"MERMAN'S HEART"

YAOI AREA

BXB

GENRE : DRAMA, ANGST

PAIRING : CHANBAEK

CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS

DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.

.

.

MERMAN'S HEART

.

Satu hari sebelum keberangkatan Hyejin ke Espenes

Hyejin membuat keributan di perusahaan Chanyeol membuat Minseok geram, sekretaris Chanyeol itu lantas menyuruh Chen sang asisten untuk mengeluarkan Hyejin dari kantor Chanyeol.

"Lepaskan aku! Kau akan ditendang dari sini jika Chanyeol tahu tentang ini!" Hyejin berteriak hingga urat lehernya mencuat, Minseok terlalu baik untuk perduli pada hal seperti itu.

"Seret dia keluar dan pastikan dia tidak masuk lagi juga jangan katakan apapun tentang Chanyeol padanya." Titah Minseok, Chen segera mematuhi layaknya seorang prajurit pada sang kapten.

"Apakah itu termasuk dengan kepergian Tn.Chanyeol ke Espenes?" Tanya Chen dengan polosnya.

Tentu saja perkataan itu didengar oleh Hyejin yang menang masih berada disana. Hyejin menyeringai puas sementara Minseok menepuk jidat nya frustasi.

"Aku akan meminta Chanyeol memecat mu segera setelah ia kembali." Minseok pun berlalu, mengabaikan Chen yang kebingungan, tak mengerti apa alasannya hingga dia terancam dipecat.

Adakah seseorang yang ingin memberitahu Chen?

.

MERMAN'S HEART

.

Setelah pak sangster memberitahu Chanyeol akan kedatangan Hyejin, pria jangkung itu panik. Panik karena dirinya masih dalam keadaan pasca sexnya.

Chanyeol cepat-cepat memakai jubah tidurnya, terlalu lama untuk memakai pakaian. Pria jangkung itu lantas menemui Hyejin yang sudah duduk manis diruang tamu dengan secangkir teh didepannya.

Chanyeol menduduk'kan dirinya dikursi yang sama dengan kekasihnya itu, "Hyejin, bagaimana kau tahu aku disini?" Itu adalah pertanyaan dan jelas terdengar nada tak suka didalamnya.

Hyejin merengut, merasa kesal. Tapi sebagai kekasih yang baik, Hyejin tidak akan mempermasalahkan hal sepele seperti itu.

"Tentu saja aku tahu dimana kekasih ku berada, kita saling terikat satu sama lain." Sarkas Hyejin.

Chanyeol berdehem pelan untuk menghilangkan canggung, "Maaf aku tak memberitahu mu, aku kesini bukan untuk liburan ataupun kerja, aku membawa adik ku berobat." Ujar Chanyeol yang terserang rasa tak enak hati.

Hyejin mengerutkan dahinya, "Kau memiliki adik? Aku tak pernah tahu." Ujar Hyejin bingung dan merasa sedikit aneh.

Chanyeol menghela nafas, "Adik tiriku, ceritanya panjang dan sedikit tidak masuk akal tapi yang jelas aku memiliki adik." Ujar Chanyeol menjelaskan.

Hyejin mengedikkan bahunya tak perduli, "Baiklah cukup sampai disini penjelasan tentang adik mu karena aku ingin bertanya tentang dirimu." Hyejin melipat tangan didepan dada, Chanyeol berjengit.

"Kau tercium seperti barusaja melakukan malam yang panas, aku benar?" Hyejin menatap Chanyeol dengan pandangan intimidasi.

Chanyeol menelan ludahnya gugup, "Tidak, aku tidak." Hyejin melihat jelas kegugupan itu, wanita itu hendak mencela sebelum Nancy datang memanggil dan mengajak mereka untuk sarapan bersama.

.

MERMAN'S HEART

.

Seorang duyung bisa mengenali sebangsanya hanya dengan menatap mata, mereka bahkan bisa saling berkomunikasi hanya dengan saling menatap satu sama lain.

