"MERMAN'S HEART"

YAOI AREA

BXB

GENRE : DRAMA, ANGST

PAIRING : CHANBAEK

CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS

DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.

.

.

MERMAN'S HEART

.

Chanyeol khawatir.

Pria itu merasa khawatir akan bagaimana keadaan Baekhyun saat ini, maklum saja semenjak insiden sore lalu kala Baekhyun memberinya punggung, mereka tak bertemu lagi setelah itu.

Chanyeol ingin melihat Baekhyun untuk memastikan keadaan sang adik, hanya saja dirinya terlalu segan untuk melakukan itu secara langsung. Pasalnya pertemuan mereka yang terakhir tak berjalan baik, Chanyeol rasa.

Tapi Chanyeol harus bertemu Baekhyun untuk meredakan rasa khawatirnya dan tak tahu harus melakukan apa.

Pria itu berjalan seperti setrikaan, mondar-mandir seraya memikirkan cara yang masuk akal agar Baekhyun tidak mencurigainya.

Dan tampaknya dewi Fortuna tengah menghampiri Chanyeol, idenya muncul seketika kala Nancy kebetulan melintas dengan sebuah baki yang berisi susu strawberry diatasnya.

Chanyeol yakin bahwa itu untuk adiknya sebab Nancy memang menuju ke ruangan sang adik.

"Bibi Soojung tunggu sebentar!" Panggil Chanyeol membuat wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya.

"Ada apa tuan muda?" Tanya Nancy sopan.

Chanyeol berdehem membersihkan tenggorokannya yang tidak kotor sama sekali, "Apakah itu untuk Baekhyun?" Tanyanya pura-pura tak tahu.

Nancy lantas mengangguk pelan menjawabi. Chanyeol tersenyum penuh arti.

"Sini bi, biar aku saja yang memberikannya pada Baekhyun." Ujar Chanyeol seraya hendak meraih baki yang berada ditangan Nancy.

Nancy jelas menolak, namun bukan Chanyeol namanya jika tak bisa meyakinkan wanita paruh baya itu. Akhirnya dengan perasaan tak enak wanita itu membiarkan Chanyeol mengantarkan susu untuk Baekhyun sementara dirinya kembali ke dapur.

Chanyeol pun masuk kedalam ruangan Baekhyun setelah mengetuk pelan pintu terlebih dahulu.

"Nancy, aku tak bisa meraih celana panjang ku, bisakah kau mengambilkannya untuk ku?" Pinta si mungil itu didepan lemari yang pintunya terbuka. Tubuhnya tertutupi oleh pintu lemari.

Chanyeol terkekeh pelan, rupanya Baekhyun tak melihat jika yang datang bukanlah Nancy melainkan dirinya.

Chanyeol meletak'kan baki berisi susu strawberry untuk Baekhyun diatas meja nakas kemudian pria itu mendekati Baekhyun berniat untuk membantu adiknya itu.

Namun sepertinya itu adalah tindakan yang salah, sebab disebalik pintu lemari itu ternyata menyembunyikan bagian tubuh Baekhyun yang tak tertutupi oleh celana.

Si mungil itu hanya memakai sweater, sweater itu pun terangkat-angkat seiring lompatan Baekhyun mencoba meraih celana yang ia maksud membuat celana dalam berwarna kuning mengintip keluar.

Merasa diperhatikan, Baekhyun pun membalikkan badannya. Si mungil itu jelas terkejut mendapati Chanyeol dihadapannya kini bukanlah Nancy seperti apa yang dia kira.

"Ma.. Maaf aku kira kau Nancy." Ujar Baekhyun merasa bersalah.

Oh sungguh! Baekhyun memiliki perasaan yang rapuh, dia bahkan meminta maaf untuk kesalahan yang sama sekali tak ia buat. Bahkan itupun tak terhitung dalam sebuah kesalahan. Ugh!

"Tak masalah, Celana mana yang kau inginkan?" Tanya Chanyeol berusaha sebisa mungkin untuk membuat matanya tak memandangi paha mulus Baekhyun yang sedari tadi meminta dijamah.

"Yang tebal dan panjang diujung sana, diluar sangat dingin." cicit si mungil itu seraya menunjuk'kan mana celana yang dia maksud.

"Astaga! Aku bisa gila!" Tepat setelah mengatakan itu Chanyeol membawa bibir Baekhyun dalam cumbuan.

Bibir Chanyeol bergerak liar, tak terkendali. Menghisap dan mengemut bibir Baekhyun tanpa memberi jeda. Baekhyun bahkan terlalu terkejut untuk memberikan respon.

Kakinya melemas dan Chanyeol dengan cepat meraih pinggang Baekhyun agar Baekhyun tak terjatuh. Chanyeol kehilangan akal saat Lidah nya masuk menyapa lidah Baekhyun.

Lidah Baekhyun benar-benar terasa nikmat, Chanyeol menyedotnya tanpa pikir panjang.

"Anghh~" Baekhyun tak lagi dapat menahan desahannya sebab lidahnya sudah sepenuhnya Chanyeol tarik.

Mendengat desahan Baekhyun membuat Chanyeol akhirnya tersadar dengan aksinya. Pria itu buru-buru melepaskan belitan lidahnya pada lidah Baekhyun dan melepaskan rengkuhannya.

"Maaf aku hilang kendali." Ujar Chanyeol menyesal. Pria itu merasa buruk, amat sangat buruk.

Bagaimana dia bisa melakukan hal itu pada adiknya?

Setelah mengambilkan celana yang Baekhyun maksud, pria itu segera keluar dari kamar Baekhyun meninggalkan si mungil itu dengan hatinya berbunga dan jantungnya berdentum kencang.

