"MERMAN'S HEART"

YAOI AREA

BXB

GENRE : DRAMA, ANGST

PAIRING : CHANBAEK

CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS

DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.

.

.

MERMAN'S HEART

.

"Cha..Chanyeol.." Panggil Baekhyun susah payah dengan suara paraunya.

Chanyeol tanpa sadar menangis haru, "Terimakasih telah kembali, aku mencintai mu, aku mencintaimu." Racau Chanyeol seraya membawa tubuh Baekhyun dalam pelukan.

Baekhyun tersenyum, "Aku juga mencintai mu, Chanyeol." Balas Baekhyun yang juga menangis haru.

Kini airmatanya telah tergantikan menjadi butiran mutiara.

Baekhyun sudah sembuh dari kecacatannya dan Chanyeol akhirnya mendapatkan cintanya.

Bagi seorang duyung, cinta adalah segala-galanya.

Namun Bagi Baekhyun, Chanyeol diatas segala-galanya.

Raut wajah Baekhyun berubah cemas kala telinganya mendengar suara deburan ombak menghantam bibir pantai.

"Chan..yeol.." Panggilnya disela pelukan mereka.

"Ya sayang~" Baekhyun tersipu akan panggilan itu, tapi bukan saatnya untuk tersipu.

Baekhyun segera membawa dirinya kembali sadar, "Ayo pergi dari sini, Chanyeol." Baekhyun meminta.

"As you wish my heart." Chanyeol berkata diiringi dengan senyuman manisnya.

Chanyeol akhirnya membawa Baekhyun menjauhi Skaggerak, tanpa tahu bahwa Hyejin baru saja mendapatkan ekornya kembali dan juga mati karenanya.

Wanita itu dengan segala kemarahan dihati mencoba untuk menggapai keduanya yang berada dibibir pantai, namun sayang sekarang bukanlah waktunya bagi Hyejin untuk kembali meraih kemenangan.

Wanita itu lupa jika Syren memiliki ekor abadi yang tidak akan terganti dengan sepasang laki meski mereka menginjak daratan, itulah kenapa Syren selalu menukar raganya dengan manusia-manusia patah hati.

Baekhyun melihat dengan mata kepalanya sendiri, Hyejin menggelepar karena kehabisan nafas dan tak bisa merangkak ke lautan dan mati dengan perlahan, tapi Baekhyun akan berpura-pura bahwa ia tak melihat apapun barusan.

Ganjaran yang setimpal, tidakkah?

.

MERMAN'S HEART

.

Nancy menyambut dengan sukacita kedatangan Baekhyun yang berada didalam gendongan Chanyeol.

Wanita paruh baya itu tak berhenti mengucap syukur pada yang maha kuasa karena telah menyelamatkan anaknya. Anak yang amat sangat ia cintai dengan segenap jiwa dan raga.

Nancy bahkan tak melepas pelukannya meski menit-menit telah berlalu, Baekhyun hanya bisa mengelusi punggung Nancy dengan sayang dan mengatakan bahwa semuanya akan menjadi baik-baik saja mulai sekarang.

Diantara tangisan haru itu, ponsel Chanyeol berdering. Nama Minseok sang sekretaris lah terpampang disana.

Chanyeol segera menerima panggilan itu, "Ya hallo?"

"Chanyeol, kau seperti harus segera pulang ke seoul." Ujar Minseok diujung sana. Suaranya terdengar sedikit gusar.

Chanyeol mengernyitkan dahinya, "Ada apa Minseok?" Tanyanya kemudian.

"Ayah mu meninggal dunia beberapa menit lalu." Telinga Chanyeol berdengung, ia sampai harus meminta Minseok mengulangi perkataannya karena terlalu rancu dengan apa yang ia dengar.

Namun nyatanya Minseok mengulangi perkataan yang sama adanya, Ayahnya telah tiada. Pria lanjut usia itu telah meninggalkan dirinya padahal ia baru saja mendapatkan tempat hatinya berlabuh.

Ironis, huh?

.

MERMAN'S HEART

.

Yunhoo dikremasi seperti sebagaimana permintaan pria itu, juga dirinya ingin sekali abunya ditebar dilautan Espenes dan tentu mereka akan melakukan itu nanti.

Baekhyun merasa paling bersalah akan kematian ayahnya, jika saja Baekhyun tak keras kepala mempertahankan untuk mendapatkan cintanya, Chanyeol tidak akan mungkin mungkin mengalami kesedihan seperti ini.

