"MERMAN'S HEART"
YAOI AREA
BXB
GENRE : DRAMA, ANGST
PAIRING : CHANBAEK
CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.
.
.
MERMAN'S HEART
.
Para tetua dulu mengatakan, mata adalah jembatan menuju jiwa. Jika mulut mu senantiasa mengumandangkan untaian dusta, tapi tidak dengan mata.
Mata berbicara melalui isyarat tanpa bisa membuat kebohongan.
Para penyair berkata, Mata seseorang yang sedang jatuh cinta adalah dia diantara terindah dimuka bumi.
Yunhoo percaya karena dirinya melihat itu dua kali selama semumur hidupnya, pertama 15tahun yang lalu di pancaran mata Baekhee dan saat ini di pancaran mata Baekhyun.
Mata Baekhyun berubah menjadi biru laut terang selama beberapa detik, mengingatkan Yunhoo pada Baekhee dulu saat keduanya pertama kali bersitatap dan jatuh cinta.
Darah Yunhoo berdesir bukan tanpa alasan, pria tua itu telah mendapat tanda akan kematian yang sebentar lagi datang menjemputnya. Baekhyun sudah menemukan cintanya dan itu berarti Yunhoo tidak lagi memiliki banyak waktu untuk melindungi putra bungsunya.
Yunhoo berdeham pelan, memutuskan kontak antara Chanyeol dan Baekhyun.
Chanyeol dengan canggung menarik tangannya menjauh dari tabung kaca membuat Baekhyun memandang tangannya hampa dan terluka.
Kenapa?
"Sudah waktunya Baekhyun naik, Chanyeol tolong bantu Bibi Soojung mengeluarkan Baekhyun. Ayah ingin istirahat." Titah Yunhoo pada putra sulungnya.
Setelahnya, Yunhoo pun beranjak. Nancy menatap sendu punggung tuannya, wanita paruh baya itu bukan tak tahu jika Yunhoo tengah memberikan Chanyeol waktu untuk berdekatan dengan Baekhyun.
Yunhoo jelas berbohong saat mengatakan ingin beristirahat, pria lanjut usia itu memiliki urusan yang harus segera ia selesaikan.
"Suruh pengacara Choi menemui sekarang." Titah Yunhoo pada seorang tangan kanannya yang memang selalu senantiasa tinggal dikediaman Park.
Pria itu mengangguk, setelahnya Yunhoo pun memasuki ruang kerjanya.
Selama hampir setengah jam lamanya Yunhoo menunggu, pengacara Choi pun datang.
"Ini masih cukup sore untuk membicarakan harta warisan." Sarkas pengacara Choi seraya menduduk'kan dirinya diatas kursi. Bermaksud jika umur Yunhoo masihlah sangat panjang.
"Ini tentang Baekhyun." Ujar Yunhoo sendu.
"Oh!" Ucapnya spontan karena terkejut. "Baiklah kalau begitu kita sudah boleh membicarakan tentang harta warisan." Celetuk pengacara Choi seraya membuka laptopnya.
Yunhoo mendengus kesal, "Kau sudah tua tapi fikiranmu tak pernah bisa dewasa, tidakkah kau lihat aku tengah serius disini?"
Pengacara Choi balas mendengus, "Kau fikir aku tak serius begitu?"
Yunhoo hampir lupa jika pengacara Choi selalu memiliki seribu satu balasan untuk menjatuhkan lawan, jadi lebih baik Yunhoo kembali ke topik awal.
"Baekhyun jatuh cinta pada Chanyeol." Ujar Yunhoo pelan, raut sedih tak benar dapat ia sembunyikan.
"Oh oke.. Apa!?!"
Yunhoo hanya bisa menghela nafas frustasi, ingin rasanya Yunhoo mencari pengacara lain yang berkompeten. Sayang ia tak bisa melakukan itu.
Yunhoo dan Choi Siwon sudah berteman sejak lama. Selain Nancy, Siwon pun mengetahui perihal rahasia masalalu Yunhoo.
Jadi tak mungkin Yunhoo mencari pengacara baru dan menceritakan semuanya dari awal, bisa-bisa mereka akan menganggap Yunhoo gila karena menceritakan hal yang mustahil.
"Apakah Chanyeol mengetahui itu?" Tanya Siwon harap-harap cemas.
Yunhoo mendesah lelah seraya menggeleng pelan. Dan jawaban Yunhoo bernar-benar sangat tidak memuaskan.
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Siwon kini dengan lebih serius.
Yunhoo lagi-lagi mendesah pelan, "Aku ingin kau memberi idenditas Baekhyun yang baru, karena tidak ada yang tahu jika dia adalah anak ku. Ku rasa itu tidak akan menjadi masalah yang besar, iyakan?" Yunhoo menatap Siwon penuh pengharapan.
Siwon mengangguk membenarkan, "Lalu bagaimana dengan Chanyeol?"
Yunhoo tampak berfikir sejenak, "Aku akan memikirkan itu nanti setelah Baekhyun mendapatkan identitas yang baru." Ujarnya setelah cukup berfikir.
"Kau ingin membuatkan dirinya kartu keluarga tersendiri? Kau yakin itu tidak akan membuat dirimu terancam?" Tanya Siwon memastikan.
