak berbalik dan menggeliat karena suhu udara yang panas.

Rasanya seakan ada kaca yang diletakkan tepat di depannya.

"Oi! Berhenti memakai wajahku saat tidur!" protesan darinya terdengar serak – khas orang yang baru saja terjaga dari tidurnya.

Berbeda dengan suara tawa yang berasal dari sosok di depannya. 'Cerminan dirinya' itu jelas sudah bangun lebih dulu.

"Tidak apa kan? Supaya kau juga bisa melihat kerutan jelek di keningmu itu," balasnya. Suaranya berbeda.

Dan dengan satu usapan tangan, wajahnya pun kini berbeda. Nuansa biru di matanya berbeda. Seringainya berbeda.

Gerutuan pemuda di sampingnya hanya ditanggapi dengan tawa ringan lainnya. Jemari-jemari panjang tampak meyibak helaian rambut yang jatuh menutupi kening pemuda itu, perlahan juga mengusap garis-garis halus bekas kernyitan di keningnya.

"Kau tampak jauh lebih manis kalau tidak mengernyit lho, Shin."

"Diam, Bakaito. Ini masih terlalu pagi untuk mendengar omong kosongmu."

.

fin

.


Hai, semoga nggak ada yang keberatan dengan tambahan sekuel ini setelah 3 tahun sejak ficnya tamat wwwww

And I still have two more (coughs)

Terima kasih banyak untuk yang masih mau menyempatkan baca! See you soon.