Baekhyun mengerak'kan tangannya malu-malu diatas bibir tipisnya yang baru saja Chanyeol cumbu.

Tak jauh berbeda dengan Chanyeol. Pria itu menjilat bibirnya merasakan betapa manis rasa bibir Baekhyun.

Sungguh nikmat! Chanyeol ingin lagi!

.

MERMAN'S HEART

.

Chanyeol kembali menjalani tugasnya sebagai pimpinan perusahaan CNB grup, setelah mendapatkan libur 2hari. Pria jangkung itu mendesah lelah mendapati ada begitu banyaknya dokumen yang menumpuk dimeja nya.

Baru 2 hari dan banyaknya bukan main, bagaimana Chanyeol bisa berlibur lama-lama jika begini. Seraya menggeleng-gekengkan kepalanya, Chanyeol pun menduduk'kan buttnya pada kursi kebanggaannya.

"Let's go to the work." Gumamnya sebelum terfokus pada tumpukan dokumen diatas meja berkaca miliknya.

Sudah hampir satu jam lamanya, Chanyeol pun merasa sedikit kelelahan. Pria jangkung itu melakukan stretching bertepatan dengan pintunya yang dibuka oleh seseorang.

Alis Chanyeol naik satu, "Aku kira kau lupa jalan pulang ke korea." Sarkasnya kemudian.

Wanita itu, Kim Hyejin sang kekasih hanya berdecak malas, "Kau tahu sendiri'kan bagaimana pekerjaan ku."

Chanyeol hanya berdehem malas menanggapinya, sejujurnya Chanyeol tak terlalu menyukai pekerjaan Hyejin. Bagaimana tidak, Chanyeol harus rela Hyejin mempertontonkan tubuhnya untuk khalayak ramai.

"Ayah ku mengundang mu untuk makan malam dirumah."

Hyejin berjengit heran, "Ayah mu ingin bertemu dengan ku?" Tanyanya memastikan.

"Ingin berkenalan dengan calon menantu nya." Ucap Chanyeol sedikit main-main dinadanya.

Hyejin terkekeh seraya meletakkan tas tangannya diatas kursi tamu lalu mendekati Chanyeol. Wanita itu lantas memutar kursi Chanyeol hingga berhadapan dengan dirinya.

Wanita itu membungkuk membuat buah dadanya menyembul akibat bajunya yang memang terlalu seksi, "Berhentilah membual, bukankah kau bilang merindukan aku?" Ujar Hyejin sensual.

Chanyeol menyeringai kemudian dengan satu tarikan segera membawa tubuh Hyejin dalam rengkuhannya, "Jangan pernah berani meminta ku berhenti." Peringatnya.

Sayang belum sempat Chanyeol menjalankan niatnya, Minseok sang sekretaris telah lebih dulu menghentikannya. Chanyeol bisa saja melanjutkan kegiatannya didepan orang banyak sekalipun tapi tidak didepan Minseok yang berdiri diambang pintu dengan tangan terlipat didepan dada.

Minseok menatap Chanyeol jengah, "Apapun yang ingin kau lakukan sebaiknya kau hentikan sekarang." Ujar pria bermata seperti kucing itu kemudian dan terdengar malas.

"Aku membutuhkan dokumen-dokumen itu segera, jika kau tidak menyelesaikannya dalam 30menit lagi maka kau akan lihat apa yang bisa lidah ku lakukan." Chanyeol sontak mendorong pelan Hyejin, menjauhkan wanita itu dari pangkuannya dan kembali berbalik pada tumpukan dokumennya mengabaikan Hyejin yang sudah merajuk juga terlihat marah.

Minseok mengalihkan pandangannya pada Hyejin, "Dan kau!" kata Minseok seraya menunjuk kearah Hyejin, "Sebaiknya kau pastikan bahwa kau tidak mengganggu atau aku tidak segan-segan mengusir mu dari sini." Setelah mengucapkan itu Minseok pun berlalu meninggalkan Hyejin dengan mulutnya yang ternganga tak percaya akan apa yang baru saja terjadi.

"Chanyeol!! Sungguh? Kau diam saja Minseok merendahkan mu begitu saja? Kau bos nya dan kau yang diperlakukan seperti bawahan!" Protes Hyejin tak terima.

Chanyeol mendesah pelan, "Well, Minseok adalah kaki tangan ayah ku dan itu berarti dia memang atasan ku." Tutur Chanyeol benar-benar malas membahas masalah yang sama disetiap kalinya.

Itu benar, Minseok adalah kaki tangan Yunhoo. Pria bermata kucing itu mendapatkan wewenang untuk mengawasi kinerja Chanyeol selama di perusahaan.

Biasanya Minseok tidak pernah bertingkah sebossy itu, Minseok bertingkah seperti itu hanya jika ada Hyejin disana. Minseok amat sangat tidak menyukai Hyejin, baginya Hyejin adalah wanita rendahan yang bisanya hanyalah menjadi benalu dalam hidup orang lain.

.

MERMAN'S HEART

.

Yunhoo tak salah memperkerjakan Siwon sebagai ahli hukum untuk keluarganya. Terlepas seberapa kekanakan sikap pria itu, pekerjaannya tak pernah mengecewakan.

Sama seperti kali ini, baru 2hari yang lalu Yunhoo memintanya mengerjakan sesuatu dan kini pria itu telah kembali dan membawakan apa yang Yunhoo inginkan.

Yunhoo tersenyum puas dengan apa yang dia lihat saat ini, tangannya pun memencet tombol yang ada diatas mejanya dan tak lama dari itu sang kaki tangan datang menghampiri.