Ahh Yunhoo luput memikirkan itu, sebagai pemilik perusahaan terbesar seasia dan memiliki pengaruh yang besar akan keuangan negara tentu hidupnya tak lepas dari pandangan khalayak ramai.
Para pesaingnya selalu mengorek hal pribadinya yang dapat menjatuhkan dirinya dan perusahaan yang telah lama ia kelola. Mereka tentu akan merasa senang jika mengetahui jika faktanya putra bungsunya mencintai putra sulungnya.
"Tidak. Kita akan memberikan identitas yang tidak akan dicurigai sama sekali oleh orang lain." Ujar Yunhoo kala sebuah ide terlintas difikirannya.
Yunhoo memencet tombol yang tersedia diatas mejanya dan tak lama dari itu sang kaki tangan memasuki ruang kerja Yunhoo.
"Suruh Soojung kemari." Titahnya, lagi-lagi sang kaki tangan hanya mengangguk mengikuti perintah tuannya.
.
MERMAN'S HEART
.
Chanyeol dengan sigap membantu Baekhyun keluar dari tabungnya dan lagi-lagi Chanyeol dibuat hampir pingsan saat ekor indah Baekhyun dengan cepat terganti dengan kaki ramping nan mulus seiring keluarnya ia dari air.
Disaat bersamaan, tubuh Baekhyun seolah terkena srentrum ringan kala kulitnya beradu dengan kulit telapak tangan Chanyeol seolah memang Chanyeol adalah pemilik tubuhnya. Begitupun sebaliknya, Chanyeol hampir ereksi hanya karena tangannya bersentuhan dengan kulit selembut kapas milik Baekhyun.
Bagaimana bisa?
Tapi Chanyeol dengan cepat menyadarkan dirinya, bahwa orang yang tengah ia pandangi adalah anak yang masih berusia 15tahun dan lebih parah nya orang itu adalah adiknya.
Chanyeol menyerahkan Baekhyun pada Nancy dan wanita dengan cepat memakaikan jubah untuk menutupi tubuh telanjang Baekhyun, meski Baekhyun sering menghabiskan waktunya di air. Baekhyun tetaplah setengah manusia yang memiliki sepasang kaki dan si mungil itu sangat membenci udara dingin.
Jika seorang duyung pada umumnya memiliki tubuh yang kebal akan segala penyakit dan dapat menyembuhkan diri dengan cepat, maka Baekhyun adalah kebalikan dari itu semua.
Tubuhnya rapuh, imun tubuhnya sangat lemah, kakinya tak cukup kuat menopang berat badanya terlalu lama. Kutukan para penguasa lautan pada ibunya mengakibatkan Baekhyun terlahir dengan berbagai macam kecacatan.
Nancy telah memakaikan Baekhyun baju saat pintu ruangan Baekhyun diketuk oleh seorang kaki tangan Yunhoo yang mengatakan jika tuannya itu memanggilnya.
"Aku akan segera kembali dan membawakan coklat panas untuk kalian." Ujar Nancy disertai senyum keibuan miliknya. Dikecupnya pelan dahi Baekhyun sebelum berlalu meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol dalam keadaan canggung luar biasa.
Hanya Chanyeol sebenarnya, sebab Baekhyun tak melepaskan pandangannya dari Chanyeol barang sedikitpun dari dirinya.
"Kenapa kau memandangi aku seperti itu?" Tanya Chanyeol ingin tahu.
Baekhyun tersenyum lembut, "Aku hanya ingin memandang mu." Chanyeol bersumpah senyuman Baekhyun bahkan lebih menenangkan dari milik ibunya.
"Kenapa? Kau tak suka aku memandang mu?" Baekhyun balik bertanya dengan raut sedih yang mana itu turut menulari Chanyeol rasa sedih pula.
Pria jangkung itu dengan cepat menggeleng kuat hingga kepalanya pening, "Bukan begitu, hanya saja... Itu sedikit... Kau tau... Intens?" Chanyeol berujar diantara perasaan gugup dan ragu.
Baekhyun memiringkan kepalanya tak mengerti, "Intens?" Tanyanya mencoba memahami maksud Chanyeol.
Astaga! Chanyeol bisa mati menahan gemas jika begini, Baekhyun benar-benar polos untuk ukuran remaja seusianya.
"Sudahlah, kau akan tau nanti saat usia mu memadai dan kau juga seharusnya lebih banyak keluar dari ruangan ini daripada berdiam diri dan duduk diatas ranjang." Canda Chanyeol yang mana itu berhasil membuat pandangan berbinar Baekhyun berubah menjadi sendu.
Chanyeol tak cukup faham mengenai tabiat Baekhyun dan Baekhyun pun tak bisa memahami apa itu bercanda, dia tak pernah melakukan itu sebelumnya.
Chanyeol menelan ludahnya gusar, merasa bersalah. Matanya berpendar ke segala arah kecuali memandang wajah sendu Baekhyun.
Nancy tak juga kunjung tiba untuk menyelamatkan dirinya dari perasaan bersalah ini, mungkin Nancy membuat coklat panas digurun sahara sehingga memerlukan waktu yang begitu lama, menurut Chanyeol.
Seseorang tolong katakan pada Chanyeol jika Nancy baru saja pergi 10menit yang lalu!
"Aku suka telinga mu, seperti peri." Ujar Baekhyun memecah keheningan diantara mereka.