Itulah cara Hyejin dan Baekhyun mengenal satu sama lain, saling menatap. Baekhyun terperangah sementara Hyejin menyeringai licik.

Mereka telah menyelesaikan sarapan, Nancy tentu saja membersihkan meja makan, Chanyeol membersihkan diri karena dia belum sempat untuk melakukan itu sebelumnya dan meninggalkan Hyejin bersama Baekhyun.

"Mengejutkan bisa bertemu dengan duyung didaratan." Ujar Hyejin dengan nada yang membosankan untuk didengar.

"Aku juga tak menyangka jika kekasih Chanyeol adalah seorang Syren." Balas Baekhyun dengan menggunakan nada yang sama.

Hyejin meremas tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, melampiaskan kekesalannya, "Aku bukan lagi Syren sejak aku mendapatkan kaki ini, jadi bungkam mulut mu sebelum aku membungkamnya." Syren paling benci jika kehidupan masalalunya diungkit. Syren adalah makhluk yang sangat tidak bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

Itulah kenapa mereka lebih memilih untuk mengambil raga orang lain untuk ditukar menjadi miliknya. Lagipula siapa yang suka tinggal di lautan tanpa adanya keluarga, teman ataupun pendamping.

"Kau mencintai Chanyeol, aku bisa melihatnya dan kau akan mati jika kau tidak mendapatkan dia, aku tahu tapi ku rasa kau juga tahu bahwa seorang Syren yang telah mendapatkan kaki pantang untuk patah hati, jadi lebih baik kau menjauhi Chanyeol karena jika tidak aku akan dengan senang hati melakukannya untuk mu." Ancam Hyejin penuh penekanan.

Baekhyun mengerti jika Hyejin mengalami hal yang begitu menyedihkan selama ini hingga menyebabkan wanita itu tak memiliki rasa empati untuk orang lain, Baekhyun juga sangat faham jika Hyejin tak bisa bertutur kata yang baik karena terlalu lama sendirian di lautan. Baekhyun pun sadar jika dirinya hanyalah seorang pengganggu diantara hubungan wanita itu dan Chanyeol.

Baekhyun sadar dirinya bukanlah siapa-siapa selain pengganggu hubungan orang lain. Baekhyun akan menjauh dan mengubur keinginannya untuk melanjutkan hidup sebab setitik harapan itu telah hilang sejak Hyejin menginjakkan kakinya di Espenes.

.

MERMAN'S HEART

.

Selama 2hari penuh Hyejin membuat Chanyeol sibuk hingga melupakan Baekhyun dan tabib yang hendak mereka cari, Nancy menangis hampir setiap saat karena Baekhyun semakin hari semakin melemah.

Baekhyun sekarang harus masuk kedalam air paling tidak 5kali dalam satu hari dan itu belum seberapa karena air Baekhyun akan selalu berubah menjadi merah karena air matanya.

Parahnya, Chanyeol sama sekali tak mengetahui hal itu.

Sudah hampir tengah malam saat Chanyeol akhirnya pulang setelah satu harian ini menemani Hyejin berkeliling Espenes.

Untungnya, Hyejin menginap disalah satu penginapan yang disediakan di desa sepi penduduk itu hingga Baekhyun tak perlu melihat kemesraan Chanyeol dan Hyejin lebih lama.

Pria jangkung itu memasuki kamar dan mendapati Baekhyun yang terbangun karena merasa haus. Chanyeol mengernyitkan dahinya melihat perubahan Baekhyun.

"Baek, kau tampak pucat, kau sakit?" Tanya Chanyeol khawatir.

"Aku hanya kelelahan, Chanyeol." Jawab Baekhyun berbohong, tentu tak mungkin Baekhyun memberitahu kebenarannya.

"Kembalilah tidur kalau begitu, besok kita akan mencari tabib untuk mu. Aku janji."

Baekhyun tersenyum simpul, "Tak masalah Chanyeol, kita bisa mencarinya saat kau memiliki waktu luang." Ujar Baekhyun tak sedikitpun berniat untuk membuat Chanyeol tersinggung, namun Chanyeol tetap saja merasa tersinggung.

