-:-Mad Gamer : Way Of Undead Knight-:-

-:-Mad Gamer-:-

-:-By-:-

-:-Author Lang0874-:-

-:-Inspirasi cerita dari sosok - sosok hebat dibawah ini-:-

-:-Naruto ; Masashi Kishimoto-:-

-:-Legendary Moonlight Sculptor ; Nam Hee-Sung-:-

-:-Hight School DxD ; Ichie Ishibumi-:-

-:-Guardian Land ; Author Enyong-:-

.

.

"Sialan! Jika ini terus berlanjut. Aku akan menjadi bubur daging! Lupakan aku tidak punya daging sama sekali."

Swushh Blarrr

Naruto melompat dari berbagai tempat untuk menghindara serangkaian serangan dari Naga hitam dengan nama DeathWings menyala diatas kepalanya. Naruto mencabut tombaknya dari punggung dan mulai berlari kearah bawah tubuh DeathWings.

"Heyyaaaaahhhhhh!"

Sring

Cahaya merah menyelimuti tombahnya sekali lagi dengan intensitas yang kuat. Duri – diri yang ada di bawah ujung tombak memanjang membentuk sebuah mata bor yang tajam dan kuat, tak sampai disitu saja, Naruto melemparkannya kearah bagian penyatuan sayap dan tubuh Naga DeathWings.

Blash

-Grooaarrrr

DeathWings berteriak dengan ganas ketika salah satu sayapnya dengan kejam di potong, amarahnya memuncak dan dengan gila menyemburkan api kesegala arah. Kabut hitam juga melesat keluar dari mulutnya hingga mengutuk semua makhluk hidup yang terkena.

Pasukan Nilfheim berjatuhan dengan serangan ganas sang naga, sedangkan para Knight yang dipimpin oleh Kaldamore baik – baik saja karena berada di luar jangkauan DeathWings yang mengamuk menyerang Naruto ditengah pasukan Nilfheim.

-Grooaarrrr! Dasar serangga kecil! Aku akan meremukkanmu dan segera mengakhiri kontrak menjengkelkan ini.

Naruto yang terus bergerak dibawah tubuh besar DeathWings terlihat bingung mendengar perkataan tentang kontrak. Tapi Naruto segera mengenyahkannya dari fikiran, ini adalah saatnya memburu jarahan besar.

'Naga memiliki banyak emas, jika Greeny memiliki 500.000 Gold. Maka setidaknya naga ini harus memiliki 1.000.000 Gold! Akan aku rampok kau dengan semangat membara!'

"Horyaaaa!"

Naruto menusukkan tombak merahnya keatas hingga mengenai bagian bawah tubuh DeathWings. Walaupun serangannya tidak mengeluarkan damage besar, ini akan membuatnya mengurangi Hp sedikit – demi sedikit.

-Grrrr

DeathWings terlihat menggeram dan langsung memutuskan untuk menggencet Naruto sampai dia mati. Naruto yang merasakan pergerakan kaki DeathWings menyeringai dan segera mengeluarkan Skill miliknya.

"Tak semudah itu mengalahkanku. Celestial Step!"

Brak

Tanah yang diinjak Naruto hancur lebur pada saat Naruto mengeluarkan skill miliknya. Naruto melesat menuju keatas bagian kanan DeathWings dan dengan luar biasa mengiinjak udara dengan aura dan melompat keatas tubuh DeathWings.

Blar

Tanah dibawah berhamburan seketika karena menerima hantaman tubuh yang berat dari DeathWings. Tersenyum karena merasa dia telah membunuh makhluk menjengkelkan yang memotong sayapnya, DeathWings mengaum sebelum akhirnya berubah menjadi jeritan.

-Graaaaa! Kau! Kau masih belum mati! Akan aku bunuh kau bajingan kecil.

Death Wings mengamuk ketika Naruto yang berada dipunggungnya menusuk dengan kekuatan penuh disertai aura. Serangan satu titik yang berbahaya! Dengan pengalaman membaca Ln LMS, Naruto menyerang satu titik dan terus menghasilkan kritikal Hit.

"Hyaaaa!"

Jrash

-Grooaaarrrrr!

DeathWings mengaum dengan keras ketika merasakan sesuatu menusuk tulang rusuknya dengan kejam dan menyakitkan. Naruto tertawa terbahak – bahak mendengar raungan dari Naga besar yang dia tunggangi.