Chanyeol terkekeh geli, "Kau adalah orang pertama yang menyukainya." Baekhyun kembali terpana melihat senyuman Chanyeol.
"Kau mengatakan jika telinga ku seperti peri, kau pernah melihatnya?" Tanya Chanyeol. Bermaksud bercanda, tapi sekali lagi ku katakan jika Baekhyun tidak mengerti apa itu bercanda.
Si mungil itu mengangguk semangat, "Beberapa kali, mereka mendatangi ku untuk mengatakan jika hujan akan datang atau mengatakan jika tengah terjadi badai di lautan." Alis Chanyeol menukik tajam, tak benar menyangka jika Baekhyun memiliki imajinasi sebegitu luasnya.
Sepertinya Baekhyun memang harus keluar dari ruangan ini agar fikirannya sedikit lebih realistis. Chanyeol adalah orang milenial jadi fikirannya tidaklah kolot seperti Baekhyun, meski ia baru saja menyaksikan sesuatu yang berada diluar akal sehatnya.
Itu tetap tidak membuktikan apa yang Baekhyun katakan adalah keberanan'kan.
"Kau suka membaca?" Tanya Chanyeol saat mendapati ada begitu banyak buku diruangan itu.
"Tidak juga, aku hanya membaca dongeng putri duyung yang selalu Nancy bawakan untuk ku." Chanyeol mengangguk mengerti, tangannya meraih salah satu buku Baekhyun.
"Meski buku-buku itu berbeda, ceritanya hampir sama persis." Jelas Baekhyun saat Chanyeol mulai membalik lembar demi lembar.
"Kau percaya apa yang ditulis didalam sini?" Chanyeol kira Baekhyun akan memberikan jawaban ya dengan mantap, namun nyatanya tidak.
Baekhyun malah mengedikkan bahunya, "Aku tak begitu yakin, sebab aku belum pernah merasakannya." Jawab Baekhyun.
"Apa yang membuat mu penasaran diantara semua yang tertulis disini?" Tanya Chanyeol lagi dengan penasaran.
"Ciuman seorang duyung." Chanyeol sontak mengalihkan pandangannya pada Baekhyun. "Disetiap buku tertulis jika seorang duyung mencium mu maka duyung itu akan mengambil alih jiwa mu." Chanyeol manggut-manggut faham dan kembali membalik setiap lembar buku yang ia pegang.
"Kau ingin merasakannya?" Tanya Baekhyun tiba-tiba, Chanyeol memandang Baekhyun kembali dengan mata membola terkejut.
Chanyeol bahkan tak sempat memberi respon kala bibir Baekhyun telah lebih dulu menyapa miliknya, membawanya dalam kecupan lembut dan sangat lembut.
Chanyeol terkesiap, tapi tak berkutik hingga Baekhyun sendiri yang menjauhkan bibir keduanya.
Chanyeol berdehem canggung, terlalu terkejut mendapati perlakuan tiba-tiba dari Baekhyun.
"Kurasa sudah larut, tidurlah Baekhyun. Selamat malam." Pamit Chanyeol cepat dan gugup. Langkahnya dengan cepat ia tarik menjauhi ranjang Baekhyun.
"Siapa nama mu?" Tanya Baekhyun kala kenop pintu telah Chanyeol pegang.
Chanyeol membalikkan tubuhnya lalu menatap Baekhyun tepat dimatanya, "Chanyeol, Park Chanyeol."
Baekhyun tercekat, tanpa sadar ia menahan nafasnya saat mendengar nama keluarga yang Chanyeol pakai.
"Ya, benar. Aku adalah Hyung mu." Ujar Chanyeol membenarkan apa yang ada didalam fikiran Baekhyun.
"Tidur yang nyenyak, adik ku." Chanyeol menakankan suaranya saat menyebut adik pada Baekhyun.
Tepat setelah Chanyeol menghilang dari pandangan matanya, airmata Baekhyun tumpah tanpa bisa dicegah.
.
MERMAN'S HEART
.
Chanyeol memasuki kamarnya dengan deguban jantung yang menggila, berulang kali pria itu berusaha mengenyahkan perasaan aneh yang tak ia mengerti maksudnya apa.
Ditambah dengan penisnya yang tiba-tiba ereksi hanya karena ciuman sepihak dari Baekhyun juga tak membantu sama sekali. Mengacak rambutnya frustasi, pria jangkung itu meraih ponselnya lalu masuk kedalam kamar mandi.
Setelahnya Chanyeol dengan cepat menelfon seseorang seraya membebaskan penisnya yang sedari tadi protes akan betapa sesaknya didalam sana.
"Channie~" Panggil seseorang diujung sana dengan nada antusiasnya.
"Aku menunggu mu menelfon dari tadi, kau kemana saja?" Tanya wanita itu dengan nada merajuknya.
"Maaf, kau tahu sendiri ayah ku seperti apa." Ujar Chanyeol sedikit menyesal karena telah membuat wanita itu menunggu dirinya.
"Ya ya aku mengerti." Ujar wanita itu.
"Kau sibuk?" Tanya Chanyeol dengan jari-jari tangannya sudah mulai mengurut pelan penis tegang miliknya.
"Aku sedang berusaha untuk tidur, jadi aku tak sibuk."