Chanyeol sebenarnya merasa bersalah pada Baekhyun, Chanyeol telah menjanjikan hal yang sama di hari lalu tapi pria itu nyatanya tak menepati janji yang dia buat.

Chanyeol bukannya berniat untuk melupakan janji, hanya saja Hyejin selalu memiliki cara untuk membujuk dan menahannya hingga membuat Chanyeol tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan wanita yang menjadi kekasihnya itu.

Esoknya saat matahari bersinar lebih terang dari biasanya, Chanyeol benar menepati janjinya. Pria jangkung itu membawa Baekhyun untuk menemui tabib lain yang dapat menyembuhkan Baekhyun, juga membawa serta Hyejin atas keinginan wanita itu sendiri.

Hyejin tentu tak mungkin membiarkan Chanyeol dan Baekhyun menghabiskan waktu bersama.

Pak sangster mengatakan jika mereka memiliki satu lagi tabib didesa itu, hanya saja rumah tabib itu terletak dibagian paling ujung desa Espenes. Mereka harus berjalan kaki agar bisa menuju kesana.

Beruntung Baekhyun bisa berjalan hingga tujuan, tabib yang mereka temui sangatlah tua. Chanyeol sampai tak yakin jika tabib itu masih bisa menyembuhkan sementara dirinya sendiri aja telah renta.

Tapi Chanyeol tak bisa membuang kemungkinan yang ada, tabib itu tak banyak bersuara. Dia hanya memberikan Baekhyun sebuah ramuan dan mengatakan jika itu bisa menguatkan sesuatu yang telah tumbuh didalam dirinya.

Chanyeol jelas tak mengerti apa maksud dari perkataan itu, tapi satu yang pasti adalah ramuan itu sangat penting dan Baekhyun harus meminumnya.

Chanyeol mengatakan bahwa dirinya perlu untuk ketoilet karena urusan alam, pria jangkung itu lantas menyuruh Hyejin menjaga Baekhyun sementara dirinya menyelesaikan panggilan alamnya.

"Hooeek!!"

Baekhyun sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan rasa mualnya, tapi Baekhyun sudah tidak tahan lagi. Akhirnya Baekhyun kelepasan dan membuat Hyejin memandangnya penuh intimidasi.

"Kau hamil?" Tanya Hyejin tepat sasaran.

Baekhyun tak tahu kenapa ia merasa bahwa dirinya harus berbohong, itulah kenapa ia berikan gelengan sebagai jawaban dari pertanyaan Hyejin.

"Kau tengah mengandung bayi Chanyeol, iyakan?" Tanya Hyejin datar sedatar wajahnya seraya mendekati Baekhyun dengan langkah-langkah berbahaya.

Baekhyun kembali memberi gelengan kali ini lebih kuat agar Hyejin percaya padanya, namun sayangnya Hyejin bukanlah seorang yang bisa percaya dengan mudah.

Wanita itu tentu tak bisa dibohongi dengan mudahnya, "Jawab aku sialan!" Bentak Hyejin merasa geram karena Baekhyun lebih memilih berdiam diri.

"Ya ini adalah bayi Chanyeol." Jawab Baekhyun setelah mengumpulkan keberaniannya.

Ya, Baekhyun mengandung dan itu adalah bayinya bersama Chanyeol.

Hyejin melotot tak percaya, wanita itu segera menampar pipi Baekhyun dengan kencang, "Dasar rendah! Beraninya kau menggoda milikku!" Hardik Hyejin membabi buta.

Wanita itu mencengkram perut datar Baekhyun membuat Baekhyun meringis karena demi tuhan itu sangat sakit.

"Aku akan memastikan bahwa bayi ini tidak akan pernah lahir." Ujar Hyejin penuh penekanan seraya mendorong Baekhyun hingga hampir terjatuh, beruntung Baekhyun bisa menyeimbangkan kakinya.