"Berteriaklah sialan! Akan aku hancurkan tulang – tulangmu itu menjadi debu. Dan akan aku bangkitkan kau sebagai Undead. Barkhan!"

Naruto berteriak dengan keras dan Barkhan yang sibuk mengeluarkan mantra pembangkit segera menoleh kearah Naruto dan melantunkan mantra. Segera 3 buah lingkaran hijau muncul sekitar Naruto dan DeathWings.

"Dark Magic : Hell Tree Grow With Blood."

Lingkaran hijau masuk kedalam tanah dan seketika darah yang berceceran dimedan perang terserap ketanah dengan cepat. Akibatnya bekas masuknya lingkaran sihir mengeluarkan pohon beringin berdaun hijau kusam yang mengerikan.

Akar menggantungnya terlihat melesat kearah DeathWings dan mengikatnya erat, tak hanya itu saja, mana dan kesehatan DeathWings dihisap dengan kecepatan perlahan untuk memperkuat kekuatan pohon parasit ini.

"Tumpahkan lebih banyak darah! Biarkan pohon itu menyerap banyak darah agar DeathWings mati!"

"Horyaaaa!"

Entah mengapa, para Knight menjadi semakin beringas melihat DeathWings. Mereka sepertinya sangat tidak menyukai sosok DeathWings.

Hmmm sebenarnya DeathWings adalah musuh dunia, mereka memimpin para demon yang ada di jurang kematian untuk menyerang manusia dan mengambil jiwa mereka untuk dijadikan kekuatan mereka.

Ini membuat setiap ras membenci mereka dan bahkan ras Undead juga membenci mereka melebihi kebencian mereka terhadap makhluk hidup seperti manusia. Ini karena DeathWings sangat menjengkelkan.., mungkin? Entahlah Author tidak tahu.

Tapi yang jelas hanya ras demon yang tidak terlalu memusuhi naga ras DeathWings. Naga jenis ini sudah sejak lama punah akibat perang besar yang melibatkan berbagai ras untuk melawan Demon. Dengan ras manusia, monster, elf, dwarf, dan naga melawan ras demon dan naga jenis Deathwings.

Gempuran kekuatan mereka sangat dahsyat hingga membelah daratan dan mengguncang lautan.

Oke, kembali kecerita.

Pohon neraka mulai tumbuh besar dan sulurnya juga mulai menguat walau DeathWings berusaha melepaskan diri dengan cara meghancurkan sulur – sulur itu. Naruto yang berada diatas tubuhnya segera naik keatas kepala dan menusuk kedua pedang miliknya kemata DeathWings.

-Grooaarrrrr!

"Huahahahahahahaha! Matilah! Matilah! Matilah, dasar naga terkutuk. Kau akan aku kirim kedasar neraka."

Naruto mengambil tombak miliknya kembali dan menusuk ditempat diantara 6 tanduknya, benturan 5 kali masih tidak melukainya. Tapi pada benturan berikutnya sisik keras DeathWings tembus dan menghasilkan serangan kritikal.

Tusk Tusk Tusk

Tapi seolah semua ini tidak ada gunanya. DeathWings terlihat semakin liar dan mencoba menghembuskan nafasnya. Naruto segera mengangkat tombak merah miliknya tinggi – tinggi dan mengeluarkan skill sekali lagi.

"Tombak yang menjadi semangat para pejuang, menembus musuh dan membuat keajaiban. Tembuslah musuhku dan bawalah mereka menuju istirahat keabadian! Spear Of Fallen : Spirit Of Knight!"

Swosshhh

Armor hitam milik Naruto mulai berubah menjadi merah dan dipunggungnya muncul duri berwarna merah. Tombak miliknya juga berubah menjadi lebih ramping dengan duri yang sudah menghilang sepenuhnya.

"Heyaaaaa!"

Jlep

{Kamu telah mendaratkan serangan Critical Hit Spirit Of Knight Hp -30.024.

Musuh telah terkena serangan Spirit Of Knight dan akan mengalami kebingungan selama 20 detik.}

Naruto dengan segera meneruskan perjuangannya tanpa henti, hingga Kaldamore sudah sampai di depannya bersama para Knight. Mereka dengan gigih dan bahkan tanpa kehilangan satupun melesat dan menyerang DeathWings yang mengalami bingung serta tubuhnya mulai seperti mumi dililit akar pohon beringin.

"Hyaaa Sword Kaiser!"

"Mana Sword!"

"Thunder Spear!"