"Bantu aku." Ujar Chanyeol sensual.
"Channie kau?!!" Teriak wanita itu sedikit terkejut.
"Itu karena kau terlalu lama meninggalkan ku jadinya aku tersiksa begini." Dalih Chanyeol tidak sepenuhnya berbohong.
Well, meski alasan Chanyeol ereksi bukanlah wanita itu tapi tetap saja Chanyeol merindui wanita yang sudah satu tahun ini menjadi kekasihnya itu.
Chanyeol rasa, wajar jika dirinya sudah tidak tahan saat ini. Chanyeol adalah pria yang berkebutuhan tinggi dan kekasihnya itu sudah hampir satu bulan berada di london karena urusan pekerjaan membuat mereka jarang bertemu dan juga jarang melakukan hal intim.
Wanita diujung sana terkekeh, "Lusa aku pulang, baiklah sekarang aku akan membantu mu untuk melepaskannya." Ujar wanita itu dengan nada yang sesensual mungkin.
.
Setelah urusan dengan selangkangannya selesai Chanyeol pun keluar dari kamar mandi dan menempatkan dirinya diatas ranjang miliknya.
Fikiran nya melayang memikirkan apa yang Baekhyun lakukan padanya tadi. Chanyeol tentu saja merasa aneh akan hal itu, meskipun Baekhyun polos, tapi tidak'kah perlakukannya itu tergolong keterlaluan untuk orang yang baru ditemui.
Meski Baekhyun tidak tahu jika Chanyeol adalah kakaknya sendiri, tetap saja itu agak sedikit berlebihan. Menurut Chanyeol.
Untung saja yang dia cium itu Chanyeol, coba saja jika yang Baekhyun cium adalah orang lain mungkin Baekhyun sudah berakhir dibawah kukungan orang itu.
Memikirkannya saja membuat Chanyeol bergidik ngeri.
.
MERMAN'S HEART
.
Nancy kembali dengan dua coklat panas diatas baki ditangannya dan Chanyeol sudah tak lagi berada disana.
"Dimana tuan Chanyeol?" Tanya Nancy pada Baekhyun.
Si mungil itu sama sekali tak memberikan Nancy jawaban, matanya tak ia alihkan dari pemandangan diluar sana membuat Nancy penasaran lantas mendekati si bungsu Park itu.
Alangkah terkejut wanita paruh baya itu kala melihat pipi Baekhyun dibasahi oleh darah, Baekhyun sedang menangis.
Jika seorang duyung memiliki mutiara disetiap tetesan matanya maka tidak dengan Baekhyun. Si mungil itu akan mengeluarkan tangisan darah setiap kali hatinya merasakan pesakitan.
Butiran mutiara akan keluar hanya jika Baekhyun menangis karena mendapatkan kebahagiaan.
Nancy yang tak tega melihat Baekhyun menangis dengan cepat mendekati Baekhyun dan merengkuh tubuh ringkih itu dalam pelukan.
"Baby, apa yang terjadi kenapa kau menangis?" Tanya Nancy khawatir.
Baekhyun memeluk erat tubuh Nancy berusaha menyampaikan perasaannya.
Baekhyun adalah orang yang jujur tak pernah sekalipun dirinya membohongi Nancy yang sudah ia anggap sebagai ibunya.
Baekhyun juga tak pernah menutupi sesuatu dari Nancy. Baekhyun pun akhirnya menceritakan segala yang terjadi tadi pada Nancy. Wanita paruh baya itu jelas terkejut mendengar Baekhyun dengan mudahnya mencium Chanyeol.
Tapi wanita itu bisa apa?
Ini bukanlah salah anak asuhnya, bukan sama sekali!
Wanita paruh baya itu makin bersedih kala mendengar si mungil itu melontarkan pertanyaan yang menyayat hati.
"Nancy, apakah ini yang ibu ku harapkan untuk pembalasan dendam terhadap ayah ku?" Tanyanya Pilu.
Lalu Nancy harus memberikan jawaban apa?
Bagi seorang duyung yang tidak mengalamami yang namanya reinkarnasi, takdir bukanlah apa yang Tuhan berikan untuk mereka. Nasib buruk atau nasib baik yang mereka peroleh adalah pemberian sang penguasa lautan.
Jika ingin nasib baik terus digenggam maka berbaiklah pada penguasa meski harus menjadi penjilat sekalipun.
Tapi sayang, Baekhyun tak memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Kehidupannya telah dikutuk semenjak dirinya lahir.
"Kenapa anda memberikan Baekhyun takdir sedemikian kejam, Nyonya!" Raung Nancy didalam hatinya, berharap agar setidaknya sekali saja Baekhee mendengar jeritan hatinya.
Selama 15 tahun Nancy merawat Baekhyun barukali ini anak asuhnya itu menangis dan Nancy yakin bahwa ini tidak akan menjadi yang terakhir.
Pasti akan ada kali yang lainnya.
.
MERMAN'S HEART
.
Nancy tak lagi merasakan getaran dibahu Baekhyun, wanita paruh baya itu pun melepasan pelukan mereka. Meski tak ada lagi darah yang keluar dari mata Baekhyun, Nancy tetap saja khawatir dengan tatapan kosong yang Baekhyun layangkan.
"Nancy, aku tak ingin menjadi seperti ibu ku." Gumam Baekhyun diantara fikirannya yang kacau.