Tak lama dari itu Chanyeol akhirnya kembali, "Baekby, kau baik-baik saja?" Tanya Chanyeol setelah menyadari jika ada yang tidak beres dengan Baekhyun.

Baekhyun mengangguk pelan, "Aku hanya terlalu lelah berjalan." si mungil itu beralibi karena Hyejin memberinya tatapan tajam seolah mengancam dirinya untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Chanyeol pun tak segan-segan segera membawa Baekhyun dalam gendongannya, mengabaikan Hyejin yang benar-benar keberatan akan hal itu.

.

MERMAN'S HEART

.

Setelah Chanyeol memastikan Baekhyun aman diatas ranjang mereka, Hyejin meminta Chanyeol untuk mengantarnya kembali kepenginapan.

"Istirahatlah, aku akan kembali setelah mengantarkan Hyejin." Chanyeol pun menutupi tubuh Baekhyun dengan selimut tebal serta tak lupa dengan usapan pelan dipucuk kepala si mungil.

Kalimat dan perlakukan itu sangat perhatian Hyejin sampai cemburu dibuatnya, sebab selama satu tahun mereka bersama Chanyeol tak pernah sekalipun memperlakukan dirinya selembut itu.

Sesampainya mereka di penginapan, Chanyeol langsung berniat untuk kembali karena ia telah menjanjikan hal itu pada Baekhyun, namun Hyejin tidak membiarkan Chanyeol semudah itu.

Selama perjalanan menuju penginapan tadi fikiran Hyejin dipenuhi dengan Baekhyun yang sudah berhasil mengandung anak Chanyeol, maka Hyejin pun harus melebihi Baekhyun.

Hyejin tak mungkin kalah dari Baekhyun dan malam ini niatnya itu harus terlaksana. Hyejin harus bisa membuat Chanyeol menjadi miliknya seutuhnya sekaligus membunuh Baekhyun secara tidak langsung.

Hyejin jelas mengetahui jika seseorang yang memiliki ekor sebagai kaki, bernafas lewat udara tapi tak bisa tinggal di daratan mereka hanya memiliki hati, maka kesetiaan adalah harga yang paling berharga untuk dipertahankan. Jika kesetiaan tak lagi dapat dijadikan pegangan maka nyawalah yang menjadi taruhannya.

Hyejin menyeringai puas dengan pemikirannya itu.

"Hyejin-ah apa yang kau lakukan?" Chanyeol bertanya heran pada Hyejin yang telah menempatkan dirinya diatas pangkuan Chanyeol.

"Aku merindukan mu, Channie~" Hyejin berbisik sensual disamping telinga Chanyeol.

Setelah membisikkan hal itu Hyejin membawa bibirnya menyapa bibir plum Chanyeol, keduanya pun terlibat ciuman panas yang seperti biasa mereka lakukan.

Namun tak beberapa lama Chanyeol memutuskan ciuman itu karena teringat akan janjinya pada Baekhyun, "Aku harus segera kembali, Baekhyun pasti menunggu ku." Ujar Chanyeol dengan sisa kesadaran yang ia miliki.

Hyejin jelas merasa kesal, disaat seperti ini pun Chanyeol masih mengingat Baekhyun. Tapi Hyejin tak boleh kelepasan marah karena itu bisa menggagalkan rencananya.

"Ayolah Channie ini tidak akan memakan waktu yang lama." Hyejin berujar dengan segala bujuk rayunya.

Chanyeol yang memang hasratnya sudah diujung tentu saja terpancing dengan kalimat itu. Itulah akhirnya bibir mereka kembali bertemu dengan pautan yang lebih intens dan lebih dalam.

Meanwhile...

Nancy mendatangi Baekhyun dengan satu gelas susu strawberry ditangannya.

"Kau lupa susu mu." Ujar Nancy seraya meletakkan susu itu diatas nakas disamping ranjang Baekhyun.

Si mungil itu tersenyum manis tak lupa mengucapkan terimakasih.

