-:-Mad Gamer : Way Of Undead Knight-:-

-:-Mad Gamer-:-

-:-By-:-

-:-Author Lang0874-:-

-:-Inspirasi cerita dari sosok - sosok hebat dibawah ini-:-

-:-Naruto ; Masashi Kishimoto-:-

-:-Legendary Moonlight Sculptor ; Nam Hee-Sung-:-

-:-Hight School DxD ; Ichie Ishibumi-:-

-:-Guardian Land ; Author Enyong-:-

.

.

"Hahhh~."

Naruto menghela nafasnya pelan ketika merasakan rasa manis yang mengikat dimulutnya. Mata merah menawan miliknya menatap pejalan kaki sekitar yang sibuk dengan urusan masing – masing.

Naruto saat ini sedang menikmati segelas coklat dikota kecil Kuoh, yah sesekali santai tak apakan? Apalagi dia baru saja menghadapi Ksatria Jurang yang jelas – jelas jauh diatasnya. Tapi untungnya Azi Dahaka datang membereskan mereka semua.

Drrttt Drrttt

Getaran pelan menerpa indra perasa milik Naruto dan menyadarkannya dari suasana menenangkan. Mengambil ponsel pintar disakunya, mata Naruto dengan jelas dapat melihat kontak adiknya yang menghubungi dirinya.

Slide!

"Haloha! Kakak Ganteng disini!"

-Guah! Jangan membuatku jijik seperti itu, Nii – san~!

"Oke Oke jadi ada apa kau memanggilku?"

-Ada orang yang bertamu. Salah satunya adalah Leaticia – chan dan satu lagi aku tidak tahu. Bisakah Nii – san datang kesini?

"Hmm aku akan datang dengan cepat."

Tutt

"Hahh masalah apa lagi sekarang."

Gumam Naruto pelan dan memijit kepalanya ringan. Dia tak yakin bahwa ini adalah sesuatu yang disebut kunjungan ringan. Naruto merasakan ada suatu perasaan tak menyenangkan tentang sosok yang tidak dikatahui Kirin.

Naruto meminum coklat hangatnya dengan cepat dan segera memanggil pelayan. Naruto membayar apa yang dia pesan sebelum akhirnya bangkit dan berjalan menuju kearah rumahnya. Jaraknya tak terlalu jauh, jadi tak apa.

Klang

Klontang

Kaleng dipinggir jalan ditendang oleh Naruto dan dengan mudah masuk kedalam tempat sampah. Sontak hal ini membuat beberapa orang yang melihat sedikit kagum dengannya, tapi ada juga yang tidak peduli dan jalan terus.

Naruto disini bukanlah orang yang terkenal walau wajahnya muncul diTv. Ini karena orang – orang cenderung menganggap penampilan sosok Kamikaze hanyalah buatan semata untuk mencari ketenaran.

Itu tentu sebuah tuduhan yang tidak mengenakkan, tapi Naruto tidak memperdulikannya. Toh nanti saat akan ada Turnamen Clan semua akan tahu bahwa penampilannya ini bukanlah buatan belaka. Kheh! Orang keren sepertinya memang selalu dianggap remeh dan mayoritas dibenci orang.

Mengingat mayoritas orang-terutama laki – laki iri dengan sesuatu yang berada diatas mereka, apalagi soal penampilan dan gaya. Naruto merasakan bahwa perutnya sakit karena menahan tawa memikirkan hal ini.

Hey! Apakah semuanya hanya butuh penampilan saja? Tidak! Orang tidak butuh penampilan. Didunia ini, uanglah yang dibutuhkan. Jika kalian memiliki suami yang bertampang keren tapi tidak kerja, kalian akan makan apa? Makan wajah suami?

"Huftt~."

Naruto menghembuskan nafas panjang untuk menenangkan pikirannya. Jika dia terus memikirkan hal ini, bisa – bisa dia akan tertawa tak berhenti ditengah trotoar. Tentu dia akan dianggap orang gila karena tertawa tanpa sebab-menurut mereka.

.

Ruang Tv, rumah Naruto.

.

Pagi hari yang indah!

Itu adalah pemikiran dari Kirin saat pertama kali bangun tidur. Tapi pemikiran itu sedikit retak karena kakaknya tidak ada dirumah, Kirin hanya menemukan catatan disamping sepiring nasi goreng spesial buatan kakaknya.

Ekhm! Sekiranya seperti ini tulisannya.