Nancy hampir tak mendengarnya kala itu, wanita paruh baya itu lantas melekatkan pandangannya pada Baekhyun dan menajamkan pendengarannya. "Apa yang kau katakan, baby?" Tanyanya pelan.
Baekhyun membalas tatapan Nancy, "Aku tak ingin berakhir seperti ibu ku." Ucapnya bergetar.
Nancy segera menggeleng memberi bantahan, "Tidak sayang tidak, kau tidak akan seperti ibu mu." Ujar Nancy seraya mengelus pelan mochi cheeks Baekhyun.
"Nancy, kau harus menolong ku." Ujar Baekhyun penuh harapan, Nancy segera mengangguk kuat.
"Apa pun untuk mu, baby." lalu Nancy kembali membawa Baekhyun dalam pelukannya.
Nancy memeluk Baekhyun dengan sayang berusaha untuk membuat fikiran anak asuhnya itu menjadi lebih tenang.
Kini Baekhyun bertekad telah dalam dirinya untuk memperjuangkan cintanya dan mempertahankan hidupnya agar tak memiliki nasib yang sama seperti sang ibu.
.
MERMAN'S HEART
.
Pukul 01.00 dini hari saat Chanyeol tersadar ada yang membuka pintu kamarnya. Pria itu langsung terbangun dari tidurnya dan melihat siapa kiranya yang masuk kedalam kamarnya malam-malam begini.
Chanyeol terkejut mendapati Baekhyun sang adik lah sebagai pelaku, si mungil itu telah berdiri diujung ranjang Chanyeol dengan hanya menggunakan kemeja longgar tanpa memakai celana.
Apa maksudnya?
"Baek, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Chanyeol berusaha waras meski paha mulus Baekhyun benar mengambil fokusnya.
Baekhyun tak memberinya jawaban, si mungil itu malah menaiki ranjang dengan merangkak perlahan mendekati Chanyeol lalu menduduk'kan dirinya diatas tubuh Chanyeol.
Beruntung tubuh mereka berdua masih dihalangi oleh selimut tebal milik Chanyeol.
"Baekhyun kau mau apa?" Tanya Chanyeol was-was.
Baekhyun lagi-lagi tak memberi jawaban, Chanyeol hanya bisa memperhatikan apa yang akan Baekhyun lakukan.
Chanyeol tetap memperhatikan sampai sekali lagi Baekhyun berhasil membuat jantungnya hampir copot karena terkejut. Baekhyun kembali mencium bibirnya.
Tapi kali ini ciuman itu sedikit berbeda, Baekhyun dengan beraninya menggerakkan bibirnya untuk menghisap bibir bawah dan bibir atas Chanyeol secara bergantian.
Juga jangan lupakan lidah Baekhyun yang menjilat-jilat sensual bibir tebal Chanyeol.
Ucapkan selamat tinggal pada kewarasan!
Chanyeol pun lama-lama terlena, pria jangkung itu segera menyingkirkan selimut yang menghalangi tubuh keduanya tanpa melepas ciumannya. Posisi mereka Chanyeol ubah, kini pria jangkung itulah yang mendominasi.
Lidahnya Chanyeol lesakkan kedalam mulut Baekhyun mengajak lidah adiknya bertarung sementara satu tangannya tengah mengelusi paha dalam Baekhyun merambat hingga ke pantat sintal milik Baekhyun.
Lagi-lagi Chanyeol dibuat terkejut oleh adiknya itu, ternyata Baekhyun tidak memakai dalaman apapun.
"Akhh~" Baekhyun sedikit meringis kala Chanyeol entah sengaja atau tidak menggigit nipplenya dengan sedikit keras.
Chanyeol benar-benar tinggi sekarang, Baekhyun benar-benar membakar hasrat dalam jiwanya. Chanyeol yang kewarasannya telah terenggut pun memasuk'kan satu persatu jarinya kedalam lubang Baekhyun yang berkedut minta dijamah.
"Nghh~ disanahh~" Chanyeol menyeringai puas, hanya dengan jari-jarinya saja dia sudah berhasil menyentuh prostat Baekhyun. Baekhyun mengejang setelahnya, pelepasannya datang.
Baekhyun sangat seksi, Chanyeol hampir menjatuhkan liurnya melihat tubuh Baekhyun itu. Dengan keringat yang membasahi sekujur tubuh juga sperma yang berserakan diatas perutnya.
Chanyeol pun mempersiapkan penisnya didepan manhole Baekhyun. Penisnya Chanyeol lumuri dengan sperma Baekhyun agar memudahkan dirinya nantinya.
Perlahan tapi pasti Chanyeol memasuk'kan miliknya dan menggenjotnya pelan dan kontras. Tubuh Baekhyun terhentak-hentak sesuai irama.
Hingga tak lama setelahnya Chanyeol hampir mencapai pelepasannya, tinggal beberapa tusukan lagi dan Chanyeol akhirnya menjemput orgasmenya bertepatan dengan terbangunnya dia dari mimpi indah itu.
Chanyeol segera menyingkap selimutnya, pria itu langsung melihat selangkangannya yang sudah basah karena sperma miliknya.
"Sialan!" Umpat Chanyeol kesal kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Chanyeol membasuh wajahnya di wastafel lalu memandangi wajahnya di pantulan cermin.