Nancy menduduk'kan dirinya diujung ranjang berniat untuk meminjati kaki Baekhyun yang kelelahan.

Baekhyun pun meraih gelas yang berisi susunya dan bersiap untuk meminumnya, namun gelas itu terlepas begitu saja dari pegangang Baekhyun karena tiba-tiba saja dadanya atau lebih tepatntya hatinya seperti kena hantaman palu.

"Chanyeol.." Gumam Baekhyun terluka.

Nancy dengan panik segera bangkit dan berusaha menenangkan Baekhyun, "Ti..tidak baby, itu pasti bukan karena Chanyeol, kau hanya terlalu banyak beraktivitas hari ini, ibu akan menyiapkan air untuk mu." Ujar Nancy seraya hendak bangkit pergi kekamar mandi dan menyiapkan Baekhyun air untuk berendam, namun Baekhyun segera menghentikannya.

"Tidak lagi Nancy, Chanyeol telah menyerahkan hidupnya untuk orang lain." Ujar Baekhyun pelan berusaha memberitahu Nancy hal yang Baekhyun yakini bahwa wanita paruh baya itupun tahu tentang hal itu.

"Tidak!" Nancy segera membantah hal itu, airmata tak lagi dapat ia bendung.

"Ibu yakin kau hanya perlu berendam, tunggu disini ibu akan menyiapkannya dengan cepat." Nancy segera keluar dari kamar Baekhyun tanpa perlu menunggu respon lainnya dari anak asuhnya itu.

Baekhyun hanya bisa tersenyum kecut, merasa kasihan pada Nancy yang memiliki harapan besar untuk hidupnya.

Baekhyun terbatuk dua kali dan berdarah. Hatinya, merman's heartnya sudah hampir membeku sepenuhnya.

Baekhyun harus pergi ke Skaggerak sebelum terlambat, karena Baekhyun tak ingin Nancy semakin tersiksa melihat Baekhyun dijemput ajalnya.

.

MERMAN'S HEART

.

Chanyeol entah kenapa terserang rasa bersalah, pria jangkung itu mendorong Hyejin menjauh dari tubuhnya.

"Maaf Hyejin-ah aku tak bisa melanjutkan ini." Ujar Chanyeol tapi tak merasa menyesal sedikitpun telah melakukan itu pada Hyejin.

Hyejin merengut tak suka.

"Kenapa?! Lagipula ini bukan pertama kali kita melakukan ini!" Seru Hyejin tak terima.

Chanyeol menghela nafas, "Aku tahu tapi Aku tak bisa lagi melakukannya, aku mencintai Baekhyun." Jujur Chanyeol.

Hyejin terperangah, wanita itu menatap Chanyeol tak percaya, "Kau pasti bercanda'kan?" Hyejin berujar seraya menggoyangkan lengan Chanyeol berharap pria itu sadar dengan ucapannya.

Alih-alih tersadar seperti harapan Hyejin, Chanyeol malah melepaskan cengkraman Hyejin dan menggeleng pelan, "Tidak, aku tidak bercanda. Aku memang mencintai Baekhyun."

Chanyeol lantas berdiri, lalu keluar dari kamar penginapan Hyejin meninggalkan wanita itu yang masih mencerna apa yang baru saja terjadi.

Chanyeol kembali kerumah, kamar tempat Baekhyun berada adalah apa yang ia tuju. Namun, bukannya Baekhyun yang Chanyeol dapati melainkan Nancy yang tengah menangis diatas ranjang Baekhyun dengan secarik kertas ditangannya.

"Bi' ada apa?" Tanya Chanyeol keheranan.

"Baekhyun pergi."

"Kemana?" Tanya Chanyeol tanpa basa-basi.

Nancy menggeleng, "Aku hanya meninggalkan dia sebentar dan ketika aku kembali dia sudah tidak ada."

Chanyeol berjengit keheranan, "Dia mungkin lagi mencari udara segar diluar, aku akan mencarinya." Ujar Chanyeol berusaha untuk menenangkan Nancy.