"Suruh Soojung menemui ku." Titahnya kemudian.

Seperti apa yang diharapkan, wanita paruh baya itu tentu datang dengan cepat.

Yunhoo memberikan Nancy senyuman hangat membuat Nancy berjengit heran, "Aku memiliki hadiah untuk mu." Ujar Yunhoo seraya menyerahkan secarik kertas tebal pada Nancy dan diterima wanita itu dengan ragu-ragu.

Matanya menyisir serta membaca apa yang tertulis didalam secarik kertas itu.

Mata Nancy semakin membesar setelah memahami apa yang tertulis disana, itu adalah secarik kertas yang menujuk'kan jika Baekhyun adalah putranya.

"Terimakasih banyak tuan." Ucapnya penuh syukur.

Jelas Nancy sangat bersyukur akan hal ini, wanita paruh baya itu telah menganggap Baekhyun sebagai anak kandungnya sendiri bahkan Soojung telah merelakan seluruh hidupnya untuk Baekhyun.

Ya, Soojung memilih melajang seumur hidupnya dan merawat Baekhyun layaknya anaknya sendiri dan kini harapan itu telah terwujud.

Kini anak asuhnya itu bukanlah lagi Park Baekhyun putra bungsu Park Yunhoo melainkan Byun Baekhyun anak dari Byun Soojung.

Bukan maksud Yunhoo untuk tidak menganggap Baekhyun sebagai anaknya, tapi hanya itulah satu-satunya cara agar hubungan Chanyeol dan Baekhyun tidak dipertanyakan dikemudian hari.

Yunhoo tahu yang ia lakukan adalah kesalahan.

Tapi cobalah posisi kan dirimu menjadi dia, Sekiranya apa yang akan kau lakukan?

Ketermenungannya terganggu akan dering ponselnya, nama Chanyeol adalah apa yang tertera dilayar benda pipih itu.

Yunhoo lantas menerima panggilan itu, "Tumben sekali. Ada apa, nak?" Tanya Yunhoo sedikit heran sebab tak pernah Chanyeol menelfonnya dijam kerja seperti ini.

"Aku hanya ingin memberitahu jika Hyejin akan datang malam ini." Chanyeol memberi jawaban dengan sedikit antusias.

"Oh, baiklah kalau begitu ayah akan menunggu kalian." Ujar Yunhoo pelan. Tak benar-benar menaruh peduli nya pada hal itu.

Setelah mematikan sambungan telfon, Yunhoo meminta para maidnya untuk menyiapkan beberapa makanan yang sedikit spesial malam ini.

Sekali lagi, Yunhoo bukannya ingin menerima Hyejin sebagai menantu. Pria lanjut usia itu hanya ingin bersikap wajar agar Chanyeol tak merasa tersinggung akan sikap pilih kasihnya.

"Soojung!" Panggilnya pada Nancy yang saat itu baru saja meletakkan sajian keatas meja makan.

Wanita paruh baya itu segera menyahuti dan mendekati Yunhoo, "Ada apa tuan?"

"Malam ini, bisakah kau membuat Baekhyun menetap dikamarnya?" Itu bukanlah pertanyaan melainkan permintaan. Nancy menatap Yunhoo meminta penjelasan.

Yunhoo mendesah pelan, "Kekasih Chanyeol akan datang berkunjung malam ini."

Baekhyun tak lagi tinggal didalam ruangannya sepanjang waktu, si mungil itu terkadang keluar dari ruangannya dan berkeliling hanya untuk sekedar menghilangkan suntuk.

Tapi sepertinya kali ini Baekhyun keluar diwaktu yang salah, seandainya saja ia tetap berdiam diri didalam ruangannya setidaknya untuk 5 menit lagi saja, Baekhyun pasti tidak akan mendengar apa yang ayahnya katakan barusan.

Meski keberadaan sang ayah terbilang jauh dari dirinya, namun seorang duyung memiliki pendengaran yang tajam. Pendengaran itulah yang digunakan oleh para duyung untuk tetap berkomunikasi meski bermil-mil jauhnya.

Mata Baekhyun meredup kecewa, si mungil itu kemudian berbalik dan kembali menuju ruangannya.

Seharusnya Baekhyun tetap di ruangannya saja untuk membuat hatinya tetap aman.

Benar! Berada diluar ruangan membuat hatinya membeku lebih cepat.

.

MERMAN'S HEART

.

Malam hampir tiba, Nancy melangkahkan tungkainya buru-buru keruangan Baekhyun dengan membawa satu buku ditangannya. Baekhyun gemar sekali membaca jadi fikirnya ia bisa menahan Baekhyun dengan buku itu.

Pintu ia buka setelah mengetuk pelan terlebih dahulu.

Baekhyun yang menatap keluar jendela adalah apa yang pertama kali Nancy tangkap melalui inderanya.

"Para peri memberi mu kabar lagi?" Tanya Nancy seraya menutup pintu.

Baekhyun mengangguk pelan, "Para Syren membuat keributan dilautan Norwegia."

Nancy merengut kemudian menduduk'kan dirinya diujung ranjang Baekhyun, tempat dimana kaki Baekhyun berada. "Syren? Ibu tak pernah mendengar tentang Syren sebelumnya." Celetuk wanita itu.

Baekhyun bergumam, "Mereka bermigrasi namun membuat keributan disana." Jelas si mungil itu.

Syren dan duyung adalah definisi serupa namun tak sama, wajar jika terjadi keributan dilautan jika keduanya dipertemukan.

Nancy mengangguk faham, wanita itu kemudian menyerahkan buku yang ada ditangannya pada Baekhyun, "Ibu membawakan mu buku baru, bacalah siapa tahu kau suka."