Blar Blar Blar

Ledakan skill melesat dari setiap penjuru dan mencoba menebang DeathWings, tapi DeathWings masih tak tergoyahkan. Dia sangat gigih atau dia bahkan tidak merasakan serangan yang diarahkan oleh orang – orang.

"Barkhan!"

Naruto berteriak sekali lagi dan akar tipis menyentuh bahunya. Segera mana dan Hpnya meroket naik menuju kearah penuh, pohon beringin setinggi 100 meter itu terlihat terus tumbuh akibat menyerap kesehatan dan mana DeathWings yang seolah tak terbatas.

"Cih ini akan menjengkelkan! Tapi aku tidak punya pilihan lain."

Naruto segera mengganti tombaknya dengan senjata lain, sebuah pedang berwarna putih sepanjang 160 cm! Dengan panjang yang luar biasa dan kilauan yang hebat. Senjata yang terbuat dari Metal kehancuran itu melesat menembus sisik dan mengenai otak DeathWings.

Jika DeathWings bisa berteriak, maka dia akan beteriak sekencang – kencangnya sekarang. Kepalanya serasa mau pecah dan meledak saat Sword Of Rupture menggempur dan meniadakan pertahanannya.

Ini adalah senjata yang diciptakan dengan mineral langka. Ini menjadi senjata terbaik dari Herman sampai sekarang dan tak pernah ada tandingannya, ini karena pedang yang dibawa Naruto mampu menembus pertahanan jenis apapun dan memberikan damage penuh kepada musuhnya.

Tidak hanya itu saja, pedang ini memiliki opsi tak terhancurkan. Membuat pedang ini jauh lebih berharga. Walaupun dengan power yang terbilang cukup rendah untuk Ranknya, pedang ini memiliki keunggulan paling baik dan merupakan saudara dari set terbaik Naruto.

Jlap Jlep Jlep

Suara daging yang tertusuk terus terdengar dari tebasan Naruto, tapi DeathWings masih tak tergoyahkan. Ini membuat Naruto heran, ini seharusnya dapat membunuh makhluk dangan Rank Transedent sekalipun!

Damage dalam jumlah gila sudah terkumpul dalam waktu 20 menit ini dan itu sudah lebih dari cukup untuk membunuh makhluk apapun itu. Tapi sosok DeathWings masih tak tergoyahkan sama sekali.

Swush

Blar

Secara tiba – tiba, bola api putih menerjang dari arah depan dan mengenai dada DeathWings hingga membakar sulur dan sisiknya, membuat daging lunak dibaliknya terlihat. Naruto melihat kearah serangan luar biasa itu datang dan menemukan sosok perempuan cantik.

Perempuan berambut pirang yang dikepang di belakang dan bersenjatakan bendera dan sebuah pedang, perempuan itu terlihat terduduk dengan peluh di wajahnya. Naruto tahu siapa itu, sosok perempuan yang baik dan juga ramah.

Dia adalah pengasuh dipanti dan menjadi teman Naruto saat SMA dulu, dia bermain game ini untuk mendapatkan uang dan membiayai panti asuhan yang sudah kehilangan saluran dana sumbangan. Naruto lah yang membantunya menjadi seperti ini.

Saat dia mendapatkan uang banyak tepat 1 tahun setelah dia bermain game, dia memutuskan membeli kapsul baru dan memberikannya pada sosok perempuan cantik itu. Ceritanya sedikit rumit dan akhirnya dia menerima dan dengan bantuan Naruto di dalam game.

Dia menjadi Ranker nomer 10. Dengan julukan Holy Maiden oleh kuil Freya, dia mendapatkan skill khusus bernama Le Puecele. Skill yang digunakan dengan cara membakar 95% Hp dan Mp untuk membakar musuh dengan api dewa.

Sosok perempuan cantik dengan nama Jeanne D`Arc di atas kepalanya itu mengangkat kepalanya dan dengan usaha mengerahkan senyumnya kearah Naruto. Naruto terlihat terhenyak sebelum akhirnya tersenyum-walau tidak tampak.

"Serang dadanya dan ambil jantungnya."

Sinar merah dimata Naruto menjadi terang ketika membaca gerakan bibir dari Jeanne, tanpa pikir panjang Naruto segera turun dan menancapkan pedangnya pada daging yang nampak dibagian dada DeathWings.

Jlep Sreetttt

"Uraaggghhhhhh!"