"Kau sudah terlalu tua untuk mimpi basah, Chanyeol astaga!!" Teriaknya frustasi pada banyangannya sendiri.
"Dan siapa pula yang kau mimpikan itu, ingat dia itu adik mu Chanyeol!" Ujarnya seraya menjambak rambutnya berharap dia dapat mengenyahkan fikiran kotornya terhadap sang adik.
.
MERMAN'S HEART
.
Chanyeol tengah bertukar sapa dengan kekasih tercinta lewat via telfon seperti biasa saat ayahnya datang menginterupsi dirinya yang saat itu tengah berada didekat kolam berenang.
Yunhoo mengerutkan dahinya kala melihat Chanyeol tak berhenti tersenyum karena panggilan itu. Chanyeol yang merasa sepertinya ayahnya ingin berbicara padanya pun mematikan sambungan telfonnya dan mendekati sang ayah.
"Siapa yang kau telfon sampai tersenyum begitu lebar seperti itu?" Tanya Yunhoo kala Chanyeol telah berada dihadapannya.
Chanyeol tersenyum malu-malu, "Kekasih ku, Ayah."
Yunhoo tak benar dapat menahan keterkejutannya kala mendengar jawaban Chanyeol itu, "Kau sudah memiliki kekasih?" Tanyanya kemudian membuat Chanyeol heran dan mengangguk meski ragu.
"Kenapa? Apa yang salah?" Fikir Chanyeol, bukankah ayahnya seharusnya senang jika Chanyeol sudah memiliki kekasih, Chanyeol sebentar lagi menginjak kepala 3 dan sudah sepantasnya Chanyeol mencari pendamping, bukan'kah begitu?
Wajah Yunhoo berubah menjadi tak bisa terbaca oleh Chanyeol, "Siapa namanya? Dari keluarga mana dia berasal dan apa Pekerjaannya? Tanya Yunhoo berturut-turut semakin membuat Chanyeol keheranan.
"Namanya Kim Hyejin, Kim Hyejin adalah anak dari Kim Ryeowook, dan dia adalah seorang model." Ucap Chanyeol singkat, padat dan jelas.
Yunhoo menatap menatap mata putranya, pria tua itu melihat ada begitu banyak harapan dipancaran mata Chanyeol. "Kapan-kapan bawalah dia menemui ayah, bukankah kami harus berkenalan?" Ujar Yunhoo disertai senyuman yang mana menulari Chanyeol senyuman pula. Pria jangkung itu mengangguk cepat, menyanggupi.
Yunhoo tak lupa jika dia harus membantu Baekhyun untuk mendapatkan cintanya, namun Yunhoo juga tak mungkin menghancurkan hati putranya yang lain.
Bagaimana pun Chanyeol tetaplah anak sulungnya, Yunhoo juga harus memikirkan perasaan Chanyeol. Setidaknya sedikit memberi Chanyeol ruang untuk merasa jika dirinya mendapatkan dukungan dari Yunhoo bukanlah opsi yang buruk.
"Oh iya, kenapa ayah menemui ku? Apa ada yang ingin ayah sampaikan?" Chanyeol bertanya setelah teringat bahwa topik pembicaraan mereka yang sebenarnya bukanlah kekasih Chanyeol.
"Ayah ingin menyuruh mu membawa Baekhyun menghirup udara segar, ayah fikir ini sudah saatnya Baekhyun keluar dari ruangannya. Bisakah?" Chanyeol tersenyum lantas mengangguk, tentu saja tidak mungkin Chanyeol menolak hanya untuk permintaan sekecil itu.
Memang apa susahnya membawa Baekhyun berjalan dihalaman?
.
MERMAN'S HEART
.
Baekhyun mengalihkan eksistensinya kearah pintu kala pintu ruangannya dibuka dan menampilkan tubuh menjulang Hyungnya.
"Sedang apa?" Tanya Chanyeol seraya mendekati ranjang Baekhyun.
Baekhyun mengangkat buku yang ada ditangannya, "Nancy selalu membawakan satu buku baru disetiap harinya jadi aku harus menghabiskan buku ini sebelum buku baru datang." Ujar Baekhyun memberi penjelasan.
"Hari ini libur dulu membacanya," Ujar Chanyeol seraya mengambil buku itu dari tangan Baekhyun membuat kerutan didahi yang lebih kecil. "Ayo hirup udara segar diluar, memangnya kau tidak bosan didalam sini?"
Mata Baekhyun berubah menjadi membesar seiring dengan senyuman lebar terkembang dibibirnya, si mungil itu mengangguk semangat lantas mengikuti tarikan tangan Chanyeol, Baekhyun tak mungkin menolak ajakan itu. Sudah lama dirinya menginginkan ini dan akhirnya Baekhyun bisa membuat kakinya merasakan halusnya gelitikan rumput pun kerasnya batu-batu kerikil.
Senyuman Baekhyun makin terkembang, matanya berpendar ke segala arah, memperkenalkan pada retinanya apa itu yang namanya bunga, kumbang serta awan putih di langit.
Nancy terkadang memberinya buku bergambar untuk membuat Baekhyun juga mengetahui seperti apa dunia luar itu dan Baekhyun merasa takjub karena yang aslinya jauh lebih mengagumkan.