"Itu salah mu." Nancy bergumam.

"Huh?"

"Itu salah mu alasan kenapa Baekhyun pergi." Chanyeol merengut tak mengerti.

"Bi' aku tidak mengerti apa yang kau katakan." Ujar Chanyeol hampir merasa frustasi.

Nancy menarik nafas, "Baekhyun diberkati dengan hati duyung, mencinta baginya hanya satu kali selama dia hidup maka jika cintanya tak terbalas, kematian adalah apa yang dia dapati." Nancy menjelaskan.

Chanyeol menggeleng kuat, "Tidak mungkin! Ayah mengatakan jika..."

"Tuan Yunhoo berbohong pada mu!" Nancy memotong perkataan Chanyeol.

"Jika saja kau tidak egois dan keras kepala Baekhyun tidak akan pergi bahkan Baekhyun tengah mengandung anak mu!" Racau Nancy dengan airmatanya yang terurai.

Chanyeol terhenyak, jelas terkejut akan pernyataan Nancy barusan. Pria jangkung itu tanpa kata segera berlari keluar rumah dan mencari Baekhyun.

Nancy jatuh tersimpuh dilantai dengan tangannya yang masih menggenggam secarik kertas dari Baekhyun.

"Ibu aku mencintai mu"

Itu adalah pertama kalinya Baekhyun memanggil Nancy dengan sebutan ibu dan akan menjadi terakhir kalinya pula.

.

MERMAN'S HEART

.

Chanyeol mencari Baekhyun hingga ke tebing disekitar pantai Skaggerak, entah kenapa langkah kakinya membawanya kesana.

Baekhyun ada disana, tepat berada diujung tebing bersiap untuk melompat.

"BAEKHYUN!! MENJAUH DARI SANA ITU BERBAHAYA!!" Chanyeol berteriak seraya mendekati Baekhyun.

"Tetap di tempatmu Chanyeol." Ujar Baekhyun seraya berbalik tersenyum miris, kata-kata Chanyeol terdengar seperti apa yang ayahnya katakan pada ibunya dulu, 15tahun yang lalu, disini ditempat yang sama ia berdiri sekarang.

Chanyeol tentu saja berhenti, pria jangkung itu terkejut mendapati pipi Baekhyun dialiri oleh darah segar.

"Baek, kau berdarah! Kemari lah agar aku bisa mengobati mu!" Pinta Chanyeol panik.

Baekhyun menggeleng pelan, "Tidak Chanyeol, tak ada yang bisa menyembuhkan aku." Ujar Baekhyun sebelum kembali terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Chanyeol hendak mendekat namun lagi-lagi Baekhyun menghentikannya.

"Chanyeol maafkan aku tidak pernah menganggapmu sebagai hyung ku sebelumnya." Chanyeol menggeleng bertanda tak masalah.

"Tapi kali ini aku akan memanggil mu Hyung sebagaimana permintaan mu, Selamat tinggal Hyung." Baekhyun memberinya senyuman namun terkesan terluka.

Chanyeol terserang panik kala Baekhyun telah kembali bersiap untuk melompat kebawah sana, kedalam lautan.

"Baekhyun tidak!" Teriak Chanyeol kalap membuat Baekhyun menatapnya heran.

"Maaf terlambat menyadarinya, Aku mencintai mu Baekhyun. Sangat!" Teriak Chanyeol seraya melangkahkan kakinya perlahan mendekati Baekhyun yang tengah tertegun.

"Aku mencintai mu Baekhyun, bahkan sebelum ayah mengatakan semuanya padaku." Chanyeol masih berusaha mendekati Baekhyun sementara Baekhyun masih tertegun ditempatnya.

"Aku hanya terlalu bodoh untuk menyadari bahwa dari ciuman pertama kita kau sudah berhasil menempati hati dan fikiran ku." Chanyeol telah berada tepat dihadapan Baekhyun dan meraih tangannya agar mendekat kearah dirinya.