Naruto dengan sekuat tenaga menyeret pedangnya membelah daging tebal DeathWings dan seketika darah segar menyembur kearah tubuh Naruto. Para penonton terlihat tidak memperdulikan darah itu dan lebih fokus pada Naruto.

Bahkan mereka tidak melihat kearah darah yang megalir! Mereka lebih memilih melihat bagaimana Naruto dengan gigih berjuang melawan naga hitam yang memiliki nyawa seolah tak terbatas itu.

Sruk

Naruto memasukkan tangan kanannya kedalam daging yang menyemburkan darah segar dan menemukan sesuatu. Naruto mencoba mencabutnya sekuat tanaga namun masih tidak bisa. Naruto menggertakan giginya dan mengambil sesuatu dari penyimpanan.

"Jantung Naga!"

Para penonton terpekik melihat jantung naga ditangan Naruto. Item yang langka karena drop itemnya sangat rendah. Hanya monster naga yang memimpin dungeon atau yang memimpin suatu kawanan saja yang menjatuhkan itu, bahkan kau belum tentu mendapatkannya saat mengalahkannya.

Naruto mengarahkan jantung naga itu keara dadanya sendiri dan menekannya dengan keras. Karena dia tidak bisa memakannya, maka Naruto bisa menggunakannya dengan menaruhnya pada tulang rusuknya.

Ding

{Kamu telah menggunakan jantung naga Green Dragon!

+2 poin kontribusi pada Intelegent.

Kamu mendapatkan Skill Dragon Soul Lvl 1.

Skill Khusus Aura telah terpilih dan akan meningkat 1 level.

Kamu mendapatkan Skill Astral Monster Lvl-.}

"Huarrggggggg!"

Swoshhhhh

Aura merah meledak dari tubuh Naruto dan menyelimuti tangan kanannya yang masuk kedalam tubuh DeathWings. Segera tangan astral menggenggam kuat sebuah benda berbentuk bulat dan Naruto menariknya keluar dengan keras.

Jrakstt

"Gahh!"

{Kamu telah berhasil mengalahkan King DeathWings Dragon!

Kamu mendapatkan King DeathWings Orb.

Kamu mendapatkan King DeathWings Heart`s.

Kamu mendapatkan 3.000.000 Gold.

Kamu mendapatkan Skill Book, [Doom Magic].

Kamu mendapatkan Ruler Set(Legendaris, Tier 6).

Kamu mendapatkan pengalaman.

Level Naik 68~78.}

Bruk

"Huh apa – apaan itu?"

Naruto terduduk dengan pedang ditangan kiri dan sebuah bola sebesar bola Golf ditangan kanannya yang berlumuran darah DeathWings didepannya terlihat mulai tak berjiwa dan segera pohon neraka berubah menjadi serpihan debu.

Serpihan – serpihan debu dalam jumlah besar itu berputar beberapa saat diudara sebelum akhirnya menutup mayat King DeathWings. Naruto yang melihat kejadian di depannya menyeringai dan berdiri dengan tegak.

Ding

{Kerajaan Kallamore telah memenangkan perang dengan bantuan sosok Knight legendaris yang mengalahkan sosok musuh dunia, King DeathWings.

Kamu yang merupakan sosok yang berpengaruh dalam perang akan mendapatkan julukan Heroic Spirit karena jiwamu yang masih menjadi pejuang kebenaran walau sudah menjadi Undead.}

-Semuanya! Kembali kemarkas segera. Guts! Segera lakukan teleportasi.

"Kita pergi!"

Naruto berteriak dengan keras setelah memberikan informasi kepada Barkhan. Sontak ini membuat para Knight Kallamore merasa terkejud dan berusaha menahannya, Tapi Naruto sudah kabur dengan cepat dan tanpa di sadari siapapun melemparkan sesuatu kearah Jeanne yang berjarak jauh darinya.

Ding

{Player Kamikaze telah memberikan set Ruler(Legendaris, Tier 6).

Player Kamikaze telah mengajakmu bergabung dengan Guild Supreme Warrior. Apakah kau menyetujuinya?}

{Yes!} {No!}

"Huh! Kau memang baik seperti biasanya, Naruto – Kun."

Jeanne yang mendapat lemparan benda berupa kotak sebesar `10 x 10 cm tersenyum manis kearah Naruto yang menghilang masuk kedalam portal hitam bersama dengan 75.000 Undead berbagai jenis dan Rank.