"Halo Kirin – chan!

Kakakmu ini mau keluar sebentar dan menenangkan diri. Kau tahu jika ada masalah yang terus berdatangan didalam game. Jadi aku akan bersantai menenangkan diri. Jangan lupa makan nasi goreng spesial buatanku ya~!

TTD Your Handsome Brother."

Oke, bagian akhirnya cukup untuk membuatnya merasakan ingin muntah. Tapi Kirin juga ingin pergi~, Kirin sudah lama tidak ber-berdua dengan Naruto. Ya-yah dia sudah lama tidak berdua dengan Naruto semenjak orang tua mereka meninggal! Hahahahahahaha.

Geleng – geleng!

Kirin menggelengkan kepalanya dengan kuat dan membenamkannya pada 2 lutut yang dia tekuk keatas. Wajahnya yang memerah terlihat jelas disana. Kirin menghembuskan nafasnya beberapa kali sebelum menatap Tv kembali.

Disana, sebuah proyeksi gambar peperangan antara Demon dibenteng Vergo dipertunjukkan. Babak pertarungan terlihat sengit, apalagi ketika Ksatria Jurang datang mengacau. Tapi semuanya akhirnya kembali seperti semula.

Layar kemuadian berpindah pada bagian depan benteng, disana terdapat kakaknya yang didampingi oleh EvilEye, Jeanne, dan Vampire berambut putih. Para Guild Master yang datang membantu terlihat saling bertukar salam dengan 4 orang itu secara bergantian.

Sebelum akhirnya Naruto langsung to the poin mengatakan jika sebagai balas budi membantu anggota Guildnya maka pet yang dimiliki oleh para Guild yang membantu dirawat disini. Tentu saja ini merupakan tawaran yang menggiurkan!

Dengan begini sama saja biasa perawatan bulanan, keamanan, dan biaya untuk pet mereka makan akan gratis. Tapi Kirin menyadari suatu hal saat tanpa sengaja melihat senyum busuk yang terbentuk dibibir kakaknya-mengingat Naruto berubah menjadi manusia.

Kirin mengetahui jika itu hanyalah akal – akalan kakaknya saja. Pet adalah barang berharga bagi setiap pemain, jika nanti benteng Vergo diserang. Maka tidak mau para player harus membantu, mengingat pet mereka ada dibalik benteng Vergo.

Secara garis besar, kakaknya bisa dibilang adalah orang licik yang berpikiran kedepan. Bahkan Kirin yakin pemikiran ini baru muncul dipikiran kakaknya ketika bersalaman tadi.

Ding Dong

"Hmm? Ada tamu? Tidak biasa ada tamu. Apalagi masih jam sembilan seperti ini."

Kirin mengambil Remote Tv dan menekan tombol power hingga Tv langsung terbunuh. Kirin merapikan pakaiannya yang kusut sejenak sebelum akhirnya menuju pintu depan.

"Tunggu sebentar!"

.

Sebelumnya dibandara yang ada dikota Kuah-eh Kuoh maksudnya

.

Dipintu keluar pesawat, sosok tak jelas gandernya melangkah keluar bersama dengan koper hitam besar. Dibelakangnya terlihat beberapa orang yang memiliki tubuh dan tampang berbeda – beda.

Ada yang memiliki wajah garang berambut merah dan berbadan kekar, Ikemen berambut pirang panjang, Bishoujo pirang cantik, Ikemen berambut biru, loli biru imut, dan beberapa lelaki berpenampilan mencolok lainnya, bahkan ada orang tua disana.

"Hoo! Apakah ini yang namanya kota Kuoh? Tak aku sangka Guild Master ada ditempat ini."

"Jangan cerewet, Iskandar! Kau membuat orang menatap kita. Gunakan bahasa Jepang, atau kau tidak bisa bahasa jepang?"

"Hoi Hoi! Jangan menghinaku seperti itu, Altria. Perempuan kecil sepertimu lebih baik memikirkan mencari pacar. Kau akan manjadi perawan tua jika sifatmu seperti itu."

"Urusai!"

Yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat interaksi 2 orang yang entah mengapa tidak bisa akur itu. Altria yang merupakan Bishoujo pirang cantik mendengus pelan dan melangkah kedepan tanpa memperdulikan Iskandar yang tertawa mengejeknya.

"Hhahahaha eh! Woi tunggu aku!"