Tak lama mereka berjalan, tiba-tiba Baekhyun jatuh tersimpuh diatas tanah membuat Chanyeol segera menghentikan langkahnya, kemudian menatap sang adik dan terkekeh geli setelahnya, "Makanya kalau jalan itu lihat-lihat." Pikirnya Baekhyun jatuh tersandung, tapi sayang fikiran itu segera lenyap kala melihat Baekhyun menggigit bibirnya menahan sesuatu serta tangannya tak henti memijat pelan tungkainya.
Ada apa?
"Maaf, kaki ku tak cukup kuat menahan beban ku terlalu lama." Sesal si mungil itu.
Chanyeol merengut tak mengerti, "Tapi kita barusaja berjalan 15 menit."
"Aku ini bukan seorang duyung sejati pun aku juga tak bisa disebut manusia pula. Aku mungkin memiliki kaki tapi aku juga bukan manusia sesungguhnya karena aku pun memiliki ekor seorang duyung karena itu kaki ku tidak berfungsi sebaik milik manusia pada umumnya." Jelas Baekhyun panjang lebar.
Chanyeol jelas terserang rasa bersalah, sedikit menyesal telah menertawai sang adik sementara dia tak tahu kebenarannya seperti apa. Sepertinya Chanyeol harus bertanya lebih dulu sebelum membuat Baekhyun tersinggung lebih lama.
"Maafkan aku, aku tak tahu."
"Tak apa." Ujar Baekhyun dengan senyumannya yang menenangkan seperti biasa.
Senyuman Baekhyun benar-benar indah, bahkan Chanyeol telah memasuk'kan itu dalam daftar hal favoritenya.
Baekhyun memekik tertahan kala Chanyeol tanpa aba-aba membawa tubunnya dalam gendongan ala brydal style.
"Turunkan aku!" Seru Baekhyun panik.
"Kenapa?"
"Aku berat." Cicit Baekhyun malu-malu.
Chanyeol mendengus, "Kau sama sekali tidak berat, bahkan kau lebih ringan dari Hyejin." Tutur Chanyeol jujur.
Well, itu benar. Hyejin memang lebih berat dari pada Baekhyun.
"Siapa Hyejin?" Tanya Baekhyun ingin tahu.
Chanyeol memandangi Baekhyun, "Kekasih ku."
Baekhyun merasakan tusukan kuat didadanya kala mendengar itu, nafasnya tercekat, tangannya segera menghampiri dada guna mengurangi rasa sakit.
Seharusnya Baekhyun tak boleh menahan nafasnya di cuaca sangat panas seperti ini, Baekhyun harus memberikan oksigennya udara yang cukup dibawah panasnya terik matahari seperti ini.
Nafasnya tak bisa Baekhyun kontrol, sesak tak juga bisa dihindari. Dia memerlukan air secepatnya.
"Baekhyun! Ada apa? Kau kenapa?" Chanyeol bertanya dengan paniknya.
Baekhyun tentu tak sanggup memberinya jawaban terlalu sibuk untuk meraih oksigen. Diantara panik mendera, pikiran bodoh selalu menghampiri.
Chanyeol pun mengalami hal yang sama, kiranya Baekhyun membutuhkan nafas buatan jadi tanpa banyak menghabiskan banyak waktu untuk berfikir, Chanyeol segera memberi adiknya itu nafas buatan.
Chanyeol menyalurkan udara melalui mulut Baekhyun, si mungil itu tentu saja terkejut akan perlakuan Chanyeol namun tangan nya terlalu lemah untuk digerak'kan.
Setelah Baekhyun akhirnya bisa mengontrol alur nafasnya Chanyeol selesai memberikan CPR pada Baekhyun.
"Ba..bawa ak... Aku kekamar." Pinta Baekhyun patah-patah karena nafasnya belum kembali sepenuhnya.
Chanyeol mengangguk cepat, pria jangkung itu segera berlari memasuki rumah mereka, "Bibi Soojung! Bibi Soojung!" Teriak Chanyeol kalap.
Tak lama Nancy menghampiri nafasnya terengah-engah karena berlari, "Ada apa tuan muda?" Tanya Nancy tak luput memandangi Baekhyun yang berada didalam gendongan Chanyeol.
"Baekhyun sesak nafas." Nancy membola terkejut dan juga heran. Pasalnya Baekhyun sudah masuk kedalam air selama 3 jam tadi dan kenapa Baekhyun sudah merasakan sesak sekarang. Biasanya Baekhyun hanya perlu masuk ke air sekali dalam sehari.
Lalu kenapa sekarang begini?
.
MERMAN'S HEART
.
Setelah Nancy melepaskan pakaian Baekhyun, Chanyeol membantu Baekhyun masuk kedalam tabungnya tanpa sengaja meremas pelan pinggul Baekhyun.
Itu gerakan refleks, yaa setidaknya Chanyeol menyebutnya begitu.
Sekali lagi Chanyeol dibuat terkagum dengan ekor indah milik Baekhyun. Chanyeol begitu terpana mengikuti tiap liukan ekor indah itu.
Baekhyun seperti kebiasaannya gemar meletak'kan tangannya didinding tabung kaca miliknya, Chanyeol tersenyum simpul lantas turut membawa tangannya untuk disatukan dengan milik Baekhyun.
