Words count: 250 words
Rate: K+ for implications
Warning: possibly a little OOC; alternate timeline, implied BL.
Timeline: a sequel after the ending of 'Imprisoned'
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Disclaimer:
Detective Conan and Magic Kaito fully belong to Aoyama Gosho
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Now, let the story begins...
o.O.O.o.o.O.O.o
ii. afternoon delight
"Huh? Kukira kau ada janji siang ini?" seorang pemuda dengan baju santai dan apron putih tampak menatap curiga sosok yang tengah duduk manis di ruang makannya. Memberi tatapan penuh harap sementara wangi kentang dan makan siang menguar di udara.
"Pertemuannya ditunda," balas pemuda yang satu lagi dengan senyum ringan.
Dengusan keras menjadi balasannya— tidak mempercayainya, jelas. Juga dentingan piring yang beradu dengan meja. "Menu hari ini ikan," ujar pemuda yang lebih tua beberapa bulan darinya itu, "karena kukira kau tidak akan di rumah."
Pemuda yang duduk itu berjengit, hampir melonjak dari kursinya, malah. Dengan ragu ia melirik kembali ke arah meja— tidak ada sosok ikan. Tidak ada mata yang menatap kosong. Tidak ada mulut yang menganga.
Fish n' chips, ternyata. Tidak terlalu buruk.
"Aku memang berniat 'memancingmu', tapi aku tidak mengira malah akan mendapat ikan sungguhan," Kaito berkomentar. Berusaha terlihat tenang meski keringat gugup masih tersisa di dahinya.
"Ikan adalah satu-satunya yang akan kaudapatkan. Rencana konyolmu itu tidak akan terlaksana."
"Uh-oh, Tuan Detektif memang hebat. Kau selalu berhasil membongkar rencanaku ya?"
"Membongkar dan menggagalkannya, maksudmu? Tentu."
"Hmm, benarkah? Seingatku aku selalu bisa mendapatkan apa yang kuinginkan." Jeda. Sengaja menunggu Shinichi duduk di hadapannya. "Kau, contohnya."
Shinichi tidak tersedak, tapi hal itu berhasil membuat rona kemerahan menodai pipinya. Kaito tau ia sudah menang.
"…setidaknya biarkan aku makan dulu," gerutuan Shinichi seakan menjadi bendera putih yang dikibarkan. Membuat senyum penuh kemenangan terukir di wajah lawannya.
"Tentu. Aku juga akan makan. Kita mungkin butuh tenaga yang cukup banyak untuk kesenangan kita. Benar kan?"
.
fin
.
Terima kasih banyak untuk yang masih mau menyempatkan baca, juga untuk Yuzurie-san yang sudah menyempatkan review ^ ^)/ It means a lot to know there's still people reading this, so please don't hesitate to comment about your opinion hehe
Anyways, chapter depan adalah sequel terakhir sebelum statusnya saya ganti jadi 'completed' lagi. See you soon and hope you like it!
ps. afternoon delight adalah sebuah… apa istilahnya ya, ungkapan? Slang term?
Artinya? Silahkan dicek sendiri hehe