Iskandar-Pria merah garang besar, langsung tersadar dari tertawanya dan segera mengejar Altria yang sudah berjalan cukup jauh meninggalkannya bersama dengan anggota Guild lain. Mereka adalah anggota Guild Supreme Warrior dan akan menginap disini karena suatu alasan.

.

Waktu sekarang, rumah Naruto

.

"Jadi kenapa kau kesini, Riser."

"Hoo dinginnya~."

Sosok Ikemen berambut pirang terlihat memasang wajah main – main ketika menghadapi nada tajam dari Naruto yang memasang wajah malas yang sengaja dia pasang. Merepotkan menunjukan emosi marah didepan orang menjengkelkan didepannya.

Riser Phoenix, merupakan anak dari penguasa besar dikota Kuoh. Dia memegang kendali besar atas kota ini dan beberapa aset didalamnya. Jadi berurusan dengannya merupakan hal buruk. Well itu jika Naruto sendiri, jika dia meminta bantuan `dia`, habislah Phoenix didepannya ini.

Tapi walaupun begitu, konflik harus dihindari seminimal mungkin. Tapi jika tidak bisa maka tabrak sampai berhenti saja. Walau mati setidaknya itu akan berhenti setelah mati, daann~ kenapa aku menjelaskan ini? Hmm entahlah, Back To Story~~~!

Posisi saat ini mereka berada diruang tamu, dengan Naruto dan Kirin duduk berdampingan. Didepan mereka terlihat sosok Riser dengan wajah menjengkelkan yang duduk bersama dengan Leaticia. Jelas wajah Leaticia menunjukan ketidak nyamanan.

"Sebenarnya aku kesini untuk membicarakan sesuatu denganmu, Naruto – san."

"Langsung saja, dan segera pergi."

Naruto menjawab singkat sambil memakan cemilan, membuat Riser yang tadinya mengeluarkan nada mengejek diakhir ucapannya menggeram pelan sebelum akhirnya menenangkan dirinya kembali. Sepertinya orang didepannya bukan tipe pemarah.

"Aku dengar anda adalah pacar dari Leaticia – Chan."

"Hmm?"

Naruto menyembunyikan emosinya dengan sempurna dan menatap kearah Leaticia yang menatapnya dengan wajah memohon. Kirin yang mendengarnya terlihat tak sebaik Naruto dan terkejud, tapi langsung diam saat Naruto menepuk tangannya yang ada diatas paha.

"Aku ingin membuat taru-Ditolak!"

"Dengar-Ditolak!"

Brak

"Jika kau tidak melakukannya aku akan menggusur Pantu Asuhan."

Riser yang emosi menggebrak meja dan menarik kerah Naruto yang membuat Kirin terkejud. Leaticia terlihat berusaha melerai tapi tidak berani dan mempercayakan semuanya pada Naruto untuk ini. Memang egois, tapi dia tidak mau dijadikan pacar manusia sableng ini.

"Jadi kau ingin bertaruh denganku dan menjadikan Leaticia sebagai piala kemanangan begitu!"

Brak

"Jangan bercanda, Bocah!"

Riser langsung terjengkang kebelakang saat kepala Naruto diadu dengan kepalanya hingga membuat cengkramannya terlepas dan terduduk kembali. Naruto menghentakkan satu kaki kanannya keatas meja dengan keras dan menatap Riser dengan rendah.

"Aku tidak suka taruhan rendahan seperti ini. Tapi jika itu tidak terjadi maka Panti akan dihancurkan bukan? Bagaimana taruhannya?"

"Nii – san!"

Naruto tak memperdulkan teriakan protes dari Kirin dan masih menatap Riser yang menatapnya dengan marah sejenak sebelum entah mengapa menjadi menyeringai. Hati Naruto entah mengapa menjadi sedikit khawatir.

"Aku mendengar bahwa kau sudah memainkan WorldLight. Aku yakin kau sudah bergabung dengan Guild."

"Apakah kau menantangku dalam Turnamen Guild?"

"Hahahahahah!"

Riser tertawa pelan dan membersihkan dahinya yang berdarah sedikit menggunakan sapu tangan. Layaknya bangsawan, Riser menyapunya dengan elegan dan baik hingga dalam satu kali usap tak meninggalkan noda darah sama sekali.

"Benar! Di babak pertama Turnamen akan ada Guild War. Aku tak yakin kau mengetahui ini, jadi akan aku jelaskan saja."