Grrrkkkk Grk

Blar

Ledakan disertai kepulan asap membumbung dari tempat dimana King DeathWings berada. Segera sosok King DeathWings keluar dari asap dan membuat kejutan bagi setiap orang yang melihatnya. King DeathWings yang berputar diudara segera mengaum diudara hingga meninggalkan Terror nyata.

"Bagaimana bisa dia masih hidup?!"

"Bukankah dia seharusnya sudah mati?!"

"Persiapkan diri kalian! Kita akan melawan King DeathWings."

Para Knight terlihat bersiap jika ada serangan, tapi secara mengejudkan King DeathWings melesat pergi menembus awan yang tebal. Mereka kecuali Jeanne terlihat bingung sebelum menghela nafasnya lega.

"Aku kira kita akan dihabisi dalam satu serangan nafas."

Sorakan kegembiraan mulai menggema diseluruh Negeri karena kemenangan mereka atas pertempuran pertama mereka dengan DeathWings. Tapi ini barulah permulaan, masih banyak pertempuran akan terjadi mulai sekarang.

Apalagi Event parade malam 1.000 Iblis akan segera dilaksanakan.

.

.

Jglek

"Huahhh!"

Rasanya Naruto tak pernah sebahagia ini sebelumnya. Dia mendapatkan banyak hanya dengan mengalahkan satu naga saja! Jika saja ada lebih banyak musuh kuat, maka Naruto tidak akan kabur dan menuju dungeon dengan teleportasi khusus bagi setiap pemilik dungeon.

"Tak aku sangka akan mendapatkan 300.000.000 Yen dalam satu hari! Ini bahkan belum dihitung dengan stasiun Tv dan uang yang di dapatkan dari para Wyver Knight itu."

Naruto dengan segera berjalan keluar dari dalam kamar manuju kearah ruangan yang biasa dia gunakan untuk bersantai saat istirahat bermain game. Saat disana Naruto sudah melihat Kirin yang duduk di depan sofa dan mengenakan ught dalaman saja! Yang benar saja.

'Bisakah dia menyadari jika kakaknya adalah laki – laki normal.'

Batin Naruto dengan wajah blank dan kemudian menggelap wajahnya dengan kasar menggunakan telapak tangan kanan. Naruto kemudia berjalan dan dengan seenaknya duduk di samping Kirin dan merebut cemilan ditangannya.

"Hei! Kembalikan cemilanku, Nii – San."

"Hmm.., kau harus berpakaian lebih sopan di hadapan kakakmu yang ganteng ini."

"Idih! You Think, I Think.Aku bisa berpakaian sesukaku di rumahku. Atau jangan – jangan..,"

Kirin menyimpitkan matanya saat menatap kearah Naruto yang dengan malas membalas tatapannya. Entah pikiran dari mana, Naruto mulai memajukan kepalanya dan membuat Kirin terkejud.

"Ap-apa yang kau lakukan?!"

Naruto tak memperdulkan ucapan Kirin yang wajahnya mulai memerah. Kirin yang melihat wajah kakaknya mendekat dengan cepat memerah maksimal dan memejamkan matanya.

Cklek Jess

"Eh!"

Tidak merasakan apapun, Kirin membuka matanya dan melihat kakaknya yang sudah menatap kembali kearah Tv dengan tangan kanan membawa Remote. Otak Kirin mulai melakukan loading hingga.

"Ehhhh! Nii – San No Baka!"

Duagh

"Wadauw! Apa salahku?!"

Weleh!

Ternyata Naruto hanya mengambil remote yang berada di samping tubuh Kirin. Dan kerena Naruto malas bangkit dan mengambilnya, Naruto lebih memilih mengambilnya dengan mendekatkan diri kepada Kirin agar tangannya bisa sampai.

.

.

"Aw! Ssttt ini sangat menyakitkan. Ada apa dengan sifatnya itu?"

Naruto meringis ketika luka memar dipipinya bersentuhan dengan kaleng bir dingin ditangan kanannya. Pukulan adiknya memang luar biasa, padahal Naruto yakin dia bisa menahan pukulan preman tanpa luka sedikitpun.

Tapi ini...,

"Huh dia memiiki tenaga monster. Semoga dia tidak marah mengetahui aku berpacaran dengan Lee Hyun."

Naruto ingat ketika dia menerima tamu seorang temannya, die bisa dibilang cukup cantik dan merupakan teman Naruto dan bertemu di depan rumah saat kehilangan uangnya. Karena sudah malam, maka Naruto menawarkan untuk menginap.