Nancy yang melihat itu tentu tak mau diam saja akan kesedihan anaknya, wanita paruh baya itu memberitahukan pada Chanyeol pasal kutukan yang Yunhoo jalani, tak lupa mengatakan tentang penyesalan sia-sia yang Baekhyun lakukan.

Setelah mendengar hal itu, Chanyeol segera menemui Baekhyun yang kembali mengurung diri diruangannya.

Ketika sampai disana, Baekhyun yang tengah duduk diatas ranjangnya seraya melihat keluar jendela adalah apa yang Chanyeol tangkap oleh inderanya.

Selalu menyedihkan, seperti hari lalu.

Pria jangkung itu lantas mendekati Baekhyun yang sama sekali tak menyadari kedatangannya.

"Sayang kau melamun, hm?" Tanya Chanyeol seraya menempatkan dirinya didekat Baekhyun.

Baekhyun menatapnya lembut, "Tidak, aku hanya memandangi sirius." Dalih Baekhyun.

Chanyeol meraih tangannya untuk digenggam, "Kau tahu? Kau tidak perlu merasa bersalah akan kematian ayah. Itu bukan salah mu, memang ajalnya telah tiba." Ujar Chanyeol pelan.

Baekhyun terkesiap, bagaimana Chanyeol bisa tahu fikirnya. "Ti.. Tidak.. A.. Aku.."

"Tak apa, tak perlu berdalih lagi." Chanyeol memberinya senyuman yang meyakinkan. "Aku minta maaf karena telah mengabaikan mu beberapa hari ini, aku hanya sedikit perlu waktu untuk menyesuaikan keadaan, maaf telah membuat mu menjadi seperti ini." Tutur Chanyeol dalam rasa sesal.

"Tak apa Chanyeol, aku mengerti." Baekhyun tersenyum dan itu selalu berhasil membuat Chanyeol merasa tenang.

Keduanya terlibat keterdiaman yang menyenangkan sebelum Chanyeol teringat akan sesuatu.

"Berapa umurnya sekarang?" Tanyanya merujuk pada usia kandungan Baekhyun.

Baekhyun tampak berfikir sejenak sebelum memberi jawaban, "Jika aku manusia biasa, umurnya baru sekitar 2minggu, tapi karena aku duyung usianya sudah berada di minggu ke 4." Baekhyun menjelaskan masih dalam mode berfikirnya.

Chanyeol terhenyak, kandungan Baekhyun tumbuh dengan cepat, "Kalau begitu kita harus segera menikah sebelum perut mu membesar." Cetus Chanyeol.

Baekhyun menjadi gusar mendadak, "Tapi yang aku dengar sesama saudara tak boleh menikah." Ujar Baekhyun mengingatkan.

Ah masalah itu, Chanyeol luput memikirkannya.

Jika publik tahu bahwa pimpinan CNB grup menikahi adiknya sendiri, bukan tak mungkin Chanyeol akan dilengserkan dari posisinya. Perusahaannya akan jatuh keorang lain.

Chanyeol bukannya gila harta atau apa, dia hanya tak ingin Baekhyun dicela dikemudian hari karena masalah ini.

Bahkan setelah semua hal yang mereka lalui, mereka tak juga bisa menikah, begitu kejam takdir menyiksa mereka.

"Tak apa Chanyeol, kita tak perlu menikah yang terpenting kau sudah membalas cinta ku, aku baik-baik saja." Ujar Baekhyun berusaha menenangkan.

Tapi itu bukanlah sebuah solusi sama sekali, bagaimana anak yang ada didalam kandungan Baekhyun?

Chanyeol tentu tak akan membiarkan anaknya tak dapat pengakuan.

"Tidak, aku akan mencari cara agar kita bisa menikah." Tekadnya.

Pintu kamar Baekhyun terbuka dengan Nancy sebagai pelakunya.

"Maaf mengganggu, tapi apakah ini membantu?" Ujar Nancy penuh arti seraya memasuki kamar Baekhyun.

Rupanya wanita itu telah mencuri dengar percakapan keduanya sedari tadi.

Chanyeol tak tahu arti nikmat tuhan sebelumnya, sampai Nancy membawa selembar kertas yang bisa membuatnya menikahi Baekhyun tanpa hambatan.