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada buku yang Nancy pegang, itu adalah buku dongeng yang lainnya.

"Aku baru saja menyelesaikan buku yang tadi pagi kau berikan Nancy dan sekarang aku lelah untuk membaca." Nancy pun mau tak mau menarik kembali buku itu, rencana nya gagal.

Sekarang apa yang akan ia lakukan untuk membuat Baekhyun menetap diruangan ini?

Baekhyun tersenyum getir menatap wajah kebingungan Nancy, "Tapi aku akan tetap didalam sini seperti bagaimana yang ayah ku pinta." Nancy membola terkejut.

Bagaimana bisa Baekhyun tahu?

"Baby, kau mendengarnya?" Tanya Nancy tak benar menahan rasa penasarannya.

Baekhyun hanya bisa tersenyum tipis menanggapinya, senyuman yang membuat perasaan Nancy terenyuh.

Perasaan siapa pula yang tak terenyuh melihat senyuman penuh luka itu?

.

Chanyeol benar membawa Hyejin untuk datang berkunjung kerumahnya, Pria itu segera membawa Hyejin menuju ruang makan dimana sang ayah telah menunggu disana.

"Ayah ini Hyejin, Hyejin ini ayah ku." Ujar Chanyeol memperkenalkan keduanya.

Senyuman manis yang Hyejin sematkan tak cukup mampu untuk membuat bibir Yunhoo tertular senyuman pula. Pria itu hanya memberikan tatapan datar dan menilai Hyejin dari atas sampai kebawah.

Hyejin cukup cantik, namun tak cukup pintar untuk berpakaian.

"Temanilah ayah ku mengobrol dulu, aku ingin menukar pakaian ku." Ujar Chanyeol segera berlalu tanpa menunggu respon Hyejin terlebih dahulu membuat Hyejin mau tak mau menurutinya.

Hyejin duduk ditempatnya dalam resah mendera, pasalnya Yunhoo terlihat benar-benar tidak bersahabat saat ini.

"Maaf tuan apa ada yang salah?" Dengan seluruh keberanian Hyejin mengutarakan rasa penasarannya.

Yunhoo terkekeh pelan, "Tidak ada yang salah, aku hanya tengah memikirkan betapa bodohnya putra ku." Ujar Yunhoo tak benar membuat Hyejin mengerti.

"Aku benar-benar tak habis fikir kenapa Chanyeol memiliki kekasih yang bahkan tidak tahu cara berpakaian yang baik." Itu adalah kalimat sarkas, siapapun tahu itu.

Hyejin tahu, namun Hyejin masih tak mengerti kenapa Yunhoo mengatakan itu.

"Apa tujuan mu menjalin hubungan dengan putraku?"

Nah, sekarang Hyejin baru mengerti kemana arah pembicaraan ini sebenarnya.

Wanita itu akhirnya memahami jika Yunhoo tidaklah menyukai dirinya, pasti Yunhoo akan memintanya untuk menjauhi Chanyeol. Drama klasik orangtua.

Hyejin mendengus, "Jika yang anda maksud adalah meminta ku untuk memutuskan hubungan kami, maka saya minta maaf yang sebesar-besarnya tuan karena hal itu tidak akan terjadi." Balas Hyejin benar melupakan segala sopan santunnya yang tadi berusaha ia pertahankan. Ya walaupun hanya berpura-pura.

Yunhoo sedikit banyak dibuat terkaget-kaget oleh sikap Hyejin barusan, tak menyangka jika Hyejin begitu tak berpendidikan.

"Tidak, karena anak ku sendiri yang akan melakukan itu untuk ku." Balas Yunhoo tenang. Hyejin membeku.

Sebenarnya Pria lanjut usia itu tidak terlalu tersinggung akan sikap Hyejin, setidaknya ini bisa Yunhoo jadikan sebuah alibi untuk membuat Chanyeol melepaskan Hyejin.

Bukan'kah begitu?

.

MERMAN'S HEART

.

Setelah Chanyeol mengantarkan Hyejin sampai kedalam mobil wanita itu, Chanyeol lantas menemui ayah nya yang meminta untuk menemuinya diruang kerja milik Yunhoo.

"Ada apa ayah?" Tanya Chanyeol setelah menutup pintu ruang kerja Yunhoo.

"Duduklah!"

Chanyeol menurutinya, pria jangkung itu menduduk'kan buttnya diatas kursi yang tersedia.

"Ada yang ingin ayah bicarakan pada mu." Ujar Yunhoo tenang, namun Chanyeol bisa melihat raut keragu-raguan dikerutan wajah sang ayah.

Yunhoo menghela nafas pelan, "Ayah ingin kau memutuskan hubungan mu dengan Hyejin."

Chanyeol jelas terhenyak ditempat, Chanyeol lantas menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ayah, aku tahu ayah tak menyukai Hyejin tapi Hyejin adalah gadis yang baik." Ujar Chanyeol berusaha membela sang kekasih.

"Tapi menurut ayah tidak begitu," Chanyeol merengut meminta penjelasan. "Ayah hanya mengatakan padanya untuk memperbaiki cara berpakaiannya dan wanita itu memberi ayah makian. Begitu kah definisi baik menurut mu, Chanyeol?"

Chanyeol terkejut, namun ia tak juga dapat percaya begitu saja. Tapi tidak mungkin ayahnya berbohong untuk hal seperti itu.

"Carilah orang lain yang lebih pantas."

Chanyeol bingung, "Ayah itu ti.."

"Baekhyun jatuh hati pada mu, Nak."

Seseorang tolong beritahu Chanyeol bahwa itu bukanlah lelucon seperti apa yang sedang ia fikirkan saat ini!