Riser terenyum merendahkan kepada Naruto tanpa memperdulikan helaan nafas lega dari Kirin. Dia terlihat lega mengingat apa yang diucapkan oleh Riser sama seperti surga ditelinganya. Hell! Guild Supreme Warrior ukanlah Guild kacangan.

Menurut cerita kakaknya, masing – masing anggotanya bukanlah anggota biasa. Mereka memiliki berbagai pemikiran dan kecakapan tingkat atas dalam berbagai bidang! Ada yang memiliki ras Lich dan bahkan Hight Elf.

Apalagi dengan adanya manusia yang kata kakaknya memiliki kemampuan setara dengan perang besar. Ini dikatakan sekuat perang besar karena mengkomando puluhan ribu pasukan, dan ini ada 6 orang totalnya.

Bahkan kakaknya pernah mengatakan ada seseorang yang lebih kuat dari Perang Besar 6 orang itu. Dia adalah EvilEye yang kata kakaknya memiliki skill yang mampu membuatnya secara sementara dikuasai sesosok Sage yang dulunya memerintah daratan.

"Tepat tadi pukul 3, ada pengumuman bahwa turnamen dipercepat dan akan diadakan dikota Kuoh. Setelah itu, aku yang merupakan Guild Master mendapatkan pesan yang menyatakan aku boleh memilih Guild mana yang akan kami lawan."

Naruto dan Kirin terlihat terkejud menyadara fakta bahwa Guild War akan segera dilaksanakan dikota ini. What The Hell! Bagaimana mungkin ini terjadi, oke mungkin kota ini cukup menarik dengan adanya objek wisata, tapi dimana Turnamen akan dilaksanakan?

"Tentu saja dengan persetu juan Guild yang aku tantang~!"

Tambah Riser dengan nada main – main dan memasukkan sapu tangannya pada jas rapi yang dia pakai saat ini. Riser mencoba memeluk Leaticia, tapi sebuah lengan menarik kerah belakangnya dan dengan kekuatan gila melemparkannya keluar pintu.

"Guahk! Kau akan menyesali semua ini, Naruto!"

"Hmm Jika aku menang akan aku hancurkan wajahmu itu sampai serpihan kecil. Nama Guildku adalah Supreme Warrior. Aku tunggu tantanganmu, Warrior!"

Naruto tersenyum miring dengan mengerikan, membuat Riser yang melihatnya menggertakkan gigi sejenak sebelum akhirnya memaksakan diri menenangkan diri. Dalam hal fisik dia kalah jauh, tapi akan dilihat bagaimana saat turnamen nanti.

"Turnamen akan dilaksanakan diStadion Imperium ditengah kota. Stadion ini akan dibuka bersamaan dengan digunakan sebagai tempat Turnamen, ringkasnya pembukaan Stadion akan dilakukan dengan Turnamen. Jangan sampai melarikan diri."

Naruto mendengus pelan mendengar profokasi Riser yang berjalan keluar menuju mobil mewah miliknya. Naruto berdiri didepan pintu dan bersedekap dada, wajahnya terlihat mengerikan karena emosi yang ada didalam hatinya.

"Sebuah mimpi indah akan hancur saat pemimpi itu bangun! Jangan menyesali apa yang menjadi keputusanmu melawan kami, Supreme Warrior."

Riser yang akan memasuki mobil berhenti dan menatap kearah Naruto dengan tatapan tajam.

"Akan aku pastikan Guildmu itu terbakar dalam api Phoenix! Kalian akan hancur dibawah sayap Eternal Fire."

Naruto tersentak pelan dan membuat Riser tertawa kecil. Sudah sewajarnya merasakan takut dengan Phoenix yang agung batin Riser. Karakternya adalah Phoenix Rank F+! Kekuatan AOEnya sudah tak bisa diragukan lagi.

Swumm

Mesin halus mobil mewah itu segera bergerak dengan mulus meninggalkan Naruto yang menunduk didepan pintu. Bahunya terlihat bergetar beberapa kali sebelum akhirnya masuk kerumah dan menutup pintunya.

"Ghuahahahahahahahaha!"

.

"Ghuahahahahahahahaha!"

Naruto tertawa dengan keras hingga membuat Kirin dan Leaticia bingung, mereka berjalan mendekati Naruto dan menanyakan apa ada yang lucu. Tapi Naruto tak menjawab dan memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.

"Aduh aduh! Perutku. Tak aku sangka dia adalah pemimpin dari Guild Eternal Fire itu."