Daannnnn jelas saja, Kirin yang bangun mendengar percakapan mereka langsung memergoki mereka yang berbicara dan beberapa kali bercanda. Kirin langsung marah – marah dan kemudian tidak mau berbicara selama 1 minggu.

"Huh lebih baik aku mengunjungi panti asuhan. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Jeanne dan Angelica secara langsung."

Naruto segera mempercepat langkahnya dan segera menuju kearah panti asuhan yang sudah tidak dia kunjungi selama lebih dari 1 bulan. Naruto memasang Head Set dilehernya dan memutar lagu TRUE – Sincerely.

Alunan lagu menggema dikepala Naruto. Lagu sedih menggema dikepalanya, lagu yang mengisahkan tentang kesedihan seseorang yang tidak mengetahui apa itu makna kata `Aku mencintaimu`. Lagu yang menyedihkan.

Naruto menikmati lantunan lagu itu dan menyelami masa lalu saat SMAnya. Saat senang, sedih, dan juga cinta. Saat dimana dia mencintai seseorang tapi akhirnya dia kehilangan dirinya gara – gara perampokan disalah satu Mall.

Tes

"Huh mengingat masa lalu untuk belajar dan menerjang masa depan yang tak terduga dengan milyaran kemungkinan."

Naruto mengusap setetes air mata yang lolos kepipinya, untung di sekitar sepi dan tidak ada yang melihatnya. Naruto terlihat berbelok dan memasang wajah tersenyum ketika melihat anak – anak kecil yang sedang bermain bola.

"Naruto – Nii!"

Anak – anak kecil yang melihat Naruto langsung berteriak gembira dan berlari menuju Naruto yang membuka pagar kayu dan masuk kedalam lingkungan panti asuhan. Salah satu anak panti yang bergeder perempuan berambut hitam memeluk Naruto dan membuatnya terjatuh kebelakang secara sengaja.

Sontak anak panti yang lain ikut menimpa Naruto dan membuat tawa pecah diantara mereka. Anak panti segera bangkit dan duduk di sekitar Naruto layaknya seorang pendengar dalam sebuah ceraman. Naruto ikut bangkit dan duduk bersila.

"Kalian ini nakal sekali ya!"

Naruto dengan gemas menarik pipi gadis kecil dipangkuannya. Gadis kecil itu terlihat tertawa walaupun kedua pipinya ditarik membentuk wajah lucu. Teman – temannya tertawa melihat adegan yang biasa terjadi saat dua orang itu bertemu.

"Hahh kalian jangan bersikap seperti itu pada, Naruto – San."

Sosok perempuan cantik berambut pirang dan bermata biru datang dengan mengenakan pakaian khas pengurus panti. Wajahnya terlihat dibuat marah dengan imut dan membuat anak – anak langsung berlari dan tertawa.

"Hah mereka itu."

Angelica menghela nafas ketika melihat anak – anak panti yang berlarian menuju kearah rumah untuk bersiap – siap mandi. Ini sudah sore dan waktunya untuk mandi. Angelica menatap kearah Naruto yang masih duduk dengan gadis kecil dipangkuannya.

"Hei, kau harus mandi bersama yang lain. Nanti Bunda marah kepada kalian loh! Lihat Bunda Angelica marah."

Naruto terlihat membujuk gadis kecil dipangkuannya hanya untuk dipeluk lebih erat seolah tidak ingin ditinggalkan olehnya. Naruto menghela nafas dan menggendong gadis kecil itu dan menghasilkan pekikan kecil.

"Kau tidak boleh nakal begitu, Shizu. Naruto – San akan berat jika menggendongmu seperti itu."

"Tidak! Shizu tidak mau. Naruto – Nii sudah tidak datang selama 1 bulan lebih. Nii – san harus menemani Shizu lebih lama lagi."

"Baik! Baik. Naru – Nii akan menemani Shizu. Tapi masak Shizu bau seperti ini, Shizu harus wangi agar Naru – Nii bisa menemani Shizu."

"benarkah? Jadi Naru – Nii akan menginap disini jika Shizu wangi? Kalau begitu Shizu mau mandi dulu."

"Heeeee!"

.

.

Buargh

Suara teriakan langsung terdengar dari depan panti hingga membuat Jeanne-Ekhm Laeticia yang baru saja Log Out terkejud dan dengan tidak elitnya terjatuh kedepan. Laeticia mengaduh pelan dan mengelus wajahnya yang memerah karena menghantam lantai.

"Ugh apa – apaan teriakan itu tadi?"

TBC