Itu adalah selembar kertas yang mengatakan jika Baekhyun adalah anak Byun Soojung, bukanlah anak bungsu dari Park Yunhoo.

Lalu nikmat tuhan mana lagi yang bisa didustakan?

.

MERMAN'S HEART

.

"Apakah anda Park Chanyeol bersedia menerima Byun Baekhyun menjadi suami, menenami baik suka dan duka, sakit dan sehat?" Tanya Seorang pastor.

Chanyeol tersenyum, pria itu menatap Baekhyun penuh cinta, "Ya saya bersedia." Ujar Chanyeol tanpa ragu.

"Baiklah, mulai sekarang kalian berdua adalah pasangan suami-suami, anda boleh mencium pasangan anda." Ujar pastor itu.

Chanyeol tanpa kata segera menarik pinggang Baekhyun kemudian membawa bibir keduanya dalam ciuman hangat sebagai penyaluran rasa cinta keduanya.

Nancy diujung sana tak bisa menahan airmata haru, akhirnya anaknya bisa mendapatkan kebahagiaannya.

Pernikahan mereka dilakukan dengan cara yang sederhana, hanya dihadiri beberapa kerabat dan juga pegawai-pegawai Chanyeol. Termasuk Minseok dan Jongdae.

Ahh ngomong-ngomong soal Jongdae, pria bersenyum bebek itu tidak jadi dipecat. Bukan karena Chanyeol bermurah hati padanya, tentu saja bukan.

Chanyeol bahkan tidak mengetahui kesalahan apa yang Jongdae buat karena pada dasarnya Minseok memiliki wewenang yang sama seperti dirinya ketika dia tidak berada diperusahan.

Well yahh, Minseok bisa memecat Jongdae saat itu juga namun Minseok tak melakukannya sebab Minseok telah jatuh hati dengan kebodohan Chen.

.

2bulan berlalu setelah pernikahan mereka, kini perut Baekhyun telah nampak membuncit yang mana itu berarti Bekhyun akan melahirkan sebentar lagi.

Terhitung 8 minggu lagi anak mereka akan lahir.

Chanyeol memutuskan untuk kembali bertolak ke Espenes hingga kelahiran anaknya karena orang-orang akan mulai curiga jika Baekhyun sudah akan melahirkan seorang bayi sementara pernikahan mereka baru berjalan 2bulan.

Mereka kembali ke Espenes sekaligus menyebarkan abu ayahnya di pantai Skaggerak.

"Terima kasih Chanyeol." Baekhyun berucap kala mereka telah menginjakkan kaki dikamar sederhana yang menjadi saksi bisu akan penyatuan mereka saat pertama kali, waktu itu.

"Apapun untuk mu sayang." Ujar Chanyeol seraya meletakkan koper mereka kemudian beralih mendekati Baekhyun yang tengah membersihkan ranjang yang akan mereka tiduri.

Pria jangkung itu memeluk Baekhyun dari belakang dan mengecupi tengkuk Baekhyun membuat sang empunya meremang.

"Chanyeolshh.." Baekhyun mencoba memberi peringatan namun gagal karena jari-jari terlatih Chanyeol telah menelusup memasuki baju yang ia kenakan saat ini.

"Ingin mengulang masalalu?" Tawar Chanyeol main-main.

Baekhyun tak sempat memberikan penolakan karena Chanyeol telah lebih dulu memutar tubuhnya lalu mengangkatkannya untuk kemudia dengan perlahan membaringkan diatas ranjang.

.

MERMAN'S HEART

.

Peluh membanjiri seluruh tubuh Baekhyun, bibirnya pun sibuk mendesah sementara Chanyeol terus menghentak penisnya kedalam lubang Baekhyun berkali-kali menyapa prostatnya membuat simungil itu mendesah gila.

"Ahh yaahh disanahh Chanyeoliehh~" Racau Baekhyun tak terkendali. Tubuhnya tersentak-sentak sesuai irama.

"Disini?" Tanya Chanyeol seraya menghentak miliknya lebih dalam, namun masih dalam kontrolnya.

"Anhh~~ yahh ngghhh~~"

Chanyeol menyeringai puas, merasa bangga pada dirinya yang selalu berhasil membuat Baekhyun terbang keawang.

"Yeolliehhh akuh hampir sampaihh~" Ujarnya susah payah.