.

MERMAN'S HEART

.

"Baekhyun mencintai mu, Nak."

Kali ini Chanyeol benar-benar terperanjat dari tempat duduk mendengarnya, "Apa?!!"

Chanyeol berharap bahwa ayahnya salah bicara atau telinganya yang salah mendengar. Tapi tidak, ayahnya sama sekali tak salah bicara juga telinganya tidaklah bermasalah dalam mendengar, Baekhyun memang jatuh hati padanya.

Lelucon macam apa ini?

"Ayah tidak'kah kau sadar bahwa dia itu adalah adik'ku!" Ujar Chanyeol berusaha sebisa mungkin untuk menekan emosinya.

"Kalian memiliki ibu yang berbeda, jadi secara teknis kalian bukanlah saudara kandung." Ujar Yunhoo enteng tanpa beban seolah apa yang ia katakan bukanlah apa-apa.

"Ayah!"

"Paling tidak cobalah dulu." Saran Yunhoo selembut mungkin. Tak ingin menyulut emosi Chanyeol yang memang sudah berada diujung lidah.

Chanyeol menganga tak percaya akan apa yang ayahnya katakan barusan, "Tidak! Bagaimanapun dia tetap adik ku ayah, aku tak bisa." Tolak Chanyeol bersungguh-sungguh, tak dapat terbantahkan.

Yunhoo akhirnya hanya bisa mendesah pelan, pria lanjut usia itu sudah menyangka jika Chanyeol akan memberikan reaksi seperti itu.

"Ayah mengerti, ayah tak akan memaksa mu." Yunhoo mengalah, Chanyeol memang anak yang penurut tapi juga memiliki keras kepala yang sama seperti dirinya.

Jika Chanyeol sudah mengatakan tidak maka jawaban itu tidak akan berubah meski langit terbelah menjadi dua.

Chanyeol menghela nafas kasar, "Jika tidak ada lagi yang ingin ayah sampaikan aku akan kembali ke kamar ku." Ujar Chanyeol masih memiliki rasa kesal dalam hatinya.

Yunhoo hanya bisa menatap sedih punggung putra sulungnya itu, Yunhoo hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi kedepannya. Akan apa yang terjadi pada anak bungsunya.

Yunhoo mendadak mengerang kesakitan membuat Chanyeol mengurungkan niatnya hendak keluar dari sana, pria jangkung itu segera berbalik dan melihat sang ayah tengah meremas dadanya kuat.

Chanyeol sontak mendekati sang ayah, "Ayah! Ayah kenapa?" Tanya Chanyeol panik.

Yunhoo tentu saja tak bisa menjawab pertanyaan itu, sakit dibagian jantungnya benar-benar tak tertahankan. Jantungnya bagaikan ditusuk ribuan pisau lalu ditaburi dengan air garam. Sakit sekali!

Yunhoo tahu bahwa umurnya tidak akan lama lagi, lalu bagaimana dengan Baekhyun?

Apa yang akan terjadi pada anak bungsunya itu jika dirinya tak lagi bisa menolong?

Baekhyun yang malang.

.

MERMAN'S HEART

.

Dikarenakan kondisi Ayahnya tak memungkinkan untuk pergi kerumah sakit, Chanyeol akhirnya hanya bisa memanggil seorang dokter keluarga untuk mengecek keadaan Yunhoo.

"Kondisi Tuan Yunhoo makin memburuk, untuk saat ini saya hanya bisa memberikan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakitnya, tolong jangan biarkan Tuan Yunhoo terlalu banyak berfikir." Ujar Dokter Kim menjelaskan.

Chanyeol terduduk lemas diatas sofa yang ada didalam kamar Yunhoo, merasa bersalah telah membuat ayah nya menjadi banyak fikiran. Tapi jujur saja Chanyeol tak sedikitpun memiliki niat untuk menjalin kasih dengan sang adik.

Yang benar saja! Chanyeol masih waras!

Mungkin memang Chanyeol tertarik pada tubuh Baekhyun, itupun karena Baekhyun memiliki tubuh yang sangat sempurna untuk ukuran seorang pria, tapi bukan berarti Chanyeol memiliki perasaan pada Baekhyun.

Hanya sebatas itu, tidak lebih.

"Saya turut prihatin tuan." Tepukan diberikan oleh dokter Kim sebagai penyemangat. Tahu betul bahwa Chanyeol pastilah terpukul akan hal ini.

Bagaimanapun Yunhoo adalah satu-satunya keluarga yang Chanyeol miliki. Dokter Kim jelas tak mengetahui perihal keberadaan Baekhyun.

Setelahnya dokter Kim pun berlalu meninggalkan mansion Park sementara Chanyeol masih betah memandang sendu ayahnya yang masih tertidur karena pengaruh obat.

Chanyeol baru saja hendak berniat keluar dari kamar sang ayah sebelum pria lanjut usia itu terbangun dan memanggilnya dengan suara yang parau.

Chanyeol dengan cepat mendekati ayah nya, "Ada apa ayah? Ayah membutuhkan sesuatu?" Tanyanya seraya membantu Yunhoo untuk duduk.

Yunhoo menggeleng pelan, "Ayah rasa ayah sudah terlalu lama hidup didunia ini." Ujar Yunhoo sendu.

"Ayah ku mohon jangan mengatakan itu." Pinta Chanyeol sedih.

Yunhoo tersenyum lemah, "Bisakah ayah minta satu hal pada mu sebelum ayah menghembuskan nafas terakhir." Ucap Yunhoo menatap Chanyeol penuh pengharapan.