"Eternal Fire!"

Leaticia memekik ketika mendengar kata Eternal Fire. Bagaimana tidak, itu adalah Guild baru yang memiliki anggota sebanyak 500.000 anggota! Dengan pemimpinnya adalah seorang Phoenixx kuat yang juga satu – satunya monster diGuild itu.

"Aku yakin Alexander akan senang mendengar ini. Aku rasa menghubunginya sekarang dan memintanya menyiapkan Conqueror Army."

"Tunggu! Kau tidak akan benar – benar melawan mereka kan?"

Leaticia dengan cepat mengucapkan kata – katanya ketika mendengar ucapan Naruto. Dia mengetahui Guild Supreme Warrior hanya memiliki sedikit pejuang saja, jika melawan pasukan sebanyak itu, tak perlu menunjukan apa yang terjadi.

Kirin menatap tak suka kearah Leaticia, walau begitu dia memakluminya. Bagaimapun Leaticia tidak tahu seberapa kuat Guild Supreme Warrior. Naruto berdiri dan menatap kearah Leaticia dengan tenang.

"Ada alasan dibalik nama Supreme Warrior. Itu adalah nama yang dipilih berdasarkan kekuatan 6 orang didalam Guild yang setara dengan perang besar."

"Perang besar?"

"Kau benar!"

Naruto berjalan menuju kamarnya dan kembali dengan membawa Laptop. Naruto menyuruh 2 perempuan cantik itu duduk diruang tamu dan segera dituruti. Naruto memuka berkas berjudul `Top Secred` dan memperlihatkan puluhan baris kode.

Tangan Naruto dengan lincah mengetik dan menari diatas KeyBoard dan secara ajaib puluhan baris kode itu memecah diri menjadi beberapa data mengenai setiap orang yang ada di Supreme Warrior.

Naruto membuat daftar Top 4 Great War in Guild. Disana terdapat 6 buah wajah yang berbeda – beda. Ada sosok garang merah, Vampire yang kemarin, Hight Elf Bishoujo pirang cantik, Lich emas, Orc hitam 3 meter dengan tato mengerikan, dan Naruto dalam mode Undead.

Masing – masing stat mereka terlihat mengerikan untuk rank mereka sendiri dan membuat Leaticia merasakan jantungnya melompat dari mulut. Apalagi ketika melihat data dibawah stat yang menunjukan wilayah kekuasaan 6 orang itu.

Alexander(manusia) : Guardian-Heaven City!

Kota yang merupakan kota terbesar dan lebih mirip dengan sebuah kerajaan menengah! Kekuatan militer mereka dikatakan dapat meratakan kerajaan kecil sekali libas. Bahkan ada yang membandingkan pasukan ini dengan pasukan kerajaan Kallamore.

Kota besar ini berada tak jauh dari beneng Vergo yang melindungi kota Freedom. Kota yang dipenuhi oleh para Monster. Kota ini dibentuk dari Nol oleh Vampire dibawah ini.

FriedChiken Dracul(vampire) : Benteng Vergo, Freedom City.

Memiliki kekuasaan terhadap 200.000 Vampire dari ras Dracul yang merupakan Vampire ras yang menonjol dalam kemampuan bertarung jarak dekat. Berbeda dengan ras True Blood Clan yang cenderung pada sihir hitam dan penghisapan darah.

Arthuria Pendragon(hight elf) : Yggdrasil.

Berada diamping benteng Vergo, player ini fokus pada kemajuan pertarungan dalam berbagai jarak. Bisa menggunakan pedang dan busur. Kekuatan dan pasukannya tak bisa diremehkan. Membawahi 70.000 Elf dan 3.000 Dark Elf sebagai pasukan.

Dikatakan kekuatannya secara garis besar setara dengan ranker top dunia, tapi tidak ada bukti pasti mengingat tidak adanya bukti stat dan rank yang dicantumkan di Hall Of Fame. Tapi jelas kau tidak akan mau melawannya satu lawan satu. Yahh kecuali kau adalah Naruto yang bisa mengalahkannya dalam duel jarak dekat.

Arthuria merupakan player yang bersaing dengan Naruto dalam kekuatan karena dikalahkan dimasa lalu hingga akhirnya Arthuria bergabung didalam Guild untuk mengalahkan Naruto.

Berserker(black orc) : Blood Desert.