"Bersama sayang." Chanyeol pun semakin mempercepat tempo genjotannya.

"Ahhh~~"

Hingga tak lama setelahnya keduanya pun mencapai klimaks.

Chanyeol pun mengeluarkan miliknya membuat spermanya berlomba-lomba keluar dari lubang Baekhyun yang berkedut-kedut.

Chanyeol bisa saja kembali memasuk'kan miliknya jika ia tak ingat bahwa suaminya itu tengah hamil tua dan memerlukan istirahat.

Chanyeol pun menempatkan dirinya disamping tubuh Baekhyun lalu menjadikan lengannya sebagai bantalan kepala Baekhyun.

"Baek, kira-kira anak kita nanti akan memanggil kita dengan panggilan seperti apa?" Tanya Chanyeol menerawang.

"Entahlah, kau ingin dipanggil apa Chanyeol?" Tanya Baekhyun kembali.

"Aku juga tidak tahu." Jawab Chanyeol tak yakin.

Baekhyun mendengus geli, "Baiklah kalau begitu mari kita serahkan itu pada anak kita nantinya." Ujar Baekhyun seraya menyamankan posisi tidurnya.

"Lelah?" Tanya Chanyeol seraya menyingkirkan poni basah Baekhyun karena keringat yang menempel didahinya.

Si mungil itu hanya mengangguk menjawabi, "Tidurlah, selamat malam sayang."

Baekhyun tersenyum manis kala Chanyeol mengecup dahinya, "Selamat malam Yeollie."

Baekhyun yang memang sudah sangat mengantuk ditambah lelah pun segera tertidur disusul Chanyeol setelahnya.

.

MERMAN'S HEART

.

8 minggu nyatanya berjalan dengan sangat cepat, Baekhyun mengeluhkan perutnya yang sakit tadi pagi saat Chanyeol masih didalam kamar mandi.

Saat Chanyeol keluar, air ketuban Baekhyun sudah pecah dan membasahi kasur.

Chanyeol berubah panik, sampai tak tahu harus berbuat apa. Beruntung Nancy yang sigap segera meminta pak sangster untuk mencarikan bidan untuk membantu proses lahiran Baekhyun.

Pak tua sangster kembali tak beberapa lama kemudian dengan membawa serta bidan yang dapat membantu.

Nancy meminta Chanyeol untuk berada disamping Baekhyun guna memberinya kekuatan.

Nafas Baekhyun terengah, Baekhyun rasa ia telah mengeluarkan seluruh tenaganya tapi anaknya belum juga lahir.

Baekhyun putus asa, "Chanyeol.. Aku rasa aku tidak sanggup lagi, maafkan aku Chanyeol." Ujarnya disela tangis.

"Tidak sayang, tak ada yang perlu dimaafkan, teruslah berjuang demi anak kita, hm? Aku mohon." Chanyeol juga tak kalah merasa putus asa melihat suaminya mengalami pesakitan seperti ini.

"Baik tuan, dalam hitungan ketiga saya minta anda untuk mendorongnya dengan kuat." Sang bidan berujar.

"Bertahanlah Baekhyun, demi anak kita." Pinta Chanyeol memohon.

Baekhyun berusaha, pria mungil itu mengikuti segala arahan yang bidan katakan padanya.

"Baik, Tuan tarik nafas lalu hembuskan perlahan." Baekhyun mengikutinya susah payah karena sakit dibawah sana bukan main rasanya.

"1... 2... 3... Dorong!" Seru Bidan itu, Baekhyun mendorongnya dengan segala tenaga yang tersisa.

"Oweekk... Oweekk..." Dan berhasil, anaknya akhirnya lahir kedunia.

"Selamat Tuan anda memiliki putri yang sangat cantik." Chanyeol segera membawa Baekhyun dalam pelukan, memgatakan beribu-ribu ucapan terimakasih.

Baekhyun tersenyum lemah saat anaknya diletakkan didadanya, mencari makanan pertamanya.

"Kalian telah memiliki nama?" Tanya Nancy seraya mengelus pelan kepala cucunya.

"Aku akan menyerahkan hal itu pada Baekhyun." Ujar Chanyeol tersenyum lembut.

Baekhyun balas tersenyum, "Aku ingin menamainya Yunhee, itu ku dapat dari nama ayah dan ibu. Yunhoo dan Baekhee." Jelas Baekhyun.