Chanyeol menatap ayahnya ragu, khawatir jika sang ayah meminta hal yang sama. Sungguh Chanyeol tak bisa melakukan itu, bukan bermaksud untuk menjadi anak durhaka, tapi Chanyeol memang benar-benar tak bisa menjadikan Baekhyun sebagai pasangannya.

Baekhyun bukanlah apa yang ia inginkan untuk menjadi tambatan hatinya.

Yunhoo yang mengerti akan kebingungan Chanyeol pun hanya bisa tersenyum maklum, "Tenang saja, ayah tidak akan meminta mu untuk bersama Baekhyun. Kau berhak memutuskan masa depan mu sendiri." Tutur Yunhoo pelan seraya menepuk pelan tangan Chanyeol yang tengah menggenggam tangan keriput nya.

"Walaupun itu dengan Hyejin sekalipun?" Tanya Chanyeol penuh harap.

Chanyeol menyayangi Hyejin tak mudah bagi Chanyeol untuk melepaskan Hyejin, Yunhoo memahami itu.

Pria lanjut usia itu tersenyum kemudian memberi anggukan pelan.

Chanyeol tersenyum lega, sungguh ia merasa sangat bersyukur. Meski ayahnya memiliki watak yang keras, namun pria itu tak pernah memaksakan kehendaknya pada Chanyeol.

"Lalu apa yang ayah inginkan untuk aku lakukan?" Tanya Chanyeol kemudian.

Yunhoo mendesah pelan mencoba menguatkan diri jika ini memanglah hal yang tepat untuk ia lakukan, "Kau tahu bahwa Baekhyun memiliki masalah dengan pernafasan dan kakinya'kan?" Tanya Yunhoo, Chanyeol mengangguk. Jelas, ia sudah menyaksikannya sendiri tempo hari.

"Ayah pernah mendengar jika di Espenes memiliki tabib terkenal yang bisa menyembuhkan segala penyakit, bisakah kau membawa Baekhyun kesana untuk diobati? Setidaknya, ayah harus memastikan Baekhyun sembuh sebelum ayah dijemput ajal." Ujar Yunhoo melirih, Chanyeol tentu tanpa fikir panjang segera mengangguk, menyanggupi permintaan sang ayah.

Setidaknya permintaan yang satu ini lebih mudah untuk dilakukan dibanding yang sebelumnya.

Tanpa tahu bahwa itu adalah omong kosong semata, penyakit Baekhyun sama sekali tak memiliki obat. Baekhyun tak bisa diselamatkan meski dengan bantuan tabib terpandai sekalipun. Hidup Baekhyun akan berjalan normal hanya jika Chanyeol membalas cinta Baekhyun.

Baekhyun akan tetap hidup jika hatinya kembali seperti sebelum merasakan patah hati.

"Bisakah ayah meminta satu hal lagi?" Tanya ayahnya kembali Chanyeol mengangguk menjawabi.

"Tolong suruh Soojung menemui ayah."

Chanyeol tersenyum, "Ya ayah."

Chanyeol pun segera keluar dari kamar Yunhoo dan menuju ke ruangan Baekhyun karena disanalah Nancy berada. Chanyeol melangkahkan tungkainya dengan perasaan canggung, sedikit aneh memikirkan ia akan bersitatap dengan sang adik yang baru saja ia ketahui memiliki perasaan padanya.

Tapi tak masalah, toh mereka juga tidak akan menjadi sepasang kekasih atau semacamnya.

Mengenyampingkan hal itu, Chanyeol pun membuka pintu ruangan Baekhyun membuat Nancy dan Baekhyun segera menolehkan kepalanya pada pintu.

"Maaf mengganggu, tapi ayah memanggil mu bi'." Nancy mengangguk faham, wanita paruh baya itu segera bangkit dan meninggalkan Chanyeol bersama Baekhyun.

Chanyeol mendekati ranjang Baekhyun dan menduduk'kan dirinya tepat dimana Nancy duduk tadi, "Oh ya, kenapa kau tidak keluar tadi? Aku ingin mengenalkan Hyejin pada mu tadi." Tanya Chanyeol menatap sejurus pada Baekhyun yang kini tengah menatapnya.

Chanyeol berkedip berusaha memusatkan pandangannya pada apa yang dia lihat, retina Baekhyun berubah menjadi redup dalam beberapa saat. Sampai Chanyeol tak pasti hal itu benar terjadi atau tidak.

Baekhyun cepat-cepat mengalihkan pandangannya pada buku di pangkuannya, "Nancy meminta ku untuk menyelesaikan buku ini." Ujar Baekhyun seraya menunjuk'kan buku tersebut pada Chanyeol.

Baekhyun tak pernah berbohong semasa hidupnya, ia tak bisa melakukan itu karena bertentang dengan tabiat seorang duyung. Maka itu Baekhyun mengatakan yang sejujurnya pada Chanyeol.

"Oh aku mengerti, kalau begitu aku akan mengajak Hyejin kemari lain kali." Ujar Chanyeol disertai senyuman idiot nya.

Baekhyun turut tersenyum pula, "Tentu, aku akan menunggu hari itu datang." Ujarnya kemudian.

"Apa itu buku yang lainnya?" Tanya Chanyeol.

Baekhyun menggeleng pelan, "Tidak, ini cerita tentang Syren dan aku juga tak terlalu suka menyukai isinya karena semua yang mereka diskripsikan lebih mirip ke arah duyung dibanding Syren." Ujar Baekhyun berpendapat.

Chanyeol mengernyit tak mengerti, "Bukankah duyung dan Syren itu sama saja?"

Baekhyun segera membantah, "Tidak, Syren dan duyung tidaklah sama." Nah, kini Chanyeol benar-benar dibuat penasaran.