Berkuasa atas tanah gurun yang berbahaya! Diatas pasir merah darah yang mencekam, ratusan Magical Beast berbahaya menghuni dan berdiam diri menunggu mangsa. Tapi mereka semua sudah dibersihkan oleh sapuan pasukan gabungan dari Kallamore dan Guild Supreme Warrior.

Akibatnya wilayah ini berada ditangan Berserker yang memang sudah direncanakan begitu. Gurun ini berada disebelah utara hutan Elven yang merupakan tempat desa Yggdrasil berada. Membawahi 400.000 Orc kuat dan terus bertambah jumlahnya akibat karakteristik Orc yang cepat berkembang.

Momonga(lich) : Dataran Katze.

Dataran terkutuk yang ada disebelah barat benteng Vergo. Dulunya selalu ada pasukan Undead yang menyerang benteng Vergo, tapi setelah Clongy datang. Dataran Katze menjadi tenang dalam balutan kegelapan abadi.

Pasukan yang dipimpin kurang jelas jumlahnya, tapi bahkan Naruto harus berpikir puluhan kali untuk berperang melawannya. Satu – satunya kesempatan menang melawannya hanyalah saat dia meremehkanmu. Yah setelah kekalahannya dari Naruto dia jelas akan selalu serius selemah apapun musuhnya.

Naruto agak menyesal mengajari Lich itu berbagai trik dalam peperangan besar. Yaah dia mendapatkan berbagai manfaat juga dari itu sih, contohnya dia mendapatkan Momonga sebagai murid.

Kamikaze(Abssy Knight) : Death Knight Cave.

Ksatria Jurang yang baru saja lahir kedunia akibat gulungan perubahan dari Drop Item Ksatria Jurang. Memiliki stat tinggi dan efisiensi tinggi dalam menaklukan makhluk besar, kekuatan akan 20% lebih kuat saat melawan makhluk besar, apalagi jika Naga akan bertambah 50%.

Memiliki bawahan dalam jumlah tidak diketahui, tapi bisa dipastikan dapat memanggil 65.000 Undead Death Knight Rank F- dalam sekejab. Bisa dibilang, dia adalah sosok menakutkan dalam rantai komando Undead.

Hanya orang beruntung atau kuat yang mampu menghindari kematian melawannya.

"Mereka semua adalah player yang menguasai wilayah besar!"

"Kheh! Supreme Warrior adalah Guild yang memiliki banyak pejuang didalam jajarannya. 2 Kerajaan sekaliber Kallamore dapat diratakan jika aku mengayunkan perintah mobilisasi pasukan."

Ini bukanlah bualan omong kosong belaka. Kekuatan setiap individu pasukan Guild bukanlah isapan jempol belaka. Pasukan Orc bahkan paling lemah memiliki Rank G dengan rata – rata memiliki Rank F-. Belum lagi adanya 1.000 Orc General(Rank F) 100 dan Orc King(E-).

Pasukan Alexander yang berjumlah keseluruhan-yang bisa dimobilisasi 200.000 Rank F. Elf Army 100.00 Rank F, dan tentunya kekuatan mengerikan dari undead army milik Momonga bukanlah sesuatu yang bisa dipertimbangkan sebelah mata.

Kekuatan Naruto memang yang terhebat dalam berbagai segi pertempuran dan strategi saat duel dengan setiap anggota Guild. Tapi dalam segi `perang besar` dia adalah yang terlemah dari yang terlemah.

Jelas kau tidak akan mau melawan 500.000 pasukan yang dikomandoi oleh 1.000 Orc general dan 100 Orc King hanya dengan kemampuan dasar tinggi dan pasukan tak lebih dari 100.000. jelas Naruto masih waras dan tidak mau melakukannya kecuali ada alasan kuat untuk tetap melawan.

"Tetaplah dijalurmu dan yakinlah! Guild Supreme Warrior akan menginjak – injak Eternal Fleme."

Dan pada hari ini Leaticia melihat sesuatu yang besar. Sosok penyayang yang dia duga sudah dia kenal baik ternyata adalah orang kejam ketika diusik ketenangannya. Layaknya naga besar yang tertidur dan saat dibangunkan akan memuntahkan lautan api yang membakar sebuah negara dalam sekejap.

"Api akan segera dipadamkan dan Supreme Warrior akan memadamkannya hanya dengan injakan kecil penuh penghinaan. Akan aku tunjukan bagaimana caraku membalas perlakuannya yang biadap itu."

TBC