Mengira jika si mungil itu kembali mengajaknya menyatukan tangan mereka, padahal tidak sama sekali.
Baekhyun menatap sendu telapak tangan mereka yang menyatu, hanya untuk beberapa detik karena setelahnya Baekhyun dengan cepat menarik tangannya dan berbalik memberikan punggungnya yang terekspos pada Chanyeol.
Chanyeol tak tahu kenapa dia malah memandang tangannya hampa dan terluka, yang Chanyeol tahu adalah hatinya tiba-tiba merasa sakit.
Kenapa?
Semua itu tak sedikitpun luput dari pandangan Nancy, wanita paruh baya itupun mengerti jika sesuatu tengah mengganggu fikiran anak asuhnya.
"Tuan muda, sebaiknya anda kembali, saya yang akan menolong Baekhyun nanti." Ujar Nancy pelan.
Chanyeol menatap Nancy ragu, "Saya bisa tuan, selama ini sayalah yang membantu Baekhyun." Nancy berusaha memberikan pengertian pada siragu Chanyeol.
Chanyeol mendesah pelan, pria jangkung itu memandang punggung Baekhyun sekali lagi sebelum benar-benar berlalu.
Selepas kepergian Chanyeol, Nancy segera menghampiri anak asuhnya untuk meminta penjelasan akan apa yang barusaja terjadi.
.
MERMAN'S HEART
.
Sudah satu harian ini Yunhoo belum melihat wajah putra bungsunya, Yunhoo tak bohong jika ia mengatakan bahwa dirinya merindui Baekhyun.
Pria lanjut usia itu lantas memutuskan untuk menemui Baekhyun diruangannya. Yunhoo telah memasuki kamar Baekhyun namun tak mendapati anaknya itu dimanapun.
Melihat pintu kamar mandi Baekhyun tidak tertutup Yunhoo tersenyum, anaknya itu pasti tengah berendam ditabungnya. Yunhoo pun membawa kursi rodanya mendekati kamar mandi Baekhyun.
Yunhoo telah bersiap untuk masuk kedalam, namun terhenti kala melihat sesuatu yang janggal antara Nancy dan Baekhyun. Yunhoo pun lebih memilih untuk memperhatikan disebalik pintu.
Baekhyun membiarkan kepalanya keluar dari air saat Nancy membalik tubuhnya pelan. "Ada apa, hm?" Tanya Nancy seraya mengelus pelan mochi cheeks Baekhyun.
"Chanyeol sudah memiliki kekasih." Baekhyun bergumam pelan.
Nah, sekarang Nancy tahu alasan kenapa Baekhyun kembali harus masuk kedalam air, Chanyeol telah membuat hati Baekhyun mengalami proses pembekuan.
"Nancy, apa yang harus aku lakukan?"
Tebakan Nancy benar adanya air mata Baekhyun kembali membasahi pipinya dan membuat air dalam tabungnya berubah menjadi merah karena tetesan darah dari mata Baekhyun.
Yunhoo terperangah. Sebenarnya seberapa banyak air mata darah yang Baekhyun keluarkan?
Percayalah, kalian tidak akan sanggup membayangkannya.
Yunhoo menatap pemandangan itu dengan miris, hatinya pun turut teriris.
"Apakah aku telah melakukan kesalahan?" Gumamnya sendu
.
.
.
NEXT?
Cangkem :
EXO COMEBACK WOOOYYY! ASTAGA MAMPUS LIAT TREASERNYA! KEREN SUMPAH ADA ICHINGNYAAAAA :'))
Jadi nama pengasuh Baekhyun itu bukan Nancy tapi Soojung. Nancy ini sejenis Nanny tapi py lebih milih makek Nancy. Suka aja dengernya :D
Fyi, umur Chanyeol disini 27 dan Baekhyun 15 yaa.. Jadi age-gap nya 12tahun :))
Dan py gak bilang kalo disini hati Baekhyun sehalus sutra yaa apalagi dengan umur Baekhyun yang segitu.. Wkwkwkwk
Btw, Ini py makek target riview juga yaa.. Ayo semangat riviewnya biar py semangat juga buat ngetiknya \btw ini sejenis dengan pemaksaan..wkwkwk/
Thanks for fav, foll and riview ;* py cinta kalian ;*
Dewi Ichigo Ichi, Theresia341, kusuka, KimAyrra99, Tianrui, cutiepiehyun, Noor401, chalienB04, BaekHill, neeil614, Realcynk92, megumi30, Narin.s, kickykeklikler, Park LouisYeol, BaekhyuneeBee, Crunchy Choco, Chanbaekismyown, Love Chanbaek,Noor401, chanbaekis, KimAyrra99.
NB :
YAHH! Chanyeol udah punya kekasih dong :((
apa baekhyun entar kayak little mermaid yg akhirnya bunuh diri pakai belati dan nyeburin diri ke laut gara" chanyeol punya cinta lain?
Jujur aja py gak pernah nonton film little mermaid yang versi aslinya, py cuma nonton yang versi remake dewasanya wkwkwkwk...
Dan disana gak ada adegan yang begitu, tapi kayaknya cerita yang py buat ini hampir mirip kearah situ :D KAYAKNYA YA :D
wkwkwk Chanyeol mimpi basah gezz :D
#CHANBAEK MENUJU HALAL