"Maaf aku terlambat menyadarinya, tapi aku benar-benar mencintai mu." Aku Chanyeol seraya mengelus pelan pipi Baekhyun yang masih berjejak bekas darah.

Baekhyun menangis merasakan betapa hangatnya tangan Chanyeol yang menghapus jejak-jejak darah dipipinya.

"Tak apa Chanyeol, aku mengerti." Selalu pengertian seperti biasa, selalu memiliki kalimat penenang yang sangat mujarab.

Chanyeol hampir saja berhasil membawa bibir Baekhyun untuk dikecup sebelum sebuah teriakan nyaring menghentikan aksinya.

"TIDAK!!!" Itu adalah Hyejin.

Wanita itu tampak kacau, juga dengan pisau yang berada ditangannya. Chanyeol menatapnya waspada berusaha melindungi Baekhyun dari tatapan mematikan Hyejin.

"Kau tidak bisa mencampakkan aku hanya karena jalang rendahan seperti dia!" Teriak Hyejin kalap hingga urat-urat lehernya mencuat.

"Hyejin, tenanglah." Ujar Chanyeol sebisa mungkin untuk tak tersulut emosi karena Hyejin telah menghina Baekhyun.

"TIDAK!!"

"Aku akan membunuhnya maka kita bisa kembali bersama lagi." Ujar Hyejin persis seperti psikopat.

Wanita itu berjalan mendekati Chanbaek tanpa perduli teriakan Chanyeol yang berusaha menyadarkannya.

"BAEKHYYUUUNN!!!"

Syren yang patah hati bukanlah tandingan, Chanyeol tak sempat berkedip kala Hyejin telah menerjang Baekhyun membuat pegangannya dengan Baekhyun terlepas dan Hyejin serta Baekhyun jatuh kedalam air.

Chanyeol tanpa fikir panjang ikut menceburkan dirinya kedalam laut, agar ia bisa menyelamatkan Baekhyun.

Baekhyun kala itu juga berubah menjadi Merman sementara Hyejin tetap pada kakinya. Wanita itu dengan ganas berusaha menusukkan pisau yang ia pegang dihati Baekhyun namun Baekhyun setengah mati berusaha menghindari tusukan brutal yang Hyejin layangkan.

Sayang, Hyejin lupa jika dirinya tengah dalam keadaan patah hati. Hatinya yang patah menarik perhatian Syren lain yang membutuhkan raga untuk ia tukar.

Kaki Hyejin ditarik oleh seorang Syren, hingga dirinya menjauh dari Baekhyun. Simungil itu dengan cepat berusaha menjauh dari sana, menjauh kan dirinya dari Syren.

Tapi apa mau dikata, saat malam gelombang laut terkenal ganas juga Syren terkenal dengan pembantai paling ganas. Baekhyun telah berusaha menggoyangkan ekornya lebih kuat agar tak terseret arus dan menjauhi Syren yang berusaha meraihnya,

"Jaga ini baik-baik, ia akan menyelamatkan mu esok."

Baekhyun teringat akan kalung yang peramal itu berikan dengan cepat ia menarik lepas kalung itu lalu melemparkannya pada sang Syren membuat Syren itu berubah menjadi buih.

Baekhyun kembali mencoba melawan arus, sayang ia gagal karena Baekhyun masih dalam keadaan lemah dan ditambah Baekhyun pun tak bisa terlalu lama di laut juga tak banyak membantu.

Kini yang Baekhyun harapkan adalah para penguasa lautan setidaknya bisa berbaik hati barang sedikit pada Baekhyun. Diantara kesadarannya yang hampir terenggut Baekhyun melihat siluet seorang pria yang bahkan dari gelapnya malam dan keruhnya air tak sedikit pun mengurangi ketampanannya.

Chanyeol, tengah berenang kearahnya berusaha menyelamatkan dirinya sebelum semuanya menjadi hitam.

Sungguh halusinasi yang indah sebelum menjelang kematian.

.

MERMAN'S HEART

.