"Yunhee nama yang cantik." Pak sangster turut menceletuk diujung sana.

Mereka pun berbagi senyum kebahagiaan. Kehadiran Yunhee benar-benar sebuah berkah dari tuhan.

.

MERMAN'S HEART

.

Mereka kembali ke seoul satu bulan setelahnya, publik jelas mempertanyakan akan bayi yang berada didalam gendongan Baekhyun.

Chanyeol dan Baekhyun terpaksa harus mengatakan anak kandungnya sendiri sebagai anak adopsi, tapi tak masalah selama tidak ada yang mengusik kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Beruntung Yunhee mengalami pertumbuhan sebagaimana layaknya manusia biasa, hanya saja anaknya itu bertransformasi menjadi putri manja yang selalu menyusahkan Chanyeol disetiap keadaan.

Seperti saat ini contohnya, Yunhee telah berumur 4tahun kini dan anaknya itu telah merubah mansion mereka layakanya sebuah istana boneka.

Chanyeol tak bisa menolak permintaan putrinya'kan?

"Daddy~~" Yunhee berlari dengan kaki kecilnya mendekati Chanyeol yang baru saja pulang dari kantor.

"Halo princess, hari mu menyenangkan?" Tanya Chanyeol seraya membawa Yunhee dalam gendongannya.

Gadis kecil itu mengangguk mantap, "Mommy membawa Yunhee bertemu peri-peri cantik." Ujarnya semangat.

Akhirnya Yunhee memutuskan untuk memanggil Chanyeol dengan sebutan daddy dan memanggil Baekhyun dengan mommy.

"Oh begitukah?" Tanya Chanyeol antusias, Yunhee sekali lagi mengangguk mantap.

Yunhee tiba mengernyit dan menutup hidungnya , "Daddy bau!" Serunya tak suka.

Chanyeol mendengus, "Daddy tidak bau!" Seru Chanyeol tak mau kalah.

"Iya Daddy bau! Kenapa daddy tidak seperi Mommy yang selalu wangi." Celetuk gadis kecil itu.

"Baiklah kala begitu Daddy juga akan membuat Yunhee bau! Jadi kita sama-sama bau." Ujar Chanyeol usil.

Bola mata bulat warisan Chanyeol itu membola dan segera meronta meminta turun, "Mommy tolong ada monster bau!" Teriak Yunhee segera setelah dirinya lepas dari pegangan Chanyeol.

Baekhyun segera menghampiri putrinya setelah mendengar teriakan itu, Baekhyun menggelengkan kepalanya kala melihat suaminya tengah berpura-pura mengejar putri kecil mereka.

Melihat Baekhyun berdiri tak jauh dari sana, Yunhee segera berlari kepelukan Baekhyun meminta perlindungan.

"Mommy tolong monster bau ingin memakan Yunhee." Adunya dengan wajah panik.

Baekhyun tersenyum membawa Yunhee dalam gendongannya.

"Anda tidak bisa kemana-mana putri Yunhee saya akan segera membuat anda bau!" Ujar Chanyeol dengan suara yang dibuat-buat seperti monater yang menyeramkan.

Yunhee sontak berteriak-teriak dipelukan Baekhyun sementara Chanyeol menjahili putri mereka seraya sesekali mencuri ciuman dibibir tipis suami mungilnya itu.

Baekhyun tak bisa lebih bahagia dari ini, melihat suami dan anaknya berada didalam dekapannya.

.

.

.

FIN:))

Cangkem :

And yeah, py mutusin buat bikin special chap setelah sekian lama.

Py gak tahan sama Chanbaek yang makin uwu paraaahhhh ditambah py juga merasa bersalah ngasih end yang maksain.

Py harap kalian menikmati ini :))

Makasih banyak buat fav foll and riviewnya ;*

Guest, Sagiwon, 7nzwarxx, Lia, baekkiyod, Park LouisYeol, Memel Sari, Crunchy Choco, meliarisky7zp, Noor401, shalirenata, dwynda35, nocbnolife, skylea17, rlsy, Light.Byun, BaekHill, KimAyrra99, chanbaekis, Lusianabaekcy0461, ChanBaek09, Theresia341, Markeu Noona, Byunsunny6104, Choo, Ryu Cho, kickykeklikler

NB :

CHANBAEK GO PUBLIC FINALLY!!!

#CHANBAEK MENUJU HALAL