Apa yang membedakan mereka?

Menyadari kebingungan Chanyeol, Baekhyun dengan senang hati menjelaskannya, "Mungkin kami memang sama-sama memiliki ekor, tapi Syren memiliki sifat yang sangat buruk. Para duyung akan senantiasa menjauhi daratan sebisa mereka, namun kaum Syren selalu mendekati daratan untuk mendapatkan raga yang dapat mereka tukar dengan miliknya. Syren lahir dari sebuah kutukan sementara kami lahir dari sebuah anugerah lautan, itu jelas kedua hal yang jauh berbeda.jelas Baekhyun panjang lebar. Jelas tersirat nada tak suka didalamnya kala kaum Syren disamakan dengan kaumnya.

Ada apa?

Chanyeol penasaran, "Kenapa kau terlihat seperti sangat membenci mereka?" Tanya pria itu kemudian.

"Aku tidak membenci mereka, aku hanya tidak begitu menyukai mereka. Mereka menggunakan kelemahan manusia untuk menukar raga mereka agar mendapat kan hidup yang lebih baik." Ujar Baekhyun memberitahu.

Chanyeol semakin berjengit tak mengerti. Chanyeol adalah manusia normal jadi Chanyeol sangat tidak faham dengan penjelasan Baekhyun. Bukan tak faham sebenarnya, hanya saja penjelasan Baekhyun benar-benar tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin seseorang bisa mengambil alih raga orang lain?

Tapi daripada membahas lebih jauh, Chanyeol hanya mengangguk-angguk'kan kepalanya seolah mengerti.

"Aku memiliki kabar gembira untuk mu." Chanyeol berujar seraya senyum-senyum tidak jelas.

Baekhyun merengut, "Apa itu?"

"Aku akan membawa mu pergi untuk berobat dan Penyakit mu akan sembuh sebentar lagi. Yeaayyy!!!" Tutur Chanyeol antusias.

Alis Baekhyun naik sebelah, "Mengobati penyakit ku?"

Chanyeol mengangguk semangat yang mana malah membuat Baekhyun kebingungan.

Chanyeol pun melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sudah hampir pukul 10 malam. Chanyeol harus segera kembali kekamar dan tidur. Ada begitu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan sebelum pergi ke Espenes.

"Sudah malam, aku harus beristirahat." Ujar Chanyeol berpamitan.

Chanyeol pun beranjak hendak berlalu, namun kembali terduduk lalu menatap wajah Baekhyun.

Baekhyun menatapnya heran, "Ada apa?"

"Aku hampir lupa, aku ingin menyampaikan sesuatu pada mu."

Baekhyun memiringkan kepalanya menunggu lanjutan kalimat Chanyeol.

"Mulai sekarang belajarlah memanggil ku Hyung, aku adalah kakak mu. Kau tidak ingin digelari adik yang tidak sopan'kan? Ujar Chanyeol bercanda diakhir kalimatnya seraya mengusak pelan rambut Baekhyun.

Kalau saja Chanyeol sedikit lebih jeli lagi, Chanyeol akan melihat cahaya mata Baekhyun semakin meredup.

Baekhyun sudah mengetahui fakta tak terbantahkan itu, lalu kenapa Chanyeol harus kembali mengingatkan Baekhyun akan hal itu?

Kenapa Chanyeol harus mengingatkan Baekhyun bahwa mereka memang tidak akan pernah bersatu?

Kenapa Chanyeol harus sejahat itu?

.

MERMAN'S HEART

.

Nancy mengetuk pelan pintu kamar Yunhoo, "Anda memanggil saya tuan?" Ujarnya sedikit berteriak agar suaranya terdengar hingga kedalam.

"Ya, masuklah." Ujar Yunhoo mengamini. Nancy pun masuk tanpa lupa menutup pintu setelahnya.

"Ada apa tuan?" Tanya Nancy.

Yunhoo menatap Nancy penuh rasa bersalah, pria lanjut usia itu mendesah pelan sejenak, "Aku hanya ingin meminta maaf." Ujar Yunhoo tatapannya tampak memilukan.

Nancy merengut, "Maaf? Untuk apa tuan?" Tanya Nancy tak mengerti.

"Baekhyun." Tubuh Nancy seketika menegang, "Maaf aku tak bisa menolongnya, aku sudah membujuk Chanyeol tapi gagal." Bahu Nancy jatuh, wanita paruh baya itu menatap Yunhoo sedih.

"Tak apa tuan, Baekhyun masih bisa bertahan jika kita melakukan hal yang seperti biasanya." Ujar Nancy berusaha tegar.

Yunhoo menggeleng, Baekhyun tak bisa lagi bertahan. Hatinya sudah dalam proses membeku.

Baekhyun tak lagi memiliki waktu yang banyak, Baekhyun sekarat.

"Kita juga tahu bahwa itu tidak mungkin, hati Baekhyun sudah dalam proses pembekuan." Nancy menatap Yunhoo sedikit terkejut, Nancy sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan fakta itu.

"Aku melihat Baekhyun menangis ditabungnya hari itu dan aku tahu Baekhyun tidak akan bertahan lebih lama lagi." Nancy memejamkan matanya menahan airmatanya agar tak tumpah.

Yunhoo menatap wanita itu prihatin, dalam hati meragu untuk menyampaikan apa yang ia katakan namun Nancy harus mengetahui hal itu.

Yunhoo lagi-lagi menghela nafas guna mengumpulkan keberaniannya, "Aku meminta Chanyeol untuk membawa Baekhyun ke Espenes." Saat itu juga Nancy terduduk lemas setelah mendengar ucapan Yunhoo barusan.