Chanyeol telah berusaha sebisa yang dia mampu untuk bisa menyelamatkan Baekhyun, diantara keruhnya air dia bisa melihat ekor indah Baekhyun yang tak mungkin dia lupakan.

Anehny, diantara ekor itu terdapat banyak buih hingga Chanyeol menjadi kesusahan untuk meraih Baekhyun karena terlalu banyak buih menghalangi matanya.

Beruntung, Chanyeol akhirnya bisa meraih tangan Baekhyun setelah berusaha cukup lama dan banyak memakan tenaga. Chanyeol membawa tubuh tak sadarkan diri Baekhyun kearah bibir pantai.

Tapi entah kenapa Ekornya tidak berubah menjadi kaki melainkan perlahan berubah menjadi buih.

Ada apa?

"Baekhyun! Sadarlah Baekhyun! Bangun! Jangan tinggalkan aku ku mohon!" Ujar Chanyeol seraya mengguncangkan tubuh Baekhyun.

Tidak berhasil, Baekhyun tetap setia menutup mata dan kini malah nafas Baekhyun seolah tidak ada.

"Baekhyun tidak! Jangan tinggalkan aku ku mohon!" Teriak Chanyeol putus asa seraya menciumi bibir Baekhyun berulang kali, memberinya nafas buatan agar Baekhyun tak berhenti bernafas.

"Baekhyun bangun! Tolonglah!" Chanyeol masih setia memberi Baekhyun nafas buatan.

Dan akhirnya berhasil, Baekhyun akhirnya bernafas dan kini ekornya telah berganti kaki sejak Chanyeol mencium bibirnya.

"Cha..Chanyeol.." Panggil Baekhyun susah payah.

Chanyeol tanpa sadar menangis haru, "Terimakasih telah kembali, aku mencintai mu, aku mencintaimu." Racau Chanyeol seraya membawa tubuh Baekhyun dalam pelukan.

"Aku juga mencintai mu, Chanyeol." Balas Baekhyun yang juga menangis haru.

Kini airmatanya telah tergantikan menjadi butiran mutiara.

Baekhyun sudah sembuh dari kecacatannya dan Chanyeol akhirnya mendapatkan cintanya.

Bagi seorang duyung, cinta adalah segala-galanya.

Namun Bagi Baekhyun, Chanyeol diatas segala-galanya.

Chanyeol akhirnya membawa Baekhyun menjauhi Skaggerak, tanpa tahu bahwa Hyejin baru saja mendapatkan ekornya kembali.

.

.

.

FIN

Cangkem :

Happy birthday Chanyeol :))

Daddy-nya Cbhs, suami sahnya Baekhyun.. Semoga makin besar yakk.. Hatinya!! Wkwkwk ;*

Akhirnya fin yeeay! Tapi sumpah kayaknya feel-nya ilang, iyakan?

Maaf yaa py udah berusaha semaksimal mungkin dinatara sakit yang mendera.. Hiks:'(

Makasih banyak buat yang udah luangin waktu untuk baca cerita khayalan ini, akhir kata jaga kesehatan jangan sampe sakit! Sakit itu gak enak sumpah!

Lafyaaa;*

ehh btw py mau promote wkwkwk, kalian pernah baca ff py yang MyLovelyMonster? kalo belum coba deh baca siapa tahu jatuh cinta wkwkwk:))

Thanks for fav, foll and riview ;* py cinta kalian ;*

Guest, AeryPheonix, hehehehhehehe, BaekHill, Park LouisYeol, Noor401, cutiepiehyun, shalirenata, Baekkiyod, Qeen'simprintee, Lusianabaconcy0461, kahi19, DeLuzxx, choidayoung, meliarisky7, princessexoo, Crunchy Choco, Markeu Noona, every.mong, Juni654, chanbaekc78, ChanBaek09, KimAyrra99, sitifa995, n3208007, kickykeklikler, Ryu Cho, Theresia341, apriani.yani42

NB :

Chanbaek makin go public yawlahh... duhh gemes sumpah :')

#CHANBAEK MENUJU HALAL