"Kenapa tuan? Kenapa anda melakukan itu pada Baekhyun? Aku baru saja mendapatkannya sebagai anak ku, kenapa kau mengambilnya lagi dari ku?" Tangis Nancy pecah, suaranya terdengar begitu terluka. Perasaan wanita itu pastilah teramat sakit saat ini sebagaimana pula perasaannya.

"Soojung-ah, 15hari cukup lama untuk mengucapkan selamat tinggal. Pergilah bersamanya." Saran Yunhoo pelan, Nancy meraung.

Menangis sejadi-jadinya, tak ada yang bisa wanita itu lakukan selain menangis menyalahi segala sesuatu yang tidak adil pada anak asuhnya.

Memang hal ini bukanlah kesalahan Chanyeol, tapi ini juga bukanlah kesalahan Baekhyun. Lalu kenapa hanya Baekhyun yang mendapatkan hukuman ini?

"Maafkan ayah Baekhyun." Bathin Yunhoo melirih.

Yunhoo juga turut menitik'kan airmatanya, jika boleh jujur Yunhoo pun tak sanggup melakukan itu. Tapi apa boleh buat, pada akhirnya Yunhoo pun harus memilih.

Memilih Baekhyun mati sia-sia disini atau memilih Baekhyun mati dengan damai di tanah kelahirannya. Dan Yunhoo memilih opsi yang kedua, maka itu Yunhoo meminta Chanyeol untuk membawa Baekhyun ke Espenes.

Espenes adalah sebuah desa kecil dibagian timur laut kotamadya Grimstad di daerah Aust-agder, Norwegia. Desa ini terletak didekat pantai Skaggerak, tempat dimana pertama kalinya Yunhoo dan Baekhee bertatap mata, tempat dimana Baekhyun dilahirkan serta tempat dimana Baekhee berubah menjadi buih.

Dan tak lama lagi akan menjadi tempat Baekhyun berubah menjadi buih pula.

.

MERMAN'S HEART

.

Nancy segera kembali kekamar Baekhyun mendapati anak asuhnya itu telah tertidur dengan noda darah disekitar bantalnya.

Baekhyun pasti menangis tadi dan sudah pasti itu adalah ulah Chanyeol. Nancy kembali menangis, wanita paruh baya itu benar-benar merasa kasihan pada Baekhyun. Nancy pun lantas melangkahkan tungkainya mendekat kearah ranjang Baekhyun dan duduk dipinggir ranjang.

Tangan Baekhyun ia bawa dalam genggaman. Airmatanya yang menetes mengenai punggung tangan Baekhyun membuat tidur Baekhyun terusik.

Baekhyun membuka mata dan melihat Nancy tengah menangis, "Nancy, ada apa?" Tanya Baekhyun akhirnya.

Nancy menggeleng pelan seraya tersenyum tipis dan amat sangat dipaksakan. Baekhyun pun bangkit dari tidurnya.

"Apa yang ayah ku katakan pada mu?" Tanya Baekhyun penasaran.

Alih-alih mendapatkan jawaban, Baekhyun malah mendapatkan tangisan Nancy yang makin terdengar pilu.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Baekhyun benar-benar ingin tahu, Nancy menatap Baekhyun sejenak setelahnya wanita paruh baya itu segera membawa Baekhyun dalam pelukannya.

"Ayah mu meminta Chanyeol untuk mengantarkan mu ke Espenes." Lirih Nancy.

Nah, Baekhyun sekarang mengerti kenapa Nancy bisa menatap nya penuh iba seperti itu. Chanyeol telah membuat keputusannya dan Baekhyun harus rela melepaskan keinginannya untuk melanjutkan hidup.

Seorang duyung bukanlah pemaksa jika berhubungan dengan cinta.

"Ibu menyayangi mu, sangat menyayangi mu Baby." Racaunya.

Baekhyun membalas pelukan Nancy karena kesedihan Nancy terasa sampai ketulang-tulang.

"Apapun akan ibu lakukan untuk mu agar kau selamat meski harus memberikan nyawa pun ibu rela memberikannya untuk mu." Baekhyun tersenyum getir.

"Aku tak apa Nancy." Ujar Baekhyun menenangkan.

Ya, Baekhyun tidak masalah selama Chanyeol bahagia dengan keputusannya.

Karena pada akhirnya Baekhyun harus tetap menjalani kutukan yang disebabkan oleh ibu dan ayahnya.

.

.

.

NEXT?

Cangkem :

EXO COMEBACK AKHIRNYAA! asdfghtjklzzz

momen CB berteberan cuy bisa mampus karena diabetes wkwkwk :D

Py milih Norwegia dong wkwkwkwk, karena py pernah nonton diyoutube katanya orangtua nya elsa sama anna tenggelam diperaian Norwegia dan juga katanya Princess ariel dari sana :D

Oh iya lupa! Enjoy it eperibadihh!

Ayo semangat riviewnya biar py semangat juga buat ngetiknya \btw ini sejenis dengan pemaksaan..wkwkwk/

Thanks for fav, foll and riview ;* py cinta kalian ;*

Chanbaekismyown, chanyeoliee61, Dewi Ichigo Ichi, BaekHill, Narin.s, kickykeklikler, KimAyrra99, Crunchy Choco, dwynda35, peek4bee, Park LouisYeol, Theresia341, ChanBaek09, chanbaekis, Noor401, Realcynk92, sitifa995.

NB :

Baekhyun sama Hyejin gak ketemu dong wkwkwk :D

Btw, itu Chanyeol gak jahat kok dia cuma ngajarin Baekhyun sopan santun wkwkwk:))

#CHANBAEK MENUJU HALAL